RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Dirjen Keslan, Bahas Pengembangan Masterplan Rumah Sakit

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Keslan) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Azhar Jaya, S.H., S.K.M., MARS di Ruang Rapat Direksi, Senin (21/7). Kunjungan ini berfokus pada pembahasan rencana masterplan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya.

Kedatangan Dirjen Azhar Jaya disambut jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil. Yakni Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Dalam pemaparan masterplan, Dirjen Azhar Jaya secara cermat mengamati masterplan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil. Ia juga memberikan masukan terhadap masterplan tersebut.

Dalam arahannya, Dirjen Azhar Jaya menyampaikan apresiasi atas upaya dan komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Kementerian Kesehatan mendukung rencana masterplan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil.

“RSUP Dr. M. Djamil memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat dan sekitarnya. Masterplan yang telah dipaparkan sejalan dengan visi Kementerian Kesehatan untuk mewujudkan sistem kesehatan yang kuat dan inklusif,” ujar dr. Azhar Jaya.

dr. Azhar Jaya menekankan pentingnya masterplan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan serta peluang di sektor kesehatan. “Masterplan ini bukan hanya sekadar cetak biru pembangunan fisik, tetapi juga peta jalan untuk peningkatan kapasitas sumberdaya manusia, pengembangan layanan unggulan, serta pemanfaatan teknologi terkini,” ujar dr. Azhar Jaya.

RSUP Dr. M. Djamil, sebutnya, memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah ini, dan masterplan ini harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. “Kami akan memastikan bahwa pembangunan dan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil berjalan sesuai rencana, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Berikan Perhatian pada Kasus Pasien Arteriovenous Malformation

RSUP Dr. M. Djamil memberikan perhatian penuh terhadap kasus M. Hafizi (7), seorang anak yang didiagnosis mengidap arteriovenous malformation. Kasus ini memerlukan penanganan komprehensif dan kolaborasi lintas sektoral dari berbagai pihak terkait.

“Kami berkomitmen untuk memberikan perawatan terbaik bagi M. Hafizi. Namun, kasus ini kompleks dan membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Kami mengharapkan kolaborasi aktif dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kota Pariaman, BPJS Kesehatan serta tentu saja RSCM Jakarta terkait pemeriksaan khusus yang hanya bisa dilakukan di sana,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat Rapat Koordinasi Penanganan Kasus M. Hafizi secara virtual, Jumat (18/7).

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman Muhammad Roem, Kepala Bagian Fasyankes BPJS Kesehatan Padang Ehrlich Von Dantes, Kepala Ombudsman Sumbar Adel Wahidi, Manajer dan Asisten Manajer, DPJP dr. Yudi Ichsan Ramata, Sp.B, Subsp. BVE (K), dr. Ade Nofendra, Sp.A, dr. Amirah Zatil Izzah, M.Biomed, Sp.A (K) dan pegiat sosial.

Ia mengungkapkan kolaborasi ini untuk memastikan Hafizi mendapatkan pelayanan medis terbaik dan dukungan sosial yang memadai. “M. Hafizi harus dapat segera mendapatkan penanganan yang optimal dan berkelanjutan, sehingga kualitas hidupnya bisa membaik,” harap Dirut.

Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menjelaskan pasien Muhammad Hafizi (7) didiagnosis mengidap arteriovenous malformation. Artinya kondisi medis di mana terjadi hubungan abnormal antara pembuluh darah arteri dan vena, tanpa adanya pembuluh darah kapiler yang menghubungkan keduanya. Kondisi ini terjadi pada tungkai kaki kanan (ad cruris dextra).

“Sebelumnya anak ini telah menjalani pengobatan di RSUPN Cipto Mangunkusomo selama dua tahun. Saat pengobatan itu pasien diberikan obat everolimus (di luar tanggungan BPJS Kesehatan). Penggunaan obat itu untuk mengurangi perdarahan dan pertumbuhan pembuluh darah,” ungkap Bestari.

Nah pasien datang untuk kontrol ke Poliklinik Bedah Vaskuler RSUP Dr. M. Djamil, sebutnya, sejak Desember 2024 untuk perawatan luka dan ganti perban. Pada bulan Februari 2025 terjadi pendarahan aktif pada luka pasien dengan diagnosis di atas. Kemudian dokter yang merawatnya dr. Yudi Ichsan Ramata, Sp.B, Subsp. BVE (K) merencanakan untuk melakukan embolisasi. Tetapi keluarga pasien tidak bersedia.

“Pada 11 Maret 2025, pasien kontrol ke Poliklinik Onkologi Anak dan bertemu dengan dr. Amirah. Pasien waktu itu dalam kondisi lemas dan pucat. Sehingga diagnosisnya adalah Acute Flaccid Myelitis ditambah dengan anemia mikrositik hipokrom karena penyakit kronis diderita,” ungkapnya.

Kemudian pasien, sebutnya, berobat ke Poliklinik Onkologi Anak pada 4 Juli dan bertemu dengan DPJP dr. Ade Nofendra, Sp.A dengan diagnosis sama dan dilakukan cek laboratorium. Pengobatan yang dibutuhkan untuk mengurangi pendarahan adalah embolisasi dan pemberian everolimus. “Obat ini kita punya. Cuma masalahnya pemberian obat ini harus dilakukan kontrol kadarnya di dalam darah. Ini yang kita tidak punya dan ini bisa dilakukan di RSCM Jakarta,” tegasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman Muhammad Roem menjelaskan Hafizi umurnya baru 7 tahun, dan bersaudara 4 orang. Orang tuanya pekerjaan swasta dan butuh dukungan semua. “Nah, karena itu dari dinas sosial upaya dan langkah kita lakukan adalah merespons kasus ini melalui call center 7171 Kemensos tahun 2022 dan Alhamdulillah, Kementerian Sosial sudah melakukan responsnya,” tuturnya.

Lebih kurang selama 2 tahun, sebutnya, Hafizi ini melakukan perawatan di RSUPN Cipto Mangunkusumo. Menurut informasinya sudah 4 kali atau 5 kali operasi. Hingga akhirnya, dia dipulangkan dulu ke Pariaman.

“Saat sudah di Pariaman, Hafizi selalu mengeluarkan darah. Nah, sementara dia membutuhkan obat. Kemarin terkendala dengan pengobatan. Obat ini tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kemudian juga informasinya, RSUP M. Djamil dokternya juga belum memberikan rekomendasi kepada Hafizi ini bisa mendapatkan pengobatan,” ucapnya.

Ia berharap RSUP Dr. M. Djamil bisa memberikan rekomendasi perlakuan khusus terhadap Hafizi ini. “Untuk diketahui, saya sendiri terharu melihat perjuangan dari ibu Hafizi termasuk Hafizi sendiri. Oleh karena itu, kami berharap RSUP Dr. M. Djamil memberikan rekomendasi perawatan sampai Hafizi sembuh,” harapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Wirid Mingguan, Perkuat Iman dan Silaturahmi

RSUP Dr. M. Djamil secara rutin menggelar wirid mingguan sebagai upaya untuk memperkuat keimanan dan menjalin silaturahmi di kalangan seluruh jajaran civitas hospitalia. Kegiatan keagamaan ini menjadi agenda rutin, menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis dan spiritual.

Wirid mingguan yang dilaksanakan di Masjid Asy-Syifa RSUP Dr. M. Djamil ini dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL, K, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan civitas hospitalia. Pada wirid mingguan kali ini, suasana khidmat terasa saat Ustad Martoni, S.Pd.I, M.A menyampaikan tausiahnya.

Dalam ceramahnya, Ustad Martoni membahas tentang Surat At-Thaha ayat 14. Ia menjelaskan makna dan kandungan ayat tersebut, yang berbunyi. “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”

Ustad Martoni menguraikan ayat ini menegaskan tentang keesaan Allah SWT dan perintah untuk beribadah hanya kepada-Nya, serta mendirikan shalat sebagai sarana untuk senantiasa mengingat Allah. “Oleh karena itu, pentingnya shalat bukan hanya sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai tiang agama yang mampu memberikan ketenangan jiwa dan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan,” sebutnya.

Ustad Martoni mengajak untuk senantiasa menjadikan shalat sebagai prioritas dalam kehidupan sehari-hari, di tengah kesibukan dan tuntutan pekerjaan di rumah sakit. “Meskipun kita disibukkan dengan tugas mulia melayani pasien, jangan sampai kita melupakan kewajiban kita kepada Allah. Shalat adalah jembatan penghubung kita dengan Sang Pencipta, sumber kekuatan dan keberkahan,” ujarnya.

Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme pegawai dalam mengikuti wirid mingguan ini. “Kegiatan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara tugas duniawi dan akhirat. Dengan iman yang kuat, diharapkan para pegawai dapat menjalankan tugasnya dengan lebih ikhlas, profesional, dan penuh tanggung jawab,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Sharing Session Transformasi Rumah Sakit Bersama HTO RSCM Jakarta

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam peningkatan mutu layanan dan manajemen rumah sakit. Kamis (17/7), RSUP Dr. M. Djamil mengadakan sharing session bersama Hospital Transformation Office (HTO) RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dengan narasumber dr. Eric Daniel Tenda, DIC, Ph.D, Sp.PD,K-PMK, FINASIM, FISQUA selaku Head of HTO RSCM. Kegiatan ini berfokus pada berbagai aspek transformasi kesehatan yang sedang giat diimplementasikan di bawah arahan Kementerian Kesehatan.

“RSCM adalah salah satu rumah sakit rujukan nasional yang telah menunjukkan progres signifikan dalam transformasi rumah sakit. Melalui sharing session ini, kami berharap dapat memperoleh pemahaman tentang strategi, tantangan, dan keberhasilan yang telah dicapai HTO RSCM dalam menggerakkan transformasi di lingkungan mereka,” kata Dovy.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, manajemen serta tim champion internal RSUP Dr. M. Djamil.

Dovy menambahkan RSUP Dr. M. Djamil antusias untuk mengadopsi praktik dari RSCM, khususnya dalam hal digitalisasi layanan, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, dan peningkatan efisiensi operasional. “Kami ingin melihat bagaimana HTO RSCM merancang dan mengimplementasikan peta jalan transformasi mereka, serta bagaimana mereka memastikan bahwa setiap inisiatif memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan pasien dan kinerja rumah sakit secara keseluruhan,” jelasnya.

Ia berharap dengan sharing session ini menjadi pemacu bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk mempercepat implementasi program transformasi rumah sakit di lingkungan rumah sakit.  “Dengan belajar dari pengalaman RSCM, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional. Pada akhirnya, memberikan kontribusi positif yang lebih besar bagi kesehatan masyarakat di Sumatera Barat dan sekitarnya,” harap Dirut.

dr. Eric Daniel Tenda, DIC, Ph.D, Sp.PD,K-PMK, FINASIM, FISQUA memaparkan secara komprehensif berbagai inisiatif dan capaian RSCM dalam menyongsong era transformasi rumah sakit. Ia menjelaskan HTO RSCM memiliki peran  dalam mengoordinasikan dan mengintegrasikan beragam program perubahan, memastikan semua upaya selaras dengan visi, misi rumah sakit, dan agenda transformasi kesehatan nasional.

Eric menyoroti betapa vitalnya pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision-making) dalam setiap tahapan transformasi. Ia berbagi pengalaman RSCM dalam memanfaatkan data untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, mengukur progres, dan mengevaluasi efektivitas intervensi yang dilakukan. “Transformasi bukan hanya soal teknologi atau proses baru, tetapi juga tentang perubahan pola pikir dan budaya kerja. Di RSCM, kami menekankan pengembangan kapasitas sumber daya manusia agar mereka siap menghadapi dan beradaptasi dengan perubahan,” papar Eric.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Telusur ke IGD

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, melakukan telusur ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit pada Kamis (17/7). Telusur ini sebagai upaya berkelanjutan untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan prima.

“Kesiapan IGD adalah cerminan dari kesigapan rumah sakit secara keseluruhan dalam menghadapi situasi kritis. Saya ingin memastikan bahwa setiap pasien yang datang ke sini mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai standar. Tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga kenyamanan dan empati dari seluruh petugas,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengatakan IGD adalah garda terdepan rumah sakit. Di sini, setiap detik sangat berharga dan bisa menjadi penentu hidup atau mati seorang pasien. “Saya ingin memastikan bahwa tidak ada keterlambatan yang berarti dan setiap tindakan medis yang diambil sudah berdasarkan asesmen yang akurat dan cepat,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi efektif antar tim medis, terutama saat terjadi rujukan antar unit atau konsultasi dengan dokter spesialis. Peningkatan kapasitas dan keterampilan tenaga medis melalui pelatihan rutin juga menjadi poin penting yang disampaikannya, khususnya dalam menghadapi kasus-kasus kompleks dan emergensi.

“Dengan memastikan penanganan yang cepat dan tepat di IGD, RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya memperkuat posisinya sebagai fasilitas kesehatan rujukan utama yang terpercaya dan responsif terhadap kebutuhan darurat masyarakat,” tukasnya. (*)

Upacara Hari Kesadaran Nasional, Dirut Tekankan Implementasi Panca Prasetya Korpri dan Kepuasan Pasien

RSUP Dr. M. Djamil menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Nasional di halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis  (17/7). Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Dalam amanatnya, Dovy Djanas menyoroti pentingnya implementasi Panca Prasetya Korpri dalam setiap aspek pekerjaan sehari-hari seluruh jajaran pegawai. Dan  menegaskan komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan kepuasan pasien terhadap layanan yang diberikan.

“Hari Kesadaran Nasional bukan hanya sekadar seremonial, namun menjadi momentum bagi kita untuk merefleksikan kembali peran dan tanggung jawab kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” ujar Dovy.

Turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, manajemen dan civitas hospitalia. 

Ia secara gamblang menguraikan relevansi Panca Prasetya Korpri sebagai pedoman moral dan etika bagi setiap pegawai RSUP Dr. M. Djamil. “Panca Prasetya Korpri, dengan nilai-nilai luhurnya, harus menjadi landasan pijak kita dalam setiap tindakan dan keputusan. Dari kesetiaan kepada Pancasila dan UUD 1945, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, hingga menegakkan disiplin dan profesionalisme, semua itu adalah fondasi yang tak tergoyahkan dalam menjalankan tugas kita,” tegasnya.

Implementasi Panca Prasetya Korpri, menurutnya bukan hanya sebatas diucapkan, melainkan harus terwujud dalam perilaku nyata, mulai dari ketepatan waktu, kejujuran, integritas, hingga responsivitas dalam melayani pasien. “Setiap interaksi dengan pasien, setiap prosedur medis yang kita lakukan, adalah cerminan dari komitmen kita terhadap Panca Prasetya Korpri,” tambahnya.

Selain fokus pada penguatan nilai-nilai Korpri, Dovy Djanas juga menyoroti kepuasan pasien sebagai salah satu indikator utama keberhasilan layanan RSUP Dr. M. Djamil. “Kepuasan pasien adalah cerminan dari dedikasi dan profesionalisme kita. Setiap senyum pasien, setiap ucapan terima kasih, adalah bukti bahwa kita telah berhasil menjalankan tugas kita dengan baik,” ucap Dovy.

Direktur Utama juga mendorong seluruh jajaran pegawai, baik tenaga medis, paramedis, maupun tenaga penunjang lainnya, untuk senantiasa berorientasi pada kebutuhan dan kenyamanan pasien. Hal ini mencakup aspek keramahan dalam pelayanan, kecepatan respons, kejelasan informasi, serta kualitas tindakan medis yang diberikan.

“Kita harus terus berinovasi dan beradaptasi untuk memastikan bahwa layanan yang kita berikan tidak hanya memenuhi standar medis, tetapi juga melampaui harapan pasien. Masukan dan keluhan dari pasien harus menjadi bahan evaluasi yang konstruktif untuk perbaikan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)

Dirut RSUP Dr. M Djamil Dorong Optimalisasi Fungsi dan Peran Apoteker

RSUP Dr. M Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Rabu (16/7), Direktur Utama, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, memimpin pertemuan dengan jajaran Instalasi Farmasi rumah sakit. Fokus utama dari pertemuan ini adalah optimalisasi fungsi dan peran apoteker dalam ekosistem pelayanan kesehatan RSUP Dr. M Djamil.

“Apoteker memegang peranan krusial yang lebih dari sekadar penyedia obat. Apoteker adalah ujung tombak dalam memastikan keamanan pasien melalui penggunaan obat yang tepat, efektif, dan aman,” kata Dovy saat memimpin pertemuan di Ruang Rapat Direksi.

Turut hadir dalam pertemuan ini Manajer Bidang Penunjang bersama Kepala Instalasi Farmasi dan jajaran.

Ia mendorong para apoteker untuk mengambil peran yang lebih proaktif dalam aktivitas farmasi klinis. Ini termasuk rekonsiliasi obat, peninjauan penggunaan obat, konseling obat kepada pasien dan keluarga, serta pemantauan efek samping obat (MESO). “Keterlibatan aktif apoteker di setiap tahapan terapi pasien akan secara signifikan mengurangi risiko kesalahan pengobatan dan meningkatkan hasil klinis yang positif,” tegasnya.

Ia juga menyoroti vitalnya kolaborasi dan komunikasi yang efektif antara apoteker dengan profesional kesehatan lainnya, seperti dokter dan perawat. “Dengan sinergi yang kuat antar profesi, kita dapat memastikan bahwa setiap pasien menerima terapi obat yang paling sesuai dengan kondisi kesehatannya,” imbuhnya.

Dovy berharap apoteker RSUP Dr. M Djamil dapat semakin proaktif dalam memberikan edukasi penggunaan obat kepada pasien, terlibat aktif dalam tim terapi, serta memastikan efisiensi penggunaan obat sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien. “Kita ingin pelayanan farmasi di RSUP Dr. M Djamil menjadi percontohan, dengan apoteker yang berperan aktif dalam setiap lini pelayanan,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Bidik Akreditasi A untuk Etik Penelitian

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga standar kualitas dan etika penelitian. Pada Rabu (16/7), Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua memimpin rapat persiapan akreditasi etik penelitian bersama Komite Etik dan Hukum (KEH) di Ruang Rapat Direksi.

“Akreditasi etik penelitian merupakan sebuah keharusan bagi institusi yang melakukan riset, terutama di bidang kesehatan, untuk memastikan bahwa setiap penelitian yang dilakukan telah memenuhi standar etika yang ketat dan melindungi hak-hak serta keselamatan subjek penelitian,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.

Turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, MKes, Ketua Komite Etik dan Hukum Dr. dr. Najirman, Sp.PD, KR dan anggota komite, serta manajemen.

Ia menegaskan akreditasi etik penelitian bukan hanya sekadar formalitas, melainkan cerminan dari komitmen untuk menjunjung tinggi integritas ilmiah dan etika dalam setiap riset. “Dengan akreditasi ini, kita memastikan bahwa setiap penelitian yang berjalan di RSUP Dr. M. Djamil telah melalui kajian etis yang mendalam, transparan, dan akuntabel, sehingga memberikan perlindungan maksimal bagi partisipan penelitian,” harapnya.

Dovy menekankan pentingnya sinergi antara semua unit terkait untuk mencapai target akreditasi A ini. “Meningkatkan akreditasi dari C ke A membutuhkan kerja keras kolektif dan komitmen berkelanjutan. Ini akan memperkuat reputasi RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat riset kesehatan terkemuka dan kredibel. Keberhasilan ini juga akan membuka pintu kolaborasi yang lebih luas dengan institusi penelitian lain, baik di tingkat nasional maupun internasional, yang pada akhirnya akan mempercepat inovasi dan perbaikan layanan kesehatan bagi masyarakat,” ucapnya.

Dengan semangat tinggi dan persiapan matang, tegas Dirut, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat mencapai target akreditasi A. “Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas penelitian, tetapi juga memastikan bahwa setiap riset yang dilakukan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan kemanusiaan,” tukasnya.(*)

mdjamil

RSUP Dr. M. Djamil Komitmen Tingkatkan Pelayanan, Antrean Pasien di Admisi 2 jadi Perhatian Utama

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG KFM, MARS, FISQua, didampingi Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Direktur SDM, Pendidikan dan Pelatihan dr. Maliana, MKes, melakukan peninjauan ke Instalasi Rawat Jalan (IRJ), Rabu (16/7). Fokus utama penelusuran ini adalah untuk memastikan kelancaran antrean pasien di area Admisi 2, yang merupakan pintu gerbang bagi pasien yang akan menjalani perawatan.

Dalam kunjungan tersebut, Dovy Djanas secara langsung berinteraksi dengan pasien dan mengamati alur antrean pasien. Ia mengakui meskipun upaya perbaikan terus dilakukan, masih ditemukan beberapa permasalahan yang memerlukan tindak lanjut serius. “Memang masih ada permasalahan yang harus kita tindaklanjuti,” ujar Dovy Djanas.

Antrean yang panjang dan waktu tunggu yang lama seringkali menjadi keluhan utama bagi pasien di rumah sakit mana pun. Menyadari hal ini, manajemen RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk mengatasi tantangan tersebut demi meningkatkan kualitas pelayanan. “InshaAllah, satu bulan ke depan ini akan menjadi komitmen kami untuk bisa menyelesaikan secara terintegrasi,” tegas Dovy Djanas.

Rencana integrasi ini, sebutnya, bertujuan untuk mengurangi waktu tunggu pasien, memberikan kenyamanan. “Tak kalah pentingnya memastikan setiap pasien mendapatkan akses perawatan yang cepat dan tepat,” tutur Dovy.

Ia menegaskan perbaikan tidak hanya akan berfokus pada satu aspek. “Melainkan melibatkan seluruh komponen terkait agar sistem antrean dan pelayanan di IRJ dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” ucapnya.

Dengan komitmen kuat dari jajaran direksi, tuturnya, diharapkan dalam kurun waktu satu bulan ke depan, permasalahan antrean di Instalasi Rawat Jalan dapat teratasi secara signifikan. Sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi seluruh pasien. “Dan ini bagian dari upaya berkelanjutan RSUP Dr. M. Djamil untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima,” tukasnya.(*)

Instalasi Promkes dan Rehabilitasi Medik Adakan Penyuluhan Kelompok Tentang ADL Stroke

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil bersama Instalasi Rehabilitasi Medik menyelenggarakan penyuluhan kelompok dengan tema Mengenal ADL pada Pasien Stroke. Raden Anggin Marga, A.Md.OT bertindak sebagai narasumber pada penyuluhan yang diadakan di ruang tunggu Instalasi Rehabilitasi Medik tersebut.

“Stroke merupakan salah satu masalah sindroma klinis yang ditandai adanya defisit neurologi secara akut yang terjadi adanya cedera pembuluh darah di sistem saraf pusat. Cedera ini dapat berupa infark (sumbatan di aliran darah) atau hemoragik (pendarahan di jaringan otak),” kata Terapis Raden Anggin Marga, A.Md.OT saat penyuluhan kelompok, Selasa (15/7).

Bagi beberapa orang, sebutnya, dapat pulih dengan sendirinya pasca-mengalami stroke. Namun sebagian orang membutuhkan perawatan jangka panjang untuk membantu proses pemulihan. Penanganan pasca-stroke sebaiknya dilakukan oleh tim rehabilitasi medik yang terdiri dari dokter rehabilitasi medik, fisioterapis, okupasi terapi dan psikolog. Pasalnya, dalam menentukan latihan harus mampu menyesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari penderita stroke.

“Latihan berfungsi menjaga otot-otot yang sudah kembali pulih agar kekuatannya tetap terjaga dan terstimulasi. Jika fungsi tubuh mulai kembali normal, maka akan melanjutkan terapi untuk mempelajari kembali ketrampilan sehari-hari. Sebagai contoh, berjalan, mengangkat tangan, menggenggam, dan sebagainya,” sebutnya.

Ia mengatakan activities of daily living (ADL) adalah salah satu jenis terapi yang diterapkan sebagai pelatihan dari anggota gerak yang bermasalah untuk aktivitas sehari-hari bertujuan agar pasien bisa mandiri. “ADL juga didefinisikan sebagai aktivitas kehidupan sehari-hari adalah aktivitas yang berorientasi untuk merawat tubuh sendiri dan dilakukan secara rutin,” tutur Raden Anggin Marga, A.Md.OT.

Terapi pasca-stroke, sebutnya, dilakukan dengan tujuan mengembalikan kemampuan tubuh yang sempat hilang akibat serangan stroke sekaligus meningkatkan kualitas hidup. Terapi yang dapat dilakukan salah satunya dengan okupasi terapi yang dilakukan secara bertahap untuk melatih kegiatan sehari- hari (ADL). “Contoh mandi, berpakaian, makan, memasak, mengelola obat. Kemudian berbelanja kebutuhan, aktivitas rekreasi, pengembangan diri dan pekerjaan,” ucapnya.

Ia mengatakan ADL ini bertujuan agar seseorang mampu memelihara, mempertahankan dan memulihkan kembali secara mandiri, memberi kesempatan kepada individu untuk berperan serta dalam kegiatan pencegahan terhadap gangguan kesehatan dirinya secara mandiri. Memberikan kenyamanan dalam hal meningkatkan penyembuhan dengan mandiri. “Selanjutnya, memberikan pengobatan untuk mengatasi penyakit atau gejala- gejala yang penting, untuk penyembuhan dan peningkatan kemandirian pasien,” ungkap Raden Anggin Marga, A.Md.OT.

Latihan pasca-stroke, tegasnya, dapat berubah-ubah seiring waktu. Semua tergantung pada kemajuan dan perkembangan pasien stroke. “Selain latihan, dukungan dari keluarga juga menjadi hal penting selama masa pemulihan pasca-stroke,” pintanya.

Ia juga menjelaskan tindakan pasca-stroke salah satunya melalui program okupasi terapi. Dimana, membantu penyintas stroke mengatasi tantangan fisik, kognitif, dan psikososial, sehingga dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang bermakna. Membantu pasien mencapai kemandirian dalam melakukan ADL dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

“Okupasi terapi membantu pasien melalui latihan menggunakan berbagai media dan metode. Dan program terapi di rumah akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Intinya, pasien mesti konsisten mengerjakannya,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45