Direksi RSUP Dr. M. Djamil Tinjau Komite Etik dan Hukum serta Instalasi Radiologi

Direksi RSUP Dr. M. Djamil melakukan penelusuran ke Komite Etik dan Hukum serta Instalasi Radiologi, Kamis (10/7). Penelusuran tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan RSUP Dr. M. Djamil untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan demi kenyamanan serta keselamatan pasien dan seluruh civitas hospitalia.

Kunjungan ini dipimpin Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, didampingi  Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes. Turut mendampingi  manajemen.

Dalam penelusurannya ke Komite Etik dan Hukum, Direktur Utama Dovy Djanas menyoroti kebutuhan mendesak akan penambahan fasilitas. “Komite Etik dan Hukum memegang peranan krusial dalam menjaga integritas dan profesionalisme seluruh aspek pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil. Oleh karena itu, penyediaan fasilitas yang layak dan nyaman sangat penting untuk mendukung kinerja optimal mereka,” ungkap Dirut.

Selanjutnya, rombongan direksi bergerak menuju Instalasi Radiologi. Di sini, fokus peninjauan adalah pada kebutuhan perluasan ruangan radiologi. Perluasan ini akan berdampak positif pada efisiensi layanan. “Dengan ruang yang lebih luas, kami dapat mengoptimalkan penempatan peralatan dan menciptakan alur pasien yang lebih efisien,” katanya.

Ia mengatakan dengan terus memantau dan meningkatkan fasilitas di berbagai unit, rumah sakit ini bertekad untuk menjadi pelopor dalam pelayanan kesehatan yang beretika, profesional, dan berpusat pada pasien. “Ini adalah bukti nyata bahwa RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung kinerja terbaik staf dan memberikan pengalaman terbaik bagi pasien,” tukasnya.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Pertemuan Bulanan DWP Sumbar

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua, menghadiri pertemuan bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Barat di Aula Gubernuran Sumatera Barat pada Rabu (9/7). Tidak hanya memaparkan profil lengkap serta berbagai inovasi dan layanan unggulan RSUP Dr. M. Djamil, Direktur Utama juga memberikan presentasi edukatif tentang “Peduli Kesehatan Reproduksi Wanita: MCU untuk Kualitas Hidup Lebih Baik.”

Dovy Djanas mengawali paparannya dengan memperkenalkan RSUP Dr. M. Djamil, sebuah institusi kesehatan yang telah lama mengabdi untuk masyarakat Sumatera Barat. RSUP Dr. M. Djamil bukan hanya sekadar fasilitas kesehatan, tetapi juga pusat pendidikan dan penelitian bagi para calon tenaga medis dan profesional kesehatan.

“RSUP Dr. M. Djamil memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kami tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya pencegahan, rehabilitasi, dan promosi kesehatan,” tuturnya saat pertemuan bulanan DWP Sumatera Barat.

Turut dihadiri pengurus DWP Sumatera Barat, salah satunya Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil yang juga pengurus DWP Sumatera Barat dr. Winanda, MARS.

Ia memaparkan berbagai layanan unggulan yang menjadi kebanggaan RSUP Dr. M. Djamil. Beberapa di antaranya adalah layanan jantung terpadu, pusat kanker, pelayanan transplantasi ginjal, dan pusat layanan ibu dan anak. “Setiap layanan didukung oleh tim medis yang profesional dan berpengalaman, serta dilengkapi dengan teknologi medis terkini untuk memastikan diagnosis yang akurat dan penanganan yang efektif,” sebut Dovy.

Dovy juga menyoroti peran RSUP Dr. M. Djamil dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan, termasuk dalam penanganan kasus-kasus khusus dan penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Dan juga menyediakan layanan premium melalui Klinik Istano untuk peserta Non-JKN,” ucapnya.

Sisi lain, Dirut bersama dokter spesialis kandungan dr. Eko Apriandhi, Sp.OG memaparkan tentang kesehatan reproduksi wanita. Dengan keahliannya sebagai seorang spesialis kebidanan dan kandungan dengan subspesialis fetomaternal, Dovy memberikan wawasan tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan menyeluruh (MCU) secara berkala bagi wanita.

“Kesehatan reproduksi wanita adalah fondasi bagi kualitas hidup yang optimal, tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat,” tegas Dovy Djanas.

Ia menjelaskan banyak masalah kesehatan reproduksi yang dapat dideteksi dini melalui MCU rutin. Seperti infeksi, kista, mioma, hingga indikasi awal kanker serviks atau payudara. “MCU bukan hanya untuk mereka yang merasa sakit, tetapi justru untuk pencegahan dan deteksi dini. Dengan melakukan MCU secara teratur, kita bisa mengetahui kondisi tubuh kita, mengidentifikasi risiko, dan mengambil langkah pencegahan yang tepat sebelum masalah menjadi lebih serius,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil dan Stifar Riau Jalin Kerja Sama Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi

RSUP Dr. M. Djamil dan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (Stifar) Riau menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama di Ruang Kerja Direktur Utama, Rabu (9/7). Perjanjian ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, serta berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dan Ketua Stifar Riau, Prof. Dr. Ir. Thamrin, M.Sc, M.H. Disaksikan oleh Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Wakil Ketua IV Bidang Kerja Sama, Humas dan Perencanaan Stifar Riau Dr. apt. Adriani Susanty, M.Farm.

Dovy Djanas dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya kerja sama ini. “Kami menyambut baik kolaborasi dengan Stifar Riau. Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP Dr. M. Djamil memiliki peran sentral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat lebih mengoptimalkan peran kami dalam aspek pendidikan klinis, penelitian kesehatan, serta pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang farmasi,” ujarnya.

Ia menambahkan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama. “Kerja sama ini akan membuka peluang bagi para mahasiswa Stifar Riau untuk mendapatkan pengalaman praktis di lingkungan rumah sakit, yang akan sangat berharga bagi pengembangan kompetensi mereka. Demikian pula, staf kami dapat berkolaborasi dalam penelitian dan pengembangan ilmu farmasi terkini,” jelas Dovy.

Dengan adanya kerja sama ini, tuturnya, diharapkan RSUP Dr. M. Djamil dapat semakin memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan klinis dan penelitian. Sementara Stifar Riau dapat mencetak lulusan farmasi yang lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja dan berkontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat. “Kolaborasi ini juga diharapkan mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru di bidang farmasi yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan di Indonesia,” harapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Stifar Riau Prof. Dr. Ir. Thamrin, M.Sc, M.H mengungkapkan kerja sama ini merupakan momentum penting bagi institusinya. “MoU ini adalah langkah maju bagi Stifar Riau dalam mewujudkan visi kami untuk menghasilkan lulusan farmasi yang kompeten dan berdaya saing. Akses ke fasilitas dan keahlian di RSUP Dr. M. Djamil akan mendukung proses pembelajaran, penelitian inovatif, dan program pengabdian masyarakat kami,” tukas Prof. Thamrin.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Masuk Nominasi untuk Uji Klinis Danone Nutri-Iron Study

RSUP Dr. M. Djamil menjadi tuan rumah bagi kunjungan site selection visit dalam rangka persiapan uji klinis Danone Nutri-Iron Study. Kunjungan ini merupakan langkah dalam menentukan kelayakan RSUP Dr. M. Djamil sebagai lokasi penelitian untuk studi berskala internasional ini.

Site Selection Visit ini dilaksanakan oleh Prodia selaku Contract Research Organization (CRO) atas nama sponsor Danone Global Research & Innovation Center, untuk uji klinis berjudul: “A double-blind randomized controlled study to evaluate the effect of iron-fortified Young Child Formula on iron status in children 1–3 years of age.”

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes menyambut Senior Clinical Research Associate Prodia the CRO Chatarina Aprillia dan Site Management Associate Prodia the CRO Tristiani Yogastuti serta Scientific Affairs Research and Evidence Lead Danone Global Research & Innovation Center dr. Tonny Sundjaya. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Direksi, Rabu (9/7).

Turut hadir tim Litbang, PIC Peneliti, dr. Asrawati, M.Biomed, Sp.A, Subsp TKPS (K), dr. Nice Rachmawati Masnadi SpA Subsp N.P.M (K), dr. Ade Novendra SpA, Subsp HO (K), dr. Tiara Ella Sari Sp.A, Dr. dr. Linosefa, Sp.MK, Dr. dr. Qaira Anum, Sp.D.V.E, Subsp. Ven, FINSDV, FAADV, Ketua Komite Etik dan Hukum Dr. dr. Najirman, Sp.PD-KFR dan manajemen.

“Kami antusias dengan potensi kerja sama ini. Partisipasi RSUP Dr. M. Djamil dalam uji klinis Danone Nutri-Iron Study sejalan dengan visi kami untuk menjadi pusat pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian terkemuka di Indonesia bagian barat. Ini juga merupakan kesempatan bagi kami untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang nutrisi,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Uji klinis Danone Nutri-Iron Study sendiri, tutur Dirut, diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang peran nutrisi dalam berbagai aspek kesehatan. Jika RSUP Dr. M. Djamil terpilih sebagai salah satu lokasi penelitian, ini akan menjadi tonggak penting bagi rumah sakit dan juga bagi dunia riset kesehatan di Indonesia.

“Keterlibatan dalam uji klinis berskala internasional seperti ini tidak hanya meningkatkan reputasi RSUP Dr. M. Djamil di kancah global, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan kapasitas dan kapabilitas penelitian di masa mendatang,” harap ayah dua anak ini.

Sementara itu, dr. Maliana, M.Kes, menambahkan RSUP Dr. M. Djamil telah mempersiapkan diri dengan matang untuk menjadi lokasi uji klinis ini. “Kami memiliki tim peneliti yang kompeten dan berpengalaman dalam menjalankan uji klinis. Dukungan penuh dari manajemen rumah sakit juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan studi ini,” jelas dr. Maliana.

Ia berharap dengan adanya uji klinis ini, rumah sakit inj dapat memberikan kontribusi nyata dalam penemuan solusi nutrisi yang inovatif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. “RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat memenuhi kriteria yang ditetapkan dan menjadi bagian integral dari penelitian penting ini,” harapnya.

Pada kesempatan itu, tim dari Prodia the CRO dan Danone Global Research & Innovation Center melakukan peninjauan terhadap fasilitas laboratorium dan CRU RSUP Dr. M. Djamil. Juga dilakukan peninjauan ke Puskesmas Andalas, Puskesmas Pauh, dan Puskesmas Aiadingin. Kegiatan tersebut dilakukan selama dua hari, Rabu (9/7) dan Kamis (10/7). (*)

RSUP Dr. M. Djamil Sambut Kunjungan dr. Eric Daniel Tenda, Jajaki Kolaborasi Digital dan AI Kesehatan

RSUP Dr. M. Djamil mendapat kehormatan dengan kunjungan silaturahmi dari dr. Eric Daniel Tenda, DIC, Ph.D, Sp.PD, K-PMK, FINASIM, FISQua, Selasa (8/7) sore. Kunjungan ini disambut langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, di ruang kerjanya.

dr. Eric Daniel Tenda bukan sosok sembarangan di dunia kesehatan. Ia dikenal luas sebagai Head of Hospital Transformation Office, Head of Interventional Pulmonology Service, serta Head of Artificial Intelligence & Digital Health di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCM Jakarta. Keahliannya mendalam di bidang transformasi rumah sakit, pulmonologi intervensi, serta terutama di ranah kecerdasan buatan (AI) dan kesehatan digital, menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut.

Dovy Djanas menyampaikan apresiasi atas kunjungan dr. Eric dan mengungkapkan harapannya agar RSUP Dr. M. Djamil dapat menjalin kerja sama yang erat dengan keahliannya, khususnya dalam pengembangan digital health dan AI health.

“Kami antusias dengan kehadiran dr. Eric. Ia memiliki rekam jejak yang luar biasa dalam transformasi digital dan pemanfaatan AI di sektor kesehatan. RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat senantiasa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional. Kami yakin, kolaborasi dengan dr. Eric akan membuka peluang besar bagi kami untuk mengadopsi teknologi terdepan dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengatakan kunjungan dr. Eric Daniel Tenda ini menandai babak baru bagi RSUP Dr. M. Djamil dalam mewujudkan visi rumah sakit masa depan yang adaptif dan inovatif. “Dengan adanya potensi kolaborasi ini, diharapkan RSUP Dr. M. Djamil dapat semakin memantapkan posisinya sebagai pelopor dalam pemanfaatan teknologi digital dan AI untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia,” harap Dovy.(*)

Direksi RSUP Dr. M. Djamil Gelar Telusur Rutin, Pastikan Pelayanan Optimal

Jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil melaksanakan kegiatan telusur rutin ke berbagai unit pelayanan, Selasa (8/7). Kegiatan ini bertujuan untuk memantau langsung kualitas pelayanan, mengidentifikasi potensi masalah, serta memastikan seluruh fasilitas beroperasi dengan optimal demi kenyamanan dan keselamatan pasien.

Direktur Utama, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, memimpin langsung telusur ke beberapa area unit layanan. Dovy memulai kunjungannya ke ruang tunggu IGD. Selanjutnya, Ia meninjau sistem SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) untuk memastikan kelancaran integrasi data dan efisiensi administrasi. Termasuk memastikan kesiapan sejumlah aplikasi yang dapat membantu dan memudahkan pasien mendapatkan layanan. Dirut pun melakukan telusur ke Onkologi Anak lantai 3 Gedung Kebidanan dan Anak. Telusur Dirut diakhiri di ruang rawat paru. Salah satu pembahasan saat telusur di ruang itu adalah penambahan ruang rawat inap paru.

Secara terpisah, Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, melaksanakan telusur ke PURS dan IGD. Kemudian telusur diakhiri ruang rawat transplantasi ginjal brrtujuan untuk meninjau rehab ruang rawat inap di unit tersebut.

Direktur Medik dan Keperawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), fokus pada area penunjang medis. Ia meninjau depo farmasi instalasi rawat jalan untuk memastikan ketersediaan obat-obatan, manajemen stok yang baik, serta pelayanan kefarmasian yang cepat dan akurat. Tak berhenti di situ, Bestari juga menyambangi MCU.

Sementara itu, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes melakukan telusur ke Poliklinik Eksekutif, MCU Lantai 3, ruang Teratai dan casemix bedah. Di casemix bedah, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian berdiskusi dengan pimpinan dan staf casemix bedah.

“Kegiatan telusur rutin ini menunjukkan komitmen kuat jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil dalam menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dengan turun langsung ke lapangan, para direksi dapat memahami secara holistik tantangan yang dihadapi dan merumuskan solusi yang tepat guna demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tukas Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Sambut PPDS Bedah Saraf UI/RSCM Jakarta

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyambut kedatangan seorang mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Spesialis (PPDS) dari program studi Ilmu Bedah Saraf Universitas Indonesia (UI)/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta di ruang kerja Dirut, Senin (7/7). Ini menandai langkah konkret dalam penguatan kerja sama pendidikan antara kedua institusi.

Mahasiswa PPDS yang dimaksud adalah dr. Ricky Rusydi Satriawan, yang akan menjalani stase selama dua bulan ke depan di RSUP Dr. M. Djamil. Kehadiran dr. Ricky merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) penyelenggaraan pendidikan yang telah disepakati antara Departemen Bedah Saraf Universitas Indonesia/RSCM Jakarta dan RSUP Dr. M. Djamil beberapa waktu lalu.

“Kami senang menyambut dr. Ricky di RSUP Dr. M. Djamil. Ini adalah bukti nyata dari komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan kedokteran di Indonesia,” kata Direktur Utama.

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, Asisten Manajer Pendidikan Yulfendri, AMd. PK, SKM.

Melalui stase ini, Ia berharap dr. Ricky dapat memperoleh pengalaman klinis yang berharga, memperdalam pengetahuannya di bidang bedah saraf. “Serta berinteraksi langsung dengan kasus-kasus yang beragam yang kami tangani,” sebutnya.

RSUP Dr. M. Djamil, tuturnya, berkomitmen untuk menyediakan lingkungan belajar yang kondusif dan fasilitas yang memadai bagi dr. Ricky selama menjalani stase. “Kehadiran para PPDS dari berbagai disiplin ilmu akan memperkaya suasana akademik di rumah sakit dan mendorong kolaborasi dalam penanganan pasien serta pengembangan ilmu pengetahuan,” harap Dovy.

Sebagaimana diketahui Stase merupakan periode rotasi klinis yang dijalani oleh mahasiswa kedokteran atau profesi kesehatan lainnya di berbagai departemen atau bidang spesialisasi di rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Stase memberikan pengalaman langsung dalam praktik klinis, memungkinkan mahasiswa untuk belajar, mengamati, dan berinteraksi dengan pasien dan profesional kesehatan lainnya.(*)

m djamil

Dirut RSUP Dr. M. Djamil: Penyakit Paru Perlu Penanganan Komprehensif

Penyakit paru masih menjadi penyumbang angka kesakitan dan kematian yang tinggi, baik secara nasional maupun di Sumatera Barat. Hal ini menuntut penanganan yang tidak hanya berbasis ilmu pengetahuan mutakhir dan teknologi, tetapi juga melalui pendekatan kolaboratif lintas layanan, mulai dari primer, sekunder, hingga tersier.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat pembukaan Pulmonary Update 2025 di The ZHM Premiere Hotel Padang, Sabtu (5/7). Pertemuan lmiah ini mengangkat tema “Optimizing Lung Health and Breathe Easily” yang menjadi ajang pembaruan pengetahuan dan diskusi terkini dalam bidang pulmonologi.

“Kami mengapresiasi penyelenggaraan Pulmonary Update 2025 ini sebagai bentuk kepedulian dan komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas penanganan masalah kesehatan paru, agar masyarakat dapat ‘bernapas lebih mudah’,” ujar Dr. Dovy.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dr. Rauza Sukma Rita, Ph.D, narasumber dari Universiti Kebangsaan Malaysia Prof. Dr. Muhammad Faisal Abdul Hamid, serta Prof. Dr. Faisal Yunus, PhD, SpP(K), FCCP dari Universitas Indonesia, dan Ketua Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FK Unand, dr. Afrian Sp.P(K) Onk, bersama ratusan peserta dari berbagai instansi kesehatan.

Ia menekankan bahwa tema yang diangkat memiliki makna mendalam, terutama di era pascapandemi COVID-19, di mana penyakit paru masih menjadi tantangan utama yang memerlukan penanganan komprehensif dan berkelanjutan. RSUP Dr. M. Djamil, sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah barat Indonesia sekaligus rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, berkomitmen mendukung penguatan sumber daya manusia kesehatan.

“Komitmen ini kami wujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan ilmiah, workshop, dan pelatihan berkelanjutan, agar dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya semakin siap menghadapi kompleksitas kasus penyakit paru,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran mengajak seluruh pihak untuk memikirkan dampak kesehatan paru masyarakat baik sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi. “Tanpa kolaborasi yang solid, hasilnya tidak akan maksimal. Mari kita bersama-sama menyehatkan paru-paru Kota Padang demi masyarakat yang lebih sejahtera,” tambahnya.

Fadly juga menegaskan komitmen pemerintah kota dalam pengendalian konsumsi rokok. Ia mengungkapkan bahwa saat menjabat sebagai Wali Kota Padang Panjang, pihaknya telah menerbitkan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok. Sementara sebelumnya, fatwa rokok telah diterbitkan di masa Wali Kota dr. Suir Syam, yang menjadi pijakan penting dalam upaya perlindungan masyarakat terhadap bahaya rokok.

“Saat ini, kami sedang menyusun Perda Anti Rokok untuk Kota Padang sebagai bentuk keberlanjutan dari komitmen perlindungan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Pertemuan ilmiah Pulmonary Update 2025 ini dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama, yang menghadirkan para narasumber dan peserta dari berbagai latar belakang untuk saling bertukar wawasan, pengalaman, serta strategi dalam menghadapi tantangan penyakit paru di Indonesia.(*)

RSUP Dr. M. Djamil dan PDRPI FK Unand Dorong Tenaga Medis Terlibat Aktif dalam Penelitian Obgyn

RSUP Dr. M. Djamil bersama Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi (PDRPI) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) mendorong tenaga medis, khususnya di bidang Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), untuk lebih terlibat dalam kegiatan penelitian. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, kami memiliki tanggung jawab besar tidak hanya dalam memberikan pelayanan medis terbaik. Tetapi juga dalam berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat Pertemuan Tim Litbang dan Tim Obgyn RSUP Dr. M. Djamil di Ruang Rapat Direksi, Jumat (4/7).

Dovy Djanas, yang juga seorang spesialis Obgyn memahami urgensi penelitian di bidang ini. “Angka kematian ibu dan bayi, infeksi terkait kehamilan, serta berbagai masalah ginekologi masih menjadi perhatian serius. Melalui penelitian, kita bisa menemukan solusi inovatif, memperbaiki tata laksana, dan pada akhirnya menyelamatkan lebih banyak nyawa,” tegasnya.

Ia berharap dengan dukungan penuh dari manajemen rumah sakit dan PDRPI, para dokter spesialis di RSUP Dr. M. Djamil semakin termotivasi untuk menjadikan penelitian sebagai bagian integral dari praktik profesional mereka. “Mari bersama-sama berkontribusi pada kemajuan ilmu kedokteran demi kesehatan masyarakat yang lebih baik,” ajaknya.

Senada dengan itu, Kepala PDRPI Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. Andani Eka Putra mengatakan kolaborasi ini adalah wujud komitmen untuk tidak hanya memberikan pelayanan terbaik, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi dalam dunia kesehatan. “Kami melihat potensi besar pada para tenaga medis di RSUP Dr. M. Djamil untuk menghasilkan penelitian berkualitas. PDRPI siap menjadi mitra strategis dalam setiap tahapan penelitian,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Adakan Bimtek AI Kolaborasi Baru Desain Komunikasi Visual di Era Digital

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan Bimbingan Teknis AI Kolaborasi Baru Desain Komunikasi Visual di Era Digital di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (4/7). Pada bimtek tersebut bertindak sebagai narasumber dosen Desain Komunikasi Visual, Departemen Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni UNP Dr. Haris Satria yang membahas tentang Branding dan Marketing.

“Bimbingan teknis ini bukan hanya menjadi agenda formal, tetapi merupakan langkah strategis yang mencerminkan komitmen kita bersama untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan meningkatkan kapasitas di tengah dinamika era digital. Kita sedang berada dalam masa transformasi besar-besaran tidak hanya dalam dunia teknologi, tapi juga dalam cara kita berpikir, merancang, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, manajemen dan civitas hospitalia.

Teknologi Artificial Intelligence, atau AI, yang beberapa dekade lalu masih dianggap wacana masa depan, kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. AI telah masuk ke hampir seluruh sektor. Mulai dari industri, pendidikan, komunikasi, hingga layanan kesehatan. RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, tentu tidak bisa berada di luar arus besar ini.

“Kita harus mampu menjadi bagian dari gelombang perubahan tersebut. Di sinilah pentingnya desain komunikasi visual yang efektif dan adaptif. Di tengah derasnya informasi dan tingginya ekspektasi masyarakat, komunikasi visual berbasis data, akurat, dan menarik menjadi elemen penting dalam menyampaikan pesan-pesan strategis rumah sakit — baik terkait edukasi kesehatan, promosi layanan, hingga manajemen krisis,” sebutnya.

Ia mengapresiasi kehadiran Dr. Haris Satria dari Universitas Negeri Padang, seorang akademisi dan praktisi di bidang desain komunikasi visual bersedia berbagi ilmu, sudut pandang, dan pengalamannya kepada kita semua. “Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat kita perlukan: antara akademisi dan praktisi, antara dunia pendidikan dan dunia pelayanan publik, khususnya dalam konteks rumah sakit,” ucap Dirut.

Narasumber Dr. Haris Satria mengatakan branding bukanlah sekadar membuat logo yang menarik, memilih warna yang indah, atau membuat slogan yang mudah diingat. “Branding adalah upaya kolektif untuk membentuk persepsi, emosi, dan pengalaman menyeluruh yang dimiliki pasien terhadap produk, layanan, atau bahkan rumah sakit,” ungkapnya.

Ia mengatakan tiga pilar krusial dalam strategi pemasaran sebuah entitas, khususnya yang berkaitan dengan sektor layanan kesehatan, yaitu brand personality, brand identity, dan brand positioning. “Dalam konteks rumah sakit, pemahaman dan implementasi ketiganya menjadi semakin vital mengingat sifat layanan yang sangat personal, sensitif, dan berlandaskan kepercayaan,” sebutnya.

Brand personality, sebutnya, dapat diibaratkan sebagai “kepribadian” sebuah merek jika ia adalah seorang manusia. Dalam konteks rumah sakit, membangun brand personality yang tepat adalah langkah fundamental untuk menciptakan ikatan emosional dengan pasien dan masyarakat.

“Bagi rumah sakit brand personality penting. Yakni diferensiasi dengan rumah sakit lain, rumah sakit yang memiliki personality yang peduli, ramah, dan dapat dipercaya. Pegawai rumah sakit akan merasa lebih bangga dan termotivasi jika mereka bekerja untuk merek yang memiliki karakter yang jelas dan positif. Dan konsistensi komunikasi mulai gaya bahasa di media sosial, desain brosur, hingga cara perawat berinteraksi dengan pasien,” paparnya.

Ia menekankan mewujudkan identitas tersebut ke dalam bentuk yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan. Inilah yang kita sebut Brand Identity. Brand identity adalah kumpulan elemen visual dan non-visual yang secara konsisten merepresentasikan merek. Di antaranya slogan/tagline, warna korporat, tipografi dan citra visual.

“Terakhir Brand Positioning adalah tentang bagaimana kita ingin rumah sakit kita dipersepsikan oleh target audiens relatif terhadap kompetitor. Ini adalah pernyataan strategis yang menjelaskan di mana posisi rumah sakit kita di “peta mental” konsumen. Positioning yang efektif harus unik, relevan, dan kredibel,” ungkap Haris.

Ketika ketiga elemen ini selaras, tuturnya, rumah sakit akan mampu membangun merek yang kuat, menciptakan kepercayaan yang langgeng, menarik pasien yang tepat. “Pada akhirnya, mencapai tujuan strategisnya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45