RSUP Dr. M. Djamil Perkuat PTS Lewat Kerja Sama dengan LLDIKTI Wilayah X

RSUP Dr. M. Djamil menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X di The ZHM Premiere Padang, Senin (23/6). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat kualitas perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah Sumatera Barat khususnya dalam bidang kesehatan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dan Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma. Turut disaksikan Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan Asisten Manajer Pendidikan Yulfendri, AMd. PK, SKM.

Selain dengan RSUP Dr. M. Djamil, LLDIKTI Wilayah X juga menandatangani nota kesepahaman dengan Pemko Padang. Kesepahaman itu ditandatangani oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dengan Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyampaikan kerja sama ini merupakan wujud komitmen RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan untuk berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera. “Sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera bagian tengah, RSUP Dr. M. Djamil memiliki sumber daya dan fasilitas yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian di bidang kesehatan. Kami berharap, melalui kerja sama ini, perguruan tinggi swasta dapat memanfaatkan potensi yang ada di RSUP Dr. M. Djamil untuk mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja,” ujar Dovy.

Dovy menambahkan penguatan PTS penting mengingat peran vitalnya dalam menyediakan akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi masyarakat. “Kami menyadari bahwa banyak PTS memiliki potensi besar, namun kadang terkendala dalam hal fasilitas praktik, penelitian, maupun pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Di sinilah RSUP Dr. M. Djamil hadir untuk berkolaborasi,” tegasnya.

Senada dengan Dovy, Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma, menyambut baik kerja sama ini. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan dunia usaha atau industri dalam hal ini rumah sakit, merupakan kunci untuk meningkatkan relevansi dan daya saing lulusan. “Kerja sama dengan RSUP Dr. M. Djamil adalah langkah maju yang signifikan bagi perguruan tinggi swasta di wilayah kami. Ini akan membuka peluang luas bagi mahasiswa untuk melakukan praktik kerja lapangan, magang, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat dengan bimbingan langsung dari para profesional di RSUP Dr. M. Djamil,” jelas Afdalisma.

Ia berharap dengan adanya kerja sama ini, PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah X dapat meningkatkan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) secara signifikan. “Hal ini pada gilirannya akan berdampak positif pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan, serta mendukung pembangunan kesehatan yang lebih baik di wilayah Sumatera,” tuturnya.

Untuk diketahui, tidak hanya penandatanganan kerja sama, Dirut RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua berkesempatan memaparkan profil RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama dan penelitian. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Apel Pagi, Direktur Layanan Operasional Dorong Komunikasi Efektif dan Kerja Out of the Box

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan apel pagi rutin di pelataran Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (23/6). Apel tersebut dipimpin Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan dihadiri oleh seluruh jajaran manajemen serta civitas hospitalia rumah sakit.

Dalam amanatnya, drg. Ade Palupi Muchtar menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dan penerapan metode kerja out of the box demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. “Kita harus memastikan setiap informasi tersampaikan dengan jelas, baik antar rekan kerja maupun kepada pasien dan keluarga. Komunikasi yang baik akan meminimalkan kesalahpahaman, mempercepat proses pengambilan keputusan, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis,” ujarnya.

Selain itu, drg. Ade juga mendorong para civitas hospitalia untuk tidak terpaku pada rutinitas dan berani berpikir di luar kebiasaan atau out of the box. Dunia ini bergerak cepat, begitu juga dengan kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan cara-cara lama. Saya ingin kita semua berani mencoba hal-hal baru, mencari terobosan, dan berpikir kreatif untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja kita. Ide-ide segar, sekecil apa pun, dapat membawa perubahan signifikan dalam peningkatan kualitas layanan,” tuturnya.

drg. Ade mengingatkan kepercayaan masyarakat adalah aset paling berharga yang harus dijaga dengan memberikan pelayanan prima dan inovatif. Ia memberikan contoh seperti peningkatan respons terhadap keluhan pasien, pengembangan sistem informasi yang lebih terintegrasi, hingga ide-ide untuk menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih nyaman dan ramah bagi pasien serta keluarga.

“Kami atas nama direksi menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh staf RSUP Dr. M. Djamil. Kami berharap pesan tentang komunikasi efektif dan kerja out of the box ini dapat menjadi pegangan dalam menjalankan tugas sehari-hari, sehingga RSUP Dr. M. Djamil dapat terus berinovasi dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat,” tutur drg. Ade.

Apel pagi ditutup dengan momen membanggakan, yaitu penyerahan piala kepada perwakilan RSUP Dr. M. Djamil yang berhasil meraih Juara 1 Tunggal Putri dalam Kejuaraan Nasional Tenis Meja Kementerian Kesehatan dalam rangka Pra PORNAS Korpri XXVI di RSUP Dr. Kariadi Semarang. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Adakan Forum Komunikasi Publik Penyusunan Standar Pelayanan Publik

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan Forum Komunikasi Publik  yang berfokus pada sosialisasi dan penyusunan standar pelayanan publik, Jumat (20/6). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil ini menjadi bukti komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui partisipasi aktif masyarakat.

“Forum ini adalah wadah bagi kita semua untuk saling bertukar pikiran, memberikan masukan, dan bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang tidak hanya sesuai dengan regulasi. Tetapi juga benar-benar memenuhi harapan dan kebutuhan pasien serta keluarga,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG, KFM, MARS, FISQua.

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen. Kemudian hadir juga panelis yakni Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Andalas Prof. Dr. Zainul Daulay, S.H, M.H, Wakil Pemimpin Redaksi Padang Ekspres Suryani. Perwakilan Masyarakat Alex Lincoln, Staf Komunikasi dan Sekretariat BPJS Kesehatan Padang Reza Hadi Saputra dan  Pemimpin Bank Nagari Capem RSUP Dr. M. Djamil Alison Febrianto, S.P.

Ia mengatakan forum komunikasi publik ini merupakan langkah progresif RSUP Dr. M. Djamil dalam mewujudkan visi menjadi rumah sakit rujukan terkemuka yang memberikan pelayanan prima dan berorientasi pada keselamatan pasien. Dengan adanya standar pelayanan yang partisipatif dan transparan, diharapkan kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil akan semakin meningkat.

“Setiap masukan, sekecil apapun, sangat berarti bagi kami. Kami percaya bahwa dengan mendengarkan langsung dari mereka yang merasakan pelayanan, kami bisa mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan mengimplementasikan solusi yang tepat sasaran,” ucapnya.

Ia menjelaskan rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik dituntut untuk tidak hanya memberikan layanan yang profesional dan berkualitas. Namun juga senantiasa mengedepankan etika, empati, dan komunikasi yang baik. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan berkelanjutan melalui evaluasi mutu layanan dan keterlibatan aktif seluruh unsur, baik internal maupun eksternal. “Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, membangun kepercayaan publik, serta menjembatani aspirasi masyarakat demi pelayanan rumah sakit yang semakin baik, inklusif, dan humanis,” harap Dovy.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Andalas Prof. Dr. Zainul Daulay, S.H, M.H mengapresiasi forum komunikasi publik yang digelar oleh RSUP Dr. M. Djamil. Forum ini dinilai sebagai langkah strategis dan sangat positif dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. “Saya mengapresiasi Forum Komunikasi Publik yang diinisiasi oleh RSUP Dr. M. Djamil ini. Ini adalah wujud nyata dari upaya rumah sakit untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, mendengarkan masukan, dan secara bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang terbaik,” ujar Prof. Zainul Daulay.

Ia mengatakan penyusunan standar pelayanan publik yang melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sebagai penerima layanan, sangat krusial. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan akuntabilitas penyelenggara layanan, tetapi juga memastikan bahwa standar yang ditetapkan benar-benar relevan dan memenuhi kebutuhan publik. “Dalam konteks hukum administrasi negara, partisipasi publik dalam penyusunan standar pelayanan adalah fundamental. Ini sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, di mana pelayanan publik harus transparan, partisipatif, dan akuntabel,” jelas Prof. Zainul Daulay.

Prof. Zainul Daulay berharap agar inisiatif serupa dapat terus dilanjutkan dan menjadi contoh bagi lembaga-lembaga pelayanan publik lainnya. “Semoga kegiatan ini dapat terus menjadi agenda rutin dan memberikan dampak signifikan dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Sumatera Barat khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” harapnya.

Sesi sosialisasi diawali pemaparan Standar Pelayanan RSUP Dr. M. Djamil oleh Asisten Manajer Pelayanan dr. Vika Cikita. Ia menjelaskan secara rinci komponen-komponen standar pelayanan di Instalasi Gawat Darurat, Rawat Jalan dan Bedah Sentral. Mulai dari persyaratan, sistem, mekanisme, prosedur, jangka waktu pelayanan, biaya/tarif, produk pelayanan, penanganan pengaduan, hingga sarana dan prasarana.

Setelah sosialisasi, sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang menjadi inti dari FKP ini. Para panelis memberikan pandangan serta masukan atas standar pelayanan publik. Dan ditanggapi oleh jajaran direksi rumah sakit. Dan diiringi penandatanganan berita acara perwakilan dari lima unsur yakni masyarakat, akademisi, instansi terkait, organisasi masyarakat sipil dan media massa. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Telusur Cek Kesiapan Fasilitas dan Sarana Penunjang Layanan Non-JKN

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua melakukan kunjungan lapangan untuk mengecek kesiapan fasilitas dan sarana penunjang layanan non-JKN. Peninjauan ini menegaskan komitmen manajemen rumah sakit dalam memberikan pelayanan prima dan memastikan kualitas terbaik bagi seluruh pasien, termasuk pasien non-JKN.

Dirut didampingi manajemen menyusuri berbagai area yang menjadi prioritas bagi pasien non-JKN. Kunjungan ini meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD), Radiologi, ruang rawat inap gedung IPJT, Poliklinik Ortopaedi, dan Poliklinik Neurologi.

“Kunjungan ini adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan di RSUP Dr. M. Djamil, khususnya bagi pasien yang memilih layanan non-JKN. Peningkatan kualitas layanan non-JKN merupakan salah satu prioritas manajemen untuk memberikan pilihan yang lebih luas kepada masyarakat,” kata Dirut RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Penelusuran ini, sebutnya, merupakan bagian dari komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, baik yang terdaftar dalam program JKN maupun yang memilih jalur layanan mandiri atau Non-JKN. “Diharapkan, dengan optimalnya fasilitas dan sarana penunjang ini, RSUP Dr. M. Djamil dapat semakin menjadi rujukan utama bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Tim Monev Ditjen Mutu SDMK Kemenkes RI

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi dari Direktorat Jenderal Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan (Ditjen Mutu SDMK), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Ruang Rapat Direksi, pada Kamis (19/6). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka penjaminan mutu pelaksanaan program fellowship serta penguatan penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan.

Tim monev dari Kementerian Kesehatan yang hadir dalam kunjungan ini antara lain Dewi Pusparani, SKM, MKM; Maryani, SKM; dan Syarifah Khodijah. Dari pihak RSUP Dr. M. Djamil, kegiatan dihadiri oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes., Ketua Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B (K) Onk, M.Kes., para Ketua Kelompok Staf Medik (KSM), Pejabat Fungsional, serta peserta program fellowship.

Dalam sambutannya, dr. Maliana menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyambut baik kesempatan untuk meningkatkan koordinasi antar instansi dalam rangka memperkuat kualitas program fellowship. Ia juga menekankan pentingnya penambahan serta pemerataan distribusi SDM kesehatan, khususnya untuk wilayah Sumatera Barat.

“Tentunya adanya program ini di RSUP Dr. M. Djamil akan menambah pengadaan, penyediaan, serta distribusi sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Sumbar khususnya, dan Sumatera pada umumnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama di Sumatera Barat telah lama berperan aktif dalam menyelenggarakan berbagai program fellowship di bidang spesialisasi kedokteran. Rumah sakit ini terus berkomitmen menyediakan lingkungan belajar yang kondusif dan fasilitas terbaik bagi para peserta.

“Saat ini, terdapat lima Kelompok Staf Medik (KSM) di RSUP Dr. M. Djamil yang melaksanakan program fellowship, yaitu: KSM Jantung dan Pembuluh Darah dengan program Kardio Intervensi, KSM Ilmu Kesehatan Anak dengan program Neonatologi dan Emergensi Rawat Intensif Anak, KSM Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi dengan program Terapi Sistemik Onkologi Toraks, MDR in TB and Lung Infection, serta Pulmonologi Intervensi Lanjut, KSM Neurologi dengan program Neuroimaging Nursonologi, dan KSM Ilmu Penyakit Dalam dengan program Tatalaksana Penyakit Ginjal Dialisis Tahap Dasar,” jelasnya.

Sementara itu, Dewi Pusparani, SKM, MKM; perwakilan dari Ditjen Mutu SDMK menyampaikan kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program fellowship di RSUP Dr. M. Djamil. “Kami ingin melihat mulai dari proses perencanaan, penyelenggaraan, hingga capaian yang telah diraih, termasuk jumlah peserta dan insiden fellowship di RSUP Dr. M. Djamil,” terangnya.

Kegiatan diawali dengan pemaparan profil RSUP Dr. M. Djamil, penjelasan alur penerimaan peserta fellowship, serta sistem penyelenggaraan program. Tim monev kemudian menyampaikan hasil evaluasi awal dan temuan lapangan sebagai bahan diskusi bersama.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab antara tim Ditjen Mutu SDMK dan jajaran manajemen rumah sakit. Diskusi berlangsung hangat dan terbuka, membahas tantangan, solusi, serta langkah strategis untuk meningkatkan mutu program fellowship ke depan.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan mutu pendidikan tenaga kesehatan serta mendukung distribusi SDM kesehatan yang lebih merata di Indonesia, khususnya di wilayah barat.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Serahkan SK Penunjukkan Anggota Komkordik

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penunjukan Anggota Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) RSUP Dr. M. Djamil di Ruang Rapat Direksi, Kamis (19/6). Penyerahan SK ini menandai langkah penting dalam penguatan sistem pendidikan di lingkungan rumah sakit.

Berikut nama anggota Komkordik RSUP Dr. M. Djamil yakni Ketua Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B (K) Onk, M.Kes, Wakil Ketua dr. Al Haviz, Sp.THT-KL (K), Sekretaris dr. Sari Anugrah. Sub Komite Pendidikan Dokter dr. Irvan Medison, Sp.P (K), Sub Komite Pendidikan Tenaga Kesehatan Ns. Nelvi Desmita, S.Kep.

Sub Komite Etik, Disiplin dan Anti-Perundungan Peserta Didik dr. Haviz Yuad, Sp.OG, Subsp.FER. Sub Komite Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Mutu Pembelajaran Klinik dr. Oea Khairsyaf, Sp.P(K), MARS. Dan Sekretariat Muhammad Guntur Azka, SH dan Pebrika.

“Komkordik adalah jantung dari pendidikan di rumah sakit ini. Anggota yang baru ditunjuk ini memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa program pendidikan yang kita selenggarakan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengatakan Komkordik akan menjadi garda terdepan dalam menyusun, mengimplementasikan, dan mengevaluasi kurikulum pendidikan, serta memastikan fasilitas dan sumber daya pendukung memadai bagi para peserta didik. “Dengan komposisi anggota yang terdiri dari berbagai latar belakang kepakaran dan pengalaman, diharapkan Komkordik mampu merumuskan kebijakan-kebijakan strategis yang inovatif untuk kemajuan pendidikan,” ucapnya didampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes.

Dovy juga menekankan komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk melindungi peserta didik dari segala bentuk perundungan. Isu perundungan di lingkungan pendidikan, khususnya di institusi kesehatan, telah menjadi perhatian serius dan harus ditangani dengan tegas. “Sebagai institusi pendidikan, adalah kewajiban kita untuk menyediakan lingkungan belajar yang kondusif, suportif, dan bebas dari rasa takut. Tidak ada toleransi bagi tindakan perundungan dalam bentuk apapun di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil,” tegasnya.

Dovy berharap para anggota Komkordik dapat bekerja sama secara sinergis dan proaktif dalam menjalankan tugasnya. “Saya percaya dengan kapasitas dan dedikasi diberikan, Komkordik akan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam melahirkan tenaga kesehatan profesional yang berkualitas dan berdaya saing, sekaligus memastikan bahwa mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman dan positif,” tukasnya.(*)

Monev Layanan KRIS, RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Tim Pelayanan JKN RS Kemenkes RI

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari Tim Kerja Tata Kelola Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Rumah Sakit Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan di Ruang Rapat Direksi, Rabu (18/6). Kunjungan ini bertujuan untuk memonitoring dan mengevaluasi implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) JKN di RSUP Dr. M. Djamil, sebagai bagian dari persiapan menyeluruh menjelang penerapan KRIS di seluruh fasilitas kesehatan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama jajaran direksi menyambut Tim Kerja Tata Kelola Pelayanan JKN RS yakni dr. Riki Iqbal, M.H.Kes dan Fatwal Islamiaty, S.H. Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan SDM dr. Maliana, M.Kes, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen, tim Dinas Kesehatan Sumbar dan BPJS Kesehatan Padang.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menegaskan komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait transformasi layanan kesehatan, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan JKN melalui implementasi KRIS. “Kami senang dan berterima kasih atas kunjungan Tim Kerja Tata Kelola Pelayanan JKN RS. Ini adalah kesempatan berharga bagi kami untuk mendapatkan masukan dan arahan langsung, sekaligus menunjukkan kesiapan kami dalam mengimplementasikan Kelas Rawat Inap Standar JKN,” kata Dovy.

Ia mengatakan RSUP Dr. M. Djamil telah melakukan berbagai persiapan intensif, mulai dari penyesuaian fasilitas fisik mengacu pada 12 kriteria KRIS hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. “Ini guna memastikan transisi ke KRIS berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi pasien,” ucapnya.

Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) memaparkan data dan progres implementasi KRIS di RSUP Dr. M. Djamil. “Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi internal secara berkala untuk memastikan bahwa setiap tahapan implementasi KRIS berjalan sesuai rencana. Feedback dari tim Kementerian Kesehatan hari ini akan menjadi panduan berharga bagi kami untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan yang berkelanjutan,” harapnya.

Selama kunjungan, tim Kerja Tata Kelola Pelayanan JKN RS didampingi Direktur Medik dan Keperawatan serta Direktur Layanan Operasional melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil. Mereka meninjau langsung kondisi fasilitas ruang rawat inap yang telah disesuaikan dengan standar KRIS baik di ruang rawat inap Penyakit Dalam maupun IPJT.

Tim Kerja Tata Kelola Pelayanan JKN RS dr. Riki Iqbal, M.H.Kes mengatakan kunjungan ini bagian integral dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa seluruh rumah sakit siap sepenuhnya menghadapi implementasi KRIS. Kebijakan KRIS diharapkan dapat menghapus perbedaan kelas perawatan di rumah sakit, sehingga seluruh peserta JKN dapat menikmati standar pelayanan rawat inap yang sama, setara, dan berkualitas.

“Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan RSUP Dr. M. Djamil dapat semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat yang siap sedia dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik sesuai dengan standar nasional. Khususnya dalam menyongsong era implementasi Kelas Rawat Inap Standar JKN,” tukasnya. (*)

Direksi RSUP Dr. M. Djamil Monitoring dan Evaluasi Layanan Non-JKN

Direksi RSUP Dr. M. Djamil yang dipimpin Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap layanan non-JKN di Klinik Istano Pagaruyuang, Rabu (18/6). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi pasien non-Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pasien yang datang ke RSUP Dr. M. Djamil, tanpa terkecuali, merasakan kenyamanan dan mendapatkan pelayanan terbaik. Layanan non-JKN memiliki karakteristik dan kebutuhan yang sedikit berbeda, sehingga penting bagi kami untuk secara berkala memonitor dan mengevaluasi pelaksanaannya agar tetap optimal,” kata Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Monev ini turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Manajer OSDM dr. Keesa Nabila Afida, M.Kes, Kepala IPS RS Catur Suharinto. Kepala Instalasi Non-JKN dr. Alexander Kam, Sp.PD, M.Sc, FINASIM, Wakil Kepala Instalasi Non JKN Ns. Yuhelmi, S.Kep, Pj Pengembangan Bisnis dan Marketing dr. Winanda, MARS dan Karu Istano Pagaruyuang Ns. Sri Putri Kurnia, AMK, S.Kep.

Ia mengatakan kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk merumuskan kebijakan dan strategi yang lebih efektif dalam mengelola layanan non-JKN. Dengan demikian, rumah sakit ini dapat terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya yang membutuhkan pelayanan kesehatan berkualitas, baik melalui jalur JKN maupun non-JKN.

“RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pelayanan demi terwujudnya kesehatan masyarakat yang lebih baik,” tukasnya.

Diketahui layanan kepada pasien Non-JKN ini melalui Klinik Istano Pagaruyuang. Klinik Istano dirancang untuk melayani pasien umum atau pasien dengan asuransi swasta yang mencari layanan medis premium dengan kenyamanan dan fasilitas yang lebih eksklusif. Keunggulan berobat di klinik ini yakni konsultasi langsung dengan dokter spesialis dan subspesialis. Pasien dapat berkonsultasi dalam suasana nyaman dan privat bersama para ahli medis terkemuka.

Pelayanan Prioritas (Fast Track). Setiap pasien didampingi oleh patient advocate untuk memastikan kenyamanan dan percepatan dalam proses medis. Fasilitas Premium. Ruang tunggu dan layanan dirancang dengan standar kenyamanan tinggi. Kemudian parkir khusus. Akses parkir eksklusif disediakan demi kenyamanan pengunjung. Jam operasional Klinik Istano pun diperpanjang untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat, yakni Senin–Jumat pukul 07.30–20.00 dan Sabtu pukul 07.30–14.00.(*)

Instalasi Promkes RSUP Dr. M. Djamil dan Bagian Kebidanan dan Kandungan Gelar Penyuluhan tentang Asuhan Antenatal

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui kolaborasi apik dengan Bagian Kandungan dan Kebidanan. Rabu (18/6), sebuah penyuluhan komprehensif tentang Asuhan Antenatal (ANC) dengan narasumber dr. Eko Apriandhi, Sp.OG digelar di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan.

Dalam paparannya, dr. Eko Apriandhi, Sp.OG mengupas tuntas berbagai aspek penting dalam Asuhan Antenatal. ANC bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan sebuah proses berkelanjutan yang mencakup pemantauan kesehatan ibu dan janin, deteksi dini komplikasi, pemberian nutrisi yang tepat, serta edukasi tentang persiapan persalinan dan perawatan pascapersalinan.

“Asuhan antenatal adalah fondasi utama untuk kehamilan yang sehat. Melalui ANC yang teratur dan berkualitas, kita bisa mengidentifikasi potensi masalah sejak dini, memberikan intervensi yang tepat waktu, dan pada akhirnya, berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu dan bayi,” sebutnya.

Ia menjelaskan ada enam alasan mendapatkan ANC. Yakni membangun kepercayaan rasa saling percaya, mengupayakan kondisi terbaik ibu dan bayi yang dikandungnya, memperoleh informasi dasar tentang kesehatan ibu dan kehamilannya. “Mengidentifikasi dan menata laksana kehamilan risiko tinggi, memberikan pendidikan kesehatan yang diperlukan dalam menjaga kualitas kehamilan dan merawat bayi dan menghindari gangguan kesehatan selama kehamilan yang akan membahayakan keselamatan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya,” paparnya.

Komponen perawatan antenatal, sebutnya, terbagi atas dua. Yakni perawatan antenatal awal atau kunjungan pertama berupa anamnesis lengkap, pemeriksaan rutin dan penilaian faktor risiko. Dan perawatan antenatal berikutnya. Artinya pada kunjungan pertama jika ditemukan faktor risiko dari anamnesis dan pemeriksaan rutin. “Selanjutnya akan dilakukan evaluasi selama kunjungan berikutnya,” sebut Eko.

Selain materi di atas, dr. Eko juga memaparkan materi penyuluhan mencakup berbagai topik krusial, antara lain: tanda-tanda bahaya kehamilan yang wajib diwaspadai, nutrisi seimbang selama kehamilan, hingga perhatian khusus selama kehamilan. dr. Eko juga membuka sesi diskusi interaktif, di mana para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar keluhan dan kekhawatiran mereka selama kehamilan.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Jajaki Kolaborasi dengan BRI Regional Office Padang

Jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil melakukan kunjungan ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) Regional Office Padang pada Selasa (17/6). Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya konkret untuk mempererat kemitraan dan menjajaki berbagai potensi kolaborasi yang dapat meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

Rombongan direksi RSUP Dr. M. Djamil yang dipimpin Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua disambut oleh Regional CEO BRI Padang Riza Pahlevi. Turut mendampingi Dirut yakni Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Manajer Keuangan Dewi Anggreini, Manajer Hukum dan Humas Nova Afriani dan Pj Pengembangan Bisnis dan Marketing dr. Winanda, MARS.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan kunjungan ini merupakan wujud komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berinovasi dan bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan. “Kami percaya bahwa kolaborasi yang kuat dengan perbankan seperti BRI esensial dalam mendukung operasional rumah sakit. Ini juga demi memberikan kemudahan bagi pasien dan seluruh civitas hospitalia,” kata Dovy Djanas.

Ia menjelaskan RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan dan telah berdiri sejak tahun 1953. Rumah sakit ini juga termasuk rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera Bagian Tengah. Selain layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), rumah sakit ini juga memberikan layanan kepada pasien Non-JKN melalui Klinik Istano Pagaruyuang. “Klinik Istano kami tawarkan sebagai pilihan bagi masyarakat yang menginginkan pelayanan cepat, fasilitas yang lebih privat, dan jadwal yang lebih fleksibel, di luar skema JKN,” terang Dovy.

Ia menjelaskan Klinik Istano dirancang untuk melayani pasien umum atau pasien dengan asuransi Non-JKN yang mencari layanan medis premium dengan kenyamanan dan fasilitas yang lebih eksklusif. “Keunggulan berobat di klinik ini yakni konsultasi langsung dengan dokter spesialis dan subspesialis. Pasien dapat berkonsultasi dalam suasana nyaman dan privat bersama para ahli medis terkemuka,” sebutnya.

Pelayanan Prioritas (Fast Track). Setiap pasien didampingi oleh patient advocate untuk memastikan kenyamanan dan percepatan dalam proses medis. Fasilitas Premium. Ruang tunggu dan layanan dirancang dengan standar kenyamanan tinggi. “Kemudian parkir khusus. Akses parkir eksklusif disediakan demi kenyamanan pengunjung. Jam operasional Klinik Istano pun diperpanjang untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat, yakni Senin–Jumat pukul 07.30–20.00 dan Sabtu pukul 07.30–14.00,” paparnya. 

Salah satu layanan Klinik Istano, sebutnya, medical check up dengan fasilitas premium. Keunggulannya ruang tunggu yang nyaman, ruang makan yang nyaman, interpretasi hasil MCU dengan dokter spesialis, dan pasien didampingi pasien advocat dari awal hingga akhir pemeriksaan. “Kami menyiapkan paket-paket medical check up,” sebutnya.

Regional CEO BRI Padang Riza Pahlevi mengucapkan terima kasih atas kunjungan direksi RSUP Dr. M. Djamil. Kunjungan ini tentunya selain silaturahmi juga menjajaki kerja sama yang saling menguntungkan. “Sama diketahui, RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit tertua di Sumbar dan punya basic pasien yang cukup besar. Sementara BRI merupakan bank tertua di Indonesia dan memiliki produk yang sangat mendukung kemajuan dari RSUP Dr. M. Djamil. Jika terjalin kerja sama tentunya akan membesarkan RSUP Dr. M. Djamil dan menambah portofolio bagi BRI,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45