RSUP Dr. M. Djamil Dikunjungi Sesditjen Keslan Kemenkes, Bahas Rencana Pengembangan RS

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, dr. Sunarto, M.Kes., di Ruang Rapat Direksi, Senin (11/8). Kunjungan ini bertujuan untuk silaturahmi sekaligus mendengarkan pemaparan rencana pengembangan rumah sakit.

Kedatangan Sesditjen Keslan dr. Sunarto, M.Kes ini disambut Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Pada kesempatan itu, Dirut RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua memaparkan rencana  pengembangan rumah sakit. Salah satu yang menjadi prioritas utama adalah pembangunan gedung pelayanan terpadu yang nantinya.

“Pengembangan rumah sakit ini sebagai upaya RSUP M Djamil dalam memenuhi ekspektasi masyarakat. Tentunya rumah sakit ini ingin menjadi kebanggaan masyarakat Sumbar khususnya Sumatera Bagian Tengah umumnya,” tuturnya.

Dovy mengatakan rencana pengembangan rumah sakit ini didasari bangunan RSUP Dr M Djamil sudah berumur 30 dan 40 tahun, gedung yang terpisah mengakibatkan pelayanan tidak optimal. Kemudian keterbatasan ruangan serta sistem komunikasi dan jaringan tidak terintegrasi. “Belum lagi penolakan sisrute dengan alasan penolakan PICU penuh, NICU penuh, dan ICU/ROI penuh,” sebut dokter spesialis Fetomaternal ini.

Sesditjen Keslan dr. Sunarto, M.Kes., menyampaikan apresiasi dan dukungannya. Ia menilai rencana pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sejalan dengan program transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Kementerian Kesehatan mendukung rencana strategis ini. Pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan nasional sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama di wilayah Sumatera bagian tengah,” ujar dr. Sunarto.

Ia menekankan RSUP Dr. M. Djamil memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah ini, dan masterplan ini harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. “Kami akan memastikan bahwa pembangunan dan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil berjalan sesuai rencana, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)

Dampingi Menkes di UNP, RSUP Dr. M. Djamil Komit Implementasikan Transformasi Kesehatan

Jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil turut mendampingi kunjungan kerja Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Senin (11/8). Di kampus yang berlokasi di kawasan Air Tawar, Kota Padang, Menkes memberikan kuliah umum tentang enam kebijakan transformasi kesehatan yang digulirkan oleh Kementerian Kesehatan saat Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNP.

“Kuliah umum Bapak Menteri adalah motivasi bagi kami di RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berinovasi. Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi, kami berkomitmen untuk mengimplementasikan setiap pilar transformasi kesehatan, mulai dari peningkatan layanan rujukan, adopsi teknologi kesehatan terbaru, hingga menjadi wahana pendidikan yang menghasilkan tenaga kesehatan unggul,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut dihadiri juga Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Kemudian hadir Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan dr. Sunarto, M.Kes, Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Anna Kurniati, S.KM, M.A, Ph.D, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Lila Yanwar, MARS, direksi rumah sakit se-Sumbar, Kepala PDRPI Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, Rektor UNP Krismadinata, Ph.D, Senior Eksekutif UNP Prof. Ganefri, Ph.D, Wakil Rektor, Majelis Wali Amanat (MWA), Senat Akademik Universitas (SAU), civitas akademika, dan mahasiswa baru.

Dovy menambahkan RSUP Dr. M. Djamil siap menjadi mitra utama UNP dan institusi pendidikan lainnya dalam menyediakan fasilitas praktik dan penelitian. “Kami yakin, dengan kolaborasi erat antara kampus dan rumah sakit, kita dapat menciptakan ekosistem yang kondusif untuk mencetak tenaga kesehatan masa depan yang siap menjawab tantangan global,” ucapnya.

Ia menegaskan kuliah umum Menkes Budi Gunadi Sadikin di UNP, menjadi momentum penting dalam mengawali langkah konkret transformasi kesehatan di tingkat regional. “Diharapkan melalui kuliah umum ini dapat memicu semangat sinergi dan kolaborasi antara dunia akademis dan layanan kesehatan untuk mewujudkan sistem kesehatan Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing,” harap Dovy.

Diketahui, dalam kuliah umum itu, Menkes memaparkan tentang enam kebijakan transformasi kesehatan yang digulirkan oleh Kementerian Kesehatan. Bahkan Menkes Budi Gunadi Sadikin pun berkesempatan berdialog dengan mahasiswa baru UNP. (*)

Menkes: Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit jadi Solusi Pemerataan Layanan Kesehatan

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan kuliah umum di Universitas Negeri Padang (UNP) di Auditorium UNP, Senin (11/8). Menkes dalam kuliah tersebut memaparkan tentang enam kebijakan transformasi kesehatan yang digulirkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Ada enam pilar utama transformasi kesehatan Indonesia yang digulirkan oleh Kementerian Kesehatan,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin saat kuliah umum pada Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNP.

Turut hadir Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan dr. Sunarto, M.Kes, Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Anna Kurniati, S.KM, M.A, Ph.D, jajaran Direksi RSUP Dr. M. Djamil, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Lila Yanwar, MARS, direksi rumah sakit se-Sumbar, Kepala PDRPI Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, Rektor UNP Krismadinata, Ph.D, Senior Eksekutif UNP Prof. Ganefri, Ph.D, Wakil Rektor, Majelis Wali Amanat (MWA), Senat Akademik Universitas (SAU), civitas akademika, dan mahasiswa baru.

Pada kesempatan itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin didampingi Rektor UNP Krismadinata, Ph.D, Senior Eksekutif UNP Prof. Ganefri, Ph.D memasangkan jaket almamater kepada mahasiswa baru. Dan Menkes pun menerima cenderamata dari Rektor UNP Krismadinata, Ph.D.

Pertama, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) konsentrasi pada transformasi layanan primer. Hal ini mencakup edukasi penduduk, pencegahan primer dan sekunder, serta meningkatkan kapabilitas dan kapabilitas layanan primer.

Kedua, transformasi layanan rujukan yang konsentrasi pada peningkatan akses dan mutu layanan sekunder dan tersier. Transformasi ketiga, transformasi sistem ketahanan kesehatan yang mencakup meningkatkan ketahanan sektor farmasi dan alat kesehatan serta memperkuat ketahanan tanggap darurat.

Transformasi keempat, lanjut Menkes, transformasi sistem pembiayaan kesehatan. Dimana regulasi pembiayaan kesehatan dengan tiga tujuan yakni tersedia, cukup, yang bermuara pada izin pembiayaan kesehatan dengan tujuan tersedia, cukup, dan berkelanjutan.

Kelima, transformasi sumber daya manusia kesehatan. Salah satu fokus Kementerian Kesehatan RI yakni mendorong pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau hospital based untuk pemerataan layanan kesehatan. “Hampir seluruh provinsi mengalami kekurangan dokter spesialis, terutama di daerah terpencil dan perbatasan. Hal ini menjadi salah satu penghambat utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat,” ungkapnya.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Kemenkes telah meluncurkan program pendidikan profesi dokter spesialis berbasis rumah sakit atau hospital based. PPDS Berbasis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama akan memprioritaskan dokter-dokter putra daerah sebagai peserta pendidikan dokter spesialis di rumah sakit pendidikan.

“Nanti pemenuhan dokter spesialis ke seluruh daerah akan dilakukan bersama-sama, baik pendidikan melalui universitas maupun pendidikan yang berbasis rumah sakit,” katanya.

Setidaknya, sebutnya, saat ini terdapat enam rumah sakit pendidikan yang dimaksud yakni RS Mata Cicendo, RS Ortopedi Soeharso, RS Pusat Otak Nasional (PON), RS Kanker Dharmais, RSAB Harapan Kita, dan RSJPD Harapan Kita. “Kami menawarkan ke RSUP Dr. M. Djamil untuk dapat melaksanakan program pendidikan profesi dokter spesialis berbasis rumah sakit ini. Silakan RSUP Dr. M. Djamil untuk memilih satu dari tujuh program studi spesialis. Tujuh program studi spesialis itu yakni jantung dan pembuluh darah, neurologi, ortopaedi dan traumtaologi, penyakit dalam, kesehatan mata, kesehatan anak dan onkologi radiasi,” ajak Menkes.

Terakhir, transformasi digital kesehatan. Pada aspek ini, lanjut dia, Kementerian Kesehatan konsentrasi pada pengembangan dan pemanfaatan teknologi, digitalisasi dan bioteknologi di sektor kesehatan. “Salah satunya, RSUP Dr. M. Djamil telah ditunjuk untuk site penelitian terkait teknologi AI untuk Radiologi/ Chest X-Ray dan CT Brain. Kita sedang mencoba di RSUP Dr. M. Djamil agar bisa terbaca 124,” sebutnya.

Sementara itu, Rektor UNP Krismadinata mengatakan siap mendukung transformasi kesehatan yang digagas Kementerian Kesehatan lewat Fakultas Kedokteran (FK) kampus tersebut. Selain berencana membuka Fakultas Kedokteran Gigi, Kebidanan, Farmasi dan Fisioterapi, perguruan tinggi itu juga bertekad membangun Rumah Sakit Pendidikan UNP di Kota Bukitttinggi.

“Kami berharap langkah-langkah yang dilakukan kampus tersebut bisa menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat, terutama terkait kesehatan, serta mendukung transformasi kesehatan yang diinisiasi Kemenkes,” harapnya.(*)

Perkuat Layanan Reumatologi, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Hadir di Konas IRA 2025

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, turut hadir dalam pembukaan Kongres Nasional Perhimpunan Reumatologi Indonesia (Konas IRA 2025) yang diselenggarakan di Hotel Pangeran Beach, Sabtu (9/8). Kehadirannya menegaskan komitmen RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama dalam mendukung pengembangan ilmu dan layanan reumatologi di Indonesia.

Diketahui, Konas IRA 2025 merupakan forum penting bagi para ahli reumatologi untuk bertukar pengetahuan, memperbarui informasi terkini, dan membahas berbagai inovasi dalam penanganan penyakit reumatik dan autoimun. Sebagai rumah sakit rujukan tersier di Sumatera Barat, RSUP Dr. M. Djamil memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan kesehatan berkualitas, termasuk di bidang reumatologi yang semakin berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, Dovy Djanas menyampaikan bahwa RSUP Dr. M. Djamil mendukung penuh pelaksanaan Konas IRA 2025. “Partisipasi kami dalam Konas IRA ini adalah wujud nyata komitmen RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama,” ujar Dovy Djanas.

Turut hadir Dekan FK Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, Ketua Perhimpunan Reumatologi Indonesia (IRA) Dr. dr. Rudy Hidayat, Sp.PD-KR, FINASIM, Pengurus IDI Sumbar dr. Rahmat Taufik, Sp.B (K) Onk, Ketua Pelaksana Konas IRA 2025 Dr. dr. Najirman, Sp.PD-KR, dan peserta Konas IRA 2025.

Ia menegaskan RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya berfokus pada pelayanan pasien, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan kedokteran, khususnya di bidang reumatologi. “Dengan adanya dukungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand), RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, fasilitas, dan teknologi untuk memberikan pelayanan reumatologi yang komprehensif. Hal ini sejalan dengan visi rumah sakit untuk menjadi pusat layanan kesehatan yang unggul dan terdepan,” tegasnya.

Kerja sama yang erat antara RSUP Dr. M. Djamil dan FK Unand, sebutnya, sangat krusial dalam mencetak dokter-dokter spesialis reumatologi yang kompeten dan berdedikasi. “Kami bertekad untuk terus menjadi pelopor dalam penelitian dan inovasi di bidang reumatologi, demi meningkatkan kualitas hidup pasien-pasien dengan penyakit reumatik dan autoimun,” sebutnya.

Ia mengatakan dengan dukungan penuh terhadap kegiatan ilmiah seperti Konas IRA, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat terus memberikan layanan reumatologi terbaik bagi masyarakat dan berperan aktif dalam pengembangan kesehatan nasional. “Sekaligus juga semakin memperkuat posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat rujukan utama dan rumah sakit pendidikan yang berkontribusi nyata dalam kemajuan ilmu kedokteran di Indonesia,” tutur Dovy.

Dekan FK Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit. “FK Unand berkomitmen untuk terus mendukung RSUP Dr. M. Djamil dalam pengembangan seluruh layanan spesialisasi, termasuk reumatologi,” kata Sukri Rahman.

Ia berharap melalui Konas IRA ini, kami berharap terjadi transfer ilmu yang signifikan. “Sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para dokter di seluruh Indonesia dalam menangani kasus-kasus reumatologi,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Reumatologi Indonesia (IRA) Dr. dr. Rudy Hidayat, Sp.PD-KR, FINASIM, menyatakan optimisme tinggi terhadap perkembangan penatalaksanaan reumatologi di Indonesia. Kualitas layanan reumatologi di tanah air sudah tidak kalah bersaing dengan negara-negara maju.

“Saya percaya diri bahwa penatalaksanaan reumatologi di Indonesia saat ini sudah sangat maju dan tidak kalah dibandingkan dengan luar negeri. Hal ini dikarenakan kita, para ahli reumatologi di Indonesia, selalu aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan baik di tingkat internasional maupun nasional. Kami terus memperbarui ilmu dan teknologi, serta berkolaborasi dengan para pakar dari seluruh dunia,” sebutnya.

Rudy menekankan Konas IRA 2025 menjadi salah satu wadah strategis untuk terus meningkatkan kompetensi para dokter di Indonesia. Melalui forum ini, para peserta dapat bertukar pengetahuan, memaparkan hasil penelitian terbaru, dan mendiskusikan kasus-kasus klinis yang kompleks. “Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap pasien di Indonesia mendapatkan penanganan reumatologi yang terbaik, sesuai dengan standar global,” harapnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Dukung Perwatusi Sumbar, Perkuat Sinergi Program Kesehatan Tulang

Jajaran Direksi RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan pengurus Perhimpunan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Wilayah Sumatera Barat di Ruang Rapat Direksi, Kamis (7/8). Pertemuan ini membahas pembentukan dan penguatan struktur pengurus Perwatusi Sumbar serta sinergi rencana program ke depan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyambut baik inisiatif dan semangat kebangkitan Perwatusi Sumbar. “Angka harapan hidup terus meningkat, maka edukasi dan kesiapan menjaga kesehatan, termasuk tulang, menjadi semakin penting. Perwatusi punya peran vital dalam mendukung kesehatan masyarakat. Dan kami dari RSUP Dr. M. Djamil siap memberikan dukungan,” ungkapnya.

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Ia juga menyampaikan organisasi nirlaba seperti Perwatusi memiliki kontribusi besar dalam mendukung program kesehatan nasional. RSUP Dr. M. Djamil sebagai institusi layanan rujukan turut mendukung setiap upaya penyehatan masyarakat, termasuk dari sektor komunitas dan organisasi sosial.“Kami anggap pengurus Perwatusi sebagai keluarga besar yang memiliki visi sama, yakni menyehatkan warga Padang dan Sumbar. Program-program yang telah dirancang oleh Perwatusi Pusat perlu kita dukung bersama,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. dr. Rima Semiarty, MARS, Sp.KKLP, sebagai calon Ketua Perwatusi Sumbar menyampaikan apresiasinya atas sambutan dan dukungan dari jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil. “Kami berterima kasih atas dukungan konkret dari direksi RSUP Dr. M. Djamil. Ini menjadi energi positif untuk membangkitkan kembali semangat Perwatusi di Sumbar,” ujar Rima.

Ia menegaskan komitmen Perwatusi Sumbar untuk segera menyusun program kerja strategis yang sejalan dengan misi nasional Perwatusi, termasuk sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak dini. “Melalui pertemuan ini, berharap sinergi yang dibangun dapat memperkuat peran Perwatusi sebagai mitra strategis dalam pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan tulang,” harapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Bantu Biaya Pengobatan Pasien Luka Bakar

RSUP Dr. M. Djamil saat ini merawat seorang pasien pria bernama Alhamdulillah Fahrip yang mengalami luka bakar di tubuhnya. Pasien didiagnosis menderita luka bakar superfisial derma dengan Total Body Surface Area (TBSA) 3 persen, dan kini sedang menjalani perawatan intensif di Ruang Rawat Kenanga.

“Pasien masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada pukul 01.37 dini hari, setelah mengalami insiden yang menyebabkan luka bakar. Tim medis segera melakukan penanganan cepat dan tepat sesuai prosedur standar untuk luka bakar, guna mencegah infeksi dan komplikasi lebih lanjut,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia menyatakan kondisi pasien telah ditangani dengan baik oleh tim dokter dan perawat. “Kami telah memberikan penanganan terbaik sejak pasien tiba di IGD. Tim kami terus memantau kondisinya secara berkala untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal,” ujarnya.

Dovy Djanas juga menegaskan seluruh biaya pengobatan untuk pasien Alhamdulillah Fahrip akan menjadi tanggung jawab rumah sakit. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan bantuan.

“Kami berkomitmen untuk tidak membiarkan kendala finansial menjadi penghalang bagi pasien untuk mendapatkan perawatan yang layak. Semoga pasien dapat segera pulih dan kembali ke keluarganya,” tambah Dovy Djanas.

RSUP Dr. M. Djamil, tegasnya, terus berupaya menjadi pusat rujukan terdepan di Sumatera Barat dan sekitarnya. “Tidak hanya dari sisi fasilitas dan keahlian medis, tetapi juga dari sisi kepedulian sosial dan kemanusiaan dalam melayani masyarakat.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Rencanakan Buka Layanan Bedah Gigi dan Mulut

RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah strategis dengan merencanakan pembukaan layanan bedah gigi dan mulut. Inisiatif ini akan memperkuat layanan spesialistik rumah sakit, khususnya yang menyasar pasien non-JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Rencana ini dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi, pada Kamis (7/8).

Rapat tersebut dipimpin oleh Direktur Utama, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dan dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, manajemen rumah sakit dan Ketua Kelompok Staf Medis (KSM) Gigi dan Mulut, drg. Ditha Noviantika, Sp.BMM.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menegaskan pengembangan layanan bedah gigi dan mulut adalah bagian dari visi besar rumah sakit untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan spesialistik.

“Saya bersyukur RSUP Dr. M. Djamil terus bergerak maju dengan konsep dan visi yang lebih baik. Salah satunya melalui pengembangan layanan spesialis gigi dan mulut. Ini menjadi peluang yang harus kita ambil, termasuk untuk layanan non-JKN yang juga penting untuk branding dan keberlanjutan rumah sakit,” ucapnya.Dovy juga mengungkapkan potensi layanan ini sangat besar, mengingat belum banyak dikembangkan di wilayah Padang dan sekitarnya.

“Kita dorong Ketua Kelompok Staf Medis (KSM) Gigi dan Mulut, drg. Ditha Noviantika, Sp.BMM, untuk mengembangkan layanan ini sebagaimana pengalaman beliau di Bedah Mulut UI. RSUP Dr. M. Djamil akan menjadi pionir layanan ini di wilayah barat Indonesia,” tambahnya, menunjukkan komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk menjadi yang terdepan dalam inovasi layanan kesehatan.

Ketua KSM Gigi dan Mulut, drg. Ditha Noviantika, Sp.BMM, turut hadir untuk memaparkan potensi dan kebutuhan pengembangan layanan tersebut. Dalam presentasinya, drg. Ditha menekankan layanan bedah gigi dan mulut memiliki peluang besar di Sumatera Barat. Layanan ini belum banyak tersedia di wilayah tersebut, menjadikannya sebuah celah pasar yang strategis. Drg. Ditha juga menggarisbawahi pentingnya dukungan sarana prasarana dan sumber daya manusia (SDM) yang memadai agar layanan ini dapat berjalan optimal.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Laksanakan Pengukuran Kebugaran ASN Periode III

Upaya berkelanjutan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan produktivitas seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), RSUP Dr. M. Djamil Padang kembali melaksanakan kegiatan pengukuran kebugaran. Kegiatan yang merupakan periode ketiga di tahun ini berlangsung di Gedung Poli Vaksin dan diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan rumah sakit.

Pengukuran kebugaran ini tidak hanya sekadar tes fisik. Akan tetapi juga mencakup serangkaian pemeriksaan kesehatan yang komprehensif. Yakni cek gula darah, cek kolesterol, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan fisik dan  konsultasi obat.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen manajemen RSUP Dr. M. Djamil dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Manajemen meyakini bahwa tenaga kesehatan yang bugar dan sehat secara fisik maupun mental adalah kunci utama dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua usai pengukuran kebugaran, Kamis (7/8).

Untuk diketahui, Dirut RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua turut serta dalam seluruh rangkaian pengukuran kebugaran, dari pemeriksaan fisik hingga konsultasi. Keikutsertaan Dr. dr. Dovy Djanas ini menjadi teladan dan motivasi bagi seluruh pegawai untuk tidak menyepelekan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran diri.

“Kesehatan dan produktivitas ASN adalah prioritas kami. Dengan pegawai yang sehat, kami yakin RSUP Dr. M. Djamil dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan yang terbaik bagi pasien,” ujar Dovy Djanas.

Melalui program pengukuran kebugaran yang rutin ini, tuturnya, RSUP Dr. M. Djamil berharap dapat meningkatkan kesadaran seluruh ASN akan pentingnya gaya hidup sehat, seperti berolahraga teratur dan menjaga pola makan seimbang. “Hal ini tidak hanya berdampak positif pada kesehatan individu, tetapi juga pada kinerja rumah sakit secara keseluruhan, serta mewujudkan lingkungan kerja yang sehat dan produktif bagi seluruh pegawai,” tukasnya.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-356 Kota Padang

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-356 Kota Padang di Gedung DPRD Kota Padang, Aiapacah, Kamis (7/8). Kehadiran Dirut dalam peringatan hari jadi yang mengusung tema Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City ini menunjukkan komitmen RSUP Dr. M. Djamil sebagai institusi kesehatan rujukan utama di Sumatera Barat untuk terus bersinergi dan mendukung kemajuan Kota Padang, khususnya dalam bidang kesehatan.

Rapat paripurna istimewa itu dipimpin Ketua DPRD Padang Muharlion didampingi jajaran Wakil Ketua DPRD Padang. Turut dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, anggota DPD RI, anggota DPRD Padang, Forkopimda Kota Padang, Kepala OPD Pemko Padang, mantan wali kota dan wakil wali kota serta undangan lainnya.

Pada Peringatan Hari Jadi ke-356 Kota Padang dirayakan dengan pemberian penghargaan Pin Emas kepada 12 tokoh masyarakat yang dinilai berjasa dan berkontribusi signifikan dalam pembangunan kota. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Kota Padang atas dedikasi dan pengabdian mereka di berbagai bidang.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyatakan rasa bangga dan apresiasinya atas perkembangan Kota Padang. “Kami di RSUP Dr. M. Djamil merasa bangga menjadi bagian dari Kota Padang. Kami siap terus mendukung program-program pemerintah kota, khususnya dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Sinergi antara rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan dengan pemerintah daerah adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif,” jelasnya.

Ia juga menambahkan RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas medis agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Padang dan sekitarnya. “Kami terus berinovasi, mengembangkan teknologi medis, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia kami. Semua ini kami lakukan demi terwujudnya visi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan terkemuka yang berstandar internasional,” tegas Dovy.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menekankan peringatan hari jadi ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat dan instansi di Kota Padang untuk merefleksikan perjalanan panjang kota, serta menyatukan visi untuk masa depan yang lebih baik.

“Pada usia ke-356 ini, sudah banyak kemajuan yang dicapai Kota Padang. Pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta upaya pelestarian lingkungan terus dilakukan. Semua ini adalah hasil kerja keras kita bersama: pemerintah, swasta, dan seluruh elemen masyarakat,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Padang untuk terus bersatu, berkolaborasi, dan bergerak bersama demi mewujudkan Padang yang lebih maju, sejahtera, dan madani. “Mari kita jadikan momentum Hari Jadi ke-356 ini sebagai pemicu untuk bekerja lebih giat, berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Kota Padang,” ucap Mahyeldi.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan peringatan tahun ini terasa sangat istimewa dengan tema “Taste Padang Experience: Road to Gastronomy City.” Tema ini bukan sekadar slogan. Tema ini adalah komitmen kita untuk mengangkat kuliner Padang ke panggung dunia. “Kita tahu, masakan Padang adalah salah satu warisan budaya terbaik yang kita miliki. Rasanya yang kaya, bumbunya yang kuat, dan cara penyajiannya yang unik telah memikat banyak orang,” ucapnya.

Ia mengajak  seluruh masyarakat Padang, para pelaku UMKM, koki, dan pecinta kuliner, untuk bersama-sama mewujudkan visi ini. “Mari kita terus berinovasi, menjaga kualitas, dan menyebarkan kelezatan kuliner kita ke seluruh penjuru dunia. Dengan semangat Hari Jadi ke-356 ini, mari kita perkuat kolaborasi dan sinergi,” ajak Fadly Amran. (*)

Tonggak Kepemimpinan Baru, KSM Obgin FK Unand/RSUP Dr. M. Djamil Gelar Serah Terima Ketua Divisi

Kelompok Staf Medis (KSM) Obstetri dan Ginekologi (Obgin) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand)/RSUP Dr. M. Djamil menggelar serah terima jabatan ketua divisi fetomaternal dan ketua divisi obginsos di Ruang Rapat Direksi, Rabu (6/8). Jabatan Ketua Divisi Fetomaternal untuk periode 2025–2028 kini diemban oleh Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Sementara itu, Dr. dr. Aladin, Sp.OG, Subsp. Obginsos, MPH, FISQua dipercaya untuk memimpin Divisi Obstetri Ginekologi Sosial (Obginsos).

Berikut susunan kepemimpinan Divisi Fetomaternal. Yakni Ketua Divisi Fetomaternal Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua yang menggantikan ketua sebelumnya Prof. Dr. dr. Yusrawati, Sp.OG, KFM. Sedangkan Sekretaris Divisi Dr. dr. Roza Sriyanti, Sp.OG, KFM menggantikan sekretaris sebelumnya Dr. dr. Defrin, Sp.OG, KFM.

Divisi Obginsos dipimpin Dr. dr. Aladin, Sp.OG, Subsp. Obginsos, MPH, FISQua menggantikan ketua sebelumnya dr. Syahredi S.A, Sp.OG, Subsp.Obginsos. Sedangkan Sekretaris Divisi Dr. dr. Ferdinal Ferry, Sp.OG, Subsp.Obginsos.

“Kedua divisi ini sangat penting bagi perkembangan keilmuan obgin. Bukan hanya untuk departemen obgin, melainkan juga untuk masyarakat,” kata Ketua KSM Obgin, Dr. dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG, Subsp.Urogin.RE.

Turut hadir Ketua Koordinator Program Studi Obgin Dr. dr. Defrin, Sp.OG, KFM dan staf Obgin.

Ia menekankan sinergi antar-divisi adalah kunci untuk mencapai kemajuan yang signifikan. “Kepada Ketua Divisi Fetomaternal yang dipimpin Dr. Dovy untuk terus mempertahankan dan meningkatkan semua kegiatan yang sudah berjalan di Divisi Fetomaternal. Terutama yang berkaitan dengan penanganan kasus-kasus kehamilan berisiko tinggi,” sebutnya.

Sementara itu, untuk Divisi Obginsos, ia mendorong Dr. Aladin untuk terus berkembang dan berinovasi. “Ini mengingat peran krusial divisi ini dalam menjangkau masyarakat dan mengatasi masalah-masalah kesehatan reproduksi dari sudut pandang sosial,” tuturnya.

Dengan kepemimpinan baru ini, KSM Obgin FK Unand/RSUP Dr. M. Djamil berharap dapat semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat rujukan dan pendidikan terkemuka di Indonesia. “Sekaligus memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Bobby.

Menanggapi amanah yang diberikan, Dr. dr. Dovy Djanas menyampaikan rasa terima kasih dan kesadarannya akan tanggung jawab besar yang menantinya. “Tanggung jawab ini tidak mudah, butuh kolaborasi dan sinergisitas,” katanya.

Dr. Dovy menambahkan ia akan melanjutkan berbagai program yang telah berjalan dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak. “Ini guna memastikan divisi Fetomaternal terus memberikan kontribusi maksimal,” ucap Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil ini.

Sementara, Ketua Divisi Obginsos Dr. dr. Aladin, Sp.OG, Subsp. Obginsos, MPH, FISQua mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Divisi ini akan turut membantu pendidikan dan pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil. “Untuk peningkatan pendidikan, kami akan terus bersinergi dan berkolaborasi lintas sektor,” sebutnya.

Sedangkan untuk layanan, sebutnya, akan meningkatkan pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil yang berkaitan dengan obginsos dengan pendekatan holistik baik dalam maupun luar gedung. Terutama dalam pelayanan kontrasepsi. “Dimana klinik KB kita menjadi sentral di Sumatera Barat ini,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45