Lustrum ke-XIV FK Unand, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Tekankan Pentingnya Karakter Bagi Staf Muda

Keberhasilan seorang tenaga kesehatan atau pendidik tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan akademis dan keterampilan teknis. Ada fondasi lain yang jauh lebih mendasar, yaitu karakter. Karakterlah yang membentuk integritas, empati, rasa tanggung jawab, dan etos kerja. Karakter pula yang akan menjadi kompas moral saat  menghadapi dilema, tantangan, bahkan tekanan dalam dunia kerja.

Hal tersebut ditekankan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat pembukaan Character Building for Young Staff di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf Fakultas Kedokteran Kampus Jati, Jumat (15/8). Kegiatan ini dalam rangka Lustrum ke-XIV Fakultas Kedokteran Unand.

“RSUP Dr. M. Djamil memiliki visi menjadi pusat rujukan kesehatan, pendidikan, dan penelitian yang paripurna. Untuk mewujudkannya, kita memerlukan sumber daya manusia yang tangguh, adaptif, dan kolaboratif. Zaman ini menuntut kita untuk cepat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, perubahan kebijakan, dan dinamika masyarakat. Namun, di tengah perubahan yang begitu cepat, karakter menjadi jangkar yang menjaga kita agar tetap berpegang pada nilai-nilai luhur profesi,” tegas Dovy.

Turut hadir Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Noza Hilbertina, Sp.PA, M.Biomed, Subsp.D.H.B (K), narasumber Prof. Dr. Henmaidi, S.T, M.Eng.Sc (Wakil Rektor IV Unand), Prof. Dr. dr. Satya Wydya Yenny, Sp.DVE, Subsp.DKE, M.Ag, dan Dr. dr. Arina Widya Murni, M.Kes, Sp.PD, K-Psi, FINASIM serta peserta character building.

Ia menekankan melalui character building ini juga merupakan wadah untuk membangun komunikasi yang sehat, mengurangi jarak antar generasi, dan menumbuhkan semangat kolaborasi lintas profesi. “Karena dalam pelayanan kesehatan dan pendidikan, kita tidak bekerja sendirian. Keberhasilan selalu merupakan hasil kerja tim, di mana setiap anggota saling melengkapi dan saling menguatkan,” sebutnya.

Melalui kegiatan Character Building ini, Dirut berharap para staf muda—baik tenaga medis, non-medis, maupun tenaga akademik—dapat mengasah kesadaran diri, menguatkan nilai-nilai kebersamaan, dan membangun mentalitas servant leadership, yaitu kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan. “Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya mampu bekerja dengan tangan, tetapi juga dengan hati,” harap Dirut.

Sementara Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Noza Hilbertina, Sp.PA, M.Biomed, Subsp.D.H.B (K) mengatakan kegiatan character building ini cukup penting. Bagaimana nanti staf-staf muda yang bergabung dengan Universitas Andalas dan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama dan mitra utama Fakultas Kedokteran dalam menjalankan proses pendidikan ini.

“Staf muda ini akan mendapatkan pembekalan untuk pembentukan karakter. Tentunya karakter ini membentuk bagaimana bersikap dan berpikiran positif yang nantinya akan sinkron dengan tindakan positif. Pasalnya staf muda baik sebagai tenaga dosen maupun tenaga medis ini akan menjadi role model bagi anak-anak didik,” harapnya.

Ia mengatakan pembekalan karakter sejak dini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif. “Bahkan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang siap menghadapi berbagai tantangan dengan landasan moral yang kuat,” tukasnya.(*)

Bertemu Wamenkes, RSUP Dr. M. Djamil Paparkan Rencana Pengembangan Layanan Non-JKN

Jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil bersama tim layanan non-JKN mengikuti pertemuan virtual dengan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D di Ruang Rapat Direksi, Kamis (14/8). Dalam pertemuan itu, tim layanan non-JKN berkesempatan memaparkan kinerja, strategi pengembangan serta rencana renovasi layanan non-JKN.

Kepala Instalasi Non-JKN RSUP Dr. M. Djamil dr. Alexander Kam, Sp.PD, M.Sc, FINASIM didampingi Wakil Kepala dr. Eko Apriandhi, Sp.OG dalam pertemuan tersebut memaparkan kinerja layanan, strategi pengembangan, dan rencana renovasi layanan non-JKN.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menjelaskan pertemuan dengan Wamenkes ini menunjukkan komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar pelayanan kesehatan. “Langkah ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap kepuasan pasien serta memperkuat posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai institusi kesehatan terdepan,” harapnya.

Ia juga mengatakan manajemen memiliki rencana untuk merenovasi layanan non-JKN. Dilatarbelakangi oleh kondisi saat ini di mana antara layanan JKN dan non-JKN masih berada dalam satu area. “Dengan adanya renovasi ini, kami ingin memberikan kenyamanan ekstra sekaligus mewujudkan konsep ‘one stop service’ bagi pasien non-JKN,” kata Dovy.

Dalam pertemuan itu juga dihadiri Sesditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan dr. Sunarto, M.Kes, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Ia menyebutkan saat ini, masterplan renovasi layanan non-JKN sudah siap dan akan segera diimplementasikan. Renovasi ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang lebih eksklusif dan terpisah, sehingga pasien dapat merasakan pengalaman pelayanan yang lebih efisien dan terpadu.

“Selain rencana jangka pendek, RSUP Dr. M. Djamil juga memiliki visi jangka panjang. Dalam rencana pengembangan ke depan, akan dibangun satu gedung khusus untuk layanan non-JKN. Diharapkan dapat menjadi solusi permanen untuk memisahkan layanan JKN dan non-JKN, sekaligus meningkatkan kualitas dan kapasitas RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat khususnya Sumatera Bagian Tengah umumnya,” tukasnya.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Serahkan SK Kepala Instalasi Rawat Intensif, Karu Atrium IPJT dan Karu Intermediet IGD

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada tiga pejabat baru di lingkungan rumah sakit. Acara serah terima yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi pada Kamis (14/8) ini menandai dimulainya tugas bagi para pejabat yang akan mengemban amanah baru di Instalasi Rawat Intensif, Ruangan Atrium IPJT, dan Ruangan Intermediet IGD.

Ketiga pejabat yang diserahkan SK adalah dr. Irwan Mahri, Sp.An-TI sebagai Kepala Instalasi Rawat Intensif, Ns. Lina Yeni Parlina, S.Kep sebagai Kepala Ruangan Atrium IPJT, dan Ilonia, AMK sebagai Kepala Ruangan Intermediet IGD.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Dovy Djanas menyampaikan harapan besar kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya peran mereka dalam membangun RSUP Dr. M. Djamil menjadi lebih baik ke depannya. “Tentu tugas ini tidak mudah dan merupakan sebuah estafet yang harus dilanjutkan agar pelayanan di rumah sakit ini berjalan lebih baik lagi,” ujar Dovy.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan manajemen.

Dovy juga menegaskan dengan amanah yang baru diemban, para pejabat harus mampu membawa perubahan positif. Kepada yang diamanahkan harus berubah ke arah yang lebih baik. “Kami yakin apa yang telah diperbuat dan dilakukan untuk masyarakat selama ini akan terus ditingkatkan agar semakin memenuhi harapan masyarakat,” harapnya.

Dovy Djanas juga mengingatkan esensi pelayanan di rumah sakit. “Di rumah sakit tidak ada orang yang senang. Pergi ke rumah sakit semuanya dalam keadaan susah, keluarga juga dalam keadaan susah. Untuk itulah, saatnya kita bisa memberikan kontribusi di dalam optimalisasi pelayanan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Dengan penyerahan SK ini, tutur Dirut, RSUP Dr. M. Djamil berharap para pejabat baru dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan penuh dedikasi. “Hal ini demi mewujudkan visi rumah sakit untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan berkualitas bagi seluruh masyarakat,” tukasnya.(*)

Jajaran Direksi RSUP Dr. M. Djamil Kembali Telusuri Unit Layanan, Fokus Perbaikan Berkelanjutan

Komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kembali ditunjukkan dengan dilaksanakannya penelusuran ke sejumlah unit layanan, Kamis (14/8). Kegiatan ini dipimpin Direktur Utama, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dalam upaya nyata untuk memantau langsung kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Penelusuran ini menjadi agenda rutin yang bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan, baik yang berkaitan dengan sarana prasarana hingga kebutuhan pasien secara langsung. Dengan pendekatan proaktif ini, direksi dan manajemen dapat segera mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan, memastikan bahwa setiap sudut rumah sakit berfungsi optimal dalam melayani pasien,” kata Direktur Utama, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Dalam kegiatan penelusuran kali ini, Direktur Utama bersama manajemen memfokuskan kunjungannya ke dua area krusial, yaitu Instalasi Bedah Sentral (IBS) dan Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT). Di IBS, ia menyoroti pentingnya keamanan dan kenyamanan instalasi untuk menunjang kelancaran proses operasi. Selanjutnya, di Instalasi Diagnostik Terpadu, fokus penelusuran pada fasilitas alat medis dan kenyamanan pasien.

Sementara itu, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes melakukan penelusuran di Instalasi Forensik dan Pemulasaran Jenazah. Kunjungannya ini bertujuan untuk memastikan unit tersebut berjalan sesuai standar operasional yang berlaku, baik dari segi penanganan jenazah, proses autopsi, hingga pelayanan kepada keluarga.

Menanggapi hasil penelusuran, Direktur Utama mengatakan berbagai masalah yang ditemui saat penelusuran ini akan terus di perbaiki. “InshaAllah, ini akan menjadi kemajuan rumah sakit dalam mengelola kebutuhan pasien dalam pelayanan,” ujarnya.

Kegiatan ini, sebutnya, membuktikan bahwa RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada manajemen yang berorientasi pada peningkatan kualitas berkelanjutan. “Dengan adanya penelusuran langsung ke unit-unit layanan, kami berharap dapat menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih baik, efisien, dan berpusat pada kebutuhan pasien. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumatera Bagian Tengah,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Audiensi dengan Sekprov Sumbar, Bahas Webinar Sisrute

Jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil melakukan audiensi dengan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sumbar, Arry Yuswandi, SKM, M.K.M, di ruang kerjanya, Rabu (13/8). Pertemuan ini bertujuan untuk memaparkan rencana penyelenggaraan webinar tentang Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) yang akan dilaksanakan pada 20 Agustus 2025.

Direktur Utama (Dirut) RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan webinar ini merupakan langkah strategis rumah sakit untuk memperkuat sistem rujukan pasien. Sistem ini penting, terutama dalam memastikan kelancaran alur pasien dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas ke rumah sakit rujukan. “Melalui sistem ini, data pasien bisa terintegrasi, sehingga proses rujukan menjadi lebih cepat dan akurat,” ujar Dovy Djanas.

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan Manajer Pelayanan Medik dr. Nirza Warto, Sp.THT-KL (K). Kemudian Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumbar dr. Fionaliza, M.K.M, Kasi Pelayanan Kesehatan Rujukan drg. Das Endresva Dewi, Kabid Sumber Daya Kesehatan Saiful Jamal, SKM.

Ia mengatakan tujuan utama webinar yang diikuti oleh rumah sakit se-Kota Padang dan rumah sakit rujukan se-Sumatera Bagian Tengah dengan narasumber webinar berkompeten ini adalah memberikan pemahaman yang komprehensif tentang cara penggunaan dan manfaat sisrute.

“Dengan demikian, semua pihak terkait bisa mengimplementasikan sistem ini secara optimal. Dan diharapkan setelah webinar ini, seluruh pihak terkait dapat bersinergi untuk menciptakan sistem rujukan yang lebih baik, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” harap Dirut.

Sekprov Sumbar, Arry Yuswandi, menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif RSUP Dr. M. Djamil. Sisrute adalah salah satu inovasi penting yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan di Sumbar.

“Webinar Sisrute ini, merupakan langkah progresif yang sejalan dengan visi Pemprov Sumbar untuk memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi sangat mendukung upaya-upaya yang dilakukan untuk memperbaiki sistem rujukan. Dengan sistem yang terintegrasi, kita bisa menghindari penumpukan pasien dan memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat,” ucapnya.

Arry Yuswandi juga menyoroti bahwa manfaat Sisrute tidak hanya dirasakan oleh pasien, yang akan mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat, tetapi juga bagi tenaga kesehatan. “Dengan informasi yang terintegrasi, dokter dan staf medis dapat membuat keputusan yang lebih akurat, mengelola sumber daya dengan lebih efektif, dan mengurangi beban administrasi,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Resmikan Komunitas Stroke Warrior

RSUP Dr. M. Djamil secara resmi meluncurkan Komunitas Stroke Warrior di Instalasi Rehabilitasi Medik, Rabu (13/8). Kehadiran komunitas ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pasien stroke untuk saling berbagi pengalaman, memberikan motivasi, serta mendapatkan edukasi dan dukungan yang berkelanjutan dalam proses pemulihan.

Peresmian ini dilakukan Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik dr. Riri Prima Yolanda, Sp.KFR. Turut dihadiri pasien stroke, penggagas komunitas Dr. dr. Rima Semiarty, MARS, Sp.KKLP dan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Neuro-Muskuloskeletal) dr. Rini Agustin, Sp.KFR, N.M (K).

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menyampaikan apresiasi tinggi atas terbentuknya Komunitas Stroke Warrior. “Kami gembira dan bangga dengan kehadiran Komunitas Stroke Warrior ini. Ini adalah bukti nyata komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk tidak hanya fokus pada penanganan medis akut, tetapi juga pada aspek rehabilitasi dan dukungan psikososial jangka panjang bagi pasien,” ujar Dovy.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam proses pemulihan stroke. “Stroke bukan hanya tentang pasien, tetapi juga tentang keluarga. Komunitas ini akan menjadi jembatan penting bagi pasien dan keluarga untuk mendapatkan informasi, dukungan emosional, dan semangat untuk terus berjuang,” sebutnya.

Dovy Djanas menambahkan direksi dan seluruh jajaran manajemen RSUP Dr. M. Djamil mendukung keberadaan Komunitas Stroke Warrior. “Kami akan memastikan komunitas ini mendapatkan fasilitas dan sumber daya yang memadai untuk menjalankan program-programnya. Dukungan ini termasuk penyediaan tenaga ahli, fasilitasi kegiatan rutin, hingga pengembangan program-program edukasi yang relevan,” tegasnya.

Dengan diresmikannya Komunitas Stroke Warrior, sebutnya, RSUP Dr. M. Djamil berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan suportif bagi para pasien stroke. “Inisiatif ini merupakan langkah maju dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik. Tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik tetapi juga pada kesejahteraan mental dan sosial pasien,” tegas Dovy.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Neuro-Muskuloskeletal) dr. Rini Agustin, Sp.KFR, N.M (K) mengatakan Komunitas Stroke Warrior bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan sebuah ekosistem dukungan yang akan memfasilitasi pertukaran informasi, pengalaman, dan semangat antaranggota. “Stroke seringkali meninggalkan dampak yang mendalam, tidak hanya fisik, tetapi juga emosional dan sosial. Banyak pasien merasa sendiri dalam perjuangan mereka untuk pulih,” tuturnya.

Melalui Komunitas Stroke Warrior, pihaknya ingin menciptakan lingkungan di mana mereka merasa didukung, termotivasi, dan memiliki harapan untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. “Kami akan rancang berbagai kegiatan untuk mendukung komunitas ini. Diawali dengan senam yang diikuti pasien stroke,” sebutnya.

dr. Rini Agustin juga menekankan keberadaan komunitas ini sebagai upaya pengumpulan data pasien stroke secara komprehensif. “Pendekatan berbasis data ini memungkinkan kami untuk melacak progres pasien, mengevaluasi keberhasilan intervensi, dan terus menyempurnakan standar pelayanan rehabilitasi di RSUP dr. M. Djamil,” ucapnya.

Pengumpulan data ini, ungkap dr. Rini Agustin, juga akan menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut yang bertujuan untuk mengembangkan metode rehabilitasi yang inovatif dan berbasis bukti. “Kami berharap, melalui inisiatif ini, RSUP dr. M. Djamil dapat menjadi pusat rujukan unggulan untuk rehabilitasi stroke di Sumatera Barat, bahkan di tingkat nasional,” harapnya. (*)

DWP RSUP Dr. M. Djamil Gelar Pertemuan Bulanan, Ajak Anggota Tingkatkan Keterampilan Berbicara

Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr. M. Djamil mengadakan pertemuan bulanan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (12/8). Pertemuan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota DWP dan menghadirkan trainer public speaking, Fitria Rosadi.Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil, Winanda Dovy, mengatakan pentingnya pertemuan rutin ini sebagai wadah silaturahmi dan pengembangan diri bagi para istri ASN.

“Pertemuan bulanan ini bukan hanya ajang untuk mempererat tali persaudaraan, tetapi juga momen berharga bagi kita untuk terus belajar dan mengasah potensi diri,” kata Winanda.

Winanda Dovy menambahkan DWP RSUP Dr. M. Djamil akan terus berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan para anggotanya. “Ke depan, kami akan terus mencari topik-topik menarik lainnya, seperti pelatihan keterampilan, wawasan kesehatan, dan kegiatan sosial. Kami ingin DWP menjadi organisasi yang tidak hanya mendukung para suami dalam bertugas, tetapi juga memberdayakan para istri agar menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.

Dalam materinya, Fitria Rosadi memaparkan tentang bicara santun, tampil menawan, membangun kharisma perempuan masa kini. Ia menekankan kemampuan berbicara di depan umum sangatlah penting. Tidak hanya bagi mereka yang memiliki profesi tertentu, tetapi juga bagi para ibu rumah tangga.

“Keterampilan public speaking mencakup lebih dari sekadar berpidato. Ini adalah tentang bagaimana kita menyampaikan ide, perasaan, dan informasi dengan jelas dan percaya diri, baik dalam forum besar maupun dalam percakapan sehari-hari,” jelasnya.

Selama sesi yang berlangsung interaktif, Fitria Rosadi memberikan berbagai tips dan trik praktis. Mulai dari cara mengatasi rasa gugup, teknik pernapasan yang benar, hingga gestur tubuh yang efektif. Bahkan para anggota DWP juga diajak ice breaking atau kegiatan singkat yang dirancang untuk mencairkan suasana kaku atau canggung. (*)

RSUP Dr. M. Djamil dan Kedutaan Besar Inggris Jajaki Kerja Sama untuk Layanan Kesehatan WNA Inggris

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari perwakilan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta  di ruang Direktur Operasional, Selasa (12/8). Pertemuan itu bertujuan untuk menjajaki potensi kerja sama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada wisatawan asing asal Inggris.

Delegasi Kedutaan Besar Inggris di Jakarta terdiri dari Falma Kemalasari selaku Vice Consul dan Nadiah Azzahrah sebagai Pro-Consul. Mereka disambut oleh Manajer Tim Kerja Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) Nova Afriani, Kepala Instalasi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah Rahdiyul Ermanto, S.Kp, Manajer Timker Tata Usaha dan Rumah Tangga Edi Suwirman, SKM, MM, dan Asisten Manajer Pelayanan Penunjang Medik Juni Fitrah, S.Si, Apt, M.Farm.

Manajer Timker Hukum dan Humas Nova Afriani menjelaskan pertemuan ini merupakan langkah awal yang  positif. “Kami senang dapat menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Inggris. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa RSUP Dr. M. Djamil dapat menjadi rujukan utama bagi warga negara Inggris yang membutuhkan layanan kesehatan saat berada di Sumatera Barat,” ujarnya.

Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera Bagian Tengah, sebutnya, RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan agar setara dengan standar internasional. Upaya ini sejalan dengan visi rumah sakit untuk menjadi salah satu pusat layanan kesehatan terkemuka di Indonesia.

“RSUP Dr. M. Djamil memiliki fasilitas dan tenaga medis yang mumpuni. Kami memiliki berbagai spesialisasi dan peralatan medis yang siap melayani pasien dari berbagai kalangan, termasuk wisatawan asing. Dengan adanya kerja sama ini nantinya, kami berharap dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan Inggris,” ungkap Nova.

Dalam diskusi tersebut, Falma Kemalasari dan Nadiah Azzahrah menyampaikan apresiasi mereka atas sambutan  dari pihak rumah sakit. Mereka menekankan pentingnya ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai dan terpercaya bagi para wisatawan Inggris. Seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, termasuk Sumatera Barat, kebutuhan akan akses layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas menjadi prioritas.

“Kerja sama yang potensial ini tidak hanya mencakup pelayanan medis, tetapi juga berbagai aspek lain seperti komunikasi dan koordinasi yang efektif. Kedutaan Besar Inggris siap untuk menjembatani komunikasi antara RSUP Dr. M. Djamil dengan pasien atau keluarga pasien,” tukasnya.

Pertemuan ini diakhiri dengan peninjauan Klinik Istano. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya untuk melihat langsung kesiapan dan kualitas layanan yang dimiliki RSUP Dr. M. Djamil. (*)

Direksi RSUP Dr. M. Djamil Lakukan Telusur ke Unit Layanan, Pastikan Pelayanan Optimal

Jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil melakukan penelusuran (telusur) ke sejumlah unit layanan pada Selasa (12/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pimpinan rumah sakit untuk memastikan operasional berjalan optimal dan pelayanan kepada pasien tetap prima.

Kegiatan telusur ini dipimpin oleh dua direktur, yakni Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Medik dan Keperawatan, serta dr. Maliana, M.Kes, Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian. Masing-masing direktur memfokuskan penelusuran pada unit layanan yang relevan dengan bidang tugasnya.

“Kegiatan telusur ini akan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Langkah ini juga menjadi wujud akuntabilitas manajemen dalam memastikan setiap unit layanan bekerja sesuai dengan standar yang ditetapkan,”kata Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).

Dr. dr. Bestari melakukan penelusuran ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Dr. M. Djamil. Di unit vital ini, Ia meninjau langsung ketersediaan fasilitas medis, serta kesiapan tenaga kesehatan dalam menangani kasus-kasus darurat.

“Telusur ini penting untuk melihat secara langsung bagaimana proses pelayanan di IGD berjalan, mulai dari pasien datang hingga mendapatkan penanganan. Kami ingin memastikan setiap pasien yang datang ke IGD mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai standar. Ketersediaan peralatan medis, obat-obatan, dan kesiapan tim medis adalah kunci dalam pelayanan gawat darurat,” tegasnya.

Selama penelusuran, Dr. Bestari juga berinteraksi dengan beberapa staf IGD untuk mendapatkan masukan langsung tentang tantangan dan peluang perbaikan yang ada.

Sementara itu, dr. Maliana, M.Kes, selaku Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian, memfokuskan telusurnya ke Laboratorium Sentral. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau kinerja laboratorium sebagai salah satu penunjang utama dalam diagnosis dan penanganan pasien.

“Laboratorium Sentral memiliki peran dalam memberikan data akurat untuk penegakan diagnosis. Dalam telusur ini, kami memeriksa ketersediaan reagen, kalibrasi alat, serta kompetensi sumber daya manusia yang bertugas. Kami ingin memastikan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium memiliki kualitas yang tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Dikunjungi Sesditjen Keslan Kemenkes, Bahas Rencana Pengembangan RS

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, dr. Sunarto, M.Kes., di Ruang Rapat Direksi, Senin (11/8). Kunjungan ini bertujuan untuk silaturahmi sekaligus mendengarkan pemaparan rencana pengembangan rumah sakit.

Kedatangan Sesditjen Keslan dr. Sunarto, M.Kes ini disambut Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Pada kesempatan itu, Dirut RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua memaparkan rencana  pengembangan rumah sakit. Salah satu yang menjadi prioritas utama adalah pembangunan gedung pelayanan terpadu yang nantinya.

“Pengembangan rumah sakit ini sebagai upaya RSUP M Djamil dalam memenuhi ekspektasi masyarakat. Tentunya rumah sakit ini ingin menjadi kebanggaan masyarakat Sumbar khususnya Sumatera Bagian Tengah umumnya,” tuturnya.

Dovy mengatakan rencana pengembangan rumah sakit ini didasari bangunan RSUP Dr M Djamil sudah berumur 30 dan 40 tahun, gedung yang terpisah mengakibatkan pelayanan tidak optimal. Kemudian keterbatasan ruangan serta sistem komunikasi dan jaringan tidak terintegrasi. “Belum lagi penolakan sisrute dengan alasan penolakan PICU penuh, NICU penuh, dan ICU/ROI penuh,” sebut dokter spesialis Fetomaternal ini.

Sesditjen Keslan dr. Sunarto, M.Kes., menyampaikan apresiasi dan dukungannya. Ia menilai rencana pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sejalan dengan program transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Kementerian Kesehatan mendukung rencana strategis ini. Pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan nasional sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama di wilayah Sumatera bagian tengah,” ujar dr. Sunarto.

Ia menekankan RSUP Dr. M. Djamil memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah ini, dan masterplan ini harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. “Kami akan memastikan bahwa pembangunan dan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil berjalan sesuai rencana, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45