Bimtek PPI dan PPRA, Langkah RSUP Dr. M. Djamil Tingkatkan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien

RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA). Kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal bagi seluruh staf untuk mengimplementasikan praktik terbaik dalam pencegahan infeksi dan penggunaan resistensi antimikroba, demi terciptanya lingkungan rumah sakit yang aman bagi pasien dan tenaga kesehatan.

Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes saat memberikan sambutan menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya rumah sakit dalam mengendalikan infeksi dan penggunaan antimikroba. “RSUP Dr. M. Djamil menjadi lokus kegiatan ini karena ini adalah hal yang sangat penting, baik untuk keselamatan pasien maupun untuk penggunaan resistensi antimikroba,” kata dr. Maliana di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (21/8).

Turut hadir Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Wati Mekarsari, SKM, MKM, dr. Rizki Rahayu, Ns. Gortap Sitohang, S.Kep, MPH, Ketua Komite PPI dr. Roslaily Rasyid, M.Biomed beserta staf, Ketua Komite PRA dr. Fadrian, Sp.PD, KPTI dan staf.

Ia menambahkan dampak dari PPI dan PPRA tidak hanya sebatas keselamatan pasien, tetapi juga sangat berkaitan dengan efisiensi dan biaya operasional rumah sakit. “Kami berharap, selama mengikuti bimbingan teknis ini, ada hal-hal yang bisa kita perbaiki untuk pengendalian infeksi maupun pemantauan dan pengawasan terhadap penggunaan resistensi antimikroba. Hal ini menunjukkan komitmen RSUP M Djamil dalam menyediakan layanan kesehatan yang optimal dan bertanggung jawab,” harapnya.

Mewakili Direktur Mutu Pelayanan Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Wati Mekarsari, SKM, MKM, mengharapkan RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Sumatera Barat memiliki peran penting dalam mengendalikan resistensi antimikroba dan mencegah infeksi nosokomial. “Kita harus terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan staf dalam mengolah program pencegahan dan pengendalian infeksi dan pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Inisiasi Webinar Sisrute, Perkuat Rujukan Terintegrasi untuk Layanan Kesehatan Sumbar Lebih Baik

RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah strategis dengan menggelar webinar tentang Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (20/8). Webinar yang dibuka oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sumatera Barat, Arry Yuswandi ini menjadi forum penting untuk membahas dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam implementasi Sisrute, demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Sekprov Sumbar Arry Yuswandi menyampaikan apresiasinya kepada RSUP Dr. M. Djamil yang telah menginisiasi kegiatan ini. Webinar ini merupakan langkah progresif dan strategis yang sejalan dengan visi Pemprov Sumbar untuk memberikan layanan kesehatan terbaik. “Melalui penerapan Sisrute yang optimal, kita berharap sistem rujukan kesehatan di daerah ini dapat berjalan dengan lebih efektif, efisien, dan terintegrasi,” ujarnya.

Turut hadir Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumbar dr. Fionaliza, M.K.M, Kasi Pelayanan Kesehatan Rujukan drg. Das Endresva Dewi, Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit se-Sumbar.

Pada kesempatan itu juga dilangsungkan penandatanganan komitmen bersama implementasi Sisrute di Sumbar. Komitmen itu ditandatangani oleh Sekprov Sumbar Arry Yuswandi, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumbar dr. Fionaliza, M.K.M, perwakilan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sumbar dr. Helgawati, MM, Direktur RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi drg. Busril, MPH dan Direktur Rumah Sakit se-Sumbar.   

Dalam webinar ini menghadirkan narasumber Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumbar dr. Fionaliza, M.K.M, Direktorat Pelayanan Klinis Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Sunardi, S.Kep, Ners, M.Kep, Sp.KMB, dan Kepala IGD RSUP Dr. M. Djamil dr. Haviz Yuad, Sp.OG, Subsp.FER (K).

Ia memaparkan berdasar data rekapitulasi Sisrute Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar pada semester 1 tahun 2025, terungkap fakta bahwa rujukan pasien di provinsi ini masih bertumpu pada RSUP Dr. M. Djamil. Sebanyak 3.835 kasus rujukan masuk tercatat di rumah sakit vertikal ini. Data rincian diagnosa rujukan via Sisrute, tiga kasus tertinggi rujukan secara keseluruhan adalah kasus stroke, uronefrologi, dan jantung.

“Jika sistem rujukan berjalan optimal, angka kematian pasien dapat diminimalisir karena penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat di fasilitas kesehatan yang sesuai. Namun, dalam praktiknya, implementasi Sisrute masih belum berjalan optimal. Sering kali terjadi penolakan rujukan atau respons yang lambat dari rumah sakit tujuan,” ungkap Arry.

Beberapa kendala teknis dan non-teknis menjadi penyebab utamanya. Yakni data pasien tidak lengkap terutama data klinis pasien, ruangan intensif (ICU) dan unit perawatan intensif khusus (HCU) di beberapa rumah sakit tujuan sering kali penuh. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di daerah juga menjadi faktor penghambat.

“Rumah sakit hanya memiliki satu akun Sisrute yang digunakan bersama, dan aplikasi tidak selalu dalam kondisi siaga (standby). Hal ini menyebabkan proses rujukan menjadi terhambat. Saat merujuk, petugas kesehatan cenderung mengirim rujukan langsung ke banyak rumah sakit sekaligus atau menggunakan jalur komunikasi lain seperti WhatsApp karena dianggap memiliki respons yang lebih cepat dibanding Sisrute,” ungkap Arry Yuswandi.

Ia menegaskan melalui webinar ini diharapkan dapat menyatukan persepsi dan membangun sinergi antar fasilitas kesehatan, sehingga setiap pasien dapat memperoleh haknya untuk mendapatkan penanganan medis yang optimal tanpa harus mengalami penundaan yang berisiko. “Dengan demikian, sistem rujukan kesehatan di Sumatera Barat dapat menjadi lebih efektif dan terintegrasi, memberikan dampak positif yang signifikan pada kualitas hidup dan keselamatan pasien,” harapnya.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumbar dan Sumatera Bagian Tengah memiliki peran strategis dalam implementasi sistem ini. “Kami menyadari bahwa keberhasilan Sisrute tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan komitmen, sinergi, dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Ia menegaskan keberhasilan Sisrute bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat atau satu institusi saja, melainkan merupakan tanggung jawab kita bersama. “Oleh karena itu, mari kita jadikan webinar ini sebagai wadah untuk mempererat komunikasi, menyatukan visi, serta memperkuat kerja sama lintas sektor,” harapnya.

Melalui webinar ini, Dirut berharap webinar ini tidak hanya membicarakan kelebihan Sisrute, tetapi juga mengidentifikasi hambatan nyata di lapangan, kita dapat menyamakan persepsi dan komitmen lintas instansi, baik pemerintah, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan lainnya, dalam mendukung implementasi Sisrute. “Di samping itu kita juga berharap kegiatan ini juga dapat merumuskan strategi bersama agar sistem ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempercepat, memperjelas, dan mempermudah akses layanan kesehatan,” ucapnya.

Ia menekankan webinar ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat integrasi layanan kesehatan di Sumatera Barat dan Sumatera bagian Tengah. “Jika sistem rujukan berjalan dengan baik, maka kita akan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih merata, meningkatkan kepuasan masyarakat, dan pada akhirnya mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan nasional,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gencarkan Sosialisasi Alur Pelaporan Perundungan

Upaya menciptakan lingkungan kerja dan pendidikan yang aman serta bebas dari perundungan terus digencarkan oleh RSUP Dr. M. Djamil. Hari ini (19/8), Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, menyosialisasikan alur pelaporan perundungan di Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Unand/RSUP Dr. M. Djamil dan Departemen Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher FK Unand/RSUP Dr. M. Djamil.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, dr. Maliana menegaskan kembali komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam memberantas perundungan di lingkungan rumah sakit. Perundungan adalah segala tindakan yang merugikan peserta didik atau sekelompok orang di luar atau yang tidak berhubungan dengan proses pendidikan, penelitian, dan pelayanan. “Hal ini mencakup berbagai bentuk, mulai dari perundungan fisik, verbal, siber (cyberbullying), hingga non-verbal,” sebutnya.

Ia menekankan pentingnya bagi seluruh civitas hospitalia, baik peserta didik, tenaga medis, maupun staf lainnya, untuk memahami definisi perundungan dan mengenali berbagai bentuknya agar dapat mencegah dan melaporkannya. “Lingkungan yang aman dan nyaman adalah hak setiap individu. Kita tidak boleh menolerir segala bentuk perundungan yang dapat menghambat proses belajar, bekerja, dan memberikan pelayanan terbaik,” ujar Maliana.

Untuk mempermudah pelaporan, RSUP Dr. M. Djamil telah menyiapkan alur pelaporan internal yang efisien. “Bagi mereka yang ingin melaporkan perundungan secara internal di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil, dapat langsung mengakses QR code atau link khusus yang telah disediakan: https://bit.ly/laporanperundungan,” ungkapnya.

Selain itu, RSUP Dr. M. Djamil juga terintegrasi dengan sistem pelaporan perundungan yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan. “Untuk pelaporan yang ditujukan langsung ke Kementerian Kesehatan, masyarakat dapat menggunakan tautan https://perundungan.kemkes.go.id. Guna melengkapi kemudahan akses, nomor WhatsApp 0812-9979-9777 juga disediakan sebagai jalur komunikasi untuk pelaporan atau pertanyaan terkait perundungan,” tutur Maliana.

Ia mengatakan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh pihak di RSUP Dr. M. Djamil tentang bahaya perundungan dan pentingnya melaporkan setiap insiden yang terjadi. “Dengan adanya berbagai jalur pelaporan yang disediakan, diharapkan tidak ada lagi kasus perundungan yang terlewatkan dan setiap laporan dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Buka Workshop LLHS Program, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Layanan Kesehatan

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, membuka secara resmi Workshop Leading in Learning Health System (LLHS) Program di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Minggu (17/8). Worshop dalam rangka Lustrum XIV Fakultas Kedokteran Unand ini merupakan hasil kolaborasi antara KSM Ilmu Kesehatan Anak FK Unand/RSUP Dr. M. Djamil dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumatera Barat.

Workshop tersebut menghadirkan dua fasilitator, yaitu Prof. Amy Gray dari LLHS Global Health Team University of Melbourne, serta dr. Nina Dwi Putri, Sp.A, SubspIPT (K), M.Sc, seorang konsultan di bidang Penyakit Infeksi dan Pediatri Tropis. Kehadiran para ahli ini diharapkan dapat memberikan wawasan global dan praktis mengenai implementasi LLHS di lingkungan klinis.

Dovy Djanas dalam sambutannya menekankan pentingnya konsep Learning Health System, di mana data klinis rutin digunakan untuk mendorong pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan. “RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan memiliki peran ganda. Tidak hanya memberikan pelayanan terbaik, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran bagi tenaga kesehatan di masa depan,” ujar Dovy.

Turut hadir Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp.A (K), Ketua IDAI Sumbardr. Asrawati, M.Biomed, Sp.A (K), FISQua dan peserta workshop.

Ia menjelaskan program LLHS sangat relevan dengan visi dan misi rumah sakit untuk menjadi institusi yang adaptif dan inovatif. “Dengan menerapkan sistem ini, kita dapat memastikan setiap pengalaman klinis menjadi sumber pengetahuan baru yang pada akhirnya akan meningkatkan keselamatan pasien dan efektivitas pelayanan,” tambahnya.

Ia berharap melalui workshop ini terjadi peningkatan kapasitas para peserta dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis data, dan merancang intervensi yang berbasis bukti. “Pada akhirnya, implementasi LLHS di RSUP Dr. M. Djamil dan FK Unand diharapkan dapat menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih cerdas, efisien, dan berpusat pada pasien,” harap Dovy.

Sementara itu, Prof. Amy Gray dari LLHS Global Health Team University of Melbourne, menjelaskan learning health system merupakan sebuah kajian ilmu kesehatan yang memiliki integrasi dengan beragam bidang dengan inovasi yang berkelanjutan.

“Learning health system is science, informatics, incentives, and culture are aligned for continuous improvement and innovation, with best practice seamlessly embedded in the delivery process and new knowledge captured as an integral by-product of the delivery experience”, kata Prof Amy.

Prof Amy menyampaikan dalam learning health system membutuhkan adanya refleksi pada persiapan diri untuk dapat membedahkan antara leadership dan management.

Prof Amy menegaskan kedua komponen ini saling mempengaruhi satu sama lain dalam menentukan keputusan di dunia kesehatan. Selain itu, pengalaman dan keinginan belajar menjadi faktor utama untuk dapat beradptasi di learning health system.

“In facing health system orientation learning, thinking must refer to model the way, inspire a shared vision, challenge the process, enable others to act, and encourage the heart”, tukas Prof. Amy.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil: Kualitas Layanan Berawal dari Pendidikan Bermutu

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, membuka secara resmi Rapat Kerja (Raker) Pendidikan Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK Unand/RSUP Dr. M. Djamil dan Program Studi Ilmu Kesehatan Mata Program Spesialis. Acara yang berlangsung di Ruang Sidang Dekanat Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand) Kampus Jati ini dihadiri oleh para jajaran pengajar dan staf pendidikan.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menegaskan kualitas layanan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan yang bermutu. “Layanan yang baik akan lahir dari proses pendidikan yang baik pula. Oleh karena itu, rapat kerja ini sangat penting untuk memastikan kurikulum dan metode pengajaran kita selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Turut hadir Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Noza Hilbertina, Sp.PA, M.Biomed, Subsp.D.H.B (K), Direktur Utama RS Unand Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp. BTKV, Subsp. VE (K), FIATCVS, Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Mata Dr. dr. Hendriati, Sp.M (K), Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Mata Program Spesialis Dr. dr. Fitratul Ilahi, Sp.M (K) dan staf Ilmu Kesehatan Mata.

Ia menambahkan, kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan mata terus meningkat. Untuk itu, ilmu kesehatan mata memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan tersebut, baik di tingkat regional maupun nasional. Untuk mencapai hal itu, ia mendorong agar setiap staf pengajar dan residen dapat mengembangkan kompetensi mereka secara berkelanjutan.

“Kompetensi staf mata harus dikembangkan untuk saling melengkapi satu sama lain. Dengan begitu, kita bisa membentuk tim yang solid dan profesional, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif pada kualitas pelayanan kepada pasien,” ucapnya.

Ia berharap rapat kerja ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk mengevaluasi program pendidikan yang ada, merumuskan strategi pengembangan kurikulum. “Serta meningkatkan sinergi antara RSUP Dr. M. Djamil dan FK Unand dalam mencetak tenaga spesialis mata yang kompeten dan berdaya saing,” harap Dirut.

Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Noza Hilbertina, Sp.PA, M.Biomed, Subsp.D.H.B (K) mengatakan kualitas pendidikan yang baik merupakan fondasi utama untuk menghasilkan dokter spesialis mata yang kompeten dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Rapat kerja ini adalah momentum yang sangat berharga untuk merefleksikan dan merencanakan kembali program pendidikan kita. Kita harus terus berinovasi dan berkolaborasi, baik di tingkat departemen maupun dengan RSUP Dr. M. Djamil, agar lulusan kita tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki keterampilan klinis yang mumpuni,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Rayakan HUT ke-80 RI Penuh Warna, Direksi dan Civitas Hospitalia Berbaur

Suasana meriah dan semarak menyelimuti RSUP Dr. M. Djamil saat merayakan HUT ke-80 Republik Indonesia. Berpusat di pelataran parkir Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Minggu (17/8), acara tersebut mengundang antusiasme dari seluruh jajaran direksi, manajer dan asisten manajer, jajaran komite, KSM, SPI, hingga civitas hospitalia. Berbagai kegiatan, mulai dari parade pakaian adat, penampilan flashmob, hingga aneka lomba, sukses memeriahkan perayaan kemerdekaan kali ini.

Acara dibuka dengan kemegahan parade pakaian adat Nusantara yang memukau. Peserta dari berbagai direktorat menampilkan beragam busana tradisional dari Sabang hingga Merauke, mencerminkan kekayaan budaya dan Bhinneka Tunggal Ika. Tak hanya itu, semangat kebersamaan semakin terasa dengan penampilan flashmob Tabola bale yang energik diikuti oleh direksi dan civitas hospitalia yang serentak menari, memecah suasana pagi yang cerah.

Kemeriahan dilanjutkan dengan aneka lomba 17-an yang penuh tawa dan keakraban. Direksi, Dharma Wanita, hingga seluruh civitas hospitalia tak ragu ikut serta dalam lomba makan kerupuk. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dan jajaran direksi lainnya, bahkan terlihat bersemangat saat berusaha menghabiskan kerupuk yang menggantung. Selain itu, lomba lain seperti memasukkan paku dalam botol, estafet balon, estafet sarung, dan pesan berantai juga menjadi daya tarik utama yang mengundang gelak tawa.

Dovy Djanas menekankan lomba-lomba ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan memiliki makna yang lebih dalam. “Perlombaan ini bertujuan memupuk semangat kebersamaan, kekompakan, dan kolaborasi antar seluruh civitas hospitalia. Ini adalah cerminan dari nilai-nilai perjuangan yang harus kita terapkan dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Perayaan ini, sebutnya, menjadi momentum penting bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan rasa kekeluargaan, dan mengobarkan kembali semangat patriotisme di lingkungan kerja. “Dengan mengusung tema ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’, seluruh rangkaian acara ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah anugerah yang harus terus dijaga dengan kerja keras dan pelayanan penuh empati,” tukasnya. (*)

Upacara HUT ke-80 RI, Dirut RSUP Dr. M. Djamil: Kobarkan Semangat Juang untuk Layanan Kesehatan Terbaik

RSUP Dr. M. Djamil menggelar upacara HUT ke-80 Republik Indonesia di pelataran parkir Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Minggu (17/8). Upacara yang berlangsung khidmat itu dihadiri jajaran direksi, manajer dan asisten manajer, jajaran KSM, Komite, SPI, KPS, pensiunan serta civitas hospitalia.

Upacara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bertindak sebagai inspektur upacara.  

Rangkaian upacara berikutnya adalah pembacaan teks Pancasila, pembacaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Selanjutnya pembacaan naskah Proklamasi oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil.

Dovy Djanas menekankan tema pada HUT ke-80 RI Tahun 2025, yaitu ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’. Ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya hasil perjuangan, tetapi juga amanah yang harus kita jaga.

“Logo angka 80 yang saling terjalin membentuk simbol tak terhingga, mencerminkan persatuan abadi, semangat yang tak pernah padam, dan tekad untuk terus bergerak maju tanpa batas. Semangat yang tak pernah padam, dan tekad untuk terus bergerak maju tanpa batas,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Para pejuang kita telah berkorban jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan. Sekarang, tugas kita adalah melanjutkan semangat juang tersebut dengan memberikan pelayanan yang terbaik, profesional, dan penuh empati kepada pasien,” tegas Dovy seraya mengajak seluruh civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Upacara peringatan HUT ke-80 RI ini, sebutnya, juga menjadi momentum untuk merefleksikan kembali peran penting RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat. “Dengan semangat “Kepuasan Anda adalah Kepedulian Kami,” RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat, serta menjadi pelopor dalam pengembangan ilmu kedokteran dan inovasi teknologi kesehatan,” tegas Dirut.

Dalam upacara tersebut diberikan juga penghargaan kepada pensiunan dan penyerahan piala juara 2 Pra Pornas Futsal Korpri Kemenkes 2025. Upacara diakhiri dengan pembacaan doa untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Dorong Distribusi Dokter Spesialis Jantung Merata ke Daerah

Departemen Kardiologi Vaskular dan Program Studi Jantung Pembuluh Darah Program Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand)/RSUP Dr. M. Djamil mengadakan rapat kerja di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Sabtu (16/8). Rapat kerja ini diharapkan menghasilkan rumusan strategi dan program kerja yang konkret untuk meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian di bidang jantung dan pembuluh darah. Sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan dokter spesialis jantung yang kompeten dan berdedikasi untuk melayani masyarakat, khususnya di wilayah Sumbar dan sekitarnya.

“Rapat kerja ini merupakan sebuah pertemuan untuk membahas bagaimana departemen dan program studi ini dapat secara optimal melahirkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Tujuannya jelas, agar para lulusan ini bisa didistribusikan ke daerah-daerah,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut hadir Direktur Utama RS Unand Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp. BTKV, Subsp. VE (K), FIATCVS, Ketua Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler dr. Hauda El Rasyid, Sp.JP (K), Ketua Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah Program Spesialis Dr. dr. Eka Fithra Elfi, Sp.JP (K), Guru Besar Bidang Kedokteran Nuklir Prof. Dr. dr. Aisyah Ellianti, Sp.KN (K), M.Kes dan staf. Pada kesempatan itu, Dirut memaparkan layanan jantung dan rencana pengembangan RSUP Dr. M. Djamil.

Ia menambahkan ketersediaan dokter spesialis jantung di setiap daerah merupakan kunci untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang merata. “Kami berharap, dengan adanya distribusi dokter spesialis jantung yang merata, masyarakat di daerah yang membutuhkan layanan jantung dapat difasilitasi dengan baik,” tegasnya seraya mengatakan komitmen ini sejalan dengan visi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Senada dengan Dirut RSUP Dr. M. Djamil, Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), menyampaikan rapat kerja ini bukan sekadar rutinitas, melainkan ajang untuk evaluasi dan perencanaan. “Raker ini adalah ajang evaluasi kinerja tahun sebelumnya dan bagaimana kita merencanakan untuk mencapai visi misi kita sebagai organisasi,” jelas Sukri.

Terutama tentu saja, sebutnya, di program studi dan departemen, ada kekhususan visi yang harus di jawab. “Secara umum, visi FK Unand adalah menjadi institusi pendidikan yang terkemuka dan bermanfaat, sebuah cita-cita yang diharapkan dapat terwujud melalui kontribusi nyata dari Departemen Kardiologi Vaskular dan Program Studi Jantung Pembuluh Darah Program Spesialis dalam mencetak dokter spesialis berkualitas,” tukasnya.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Ikut Aksi Bersih Pantai, Dukung Lingkungan Sehat

Pimpinan dari berbagai instansi vertikal di Sumatera Barat tergabung dalam Paguyuban Pimpinan Instansi Vertikal Sumbar berkumpul di pelataran parkir Masjid Al-Hakim, Sabtu (16/8), untuk mengadakan aksi bersih-bersih Pantai Padang. Kegiatan dalam rangka HUT ke-80 RI ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya pantai dan laut.

Aksi yang dipimpin oleh Ketua Paguyuban Pimpinan Instansi Vertikal Sumbar, yang juga Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Yuni Daru Winarsih ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Dengan kantong sampah di tangan, mereka berbaur dengan para peserta lainnya memunguti sampah yang berserakan di sepanjang bibir pantai.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, menekankan kegiatan ini bukan sekadar seremonial. “Sebagai bagian dari masyarakat, kita punya tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan. RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk mendukung setiap upaya yang bertujuan menciptakan lingkungan yang sehat, karena lingkungan yang bersih adalah kunci utama kesehatan masyarakat,” kata Dovy.

Senada dengan hal itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke laut. “Sampah adalah masalah kita bersama. Mari kita kendalikan sampah, olah, dan jadikan sesuatu yang bermanfaat. Laut kita adalah aset berharga yang harus kita jaga dari polusi. Jangan sampai keindahan laut kita rusak karena kebiasaan buruk membuang sampah,” tegas Gubernur Mahyeldi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pimpinan Instansi Vertikal Sumbar, Yuni Daru Winarsih, menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, instansi vertikal, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. “Laut di Sumatera Barat memiliki potensi wisata yang luar biasa. Harapan kami, dengan gerakan ini, laut kita bisa benar-benar bebas dari sampah,” kata Yuni.

Ia juga berharap aksi bersih-bersih pantai ini bisa menjadi inspirasi dan menular ke organisasi atau perkumpulan lainnya. “Semoga gerakan kecil kita hari ini bisa menumbuhkan kesadaran kolektif untuk terus menjaga kebersihan pantai dan laut, sehingga Sumatera Barat bisa menjadi contoh provinsi yang peduli lingkungan,” pungkasnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan tumpukan kantong-kantong sampah yang berhasil dikumpulkan. Ini menjadi bukti nyata dari komitmen bersama untuk menciptakan pantai yang bersih dan laut yang sehat.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil: Ini Bukan Akhir, Tapi Pintu Gerbang Tanggung Jawab Klinis

Kuliah terintegrasi Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis periode Juli 2025 resmi ditutup, Jumat (15/8). Ini seiring dengan penandatanganan dan pengucapan pakta integritas oleh peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Subapesialis (PPDSS) baru.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd turut menyaksikan penandatanganan dan pembacaan pakta integritas itu.

Saat pembacaan pakta integritas tersebut, para peserta PPDS dan PPDSS baru menyatakan bersedia mematuhi Kode Etik Mahasiswa Universitas Andalas sesuai dengan Peraturan Rektor Unand No. 18 A tahun 2020, segala peraturan yang berlaku di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil, termasuk tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma etik dan hukum yang berlaku di masyarakat, namun tidak terbatas pada hal-hal yaitu mencuri, pemerasan, melakukan kekerasan, perselingkuhan, kejahatan kesusilaan ataupun tindakan yang menentang Pancasila maupun UUD 1945.

Selalu mengedepankan keselamatan pasien (patient safety) dan mutu pelayanan dalam setiap tindakan yang dilakukan. Berperan secara proaktif dalam upaya pencegahan perundungan dan tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela. Dan menciptakan suasana yang kondusif, aman, dan nyaman serta bebas dari perundungan bagi peserta didik.

Mereka bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di Lingkungan Universitas Andalas dan Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang berupa sanksi ringan berupa teguran lisan dan tertulis; sanksi sedang berupa skorsing paling sedikit 3 (tiga) bulan; sanksi berat berupa mengembalikan peserta didik kepada penyelenggara pendidikan dan/atau dikeluarkan sebagai peserta didik.

“Hari ini memang disebut “penutupan” kuliah terintegrasi, tetapi sejatinya ini bukanlah akhir. Justru ini adalah pintu gerbang menuju fase yang lebih menantang—fase di mana peserta akan lebih banyak berinteraksi dengan pasien, memikul tanggung jawab klinis, dan mengambil keputusan yang berdampak langsung terhadap kehidupan seseorang,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, Direktur Utama RS Unand Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp. BTKV, Subsp. VE (K), FIATCVS, Ketua Komkordik RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B (K) Onk, M.Kes, manajer Fakultas Kedokteran Unand dan 88 peserta PPDS dan 6 peserta PPDSS.

Di titik ini, Dirut mengingatkan menjadi dokter spesialis bukan hanya soal menguasai keterampilan teknis atau menghafal teori. Lebih dari itu, profesi ini adalah panggilan jiwa. Keahlian medis harus berjalan seiring dengan integritas, empati, dan ketulusan hati. Pasien bukan sekadar “kasus” atau “objek pembelajaran”, tetapi manusia dengan cerita, rasa takut, dan harapan.

“Kami percaya, selama menjalani kuliah terintegrasi ini, peserta telah belajar bahwa kolaborasi adalah kunci. Tidak ada satu pun bidang spesialis yang dapat bekerja sendirian. Dunia medis adalah ekosistem yang saling bergantung, di mana komunikasi yang baik, rasa saling menghargai, dan kerja tim yang solid menjadi fondasi pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ungkap Dovy.

Ia menegaskan sebagai rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, RSUP Dr. M. Djamil memandang keberhasilan kegiatan ini sebagai bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan pelayanan kesehatan. “Pendidikan dokter spesialis adalah proses yang kompleks, memerlukan dedikasi tinggi dari para pengajar, dukungan penuh dari institusi, serta komitmen belajar yang kuat dari para peserta,” tegasnya.

Oleh karena itu, Dirut berharap para peserta yang telah menempuh kuliah terintegrasi ini dapat terus menjaga semangat belajar sepanjang hayat. “Jadikan setiap pengalaman klinis, setiap interaksi dengan pasien, dan setiap keberhasilan maupun kegagalan, sebagai bahan refleksi dan sumber pembelajaran yang berharga,’ harap Dirut.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K) mengingatkan peserta PPDS dan PPDSS untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. “Kita tidak bisa lagi sembarangan mengunggah atau berkomentar di media sosial. Ekspektasi masyarakat terhadap profesi dokter sangat tinggi. Satu kesalahan kecil di media sosial bisa berdampak besar pada kredibilitas dan kepercayaan publik terhadap profesi dokter secara keseluruhan,” ucapnya.

Ia mengatakan masyarakat memandang dokter sebagai panutan, sosok yang berpengetahuan luas, dan memiliki moralitas tinggi. “Oleh karena itu, para dokter harus selalu menjaga sikap dan perilaku, baik di lingkungan kerja maupun di ruang pribadi. Media sosial, yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, tidak terkecuali,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45