Staf dan Nakes RSUP Dr. M. Djamil Belajar jadi Content Creator

Puluhan dokter, tenaga kesehatan (nakes), dan staf RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan antusiasme untuk menguasai keterampilan sebagai content creator. Suasana penuh semangat ini terlihat jelas dalam Workshop Konten Media Sosial dan Branding yang diselenggarakan bekerja sama dengan Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, pada hari Selasa (14/10) dan Rabu (15/10).

Sebanyak 60 staf RSUP Dr. M. Djamil, termasuk para dokter spesialis, perawat, dan nakes lainnya, berpartisipasi aktif dalam pelatihan ini. Mereka berkesempatan langsung belajar memproduksi konten bersama edukator kesehatan yang juga dikenal sebagai social media influencer, dr. Alvin Saputra.

Pemilik akun Instagram @alvin.sa.putra ini memandu peserta dalam memahami teknik-teknik produksi video untuk konten media sosial. Materi yang disampaikan mencakup serangkaian proses, mulai dari mengembangkan ide konten yang menarik dan edukatif, teknik pengambilan video yang efektif, hingga langkah-langkah pengeditan atau video editing.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menekankan kemampuan sebagai content creator kini menjadi kebutuhan penting bagi pengembangan layanan rumah sakit dan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara luas.

“Dengan memanfaatkan kekuatan media sosial, kita bisa menunjukkan berbagai layanan terbaik yang ada di RSUP Dr. M. Djamil yang mungkin masih banyak belum diketahui, sekaligus juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat,” ucap Dr. Dovy.

Ia berharap, staf rumah sakit dapat menjadi jembatan informasi yang kredibel antara fasilitas layanan kesehatan dengan publik. “Dengan praktik ini, para dokter dan nakes tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga secara kreatif mempromosikan keunggulan layanan kesehatan di rumah sakit rujukan utama Sumatera Barat ini,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI Aji Muhawarman mengapresiasi kepada RSUP Dr. M. Djamil atas terselenggaranya workshop ini. Dengan inisiatif ini, RSUP Dr. M. Djamil menjadi rumah sakit ke-23 di lingkungan Kementerian Kesehatan yang telah menyelenggarakan workshop serupa, menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi era digital dan transformasi kesehatan.

“Ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa semangat untuk “melek” komunikasi dan informasi publik telah merata hingga ke Sumatera Barat. RSUP Dr. M. Djamil, sebagai rumah sakit rujukan utama, kini mengambil langkah penting dan strategis,” ungkapnya.

Dalam visi Transformasi Kesehatan yang diusung oleh Kementerian Kesehatan, komunikasi adalah pilar yang sangat fundamental. Pelayanan terbaik, keunggulan teknologi, dan sumber daya manusia hebat yang kita miliki di rumah sakit, tidak akan berdampak maksimal jika tidak diketahui dan dipahami oleh masyarakat.

“Media sosial adalah jembatan tercepat dan terluas untuk menjangkau publik. Saya sangat senang melihat puluhan dokter, perawat, dan staf di sini menunjukkan antusiasme untuk menjadi “jembatan informasi yang kredibel”,” ucapnya.

Selama dua hari, seluruh peserta workshop mendapatkan pemahaman mendalam tentang manajemen media sosial dan produksi konten video yang sesuai untuk berbagai platform media sosial. Selain dr. Alvin Saputra, workshop ini juga menghadirkan pembicara Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, yaitu Nani Indriana, S.KM, MKM, dari  serta Daniel Obertondino Simajuntak, S.I.Kom.

Bagian paling menarik dari kegiatan ini adalah sesi praktik langsung. Semua peserta yang terbagi dalam 12 kelompok diwajibkan untuk melakukan pengambilan video dan proses editing secara mandiri. Konten yang diproduksi difokuskan untuk menampilkan berbagai layanan unggulan yang ada di RSUP Dr. M. Djamil.

Beberapa layanan yang diangkat dalam praktik konten antara lain adalah transplantasi ginjal, stem cell, Derma Djamil, ESWL dan ESWT, ablasi jantung, rehabilitasi jantung, klinik nyeri, brachyteraphy, kebidanan anak, Evla, dan kedokteran nuklir. Di sesi akhir kegiatan, pengumuman pemenang video kreatif. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Pemaparan Studi Kelayakan, Fondasi Pengembangan Infrastruktur dan Layanan RS

RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah strategis yang menentukan arah masa depannya dengan melaksanakan pemaparan Feasibility Study (Studi Kelayakan). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Senin (13/10) dan dipresentasikan oleh tim konsultan dari PT Pandu Persada.

“Feasibility Study atau studi kelayakan bukanlah sekadar dokumen teknis semata. Ini adalah fondasi perencanaan strategis yang akan menentukan arah pembangunan dan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil ke depan,” kata Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Dr. M. Djamil Luhur Joko Prasetyo saat memberikan sambutan.

Pemaparan studi kelayakan ini disampaikan oleh Team Leader PT Pandu Persada, Drs. Dadang Kusnadi, MARS. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, serta seluruh manajemen.

Tahun 2025 ini, sebutnya, menjadi momentum penting bagi  semua untuk menyiapkan rumah sakit rujukan utama di Sumatera Bagian Tengah agar benar-benar siap menjawab tantangan zaman. Mulai dari transformasi layanan kesehatan, digitalisasi sistem, hingga tuntutan efisiensi dan efektivitas dalam pelayanan publik.

“RSUP Dr. M. Djamil terus berkomitmen menjadi Center of Excellence dan rumah sakit pendidikan utama yang berdaya saing tinggi. Untuk mewujudkan visi tersebut, kita membutuhkan landasan perencanaan yang matang, komprehensif, dan visioner,” sebutnya.

Ia menekankan Feasibility Study inilah yang akan menjadi peta jalan (roadmap) bagi pengembangan infrastruktur, sumber daya, serta strategi layanan ke depan. “Kami menyambut baik kehadiran PT Pandu Persada sebagai mitra konsultan dalam penyusunan studi kelayakan ini. Kami percaya, dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki, kolaborasi ini akan melahirkan desain rencana pengembangan rumah sakit yang tidak hanya feasible secara teknis dan finansial, tetapi juga berdampak nyata terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat,” harapnya.

Keberhasilan dari studi ini tentu tidak hanya bergantung pada tim konsultan, namun juga komitmen dan keterlibatan aktif seluruh jajaran internal rumah sakit. “Kami mengajak kita semua untuk membuka diri, memberikan data dan informasi secara lengkap dan transparan, serta berkolaborasi dengan semangat gotong royong. Sebab, hasil dari proses ini akan menjadi warisan strategis bagi rumah sakit kita di masa depan. Semoga pelaksanaan Feasibility Study ini dapat berjalan dengan lancar, memberikan hasil terbaik, dan menjadi pijakan kokoh untuk melangkah ke tahap pembangunan yang lebih besar,” tukasnya.(*)

Hadiri Annual Expert Meeting, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Tekankan Akurasi Klinis Diagnostik Prenatal Komprehensif

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menegaskan kemajuan dalam diagnostik prenatal harus berfokus pada ketepatan klinis, pengambilan keputusan berbasis bukti, dan keselamatan ibu-janin. Penegasan ini disampaikan Dovy saat Workshop The 2nd Annual Expert Meeting Subspecialist Program 2025 bertajuk “Comprehensive Prenatal Diagnostic in Ultrasound” di Hotel Santika Premiere Padang, Sabtu (11/10).

Workshop yang diselenggarakan oleh Program Studi Obstetri dan Ginekologi Program Subspesialis, Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) ini berlangsung hingga Minggu (12/10), melengkapi rangkaian simposium hybrid yang telah diadakan pada 9–10 Oktober 2025.

Dirut menjelaskan ilmu ini mencakup spektrum yang sangat luas, mulai dari penapisan trimester pertama—termasuk fetal biometri awal, soft marker, dan early anomaly scan—hingga pemeriksaan terfokus trimester kedua, penilaian pertumbuhan janin, doppler, dan penemuan kelainan di trimester ketiga.“Keunggulan ilmu ini bukan hanya pada kecanggihan teknologi, tetapi terutama pada ketepatan klinis, pengambilan keputusan berbasis bukti, dan keselamatan ibu-janin,” tegas Dovy di hadapan peserta.

Workshop ini menghadirkan narasumber Dr. Prashant Acharya (Paras Advanced Center for Fetal Medicine Ahmedabad India), serta pakar nasional: Prof. Dr. dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG(K), Dr. dr. Rima Irwinda, Sp.OG(K), Dr. dr. Aria Wibowo, Sp.OG(K), dan Prof. Dr. dr. Yusrawati, Sp.OG(K). Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, Ketua POGI Sumatera Barat, Dr. dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG, Subsp.Urogin.RE, beserta pengurus POGI, turut hadir dalam acara ini.

RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan tersier, sebutnya, peningkatan mutu diagnostik prenatal akan berdampak langsung pada deteksi dini kelainan struktural dan fungsional janin, stratifikasi risiko pada preeklampsia, kelahiran prematur, SGA/IUGR, dan komorbid maternal. “Perencanaan tata laksana multiprofesi—menghubungkan obstetri, fetomaternal, anestesi, neonatologi, kardiologi anak, serta disiplin lain, dan kesinambungan riset translasi yang menghubungkan temuan sonografi dengan biomarker dan luaran klinis ibu-bayi,”ungkap Dirut.

Dovy menyambut baik pendekatan workshop yang dianggapnya komprehensif dan sangat praktis. Mulai dari kuliah inti, live demo anatomi normal-abnormal trimester pertama, soft marker lintas trimester, doppler (uterine, umbilikal, MCA, ductus venosus), hingga neurosonogram dan fetal echocardiography berbasis bidang potong kunci (4CH, LVOT, RVOT, 3VV, 3VTV). “Ini adalah paket keterampilan inti yang harus dikuasai setiap klinisi agar standar pelayanan di lini rujukan semakin seragam dan berdaya saing,” tegasnya.

Sejalan dengan semangat peningkatan kompetensi, Direktur Utama menegaskan beberapa komitmen yang akan diemban oleh RSUP Dr. M. Djamil. Komitmen tersebut meliputi memperkuat ekosistem pelatihan berkelanjutan (continuing professional development) berbasis kompetensi dan luaran klinis. Mendorong integrasi pendidikan-pelayanan-penelitian untuk melahirkan panduan praktik lokal yang evidence-based, termasuk pembentukan registri kelainan kongenital dan luaran obstetri-neonatal.

“Membuka ruang kolaborasi dengan FK Unand, POGI, jejaring rumah sakit pendidikan, dan mitra internasional agar praktik terbaik global dapat diadaptasi secara kontekstual di Sumatera Barat,” ucapnya.

Dovy mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini semaksimal mungkin. “Manfaatkanlah forum ini untuk bertanya, berdiskusi, dan berlatih secara mendalam. Jangan ragu berbagi kasus, tantangan, dan pengalaman lapangan. Saya yakin, dengan bimbingan para narasumber, kita akan pulang membawa keterampilan praktis yang siap diterapkan di ruang pelayanan, demi menekan morbiditas-mortalitas ibu dan bayi serta meningkatkan pengalaman klinis yang lebih aman dan manusiawi,” tukasnya. (*)

KSM Jiwa RSUP Dr. M. Djamil/FK Unand Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia

KSM Jiwa RSUP Dr. M. Djamil/Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand), memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada hari ini, 10 Oktober. Peringatan ini mengambil tema “Akses Terhadap Layanan Kesehatan Mental dalam Bencana dan Keadaan Darurat”.

Acara sederhana namun penuh makna ini dilangsungkan di Taman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental, terutama dalam konteks wilayah Sumatera Barat yang dikenal sebagai daerah rawan bencana.

Manajer Pelayanan Medik RSUP Dr. M. Djamil, dr. Nirza Warto, Sp.THT-KL (K), dalam sambutannya menyampaikan  posisi geografis Sumatera Barat yang sering disebut sebagai supermarket bencana. Ini dikarenakan tingginya potensi dan frekuensi berbagai jenis bencana alam, mulai dari gempa bumi, tsunami, hingga banjir dan tanah longsor.

“Di tengah realitas kita sebagai ‘supermarket bencana,’ isu kesehatan mental dalam bencana dan keadaan darurat menjadi sangat penting dan mendesak. Korban bencana tidak hanya membutuhkan bantuan fisik dan medis, tetapi juga dukungan psikologis yang memadai,” ujar dr. Nirza Warto.

Peringatan ini, sebutnya, menjadi momentum bagi RSUP Dr. M. Djamil, sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, untuk memperkuat komitmennya dalam penyediaan layanan kesehatan mental yang komprehensif. Terutama dalam konteks kesiapsiagaan bencana.

“Kesehatan mental adalah pilar yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Dalam pelayanan rumah sakit, kami berkomitmen untuk terus mendukung dan meningkatkan kualitas layanan psikiatri, terutama dalam menghadapi tantangan yang diakibatkan oleh situasi darurat,” sebutnya.

Prosesi peringatan dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan komitmen KSM Jiwa/Departemen Psikiatri FK Unand dalam melayani dan peduli terhadap kesehatan mental masyarakat. Dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan jiwa yang disampaikan oleh Dr. dr. Rini Gusya Liza, M.Ked (Kj), Sp.KJ.

Ketua KSM Jiwa Dr. dr. Amel Yanis, Sp.KJ (K) mengatakan tema yang diangkat pada 2025 adalah “Access to Services – Mental Health in Catastrophes and Emergencies” atau “Akses Layanan Kesehatan Mental dalam Bencana dan Keadaan Darurat”. Tema ini menegaskan bahwa kesehatan mental harus diprioritaskan pada kondisi krisis seperti bencana alam, konflik, pandemi, maupun situasi darurat lainnya. Dalam beberapa kasus pada kondisi tersebut, kesehatan mental diketahui masih sering diabaikan.

Kondisi bencana dan krisis terbukti memberikan dampak besar terhadap kondisi psikologis individu maupun komunitas. Rasa takut, cemas, trauma, dan depresi sering muncul sebagai konsekuensi dari situasi darurat. Kelompok yang sebelumnya sudah memiliki kerentanan kesehatan mental bahkan dapat mengalami tekanan yang lebih berat ketika akses layanan terganggu. Pada saat yang sama, ketidaksetaraan dalam distribusi tenaga profesional kesehatan jiwa juga membuat dukungan psikososial tidak merata terutama di wilayah terpencil atau daerah terdampak.

“Melalui peringatan tahun ini, pemerintah, organisasi kesehatan, dan masyarakat disarankan dan didorong untuk lebih siap dengan sistem tanggap darurat. Sistem tanggap darurat khususnya berfokus pada aspek fisik dan psikososial. Meskipun dalam kondisi sulit, layanan konseling krisis dan pertolongan pertama psikologis perlu dipastikan tetap berjalan secara berkelanjutan. Hal ini penting agar masyarakat selamat secara fisik dan mampu pulih secara mental setelah melewati masa krisis. Partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam mendukung kampanye ini,” tukasnya. (*)

Perkuat Sinergi Pendidikan dan Kesehatan, RSUP Dr. M. Djamil Jalin Kerja Sama dengan UIN Suska Riau

RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu rumah sakit vertikal rujukan nasional di bawah Kementerian Kesehatan RI, terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini dilakukan oleh Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, dengan perwakilan dari pihak UIN Sultan Syarif Kasim Riau, yaitu Wakil Rektor III, Dr. Haris Simaremare, ST, MT di Ruang Rapat Direksi RSUP Dr. M. Djamil, Kamis (9/10). Kolaborasi ini berfokus pada tiga pilar utama Tri Dharma yakni Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat, serta program peningkatan SDM di lingkungan kedua institusi.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil diwakili oleh Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, mengapresiasi terjalinnya kolaborasi ini. “Kami menyambut baik dan gembira atas terjalinnya kerja sama dengan UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Kerja sama ini merupakan langkah strategis yang saling menguntungkan. Bagi kami di rumah sakit, ini akan memperkaya khazanah penelitian dan pengembangan SDM kami. Sementara bagi UIN Suska Riau, ini adalah kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk mengaplikasikan ilmu, khususnya di bidang kesehatan dan ilmu terkait lainnya, dalam lingkungan klinis nyata,” ujar dr. Maliana.

Ia menegaskan kembali penguatan SDM menjadi kunci keberhasilan transformasi kesehatan nasional. “Kolaborasi ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan nyata di dunia kerja, khususnya di sektor kesehatan,” harapnya.

Dr. Haris Simaremare, yang mewakili Rektor UIN Suska Riau, menyampaikan sinergi dengan rumah sakit vertikal Kemenkes seperti RSUP Dr. M. Djamil sangat penting dalam mewujudkan visi universitas.

“UIN Sultan Syarif Kasim Riau memiliki berbagai program studi yang relevan, baik dari kluster ilmu eksakta maupun sosial, yang dapat bersinergi secara optimal dengan kebutuhan sebuah rumah sakit rujukan. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat mengirimkan SDM terbaik kami untuk melaksanakan praktik kerja lapangan, penelitian kolaboratif, hingga program pengabdian masyarakat yang terstruktur dan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan,” jelas Dr. Haris.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Raih Juara III Faskes Berkomitmen Terbaik 2025

RSUP Dr. M. Djamil kembali mengukir prestasi gemilang di kancah pelayanan kesehatan nasional. Rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan RI ini meraih Juara III Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Terbaik dalam Pelayanan Kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2025 untuk kategori Rumah Sakit Kelas A.

Penghargaan bergengsi ini diterima oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dalam acara Penganugerahan Seva Paramitha Award 2025, yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan 2025 di Jakarta, pada Kamis (9/10). Capaian ini secara tegas mengukuhkan posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama dengan dedikasi tinggi di wilayah Sumatera Bagian Tengah.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas pengakuan ini. Meraih Juara III sebagai Faskes Berkomitmen Terbaik JKN untuk kategori Rumah Sakit Kelas A adalah bukti nyata kerja keras dan dedikasi seluruh tim RSUP Dr. M. Djamil, mulai dari dokter, perawat, tenaga kesehatan, hingga staf penunjang. Penghargaan ini sebuah pengakuan atas komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas kepada seluruh peserta JKN,” ujar Dovy.

Dovy juga menegaskan pencapaian ini merupakan motivasi besar untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu layanan. “Kami menyadari persaingan di kategori Rumah Sakit Kelas A sangat ketat, bersaing dengan rumah sakit rujukan nasional lainnya. Ini memacu kami untuk tidak cepat berpuas diri. Kami akan terus fokus pada inovasi berbasis kebutuhan pasien dan penguatan infrastruktur serta sumber daya manusia,” tambahnya.

Sebagai Rumah Sakit Kelas A dan rujukan utama di Sumatera Bagian Tengah, sebutnya, RSUP Dr. M. Djamil memiliki peran sentral dalam mendukung program transformasi kesehatan Kementerian Kesehatan. “Penghargaan ini semakin memperkuat posisi rumah sakit dalam mewujudkan layanan kesehatan yang komprehensif dan bertaraf internasional,” ucap Dirut.

Ke depan, sebutnya, RSUP Dr. M. Djamil bertekad untuk terus memperkuat layanan unggulan, termasuk di Pusat Jantung, Pembuluh Darah, dan Otak, Transplantasi Organ, Onkologi Terpadu, dan Pusat Kesehatan Ibu dan Anak, sambil tetap memastikan bahwa pelayanan Program JKN tetap menjadi prioritas utama dengan kualitas terbaik.

“Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi fasilitas kesehatan lain di Indonesia untuk terus meningkatkan komitmen dan kualitas pelayanan demi terwujudnya Universal Health Coverage (UHC) yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” harap Dovy.

Diketahui, RSUP Dr. M. Djamil menjalani seleksi penilaian fasilitas kesehatan berkomitmen dalam Program JKN ini mulai dari tingkat cabang bersaing dengan RS se-Kota Padang, hingga tingkat Kedeputian Wilayah II. Proses penilaiannya berjalan cukup panjang dengan sejumlah kriteria, di antaranya tidak ada riwayat fraud dan pemanfaatan Mobile JKN dengan antrean online, inovasi fasilitas kesehatan, komitmen menjaga keberlanjutan Program JKN. Hingga akhirnya, RSUP Dr. M. Djamil kemudian dinyatakan lolos ke penilaian tahap akhir yang merupakan seleksi tingkat nasional.

Dalam penilaian tahap akhir ini, dilakukan presentasi dan wawancara pendalaman oleh tim penilai dari Direksi BPJS Kesehatan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, serta Asosiasi Fasilitas Kesehatan tingkat pusat. Pada tahap ini, RSUP Dr. M. Djamil bersaing dengan dua RS kelas A lainnya, yaitu RSPAD Gatot Subroto yang kemudian jadi peringkat dua, dan RSUD Dr. Soetomo Surabaya meraih peringkat pertama.

Selain kategori RS Kelas A, penghargaan dari BPJS Kesehatan ini juga diberikan untuk kategori RS Khusus, RS Kelas B, RS Kelas C, RS Kelas D, RS Pratama D, Klinik Utama, Klinik Pratama, serta Tempat Praktik Mandiri Dokter dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Workshop Tata Kelola Tarif dan Optimalisasi Layanan, Adopsi Best Practice RSHS Bandung

RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah maju dalam transformasi manajemen dan pelayanan dengan menyelenggarakan Workshop Tata Kelola Tarif dan Optimalisasi Layanan Rumah Sakit. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Rabu dan Kamis, 8-9 Oktober 2025 ini, menjadi istimewa dengan kehadiran dan peran aktif jajaran direksi dari RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sebagai narasumber.

Kedatangan rombongan direksi RSHS Bandung ini disambut oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) dan Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes. Kunjungan ini tidak sekadar silaturahmi, tetapi juga momentum kolaborasi antara dua rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan untuk saling berbagi praktik terbaik (best practice) dalam tata kelola rumah sakit modern.

Jajaran direksi RSHS Bandung hadir dengan materi yang komprehensif. Direktur Utama RSHS, dr. Rachim Dinata Marsidi, Sp.B, Finacs, M.Kes, memaparkan materi “Best Practice dan Strategi dalam Mengoptimalkan Pendapatan di RSUP Hasan Sadikin”. Sesi ini memberikan wawasan terkait model bisnis dan inovasi layanan yang berhasil diterapkan RSHS untuk mencapai keberlanjutan finansial.

Mendukung pemaparan Dirut, Direktur Perencanaan dan Keuangan RSHS, Drs. Herry Rukmana, MBA, membahas “Strategi dalam Mengoptimalkan Pendapatan di RSUP Hasan Sadikin”. Sementara itu, aspek sumber daya manusia yang krusial dibahas oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSHS, dr. Fitra Hergyana, Sp.DVE, FINDSV, MH.Kes, MM, yang mengupas tuntas tentang “Produktivitas DPJP dan Pola Remunerasi”.

Dan mewakili Direktur Medik dan Keperawatan dr. Iwan Abdul Rachman, Sp.An, KNA, M.Kes membahas Integrasi Layanan Medik dan Keperawatan dalam Penyusunan Tarif Berbasis Mutu dan Keselamatan Pasien. Workshop tersebut diikuti Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), manajemen dan civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, dalam sambutannya menegaskan workshop ini adalah momentum penting yang diharapkan dapat memperkaya pengetahuan serta mendapatkan inspirasi dalam mengembangkan sistem tarif dan layanan di RSUP Dr. M. Djamil.

“Kegiatan ini merupakan bagian integral dari transformasi budaya kerja di RSUP Dr. M. Djamil. Transformasi ini menuntut seluruh civitas hospitalia untuk bekerja dengan integritas dan mengedepankan transparansi dalam setiap kebijakan,” ungkapnya.

Dovy melanjutkan budaya kerja baru harus berorientasi pada kinerja dan hasil, bukan sekadar rutinitas administratif, serta selalu berinovasi untuk meningkatkan mutu layanan yang berdampak nyata pada pasien dan masyarakat.

“Dengan tata kelola tarif yang baik, rumah sakit tidak sekadar mengejar pendapatan, melainkan memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan pasien benar-benar sepadan dengan mutu layanan yang diterima,” tegasnya.

Ia berharap melalui workshop ini, seluruh peserta dapat memperkuat pemahaman tentang strategi tata kelola tarif yang adil dan rasional. “Kita mampu mengintegrasikan peran DPJP, tenaga keperawatan, dan seluruh tenaga kesehatan dalam pola remunerasi yang proporsional. Kita semakin termotivasi untuk menghadirkan inovasi dan budaya kerja baru dalam manajemen layanan dan keuangan rumah sakit,” tuturnya.

Ketua Dewan Pengawas RSUP Dr. M. Djamil, drg. Arianti Anaya, MKM, dalam kesempatan tersebut menyambut baik inisiatif sharing knowledge dari direksi RSUP Dr. Hasan Sadikin. “RSUP Dr. M. Djamil ingin mendapatkan best practice bagaimana RSUP Dr. Hasan Sadikin bisa berkembang begitu cepat. Kami sangat senang dengan sharing knowledge ini dan menganggap RSUP Dr. M. Djamil sebagai mitra sesama rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan,” ujarnya, menunjukkan semangat kolaborasi dan sinergi antar rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan.(*)

Dirjen Keslan Lantik Pejabat Fungsional dan PPPK, Dua Dokter RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Pendidikan Klinis

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat barisan tenaga kesehatan profesional di Indonesia, terutama pendidikan klinis. Upaya ini diwujudkan melalui pelantikan dan pengambilan sumpah Pejabat Fungsional PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diselenggarakan secara virtual pada Selasa (7/10).

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan ini dipimpin  oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, dr. Azhar Jaya, SH., SKM., MARS. Dalam kesempatan tersebut, dua nama dari RSUP Dr. M. Djamil dilantik dan disumpah sebagai Dokter Pendidik Klinis Ahli Madya, yaitu dr. Yoshie Anto Chicamy, Sp.PK dan dr. Deswita Sari, Sp.PK.

Turut disaksikan Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS. FISQua, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) dan Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, serta manajemen.

“Ini menjadi babak baru bagi pejabat yang dilantik untuk menapaki perjuangan ke depan. Di mana pejabat ini akan menjadi panutan masyarakat jika mereka membutuhkan pelayanan. Kepercayaan publik hanya dapat diraih jika para pejabat bekerja dengan baik dan tidak terpengaruh oleh hal negatif,” ujar Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS.

Oleh karena itu, dr. Azhar Jaya mengingatkan pentingnya melaksanakan sumpah yang telah diucapkan dengan sebaik-baiknya. “Karena itulah yang akan menjaga kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

dr. Azhar Jaya menjelaskan Kementerian Kesehatan saat ini tengah melaksanakan enam pilar transformasi kesehatan, dan dari semua pilar tersebut, yang paling penting adalah transformasi sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

“Semua yang telah kita lakukan tidak akan bisa dengan sukses jika SDM-nya ternyata tidak mampu,” jelas dr. Azhar, menekankan kualitas SDM adalah fondasi bagi keberhasilan seluruh agenda kesehatan nasional.

Menghadapi era yang serba digital, dr. Azhar Jaya juga memberi arahan khusus kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK, untuk melek teknologi dan memahami kepentingan media sosial.

“Karena kita hidup di zaman teknologi, semua ASN dan PPPK Kementerian Kesehatan harus melek teknologi dan memahami kepentingan daripada media sosial,” katanya.

Ia mendorong para pegawai untuk memanfaatkan platform digital ini dalam menyebarluaskan informasi positif tentang keberhasilan program pemerintah dan kebutuhan masyarakat. “Sehingga tercipta transparansi dan masyarakat dapat mengetahui upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah di sektor kesehatan,” ungkapnya.

Kepada para pegawai PPPK, dr. Azhar Jaya menyampaikan bahwa ini adalah perjalanan dalam meniti karir di lingkungan Kementerian Kesehatan. “Kami melihat PPPK sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan dan potensi yang ada, yang menjadi langkah awal untuk berkembang sebagai ASN yang berkualitas,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Research Class, Perkuat Kompetensi Riset dan Integrasi Praktik Klinis Berbasis Bukti

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya sebagai rumah sakit pendidikan dengan menyelenggarakan Research Class Penelitian Kesehatan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Selasa (7/10). Kegiatan strategis ini merupakan wujud nyata sinergi dengan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas (Unand) yang berfokus pada penguatan kapasitas riset dan penerjemahan temuan ilmiah ke dalam praktik layanan keperawatan.

Sinergi antara RSUP Dr. M. Djamil dan Fakultas Keperawatan Unand dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan dalam penelitian kesehatan, mencakup penyusunan agenda riset prioritas bersama, pendampingan metodologi dan etik, klinik penulisan ilmiah, pemanfaatan fasilitas dan data secara patuh regulasi, serta publikasi bersama dan hilirisasi hasil riset ke standar praktik keperawatan di layanan. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap langkah perbaikan layanan di rumah sakit didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

“Rumah sakit pendidikan memegang peran strategis bukan hanya dalam pelayanan klinis, tetapi juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui pendidikan dan penelitian. Semua ini membuka peluang besar untuk meningkatkan mutu layanan berbasis bukti, namun sekaligus menuntut kedisiplinan metodologis, integritas ilmiah, dan kolaborasi lintas profesi,” kata Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil dr. Maliana, M.Kes saat membuka Research Class Penelitian Kesehatan.

Research Class yang menghadirkan narasumber dosen Fakultas Kedokteran UNP Dr. Ricvan Dana Nindrea, SKM, M.Kes, M.Sc (Epid), FRSPH itu turut dihadiri Manajer Litbang dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, FIAC, IFCAP dan peserta. 

Ia menekankan di sinilah peran Research Class Penelitian Kesehatan menjadi sangat relevan. Kelas ini dirancang sebagai wahana berbasis bukti untuk memperkuat kompetensi riset serta memastikan keselarasan dengan standar etik nasional dan internasional. “Bagi rumah sakit, optimalisasi kapasitas riset juga sejalan dengan peningkatan mutu, akreditasi, dan tata kelola berbasis data,” ucap dr. Maliana.

Melalui kemitraan strategis ini, tuturnya, manajemen dan tenaga kesehatan memperoleh dasar rasional dalam mengambil keputusan dan mengintegrasikan inovasi ke praktik. Sehingga setiap langkah perbaikan tidak hanya menjawab kebutuhan klinis, tetapi juga memperhatikan efisiensi operasional dan keberlanjutan layanan. 

“Kami mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama memberi perhatian serius pada implementasi Research Class Penelitian Kesehatan ini. Melalui kegiatan ini, marilah kita memperdalam pemahaman metodologi dan etik, membuka ruang diskusi yang konstruktif, serta memperkuat kolaborasi klinik–akademik antara RSUP Dr. M. Djamil  dan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas demi terwujudnya penelitian yang berkualitas, berkeadilan, dan berorientasi pada keselamatan pasien serta peningkatan mutu layanan,” tegasnya.

Manajer Litbang dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, FIAC, IFCAP mengatakan program ini dirancang bukan sekadar untuk formalitas, melainkan sebagai investasi strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Melalui Research Class, kita akan belajar bersama, mulai dari merumuskan ide penelitian yang relevan, merancang metodologi yang kuat, hingga menghasilkan luaran yang dapat diimplementasikan langsung untuk perbaikan kualitas layanan dan keselamatan pasien,” ungkapnya.

Ia berharap setelah mengikuti kelas ini, peserta tidak hanya memiliki pemahaman teoretis, tetapi juga mampu mengidentifikasi masalah klinis di lapangan yang memerlukan solusi penelitian, merancang proposal penelitian yang berkualitas dan feasible. “Dan mempublikasikan hasil penelitian di jurnal bereputasi, baik nasional maupun internasional,” tukasnya.(*)

Pastikan Mutu dan Progres, Direksi RSUP Dr. M. Djamil Telusur Rutin

Komitmen untuk menjaga dan meningkatkan mutu layanan serta memastikan kesiapan infrastruktur, Direksi RSUP Dr. M. Djamil kembali melaksanakan kegiatan telusur rutin ke sejumlah unit layanan dan proyek pembangunan pada Selasa (7/10). Penelusuran ini berfokus pada dua area utama. Yakni pemantauan kemajuan proyek strategis dan evaluasi langsung kualitas pelayanan di unit-unit krusial rumah sakit.

Direktur Utama, Dr. dr. Dovy Djanas, mengawali telusurnya dengan meninjau langsung sejumlah proyek pembangunan dan renovasi yang tengah berjalan. Proyek-proyek ini untuk peningkatan kapasitas dan kualitas fasilitas medis rumah sakit.

Kunjungan pertama diarahkan ke proyek pembangunan Modular Operating Theatre. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan progres konstruksi sesuai jadwal dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, mengingat modular operating theatre akan menjadi fasilitas bedah modern yang mendukung kecepatan dan sterilitas prosedur operasi.

Selanjutnya, Dr. Dovy Djanas meninjau ruangan rawat Family Care Center Neonatus yang berada di Gedung Kebidanan dan Anak. Fokus utama peninjauan adalah kesiapan ruang rawat tersebut dalam memberikan perawatan intensif dan komprehensif bagi bayi baru lahir, sambil tetap memperhatikan aspek kenyamanan dan dukungan bagi keluarga pasien.

Terakhir, Direktur Utama juga memantau perkembangan renovasi Poliklinik Ortopedi dan Poliklinik Neurologi. Renovasi kedua poliklinik spesialis ini penting untuk menciptakan lingkungan layanan yang lebih nyaman dan efisien bagi pasien yang membutuhkan penanganan tulang, sendi, saraf, dan otak.

Sementara itu, fokus penelusuran di unit pelayanan dipimpin secara terpisah oleh Direktur Medik dan Keperawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K). Dr. Bestari memfokuskan kunjungannya pada dua unit yang memiliki peran sentral dalam penanganan pasien dan penunjang diagnostik.

Direktur Medik dan Keperawatan melakukan telusur ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Di unit ini, Dr. Bestari mengevaluasi secara langsung alur triase pasien, kecepatan respons tim medis, ketersediaan alat dan obat-obatan darurat, serta efektivitas koordinasi antarstaf dalam penanganan kasus gawat darurat.

Kunjungan dilanjutkan ke Laboratorium Patologi Anatomi. Telusur di laboratorium ini bertujuan untuk memastikan kualitas, kecepatan, dan akurasi hasil pemeriksaan spesimen jaringan dan sel. Akurasi Patologi Anatomi sangat krusial dalam menentukan diagnosis pasti dan rencana terapi, terutama untuk kasus-kasus onkologi dan penyakit kompleks lainnya.

Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas menegaskan agenda telusur rutin ini adalah bagian integral dari budaya kerja RSUP Dr. M. Djamil. “Telusur ini adalah cara kami untuk tidak hanya melihat laporan di meja kerja, tetapi juga melihat, mendengar, dan merasakan langsung kondisi riil di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa setiap sudut rumah sakit, mulai dari proyek pembangunan hingga unit pelayanan terkecil, beroperasi secara optimal demi keselamatan dan kepuasan pasien,” ujar Dr. Dovy Djanas.

Ia menambahkan, setiap temuan yang didapatkan selama telusur, baik itu terkait dengan hambatan proyek maupun potensi perbaikan dalam alur pelayanan, akan segera ditindaklanjuti untuk perbaikan yang berkelanjutan. “Tujuannya adalah memastikan RSUP Dr. M. Djamil dapat terus memberikan pelayanan prima sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat dan sekitarnya,” tukasnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45