RSUP Dr. M. Djamil Apresiasi RSU Bunda Jakarta atas Peresmian Layanan Transplantasi Ginjal

RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pengampu layanan transplantasi ginjal untuk RSU Bunda Jakarta, menyampaikan apresiasi dan bangga atas kehadiran layanan transplantasi ginjal di RSU Bunda Jakarta. Peresmian layanan ini menjadi tonggak penting dalam upaya bersama meningkatkan akses dan kualitas penanganan gagal ginjal kronis di Indonesia.

“Kami mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif RSU Bunda Jakarta dalam menghadirkan layanan transplantasi ginjal. Ini adalah hasil nyata dari kolaborasi dan dedikasi yang telah terjalin antara kedua institusi. Keberhasilan RSU Bunda Jakarta ini juga menjadi bukti keberhasilan peran kami sebagai rumah sakit pengampu,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua di RSU Bunda Jakarta, Selasa (1/7).

Sebagai rumah sakit pengampu transplantasi ginjal untuk RSU Bunda Jakarta, sebutnya, RSUP Dr. M. Djamil merasa bangga dapat berperan dalam proses pembinaan dan pendampingan. “Tentu saja bertujuan agar layanan ini dapat berjalan dengan aman, berkualitas, serta sesuai dengan standar nasional dan internasional,” sebut Dovy.

Ia mengatakan transplantasi ginjal bukanlah sekadar tindakan medis. Tetapi merupakan harapan hidup bagi ribuan pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir. “Oleh karena itu, komitmen dan kesiapan RSU Bunda Jakarta dalam menyelenggarakan layanan ini patut diapresiasi dan didukung sepenuhnya,” ucapnya.

Dengan mengusung semangat “Harapan Baru Hidup Lebih Berkualitas Bersama Tim Dokter Berpengalaman & Teknologi Medis Terkini”, Ia yakin bahwa RSU Bunda Jakarta akan menjadi pusat layanan unggulan yang mengutamakan kualitas dan keselamatan pasien. “Semoga peresmian ini menjadi awal dari perjalanan besar dalam memberikan harapan dan kualitas hidup baru bagi para pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir, serta memperkuat jejaring pelayanan transplantasi ginjal di tingkat nasional,” harap bapak dua anak ini.

Saat peresmian, Komisaris Utama BMHS, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, FRANZCOG, GDRM, MMIS, Sp.OG, menekankan keseriusan pihaknya dalam mendorong kemajuan layanan transplantasi ginjal di Indonesia. “Kami berkomitmen untuk terus mendorong batas inovasi dalam menjawab kebutuhan kesehatan nasional yang semakin kompleks. Salah satu bidang strategis yang kami kembangkan adalah layanan uronefrologi, termasuk transplantasi ginjal, sebagai bagian dari peta jalan jangka panjang ekosistem BMHS,” jelas Ivan.

Sementara, Direktur Utama BMHS, Dr. Agus Heru Darjono menjelaskan upaya memajukan layanan ini didukung tim berpengalaman dan sarana lengkap yang modern. “Setiap tahapan transplantasi ginjal di RSU Bunda Jakarta dilakukan secara komprehensif dengan pendampingan dari tim ahli. Ini menjadi bukti nyata komitmen strategis BMHS dalam mendukung upaya pemerintah dalam pengembangan layanan unggulan transplantasi ginjal di Indonesia yang lebih inklusif dan berdampak luas,” pungkasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Luncurkan Ners Ceria Instalasi Rawat Jalan

RSUP Dr. M. Djamil meluncurkan program “Ners Ceria”  Instalasi Rawat Jalan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (3/7). Program inovatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dengan mengedepankan pendekatan yang lebih humanis, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Peluncuran ini ditandai dengan pemasangan pin kepada perawat “Ners Ceria”. Ners Ceria ini akronim dari Nyaman, Empati, Responsif, Senyum, Sapa, Salam, Caring, Edukasi, Respek, Inisiatif, dan Akuntabel.

“Filosofi di balik Ners Ceria adalah bagaimana setiap perawat dapat memberikan pelayanan yang tidak hanya profesional secara medis, tetapi juga menyentuh aspek emosional pasien. Kami ingin pasien merasa nyaman, didengarkan, dan diberikan perhatian penuh selama menjalani pengobatan di Instalasi Rawat Jalan,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan manajemen.

Peluncuran Ners Ceria ini, sebutnya, bagian dari komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar pelayanan kesehatan. “Instalasi Rawat Jalan adalah gerbang utama bagi banyak pasien yang datang ke rumah sakit. Oleh karena itu, pengalaman pertama mereka di sini sangatlah penting. Dengan Ners Ceria, kami berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih positif dan suportif bagi pasien dan keluarga,” tambah Direktur Utama.

Ia berharap dengan diluncurkannya program Ners Ceria ini, RSUP Dr. M. Djamil dapat semakin meningkatkan kepuasan pasien, menciptakan lingkungan perawatan yang lebih humanis. “Dan menjadi contoh bagi institusi pelayanan kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan keperawatan yang unggul,” harap Dovy.

Sementara itu, Kepala Instalasi Rawat Jalan dr. Roza Sriyanti, Sp.OG, KFM mengatakan program Ners Ceria ini diinisiasi untuk mengatasi permasalahan di Instalasi Rawat Jalan. Dengan hadirnya Ners Ceria ini mudah-mudahan permasalahan di Instalasi Rawat Jalan dapat teratasi.

“Hadirnya Ners Ceria tersebut dapat membantu pasien dan keluarga pasien dalam memberikan informasi dan edukasi sehingga tidak ada lagi terjadi sesak dalam kunjungan pasien ke Instalasi Rawat Jalan,” harap dr. Roza. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Lantik Dua Pejabat Fungsional

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan dua pejabat fungsional di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (3/7). Dua pejabat fungsional yang dilantik yakni Guslinda Eka Putri, SKM sebagai Perencana Ahli Pertama dan Vivi Febriyeni, S.Kep, Ns sebagai Perawat Ahli Pertama.

“Pelantikan pejabat fungsional ini merupakan bagian dari upaya RSUP Dr. M. Djamil untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan optimalisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pelantikan ini juga bukan hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah amanah yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Dovy menyampaikan jabatan fungsional ini menuntut profesionalisme dan dedikasi yang tinggi. “Para pejabat fungsional dilantik memiliki peran vital dalam mendukung fungsi utama rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Dovy menegaskan inti dari pelayanan kesehatan yang baik adalah kemampuan untuk berempati. “Sebagai tenaga kesehatan, kita tidak hanya dituntut untuk memberikan penanganan medis yang kompeten, tetapi juga harus mampu merasakan dan memahami apa yang dirasakan oleh pasien. Pelayanan dengan empati akan menciptakan suasana yang lebih nyaman dan meningkatkan kepercayaan pasien terhadap rumah sakit,” tambahnya.

Menurut Dovy, empati adalah kunci untuk membangun hubungan yang kuat antara tenaga kesehatan dan pasien, serta keluarga pasien. “Ketika pasien merasa didengarkan, dipahami, dan dihargai, proses penyembuhan akan berjalan lebih optimal. Ini juga akan mengurangi kecemasan dan kekhawatiran yang seringkali dirasakan oleh pasien di lingkungan rumah sakit,” jelasnya.

RSUP Dr. M. Djamil sendiri terus berkomitmen untuk menjadi rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat dan sekitarnya. “Dengan penambahan dua pejabat fungsional ini, diharapkan kualitas pelayanan di bidang keperawatan dan medis semakin terdepan,” harapnya.(*)

Direksi RSUP Dr. M. Djamil Audiensi dengan Wali Kota Padang

Direksi RSUP Dr. M. Djamil melakukan audiensi dengan Wali Kota Padang, Fadly Amran di rumah dinas wali kota, Rabu (2/7). Pertemuan ini menjadi ajang diskusi terkait potensi kolaborasi antara RSUP Dr. M. Djamil dan Pemko Padang dan menjadi forum strategis bagi pihak RSUP Dr. M. Djamil untuk memaparkan masterplan pengembangan rumah sakit.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, memimpin langsung rombongan direksi. Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

“Kami datang ke sini untuk berkoordinasi dan memohon dukungan dari Pemko Padang terkait rencana pengembangan RSUP Dr. M. Djamil. Masterplan ini adalah bagian dari upaya kami untuk menjadikan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan terdepan di Sumatera Barat, bahkan di tingkat regional,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia menjelaskan secara rinci masterplan pengembangan rumah sakit ke depan secara komprehensif. “Masterplan ini mencakup rencana jangka panjang untuk peningkatan fasilitas layanan, pengembangan sarana dan prasarana, serta optimalisasi area rumah sakit guna memberikan pelayanan kesehatan yang lebih prima kepada masyarakat,” ucapnya.

Beberapa poin penting yang disoroti dalam pemaparan masterplan antara lain pembangunan gedung-gedung baru yang memanfaatkan lahan PT KAI dan lahan TNI yang akan dibiayai oleh pinjaman luar negeri. “Semua ini bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas pelayanan rumah sakit dan memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang terus berkembang,” ungkapnya.

Wali Kota Padang, Fadly Amran menyambut baik kedatangan Direksi RSUP Dr. M. Djamil dan mengapresiasi upaya serta inisiatif yang dilakukan pihak rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan infrastruktur. Ia menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Padang untuk berkolaborasi dan memberikan dukungan sesuai kewenangan yang ada.

“Pemerintah Kota Padang mendukung setiap upaya peningkatan fasilitas dan pelayanan kesehatan di kota ini, terutama oleh RSUP Dr. M. Djamil yang merupakan rumah sakit rujukan utama,” kata Wali Kota Fadly Amran didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi dan Kepala OPD ini. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Simulasi Gempa Bumi 7,9 SR, Ratusan Pasien dan Petugas Berhasil Dievakuasi

RSUP Dr. M. Djamil menggelar drill simulasi gempa bumi berkekuatan 7,9 Skala Richter pada Rabu (2/7). Latihan berskala besar ini melibatkan 620 personel gabungan dari direksi dan civitas hospitalia rumah sakit, BPBD Sumbar, Basarnas Padang, RAPI, Dinas Kesehatan Sumbar, PMI Sumbar dan Kepolisian. Kegiatan ini juga disaksikan oleh perwakilan dari 27 rumah sakit lain di wilayah tersebut dan Pusat Krisis Kesehatan, menunjukkan komitmen bersama dalam kesiapsiagaan bencana.

Simulasi yang dipimpin langsung oleh Komandan Rumah Sakit sekaligus Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dan didukung oleh Komandan Bencana sekaligus Direktur Medik dan Keperawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), ini dimulai sekitar pukul 09.45. Skenario yang diangkat adalah gempa bumi berkekuatan 7,9 SR dengan pusat gempa di koordinat 1°23 LS dan 98°54 BT, sekitar 80 km di barat Kota Padang, pada kedalaman 10 km, dan berpotensi tsunami.

Dalam skenario ini, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 63 pasien selamat dan 245 petugas rumah sakit juga dinyatakan selamat. Simulasi ini juga menguji kemampuan tim dalam menghadapi situasi kritis, seperti adanya laporan tiga orang terjebak.

Dari ketiga korban tersebut, dua berhasil diselamatkan, namun satu orang dinyatakan meninggal dunia dalam skenario latihan ini, menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi.

Simulasi ini tersebar di beberapa lokasi strategis di dalam kompleks rumah sakit. Yakni, Ambun Pagi, Gedung IPD lantai 3, dan Gedung IKA lantai 3, ICU Tulip dan CVCU, Bangsal THT dan Mata, IGD, IRJ, Gedung IPJT, Gizi. Kemudian, IPS Non Medik dan Instalasi Kamar Jenazah, IPS Medis, K3RS dan Mutu sebagai Posko Utama Bencana dan Direksi. Penentuan titik kumpul yang beragam ini bertujuan untuk menguji efektivitas alur evakuasi dari berbagai area rumah sakit.

Selama drill, terlihat bagaimana tim medis dengan sigap mengevakuasi pasien dari berbagai bangsal, termasuk pasien dengan kondisi khusus yang memerlukan penanganan ekstra hati-hati.

Dovy Djanas menyatakan simulasi ini sangat krusial untuk menguji prosedur standar operasional (SOP) rumah sakit dalam menghadapi bencana. “Kita berada di daerah rawan gempa, dan kesiapsiagaan adalah kunci. Melalui simulasi ini, kita dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan memastikan bahwa seluruh personel memahami peran dan tanggung jawabnya saat terjadi bencana sesungguhnya,” ujar Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil.

Simulasi gempa bumi ini, sebutnya, merupakan bagian dari komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk menjadi rumah sakit yang tangguh bencana dan mampu memberikan pelayanan kesehatan optimal dalam segala kondisi. “Hasil dari evaluasi simulasi ini akan menjadi dasar untuk penyempurnaan rencana kontingensi rumah sakit, memastikan keselamatan pasien dan petugas selalu menjadi prioritas utama,” harapnya.

Senada dengan itu, Bestari Jaka Budiman menekankan pentingnya koordinasi antarunit dan kecepatan respons. “Setiap detik sangat berharga dalam situasi darurat. Latihan ini membantu kita menyelaraskan langkah, mulai dari evakuasi, triase, hingga penanganan medis awal. Hasilnya cukup memuaskan, namun tentu akan ada evaluasi menyeluruh untuk perbaikan ke depan,” tambah Direktur Medik dan Keperawatan ini. (*)

Klinik Istano Pagaruyuang

RSUP Dr. M. Djamil Dipercaya Mantan Rektor UNP untuk MCU

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan kepercayaan publik terhadap kualitas pelayanannya. Kali ini, kepercayaan datang dari Prof. Drs. H. Ganefri, M.Pd., Ph.D., mantan Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) yang kini menjabat sebagai Senior Eksekutif UNP, yang menjalani pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) di Klinik Istano Pagaruyuang pada Selasa (1/7).

“Hari ini saya melaksanakan pemeriksaan jantung di RSUP Dr. M. Djamil. Saya sangat terkesan atas pelayanan dari petugas—mulai dari administrasi, perawat, hingga dokter. Kita melihat kini M. Djamil berubah; terjadi transformasi dari segi pelayanan maupun sarana prasarana, sangat menyenangkan. Masuk rumah sakit serasa masuk hotel,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keramahan dan profesionalitas tenaga medis yang ditemui, serta harapan terhadap arah pengembangan layanan digital di masa mendatang. “Para dokter di sini memiliki keahlian luar biasa. Berkomunikasi dengan mereka saja sudah terasa menyembuhkan. Saya yakin RSUP Dr. M. Djamil akan terus bertransformasi, termasuk dalam digitalisasi layanan yang bisa diakses dari mana saja,” lanjutnya.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyambut baik kedatangan dan kepercayaan yang diberikan oleh Prof. Ganefri. “Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Bapak Prof. Ganefri. Ini adalah sebuah kehormatan bagi kami dan sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kami. Kami berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik, berstandar tinggi, dan berbasis bukti ilmiah kepada seluruh masyarakat, tanpa terkecuali,” sebutnya.

Ia menegaskan RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya menjadi pilihan utama bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan mereka. “Kepercayaan dari tokoh-tokoh penting seperti Prof. Ganefri semakin memperkuat posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai pilar kesehatan terkemuka di wilayah ini,” tegas Dovy.

Diketahui, Klinik Istano Pagaruyuang merupakan layanan unggulan RSUP Dr. M. Djamil yang dirancang untuk memberikan pengalaman berobat yang lebih cepat, mudah, dan nyaman. Dengan sistem layanan satu pintu yang terintegrasi dari rawat jalan, rawat inap, hingga tindakan medis dan penunjang, klinik ini didukung oleh tim dokter spesialis yang bekerja secara kolaboratif sesuai standar pelayanan terbaik.(*)

Instalasi Promkes RSUP Dr. M. Djamil dan Bagian Neurologi Peringati Hari Tumor Otak Sedunia

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil dan Bagian Neurologi memperingati Hari Tumor Otak Sedunia melalui penyuluhan kesehatan pada Rabu (25/6). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tumor otak, pentingnya deteksi dini, dan penanganan yang tepat, mengingat kompleksitas dan dampak serius yang dapat ditimbulkan oleh penyakit ini.

Sebagai narasumber dalam penyuluhan ini, dr. Diang Mulia Syofiadi, Sp.N yang memberikan pemaparan tentang memahami tumor otak primer dan sekunder. Dalam paparannya, dr. Diang menjelaskan tumor otak adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam atau di sekitar otak. Sel-sel tumbuh secara tidak terkontrol dan dapat membentuk benjolan. Tumor ini bisa jinak (non-kanker) maupun ganas (kanker). “Tumor otak bisa berasal dari otak itu sendiri (primer) atau menyebar dari kanker di bagian tubuh lain (sekunder,” ucapnya di Poliklinik Syaraf.

Tumor otak primer, sebutnya, tumor yang bermula dan tumbuh dari sel-sel di dalam otak atau jaringan sekitarnya (seperti selaput otak, saraf kranial). Ini berarti kanker atau pertumbuhan abnormal tersebut tidak berasal dari bagian tubuh lain dan kemudian menyebar ke otak. “Jenis umum tumor otak primer yakni glioma, meningioma, adenoma hipofisis dan schwannoma vestibular,” sebutnya.

Ia menjelaskan tumor otak sekunder adalah kanker yang bermula di organ lain  di tubuh dan kemudian menyebar ke otak. Ini berarti tumor di otak sebenarnya adalah sel kanker dari lokasi asalnya. “Misalnya dari paru-paru yang menyebar ke otak,” tutur dr. Diang.

Gejala tumor otak bervariasi tergantung pada ukuran, jenis, dan lokasi tumor. Namun, beberapa gejala umum yang patut diwaspadai antara lain sakit kepala yang persisten dan memberat, mual dan muntah tanpa sebab jelas, kejang, gangguan penglihatan atau pendengaran, kelemahan anggota gerak, hingga perubahan perilaku atau kepribadian.

“Jangan pernah menyepelekan gejala-gejala yang muncul. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter. Deteksi dini adalah kunci utama untuk penanganan yang optimal dan meningkatkan peluang kesembuhan pasien,” tegasnya.

Ia menjelaskan diagnosis tumor otak melibatkan serangkaian pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan neurologis fisik, pencitraan otak seperti MRI atau CT Scan, hingga biopsi untuk menentukan jenis tumor dan tes lain. “Pilihan pengobatan pun beragam meliputi operasi, radioterapi, kemoterapi, terapi target, imunoterapi, dan terapi suportif,” pungkasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Adakan LOI Bagi 12 Peserta Fellowship

RSUP Dr. M. Djamil kembali menegaskan posisinya sebagai pusat pendidikan utama di Sumatera Barat. Selasa (1/7), rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini menyelenggarakan Layanan Orientasi Informasi (LOI) bagi 12 peserta fellowship periode Juli di Lokal A Gedung Diklat. LOI itu diadakan untuk memastikan setiap fellow mendapatkan pemahaman menyeluruh terkait rumah sakit ini.

Rincian 12 peserta fellowship tersebut yakni dua peserta program fellowship onkologi, 6 peserta program fellowship tatalaksana penyakit ginjal dengan dialisis tahap dasar. Kemudian dua peserta program fellowship tatalaksana penyakit saluran cerna dengan endoskopi tahap dasar, satu peserta program fellowship kardiologi intervensi dan satu peserta program fellowship emergensi dan rawat intensif anak.

Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes mengatakan program fellowship adalah fase krusial dalam perjalanan profesional seorang dokter. Di sini, para peserta fellow tidak hanya akan mengasah kemampuan klinis, tetapi juga dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja rumah sakit rujukan ini.

“Kami menyambut baik ke-12 peserta fellowship ini. Program fellowship bukan hanya tentang memperdalam ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang masing-masing, tetapi juga tentang memberikan kontribusi nyata dalam melayani pasien,” ujar dr. Maliana.

Ia menekankan para peserta fellow tidak hanya akan belajar dari buku atau seminar, namun juga akan terjun langsung melayani pasien. “Ini adalah kesempatan berharga untuk mengaplikasikan teori dalam praktik nyata, berinteraksi langsung dengan pasien, dan merasakan secara langsung dinamika pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat ini,” sebutnya.

Turut hadir Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, Asisten Manajer Pendidikan Yulfendri, AMd. PK, SKM, Ketua KSM dan PIC Fellowship.

Dengan adanya Layanan Orientasi Informasi ini, RSUP Dr. M. Djamil berharap para fellow dapat memulai program mereka dengan bekal yang kuat, mengurangi masa adaptasi, dan segera berkontribusi optimal dalam pelayanan kesehatan. “Dengan adanya program fellowship ini, diharapkan akan terjadi transfer pengetahuan dan keterampilan yang signifikan, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Diketahui Layanan Orientasi Informasi ini sendiri berlangsung satu hari. Para peserta fellow dibekali materi SOTK RSUP Dr. M. Djamil, manajemen fasilitas, PMKP dan SKP, kewaspadaan universal dan handhygiene. Kemudian materi pengenalan rekam medik elektronik dan medical staf by law. (*)

2 Juli, RSUP Dr. M. Djamil akan Gelar Drill Simulasi Gempa

RSUP Dr. M. Djamil akan mengadakan drill simulasi gempa pada Rabu (2/7). Kegiatan ini direncanakan melibatkan sebanyak 620 personel terdiri dari internal rumah sakit, serta berbagai instansi terkait lainnya. Simulasi ini bertujuan untuk menguji kesiapan dan respons tanggap darurat RSUP Dr. M. Djamil dalam menghadapi potensi bencana, serta memperkuat koordinasi antar berbagai pihak.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyatakan simulasi ini merupakan bagian integral dari komitmen rumah sakit dalam memastikan keselamatan pasien dan seluruh civitas hospitalia, terutama dalam menghadapi situasi darurat. “Sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, RSUP Dr. M. Djamil memiliki tanggung jawab besar untuk selalu siap siaga menghadapi berbagai kemungkinan bencana, baik bencana alam maupun non-alam,” ujar Komandan Rumah Sakit ini saat Sosialisasi Drill Simulasi Bencana di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (30/6).

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan yang juga Komandan Bencana Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen. Kemudian perwakilan BPBD Sumbar, Basarnas Padang, RAPI, Diskominfo Kota Padang.

Drill simulasi gempa ini akan mensimulasikan skenario gempa dengan skala 7,9 SR yang memerlukan respons cepat dan terkoordinasi dari seluruh elemen rumah sakit. Mulai dari aktivasi kode bencana, proses evakuasi pasien, triase korban massal, penanganan medis darurat, hingga koordinasi dengan pihak luar seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, SAR dan relawan.

Keterlibatan 620 personel ini akan dibagi menjadi beberapa tim dengan peran dan tanggung jawab yang berbeda. Setiap tim akan diberikan skenario spesifik yang harus mereka tangani, sehingga kemampuan mereka dalam mengambil keputusan cepat dan tepat dapat terasah.

“Keselamatan pasien adalah prioritas utama kami. Melalui simulasi ini, kami berharap dapat mengidentifikasi potensi kelemahan atau celah dalam sistem penanganan bencana kami, sehingga kami dapat melakukan perbaikan yang diperlukan. Ini juga menjadi kesempatan bagi seluruh civitas hospitalia untuk mempraktikkan keterampilan mereka dan memahami peran masing-masing dalam situasi darurat,” tambah Dovy.

Ia berharap dengan akan dilaksanakannya drill simulasi gempa ini, RSUP Dr. M. Djamil dapat semakin meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi segala bentuk ancaman bencana. “Hasil dari simulasi ini akan menjadi bahan evaluasi penting untuk terus menyempurnakan sistem manajemen bencana rumah sakit, demi terciptanya lingkungan rumah sakit yang aman dan responsif,” harapnya.

Simulasi akan dimulai pada pagi hari tanggal 2 Juli 2025 dan diperkirakan akan berlangsung hingga siang hari, dengan berbagai tahapan skenario yang akan dijalankan. Masyarakat diimbau untuk tidak panik jika melihat pergerakan personel dan kendaraan darurat di sekitar area RSUP Dr. M. Djamil pada tanggal tersebut, karena hal tersebut merupakan bagian dari kegiatan simulasi.(*)

Instalasi Promkes RSUP Dr. M. Djamil dan Kelompok Kerja Nyeri Kepala Peringati Bulan Peduli Migrain

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil bekerja sama dengan Kelompok Kerja Nyeri Kepala Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia mengadakan penyuluhan kesehatan tentang Mengenal Migrain Lebih Dekat. Penyuluhan dalam rangka Bulan Peduli Migrain ini menghadirkan narasumber dokter spesialis neurologi Dr. dr. Restu Susanti, Sp.N (K), M.Biomed.

“Migrain adalah suatu kondisi neurologis kompleks yang ditandai dengan serangan sakit kepala berdenyut sedang hingga berat, seringkali disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia), dan suara (fonofobia),” jelas Restu di Poliklinik Neurologi, Jumat (20/6).

Ia menjelaskan faktor risiko migrain ini berupa riwayat keluarga, usia 20 sampai 45 tahun, faktor hormonal dan wanita. Sedangkan faktor pencetus migrain ini adalah olahraga berlebih, stres, perubahan cuaca, alkohol, merokok. “Kemudian faktor hormonal, pola tidur kacau, produk susu, cokelat dan kopi. Rangsangan cahaya atau suara berlebih, serta tempat tinggi seperti pesawat atau gunung,” sebutnya.

Ada pun tanda dan gejala migrain ini, sebut Rika Susanti, nyeri kepala berdenyut, durasi 4 sampai 72 jam, mual dan muntah, nyeri satu sisi kepala dan memberat dengan aktivitas. “Untuk migrain ini dibagi atas migrain tanpa aura dan migrain dengan aura,” tuturnya.

Ia menyebutkan penanganan migrain ini tanpa obat dikenal dengan singkatan SEEDS. Yakni sleep hygiene (tidur cukup dan teratur), exercise (olahraga teratur), eat (pola makan sehat), diary (catat pola serangan migrain), dan stress (manajemen stres). “Untuk pengobatan migrain berupa obat pereda nyeri dan obat pencegahan. Dan terapi tambahan yakni konsumsi vitamin B2, koenzim Q10, magnesium, melatonin, dan simulasi saraf vagus non vasif,” sebut Restu.

Restu juga mengatakan migrain dapat dicegah dengan pola makan yang sehat, manajemen stres, tidur cukup dan teratur, menghindari alkohol. “Kemudian olahraga teratur, mambatasi kafein, minum obat sesuai anjuran, dan berhenti merokok,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45