Apel Pagi RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Sinergi Pelayanan dan Klaim

RSUP Dr. M. Djamil melaksanakan apel pagi rutin di Ruang Terbuka Hijau Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (30/6). Apel pagi itu dipimpin Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo, SE yang menyampaikan sejumlah arahan strategis dalam rangka peningkatan mutu pelayanan dan efisiensi pengelolaan klaim.

Dalam amanatnya, Luhur Joko Prasetyo menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unit dalam mendukung kelengkapan berkas klaim pelayanan, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem operasional rumah sakit.“Sebagai instansi pemerintah yang berstatus Badan Layanan Umum (BLU), RSUP Dr. M. Djamil menjalankan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan prinsip efisiensi dan produktivitas, tanpa mengutamakan keuntungan. Dana dari klaim pelayanan ini bukan untuk mencari laba, melainkan untuk mendukung keberlangsungan operasional dan peningkatan mutu layanan,” ujarnya.

Turut hadir jajaran direksi lengkap, yakni Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL(K), FICS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, serta Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, manajemen dan civitas hospitalia.

Pengelolaan klaim yang efisien, sebutnya, kunci untuk memastikan keberlanjutan operasional rumah sakit. “Kita harus bekerja sama untuk meminimalisir kesalahan, mempercepat proses verifikasi, dan memastikan setiap klaim diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku. Ini akan berdampak pada ketersediaan anggaran untuk peningkatan fasilitas dan pengembangan sumber daya manusia,” ucapnya.

Ia mengajak mari jadikan momentum apel pagi ini sebagai titik tolak untuk bekerja lebih keras, lebih cerdas dan lebih ikhlas. “Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang tinggi, saya yakin RSUP Dr. M. Djamil akan terus menjadi rumah sakit rujukan terdepan yang dipercaya oleh masyarakat,” harap Koko—akrab dipanggil. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Muktamar AIPKI 2025

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua turut hadir dalam Muktamar Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) yang diselenggarakan di The ZHM Premiere Hotel Padang, Jumat (27/6). Kehadiran Dirut menegaskan komitmen RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama di wilayah Sumatera Barat untuk terus mendukung dan memperkuat kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia.

Untuk diketahui, Muktamar AIPKI merupakan forum strategis yang mempertemukan pimpinan dan perwakilan dari seluruh institusi pendidikan kedokteran di Indonesia. Kegiatan itu dilangsungkan mulai 27 hingga 29 Juni 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Dovy Djanas menekankan pentingnya sinergi antara rumah sakit pendidikan dan institusi pendidikan kedokteran. “RSUP Dr. M. Djamil memiliki peran sentral sebagai wahana pembelajaran bagi calon-calon dokter. Kami berkomitmen untuk menyediakan lingkungan pendidikan yang kondusif, didukung oleh fasilitas lengkap dan tenaga medis profesional, agar para mahasiswa dapat memperoleh pengalaman klinis yang optimal,” kata Dovy.

Turut dihadiri Dirjen Dikti Kemendiktisaintek Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T, M.Eng, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Rektor Unand Efa Yonnedi, Ph.D, Ketua Umum PP AIPKI Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG (K), Subsp.F.E.R, Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd dan peserta Muktamar AIPKI 2025.

Ia mengatakan rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan. Akan tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. “Kehadiran saya selaku Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil pada Muktamar AIPKI ini tidak hanya menunjukkan peran aktif rumah sakit dalam ekosistem pendidikan kedokteran nasional. Tetapi juga menegaskan kesiapan RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mencetak generasi dokter yang berkualitas bagi bangsa,” ucap Dovy.

Dirjen Dikti Kemendiktisaintek Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T, M.Eng, mengatakan Kemendiktisaintek terus berupaya penguatan pembukaan akses dan penguatan mutu untuk pendidikan kedokteran di Indonesia melalui pembukaan fakultas kedokteran, pendidikan akademi keperawatan dan program-program spesialis. “Tentu saja ini merupakan tantangan dan peluang bagi kita semua dalam rangka menindaklanjuti apa yang sudah digariskan Asta Cita oleh Bapak Presiden maupun Wakil Presiden. Dan saya kira sangat mungkin untuk dilakukan dan mungkin ditindaklanjuti bila kita bersama-sama melakukan konsolidasi dan interaksi dalam hal-hal strategis,” tuturnya.

Ia mengatakan dari segi sumber daya manusia sudah cukup. Hanya saja tinggal langkah bersama pimpinan Fakultas Kedokteran dengan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dan Kementerian Kesehatan tentunya. “Dan dalam konteks ini untuk bisa mewujudkan harapan Bapak Presiden menambah jumlah fakultas kedokteran di kampus-kampus dalam negeri,” harapnya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengakui Sumbar masih kekurangan dokter. Berdasar data penduduk Sumbar tahun 2024 sebanyak 5,8 juta orang dengan jumlah dokter umum 2.714 orang maka rasio dokter di Sumbar saat ini adalah 0,47 dibanding 1.000 penduduk. Artinya di Sumbar masih kekurangan sebanyak 3.122 orang berdasar rasio di atas.

“Bayangkan empat fakultas kedokteran di Sumbar tetapi kita masih kekurangan dokter. Bayangkan juga provinsi hang hanya memiliki satu fakultas kedokteran. Oleh sebab itu memang perlu pemerataan dan penyebaran. Serta perlu pertumbuhan fakultas kedokteran untuk menghasilkan dokter-dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” harapnya.

Ketua Umum PP AIPKI Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG (K), Subsp.F.E.R, mengatakan saat ini tercatat 127 fakultas kedokteran baik negeri maupun swasta. Dibanding tahun 2022 hanya 76 fakultas kedokteran. Selama tiga tahun sudah meningkat sedemikian banyaknya dan ada beberapa yang menunggu antrean untuk diresmikan atau untuk membuka pendaftarannya.

“Sebelumnya Bapak Presiden Prabowo menyatakan akan ditambah jumlah fakultas kedokteran, jumlah akademi-akademi keperawatan dan jumlah prodi spesialis. Tentunya hal ini kita anggap sebuah peluang bahwa dengan meningkatkan jumlah fakultas kedokteran, syarat-syarat dengan kualitas itu tetap menjadi syarat untuk pendirian fakultas kedokteran. Dan diharapkan pada pendirian fakultas kedokteran ada kendali mutu, kualitas dipertahankan dan kendali biaya agar supaya seluruh maayarakat Indonesia bisa menikmati untuk menjadi dokter,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Unand Efa Yonnedi, Ph.D mengatakan Unand melalui Fakultas Kedokteran terus memperkuat sistem kesehatan nasional. Saat ini kami tengah mendorong jejaring rumah sakit pendidikan, pengembangan riset translasi, peningkatan publikasi ilmiah, serta akselerasi akreditasi internasional.

“Kami juga mendukung tata kelola fakultas kedokteran yang bersih, transparan dan akuntabel. Kepemimpinan dekan dan manajerial fakultas sangat menentukan keberhasilan reformasi institusional yang kita galakkan bersama,” tukasnya. (*)

Dorong Inovasi dan Perbaikan Layanan, RSUP Dr. M. Djamil Hadirkan Hospital Advisor Pak Naw

Komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus menggenjot kualitas layanan dan kinerja tak pernah surut. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan In House Training bertajuk “Aksi Perbaikan di 6 Area Pendongkrak Kinerja Rumah Sakit Berbasis 10 Sumber Inovasi” yang menghadirkan seorang hospital advisor, Nawolo Tris Sampurno. Kegiatan ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan RSUP Dr. M. Djamil untuk mencapai predikat rumah sakit yang inovatif, memiliki reputasi, menawarkan kemudahan akses, dan senantiasa ramah dalam pelayanan.

“Di era kompetitif saat ini, tidak cukup hanya bekerja keras. Akan tetapi kita juga harus bekerja cerdas, inovatif, dan terukur. Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP Dr. M. Djamil harus terus meningkatkan kualitas layanannya. Salah satu caranya dengan mengidentifikasi area-area pendongkrak kinerja, melakukan perbaikan secara berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen organisasi dalam budaya inovasi,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (26/6).

Turut hadir Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Ia mengatakan in house training ini bukan hanya sebuah pelatihan biasa. Akan tetapi merupakan bagian dari komitmen bersama untuk membangun budaya kerja yang berorientasi pada perubahan positif dan pembelajaran berkelanjutan. “Melalui pelatihan ini, kita diharapkan bisa mengenali peluang perbaikan di enam area penting rumah sakit, serta memanfaatkan sepuluh sumber inovasi yang akan dibahas oleh Pak Naw, seorang praktisi sekaligus inspirator perubahan yang telah banyak mendampingi institusi layanan kesehatan di Indonesia,” harap Dovy.

Ia juga mengharapkan hasil dari In House Training ini dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan, baik dalam bentuk perbaikan proses kerja, penyederhanaan alur pelayanan, maupun inovasi berbasis teknologi informasi. “Jangan ragu untuk memulai dari hal-hal kecil, karena perubahan besar dimulai dari langkah pertama yang konsisten dan terus diperbaiki,” ajaknya.

Hospital Advisor, Nawolo Tris Sampurno menekankan rumah sakit adalah rumah misi kebaikan oleh karenanya senantiasa dilakukan aksi perbaikan untuk kebaikan. “Memang yang datang itu membawa kebaikan dan kita memberikan kebahagiaan. Dari sakit menjadi sehat. Mewujudkan itu butuh proses,” tutur pria yang pernah menjadi konsultan biro perencanaan dan anggaran Kemenkes RI untuk kajian efesiensi anggaran Satker BLU RS Dirjen Pelayanan Kesehatan tahun 2020-2021 ini.

Ia mengatakan yang menarik, kenapa perbaikan peningkatan kinerja di 6 area rumah sakit. Karena dengan begitu sama juga membenahi seluruh komponen yang ada di rumah sakit. Karena setiap area yang dibereskan atau di perbaiki juga akan melibatkan semua unit kerja yang ada.

Keenam area itu yakni area marketing, area publik, area rawat jalan, area rawat inap, area kamar operasi dan area pengelolaan klaim (asuransi dan BPJS Kesehatan). “Jika ingin membenahi rumah sakit, jangan pendekatannya per unit kerja. Akan tetapi per area. Makanya membenahi 6 area ini sama saja melibatkan seluruh unit kerja. Contoh, jika ingin membenahi poliklinik maka melibatkan 16 unit kerja. Mulai dari security yang menerima pasien. Kemudian rekam medis, perawat, DPJP hingga farmasi,” sebutnya.

Ia menegaskan jika ingin membenahi poliklinik maka benahi farmasi terlebih dulu. Karena komplain tertinggi di poliklinik berada di farmasi. Kenapa? Jika daftar lama pasien masih sabar, nunggu dokter lama pasien masih sabar. Jika menunggu obat lama, tidak ada lagi kesabaran dari pasien. “Solusinya, ruang tunggu farmasi ini harus dipisahkan dari ruang admisi. Jika sudah terpisah, berikan kenyamanan pada ruang tunggu farmasi tersebut,” ucap pria kelahiran 1975 ini.

Rumah sakit, tuturnya, harus tumbuh dan berkembang. Tentu untuk menjadi terbaik, semuanya harus didukung oleh inovasi dan reputasi. Inovasi harus didukung 10 sumber inovasi dan reputasi didukung oleh Google review, akreditasi dan ISO. “Sedangkan menjadi yang terpercaya harus didukung oleh kemudahan akses dan ramah dalam pelayanan. Sambutlah pasien bukan disambit. Sambutlah dengan kemudahan. Parkir mudah, layanan di poliklinik hingga pindah ke ruang rawat inap cepat, layanan di kamar operasi jangan terlalu lama dan proses kepulangan cepat. Dan itulah disebut dengan kemudahan akses,” ungkap Pak Naw–akrab dipanggil.

Di samping itu, tegasnya, harus ramah. Ukurannya, setiap berbicara petugasnya selalu eye contact, harus smile atau senyum, harus respect, harus memiliki empati. “Kemudian harus ensurance. Arti kata memiliki wajah solusi di tengah polusi. Jangan ketika datang ke rumah sakit melihat wajah petugas polusinya bertambah. Dan harus effort atau memiliki usaha atau upaya dilakukan untuk mencapai suatu tujuan atau hasil,” ungkapnya.

Ia menegaskan kuncinya, ketika inovasi, reputasi, kemudahan akses dan ramah dalam pelayanan dihadirkan, kepuasan pasien akan datang dengan sendirinya. “Makanya motto RSUP Dr. M. Djamil adalah Kepuasan Anda adalah Kepedulian Kami itu betul. Upaya untuk membangun kepedulian tersebut, kita harus hadirkan empat hal tersebut. Tentunya berujung pada kepuasan pasien,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan, Octovianus Ramba, di Ruang Rapat Direksi, Rabu (25/6). Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi dan sinergi antara BPJS Kesehatan dengan salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat tersebut.

Kedatangan Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan, Octovianus Ramba diterima oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut mendampingi direksi yakni Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen. Kemudian Kepala BPJS Kesehatan Padang dr. Fauzi Lukman Nurdiansyah dan tim.

“Kami senang atas kehadiran Bapak Octovianus Ramba dan tim. Kunjungan ini bukan hanya sekadar pertemuan formal, melainkan juga kesempatan berharga bagi kami untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan BPJS Kesehatan, demi meningkatkan kualitas pelayanan JKN di RSUP Dr. M. Djamil,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan berinovasi demi kenyamanan serta kesembuhan pasien. “Dan memberikan yang terbaik bagi pasien, terutama peserta JKN, dan memastikan mereka mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas,” harapnya.

Dirut juga memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan RSUP Dr. M. Djamil dalam memberikan pelayanan prima. Mulai dari peningkatan fasilitas, pengembangan sumber daya manusia, pengembangan layanan unggulan hingga penerapan digitalisasi untuk memudahkan akses dan efisiensi. “Kami ingin memastikan RSUP Dr. M. Djamil selalu menjadi pilihan utama masyarakat dalam mencari pelayanan kesehatan yang komprehensif,” tambah Dirut.

Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan, Octovianus Ramba menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen dan kerja keras RSUP Dr. M. Djamil dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.

“Kami melihat dedikasi yang tinggi dari RSUP Dr. M. Djamil dalam mendukung program JKN. Fasilitas yang lengkap, tenaga medis yang kompeten, serta sistem yang terorganisir dengan baik menunjukkan kesiapan rumah sakit ini dalam melayani masyarakat,” ujar Octovianus.

Ia mengatakan diketahui memang RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit kelas A dan tertua di Sumbar. Tentunya keberadaan rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini menjadi acuan bagi rumah sakit lainnya di Sumbar.

“Jika berbicara terkait sistem pelayanan kesehatan di Sumbar maka RSUP Dr. M. Djamil akan menjadi bukan hanya pusat rujukan tetapi juga menjadi rujukan regulasi untuk pelayanan JKN secara keseluruhan. Contoh semua kebijakan terkait tentang penjaminan pasti RSUP Dr. M. Djamil menjadi rujukan,” ungkapnya.

RSUP Dr. M. Djamil, sebutnya, juga memiliki peranan penting dalam sistem rujukan di Sumbar. “Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih jajaran direksi dan civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil atas kerja sama yang baik dengan BPJS Kesehatan,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Forum Kemitraan BPJS Kesehatan

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menghadiri Forum Kemitraan BPJS Kesehatan yang diselenggarakan di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Rabu (25/5). Dalam forum tersebut, Dirut secara khusus menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait dalam pembenahan sistem rujukan terpadu.

“Sistem rujukan terpadu bukan hanya tanggung jawab BPJS Kesehatan atau rumah sakit semata, tapi membutuhkan sinergi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan tingkat pertama, hingga masyarakat itu sendiri,” kata Dovy Djanas.

Forum yang dibuka oleh Sekretaris Provinsi Sumbar Arry Yuswandi ini turut dihadiri Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan Octovianus Ramba, Kepala BPJS Kesehatan Padang dr. Fauzi Lukman Nurdiansyah dan jajaran, Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi, Kepala Dinas Sosial Sumbar Syaifullah, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumbar dr. Fiolinaliza, MKM, Kepala Verifikasi dan Penjaminan Pasien RSUP Dr. M. Djamil dr. Melia Rahmadewi Murni, direksi rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Ia mengatakan dengan alur rujukan yang jelas dan dipahami semua pihak, pasien akan mendapatkan penanganan yang tepat di fasilitas kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya. “Sehingga meminimalisir penumpukan di rumah sakit rujukan dan mengurangi potensi komplain,” tambahnya.

Ia menekankan pihaknya percaya, dengan sistem rujukan terpadu yang didukung oleh semua pihak, dapat mencapai efisiensi dalam pelayanan, mengurangi waktu tunggu, dan memastikan bahwa setiap pasien menerima perawatan yang dibutuhkan secara tepat waktu dan berkualitas. “Ini adalah upaya bersama untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh peserta JKN di Sumatera Barat,” tutur Dovy Djanas.

RSUP Dr. M. Djamil, sebutnya, senantiasa berupaya memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien BPJS Kesehatan. “Rumah sakit terus melakukan pembenahan internal, baik dari sisi fasilitas, sumber daya manusia, maupun prosedur pelayanan, agar sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan dan tentunya dapat memenuhi harapan masyarakat,” ucap Dovy.

Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan Octovianus Ramba mengharapkan dukungan atas penataan sistem rujukan FKTP atau FKTRL serta percepatan penyediaan sarana prasarana pendukung untuk kesiapan pelaksanaan program rujuk balik khususnya farmasi puskesmas. Termasuk juga monitoring dan evaluasi bersama terhadap program jaminan kesehatan di Sumbar secara berkala. “Tak kalah pentingnya untuk segera membentuk tim pencegahan korupsi JKn Sumbar,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi mengatakan forum kemitraan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, memastikan setiap elemen dalam sistem kesehatan berfungsi optimal. “Pada akhirnya, memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” kata Arry Yuswandi.

Forum ini, sebutnya, juga menjadi ajang diskusi tentang berbagai tantangan dalam implementasi sistem JKN, termasuk optimalisasi sistem rujukan. “Diskusi dalam forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi berbagai isu tersebut,” harapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Kunjungi Kemenag Sumbar, Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan Haji dan Umrah

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik, khususnya bagi jamaah haji dan umrah. Pada Selasa (24/6), direksi dan tim Klinik Istano Pagaruyuang melakukan kunjungan ke Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Barat. Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antara kedua institusi dalam mempersiapkan dan melayani kesehatan para calon jamaah haji dan umrah dari Sumatera Barat.

Kunjungan ini dipimpin Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dan diterima oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat, Dr. Abrar Munandar, M.Ag, di Aula Kerukunan Beragama. Turut dihadiri Wakil Kepala Instalasi Non-JKN dr. Eko Apriandhi, Sp.OG, Pj Pengembangan Bisnis dan Marketing dr. Winanda, MARS dan tim Klinik Istano Pagaruyuang. Sedangkan dari Kanwil Kemenag Sumbar dihadiri Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Dr. H. M. Rifki, M.Ag dan jajaran.

Salah satu fokus utama pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah ketersediaan dan pelayanan vaksin internasional haji dan umrah. Sebagaimana diketahui, vaksinasi merupakan syarat mutlak bagi jamaah yang akan berangkat ke Tanah Suci. RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu fasilitas kesehatan rujukan nasional memiliki peran krusial dalam memastikan seluruh calon jamaah mendapatkan vaksinasi yang lengkap dan sesuai standar internasional.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menyampaikan komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk mendukung program Kemenag dalam aspek kesehatan haji dan umrah. “Kami siap memberikan pelayanan vaksinasi internasional haji dan umrah dengan kualitas terbaik. Selain itu, kami juga terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas rumah sakit untuk menangani berbagai kondisi kesehatan yang mungkin dihadapi jamaah sebelum maupun sesudah keberangkatan,” ujar Dovy seraya mengatakan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat tentang persyaratan kesehatan dan vaksinasi agar tidak ada kendala bagi calon jamaah.

Tidak hanya vaksinasi, sebut Dirut, RSUP Dr. M. Djamil menyediakan layanan medical check up (MCU) untuk jamaah haji dan petugas haji melalui Klinik Istano Pagaruyuang. “Klinik ini dioptimalkan untuk mempermudah akses jamaah dan petugas dalam mendapatkan layanan vaksinasi internasional serta MCU. Ini merupakan bagian dari upaya kami mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Menyambut baik kunjungan ini, Plh Kakanwil Kemenag Sumatera Barat, Dr. Abrar Munandar, M.Ag mengapresiasi inisiatif RSUP Dr. M. Djamil. “Kita memahami pelaksanaan ibadah haji dan umrah itu dominannya adalah ibadah secara fisik. Fisik yang prima, fisik yang kuat, kesehatan yang terjaga itulah yang kita harapkan. Karena itu kita menyambut baik upaya-upaya yang dilakukan oleh RSUP Dr. M. Djamil bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Sumatera Barat bagaimana merealisasikan jamaah yang sehat,” ucapnya.

Salah satunya, tutur Plh. Kakanwil, dengan pemberian beberapa vaksin yakni vaksin meningitis, vaksin polio dan sebagainya. Ini adalah untuk menjamin dan mengawal jamaah khusuk dan tuntas melaksanakan ibadah haji dan umrah. “InshaAllah kami dari jajaran Kanwil Kemenag Sumatera Barat atas izin pimpinan siap bekerja sama dengan RSUP Dr. M. Djamil,” tegasnya. (*)

Direksi RSUP Dr. M. Djamil Telusuri Layanan, Pastikan Kualitas Pelayanan dan Efisiensi Operasional

Jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional. Inspeksi dilakukan oleh Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Dalam kunjungannya, Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menelusuri pelayanan di High Care Unit (HCU) bagian Ilmu Penyakit Dalam. Fokus utama kunjungan ini adalah untuk memantau langsung implementasi standar pelayanan, ketersediaan fasilitas, serta kinerja tim medis dalam menangani pasien dengan berbagai kompleksitas penyakit dalam.

Di ruangan itu, Dovy Djanas terlihat berinteraksi akrab dengan sejumlah pasien. Ia menyapa, menanyakan kabar, dan mendengarkan langsung keluhan serta masukan dari para pasien dan keluarga mereka. “Bagaimana kondisi Bapak/Ibu hari ini? Apakah ada yang bisa kami bantu?” tanya Dovy kepada salah seorang pasien yang sedang menjalani perawatan. Interaksi ini menunjukkan komitmen manajemen untuk memahami pengalaman pasien secara langsung.

Selain berinteraksi dengan pasien, Dovy juga sempat berbincang dengan tim medis dan perawat yang bertugas di HCU. Ia mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik. Diskusi singkat juga dilakukan tentang ketersediaan fasilitas, kebutuhan peralatan medis, dan tantangan yang dihadapi dalam memberikan pelayanan di unit tersebut. “Kunjungan ini penting bagi kami untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan, memastikan standar pelayanan yang optimal, dan tentunya mendengarkan langsung suara dari pasien kami,” ujar Dovy Djanas usai penelusuran.

Ia menekankan pihaknya ingin memastikan bahwa setiap pasien yang datang ke RSUP Dr. M. Djamil mendapatkan pelayanan terbaik sesuai dengan standar medis yang berlaku. “Oleh karena itu masukan dari pasien dan keluarga akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan di RSUP Dr. M. Djamil,” tuturnya.

Telusur ke Casemix Kebidanan dan Anak

Sementara itu, drg. Ade Palupi Muchtar dan Luhur Joko Prasetyo melakukan penelusuran terhadap Casemix Kebidanan dan Anak. Casemix, atau sistem pengelompokan kasus pasien, memiliki peran krusial dalam efisiensi biaya dan perencanaan anggaran rumah sakit.

“Analisis casemix di bidang kebidanan dan anak penting untuk optimalisasi layanan dan efisiensi biaya. Kami perlu memastikan data casemix ini akurat dan mencerminkan beban kerja serta kompleksitas kasus yang sebenarnya. Dengan data casemix yang valid, kami dapat membuat keputusan yang lebih tepat terkait alokasi sumber daya dan pengembangan program,” ucapnya.

Sementara itu, Luhur Joko Prasetyo menyoroti aspek keuangan dari sistem casemix. Casemix adalah fondasi bagi sistem pembayaran berbasis kinerja dan perencanaan anggaran yang efektif. “Dengan memahami pola dan biaya kasus kebidanan serta anak, kami dapat mengelola keuangan rumah sakit secara lebih efisien, memastikan keberlanjutan operasional, dan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ucap Joko.

Telusur ini melibatkan tim rekam medis, tim verifikasi, serta diskusi dengan staf medis dan administrasi terkait. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi potensi perbaikan dalam pencatatan, pengkodean diagnosis dan tindakan, serta optimalisasi proses administrasi yang berkaitan dengan casemix.(*)

Fokus Penanganan Orang Terlantar dan PPKS, RSUP Dr. M. Djamil dan Dinas Sosial Sumbar Perkuat Kolaborasi

RSUP Dr. M. Djamil menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Sosial Sumbar tentang penanganan orang terlantar dan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) di Ruang Rapat Direksi, Senin (23/6). Kerja sama strategis ini secara khusus berfokus pada penanganan pasien terlantar pasca-perawatan dan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) di RSUP Dr. M. Djamil kepada masyarakat.

MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG, KFM, MARS, FISQua bersama Kepala Dinas Sosial Sumbar Syaifullah. Turut disaksikan Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dovy Djanas menyoroti tantangan yang kerap dihadapi rumah sakit terkait pasien terlantar yang telah menyelesaikan perawatan medis. Namun tidak memiliki keluarga atau kerabat yang dapat menjemput atau menampung mereka.

“Kami sering menemukan kasus di mana pasien, setelah pulih dari sakitnya, tidak memiliki tempat untuk pulang atau keluarga yang menjemput. Ini menjadi dilema besar bagi kami, karena rumah sakit memiliki keterbatasan dalam menampung pasien pasca-perawatan dalam jangka panjang,” ujar Dovy.

Ia mengatakan MoU ini adalah solusi konkret. Dengan adanya kerja sama ini, pasien terlantar yang telah selesai menjalani perawatan di RSUP Dr. M. Djamil dapat segera ditangani oleh Dinas Sosial untuk tindak lanjut. Baik itu reintegrasi dengan keluarga jika memungkinkan, atau penampungan di fasilitas sosial yang sesuai.

“Kolaborasi ini adalah perwujudan komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik, tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga aspek sosial kemasyarakatan,” tegas Dovy.

Kepala Dinas Sosial Sumbar Syaifullah menyambut baik langkah maju ini. “Kami bersyukur atas inisiatif dan kesediaan RSUP Dr. M. Djamil untuk memperkuat kerja sama ini. Penanganan pasien terlantar pasca-perawatan adalah salah satu isu kompleks yang memerlukan penanganan lintas sektor,” kata Syaifullah.

Syaifullah menjelaskan MoU ini akan mempermudah alur koordinasi antara rumah sakit dan dinas sosial. “Dengan adanya MoU ini, kami memiliki landasan yang jelas untuk bertindak cepat. Ini akan memastikan bahwa pasien yang telah sembuh tidak justru menjadi terlantar di lingkungan rumah sakit, melainkan mendapatkan perlindungan dan penanganan sosial yang layak,” paparnya.

Ia berharap dengan sinergi yang kuat antara RSUP Dr. M. Djamil dan Dinas Sosial Sumbar, masalah pasien terlantar pasca-perawatan dapat ditangani secara lebih efektif, humanis, dan berkelanjutan. “Ini guna memastikan tidak ada lagi pasien yang “tertinggal” setelah pulih dari sakitnya,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Serah Terima 229 CPNS, Perkuat Kualitas Layanan Kesehatan

RSUP Dr. M. Djamil menyelenggarakan acara serah terima 229 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (23/6). Penambahan ratusan tenaga baru ini diharapkan dapat semakin memperkuat dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat tersebut.

“Momentum ini menjadi babak baru bagi 229 individu tersebut untuk mengabdikan diri di bidang kesehatan. Sekaligus menjadi angin segar bagi RSUP Dr. M. Djamil dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima dan berdaya saing,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Pada kesempatan itu, sebanyak 229 CPNS resmi diserahterimakan oleh Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua ke pimpinan masing-masing unit kerja. Dan Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes memaparkan tentang pengelolaan CPNS 2024.

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Ia menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara di sektor kesehatan. “Tugas kita sebagai tenaga kesehatan bukan hanya sekadar memberikan pelayanan medis, tetapi juga melayani dengan hati, empati, dan penuh tanggung jawab. Pasien adalah prioritas utama kita,” tambah Dovy.

Ia juga mengingatkan para CPNS untuk terus belajar dan beradaptasi dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. “RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan juga berkomitmen untuk memfasilitasi pengembangan karier dan kompetensi para pegawainya,” sebutnya.

Serah terima CPNS ini, tuturnya, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tenaga aparatur sipil negara (ASN) yang kompeten dan profesional, khususnya di bidang kesehatan. “Dengan bertambahnya jumlah CPNS, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat terus meningkatkan standar pelayanan, mengurangi antrean pasien, serta memperluas jangkauan layanan spesialistik dan subspesialistik. Hal ini sejalan dengan visi rumah sakit untuk menjadi pusat rujukan kesehatan terdepan di regional Sumatera,” harap Dovy. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Lepas 12 Peserta Fellowship, Siap Perkuat Layanan Kesehatan Daerah

RSUP Dr. M. Djamil resmi melepas 12 peserta program fellowship periode Januari hingga Juni 2025. Para peserta fellowship ini diharapkan dapat segera berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan di berbagai rumah sakit daerah.

Pelepasan yang berlangsung khidmat ini dipimpin Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes di Ruang Rapat Direksi, Senin (23/6). Turut dihadiri Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, Asisten Manajer Pendidikan Yulfendri, AMd. PK, SKM, Ketua KSM dan PIC Fellowship.

Rincian 12 peserta fellowship yakni empat peserta fellowship onkologi, 6 peserta fellowship tatalaksana penyakit ginjal dan dialisis tahap dasar, 1 peserta fellowship tatalaksana penyakit saluran cerna dengan endoskopi tahap dasar dan 1 peserta fellowship sistemik onkologi toraks.

Selama enam bulan, para peserta telah menjalani pelatihan intensif di berbagai bidang spesialisasi, dibimbing oleh supervisor di RSUP Dr. M. Djamil. Kurikulum yang komprehensif dirancang untuk membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan klinis, serta etika profesionalisme.

Dalam sambutannya, dr. Maliana, M.Kes, menyampaikan apresiasi kepada para peserta atas dedikasi dan kerja keras mereka selama menjalani program. “Hari ini adalah tonggak penting bagi peserta fellowship semua. Para peserta telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam meningkatkan kompetensi diri. Ilmu dan pengalaman yang didapatkan di RSUP Dr. M. Djamil ini adalah bekal berharga untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujar dr. Maliana.

Ia juga menekankan pentingnya peran para alumni fellowship ini dalam memperkuat sistem kesehatan di daerah. “Kami berharap dapat membawa semangat inovasi dan kualitas pelayanan ke rumah sakit-rumah sakit di daerah asal peserta. Kontribusi para peserta sangat dinantikan untuk meratakan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Ia menekankan pelepasan 12 peserta fellowship ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan penanda dimulainya babak baru dalam karier profesional mereka. “RSUP Dr. M. Djamil bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan pengembangan profesionalisme para dokter ini, dan optimistis bahwa mereka akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan kesehatan di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera,” harap dr. Maliana. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45