Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Ri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Lansia Kota Padang

Gelar vaksinasi untuk lanjut usia (lansia) se Kota Padang. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil targetkan vaksinasi masyarakat dengan usia 60 tahun keatas divaksin 100 persen.

Terlihat kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah lansia yang berasal dari pensiunan pegawai rumah sakit RSUP M. Djamil dan beberapa lansia yang tinggal disekitaran RSUP tersebut.

Acara pemberian vaksin kepada lansia itu ditandai dengan pemberian vaksin pertama kali diberikan kepada Duta Vaksin Lansia Kota Padang, Nasrul Abit.

Wakil Gubernur Sumatra Barat periode 2016 hingga 2021 itu menerima dosis pertama vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M Djamil Padang.

Terkait diminta menjadi Duta Vaksin Lansia, Nasrul abit diminta ikut serta menjadi bagian dari kampanye program vaksinasi massal Covid-19 khususnya untuk kalangan Lansia.

Pemberian vaksin pertama secara simbolik tersebut menjadi pembukaan secara resmi oleh RSUP M Djamil Padang meluncurkan program Pencanangan Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia dengan mengusung tema “Vaksin Aman dan Halal”,

Sebelum proses pemberian dosis vaksin Sinovac itu dilakukan, Nasrul Abit yang datang bersama Istrinya Wartawati, terlebih dahulu menjalani tahapan pemeriksaan atau screening sebagai proses uji kelayakan penerima vaksin.

“Saya hari ini, baru saja di vaksin yang pertama. InsyaAllah 20 april mendatang saya di vaksin yang kedua. Alhamdulillah, pada saat di suntik vaksin tidak ada kendala apa-apa. Tidak ada perubahan apa-apa. Begitu juga dengan istri biasa saja”, kata Nasrul Abit.

Melalui kesempatan ini, ia mengajak semua lapisan masyarakat di Sumatra Barat untuk ikut serta mensukseskan program vaksinasi sebagai salah satu upaya untuk menekan angka penularan Covid-19.     

“Vaksin ini, InsyaAllah aman. Tadi saya dapat informasi katanya vaksinasi untuk kota Padang dan Sumbar secara umum, masih jauh dari target. Maka dari itu, mari sama-sama kita datang ke tempat pelayanan kesehatan. Mari bersama-sama kita sukseskan progam vaksinasi ini”, katanya.

Ia mengatakan setiap calon penerima vaksin melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Jika nanti usai di vaksin ada kendala atau kelainan, maka tenaga kesehatan kita sudah siap untuk mengantisipasinya.

Terpisah, Ketua Komisariat Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Sumatra Barat Raveinal menyebutkan, meski sejak beberapa hari terakhir proses vaksinasi untuk Lansia sudah dilaksanakan, namun pihaknya hari ini meluncurkan secara resmi vaksinasi untuk Lansia khusus di RSUP M Djamil Padang.

“Bagi lansia yang bersedia di vaksin, silahkan datang ke M Djamil dengan membawa fotokopi KTP. Vaksinasi ini dilakukan secara gratis bagi seluruh lapisan masyarakat”, jelasnya.

Ia menyebutkan hari ini merupakan launching secara resmi vaksin untuk lansia di M Djamil. Sebetulnya, vaksin untuk lansia ini beberapa hari terakhir sudah dijalankan. Tapi, khusus di M Djamil kita secara resmi baru saja melakukan launching untuk lansia.

“Banyak yang hadir. Salah satunya pak Nasrul Abit. Beliau, hari ini juga di vaksin Covid-19 untuk lansia. Kita apresiasi  beliau sebagai duta vaksin Covid-19 untuk lansia, kami hargai kesediaanya”, tutup Raveinal.

Selanjutnya, pembukaan kegiatan vaksin itu juga dihadiri oleh Dirjen Penyelanggara Kesehatan, Abdul Khadir. Kegiatan tersebut dihadirinya sekaligus untuk menghadiri Rapat Kerja (raker) Pimpinan di RSUP M Djamil itu.

Abdul Kadir mengatakan terkait di Sumbar jenis vaksin yang dikirim merupakan merk Sinovac.Oleh karena itu, jenis vaksin ini perlu dihabiskan terlebih dahulu sebelum dikirim dengan merk baru.

“Karena tidak mungkin orang yang pertama disuntik vaksin Sinovac tidak mungkin disuntik dengan vaksin Astra Zeneca. Harus satu platform, kalau berbeda maka pembentukan antibodinya tidak maksimal” katanya.

Ia menegaskan, semua vaksin yang digunakan pemerintah aman. Tidak ada vaksin yang digunakan tanpa melewati uji klinis.

“Tahap pertama vaksinasi untuk 1,4 juta nakes itu sudah selesai. Tahap kedua ada 26 juta dari lansia dan pekerja publik seperti pegawai, polisi dan tentara,” sambungnya.

Abdul Kadir juga menyinggung soal vaksinasi mandiri, meski sementara masih diwacanakan.

“Vaksinasi mandiri itu bukan berarti bisa dibeli di apotek atau toko, namun dosis vaksin yang dibeli perusahaan untuk karyawannya. Bulan depan sudah bisa diterapkan,” tutupnya.

Pencanangan Vaksinasi bagi Lansia di Rsup Dr. M. Djamil

HumasRSMDJ — Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI tinjau langsung pelaksanaan pencanangan vaksinasi covid-19 bagi lansia kota Padang di halaman Poliklinik Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil Padang, Selasa (23/3).

Kedatangan Dirjen Yankes didampingi langsung Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS beserta jajaran direksi.

“Vaksin sudah dinyatakan aman, karena sudah melalui serangkaian pengujian klinis, semua telah diuji dianalisis. Dan yang paling penting itu safetynya, itu yang paling utama,” kata Dirjen Yankes Kemenkes RI, Prod. dr. Abdul Kadir,Ph.d, SpTHT-KL (K) MARS.

Dikatannya, proses percepatan vaksinasi saat ini terus dilakukan pemerintah , mulai dari tenaga kesehatan, pelayanan publik, aparatur pemerintah dan nantinya bagi masyarakat secara umumnya.

“Alhamdulillah vaksinasi untuk tenaga kesehatan sudah terlaksana dengan baik. Untuk tahap kedua ini ditujukan mulai dari lansia, pejabat publik, aparatur pemerintahan terutama yang berhubungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya sembari mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan pelaksanaan vaksinasi.

Mantan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit yang turut serta menerima vaksin lansia di RSUP Dr. M. Djamil Padang mengajak seluruh lansia dan pensiunan yang ada di Kota Padang untuk melakukan vaksinasi.

“Jangan takut divaksin, di RS ini (RSUP Dr. M. Djamil) semua sudah siap dengan tenaga kesehatannya, tentu jika nanti ada efek sampingnya akan ditangani, namun sejauh ini tidak ada kendala berarti bagi yang sudah divaksin,” tuturnya.

Ia berpesan agar tidak ada pihak yang menjadi provokator sehingga mempengaruhi orang yang sedia mau untuk divaksin.

“Mari kita bersama memahami kondisi ini (Pandemi covid-19). Jangan menjadi provokator sehingga orang yang mau divaksin menjadi menolak. Apalagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwanya,” pungkas Nasrul Abit sembari mengungkapkan ia tidak merakan dampak pasca divaksinasi.

Terkait kedatangan Dirjen Yankes, disamping peninjauan langsung pencanangan vaksinasi lansia, juga membuka langsung pelaksanaan Rapat koordinasi program kerja tahun 2021 RSUP Dr. M. Djamil Padang. (HumasRSMDJ)

HUT ke 74, DPK PPNI RSUP Dr. M. Djamil Laksanakan Edukasi dan Vaksinasi Covid-19

HumasRSMDJ — Bulan Maret menjadi hari istimewa bagi seluruh Perawat di Indonesia. Tepatnya tanggal 17 Maret merupakan Hari Perawat Nasional yang juga merupakan hari lahir organisasi Profesi Perawat yakni Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) tepatnya pada tanggal 17 Maret 1974.

Dalam rangka memperingati HUT tersebut Dewan Pengurus Komisiriat PPNI RSUP Dr. M. Djamil Padang gelar kegiatan vaksinasi masal dan edukasi vaksin bagi masyarakat di Auditorium lantai IV Poliklinik Rawat Jalan, Selasa (17/3).

Kegiatan itu dibuka langsung Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS,  turut dihadiri jajaran direksi, Ketua DPD PPNI Kota Padang beserta pengurus, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Sebagiamana diketahui PPNI selaku organisasi profesi perawat merupakan perwujudan semangat profesi keperawatan dimana seluruh pelayanan keperawatan pada intinya berfokus pada menjaga dan meningkatkan status kesehatan pasien, keluarga dan masyarakat secara umumnya.

Untuk tahun ini, peringatan HUT PPNI mengangkat tema “Perawat Tangguh, Indonesia Bebas Covid-19 dan Masyarakat Sehat”.

“Selamat ulang tahun PPNI yang ke-74, tetaplah tangguh, terus berjuang sampai pandemi ini berakhir,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS.

Diungkakannya, jika mengingat sejarah, keberadaan sekolah perawat sudah ada lebih dahulu sebelum adanya sekolah kedokteran. Meski demikian, secara tata laksana dan peran secara profesional PPNI secara organisasi baru lahir pada tahun 1974.

Dokter spesialis bedah anak itu berharap, perawat untuk terus eksis dan tidak pernah melupakan identitas dan ciri khasnya.

“Perawat itu identik dengan keramahan dan komunikasi yang baik, bekerja dengan penuh kasih sayang,” terangnya sembari mengajak seluruh pihak untuk mengheningkan cipta sejenak untuk berdoa bagi tenaga kesehatan yang gugur dalam perjuangan melawan covid-19.

Terkait kondisi pandemi yang masih mewabah, ia mengingatkan bahwa saat ini virus covid-19 telah bermutasi, untuk itu ia mengajak seluruh pihak agar menyukseskan dan mensosialisasikan vaksinasi.

“Jika proses vaksinasi itu terlaksana dengan baik dan cepat, Insya Allah mutasi virus bisa dihambat sehingga akan kalah dengan daya tahan tubuh manusia,” pungkasnya sembari mengucapkan tidak ada balasan dari sebuah pekerjaan yang dikerjakan secara ikhlas adalah syurga disisi Tuhan Yang Maha Esa. Sementara itu, Ketua DPK PPNI RSUP Dr. M. Djamil, Ns. Venny Dwita Zola Azwar, S.Kep menyebutkan pihaknya akan terus memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi, di samping itu juga melakukan edukasi dan sosialisasi tentang vaksin. (Humas/Khairian)

Peduli Pendengaran untuk Semua

Foto : Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA (K) MARS membuka secara resmi pelaksanaan kegiatan hari pendengaran sedunia di taman Poliklinik Rawat Jalan Lantai I, Rabu (3/3).

HumasRSMDJ — Dalam rangka memperingati hari pendengaran sedunia atau World Hearing Day 2021, KSM-THT KL RSUP Dr. M. Djamil Padang gelar serangkaian kegiatan yang dibuka langsung Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang di taman Poliklinik Rawat Jalan Lantai I, Rabu (3/3).

Untuk tahun ini, hari pendengaran sedunia mengangkat tema Hearing Care for All atau Peduli pendengaran untuk Semua.

Ketua Perhimpunan Dokter spesialis TH-KL Indonesia (Perhati-KL) Sumatera Barat, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL(K), FICS mengatakan serangkian kegiatan digelar seperti penyuluhan kesehatan pendengaran dan aksi donor darah.

“Kita semua mesti meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan pedengaran,” ucapnya sembari mengucapkan terimakasih kepada Direktur Utama yang telah mefasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA (K) MARS mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan KSM-THT KL. Mengingat pentingnya kesehatan pendengaran.

“Dari 365 hari dalam setahun, disediakan satu hari untuk memperingati hari pendengaran, ini artinya begitu penting, kita tahu bahwa jika pendengaran terganggu tentu akan berdampak besar terhadap kehidupan,” ujar Direktur Utama.

Oleh sebab itu, Dokter spesialis bedah anak itu berharap semua pihak untuk peduli menjaga kesehatan pendengaran.

Sementara dr. Rossy Rosalinda, Sp.THT-KL, narasumber penyuluhan mengungkapkan berdasarkan data WHO, saat ini ada 466 juta manusia di dunia yang terganggu pendengarannya dan sekitar 34 juta itu kategori anak-anak.

“Diperkiran pada tahun 2050, sekitar 900 juta manusia akan mengalami gangguan pendengaran, untuk itu bersama mari kenali dan cegah sedini mungkin hal-hal penyebab terganggu kesehatan pendengaran kita,” paparnya. (Humas/Khairy)

PJ Gubernur Sumbar Divaksin Langsung Dirut RSUP DR. M. Djamil

Foto : Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA (K) MARS diampingi Dewan Direksi, melakukan proses vaksinasi bagi Pj Gubernur Sumbar, Dr. Hamdani, MM, MSi,AK di ruang pertemuan Direksi, Jumat (19/2)

HumasRSMDJ — Hari kedua menjabat Pj Gubernur Sumatera Barat, Dr. Hamdani, MM, MSi,AK mengunjungi RSUP M Djamil guna meninjau progress Vaksinasi untuk tenaga kesehatan di Sumbar, Jumat (19/2).

Kedatangan Hamdani di sambut langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA (K) MARS beserta Dewan direksi. Tidak hanya sendiri, Pj Gubernur turut di dampingi Kepala Dinas Kesehatan, Arry Yuswan, SKM, MKM dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Nazwir SH, M. Hum.

Usai membicarakan tentang progres vaksinasi nakes di Sumbar. Staff Ahli Kementerian Dalam negeri itu juga meminta langsung untuk disuntik vaksin.

Setelah melalui prosedur vaksinasi dan dinyatakan layak untuk divaksin, Pj Gubernur langsung divaksin oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang.

“Gubernur sudah divaksin, tak ada lagi keraguan bagi masyarakat. Bahwa vaksin kita baik dan halal tak ada keraguan,” sebut Hamdani.

Pj Gubernur berharap berharap Sumbar menonjol tidak hanya saat Swab tes/ PCR tapi juga vaksinasi. Oleh sebab itu pihaknya meminta langsung untuk divaksin.

“Target kita dengan Dinkes juga Dirut bagaimana menyelesaikan vaksin untuk tenaga kesehatan tepat waktu dan awal Maret kita siap vaksin TNI Polri, tokoh masyarakat, dan tentunya nanti vaksinasi bagi  masyarakat secara keseluruhannya,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA (K) MARS menjelaskan, target untuk vaksinasi tenaga kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil sebanyak 2435 orang, dengan jatah vaksin 4870.

Namun dalam pelaksanaannya terbit edaran Gubernur dan Menteri Dalam Negeri yakni bagi komorbid dan juga penyintas Covid-19 yang lebih dari tiga bulan untuk divaksin.

“Kebutuhan kami mencapai 8 ribuan (termasuk bagi Satpam, costumer Service, penyintas dan komorbid), kami meminta kekurangan itu ke Dinkes dan disanggupi” sembari menyebut pihaknya saat ini terus melaksanakan vaksinasi tahap dua. (Humas/Khairy)

Nakes Lansia Ikuti Program Vaksinasi Covid-19

Foto : Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA (K) MARS melakukan penyuntikan vaksin kepada Nakes lansia, Kamis (11/2) di Aula Gedung Adminstrasi RSUP Dr. M. Djamil Padang.

HumasRSMDJ —- Sebanyak 52 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) usia lebih 60 tahun (Lansia) ikuti program vaksinasi covid-19, Kamis (11/2) di Aula Gedung Adminstrasi RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Pantauan di lokasi vaksinasi, terlihat sejumlah lansia tenaga kesehatan antusias untuk mendapatkan vaksin.

Sesuai prosedur, sebelum pemberian vaksin, para nakes lansia melakukan registrasi selanjutnya proses skrining seperti pengukuran tensi, suhu badan dan lainnya. Setelah dinyatakan layak maka dilakukan pemberian vaksin.

Usai divaksin, dilakukan observasi minimal setengah jam, untuk selanjutnya diberikan kartu tanda sudah melakukan proses vaksinasi.

dr. Firman Arbi, SpA (K), nakes lansia yang sudah berumur 74 tahun mengaku tidak merasakan efek samping yang berarti dan menyebut kondisinya baik-baik saja pasca dilakukan penyuntikan vaksin.

“Baik-baik saja, tidak sakit apa-apa,  Alhamdulillah,” ucap dengan penuh rasa syukur.

Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak takut di vaksin, mengingat efek dari vaksin adalah melindungi diri dari bahaya covid-19.

Tidak jauh berbeda, Prof.Dr.dr. Eryati Darwin, PA (K) dokter berusia 68 tahun, yang ditemui usai vaksinasi mengaku tidak merasakan efek apapun.

“Alhamdulillah, dampaknya (Pemberian Vaksin) tidak terasa sampai sekarang,  biasalah, walau kita agak lebai kalau disuntik ada rasa takut. Namun alhamdulillah baik-baik saja,” akunya.

Mantan Direktur SDM RSUP Dr. M. Djamil itu mengimbau masyarakat untuk mengikuti proses vaksinasi yang sudah diprogramkan pemerintah.

“Vaksinasi itu membentuk kekekebalan, dengan divaksin kita semua terlindungi,” pungkasnya.

dr. Syahredi S. Adnani, Sp.OG(K), nakes penyintas Covid-19 mengaku tidak merasakan dampak apapun setelah divaksin.

“Saya penyintas sejak oktober lalu, ini sudah satu jam  usai divaksin, rasanya tidak apa-apa, saya mengajak jika ada vaksin maka bervaksinlah semuanya, agar pandemi ini cepat selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS menjelaskan ada sekitar 52 nakes lansia dan para senior kedokteran yang mengikuti proses vaksinasi tahap satu.

“Ada 52 orang lansia dan senior di atas 60-an, guru besar kedokteran, ada yang masih bekerja dan yang tidak, tetap diberikan vaksin hari ini, Insyaallah 28 hari lagi, akan diberikan kembali untuk tahap dua,” sebut dokter spesialis bedah anak itu.

Direktur utama itu tidak henti-hentinya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menolak diberikan vaksinasi. Karena vaksin akan memberikan dampak yang lebih baik bagi tubuh dalam rangka menangkal covid-19.

“Kan kita sudah sama-sama melihat, untuk para guru dan orangtua kita saja mau dan bersemangat untuk divaksin, ini artinya menjadi spirit bersama untuk kita semua mendukung program vaksinasi ini,” ujar dr. Yusirwan. (Humas/Khairy)

 

Pentingnya Pengetahuan Dan Kesadaran Masyarakat Terhadap Penyakit Kanker

HumasRSMDJ — Tanggal 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day). Peringatan itu untuk mengingatkan seluruh masyarakta agar peduli terhadap penyakit yang masuk kategori mematikan tersebut.

Kemarin (4/2), Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Sumbar bersama Dewan Direksi RSUP Dr. M. Djamil Padang dan Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (Himponi) Sumbar gelar peringatan tersebut di ruangan Kemoterapi Bangsal Jantung RSUP Dr. M. Djamil.

Pasien yang menjalani perawatan di ruangan kemoterapi diberikan bingkisan makanan dan bunga sebagai bentuk kepedulian kepada meraka yang berjuang sembuh dari kanker.

“Peringatan ini sangat penting, mengingat saat ini penderita kanker terus meningkat dan ini tidak hanya menjadi masalah individu saja,” kata Ketua POI Sumbar, Dr. dr. Irza Wahid, SpPD-KHOM FINASIM.

Diungkapkannya, prevalensi kanker di Indonesia tahun 2013 adalah 1,4/1000 penduduk (Riskesdas 2018).  Masih tingginya angka kejadian serta angka kematian.  Hal itu tejadi karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran dalam rangka pencegahan  deteksi dini kanker.

“Dampaknya (Kurangnya pengetahuan dan kesadaran), terjadinya keterlambatan penanganan. Oleh sebab itu, peningkatan akses ke pusat pelayanan kanker yang baik juga sangat perlu mendapatkan perhatian,” pungkas dr. Irza sembari menyebutkan tema peringatan hari kanker sedunia tahun ini “I am, I Will”.

Ia berharap, gaungan peringatan hari kanker sedunia tidak hanya terhenti di tanggal 4 Februari, mengingat potensi bahaya dari kanker tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang,  Dr. dr.  Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS mengapresiai kegiatan yang dilaksanakan POI dan Himponi tersebut.

Ia berharap upaya edukasi dan preventif terhadap peyakit kanker ini terus digaungkan agar masyarakat terhindar dari penyakit yang mematikan tersebut. (Humas/Viz)

Vaksinasi Masal Nakes Sumatera Barat di RSUP Dr. M. Djamil

HumasRSMDJ — Vaksinasi Tenaga Kesehatan dan non Kesehatan tahap 1di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang Sumatera Barat (Sumbar) hingga kini Minggu (31/1) masih terus berlangsung. Vaksinasi yang di mulai  sejak Senin (18/1) lalu yang diperuntukkan bagi seluruh pegawai di Rumah Sakit tersebut.

Tidak hanya itu, Minggu (31/1) juga digelar vaksinasi masal bagi tenaga kesehatan di wilayah Sumatera Barat, baik baik bagi nakes Puskesmas, Klinik dan nakes lainnya. Tidak hanya jajaran Dewan Direksi RSUP Dr. M. Djamil, turut hadir dalam kegiatan vaksinasi masal tersebut Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Kadis Kesehatan Kota Padang dan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Arry Yuswandi  mengatakan, bahwasanya kedatangannya itu adalah untuk menyaksikan langsung proses vaksinasi yang dilaksanakan M. Djamil secara massal.

“Menteri beserta jajaran memberikan tugas bahwa proses vaksinasi tahap pertama harus selesai pada tahun ini. Salah satu upaya percepatan kita, salah satunya dengan adanya vaksinasi massal,” katanya usai membuka kegiatan vaksinasi secara masal tersebut.

Diungkapkannya, vaksinasi ditargetkan 300 orang dalam satu hari. Sedangkan untuk tenaga kesehatan, pada 21 Februari 2021 juga ditargetkan sudah selesai dua kali penyuntikan vaksin. Maka dengan langkah-langkah vaksinasi massal yang dilakukan M Djamil bisa dilakukan percepatan.

“Kalau di M. Djamil sudah memulai sejak dari awal kemarin dan kita harapkan hari ini bisa tuntas dan selesai semuanya disuntik vaksin,” terangnya.

Sementara Direktur RSUP M Djamil Padang, Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA (K) MARS mengatakan, sekitar dari 3.421 sudah 75 persen sudah selesai divaksinasi hingga Sabtu (30/1/2021). Sedangkan sisanya sekitar 1.100 Nakes ditargetkan hari ini tuntas semuanya.

“Insya Allah M Djamil hari ini, dari 3.400 lebih itu selesai 100 persen dari penyelesaian tahap satu dari vaksin. Selain tenaga kesehatan, vaksinasi juga diberikan kepada petugas-petugas yang berkontak seperti Satpam, Cleaning Service dan lainnya,” kata Yusirwan.

Sebanyak 121 orang petugas medis dilibatkan dalam proses vaksinasi yang terdiri dari dokter, perawat dan tenaga administrasi. Kemudian juga disediakan 20 meja pelayanan sehingga tidak terjadi tumpukan-tumpukan dan protokol kesehatan tetap berjalan.

Ketua Komisariat Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Covid Sumbar, Reveinal. Pihaknya saat ini akan terus menunggu laporan kejadian pasca Imunisasi.

”Kami mengimbau kepada seluruh masyakarat Sumbar bahwa vaksin covid ini betul-betul aman dan tidak usah ditakutkan,” katanya. (Humas/Viz)

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dan Pejabat Esensial Laksanakan Pelayanan Vaksinasi Covid-19 Ke-2

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA (K) MARS bersama dengan pejabat esensial Provinsi Sumatera Barat laksanakan pelayanan vaksinasi covid-19 ke-2 di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Kamis (28/1).

Di samping Dirut juga diikuti enam pejabat dari delapan pejabat yang sebelumnya divaksinasi pertama di Aula Kantor Gubernur, pada Kamis (14/1).

Keenam pejabat esensial tersebut adalah Danrem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Arief Gajah Mada, sebagai yang pertama, diikuti pejabat kedua, Kadis Kominfo Sumbar sekaligus Jubir Satgas penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman.

Selanjutnya Dandenkesyah Padang, Letkol (Ckm) Zulfikar, Kepala BPOM Sumbar Firdaus Umar, Direktur Utama RSUP M. Djamil Dr.dr. Yusirwan dan terakhir Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar Dr. Pom Harry Satria.

Sedangkan Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas, Dr.dr. Andani Eka Putra bersama dengan Kabid Dokkes Polda Sumbar, Kombes Pol Lisda Cancer, tidak bisa hadir di Aula Dinkes Sumbar. Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumbar, Linarni Jamil, kedua pejabat tersebut tetap melaksanakan vaksinasi ke-2 hari ini, di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Padang.

Direktur Utama RSUP M.Djamil dr. Yusirwan, juga meyakinkan keamanan vaksin covid-19. Berdasarkan pengalamannya pasca vaksinasi pertama, tidak ada kejadian ikutan pasca imunisasi. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Arry Yuswandi menyebut, hingga saat ini, tercatat sudah 2109 tenaga kesehatan (Nakes) di Sumbar yang telah divaksinasi. Ditargetkan seluruh nakes akan selesai divaksin hingga akhir Februari mendatang.

“Alhamdulillaah setelah vaksinasi, hingga saat ini belum ditemukan efek samping  yang beresiko. Target kita akhir bulan depan sudah selesai semua, karena itu kita berupaya maksimal vaksin sudah terdistribusi ke seluruh Sumbar. Kendala kita hanya ada sebagian kecil nakes yang belum divaksin karena masalah hipertensi, itu pe-er kita,” ungkap Arry. (Rilis DiskominfoSB/ Viz)

31 Pejabat Eselon III dan IV Dilantik dalam Jabatan Fungsional

HumasRSMDJ —- Menteri Kesehatan RI Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU melantik 31 pejabat eselon III dan IV RSUP Dr. M. Djamil Padang secara virtual bersama dengan 1.674 pejabat lainnya di lingkungan Kementerian Kesehatan menjadi pejabat fungsional, Senin (28/12).

Sebagaimana diketahui, perubahan pejabat struktural menjadi pejabat fungsional merupakan bentuk penyederhanaan birokrasi sebagaimana mandat Presiden RI Ir. Joko Widodo.

Dalam amanatnya, Menkes menyampaikan dua pesan tugas perioritas kepada pejabat yang dilantik berkaitan dengan masih mewabahnya pandemi Covid-19, yakni pemberian vaksin serta pasca pemberian vaksin COVID-19.

Menkes menekankan dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan mendatang agar semua pihak dapat mendukung pelaksanaan program vaksinasi Covid-19.

“Yang pertama adalah bagaimana kita bisa melakukan program vaksinasi COVID-19 dengan lancar, cepat, dan merata,” ujarnya.

Selanjutnya Budi mengatakan, tugas kedua adalah bagaimana sesudah vaksinasi diberikan. Baik itu bagian perawatan, rumah sakit termasuk membangun sistem kesehatan publik.

“Bagian perawatannya, rumah sakitnya, juga termasuk membangun sistem kesehatan publik yang lebih siap untuk menghadapi COVID-19,” terangnya.

Vaksinasi COVID-19 merupakan bagian yang komprehensif dari penyelesaian masalah pandemi. Diungkapkannya vaksinasi juga bagian dari satu kesatuan untuk menyelesaikan masalah pandemi COVID-19. (Humas/Viz)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45