Dirut RSUP Dr. M. Djamil Ajak Civitas Hospitalia Tanamkan Filosofi Hospitality from the Heart

RSUP Dr. M. Djamil terus mengukuhkan komitmennya terhadap pelayanan prima. Dr. dr. Dovy Djanas Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua sebagai Direktur Utama bersama manajemen secara rutin melakukan telusur ke berbagai instalasi untuk memastikan standar pelayanan tidak hanya terpenuhi, tetapi juga melampaui harapan pasien. Peninjauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata untuk memahami denyut nadi operasional rumah sakit dan mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan.

“RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mengedepankan filosofi Hospitality from the Heart. Filosofi ini bukan sekadar semboyan, melainkan nilai yang ditanamkan kepada seluruh jajaran civitas hospitalia,” kata Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua saat telusur ke sejumlah instalasi, Selasa (15/7).

Komitmen ini, sebutnya, bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pasien. Akan tetapi juga untuk menegaskan posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit yang benar-benar peduli. “Melihat setiap pasien bukan sekadar angka, melainkan sebagai individu yang layak mendapatkan pelayanan terbaik, layaknya anggota keluarga sendiri,” tutur Dovy.

Kunjungan pertama Dovy Djanas bersama manajemen mengarah ke Instalasi Binatu. Dirut berkesempatan berinteraksi dengan staf binatu. Ia menyoroti pentingnya prosedur pencucian yang higienis dan efisien, memastikan linen dan seragam selalu dalam kondisi prima. Ia juga mengapresiasi kinerja staf yang bekerja di balik layar, memastikan setiap helai kain bersih mencerminkan komitmen rumah sakit terhadap kesehatan dan keselamatan.

Selanjutnya, Direktur Utama menyambangi Instalasi Gizi. Di sini, ia menekankan makanan bukan sekadar pengisi perut, tetapi bagian integral dari proses penyembuhan pasien. “Gizi yang tepat mempengaruhi kecepatan pemulihan pasien. Kita harus memastikan setiap hidangan disiapkan dengan standar kualitas tinggi, sesuai dengan kebutuhan diet masing-masing pasien,” tegasnya.

Ia juga berdiskusi dengan nutrisionis terkait inovasi menu dan peningkatan variasi makanan. “Dengan harapan agar pasien tidak hanya mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, tetapi juga menikmati hidangan yang lezat dan menggugah selera, layaknya makanan di rumah sendiri,” harap Dirut.

Perhatian kemudian beralih ke Casemix Instalasi Rawat Inap Bedah dan Trauma Center. Area Casemix Instalasi Rawat Inap Bedah ini menjadi vital dalam mengelola data pasien, penentuan biaya, dan koordinasi antar unit. Ia mendorong tim untuk terus melakukan pembaruan sistem dan peningkatan kompetensi agar proses administrasi berjalan baik, sehingga pasien tidak terbebani oleh kerumitan birokrasi. “Untuk Trauma Center, saya mengajak untuk terus melayani pasien Hospitality from the Heart. Sehingga pasien merasa nyaman terlayani dan anggap mereka sebagai bagian dari keluarga kita,” ajak ayah dua anak ini.

Di Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu (IPJT) lantai 1, Dovy Djanas meninjau kesiapan renovasi poliklinik neurologi dan poliklinik ortopaedi dan traumatologi. Serta terakhir, kunjungan Dovy Djanas diakhiri di Instalasi Rehabilitasi Medik. Di sini, ia menyaksikan langsung bagaimana pasien berjuang untuk memulihkan fungsi tubuh dan kemandirian mereka. Dan memuji dedikasi terapis dan dokter rehabilitasi yang dengan sabar membimbing pasien, serta mendorong adanya inovasi dalam metode terapi dan penyediaan fasilitas yang lebih modern untuk mendukung proses rehabilitasi.

“Komitmen Hospitality from the Heart ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pasien, tetapi juga untuk menegaskan posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit yang peduli dan berdedikasi, menyadari sepenuhnya bahwa pasien adalah jantung dan sumber kehidupan bagi institusi ini,” tukas Dirut. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Siap jadi Pusat Layanan Bedah Vaskular dan Endovaskular Terkemuka

RSUP Dr. M. Djamil terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya. Komitmen ini diwujudkan melalui rencana pengembangan layanan bedah vaskular dan endovaskular. Ini sebuah langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan penanganan penyakit pembuluh darah yang semakin kompleks.

“Kami melihat peningkatan kasus penyakit vaskular yang memerlukan penanganan khusus, dan kami berkomitmen untuk menyediakan layanan bedah vaskular yang komprehensif dan terkini di RSUP Dr. M. Djamil,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, saat Pertemuan dengan Tim Bedah Vaskular dan Endovaskular di Ruang Rapat Direksi, Senin (14/7).

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Kepala Instalasi Bedah Sentral dr. Vendry Rivaldy, Sp.B, Subsp.BVE(K), tim Bedah Vaskular dan Endovaskular Dr. dr. Raflis Rustam, Sp.B, Subsp.BVE(K), dr. Hippocrates Kam, Sp.B, Subsp.BVE (K), Kepala Instalasi Non JKN dr. Alexander Kam, Sp.PD, M.Sc, FINASIM dan manajemen.

Ia mengatakan pengembangan layanan bedah vaskular dan endovaskular ini akan memungkinkan untuk memberikan diagnosis yang lebih cepat, akurat, dan penanganan yang lebih efektif. Mulai dari prosedur minimal invasif hingga operasi rekonstruksi pembuluh darah yang kompleks. “Dampak positifnya akan sangat terasa bagi pasien, yang akan mendapatkan akses lebih mudah ke perawatan spesialis di daerah mereka sendiri,” harap Dirut.

dr. Hippocrates Kam, Sp.B, Subsp.BVE (K) menyatakan RSUP Dr. M. Djamil siap untuk menjadi pusat layanan bedah vaskular dan endovaskular terkemuka di wilayah barat Indonesia.

“Tentunya kita siap untuk menjadikan RSUP Dr. M Djamil menjadi pusat layanan bedah vaskular dan endovaskular terkemuka. Apalagi kita memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk mewujudkan hal demikian. Kami yakin manajemen akan mampu memberikan dukungan hal itu menjadi terwujud,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Tegaskan Komitmen sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Bebas Perundungan

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menjadi narasumber dalam Layanan Orientasi Informasi bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Sub Spesialis (PPDSS) yang baru. Dalam kesempatan tersebut, Dirut secara lugas memaparkan peran RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama di wilayah Sumatera Barat, sekaligus menegaskan komitmen kuat rumah sakit dalam menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan (anti-perundungan).

Dalam paparannya, Dovy Djanas menjelaskan RSUP Dr. M. Djamil bukan sekadar fasilitas pelayanan kesehatan, melainkan juga institusi vital dalam mencetak dokter-dokter spesialis dan dokter subspesialis yang kompeten dan berintegritas. “Sebagai rumah sakit pendidikan utama, kami memiliki tanggung jawab besar untuk membekali para calon spesialis dengan ilmu, keterampilan, dan etika yang mumpuni,” ujar Dovy saat pemaparan materi Peran RSUP Dr. M. Djamil sebagai RS Pendidikan Utama di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (14/7).

Ia menambahkan program PPDS dan PPDSS di RSUP Dr. M. Djamil dirancang secara komprehensif, mencakup rotasi di berbagai departemen, kasus klinis yang beragam, serta bimbingan langsung dari para konsultan dan senior yang berpengalaman. “Setiap sudut di rumah sakit ini adalah ruang belajar. Dari bangsal pasien hingga ruang operasi, setiap interaksi dan prosedur adalah kesempatan untuk mengasah kemampuan klinis dan manajerial,” jelasnya seraya juga menyoroti pentingnya penelitian dan inovasi dalam pendidikan, mendorong para PPDS dan PPDSS untuk aktif terlibat dalam riset yang berkontribusi pada pengembangan ilmu kedokteran.

Terkait isu perundungan di lingkungan pendidikan, termasuk di institusi kesehatan, menjadi perhatian serius bagi RSUP Dr. M. Djamil. Dengan tegas, ia menyatakan RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen penuh untuk menerapkan kebijakan “zero anti-perundungan”.

“Kami tidak akan menolerir segala bentuk perundungan, baik fisik, verbal, emosional, maupun siber, di lingkungan rumah sakit kami. Perundungan dapat menghambat proses belajar, menurunkan motivasi, dan bahkan berdampak buruk pada kesehatan mental para peserta didik,” tegasnya.

Ia menyebutkan berbagai upaya yang telah dan akan terus dilakukan oleh pihak rumah sakit untuk mencegah serta menangani kasus perundungan, termasuk penyediaan saluran pengaduan yang jelas dan mekanisme penanganan yang transparan. Peserta orientasi didorong untuk berani melaporkan jika menemukan atau mengalami tindakan perundungan, dengan jaminan kerahasiaan dan perlindungan. “Komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam memberantas perundungan menjadi bukti nyata dari visi rumah sakit untuk tidak hanya unggul dalam pelayanan dan penelitian, tetapi juga dalam pembentukan karakter dokter masa depan yang berintegritas dan berempati,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Sambut 95 Peserta Didik Baru PPDS dan PPDSS dengan LOI

RSUP Dr. M. Djamil secara resmi memulai kegiatan Layanan Orientasi Informasi (LOI) bagi 95 peserta didik baru program pendidikan dokter spesialis (PPDS) dan program pendidikan dokter subspesialis (PPDSS) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (14/7). LOI yang berlangsung mulai 14 hingga 18 Juli 2025 ini bertujuan untuk membekali para calon dokter spesialis dan subspesialis dengan informasi tentang struktur organisasi rumah sakit, sistem pelayanan, alur komunikasi, serta nilai-nilai profesionalisme dan etika yang menjadi budaya kerja RSUP Dr. M. Djamil.

“LOI bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan upaya kami untuk menjamin keselamatan pasien sekaligus kenyamanan dan keamanan dalam proses pendidikan. Orientasi ini juga menjadi jembatan untuk menyamakan persepsi dan menjalin kolaborasi yang harmonis antara rumah sakit dan institusi pendidikan,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.

Turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-KL(K), FACS, FFTEd, Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Unand dr. Rauza Sukma Rita, Ph.D, Ketua Program Studi Spesialis dan Subspesialis, Direktur Utama RS Unand Dr. dr. Muhammad Riendra Sp.BTKV, Subsp.VE(K), FIATCVS dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil.

Ia mengatakan melalui kegiatan orientasi ini, berharap seluruh peserta dapat memahami struktur organisasi rumah sakit, sistem pelayanan, alur komunikasi, serta nilai-nilai profesionalisme dan etika yang menjadi budaya kerja rumah sakit. “Ini adalah tahap awal, fondasi penting, sebelum Saudara-saudara semua terjun langsung dalam pelayanan kesehatan yang sesungguhnya,” harapnya.

Ia menyadari perjalanan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis bukanlah perjalanan yang mudah. Akan ada tantangan, tekanan, dan pengorbanan. Namun percayalah, semua itu akan sepadan dengan kompetensi dan kedewasaan profesional yang diperoleh.

“RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk memberikan lingkungan belajar yang kondusif, suportif, dan berbasis pada mutu serta keselamatan pasien. Kami membuka ruang dialog dan kolaborasi, karena kami percaya, pendidikan kedokteran adalah tanggung jawab bersama antara institusi pelayanan, institusi pendidikan, dan peserta didik itu sendiri,” tutur Dovy.

Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-KL(K), FACS, FFTEd menyambut baik inisiatif orientasi ini sebagai langkah dalam mempersiapkan para peserta didik untuk tantangan dan tanggung jawab yang akan mereka hadapi. “Program pendidikan spesialis dan subspesialis di RSUP Dr. M. Djamil, yang merupakan rumah sakit pendidikan utama bagi Fakultas Kedokteran Unand, adalah perjalanan perjalanan panjang yang membutuhkan dedikasi, ketekunan, dan yang terpenting, integritas moral,” ucapnya.

Penerimaan peserta didik baru ini, tuturnya, merupakan salah satu upaya berkelanjutan RSUP Dr. M. Djamil dan Fakultas Kedokteran Unand dalam berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan. Sekaligus mendukung program pemerintah dalam pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh pelosok negeri. “Sinergi antara Fakultas Kedokteran Unand dan RSUP Dr. M. Djamil akan terus diperkuat demi menciptakan lingkungan belajar yang optimal dan menghasilkan lulusan yang kompeten serta berintegritas,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Jajaki Kerja Sama dengan Bio Farma untuk Peningkatan Layanan Vaksin

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari PT Bio Farma, sebuah perusahaan farmasi milik negara yang bergerak di bidang produksi vaksin dan antisera, di Ruang Kerja Direktur Utama, Jumat (11/7). Kunjungan ini merupakan langkah awal dalam penjajakan kerja sama strategis yang berpotensi meningkatkan ketersediaan dan akses masyarakat terhadap berbagai jenis vaksin, termasuk vaksin internasional serta vaksin untuk kebutuhan haji dan umrah.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyambut Area Manajer PT Bio Farma, Joni dan Marketer PT Bio Farma Indah Citra. Turut dihadiri tim Instalasi Poliklinik Non-JKN dan manajemen.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan potensi kolaborasi yang erat dalam penyediaan vaksin. RSUP Dr. M. Djamil, yang bertekad menjadi sebagai sentra vaksin di wilayah Sumatera Barat dan memiliki komitmen kuat untuk terus memperluas layanan dan jangkauan vaksinasi bagi masyarakat.

“Kunjungan dari PT Bio Farma ini merupakan momen yang sangat penting. Kami melihat potensi besar untuk menjalin kemitraan yang kuat dalam rangka memastikan ketersediaan vaksin berkualitas bagi masyarakat. RSUP Dr. M. Djamil telah berbagai kebutuhan, termasuk melalui layanan non-JKN untuk vaksin internasional, vaksin haji, dan umrah. Dengan dukungan dari Bio Farma, kami berharap dapat semakin memperkuat layanan ini,” ungkap Dirut.

Penjajakan kerja sama ini berfokus pada kemitraan strategis dalam penyediaan vaksin. PT Bio Farma, sebagai produsen vaksin terkemuka di Indonesia, memiliki kapasitas dan keahlian dalam memproduksi dan mendistribusikan berbagai jenis vaksin. “Kolaborasi ini diharapkan dapat memperlancar pasokan vaksin ke RSUP Dr. M. Djamil, memastikan bahwa masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap imunisasi yang diperlukan,” harapnya.

Ia menekankan pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak awal dari kerja sama yang lebih erat antara RSUP Dr. M. Djamil dan Bio Farma. “Ini demi terciptanya ekosistem kesehatan yang lebih kuat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Coffee Morning Bersama Komite Medik

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua memimpin coffee morning bersama jajaran Komite Medik, Jumat (11/7). Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, mendiskusikan berbagai isu strategis, dan memperkuat sinergi antara manajemen dan para profesional medis demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Coffee morning ini dihadiri oleh Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, Ketua Komite Medik dr. Rusdi, Sp.A (K) dan jajaran Komite Medik, Manajer Pelayanan Medik dr. Nirza Warto, Sp.THT-KL (K) dan jajaran, serta manajemen.

Dovy Djanas menyampaikan apresiasi kepada Komite Medik atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam menjaga standar profesionalisme dan etika kedokteran di RSUP Dr. M. Djamil. “Acara seperti ini penting bagi kita untuk saling bertukar pikiran, memahami tantangan yang ada, dan bersama-sama mencari solusi terbaik demi kemajuan rumah sakit,” kata Dovy.

Coffee morning ini, sebutnya, tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga momen untuk memperkuat ikatan kekeluargaan di antara seluruh elemen RSUP Dr. M. Djamil. “Diharapkan, sinergi yang terbangun ini akan membawa dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan dan reputasi RSUP Dr. M. Djamil sebagai institusi kesehatan yang terdepan di Sumatera Barat dan nasional,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran Komite Medik sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas pelayanan medis dan keselamatan pasien. “Masukan dari Komite Medik akan menjadi pertimbangan utama dalam perumusan kebijakan dan strategi rumah sakit ke depan. Kolaborasi adalah kunci. Dengan semangat kebersamaan ini, saya yakin RSUP Dr. M. Djamil akan terus tumbuh dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkap Dovy.

Ketua Komite Medik, dr. Rusdi, Sp.A (K) dalam kesempatan tersebut, mengucapkan terima kasih atas inisiatif jajaran direksi mengadakan acara ini. “Forum seperti ini sangat kami harapkan. Ini adalah jembatan komunikasi yang efektif antara para klinisi dengan manajemen. Kami berharap sinergi ini akan terus terjalin erat untuk mencapai visi RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat rujukan terkemuka,” tukas dr. Rusdi.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Wirid Mingguan, Perkokoh Spiritual dan Kinerja Insan RS

RSUP Dr. M. Djamil secara rutin menggelar kegiatan wirid mingguan sebagai upaya memperkokoh spiritualitas dan kebersamaan seluruh insan rumah sakit. Pada Jumat (11/7), kegiatan wirid yang diadakan di Masjid Asy-Syifa dihadiri oleh jajaran direksi dan civitas hospitalia dengan penceramah Ustad Kamrizal, Lc, M.A.

Wirid yang dimulai sejak pagi ini disambut antusias.  Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terasa, mencerminkan komitmen manajemen RSUP Dr. M. Djamil untuk tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, tetapi juga pada pembinaan rohani para pegawainya.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kinerja profesional dan kehidupan spiritual. “Sebagai insan rumah sakit yang setiap hari berhadapan dengan berbagai kondisi pasien, kita membutuhkan pondasi spiritual yang kuat. Wirid mingguan ini adalah salah satu upaya kita untuk mengisi rohani, menenangkan hati, dan memohon keberkahan dari Allah SWT dalam setiap ikhtiar kita melayani masyarakat,” ujar Dovy.

Ia mengatakan wirid mingguan ini sejalan dengan visi rumah sakit untuk menjadi institusi kesehatan yang tidak hanya unggul dalam pelayanan medis, tetapi juga memiliki integritas dan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi. “Kami berharap, dengan hati yang lebih tenang dan iman yang kuat, para pegawai dapat bekerja dengan lebih ikhlas, profesional, dan penuh empati. Selain peningkatan kompetensi teknis, aspek spiritual dan moral menjadi perhatian serius manajemen,” harap Dirut.

Dalam tausiahnya, Ustad Kamrizal, Lc, M.A menyampaikan misi utama umat Islam adalah ibadah kepada Allah SWT. Hal ini mencakup segala aspek kehidupan, baik ibadah ritual maupun interaksi sosial, yang semuanya diniatkan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah. 

“Ibadah sebagai tujuan utama. Tujuan penciptaan manusia dalam Islam adalah untuk beribadah kepada Allah. Ibadah dalam Islam tidak terbatas pada shalat, puasa, zakat, dan haji saja. Namun, mencakup seluruh aktivitas manusia, baik yang bersifat personal maupun sosial, selama diniatkan karena Allah dan sesuai dengan tuntunan agama,” sebutnya.

Selain beribadah, umat Islam juga memiliki misi untuk memakmurkan bumi dan menciptakan kesejahteraan. “Misi ini sejalan dengan tujuan ibadah, karena memakmurkan bumi juga merupakan bentuk pengabdian kepada Allah,” tukas Kamrizal. (*)

MCU PPPK

RSUP Dr. M. Djamil Buka Layanan MCU Khusus Calon PPPK di Poliklinik Eksekutif

RSUP Dr. M. Djamil kini membuka layanan Medical Check Up (MCU) khusus bagi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Layanan ini tersedia di Poliklinik Eksekutif RSUP Dr. M. Djamil, memberikan kemudahan bagi para calon abdi negara yang akan mengikuti seleksi.

“Pembukaan layanan MCU khusus ini merupakan bentuk dukungan RSUP Dr. M. Djamil terhadap proses seleksi calon PPPK, memastikan bahwa para calon memiliki kondisi kesehatan yang prima untuk menjalankan tugas-tugas pemerintahan di masa depan,” kata Tim Marketing Poliklinik Eksekutif RSUP Dr. M. Djamil, Femil Candra.

Menurutnya, layanan MCU calon PPPK ini mencakup pemeriksaan jasmani, rohani, dan tes narkoba. Dengan tarif Rp 550.000, calon PPPK bisa mendapatkan pemeriksaan komprehensif yang menjadi salah satu syarat penting dalam proses rekrutmen.

“Untuk pendaftaran, RSUP Dr. M. Djamil menyediakan dua opsi yang fleksibel. Calon PPPK dapat melakukan pendaftaran secara online melalui aplikasi Djamil Apps yang bisa diunduh di smartphone. Alternatif lainnya, pendaftaran juga bisa dilakukan dengan datang langsung ke Poliklinik Eksekutif RSUP Dr. M. Djamil. Penting untuk diingat, calon peserta wajib membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat mendaftar,” ungkapnya seraya mengatakan untuk registrasi mulai pukul 07.30-12.00.

Layanan MCU ini, sebut Femil, beroperasi pada jam kerja. Untuk hari Senin hingga Jumat, pelayanan dibuka mulai pukul 07.30 hingga 16.00. Sementara itu, pada hari Sabtu, layanan tersedia dari pukul 07.30 hingga 14.00. “Jadwal ini diharapkan dapat mengakomodir kesibukan para calon PPPK,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Dipercaya Uji Coba Non-Invasive Vascular Analyzer Karya Anak Bangsa

RSUP Dr. M. Djamil kembali menjadi rumah sakit rujukan yang dipercaya untuk melaksanakan uji coba alat Non-Invasive Vascular Analyzer (NIVA) selama enam bulan ke depan. Yang membanggakan, NIVA ini merupakan hasil riset yang dikembangkan sejak tahun 2013 oleh para inventor Institut Teknologi Bandung, sebuah langkah signifikan menuju kemandirian bangsa di bidang alat kesehatan.

“Kami bersyukur dan bangga RSUP Dr. M. Djamil dipercaya menjadi bagian dari pengembangan teknologi kesehatan dalam negeri. Uji coba NIVA ini bukan hanya tentang inovasi diagnostik, tetapi juga tentang kontribusi nyata terhadap kemandirian teknologi kesehatan nasional,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG, K.FM, MARS, FISQua.

Turut dihadir Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, manajemen,  Ketua Prodi Jantung dan Pembuluh Darah Program Spesialis Dr. dr. Eka Fithra Elfi, Sp.JP (K) dan tim PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk.

Ia mengatakan NIVA yang akan di uji coba ini adalah bukti nyata bahwa anak bangsa memiliki kapasitas untuk menciptakan alat kesehatan berteknologi tinggi. “Dengan kemampuan deteksi dini yang lebih mudah diakses dan minim risiko, kami berharap dapat membantu lebih banyak masyarakat dalam menjaga kesehatan vaskuler mereka,” tambah Dovy.

Ia mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada RSUP Dr. M. Djamil untuk menguji coba NIVA karya anak bangsa ini merupakan angin segar bagi industri alat kesehatan dalam negeri. “Ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara sektor riset, industri, dan layanan kesehatan untuk menghasilkan produk inovatif yang dapat mengurangi ketergantungan pada alat kesehatan impor,” tuturnya.

Dovy menegaskan mendorong kemandirian teknologi adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan dan perekonomian bangsa. “Jika kita bisa memproduksi alat kesehatan berkualitas sendiri, kita tidak hanya menjamin ketersediaan dan aksesibilitas, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing global,” ucapnya.

Ia meminta untuk mengawal dan menggunakan NIVA ini dengan baik. “NIVA hadir sebagai solusi inovatif yang memungkinkan diagnosis kondisi pembuluh darah secara non-invasif, cepat, dan tanpa rasa sakit,” harap Dirut.

Diketahui, NIVA merupakan perangkat non-invasif menggunakan sensor PPG (photoplethysmograph) dan sensor tekanan darah ini akan menganalisis pembuluh darah yang ada di dalam tubuh manusia. Alat ini dirancang untuk mengukur fungsi vaskuler dengan 6 parameter, dan tingkat risiko vaskuler untuk 5 parameter secara sekaligus.(*)

Direksi RSUP Dr. M. Djamil Audiensi dengan Ketua DPRD Sumbar

Direksi RSUP Dr. M. Djamil mengadakan audiensi dengan Ketua DPRD Sumbar Muhidi di Rumah Dinas Ketua DPRD Sumbar, Kamis (10/7). Pertemuan ini berfokus pada gagasan rumah singgah bagi pasien dan keluarga melalui dukungan dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Sumbar, serta penguatan sistem rujukan terintegrasi di wilayah Sumatera Barat.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQUA, memimpin rombongan direksi. Turut mendampingi Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Manajer Pelayanan Medik  dr. Nirza Warto, Sp.THT-KL (K), Kepala IGD dr. Havid Yuaz, Sp.OG, K-FER dan Ketua Komite K3RS Katherina Welong.

Dovy Djanas menyampaikan terima kasih atas waktu dan perhatian Ketua DPRD Sumbar terhadap upaya RSUP Dr. M. Djamil dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. “Kami mengapresiasi kesediaan Bapak Ketua Muhidi untuk menerima kami. Audiensi ini adalah momen krusial untuk membahas bagaimana kita bisa bersama-sama meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang jauh dari Padang,” kata Dovy.

Dovy menjelaskan banyak pasien RSUP Dr. M. Djamil berasal dari kabupaten/kota yang jauh, sehingga mereka dan keluarga sering kesulitan mencari tempat menginap yang layak dan terjangkau selama masa pengobatan. “Kehadiran rumah singgah mendesak. Bayangkan, ada pasien yang harus menjalani pengobatan berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, dan keluarganya terpaksa tidur di lorong rumah sakit atau menyewa tempat dengan biaya yang memberatkan. Rumah singgah ini akan menjadi solusi konkret untuk meringankan beban mereka,” papar Dovy.

Ia berharap, dengan dukungan melalui dana pokok pikiran anggota DPRD Sumbar ini, rumah singgah dapat segera terwujud untuk melayani masyarakat. “Tidak hanya sekadar tempat bermalam, tetapi rumah singgah juga dilengkapi fasilitas dasar seperti dapur umum, kamar mandi layak, dan area komunal yang nyaman,” ungkapnya.

Selain rumah singgah, penguatan sistem rujukan terintegrasi juga menjadi fokus pembahasan. Dovy Djanas menekankan urgensi penguatan Sisrute untuk memastikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Sumatera Barat. “Sisrute yang terintegrasi dengan rumah sakit daerah sangat krusial untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, tanpa hambatan birokrasi atau penundaan yang tidak perlu,” ujar Dovy.

Ia menambahkan dengan Sisrute yang berjalan baik, pasien dapat terlayani dengan baik dan optimal, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan. Hal ini juga akan membantu mengurangi penumpukan pasien di RSUP Dr. M. Djamil, karena kasus-kasus yang dapat ditangani di rumah sakit daerah dapat langsung dirujuk ke fasilitas terdekat.

“Dengan dukungan penuh dari DPRD Sumbar dan inisiatif proaktif dari RSUP Dr. M. Djamil, diharapkan sistem rujukan kesehatan di Sumatera Barat akan semakin kuat, memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, tepat waktu, dan berkesinambungan,” harapnya.

Ketua DPRD Sumbar Muhidi menyatakan dukungan penuhnya terhadap kedua inisiatif tersebut. Ia mengapresiasi komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Sumbar. “Kami dari DPRD Sumbar sangat mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Terkait penyediaan rumah singgah melalui dana pokir, kami akan kaji dan diskusikan lebih lanjut dengan anggota dewan lainnya agar dapat direalisasikan secepatnya,” tegas Muhidi.

Muhidi juga menambahkan pelayanan kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, dan DPRD Sumbar akan selalu berupaya memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan yang layak dan berkualitas. “DPRD siap bersinergi dengan RSUP Dr. M. Djamil dan semua pihak terkait untuk mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik dan inklusif di Ranah Minang,” pungkasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45