Dirut RSUP Dr. M. Djamil Lakukan Telusur ke Instalasi Verifikasi dan Penjaminan Pasien

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua bersama manajemen melakukan kunjungan lapangan ke Instalasi Verifikasi dan Penjaminan Pasien pada Selasa (17/6). Kunjungan ini untuk memastikan tugas dan fungsi instalasi dalam hal memverifikasi klaim asuransi dan keabsahan data pasien serta dokumen pendukung klaim berjalan dengan baik.

Kedatangan Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua bersama manajemen diterima oleh Kepala Instalasi dr. Melia Rahmadewi Murni. Pada kesempatan itu, Dirut memotivasi dan memompa semangat tim instalasi ini.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua mengajak seluruh civitas hospitalia termasuk jajaran Instalasi Verifikasi dan Penjaminan Pasien bersama-sama membangun rumah sakit ini agar lebih baik ke depannya. Sehingga semakin dicintai oleh masyarakat. “Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga RSUP Dr. M. Djamil,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya kepuasan pasien sebagai indikator kunci keberhasilan rumah sakit. “Bagi kami, pasien bukan sekadar individu yang sakit. Melainkan mitra yang harus kami layani dengan sepenuh hati dan profesionalisme. Kepuasan mereka adalah cerminan dari kualitas layanan yang kami berikan,” tuturnya.

Termasuk juga, sebutnya, dalam hal verifikasi klaim. Verifikasi klaim yang baik sangat penting untuk memastikan bahwa klaim asuransi diproses dengan benar dan tepat waktu. Hal ini juga membantu terjadinya klaim yang tidak sesuai dengan ketentuan polis. “Selain itu, verifikasi klaim yang efektif dapat membantu mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan,” ucap Dovy.

Ia menekankan kelancaran dan akurasi verifikasi klaim JKN memiliki dampak luas pada operasional rumah sakit. “Keberlanjutan rumah sakit kita bergantung pada kemampuan kita dalam mengelola klaim JKN secara profesional. Dengan klaim yang terverifikasi dengan baik, kita bisa terus berinvestasi dalam teknologi medis, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan pada akhirnya, memberikan pelayanan yang lebih baik dan optimal bagi seluruh pasien JKN,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Ajak Hospitalia Implementasikan Nilai KORPRI

RSUP Dr. M. Djamil menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (17/6). Upacara yang diikuti oleh jajaran direksi dan seluruh civitas hospitalia dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua.

Dalam amanatnya, Dovy Djanas menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dalam setiap aspek pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil. Hari Kesadaran Nasional adalah momen refleksi bagi seluruh ASN, khususnya para tenaga kesehatan, untuk memperkuat komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Sebagai insan KORPRI, kita memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas adalah pilar utama yang harus selalu kita junjung tinggi,” ujar Dovy.

Ia juga menyoroti peran strategis RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat. “Setiap tindakan dan keputusan kita akan berdampak langsung pada kualitas kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kompetensi dan terus berinovasi demi pelayanan yang prima,” imbaunya.

Dovy Djanas mengajak seluruh jajaran RSUP Dr. M. Djamil untuk senantiasa beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran. “Dunia kesehatan terus bergerak dinamis. Kita harus terus belajar, mengembangkan diri, dan beradaptasi dengan teknologi terbaru agar tidak tertinggal. Peningkatan kualitas pelayanan bukan hanya tentang alat yang canggih, tetapi juga tentang sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas,” tukasnya. (*)

Pelepasan CPNS Formasi 2024 ke Unit Kerja, Langkah Awal Pengabdian

Suasana antusiasme dan harapan menyelimuti Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil saat pelepasan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 menuju unit kerja masing-masing, Senin (16/6). Kegiatan ini menandai babak baru bagi para abdi negara yang siap berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan di salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat ini.

Sebelum ditempatkan di unit kerja, para CPNS telah mengikuti serangkaian pembekalan dan orientasi. Proses ini bertujuan untuk memastikan para CPNS memiliki pemahaman yang komprehensif terkait tugas dan tanggung jawab mereka.

Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. M. Djamil, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS saat menerima CPNS unit kerja Layanan Operasional menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian bagi para CPNS. Kehadiran para CPNS ini merupakan angin segar yang akan memperkuat barisan tenaga kesehatan dan non-kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil.

“Saudara-saudari CPNS adalah talenta-talenta terpilih yang telah melewati proses seleksi ketat. Kami berharap Anda semua dapat segera beradaptasi, belajar dengan cepat, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan rumah sakit ini,” ujar Ade Palupi di Ruang Rapat Direksi.

Ia juga menambahkan menjadi seorang ASN di bidang kesehatan adalah sebuah amanah besar yang menuntut dedikasi tinggi dan komitmen untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. “Dengan semangat dan komitmen tinggi, diharapkan mereka dapat memberikan sumbangsih nyata dalam mewujudkan visi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan yang unggul dan berdaya saing,” tuturnya.

Manajemen RSUP Dr. M. Djamil, sebut Ade, berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada para CPNS dalam masa awal pengabdian mereka. “Program mentoring dan pendampingan akan terus dilakukan guna memastikan para CPNS dapat berkembang secara profesional dan menjadi bagian integral dari keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Dukung Pembukaan Prodi Dokter Spesialis Bedah Anak

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia. Hari ini (16/6), RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan tim visitasi dalam rangka pembukaan Program Studi Dokter Spesialis Bedah Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand).

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menyambut kedatangan tim visitasi di Ruang Rapat Direksi. Turut mendampingi civitas akademika Spesialis Bedah Anak.

Sementara tim visitasi dari Kolegium Bedah Anak Indonesia yakni Prof. dr. Gunadi, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A(K), dr. Bustanul Arifin Nawas, Sp.B., Sp.BA., Subsp.U.A.(K), dr. Dikki Drajat Kusmayadi, Sp.B., Sp.BA., SubSp.D.A.(K), Dr. dr. Nita Mariana, M.Kes., Sp.BA., Subsp.D.A.(K) dan dr. Rudiyuwono Raharjo, M.Si.Med., Sp.B., Sp.BA., Subsp.D.A.(K).

“RSUP Dr. M. Djamil sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas memiliki komitmen yang tinggi dalam mendukung Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kedokteran. Pembukaan Program Studi Spesialis Bedah Anak ini merupakan langkah strategis dan progresif dalam menjawab kebutuhan akan dokter spesialis bedah anak yang masih sangat terbatas di wilayah Sumatera Barat dan wilayah Indonesia bagian barat pada umumnya,” kata dr. Maliana, M. Kes.

Ia mengatakan dengan didukung oleh fasilitas pelayanan yang lengkap, tenaga medis yang kompeten, serta komitmen manajemen yang kuat, rumah sakit ini siap untuk berperan sebagai wahana pendidikan klinik yang profesional dan berkualitas dalam penyelenggaraan program studi ini. “RSUP Dr. M. Djamil yang merupakan RS rujukan akhir dari aspek layanan di wilayah Sumatera Bagian Tengah, dengan tingginya kasus dan tindakan bedah anak saat ini,” sebutnya.

Ia menyampaikan data kasus dan tindakan Bedah Anak di RSUP Dr.M.Djamil bervariasi. Seperti kasus Hirschprung, appendicitis, Hernia ingunial, Higroma colli, MAR dan tindakan Laparascopic Hernioplasty dengan jumlah tindakan tertinggi periode tahun 2022-2025 sebanyak +145 kasus. Dan disusul dengan kasus tindakan Pulthrough, serta tindakan lainya yang bervariatif.

“Kami juga menyadari penyelenggaraan program studi spesialis bukanlah tugas yang ringan. Oleh karena itu, kami membuka diri terhadap berbagai masukan, saran, dan evaluasi dari tim Visitasi dari Koligium Bedah Anak Indonesia agar dapat terus meningkatkan mutu layanan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Peringati Hari Donor Darah Sedunia

RSUP Dr. M. Djamil turut memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh setiap tanggal 14 Juni dengan menggelar aksi donor darah di Unit Transfusi Darah, Senin (16/6). Kegiatan yang mengusung tema “Give blood, give hope: together we save lives” ini menekankan pada harapan yang diberikan melalui setiap sumbangan darah, karena di balik setiap donasi, ada kehidupan yang diselamatkan.

Aksi donor darah tersebut mendapatkan antusiasme dari civitas hospitalia. Tak hanya itu, masyarakat yang sedang berkunjung atau berada di sekitar rumah sakit juga turut serta mendonorkan darahnya.

Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. M. Djamil, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo, turut hadir dan memberikan dukungan dalam kegiatan ini. Keduanya bahkan tidak ragu untuk menjadi contoh dengan ikut mendonorkan darah mereka.

drg. Ade Palupi Muchtar, MARS menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendonor darah. “Donor darah adalah aksi kemanusiaan yang mulia. Setiap tetes darah yang Anda donorkan dapat menjadi harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan,” ujar drg. Ade Palupi.

Senada dengan itu, Luhur Joko Prasetyo juga menekankan pentingnya ketersediaan stok darah yang cukup di bank darah rumah sakit. “Darah merupakan komponen vital yang tidak dapat diproduksi secara buatan. Oleh karena itu, kita  bergantung pada kedermawanan para pendonor. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kami untuk memastikan ketersediaan stok darah yang memadai di RSUP Dr. M. Djamil, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” jelas Luhur Joko Prasetyo.

Proses donor darah berjalan lancar di bawah pengawasan ketat tim medis dari Unit Transfusi Darah (UTD) RSUP Dr. M. Djamil. Sebelum melakukan donor, setiap calon pendonor menjalani pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, kadar hemoglobin, dan skrining lainnya untuk memastikan mereka memenuhi syarat dan aman untuk mendonorkan darah.

Sementara itu, Kepala UTDRS Dr. dr. Zelly Dia Rofinda, Sp.PK, Subsp B. D. K. T (K), Subsp H.K (K) mengatakan peringatan Hari Donor Darah Sedunia ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus mengedukasi masyarakat tentang manfaat donor darah, baik bagi penerima maupun bagi pendonor itu sendiri. Selain membantu sesama, donor darah secara rutin juga diketahui memiliki manfaat kesehatan bagi pendonor, seperti menjaga kesehatan jantung dan merangsang produksi sel darah baru.

“Kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam mendukung program kesehatan nasional dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan semakin banyak individu yang tergerak untuk menjadi pendonor darah rutin, demi ketersediaan darah yang aman dan mencukupi bagi seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Perwatusi

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari Persatuan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), Jumat (13/6). Kunjungan ini menandai komitmen bersama antara RSUP Dr. M. Djamil dan Perwatusi dalam meningkatkan kesadaran serta pelayanan kesehatan terkait kesehatan tulang di masyarakat.

Rombongan Perwatusi disambut Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes di Ruang Rapat Direksi.

“Kami mengapresiasi kehadiran Perwatusi di RSUP Dr. M. Djamil. Kolaborasi ini krusial dalam menyebarluaskan informasi akurat mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang, mulai dari anak-anak hingga lansia,” ujar drg. Ade.

Ia juga menambahkan kunjungan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan program-program edukasi dan pencegahan, sehingga masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan tulang mereka dan mengurangi risiko penyakit seperti osteoporosis.

“Penyakit tulang seringkali tidak menunjukkan gejala awal yang jelas, sehingga edukasi dini menjadi sangat penting. Dengan dukungan Perwatusi, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat,” tambahnya.(*)

Instalasi Promkes dan Pemasaran Bersama Instalasi Gizi RSUP Dr. M. Djamil Berikan Edukasi Penatalaksanaan Gizi pada Pasien Jantung

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran bekerja sama dengan Instalasi Gizi RSUP Dr. M. Djamil menggelar edukasi interaktif tentang penatalaksanaan gizi pada pasien jantung, Kamis (12/6). Kegiatan yang berlangsung di Poliklinik Jantung ini menunjukkan pentingnya peran gizi dalam mendukung kesembuhan dan kualitas hidup pasien dengan penyakit jantung.

“Penyakit jantung yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia, erat kaitannya dengan pola makan dan gaya hidup. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang gizi menjadi krusial bagi pasien jantung untuk mengelola kondisi mereka secara efektif,” kata Nutrisionis RSUP Dr. M. Djamil Mira Prima Nurza, SST, RD dan Nisnawati, SKM, RD.

Nisnawati menjelaskan penatalaksanaan gizi pada pasien jantung bukanlah sekadar pembatasan makanan. Melainkan suatu strategi komprehensif untuk mendukung fungsi jantung, mengurangi risiko komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup. “Tujuan diet jantung yakni mengurangi beban kerja jantung, menormalkan berat badan, memenuhi kebutuhan zat gizi. Mencegah atau mengurangi cairan tubuh dan mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah,” sebutnya.

Prinsip dasar diet sehat untuk jantung yakni makanan yang seimbang. Artinya makan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Mengurangi konsumsi gula dan garam. Gula berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes yang akan memperburuk kesehatan jantung. Terlalu banyak garam bisa meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan penyakit jantung. “Kemudian, mengontrol porsi makan. Jangan makan berlebihan. Porsi makan yang lebih kecil tapi lebih sering membantu mengatur berat badan dan kadar gula darah,” ucap Nisnawati.

Ia menyebutkan makanan yang dianjurkan untuk diet jantung. Yakni pertama, ikan laut memiliki sumber omega 3 yang sangat baik untuk mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah. Kedua, sayuran kaya serat. Dimana kaya serat, antioksidan, dan vitamin yang membantu mengurangi tekanan darah dan kolesterol.

Ketiga, kacang-kacangan dan biji-bijian yang mengandung lemak sehat, serat dan protein yang baik untuk jantung. “Keempat, oats mengandung beta-glucan, sejenis serat yang dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL). Terakhir buah-buahan dimana kaya antioksidan dan serat yang membantu menurunkan kadar kolesterol dan gula darah,” paparnya.

Makanan yang harus dihindari bagi penderita jantung, ucap Nisnawati, yakni lemak trans dan jenuh berupa makanan olahan, gorengan, makanan cepat saji mengandung lemak yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Makanan manis dan berlemak tinggi dengan arti kata hindari makanan yang kaya gula seperti kue, soda, dan permen. Pasalnya, dapat mempengaruhi kadar gula darah dan berkontribusi pada obesitas. “Selanjutnya, makanan olahan dimana hindari makanan kalengan atau makanan olahan kadar garam tinggi. Seperti makanan siap saji, snack asin atau makanan kalengan. Minuman yang mengandung soda dan alkohol serta makanan berbumbu tajam,” tuturnya.

Nisnawati pun menjelaskan teknik pengolahan makanan bagi penderita jantung. “Dianjurkan dengan dikukus, direbus, dipanggang dan ditumis. Dan tidak dianjurkan adalah digoreng dan bersantan kental,” ungkapnya.

Ia juga memberikan tips tambahan untuk mengelola kesehatan jantung. “Yakni kendalikan berat badan, rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari dan memeriksakan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol secara rutin,” imbaunya.(*)

Instalasi Promkes RSUP Dr. M. Djamil dan Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil bekerja sama dengan Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Kamis (5/6). Kegiatan edukatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya laten rokok konvensional maupun rokok elektrik (vape), serta mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup bebas tembakau.

dr. Harry Paska Runian, Sp.P, seorang spesialis paru dari RSUP Dr. M. Djamil memaparkan berbagai aspek bahaya yang terkandung dalam rokok konvensional dan rokok elektrik, dua ancaman serius bagi kesehatan pernapasan dan kesehatan secara keseluruhan.

dr. Harry Paska Runian mengawali penjelasannya dengan mengingatkan kembali bahaya rokok konvensional yang sudah lama terbukti secara ilmiah. “Asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya, di antaranya nikotin yang sangat adiktif, tar yang bersifat karsinogenik, dan karbon monoksida yang mengurangi suplai oksigen ke seluruh tubuh,” jelasnya.

Ia memaparkan bagaimana zat-zat ini secara akumulatif merusak sel-sel tubuh, terutama di saluran pernapasan, jantung, dan pembuluh darah. “Merokok adalah penyebab utama berbagai penyakit mematikan. Seperti kanker paru-paru, penyakit jantung koroner, stroke, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan emfisema,” tegas dr. Harry.

Ia juga menyoroti bahaya perokok pasif, di mana individu yang terpapar asap rokok orang lain juga menghadapi risiko kesehatan yang signifikan. “Termasuk peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan pada anak-anak dan penyakit jantung pada orang dewasa,” sebutnya.

Ia dengan tegas membantah mitos bahwa vape adalah alternatif yang aman dibandingkan rokok konvensional. “Banyak yang percaya bahwa vape lebih aman karena tidak menghasilkan asap, melainkan uap. Namun, ini adalah kesalahpahaman besar,” ujar dr. Harry.

Ia menjelaskan meskipun vape tidak melibatkan pembakaran tembakau, cairan liquid vape mengandung berbagai zat kimia berbahaya yang ketika dipanaskan dan dihirup dapat merusak paru-paru dan organ tubuh lainnya.

“Cairan vape umumnya mengandung nikotin, propilen glikol, gliserin nabati, perisa, dan berbagai senyawa kimia lainnya. Nikotin dalam vape sama adiktifnya dengan nikotin di rokok konvensional, dan dapat merusak perkembangan otak pada remaja,” paparnya.

dr. Harry Paska Runian menyoroti risiko “popcorn lung” atau bronkiolitis obliterans, kondisi paru-paru serius yang dikaitkan dengan paparan diacetyl, zat perasa yang sering ditemukan dalam liquid vape. “Selain itu, partikel ultra-halus yang dihasilkan dari vape dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan serta kerusakan sel. Ada juga risiko cedera ledakan baterai pada perangkat vape yang dapat menyebabkan luka bakar serius,” tambahnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Jajaki Sistem HVAC Bersama PT Mulya Husada Jaya

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan penting dari PT Mulya Husada Jaya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang hospital and general supplier, di Ruang Rapat Direksi, pada hari Selasa (10/6). Kunjungan ini untuk menjajaki potensi kerja sama strategis untuk optimalisasi sistem Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) di lingkungan rumah sakit.

Delegasi PT Mulya Husada Jaya disambut jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil yang dipimpin oleh Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua. Kehadiran jajaran direksi ini menunjukkan komitmen serius rumah sakit dalam meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan melalui pembaruan infrastruktur vital seperti sistem HVAC.

Dalam sambutannya, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT Mulya Husada Jaya untuk menjalin kerja sama. “Kami menyambut baik kehadiran PT Mulya Husada Jaya di RSUP Dr. M. Djamil. Diskusi hari ini adalah langkah penting bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan yang kami berikan kepada masyarakat,” ujar Dovy.

Dovy Djanas menekankan peran krusial sistem HVAC dalam operasional rumah sakit. “Sistem HVAC bukan hanya tentang kenyamanan termal semata. Di lingkungan rumah sakit, ini adalah elemen fundamental yang berkontribusi langsung pada kontrol infeksi, kualitas udara dalam ruangan yang optimal, serta efisiensi energi secara keseluruhan. Lingkungan yang sehat dan nyaman adalah kunci untuk mendukung proses penyembuhan pasien, memastikan kenyamanan bagi pengunjung, dan menjaga produktivitas serta kesehatan bagi seluruh tenaga medis dan staf kami,” tegasnya.

Diskusi berlanjut dengan fokus pada berbagai aspek terkait sistem HVAC. PT Mulya Husada Jaya mempresentasikan solusi inovatif dan teknologi HVAC terkini yang telah berhasil mereka implementasikan di berbagai fasilitas kesehatan. Mereka menyoroti pentingnya sistem yang tidak hanya efisien secara energi dan biaya. Tetapi juga mudah dalam perawatan, memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kebutuhan spesifik area perawatan kritis, serta berkontribusi pada pengurangan jejak karbon rumah sakit.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Jalin Silaturahmi dan Perkuat Sinergi dengan BPJS Kesehatan Padang

Jajaran direksi didampingi manajemen RSUP Dr. M. Djamil melakukan kunjungan ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Padang, Selasa (10/6). Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin baik selama ini, sekaligus memperkuat sinergi antara dua institusi vital dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Sumatera Barat.

Kunjungan yang dipimpin Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG, KFM, MARS, FISQua ini disambut hangat oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, dr. Fauzi Lukman Nurdiansyah, bersama timnya. Turut mendampingi Dirut, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes.

“RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama dan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara jaminan kesehatan nasional, memiliki peran krusial dalam memastikan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata bagi seluruh peserta. Oleh karena itu, kami atas nama direksi dan jajaran menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik antara RSUP Dr. M. Djamil dan BPJS Kesehatan Cabang Padang,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG, KFM, MARS, FISQua.

Kunjungan ini, sebutnya, merupakan wujud komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya peserta BPJS Kesehatan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan pelayanan yang terbaik dan sesuai dengan standar yang berlaku. Oleh sebab itu, pentingnya komunikasi dan koordinasi yang intensif guna mengatasi berbagai tantangan dan dinamika dalam sistem pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Ia mengatakan tujuan lainnya bagaimana RSUP Dr. M. Djamil bersama BPJS Kesehatan cabang Padang saling menguatkan, saling berkolaborasi dan berkoordinasi sehingga semua akses layanan kesehatan kepada masyarakat bisa terjamin. “Ini adalah komitmen kita bersama,” tutur Dovy.

Menanggapi hal tersebut, dr. Fauzi Lukman Nurdiansyah menyambut baik kunjungan Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil beserta rombongan. “Kami menghargai inisiatif RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berkolaborasi dan bersinergi. RSUP Dr. M. Djamil merupakan mitra strategis kami dalam memberikan pelayanan kesehatan rujukan yang optimal bagi peserta JKN di wilayah Padang dan sekitarnya. BPJS Kesehatan Cabang Padang senantiasa siap mendukung upaya RSUP Dr. M. Djamil dalam meningkatkan mutu pelayanan,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45