RSUP Dr. M. Djamil Gelar Rapat Pemaparan PMKP untuk Tingkatkan Mutu dan Keselamatan Pasien

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pada Rabu (6/8) bertempat di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, RSUP Dr. M. Djamil menggelar Rapat Pemaparan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) untuk triwulan II tahun ini. Rapat ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi capaian kinerja dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam upaya terus meningkatkan mutu layanan serta memastikan keselamatan pasien.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menekankan pentingnya budaya keselamatan pasien sebagai fondasi utama dalam setiap aspek pelayanan di rumah sakit. “Keselamatan pasien bukan sekadar prosedur, melainkan budaya yang harus melekat pada setiap individu di rumah sakit ini,” ujar Dr. Dovy Djanas.

Rapat yang dihadiri jajaran direksi dan manajemen ini menjadi ajang penting bagi setiap direktorat untuk memaparkan hasil kinerja dan tantangan yang dihadapi selama triwulan II. Baik Direktorat SDM, Pendidikan, dan Penelitian, Direktorat Layanan Operasional dan Direktorat Medik dan Keperawatan. Data-data yang dipaparkan ini menjadi tolok ukur penting dalam mengevaluasi efektivitas standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Ia menekankan keselamatan pasien adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar-tawar. “Tidak ada lagi tawar-menawar, keselamatan pasien adalah yang utama. Setiap tindakan, setiap prosedur, harus mengutamakan keselamatan pasien di atas segalanya,” tegasnya.

Dovy Djanas kembali menegaskan PMKP merupakan “jantung” dari sebuah rumah sakit. “Melalui evaluasi berkala seperti ini, RSUP Dr. M. Djamil dapat secara proaktif mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan, merumuskan solusi, dan memastikan bahwa setiap pasien yang datang mendapatkan pelayanan terbaik,” harapnya.

Dovy Djanas menambahkan peningkatan mutu dan keselamatan pasien bukan sekadar program, melainkan harus menjadi budaya kerja yang melekat pada setiap individu. “Budaya keselamatan ini harus kita tanamkan dari level pimpinan hingga staf terdepan,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil bakal Adakan Webinar Pelaksanaan SISRUTE

RSUP Dr. M. Djamil akan menyelenggarakan webinar pelaksanaan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) pada 20 Agustus 2025. Webinar ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem rujukan pasien, khususnya dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke rumah sakit rujukan.

Rencana ini terungkap dalam rapat koordinasi antara pihak RSUP Dr. M. Djamil dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di Ruang Rapat Direksi, Selasa (5/8). Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG, KFM, MARS, FISQua didampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS.

“SISRUTE ini sangat penting untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan efisien dan terkoordinasi dengan baik. Melalui sistem ini, data pasien bisa terintegrasi, sehingga proses rujukan menjadi lebih cepat dan akurat,” ujar Dovy Djanas.

Webinar ini akan diikuti oleh rumah sakit se-Kota Padang dan rumah sakit rujukan se-Sumatera Bagian Tengah dengan narasumber webinar berkompeten.

Ia mengatakan tujuan utama webinar ini adalah memberikan pemahaman yang komprehensif tentang cara penggunaan dan manfaat SISRUTE. “Dengan demikian, semua pihak terkait bisa mengimplementasikan sistem ini secara optimal,” harapnya.

Mewakili Dinas Kesehatan Sumbar dr. Ires Yossa mengatakan Dinkes Sumbar menyambut baik inisiatif ini. Sinergi antara RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama dan fasilitas kesehatan lainnya adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumbar.

“Kami mendukung webinar ini. Kami yakin, dengan pemahaman yang sama tentang SISRUTE, kita bisa meminimalisir kendala yang sering terjadi dalam proses rujukan pasien,” ucapnya.

Ia menuturkan dengan terlaksananya webinar ini, diharapkan sistem rujukan kesehatan di Sumatera Barat akan semakin terintegrasi. “Bahkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan mutu layanan kesehatan,” harapnya. (*)

Pastikan Kualitas Layanan, Jajaran Direksi RSUP Dr. M. Djamil Lakukan Telusur Rutin

Jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil kembali melaksanakan kegiatan telusur ke berbagai unit pelayanan, Selasa (5/8). Kegiatan telusur ini merupakan bagian dari komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berbenah dan meningkatkan standar pelayanan. Sekaligus bertujuan untuk memastikan kualitas pelayanan dan mengevaluasi standar operasional.

Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG., KFM., MARS., FISQua., memimpin langsung telusur yang didampingi Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan manajemen. Keduanya menelusuri Komite Etik dan Hukum, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Gedung Kebidanan dan Anak, serta Instalasi Radiologi.

Secara terpisah, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL(K), melakukan telusur ke Poliklinik Bedah dan Admisi 2. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan alur pendaftaran pasien berjalan lancar dan efisien, serta mengevaluasi kualitas layanan di Poliklinik Bedah.

Tidak ketinggalan, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes., juga turut serta dalam kegiatan ini dengan menelusuri area Poliklinik. Ia memantau bagaimana interaksi antara staf dan pasien, serta memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang memadai untuk mendukung operasional poliklinik.

“Telusur lapangan yang kami lakukan secara rutin ini adalah wujud komitmen kami dalam memastikan bahwa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat selalu berada pada standar terbaik. Dengan turun langsung ke lapangan, kami dapat melihat, mendengar, dan merasakan kondisi riil di setiap unit pelayanan,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia percaya, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya datang dari kebijakan di meja kerja. Akan tetapi juga dari pemahaman mendalam tentang tantangan yang dihadapi oleh staf dan pasien setiap hari. “Hasil dari telusur ini akan menjadi masukan berharga untuk perbaikan yang berkelanjutan. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan bermutu bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya,” harap Dovy.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Siap Jadi Lokasi Simulasi Nasional Penanggulangan Krisis Kesehatan

RSUP Dr. M. Djamil ditunjuk sebagai salah satu lokasi utama untuk simulasi nasional penanggulangan krisis kesehatan yang akan diselenggarakan pada September 2025 mendatang. Penunjukan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana dan krisis.

Hal tersebut terungkap saat Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Ketua Komite K3RS Katherina Welong, menerima kunjungan Tim Kerja Tanggap Darurat dan Klaster Kesehatan Budiman, S.K.M., M.Kes dan Tim Kerja Pengelolaan Sarana, Prasarana, dan Logistik Penanggulangan Krisis Kesehatan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Adhitya Raja Manggala, M.Psi, di Ruang Kerja Direktur Utama, Selasa (5/8).

“Pemilihan RSUP Dr. M. Djamil sebagai lokasi simulasi bukan tanpa alasan. Rumah sakit ini memiliki rekam jejak yang baik dan pengalaman dalam penanganan berbagai situasi darurat, terutama mengingat letak geografis Sumatera Barat yang rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Kesiapan infrastruktur, tenaga medis, serta koordinasi internal yang solid menjadi faktor penentu,” kata Budiman.

Simulasi nasional yang akan datang, tuturnya, direncanakan melibatkan berbagai skenario. Tujuannya adalah untuk menguji koordinasi antar-lembaga, mulai dari rumah sakit, dinas kesehatan daerah, hingga instansi terkait lainnya seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan TNI/Polri.

Dengan adanya simulasi ini, tuturnya, diharapkan RSUP Dr. M. Djamil dapat menjadi model percontohan bagi rumah sakit lain di Indonesia dalam hal kesiapsiagaan dan penanggulangan krisis kesehatan. “Kesiapan yang matang akan memastikan bahwa dalam situasi nyata, respons medis dapat diberikan dengan cepat, efektif, dan terkoordinasi, sehingga mampu meminimalkan korban dan kerugian,” harapnya.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM., MARS, FISQua, menegaskan dukungan penuhnya terhadap kegiatan ini. “Kami merasa terhormat dan siap menjalankan amanah ini. Simulasi nasional ini merupakan kesempatan berharga bagi kami untuk menguji dan meningkatkan kapasitas respons terhadap krisis kesehatan. Kami akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal, mulai dari sumber daya manusia hingga sarana dan prasarana. Latihan ini tidak hanya bermanfaat bagi RSUP Dr. M. Djamil, tetapi juga bagi seluruh jejaring kesehatan di Sumatera Barat,” tukasnya. (*)

Direktur SPP RSUP Dr. M. Djamil: ASI Adalah Fondasi Penting bagi Tumbuh Kembang Anak

Departemen/KSM Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand)/RSUP Dr. M. Djamil bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar menggelar acara SelebrASI Pekan Menyusui Sedunia 2025, Selasa (5/8). Kegiatan yang dilangsungkan di Ruang Konferen Departemen Ilmu Kesehatan Anak ini mengusung tema Prioritaskan Menyusui: Membangun Sistem Dukungan yang Berkelanjutan.

Untuk diketahui, beberapa rangkaian kegiatan SelebrASI Pekan Menyusui Sedunia 2025 ini meliputi Sumarak Serentak se-Sumbar (1-7 Agustus), Car Free Day melibatkan Dinas Kesehatan Sumbar, POGI Sumbar, IDI Sumbar dan DWP Kota Padang (3 Agustus), Health Talk Live IG (1-8 Agustus) dan Sumarak RSUP Dr. M. Djamil (4 Agustus).

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes., saat pembukaan kegiatan menegaskan kembali peran krusial Air Susu Ibu (ASI) bagi tumbuh kembang anak. “ASI bukan sekadar nutrisi, melainkan fondasi penting bagi kehidupan seorang anak, baik secara fisik maupun psikis. ASI menyediakan semua yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh sehat, sekaligus mempererat ikatan batin antara ibu dan anak,” ujar dr. Maliana.

Turut hadir Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp.A (K), Ketua IDAI Sumbar dr. Asrawati, M.Biomed, Sp.A (K), pengurus DWP RSUP Dr. M. Djamil dan undangan.

Ia menekankan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, dilanjutkan dengan pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun, merupakan investasi penting bagi masa depan generasi kita. “Secara fisik, ASI mengandung nutrisi lengkap dan antibodi yang krusial untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat,” sebutnya. Kandungan unik dalam ASI melindungi bayi dari berbagai penyakit dan infeksi, serta mendukung perkembangan organ vital. “Pemberian ASI terbukti dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti obesitas dan diabetes di kemudian hari,” ungkap dr. Maliana.

Sementara itu, secara psikis, sebutnya, proses menyusui menciptakan ikatan emosional (bonding) yang kuat antara ibu dan bayi. Sentuhan, tatapan mata, dan kehangatan yang dirasakan bayi saat menyusu berkontribusi besar pada perkembangan otak dan kestabilan emosionalnya. “Bayi yang mendapatkan ASI cenderung memiliki rasa aman dan nyaman, yang merupakan modal penting untuk menjadi individu yang cerdas, tangguh, dan berempati, ucapnya.

Maka dari itu, menurut dr. Maliana, kesuksesan menyusui bukanlah tanggung jawab ibu semata. “Ibu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak—suami, keluarga, tenaga kesehatan, hingga lingkungan kerja. Dengan membangun sistem dukungan yang kuat dan berkelanjutan, kita memastikan setiap ibu memiliki kesempatan terbaik untuk memberikan ASI eksklusif dan melanjutkan pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun atau lebih,” tambahnya.(*)

Cerita Muhammad Nur Melawan Gagal Ginjal, Menemukan Jawaban di RSUP Dr. M. Djamil

Muhammad Nur, seorang tokoh yang dikenal luas di Kepulauan Riau, memiliki perjalanan hidup yang luar biasa. Lahir dan besar di Kepulauan Riau, ia telah mengabdi di berbagai posisi penting. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kepulauan Riau, anggota DPRD Batam, dan deputi di Otorita Batam. Dedikasinya terhadap daerahnya juga terbukti dari perannya sebagai salah satu pejuang dalam pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.

Namun, di balik kesibukan dan pengabdiannya, ada tantangan besar yang harus ia hadapi. Karena gaya hidup yang tidak teratur dan pola makan yang sembarangan akibat padatnya jadwal kerja, pada tahun 2013 Muhammad Nur didiagnosis menderita gagal ginjal.

Saat dokter menyarankan untuk melakukan hemodialisa, Muhammad Nur merasa bingung. Berbekal pemikiran bahwa yang terbaik adalah yang terdekat dengan Kepulauan Riau. Ia pun mencari pengobatan di luar negeri, yaitu di Johor, Malaysia, atau Singapura. Akhirnya, ia memutuskan untuk berobat ke Mount Elizabeth Hospital, Singapura, dan menjalani transplantasi ginjal.

Namun, sepuluh tahun kemudian, kenyataan pahit kembali datang. Muhammad Nur kembali divonis harus menjalani hemodialisa. Kali ini, ia mencoba mencari pilihan lain. Berbekal koneksi dengan para dokter, ia bertanya kepada seorang kenalan tentang Dr. dr. Harnavi Harun, Sp.PD-KGH, FINASIM, seorang ahli ginjal yang bertugas di RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Setelah bertemu dan menceritakan kondisinya, Dr. dr. Harnavi langsung sigap. Tanpa menunggu lama, Muhammad Nur langsung bertemu dengan tim dokter Dr. dr. Harnavi untuk mendapatkan advokasi dan pelayanan yang baik.

Di sinilah titik balik dari pandangan Muhammad Nur terhadap pelayanan kesehatan di Indonesia. Ia mulai membandingkan pengalamannya di Singapura dengan pelayanan yang diterimanya di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Hasilnya, ia terkejut dan sangat puas.

Ia menyimpulkan pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya di RSUP Dr. M. Djamil, tidak kalah baik, bahkan jauh lebih baik dari segi pelayanan maupun peralatan. Saat menjalani prosedur di RSUP Dr. M. Djamil, Muhammad Nur hanya merasakan sedikit nyeri. Hal ini sangat berbeda dengan pengalamannya di Singapura yang menurutnya membuatnya sampai menangis kesakitan. Ia juga menyoroti profesionalisme dan keramahan para perawat yang melayani dengan tulus.

Pengalaman ini mengubah total pandangannya. Ia kini bertanya-tanya, “Kenapa orang jauh-jauh berobat ke Singapura atau Malaysia?” Baginya, apa yang dicarinya di luar negeri kini ia temukan di negaranya sendiri.

Sebagai bentuk apresiasinya, Muhammad Nur mengucapkan terima kasih secara pribadi kepada seluruh tim dokter, baik tim transplantasi ginjal maupun tim penunjang lainnya, serta para perawat yang ramah di RSUP Dr. M. Djamil. Kisahnya adalah cerminan dari keyakinan dan kebanggaan terhadap kemajuan pelayanan kesehatan di Indonesia.(***)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Pisah Sambut Anggota Dewan Pengawas

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan acara pisah sambut ex-officio anggota Dewan Pengawas (Dewas) berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan pada saat Rapat Dewan Pengawas di The Balcone Hotel, Bukittinggi, Sabtu (2/8). Acara ini menandai pergantian posisi Anggota Dewan Pengawas dari Syukriah HG, yang sebelumnya menjabat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kakanwil Ditjen Perbendaharaan) Provinsi Sumbar, kepada Mohammad Dody Fachruddin, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumbar yang baru.

Diketahui, pergantian tersebut disesuaikan rolling jabatan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumatera Barat. Pasalnya, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumbar juga selaku Ex-Officio Anggota Dewan Pengawas RSUP Dr. M. Djamil.

Pisah sambut tersebut ditandai dengan penyerahan cenderamata oleh Ketua Dewas RSUP Dr. M. Djamil drg. Arianti Anaya, MKM. Dan penyerahan plakat oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut disaksikan jajaran anggota dewan pengawas dan jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu Syukriah HG atas pengabdian dan arahan beliau selama ini. Banyak sekali masukan dan ide-ide brilian yang telah diberikan untuk kemajuan RSUP Dr. M. Djamil,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya.

Ia mengatakan semoga pengalaman Mohammad Dody Fachruddin yang adalah mantan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung akan semakin memperkuat RSUP Dr. M. Djamil. “Tentunya berkaitan pelayanan kesehatan, perencanaan dan pengelolaan keuangan, sumber daya manusia, maupun pengembangan rumah sakit,” ucapnya.

Ia mengatakan peran Dewan Pengawas sangat krusial dalam memastikan tata kelola rumah sakit berjalan optimal dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Dengan kerja sama yang solid antara manajemen rumah sakit dengan dewan pengawas diharapkan RSUP Dr. M. Djamil terus berkembang dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat,” tutur Dovy.

Sementara itu, drg. Arianti Anaya, MKM, selaku Ketua Dewan Pengawas, turut menyampaikan rasa terima kasih dan pujian atas kinerja Syukriah HG. “Ibu Syukriah telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam menjalankan tugasnya. Kontribusi beliau sangat berarti dalam mengawasi dan memberikan arahan strategis demi tercapainya visi dan misi rumah sakit,” kata drg. Arianti Anaya.

Kepada Mohammad Dody Fachrudin, drg. Ariyanti, berharap agar kolaborasi yang terjalin semakin kuat. “Ini demi mewujudkan visi dan misi RSUP Dr. M. Djamil dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” sebutnya.

Dalam sambutannya yang haru, Syukriah HG menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja sama dan dukungan yang telah diberikan oleh seluruh jajaran RSUP Dr. M. Djamil selama masa jabatannya. “Saya merasa terhormat bisa menjadi bagian dari keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil. Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan di sini. Semoga RSUP Dr. M. Djamil terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkap Syukriah.(*)

RSUP Dr. M. Djamil dan Ombudsman Perwakilan Sumbar Tandatangani Kesepakatan Bersama

Bimbingan Teknis (Bimtek) Internal Public Complain Handling yang diadakan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil, resmi berakhir, Kamis(31/7). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut berhasil menelurkan kesepakatan bersama antara RSUP Dr. M. Djamil dengan Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat tentang Public Complain Handling.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dan Kepala Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat Adel Wahidi. Disaksikan Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Bimtek ini. “Penandatanganan kesepakatan ini adalah tonggak penting bagi kami dalam mewujudkan pelayanan prima. Kami berkomitmen untuk selalu mendengarkan dan menindaklanjuti setiap masukan serta pengaduan dari masyarakat atau pasien dengan cepat, tepat, dan transparan,” ujar Dovy.

Ia juga menekankan kerja sama dengan Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat akan memperkuat sistem pengawasan internal dan eksternal. “Sehingga kualitas pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil dapat terus ditingkatkan,” harapnya.

Diharapkan seluruh jajaran RSUP Dr. M. Djamil, tuturnya, memiliki pemahaman yang komprehensif serta standar operasional yang jelas dalam menangani setiap bentuk pengaduan publik. “Ini merupakan langkah progresif RSUP Dr. M. Djamil dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pasien serta masyarakat,” tegas Dovy.

Senada dengan Dirut, Kepala Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat, Adel Wahidi, menyambut baik inisiatif RSUP Dr. M. Djamil. “Kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, khususnya dalam hal pelayanan publik. Kami berharap kesepakatan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar diimplementasikan dengan baik demi kepuasan masyarakat,” kata Adel Wahidi.

Ia menambahkan Ombudsman siap memberikan pendampingan dan masukan agar penanganan pengaduan di RSUP Dr. M. Djamil dapat berjalan sesuai standar yang diharapkan. “Ombudsman berkomitmen untuk mendukung upaya setiap instansi publik dalam meningkatkan kualitas pelayanan, dan salah satunya adalah melalui pengelolaan pengaduan yang transparan dan akuntabel,” ucapnya.

Untuk diketahui, bimtek yang diselenggarakan selama dua hari ini merupakan upaya serius RSUP Dr. M. Djamil dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam merespons dan menangani pengaduan dari masyarakat atau pasien. Selama kegiatan, peserta terdiri dari manajemen dan civitas hospitalia dibekali berbagai materi dan praktik.

Materi tersebut berupa penyelenggaraan pelayanan publik dan malaadministrasi, pengelolaan pengaduan pelayanan publik, administrasi pengelolaan pelayanan publik dan menyusun standar dan evaluasi pengaduan pelayanan publik. Pada kesempatan itu juga diberikan hadiah kepada peserta terbaik dan kelompok terbaik. (*)

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Rapat Evaluasi Semester I Tahun 2025 RS Unand

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil yang juga anggota Dewan Pengawas RS Universitas Andalas (Unand) Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menghadiri rapat evaluasi kinerja semester I tahun 2025, Kamis (31/7). Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Utama RS Unand ini menjadi kegiatan penting untuk menyoroti capaian dan tantangan, khususnya dalam konteks reformasi layanan kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Dovy Djanas mengatakan sinergi antar bagian dan penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik adalah kunci untuk mencapai efisiensi dan efektivitas pelayanan, serta mendukung keberhasilan program reformasi kesehatan yang sedang digalakkan pemerintah.

“Reformasi layanan kesehatan menuntut kita untuk bekerja lebih cerdas, lebih terintegrasi, dan dengan tata kelola yang transparan serta akuntabel,” ujar Dovy Djanas.

Ia mengatakan kolaborasi antar unit, mulai dari pelayanan klinis, penunjang, hingga administrasi, harus diperkuat. “Demikian pula dengan tata kelola yang baik, ini adalah fondasi untuk memastikan setiap sumber daya digunakan secara optimal demi kepentingan pasien,” ungkapnya.

Untuk diketahui, rapat itu dipimpin oleh Ketua Dewan Pengawas, Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA. Selain Dovy Djanas, turut hadir juga anggota Dewas RS Unand Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-KL(K), FACS, FFTEd dan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Lila Yanwar, MARS, mengikuti rapat secara daring melalui platform Zoom Meeting. Serta dihadiri juga Direktur Utama RS Unand, Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp. VE (K) didamping jajaran direksi lainnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil, RSAB Harapan Kita Jakarta, dan PDRPI FK Unand Jajaki Kolaborasi Riset Prenatal Diagnostik

RSUP Dr. M. Djamil bersama RSAB Harapan Kita Jakarta dan Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi (PDRPI) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) menggelar pertemuan virtual, Kamis (31/7). Pertemuan ini membahas tentang penjajakan peluang pengembangan riset kolaboratif dalam bidang pemeriksaan prenatal diagnostik di bidang Obstetri dan Ginekologi.

“Kami menyadari bahwa pemeriksaan prenatal diagnostik berbasis molekuler memiliki peran yang penting dalam mendukung deteksi dini terhadap berbagai kondisi yang berisiko pada ibu dan anak. Teknologi ini memungkinkan kita untuk melakukan diagnosis yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih tepat sasaran, yang tentunya akan meningkatkan kualitas hidup bagi ibu dan bayi yang terlahir,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Pertemuan ini dihadiri Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil dr. Maliana, M.Kes, Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi Dr. dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG (K), Subsp.Urogin.RE dan staf Obgin, Kepala PDRPI FK Unand Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, Direktur Utama RSAB Harapan Kita Jakarta dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes dan manajemen.

Ia mengatakan pentingnya pengembangan riset dalam bidang ini tidak hanya akan memperbaiki kualitas layanan, tetapi juga memberikan dampak besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. “Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memfasilitasi kemajuan riset dan teknologi yang berkelanjutan, yang pada akhirnya dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Indonesia,” harapnya.

Sebagai rumah sakit pendidikan yang juga memiliki komitmen terhadap pengembangan ilmu kedokteran, sebutnya, pihaknya kami berharap bahwa riset ini tidak hanya menjadi langkah maju bagi RSUP Dr. M. Djamil, tetapi juga bagi seluruh pihak yang terlibat. “Kami yakin bahwa dengan kolaborasi yang solid, kita dapat mencapai hasil yang optimal dan memberikan kontribusi positif bagi dunia medis, khususnya di bidang obstetri dan ginekologi,” ucap Dovy.

Ia mengatakan kita memiliki potensi besar di dalam negeri untuk mengembangkan metode pemeriksaan prenatal diagnostik yang inovatif dan terjangkau. “Kolaborasi riset ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan kemandirian kita dalam bidang teknologi kesehatan, sekaligus memastikan bahwa inovasi ini relevan dengan kebutuhan dan karakteristik populasi kita,” tambahnya.

Jika kolaborasi riset ini berjalan lancar dan berhasil menelurkan inovasi buatan anak bangsa, tegasnya dampaknya terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia akan sangat signifikan. “Pasien di RSUP Dr. M. Djamil, serta rumah sakit rujukan lainnya, akan memiliki akses terhadap pemeriksaan prenatal diagnostik yang lebih canggih, akurat, dan mungkin lebih terjangkau karena diproduksi di dalam negeri,” harap Dovy.

PDRPI FK Unand, dengan rekam jejaknya dalam riset dan diagnostik penyakit infeksi, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam aspek riset dasar dan pengembangan metodologi. “Sementara itu, RSUP Dr. M. Djamil dan RSAB Harapan Kita, sebagai rumah sakit rujukan nasional, akan menjadi garda terdepan dalam implementasi klinis dan validasi hasil riset,” tegasnya.

Direktur Utama RSAB Harapan Kita Jakarta dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes menyatakan keyakinannya bahwa pengembangan prenatal diagnostik yang digagas dan dikembangkan oleh anak bangsa ini akan memiliki dampak signifikan. “Saya yakin karena dikembangkan oleh anak bangsa, pasti harganya akan jauh lebih terjangkau (affordable),” ujarnya.

dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas menekankan kolaborasi ini bukan hanya RSAB Harapan Kita Jakarta, RSUP Dr. M. Djamil, dengan PDRPI FK Unand saja. “Akan tetapi membawa nama negara Indonesia supaya kita bisa dipandang oleh negara-negara lain,” tegas dr. Ockti. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45