RSUP Dr. M. Djamil memberikan perhatian penuh terhadap kasus M. Hafizi (7), seorang anak yang didiagnosis mengidap arteriovenous malformation. Kasus ini memerlukan penanganan komprehensif dan kolaborasi lintas sektoral dari berbagai pihak terkait.
“Kami berkomitmen untuk memberikan perawatan terbaik bagi M. Hafizi. Namun, kasus ini kompleks dan membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Kami mengharapkan kolaborasi aktif dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kota Pariaman, BPJS Kesehatan serta tentu saja RSCM Jakarta terkait pemeriksaan khusus yang hanya bisa dilakukan di sana,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat Rapat Koordinasi Penanganan Kasus M. Hafizi secara virtual, Jumat (18/7).
Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman Muhammad Roem, Kepala Bagian Fasyankes BPJS Kesehatan Padang Ehrlich Von Dantes, Kepala Ombudsman Sumbar Adel Wahidi, Manajer dan Asisten Manajer, DPJP dr. Yudi Ichsan Ramata, Sp.B, Subsp. BVE (K), dr. Ade Nofendra, Sp.A, dr. Amirah Zatil Izzah, M.Biomed, Sp.A (K) dan pegiat sosial.
Ia mengungkapkan kolaborasi ini untuk memastikan Hafizi mendapatkan pelayanan medis terbaik dan dukungan sosial yang memadai. “M. Hafizi harus dapat segera mendapatkan penanganan yang optimal dan berkelanjutan, sehingga kualitas hidupnya bisa membaik,” harap Dirut.
Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menjelaskan pasien Muhammad Hafizi (7) didiagnosis mengidap arteriovenous malformation. Artinya kondisi medis di mana terjadi hubungan abnormal antara pembuluh darah arteri dan vena, tanpa adanya pembuluh darah kapiler yang menghubungkan keduanya. Kondisi ini terjadi pada tungkai kaki kanan (ad cruris dextra).
“Sebelumnya anak ini telah menjalani pengobatan di RSUPN Cipto Mangunkusomo selama dua tahun. Saat pengobatan itu pasien diberikan obat everolimus (di luar tanggungan BPJS Kesehatan). Penggunaan obat itu untuk mengurangi perdarahan dan pertumbuhan pembuluh darah,” ungkap Bestari.
Nah pasien datang untuk kontrol ke Poliklinik Bedah Vaskuler RSUP Dr. M. Djamil, sebutnya, sejak Desember 2024 untuk perawatan luka dan ganti perban. Pada bulan Februari 2025 terjadi pendarahan aktif pada luka pasien dengan diagnosis di atas. Kemudian dokter yang merawatnya dr. Yudi Ichsan Ramata, Sp.B, Subsp. BVE (K) merencanakan untuk melakukan embolisasi. Tetapi keluarga pasien tidak bersedia.
“Pada 11 Maret 2025, pasien kontrol ke Poliklinik Onkologi Anak dan bertemu dengan dr. Amirah. Pasien waktu itu dalam kondisi lemas dan pucat. Sehingga diagnosisnya adalah Acute Flaccid Myelitis ditambah dengan anemia mikrositik hipokrom karena penyakit kronis diderita,” ungkapnya.
Kemudian pasien, sebutnya, berobat ke Poliklinik Onkologi Anak pada 4 Juli dan bertemu dengan DPJP dr. Ade Nofendra, Sp.A dengan diagnosis sama dan dilakukan cek laboratorium. Pengobatan yang dibutuhkan untuk mengurangi pendarahan adalah embolisasi dan pemberian everolimus. “Obat ini kita punya. Cuma masalahnya pemberian obat ini harus dilakukan kontrol kadarnya di dalam darah. Ini yang kita tidak punya dan ini bisa dilakukan di RSCM Jakarta,” tegasnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman Muhammad Roem menjelaskan Hafizi umurnya baru 7 tahun, dan bersaudara 4 orang. Orang tuanya pekerjaan swasta dan butuh dukungan semua. “Nah, karena itu dari dinas sosial upaya dan langkah kita lakukan adalah merespons kasus ini melalui call center 7171 Kemensos tahun 2022 dan Alhamdulillah, Kementerian Sosial sudah melakukan responsnya,” tuturnya.
Lebih kurang selama 2 tahun, sebutnya, Hafizi ini melakukan perawatan di RSUPN Cipto Mangunkusumo. Menurut informasinya sudah 4 kali atau 5 kali operasi. Hingga akhirnya, dia dipulangkan dulu ke Pariaman.
“Saat sudah di Pariaman, Hafizi selalu mengeluarkan darah. Nah, sementara dia membutuhkan obat. Kemarin terkendala dengan pengobatan. Obat ini tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kemudian juga informasinya, RSUP M. Djamil dokternya juga belum memberikan rekomendasi kepada Hafizi ini bisa mendapatkan pengobatan,” ucapnya.
Ia berharap RSUP Dr. M. Djamil bisa memberikan rekomendasi perlakuan khusus terhadap Hafizi ini. “Untuk diketahui, saya sendiri terharu melihat perjuangan dari ibu Hafizi termasuk Hafizi sendiri. Oleh karena itu, kami berharap RSUP Dr. M. Djamil memberikan rekomendasi perawatan sampai Hafizi sembuh,” harapnya. (*)