Optimalisasi MoU, RSUP Dr. M. Djamil dan Dinsos Sumbar Matangkan Aplikasi SIPITER

Komitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat kembali diperkuat. RSUP Dr. M. Djamil, melalui Tim Inovasi Penanganan Pasien Telantar, bersama dengan Dinas Sosial Sumbar menggelar pertemuan optimalisasi Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penanganan Pasien Telantar. Pertemuan ini dilangsungkan di Aula Dinas Sosial Sumbar dan membahas rencana inovasi pengembangan Aplikasi Sistem Penanganan Pasien Telantar (SIPITER) pada Jumat (24/10).

Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. M. Djamil, Nova Afriani menjelaskan inovasi SIPITER telah dirancang oleh Tim Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) RSUP Dr. M. Djamil. “Inovasi ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi dan humanisme dalam penanganan pasien telantar. Aplikasi SIPITER dirancang untuk menjadi jembatan integrasi data dan koordinasi antar sektor terkait,” ujar Nova Afriani.

Nova memaparkan tujuan yang ingin dicapai melalui aplikasi ini. Di antaranya, menjamin akses layanan kesehatan, mengurangi keterlambatan perawatan, menciptakan proses penanganan pasien telantar yang lebih cepat dan terarah di rumah sakit. “Dan menghadirkan model penanganan pasien telantar yang inovatif dan dapat direplikasi secara nasional,” sebutnya.

Dalam sesi pemaparan, Tim SIMRS RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan demonstrasi fitur-fitur utama aplikasi SIPITER. Aplikasi ini diharapkan mampu mempermudah proses identifikasi, verifikasi status ketelantaran hingga proses tindak lanjut pasca-perawatan dengan Dinas Sosial dan pihak terkait lainnya.

Pemaparan tentang SIPITER disambut baik oleh Dinas Sosial Sumbar. Diskusi yang konstruktif terjadi, menghasilkan sejumlah masukan berharga yang akan digunakan untuk menyempurnakan kehadiran aplikasi tersebut, khususnya dalam aspek integrasi data sosial dan tindak lanjut pasca-rawat inap.

Sekretaris Dinas Sosial Sumbar, Suyanto menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara sektor kesehatan dan sosial. “Kami mengapresiasi inovasi ini. Integrasi data yang cepat dan akurat adalah kunci dalam menjamin hak-hak pasien telantar, mulai dari perawatan medis hingga penempatan kembali di lingkungan sosial yang aman dan terjamin,” tegasnya didampingi Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Jhoneri.

Pertemuan ini, sebutnya, menjadi langkah maju yang signifikan dalam upaya Dinas Sosial Sumbar dan RSUP Dr. M. Djamil untuk memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sekaligus menetapkan standar baru dalam penanganan pasien telantar yang humanis dan terintegrasi di Indonesia. “Diharapkan, peluncuran resmi aplikasi SIPITER ini dapat segera terealisasi setelah proses penyempurnaan rampung,” tukasnya.(*)

Jajaran Direksi RSUP Dr. M. Djamil Takziah ke Rumah Duka Wartawan Senior

Jajaran direksi dan seluruh civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil menyampaikan rasa duka cita atas berpulangnya wartawan senior Indra Sakti Nauli pada Senin (13/10). Sebagai wujud empati, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Manajer Hukum dan Humas Nova Afriani takziah ke rumah duka di Batang Kabung, Koto Tangah, Rabu (22/10).

Kedatangan jajaran direksi dan manajemen ke rumah duka disambut baik oleh istri almarhum Helma Tuti. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Sebagai sesama muslim, sudah menjadi kewajiban kita untuk mendoakan almarhum, semoga seluruh amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT, diampuni segala khilaf dan dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini,” kata Dirut RSUP Dr. M. Djamil saat takziah.

Ia menceritakan pada malam hari sebelumnya, ia sempat menerima informasi dan cerita tentang wafatnya almarhum melalui curahan hati istri almarhum yang disampaikan melalui pesan. “Tentunya, kabar tersebut mengejutkan, terlebih karena dari penuturan yang beredar disebutkan bahwa almarhum sempat mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Dr. M. Djamil,” ungkap Dirut.

Menyikapi informasi yang menyebutkan bahwa almarhum sempat ditangani di IGD RSUP Dr. M. Djamil pada tanggal 13 Oktober, Dirut langsung mengambil langkah cepat. Ia segera menginstruksikan kepada jajaran terkait untuk menelusuri secara rinci informasi dan kronologis kedatangan almarhum di IGD. “Langkah ini kami lakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami terhadap transparansi serta evaluasi layanan rumah sakit,” tegasnya.

Saat takziah, jajaran direksi dan manajemen mendengarkan dengan seksama penuturan istri almarhum tentang kejadian yang dialami sejak almarhum dibawa ke rumah sakit hingga akhirnya berpulang. “Segala informasi dan masukan yang diterima menjadi catatan penting bagi kami sebagai bahan evaluasi dan pembenahan sistem pelayanan, agar ke depan RSUP Dr. M. Djamil dapat terus meningkatkan mutu pelayanan dengan lebih baik, cepat, dan empatik.Kami percaya, setiap peristiwa membawa pelajaran berharga. Kami berkomitmen untuk menjadikan hal ini sebagai momentum introspeksi dan perbaikan berkelanjutan, demi memberikan pelayanan yang lebih paripurna kepada masyarakat,” tegas Dirut. (*)

Nakes Rentan Gangguan Mental, Pentingnya Self-Care untuk Layanan Prima

Tenaga kesehatan (Nakes) di berbagai fasilitas layanan kesehatan terungkap rentan mengalami gangguan mental. Kerentanan ini dipicu oleh akumulasi beban kerja yang tinggi, kurangnya waktu istirahat, interaksi terus-menerus dengan pasien dan permasalahannya, jam kerja yang panjang, hingga masalah personal seperti ekonomi dan keluarga.

Fakta tersebut diungkap oleh dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater), dr. Eldi Sauma, Sp.KJ, dalam Seminar Nasional bertajuk “Merawat Diri, Melayani Sepenuh Hati; Kesehatan Mental sebagai Kunci Service Excellent”. Seminar ini diselenggarakan atas kerja sama RSUP Dr. M. Djamil dengan Akselerasi Puskesmas Indonesia (Apkesmi) Sumatera Barat, dan berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Sabtu (18/10).

Menurut dr. Eldi Sauma, jenis gangguan mental yang dapat dialami oleh Nakes sangat beragam, mencakup gangguan mental organik, gangguan psikotik, gangguan mood (suasana hati), gangguan cemas, gangguan somatoform (keluhan fisik yang dipengaruhi psikis), gangguan tidur, gangguan terkait stres, hingga gangguan kepribadian. Penyebabnya kompleks, dipengaruhi oleh faktor genetik, biologis, dan psikologis.

“Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini akan dapat menghambat fungsi sehari-hari. Tenaga kesehatan akan bisa mengalami burn out dan merasakan lelah secara fisik dan emosional,” ujar dr. Eldi.

Gangguan mental yang dialami Nakes ini berimbas langsung pada kualitas pelayanan pasien. “Dampaknya terjadi penurunan produktivitas kerja, sering kesulitan datang ke tempat kerja. Kemudian berisiko tinggi melakukan kesalahan, rasa bersalah yang berlarut-larut dan emosi yang sulit dikendalikan,” sebutnya.

dr. Eldi menegaskan gangguan mental dapat diobati dan dikontrol melalui program terapi yang sesuai, baik itu psikoterapi maupun farmakologi. Ia menekankan pentingnya kecepatan dalam mencari pertolongan profesional. “Semakin cepat mendapatkan bantuan profesional maka semakin besar kemungkinan sembuh,” ungkap Eldi seraya mengatakan kabar baiknya, pengobatan gangguan mental tersebut ditanggung oleh BPJS Kesehatan dan dapat dilayani di Poliklinik Jiwa RSUP Dr. M. Djamil.

Untuk langkah pencegahan dan intervensi, dr. Eldi memaparkan beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh Nakes. Tenaga kesehatan mesti proaktif dalam mempelajari dan mencari tahu tentang kesehatan mental. Selain itu, penting untuk menyediakan diri mendengarkan keluhan orang di sekitar atau sesama tenaga kesehatan. “Segera menganjurkan atau membawa orang terdekat untuk berkonsultasi jika terlihat mengalami gangguan mental sesegera mungkin,” tukasnya.

Seminar nasional ini turut dihadiri oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Ketua DPW Apkesmi Sumbar dr. Mela Aryati, M.Kes, serta jajaran pengurus dan ratusan tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas kesehatan di Sumatera Barat yang hadir secara luring maupun daring. Kegiatan ini menegaskan komitmen institusi kesehatan di Sumatera Barat dalam memprioritaskan kesehatan mental para garda terdepan pelayanan kesehatan.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Apel Pagi Rutin

RSUP Dr. M. Djamil kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien melalui pelaksanaan Apel Pagi yang rutin diadakan. Apel pagi yang digelar pada Senin (20/10) di shelter Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan ini, menjadi momen untuk mengevaluasi capaian kinerja dan memompa semangat seluruh civitas hospitalia.

Apel pagi yang dihadiri oleh jajaran direksi, manajemen, dan seluruh civitas hospitalia tersebut dipimpin oleh Ketua Komite Keperawatan, Ns. Ema Julita, S.Kep, MARS, FISQua. Dalam amanatnya, Ns. Ema Julita menyampaikan apresiasi  atas kerja keras dan kontribusi seluruh staf dalam survei verifikasi akreditasi yang telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya.

Fokus utama yang disoroti adalah penyelesaian 52 Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS) yang menjadi catatan penting saat survei akreditasi. “Alhamdulillah, survei verifikasi akreditasi beberapa hari lalu sudah selesai kita tuntaskan. Terima kasih atas kontribusi kita semua, sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan baik,” ujar Ns. Ema Julita dengan nada syukur.

Meskipun demikian, Ia mengingatkan perjalanan peningkatan mutu di RSUP Dr. M. Djamil masih panjang dan menantang. Tantangan terbesar bukan hanya sekadar menyelesaikan penilaian atau audit eksternal semata, tetapi bagaimana mewujudkan seluruh standar yang diamanatkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) dalam operasional sehari-hari.

“Meskipun demikian, PR kita masih panjang dan berat. Bukan hanya sekadar menyelesaikan penilaian, tetapi bagaimana kita mampu mengejawantahkan seluruh standar yang diamanatkan oleh Kementerian Kesehatan sebanyak 261 standar dalam keseharian, dan diimplementasikan baik dalam kelompok manajemen maupun dalam mutu atau klinis yang baik. Ini adalah hal yang perlu kita tindaklanjuti secara konsisten,” tegasnya.(*)

137 PPPK Resmi Dilantik, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Tekankan  Jaga Integritas dan Hospitality

Sebanyak 137 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Kesehatan di bawah satuan kerja RSUP Dr. M. Djamil resmi dilantik dan diambil sumpahnya di Auditorium Lantai IV RSUP Dr. M. Djamil pada Senin (20/10). Pelantikan ini menandai babak baru dalam upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat tersebut.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, memimpin prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah para PPPK. Turut disaksikan oleh jajaran direksi dan manajemen rumah sakit.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menyampaikan ucapan selamat kepada 137 PPPK yang telah resmi dilantik. Kehadiran mereka adalah bagian integral dari fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah untuk tujuan utama yakni memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

“Selamat atas dilantiknya saudara-saudara sebagai PPPK. Ketahuilah, kita semua adalah bagian yang sudah difasilitasi oleh pemerintah bagaimana kita memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Dovy Djanas.

Direktur Utama menyoroti nilai-nilai fundamental yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil, khususnya dalam memberikan pelayanan. Ia menyebut pentingnya hospitality (keramahan), yang merupakan cerminan dari kualitas sumber daya manusia rumah sakit.

“RSUP Dr. M. Djamil memiliki nama baik yang harus dijaga. Hospitality, keramahan dari sumber daya manusia kita, adalah kunci. Nilai-nilai ini harus dilihatkan dan dibuktikan melalui integritas dalam setiap tugas dan interaksi kita,” tegas Dr. Dovy.

Integrasi nilai-nilai ini, lanjutnya, diharapkan menjadi budaya kerja yang melekat, memastikan bahwa setiap pasien dan keluarga mendapatkan pengalaman layanan yang tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga hangat dan manusiawi.

“Pelantikan 137 PPPK ini menjadi momentum penting bagi RSUP Dr. M. Djamil dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan profesional. Dengan penambahan SDM yang berintegritas dan berkomitmen pada pelayanan terbaik, rumah sakit rujukan ini diharapkan semakin kokoh dalam mewujudkan transformasi kesehatan dan memastikan layanan prima bagi seluruh lapisan masyarakat. Para PPPK yang baru dilantik kini diharapkan segera menyelaraskan diri dan berkontribusi aktif dalam mencapai visi dan misi RSUP Dr. M. Djamil sebagai institusi kesehatan terdepan,” harap Dirut.(*)

Kolaborasi RSUP Dr. M. Djamil dan Apkesmi, Kesehatan Mental Nakes Kunci Utama Service Excellent

RSUP Dr. M. Djamil, sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, menunjukkan komitmen terhadap peningkatan kualitas pelayanan melalui perhatian serius pada kesehatan mental tenaga kesehatan. Hal ini diwujudkan dalam Seminar Nasional “Merawat Diri, Melayani Sepenuh Hati; Kesehatan Mental sebagai Kunci Service Excellent” yang diselenggarakan bekerja sama dengan Akselerasi Puskesmas Indonesia (Apkesmi) Sumatera Barat.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menekankan kesehatan mental tenaga kesehatan merupakan fondasi penting dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, atau yang dikenal sebagai Service Excellent.

“Seorang tenaga kesehatan yang sehat secara mental akan mampu bekerja dengan empati, sabar, dan profesional — nilai-nilai utama dalam mewujudkan service excellent di rumah sakit,” ujar Dovy Djanas di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada hari Sabtu (18/10).

Seminar nasional ini menghadirkan narasumber yakni dr. Eldi Sauma, Sp.KJ memaparkan tentang Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan, Dr. Ns. Alfitri, S.Kep, M.Kep, Sp.MB, FISQua, CHAE memaparkan tentang Service Excellent dalam Perspektif Manajemen: Membangun Lingkungan Kerja yang Sehat dan Humanis serta Nila Anggreiny, S.Pi. M.Psi, Psikolog memaparkan tentang Merawat Diri untuk Mencegah Burn Out: Strategi Self-care dan Regulasi Emosi.

Dan dihadiri manajemen RSUP Dr. M. Djamil, Ketua DPW Apkesmi Sumbar dr. Mela Aryati, M.Kes serta jajaran pengurus dan ratusan tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas kesehatan di Sumatera Barat baik hadir secara luring maupun daring.

Ia menyoroti realitas tantangan yang dihadapi oleh para tenaga kesehatan. “Kita menyadari bahwa beban kerja tenaga kesehatan semakin kompleks: mulai dari tuntutan pelayanan, situasi darurat, tekanan emosional dari pasien dan keluarga, hingga tanggung jawab moral yang tinggi,” sebutnya.

Jika kompleksitas beban kerja ini tidak diimbangi dengan kesadaran dan strategi self care (merawat diri) yang tepat, menurut Dovy Djanas, maka bukan hanya individu tenaga kesehatan yang terdampak, tetapi juga mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui seminar ini, kita berharap dapat meningkatkan pemahaman bersama bahwa merawat diri adalah bagian dari melayani dengan sepenuh hati. Dengan menjaga kesehatan mental dan keseimbangan diri, kita sesungguhnya sedang menjaga kualitas pelayanan kepada pasien — sebuah wujud nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi roh profesi kesehatan,” tegasnya.

Seminar yang merupakan hasil kolaborasi strategis antara RSUP Dr. M. Djamil dengan Apkesmi Sumbar ini menjadi sarana untuk berbagi ilmu dan praktik terbaik mengenai cara mengelola stres kerja, membangun ketahanan diri, dan menciptakan lingkungan kerja yang suportif.

RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk terus mengembangkan budaya kerja yang sehat, inklusif, dan suportif. Kegiatan edukatif seperti seminar ini menjadi bagian integral dari upaya rumah sakit dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh, berempati, dan berorientasi pada mutu serta keselamatan pasien.

“Kolaborasi dengan Apkesmi Sumbar ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara rumah sakit rujukan dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama, dimana peningkatan kualitas layanan harus dimulai dari setiap tingkatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. Tujuannya adalah menciptakan sistem layanan kesehatan yang kokoh dan humanis di seluruh Sumatera Barat,” ungkapnya.

Ketua DPW Apkesmi Sumbar dr. Mela Aryati, M.Kes mengatakan seminar nasional ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk menjadikan kesehatan mental sebagai prioritas. “Serta memastikan bahwa para pelayan kesehatan dapat memberikan yang terbaik kepada pasien setelah terlebih dahulu merawat dan mengisi diri sendiri,” ucapnya.

Ia juga mengatakan seminar ini sebagai langkah awal kolaborasi Apkesmi dengan RSUP Dr. M. Djamil. “Ke depan, RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera Bagian Tengah yang juga dititipkan program-program Kementerian Kesehatan akan berkolaborasi dengan puskesmas dalam upaya membekali para tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan. Namun juga pada aplikasinya tidak hanya puskesmas saja tapi juga untuk rumah sakit maupun klinik yang ada,” pungkas dr. Mela. (*)

Pimpin Hari Kesadaran Nasional, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Tekankan Implementasi Layanan Berbasis Unit Cost Mulai 1 November

RSUP Dr. M. Djamil kembali melaksanakan Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN), sebuah agenda rutin upacara bendera yang diselenggarakan setiap tanggal 17 setiap bulannya. Upacara berlangsung khidmat di halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada hari Jumat (17/10).

Bertindak selaku Inspektur Upacara pada kesempatan ini adalah Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Upacara ini diikuti oleh jajaran direksi, manajer, kepala instalasi, serta seluruh civitas hospitalia yang hadir sebagai bentuk komitmen dalam memantapkan kualitas pengabdian dan pelayanan rumah sakit kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Dovy Djanas menyampaikan rencana strategis rumah sakit yang akan segera diimplementasikan. Mulai tanggal 1 November 2025, RSUP Dr. M. Djamil akan memulai (kick off) pelaksanaan layanan di rumah sakit yang didasarkan pada perhitungan unit cost (biaya satuan). “Program ini bertujuan agar kita harus menilai bahwa RSUP Dr. M. Djamil melakukan bisnis secara corporate,” tegas Dovy Djanas.

Pada kesempatan itu, Dirut Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyerahkan piagam penghargaan atas prestasi RSUP Dr. M. Djamil yang meraih Juara III Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Terbaik Nasional kepada Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K). Turut mendampingi jajaran direksi dan manajemen.

Ia menjabarkan pentingnya penerapan konsep bisnis ini. “Artinya bisnis ini untuk menentukan bisa membiayai seluruh kegiatan di rumah sakit ini, terutama untuk produktivitas sumber daya manusia (SDM),” imbuhnya.

Sistem unit cost yang akan diterapkan, lanjut Dovy, sangat krusial dalam menentukan bagaimana rumah sakit dapat mencapai ambang batas pendapatan (threshold) yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, perlunya dukungan dan pengawalan penuh dari seluruh jajaran direksi dan manajemen sebelum program ini resmi diluncurkan. “InshaAllah ini akan membawa perubahan bagi rumah sakit dalam hal produktivitas,” ujarnya penuh optimisme.

Ia juga secara gamblang mengaitkan peningkatan produktivitas SDM akan secara langsung berkorelasi dengan peningkatan pendapatan rumah sakit. “Pada akhirnya akan memperkuat kemampuan finansial rumah sakit untuk mendukung seluruh kegiatan operasional dan layanan,” harapnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Skrining Kesehatan Mental Bagi PPDS dan PPDSS

RSUP Dr. M. Djamil menggelar skrining kesehatan mental (mental health) bagi seluruh peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Sub Spesialis (PPDSS). Skrining ini merupakan wujud nyata komitmen RSUP Dr. M. Djamil sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan mendukung kesehatan mental para calon dokter spesialis dan dokter sub spesialis di tengah tingginya tuntutan beban kerja dan tekanan akademik.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menegaskan inisiatif skrining ini merupakan bagian integral dari komitmen rumah sakit dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung.

“Kami menyadari betul bahwa beban studi dan praktik klinis yang dihadapi oleh para PPDS dan PPDSS sangatlah berat. Mereka berada di garis depan pelayanan, seringkali berhadapan dengan situasi bertekanan tinggi, yang berpotensi mengganggu kesehatan mental,” ujar Dovy Djanas didampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil, Kamis (16/10).

Ia menekankan dokter spesialis dan subspesialis yang kompeten tidak hanya dinilai dari keahlian klinisnya, tetapi juga dari kesehatan fisik dan mental yang prima. “Skrining kesehatan mental ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian kami untuk memastikan setiap peserta didik berada dalam kondisi mental yang stabil. Kesehatan mental yang baik adalah fondasi untuk kinerja akademik dan klinis yang optimal,” tambahnya.

Skrining kesehatan mental yang dilakukan melibatkan tim dari Komite Koordinator Pendidikan (Komkordik) dan Kelompok Staf Medis (KSM) Psikiatri RSUP Dr. M. Djamil dan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand). Metode skrining mencakup serangkaian asesmen psikologis. Hasil skrining diharapkan menjadi data awal yang valid untuk menentukan langkah intervensi dan dukungan yang tepat.

Dovy Djanas juga kerap menyuarakan komitmen RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama yang bebas dari perundungan (bullying) dan praktik-praktik yang tidak mendukung kesehatan mental. Skrining ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam memperbaiki sistem pendidikan kedokteran spesialis di Indonesia.

“Tugas kami adalah mencetak dokter spesialis unggul. Untuk mencapai itu, kita harus menghilangkan semua faktor yang dapat menghambat, termasuk tekanan mental yang tidak sehat. Kami memastikan setiap PPDS dan PPDSS memiliki akses ke dukungan profesional tanpa stigma,” tukas Dovy Djanas, berharap kegiatan ini dapat berlanjut secara berkala dan menjadi best practice di rumah sakit pendidikan lainnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Siap Jadi Trendsetter Komunikasi Kesehatan

Workshop Konten Media Sosial dan Branding yang diadakan RSUP Dr. M. Djamil bersama Biro Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan berakhir, Rabu (15/10). Selama dua hari, seluruh peserta workshop yang terdiri dari berbagai elemen di RSUP Dr. M. Djamil, mendapatkan bekal pengetahuan dan keterampilan praktis tentang manajemen media sosial yang efektif serta produksi konten video.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat penutupan menyampaikan  peningkatan kemampuan dalam mengelola media sosial bukan sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan esensial bagi institusi kesehatan.

“Kemampuan kita dalam membangun citra merek dan menyajikan konten edukasi yang menarik dan mudah diakses di media sosial adalah cerminan dari komitmen kita untuk menjadi rumah sakit rujukan yang terbuka dan informatif,” ujar Dovy Djanas. Turut hadir jajaran direksi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil.

Ia menambahkan media sosial merupakan platform untuk menjangkau masyarakat secara luas, memberikan edukasi kesehatan yang akurat, serta mempromosikan layanan unggulan RSUP Dr. M. Djamil kepada publik nasional dan regional.

“Kami berharap hasil praktik dan pengetahuan yang didapat selama workshop dapat segera diimplementasikan. Tujuannya adalah agar RSUP Dr. M. Djamil dapat menjadi trendsetter dalam komunikasi publik kesehatan dan berperan aktif mendukung program prioritas Kementerian Kesehatan RI melalui konten-konten digital yang berkualitas,” harapnya.

Sesi paling menarik disajikan oleh edukator kesehatan sekaligus social media influencer ternama, dr. Alvin Saputra. Ia memaparkan serangkaian materi vital mulai dari cara membangun identitas merek (build your brand identity), proses kreasi konten (content creating), teknik dasar penyuntingan video sederhana (simple video editing), strategi content branding, hingga langkah-langkah evaluasi konten media sosial. Seluruh peserta mendapatkan pemahaman tentang manajemen media sosial dan teknik produksi konten video yang efektif dan sesuai dengan berbagai platform media sosial saat ini.

Sementara itu, narasumber dari Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI. Nani Indriana, S.KM, MKM, dan Daniel Obertondino Simajuntak, S.I.Kom, menyajikan materi strategis terkait copywriting strategy on carousel post, ekspektasi dan standar publikasi dari Kementerian Kesehatan. Serta bagaimana membangun konten kolaborasi yang sinergis dengan program-program Kemenkes.

Bagian paling dinantikan dan menjadi inti dari kegiatan ini adalah sesi praktik dan evaluasi konten. Seluruh peserta dibagi menjadi 12 kelompok, yang masing-masing ditantang untuk memproduksi konten media sosial, khususnya dalam format video, secara mandiri.

Fokus utama dari konten-konten yang diproduksi adalah untuk menampilkan berbagai layanan unggulan yang dimiliki oleh RSUP Dr. M. Djamil. Beberapa layanan yang berhasil diangkat menjadi tema konten praktik antara lain transplantasi ginjal, stem cell, layanan Derma Djamil, ESWL dan ESWT, ablasi jantung, rehabilitasi jantung, klinik nyeri, brachyteraphy, kebidanan anak, Evla, hingga kedokteran nuklir.

Di akhir sesi evaluasi, dilakukan penyerahan hadiah bagi kelompok yang dinilai memproduksi konten terbaik, berdasarkan kreativitas, pesan yang tersampaikan, dan kualitas produksinya. Sesi ini diharapkan memicu semangat kompetisi positif dan mendorong peserta untuk segera mengaplikasikan keterampilan baru mereka.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Jalani Survei Verifikasi Akreditasi

Akreditasi rumah sakit merupakan proses penilaian eksternal yang bertujuan untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan telah memenuhi standar mutu dan keselamatan pasien. Namun, lebih dari sekadar penilaian, akreditasi adalah sebuah perjalanan pembelajaran berkelanjutan yang mencerminkan komitmen seluruh unsur rumah sakit dalam menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien secara konsisten.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat Survei Verifikasi RSUP Dr. M. Djamil secara virtual, Rabu (15/10). Turut hadir secara hybrid di Ruang Rapat Direksi yakni jajaran direksi dan manajemen. Sedangkan tim surveyor Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) yakni Lilis Komariah, S.Kp, M.Kes, Sp.Mat dan dr. TB Rudy Firmansyah B. Rifai, Sp.A, MARS hadir secara virtual.

“Pelaksanaan Survei Verifikasi ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk menilai sejauh mana tindak lanjut terhadap rekomendasi dan pelaksanaan Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS) tersebut telah berjalan sesuai dengan komitmen peningkatan mutu yang kita tetapkan
bersama,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengharapkan Survei Verifikasi ini bukan semata-mata sebagai proses penilaian, melainkan bagian dari perjalanan  bersama-bersama untuk menjaga mutu,
menumbuhkan budaya keselamatan, dan memperkuat kepercayaan masyarakat. “Sehingga RSUP Dr. M. Djamil  menjadi pilihan utama masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang terbaik, aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ucapnya.

Pihaknya menyadari bahwa peningkatan mutu pelayanan tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi seluruh unsur rumah sakit. Mulai dari tenaga medis, keperawatan, manajemen, hingga tenaga non-medis yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

“Kami mengharapkan bimbingan, arahan, serta masukan yang konstruktif agar rumah sakit ini dapat terus berkembang menjadi institusi pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan terpercaya bagi masyarakat,” harap Dirut.

Sebagaimana diketahui, RSUP Dr. M. Djamil telah melaksanakan survei akreditasi pada bulan November 2023, atau lebih kurang dua tahun lalu. Dari hasil survei tersebut, rumah sakit memperoleh sejumlah rekomendasi perbaikan yang menjadi landasan penting dalam memperkuat sistem tata kelola, meningkatkan efektivitas pelayanan, serta menumbuhkan budaya mutu di rumah sakit ini.

Sebagai tindak lanjut atas rekomendasi tersebut, rumah sakit telah menyusun PPS, yang memuat langkah-langkah terarah, terukur, dan berkesinambungan di setiap area layanan. Melalui PPS ini, diharapkan setiap upaya perbaikan yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di RSUP Dr. M. Djamil.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45