KSM Ilmu Kesehatan Anak Bakal Hadirkan Inovasi Model Sekolah di Rumah Sakit

Sebuah terobosan penting dalam dunia kesehatan dan pendidikan akan segera terwujud di Sumatera Barat. Kelompok Staf Medis (KSM) Ilmu Kesehatan Anak (IKA) RSUP Dr. M. Djamil/Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) akan menelurkan sebuah inovasi bernama “Model Sekolah di Rumah Sakit”. Inovasi ini digagas untuk mengatasi permasalahan krusial yang kerap dihadapi anak-anak dengan penyakit kronis yang menjalani perawatan panjang di rumah sakit mengalami kehilangan akses terhadap pendidikan.

“Kami atas nama jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil mengapresiasi dan mendukung penuh rencana KSM Ilmu Kesehatan Anak untuk menelurkan Model Sekolah di Rumah Sakit ini. Ini adalah langkah maju yang luar biasa,” kata Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes saat pemaparan Model Sekolah di Rumah Sakit di Ruang Rapat Direksi, Kamis (31/7).

Turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp.A (K), Ketua Tim Inovasi dr. Asrawati, M.Biomed, Sp.A (K), FISQua dan manajemen.

Maliana menyampaikan dukungannya yang kuat terhadap inisiatif ini. “Anak-anak yang sedang sakit, terutama mereka yang harus menjalani perawatan jangka panjang, seringkali kehilangan kesempatan untuk belajar. Dengan adanya sekolah di lingkungan rumah sakit, kita memastikan hak pendidikan mereka tetap terpenuhi,” ujar Maliana.

Ditambahkan Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, inovasi ini sejalan dengan visi rumah sakit untuk memberikan pelayanan holistik yang tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik. Tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak secara keseluruhan.

“Keberadaan Model Sekolah di Rumah Sakit ini akan melengkapi dan memperkaya layanan kami. Ini bukan hanya tentang pengobatan fisik, tetapi juga tentang kesejahteraan mental dan intelektual pasien anak. Kami akan memastikan segala fasilitas dan dukungan operasional yang dibutuhkan tersedia untuk kelancaran inovasi ini,” jelas Ade.

Ia berharap model ini dapat menjadi percontohan yang menginspirasi rumah sakit lain di Indonesia untuk mengintegrasikan pendidikan ke dalam pelayanan kesehatan anak. “Sehingga tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena sakit,” tuturnya.

Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp.A (K) menjelaskan gagasan Model Sekolah Rumah Sakit ini lahir dari kepedulian KSM Ilmu Kesehatan Anak terhadap dampak pendidikan pada anak-anak yang dirawat. Anak-anak yang absen dari sekolah dalam waktu lama cenderung mengalami ketertinggalan pelajaran, isolasi sosial, dan bahkan penurunan motivasi. “KSM Ilmu Kesehatan Anak melihat celah ini sebagai kesempatan untuk mengintegrasikan pendidikan ke dalam proses penyembuhan,” sebutnya.

Ketua Tim Inovasi dr. Asrawati, M.Biomed, Sp.A (K), FISQua menjelaskan inovasi Model Sekolah di Rumah Sakit ini fleksibel dan tergantung dengan kondisi anak. Durasi persesinya lebih kurang1,5 jam. Dimana pertemuan 1 literasi dan kreativitas. Pembuka 10 menit berupa ice breaking sederhana (tepuk semangat, perkenalan singkat). “Kemudian juga ada kelas cerita selama 30 menit. Bagi anak SD, membacakan buku cerita (dongeng atau novel ringan). Untuk SMP bisa diskusi cerita inspiratif,” ucapnya.

Bagi anak yang bisa menulis, tuturnya, diajak membuat ringkasan atau gambar tokoh inspiratif. “Selain itu, aktivitas kreatif selama 40 menit berupa mewarnai, membuat kartu ucapan, atau kolase kertas warna,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan RS Ananda Bekasi

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari manajemen Rumah Sakit Ananda Bekasi di Ruang Rapat Direksi, Rabu (30/7). Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, berbagi pengalaman, serta menggali berbagai inovasi dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di kedua belah pihak.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyambut rombongan dari RS Ananda Bekasi yang dipimpin Direktur Utama RS Ananda Group dr  M. Reza Kurnia Akbar Ali. Turut juga dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Kemudian Direktur Development Bisnis/Pemilik PT. Fadjrie Cipta Mandiri Eric Saputra, Direktur Operasional PT. Fadjrie Cipta Mandiri Syaifulloh dan Direktur Operasional PT Crown Teknologi Indonesia (CTI) Dr. dr. Syafruddin Alun, MARS.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menyatakan apresiasinya atas kunjungan tersebut. “Kunjungan ini adalah ajang silaturahmi yang sangat baik. Kami percaya, dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan, kita semua dapat terus belajar dan berinovasi demi memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ujar Dovy Djanas.

Ia menambahkan setiap rumah sakit memiliki keunikan dan keunggulan masing-masing yang dapat menjadi inspirasi bagi yang lain. “Oleh karena itu pentingnya kolaborasi antar fasilitas kesehatan di Indonesia,” sebutnya.

Diskusi interaktif juga mewarnai pertemuan ini, dengan fokus pada praktik-praktik terbaik (best practices) dalam manajemen rumah sakit, peningkatan efisiensi operasional, serta strategi untuk menghadapi tantangan di sektor kesehatan.

Direktur Utama RS Ananda Group dr  M. Reza Kurnia Akbar Ali menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan dan kesempatan berharga untuk belajar dari RSUP Dr. M. Djamil. “Kami berharap RSUP Dr. M. Djamil terus berinovasi sehingga dapat meningkatkan mutu layanan. Dengan harapan masyarakat Sumbar mendapatkan pelayanan yanb lebih baik lagi,” harapnya.

Ia mengatakan dari kunjungan ini, pihaknya banyak belajar dari tata kelola RSUP Dr. M. Djamil dengan visi yang terus disempurnakan dan pola bisnis yang difokuskan sehingga terus bisa berkembang dari waktu ke waktu. “Termasuk memunculkan layanan baru untuk kesehatan masyarakat Kota Padang,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil dan Apkesmi Sumbar Jajaki Kolaborasi

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari pengurus Akselerasi Puskesmas Indonesia (Apkesmi) Sumatera Barat di Ruang Rapat Direksi, Rabu (30/7). Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi, berbagi pengetahuan, dan menjajaki potensi kolaborasi strategis dalam upaya memperkuat ketahanan nasional di sektor layanan kesehatan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyambut rombongan DPW  Apkesmi Sumbar yang dipimpin Ketua DPW Apkesmi Sumbar dr. Mela Aryati, M.Kes dan Dewan Pembina dr. Winanda, MARS. Turut juga dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman. Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Dovy Djanas menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Apkesmi Sumbar. Ia menekankan pentingnya sinergi antara rumah sakit rujukan dengan fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas. “Kami gembira menerima kunjungan Apkesmi Sumbar. Kolaborasi antara RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Sumatera Barat dengan puskesmas-puskesmas di garda terdepan layanan kesehatan sangat krusial. Dengan bergandengan tangan, kita bisa membangun sistem layanan kesehatan yang lebih kokoh dan responsif, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan nasional kita, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan,” kata Dirut RSUP Dr. M. Djamil.

Di samping itu, sebutnya, kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan program-program inovatif yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui edukasi kesehatan yang lebih baik. “Dengan semangat kebersamaan, kami berkomitmen untuk terus berupaya mewujudkan masyarakat Sumatera Barat yang lebih sehat dan sejahtera,” harapnya.

Dovy Djanas juga menyoroti berbagai program dan inovasi yang telah dilakukan RSUP Dr. M. Djamil untuk meningkatkan kualitas layanan dan aksesibilitas bagi masyarakat.  “Kami berharap, kunjungan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang konkret dan berkelanjutan antara kedua belah pihak,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPW Apkesmi Sumatera Barat, dr. Mela Aryati, M.Kes, mengungkapkan kekagumannya terhadap inovasi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil. Secara khusus, dr. Mela menyampaikan apresiasinya terhadap konten-konten informatif yang disajikan Sidjalin melalui kanal media sosial  RSUP Dr. M. Djamil.

“Kami mengapresiasi konten Sidjalin di kanal media sosial RSUP Dr. M. Djamil. Konten-konten tersebut tidak hanya informatif, tetapi juga menginspirasi dan menonjolkan sisi lain dari RSUP Dr. M. Djamil yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat,” kata Kepala Puskesmas Pauh ini.

Melihat berbagai pencapaian dan terobosan yang telah dilakukan RSUP Dr. M. Djamil, pihaknya sangat ingin belajar lebih banyak. “Harapan kami, kunjungan ini dapat membuka pintu bagi kesempatan belajar dan berbagi pengalaman dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di puskesmas-puskesmas kami,” harapnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Luncurkan Berbagai Inovasi dan Penandatanganan Kontrak Penelitian

RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan komitmennya dalam memajukan riset dan inovasi di bidang kesehatan dengan meluncurkan sejumlah inovasi serta melakukan penandatanganan kontrak penelitian. Kegiatan ini menandai babak baru bagi rumah sakit dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan menjadi garda terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Inovasi yang diluncurkan tersebut yakni Katapel SD (Aplikasi Pencatatan dan Pemeliharaan Alat dan Sumber Daya), Aplikasi Rumah Sahabat. Kemudian Inovasi Simike (Penerapan Sistem Informasi Komite Keperawatan), Aplikasi Djamil Place To Go, dan Djamil Data Health.

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim peneliti yang selama ini telah mendukung kegiatan penelitian di RSUP Dr. M. Djamil. Dedikasi dan kerja keras tim peneliti sangat berarti dalam mencapai titik ini,” ucap dr. Maliana.

Turut hadir tim peneliti, inovator dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil. Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kontrak penelitian oleh tim peneliti dan disaksikan Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes.

Ia menekankan penelitian-penelitian yang dilakukan tidak hanya berhenti pada ranah akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap pengembangan layanan kesehatan di rumah sakit. “Kami percaya bahwa setiap penelitian yang kita lakukan akan berdampak signifikan pada pengembangan layanan yang lebih baik bagi pasien dan masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi motivator bagi tim peneliti lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi,” harapnya.

Selain apresiasi terhadap penelitian, dr. Maliana juga menyampaikan rasa terima kasih atas inovasi-inovasi yang telah diluncurkan pada kesempatan ini. Inovasi-inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan solusi efektif terhadap berbagai tantangan dalam pelayanan kesehatan. “Inovasi yang diluncurkan hari ini adalah bukti nyata dari semangat kebersamaan dan keinginan untuk terus maju,” kata dr. Maliana.

Ia berharap inovasi-inovasi ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat terus dikembangkan dan bahkan menjadi role model bagi rumah sakit lainnya di Indonesia. “Kita ingin RSUP Dr. M. Djamil menjadi pelopor dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mutakhir dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Bersama Ombudsman RI Adakan Bimbingan Teknis Penanganan Pengaduan Publik Internal

RSUP Dr. M. Djamil bersama Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Internal Public Complain Handling di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (30/7). Kegiatan yang diadakan hingga Kamis (31/7) ini sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat sistem pengelolaan pengaduan masyarakat di lingkungan rumah sakit.

“Di era keterbukaan informasi seperti saat ini, pengaduan masyarakat adalah cerminan dari ekspektasi dan kepuasan publik terhadap layanan kami. Oleh karena itu, kemampuan kita dalam merespons dan menyelesaikan setiap pengaduan dengan baik akan sangat menentukan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap RSUP Dr. M. Djamil,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut dihadiri jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumbar Adel Wahidi, Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Meilisa Fitri Harahap, Kepala Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan Retya Elsivia, Asisten Pemeriksa Rendra Catur Putra. Bimbingan teknis ini diikuti manajemen dan civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil.

Ia mengatakan pihaknya menyadari, sebesar apa pun upaya yang telah dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik, tetap ada kemungkinan terjadinya maladministrasi. “Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk memahami apa itu maladministrasi, bagaimana pencegahannya, dan yang paling penting—bagaimana menanganinya dengan etika dan profesionalisme tinggi,” tutur Dovy Djanas.

Bimtek ini, tuturnya, dirancang untuk membekali seluruh elemen rumah sakit, khususnya mereka yang berada di garda terdepan pelayanan, dengan pemahaman tentang prosedur, etika, dan strategi penanganan pengaduan. Materi yang disampaikan meliputi penyelenggaraan pelayanan publik yang berorientasi pada hak masyarakat, mekanisme penerimaan dan verifikasi laporan.

“Kemudian pemeriksaan dan penanganan laporan masyarakat, serta upaya pencegahan maladministrasi adalah bagian yang penting dalam sistem manajemen mutu pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil,” ungkapnya.

Dovy berharap melalui Bimtek ini, pihaknya ingin memastikan bahwa setiap staf memiliki standar yang sama dalam menangani pengaduan, dari mulai penerimaan hingga penyelesaian, sehingga masyarakat merasa didengarkan dan masalahnya ditindaklanjuti dengan serius.

“Dengan adanya sistem penanganan pengaduan yang solid, diharapkan dapat meminimalisir potensi konflik, mempercepat penyelesaian masalah, serta membangun hubungan yang lebih harmonis antara rumah sakit dan masyarakat,” harap Dovy.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumatera Barat Adel Wahidi mengapresiasi inisiatif RSUP Dr. M. Djamil. “Partisipasi aktif rumah sakit dalam membangun sistem pengaduan internal yang kuat adalah langkah maju. Ombudsman RI berkomitmen untuk mendukung upaya setiap instansi publik dalam meningkatkan kualitas pelayanan, dan salah satunya adalah melalui pengelolaan pengaduan yang transparan dan akuntabel,” ucapnya.

Menurut Adel, penanganan pengaduan yang baik bukan hanya memenuhi hak masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. “Oleh karena itu pentingnya respons cepat, empati, dan tindak lanjut konkret terhadap setiap keluhan,” tegas Adel.(*)

Demi Layanan Terbaik, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Blusukan ke Ruang Rawatan

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua melakukan penelusuran ke ruang rawatan di rumah sakit, Rabu (30/7). Kunjungan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi optimal dan dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

“Penelusuran rutin ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil. Kami ingin memastikan setiap sudut rumah sakit, mulai dari ruang rawatan khusus seperti Unit Transplantasi Ginjal, area yang membutuhkan perhatian lebih seperti di Ambun Pagi, hingga ruang Picu Gedung Anak dan Kebidanan, serta ruang rawatan Atrium IPJT, semuanya berfungsi optimal,” kata Dirut RSUP Dr. M. Djamil ini.

Ia berharap mudah-mudahan dengan upaya ini, rumah sakit ini dapat terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya. “Bahkan menjadi rumah sakit rujukan yang dapat diandalkan dalam segala kondisi,” harap Dovy.

Penelusuran diawali mengunjungi ruang rawatan di Ambun Pagi. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat dan peningkatan kualitas di area ini untuk memastikan setiap pasien menerima penanganan yang optimal dan sesuai standar. Kemudian, ia juga  meninjau ruang rawatan Unit Transplantasi Ginjal. Unit ini menjadi salah satu keunggulan RSUP Dr. M. Djamil karena menawarkan harapan baru bagi pasien dengan gagal ginjal kronis.

Tak berhenti di situ, rombongan Dirut kemudian bergerak ke ruang rawatan Picu Gedung Anak dan Kebidanan dan berakhir di ruang rawat Atrium Instalasi Pusat Jantung Terpadu (IPJT). “Penelusuran ini menegaskan komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam menjaga standar mutu pelayanan dan terus berbenah demi kenyamanan serta kesembuhan pasien,” tegasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Adakan Pelatihan Penatalaksanaan Perioperatif Pasien di Kamar Bedah Bagi Perawat

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kali ini, RSUP Dr. M. Djamil menyelenggarakan Pelatihan Penatalaksanaan Perioperatif Pasien di Kamar Bedah bagi Perawat di lantai II Gedung Diklat, Selasa (29/7). Pelatihan yang berlangsung selama 11 hari ini dirancang untuk mengoptimalkan kompetensi dan profesionalisme perawat, khususnya mereka yang bertugas di kamar bedah.

Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes., menyatakan pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa perawat memiliki pengetahuan dan keterampilan terkini dalam memberikan asuhan perioperatif yang komprehensif. “Pelatihan ini akan menambah kompetensi dan profesionalisme dari RSUP Dr. M. Djamil, khususnya perawat kamar bedah. Hal ini memang sudah optimal kami lakukan untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi pasien,” ujar dr. Maliana.

Turut hadir Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, Asisten Manajer Pelatihan Ns. Rihaliza, S.Kep, M.Kep dan peserta pelatihan terdiri dari perawat yang berhubungan langsung di ruangan kamar bedah dengan jumlah peserta 25 orang.

Dengan adanya pelatihan ini, tuturnya, diharapkan perawat kamar bedah RSUP Dr. M. Djamil akan semakin terampil dan percaya diri dalam menjalankan tugasnya. Peningkatan kompetensi ini secara langsung akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan, mengurangi risiko komplikasi, dan mempercepat proses pemulihan pasien.

“RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia guna mempertahankan posisinya sebagai salah satu rumah sakit rujukan terkemuka di Sumatera Barat,” tekad dr. Maliana.

Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep mengatakan tugas dan tanggung jawab perawat kamar bedah bukan hal yang ringan untuk dipikul. Perawat kamar bedah bertanggung jawab menyediakan fasilitas sebelum pembedahan dan mengelola paket alat pembedahan selama tindakan pembedahan berlangsung, administrasi dan dokumentasi semua aktivitas/tindakan keperawatan selama pembedahan dan kelengkapan dokumen medik.

Antara lain kelengkapan status pasien, laporan pembedahan, laporan anastesi, pengisian formulir patologi, check-list patient safety di kamar bedah, mengatasi kecemasan dari pasien yang akan di operasi. Kemudianpersiapan alat, mengatur dan menyediakan keperluan selama jalannya pembedahan baik menjadi scrub nurse ataupun sirkuler nurse, dan asuhan keperawatan setelah pembedahan di ruang pulih sadar (recovery room).

“Diharapkan dengan diselenggarakannya pelatihan ini dapat menjadikan stimulan bagi perawat yang sudah bekerja untuk dapat meningkatkan kompetensinya dan bagi perawat yang belum bekerja dapat menjadi modal dalam melaksanakan tugas ditempat bekerja serta mendapatkan peluang kerja seluas-luasnya,” harapnya.

Bagi rumah sakit yang pada saat ini sangat membutuhkan tenaga perawat terampil dan siap kerja di kamar bedah, akan mendapatkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan tenaga sesuai dengan tuntutan masyarakat. “Yaitu pelayanan keperawatan kamar bedah yang bermutu dan profesional,” ucap Venny. 

Agar pelatihan tersebut di atas dapat dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan maka disusunlah kurikulum Pelatihan Penatalaksanaan Perioperatif Pasien di Kamar Bedah bagi Perawat yang menjadi acuan dalam  penyelenggaraan proses pembelajaran. “Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu melakukan penatalaksanaan keperawatan perioperatif di kamar bedah sesuai standar,” tukas Venny. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Workshop Optimalisasi Klaim JKN

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan Workshop Optimalisasi Klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (29/7). Workshop yang dibuka oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG, KFM, MARS, FISQua ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para staf dalam pengelolaan klaim JKN guna mendukung kestabilan operasional rumah sakit.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menekankan pentingnya pengelolaan klaim JKN yang tepat dan akurat. “Optimalisasi klaim JKN bukan hanya sekadar urusan administrasi, tetapi merupakan tulang punggung finansial yang menopang keberlangsungan layanan rumah sakit,” kata Dovy.

Turut dihadiri Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, dan manajemen. Workshop ini diikuti oleh staf rekam medis, petugas verifikator klaim, bagian keuangan, serta dokter dan perawat.

Materi yang disampaikan dalam workshop ini mencakup tata cara pengisian resume medis yang benar, peran resume medis dalam pengkodingan, serta sistem pengklaiman JKN dan ketentuan BPJS Kesehatan dalam pengklaiman.

Ia menambahkan klaim yang akurat dan sesuai prosedur akan memastikan bahwa rumah sakit menerima penggantian biaya pelayanan secara penuh dan tepat waktu dari BPJS Kesehatan. “Pada akhirnya akan berdampak positif pada ketersediaan fasilitas, obat-obatan, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien,” ucapnya.

Pengelolaan klaim yang tepat, akurat, dan efisien, sebutnya  juga akan mendukung kestabilan operasional rumah sakit, memastikan layanan medis berjalan lancar, serta mencegah terjadinya fraud, underclaim, atau bahkan overclaim yang berpotensi merugikan berbagai pihak.

“Oleh karena itu, kami memandang penting untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman seluruh elemen rumah sakit terhadap mekanisme klaim JKN. Termasuk peran aktif tenaga medis, administratif, serta pimpinan unit dalam memastikan dokumentasi, verifikasi, dan pelaporan klaim berjalan sesuai ketentuan,” ungkap Dovy.(*)

RSUP Dr. M. Djamil dan RSIA Bunda Jakarta Jajaki Kerja Sama Strategis untuk Pendidikan Dokter Spesialis Obgyn

RSUP Dr. M. Djamil melakukan audiensi virtual dengan RSIA Bunda Jakarta pada Senin (28/7). Pertemuan ini fokus pada penjajakan kerja sama strategis, di mana RSUP Dr. M. Djamil diharapkan dapat menjadi rumah sakit jejaring bagi RSIA Bunda Jakarta. Penjajakan kemitraan ini merupakan sebuah langkah dalam persiapan RSIA Bunda Jakarta menjadi Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU) dalam Program Pendidikan Kedokteran Spesialis Obstetri dan Ginekologi berbasis rumah sakit atau hospital based.

“Kami menyambut baik inisiatif ini. Penjajakan kerja sama ini akan membuka akses peningkatan sumber daya manusia, khususnya dalam pengembangan tenaga medis spesialis di bidang Obstetri dan Ginekologi,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua yang hadir secara virtual.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan manajemen. Pertemuan secara virtual ini dipusatkan di Ruang Rapat Direksi. Dan juga dihadiri manajemen RSIA Bunda Jakarta.

Sebagai salah satu rumah sakit rujukan wilayah Sumatera Bagian Tengah dengan fasilitas lengkap dan pengalaman dalam pelayanan kesehatan serta pendidikan, RSUP Dr. M. Djamil memiliki potensi besar untuk mendukung program RSPPU RSIA Bunda Jakarta. “Keterlibatan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit jejaring akan memungkinkan para peserta program pendidikan spesialis Obstetri dan Ginekologi dari RSIA Bunda Jakarta untuk mendapatkan pengalaman klinis yang beragam dan komprehensif, mencakup berbagai kasus yang ditangani di rumah sakit umum vertikal,” ucapnya.

Ia mengatakan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit jejaring pendidikan memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk mendukung pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia. “Kami menyambut baik visi RSIA Bunda Jakarta untuk menjadi RSPPU, dan kami siap berbagi pengalaman, sumber daya, serta keahlian kami, khususnya dalam bidang Obstetri dan Ginekologi yang merupakan salah satu keunggulan kami,” ucapnya.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta lebih banyak dokter spesialis yang berkualitas dan mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik. “Tak kalah pentingnya siap berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” tegas Dovy.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Melepas Dua Peserta Fellowship Terapi Sistemik Onkologi Toraks

RSUP Dr. M. Djamil melepas dua peserta program Fellowship Terapi Sistemik Onkologi Toraks yang telah menyelesaikan pendidikan mereka selama periode 1 Februari 2025 hingga 31 Juli 2025. Kedua dokter spesialis paru tersebut adalah dr. Bobby Hasibuan, Sp.P, yang berasal dari RSUD Pandan Tapanuli Tengah, dan dr. Iqbal Maulana, Sp.P, dari RSUD H. Hanafie Muaro Bungo.

Acara pelepasan ini berlangsung di Ruang Kerja Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dan dihadiri oleh Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, Ketua KSM Paru dr. Afriani, Sp.P (K)Onk, PIC Fellowship Terapi Sistemik Onkologi Toraks dr. Sabrina Ermayanti, Sp.P (K), FISR, dan Sub Komite Pendidikan Dokter Komkordik dr. Irvan Medison, Sp.P (K), MARS.

Dalam sambutannya, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras kedua peserta selama mengikuti program fellowship. “Program fellowship ini merupakan salah satu komitmen RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera Bagian Tengah untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya di bidang onkologi,” ujar dr. Maliana.

Ia menambahkan fokus utama dari program ini adalah percepatan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam memberikan layanan onkologi, khususnya terapi sistemik untuk kasus kanker toraks. Kanker toraks, yang meliputi kanker paru dan kanker di area dada lainnya, merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian dan kematian yang cukup tinggi.

“Oleh karena itu, ketersediaan dokter spesialis dengan keahlian khusus di bidang terapi sistemik onkologi sangatlah krusial untuk meningkatkan harapan hidup pasien,” ungkapnya.

Dengan selesainya program ini, diharapkan dr. Bobby Hasibuan dan dr. Iqbal Maulana dapat segera menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah mereka peroleh di daerah masing-masing. “Keberadaan mereka akan memperkuat pelayanan onkologi di RSUD Pandan Tapanuli Tengah dan RSUD H. Hanafie Muaro Bungo, sehingga masyarakat di wilayah tersebut tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan penanganan kanker yang komprehensif,” harap dr. Maliana.

Ia menegaskan RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk terus membuka program-program fellowship lainnya. “Ini guna mendukung pemerataan dan peningkatan kualitas SDM kesehatan di seluruh Indonesia, khususnya untuk layanan-layanan spesifik yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tukasnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45