Padang, 24 Juli 2024 – RS M Djamil bersama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) dan IDAI Sumbar menggelar webinar daring bertema “Lingkungan Sekolah, Internet, Vaksinasi untuk Anak Cerdas Menuju Indonesia Emas” sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli setiap tahunnya.
Webinar ini dibuka oleh Plt. Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RS M Djamil, dr. Budi Pratama Arnofyan, SpB. SpBA, Subsp. D.A(K). Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka di bidangnya, antara lain dr. Asrawati, Sp.A(K), M.Biomed, dengan materi tentang vaksinasi untuk tumbuh kembang optimal anak. Selain itu, dr. Husna Yetti, Ph.D., memberikan wawasan tentang lingkungan sekolah yang sehat untuk mendukung pertumbuhan anak cerdas yang berkontribusi pada cita-cita Indonesia Emas. Tidak ketinggalan, dr.Riri Prima Yolanda,SpKFR, Ped(K), memberikan solusi terkait kecanduan gadget di kalangan anak dengan materi berjudul “Main Yuk: Bermain Solusi”.
“Kami sangat gembira melihat antusiasme masyarakat terhadap webinar ini. Ini menunjukkan pentingnya topik-topik yang dibahas dalam mendidik generasi penerus bangsa,” ujar dr. Budi Pratama Arnofyan dalam sambutannya.
Webinar ini diharapkan dapat menambah wawasan para peserta dalam mengawal pertumbuhan anak agar nantinya dapat terwujud anak cerdas menuju Indonesia emas.
Kegiatan ini berhasil terselenggara berkat kolaborasi yang solid antara RS M Djamil Padang dan FK Unand serta IDAI Sumbar, yang menggabungkan keahlian medis dan akademis untuk mendukung pembangunan masa depan anak-anak Indonesia.
Webinar ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya bersama untuk memberikan edukasi yang holistik bagi anak-anak, serta mengatasi tantangan yang dihadapi dalam era digital dan kesehatan masyarakat.
Untuk informasi lebih lanjut tentang acara-acara mendatang dari RS M Djamil silahkan kunjungi website maupun media sosial RS M Djamil.
Padang, 24 Juli 2024, Rumah Sakit M Djamil menggelar Webinar RAPID (Riset, Aktual, Progresif, Interaktif, dan Update) secara daring dengan tema yang memikat banyak pihak. Acara ini tidak hanya memberikan akses gratis kepada lebih dari tiga ribu peserta yang antusias, tetapi juga menjanjikan peningkatan signifikan dalam kualitas dan implementasi penelitian klinis di masa mendatang.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Kerja Penelitian yang berkolaborasi dengan Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan RS M Djamil. Webinar dibuka oleh Direktur Utama RS M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM, MARS, FISQua, yang menyampaikan komitmen rumah sakit dalam menjembatani ilmu dan praktik melalui Clinical Research Unit (CRU). “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga mendorong terciptanya standar pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Dr. Dovy dalam sambutannya.
Materi utama webinar mencakup topik yang relevan dan krusial dalam dunia penelitian klinis. Dr. Zulda Musyarifah, SpPA, MIAC, menyampaikan tentang Clinical Research Unit yang ada di RS M Djamil, sementara Dr. Ricvan Dana Nindrea, SKM, M.Kes, M.Sc, FRSPH, menyuguhkan materi dengan tema all about research. dr. Hendra Permana, Sp.S, M.Biomed, membawa wawasan tentang menulis cepat dan beretika menggunakan AI.
Peserta webinar tidak hanya terdiri dari kalangan klinisi, tetapi juga non-klinisi yang tertarik memperdalam pengetahuan mereka dalam penelitian. Antusiasme yang tinggi dari lebih dari tiga ribu peserta mencerminkan relevansi serta kebutuhan akan pengetahuan yang mendalam dalam bidang ini.
Diharapkan, hasil dari webinar ini dapat memberikan dampak positif yang besar dalam peningkatan mutu layanan dan manajemen di RS M Djamil serta memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut tentang acara-acara mendatang dari RS M Djamil, termasuk kegiatan-kegiatan dalam rangka memperluas cakupan penelitian klinis, silakan kunjungi wesibe maupun media sosial RS M Djamil Padang.
RS M Djamil Sambut Tim imPACT Mission dari IAEA, WHO, dan IARC
PADANG – RS M Djamil Padang menerima kunjungan visitasi dari imPACT Mission Team (integrated mission of Programme of Action for Cancer Therapy) yang terdiri dari para ahli dari IAEA, WHO, dan IARC pada Selasa (16/7/2024). Pertemuan yang berlangsung di Aula Lantai IV Gedung Poli Rawat Jalan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program terapi kanker yang telah berjalan di rumah sakit tersebut.
Direktur Utama RS M Djamil, Dr. Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua, bersama jajaran direksi menyambut kedatangan tim imPACT yang terdiri dari Dr. Les Mery (IARC), Dr. Bishnu Rath Giri (WHO), Dr. J P Agarwal (IAEA), Dr. Suresh Kumar (WHO), Dr. Banu Arun (WHO/IAEA), Dr. Igor Veljkovikj, dan Dr. Partha Basu (IARC).
“Kami merasa terhormat atas kunjungan tim ahli internasional dari IAEA, WHO, dan IARC. Kunjungan ini merupakan bagian penting dari upaya untuk melakukan penilaian menyeluruh terhadap kapasitas dan kebutuhan dalam pengendalian kanker di Indonesia,” ujar Dr. Dovy Djanas dalam sambutannya.
Dr. Dovy menjelaskan bahwa penilaian ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai situasi pengendalian kanker di Indonesia, serta menghasilkan rekomendasi yang akan menjadi dasar kebijakan pengendalian kanker untuk periode 2025-2029.
RS M Djamil Padang memiliki berbagai fasilitas onkologi seperti kemoterapi, radioterapi, dan layanan bedah onkologi yang didukung oleh tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis onkologi, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Sebagai rumah sakit rujukan utama untuk pasien kanker di wilayah Sumatera bagian tengah, RS M Djamil menangani kasus-kasus kanker yang kompleks dan memberikan layanan rujukan serta konsultasi dengan rumah sakit lain di Indonesia.
“Upaya berkelanjutan dalam peningkatan kapasitas dan kualitas layanan, serta kerjasama dengan berbagai pihak diharapkan dapat meningkatkan penanganan isu kanker di Indonesia, khususnya di RS M Djamil Padang,” tambah Dr. Dovy.
Ia berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat besar dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kanker di Indonesia, serta menghasilkan rekomendasi yang membantu dalam penyusunan program kanker yang lebih komprehensif dan efektif.
Selain pertemuan, Tim imPACT yang didampingi oleh tim RS M Djamil juga mengunjungi sejumlah pelayanan yang terlibat dalam pelaksanaan program terapi kanker di rumah sakit tersebut.
WORKSHOP PENINGKATAN MUTU DAN MANAJEMEN DATA RS M DJAMIL
Padang, 8 Juli 2024 –RS M. Djamil menggelar Workshop Peningkatan Mutu dan Manajemen Data dengan tujuan meningkatkan kemampuan staf dalam manajemen data, yang mencakup pengumpulan, validasi, analisis, serta upaya peningkatan mutu dan pelaporan data mutu rumah sakit. Kegiatan ini dihadiri oleh a. PIC Data/ Ka Unit/ Ka. Komite/ Ka. KSM/ Manager, PJ Data Mutu, dan Pengumpul Data Mutu RS M Djamil.
Workshop yang dilaksanakan di aula utama RS M Djamil dibuka dengan sambutan dari Manajer Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan yang mewakili Direktur Utama RS M Djamil, dr.Riri Prima Yolanda,SpKFR, Ped(K). Dalam sambutannya, dr.Riri Prima Yolanda,SpKFR, Ped(K) menekankan pentingnya pengelolaan data yang akurat dan efisien sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang berkualitas untuk kemajuan RS M Djamil.
“Kita hidup di era digital di mana data memegang peranan yang sangat penting. Melalui workshop ini, kami berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola data, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pelayanan rumah sakit,” ujar Manajer Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan tersebut.
Peserta workshop mendapatkan pelatihan intensif tentang metode dan teknik terkini dalam pengumpulan, validasi, analisis, dan interpretasi data kesehatan. Mereka juga belajar cara mengintegrasikan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan data dan mutu pelayanan.
Setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu melakukan manajemen data secara efektif yang terdiri dari kegiatan mengumpulkan data, melakukan validasi, menganalisa data, dan melakukan upaya peningkatan mutu serta pelaporan data mutu rumah sakit.
dr.Riri Prima Yolanda,SpKFR menambahkan bahwa acara ini merupakan bagian dari program berkelanjutan RS M Djamil Padang dalam upaya meningkatkan standar pelayanan kesehatan di wilayah Sumatera Barat. “Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas SDM kami agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Workshop Peningkatan Mutu dan Manajemen Data ini diharapkan dapat menjadi percepatan bagi RS M Djamil Padang dalam menciptakan sistem pengelolaan data yang lebih baik, sehingga mampu mendukung peningkatan mutu pelayanan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
RSMDJ —- RS M Djamil terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas jaringan kemitraan dalam rangka meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Salah satu wujudkanya dengan menjalin kerjasama dengan perusahan asuransi kesehatan non Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Bertempat di Aula Lantai IV, Selasa (11/6) sedikitnya ada 11 perusahaan asuransi nasional yang mengikuti seremonial penandatanganan perjanjian kersaja sama dengan RS M Djamil. Kegiatan ini sebagai bentuk tindak lanjut Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dengan Perusahaan Asuransi pada 20 Januari 2024 lalu di The Rinra Hotel Makassar.
“Tentunya kami sangat bersyukur dan bangga, meningingat PKS ini merupakan langkah awal yang sangat strategis dalam upaya kita bersama untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia,” kata Direktur Utama RS M Djamil, Dr. dr. Dovi Djanas, Sp.OG-KFM, MARS, FISQua dalam sambutan acara tersebut.
Lebih lanjut dikatakan, Penantanganan PKS tersebut sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan RI , agar rumah sakit vertikal dapat menindaklanjuti Nota Kesepahaman menjadi Perjanjian Kerja Sama dengan Perusahaan Asuransi untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.
“Tentunya arahan Menteri adalah sebuah komitmen yang harus kita realisasikan dengan sebaik-baiknya. Sebagai salah satu rumah sakit vertikal, RS M. Djamil siap untuk mengambil langkah nyata dalam mewujudkan arahan tersebut. Dan dalam kesempatan ini kita akan melakukan penandatanganan kerjasama dengan lebih kurang 11 perusahaan asuransi,” ujar dr. Dovy.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan perusahaan asuransi adalah salah satu strategi penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Melalui perjanjian ini, ia berharap dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kolaborasi ini akan membawa manfaat yang besar tidak hanya bagi rumah sakit dan perusahaan asuransi, tetapi yang terpenting bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ungkap Ketua POGI Sumbar Periode 2019-2022 itu.
Dr. Dovy menjelaskan bagi pasien peserta asuransi akan diberikan pelayanan meliputi pelayanan Rawat Inap dan Rawat Jalan serta pelayanan kesehatan lain seperti pengobatan dan/atau penggunaan peralatan kedokteran, kamar bedah, pemeriksaan laboratorium/ radiologi dan asuhan keperawatan, serta tindakan lain yang lazim dalam pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit.
Disebutkannya, RS M. Djamil saat ini sudah memiliki Klinik Istano Pagaruyuang, Klinik ini merupakan program layanan non JKN diberikan oleh rumah sakit kepada pasien yang tidak memiliki/ menggunakan BPJS Kesehatan, sehingga biaya perawatan ditanggung sepenuhnya oleh pasien atau melalui asuransi kesehatan swasta dengan memberikan pelayanan premium.
“Tentunya kami ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Kesehatan dan perusahaan asuransi yang telah berkomitmen untuk bersama-sama meningkatkan layanan kesehatan di Indonesia. Kami akan terus berkomitmen untuk bekerja keras, memberikan yang terbaik, dan terus berinovasi dalam pelayanan kesehatan,” tegas dokter subspesialis fetomaternal itu.
Di akhir sambutannya, Direktur Utama Rs M Djamil itu berharap dapat terjalin kerjasama secara transparan dan adil, dengan pembayaran klaim tepat waktu dan sistem klaim yang efisien. Termasuk dukungan terhadap peningkatan kualitas layanan, komunikasi yang baik, fleksibilitas dalam kebijakan, dan dukungan untuk program kesehatan masyarakat.
“Tentunya kami juga menginginkan kerjasama jangka panjang yang berkelanjutan, kepatuhan terhadap regulasi, serta pelayanan yang responsif terhadap keluhan dan masalah. Dengan memenuhi harapan ini, kerjasama dapat berjalan harmonis dan produktif, menguntungkan semua pihak, terutama bagi pasien, Semoga Allah SWT, memberkahi niat baik dan ikhtiar Kita semua,” harap dr. Dovy.
Usai memberikan sambutan, dalam kegiatan yang turut dihadiri unsur manajemen RS M Djamil dan pimpinan perusahan Asuransi juga dipresentasikan tentang pelayanan non JKN oleh Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RS M Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman Sp.THT-KL (K) dan pemutaran video alur pelayanan bagi pasien asuruansi non JKN.
Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan penantanganan kerjasama antara RS M Djamil dengan 11 perusahan asuransi, perusahan tersebut diantaranya, PT Fullerton Health Indonesia, PT Avrist Assurance, PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia, PT Asuransi BRI Life , PT AJ Central Asia Raya, PT Asuransi Astra Buana, PT AXA Mandiri.
Selanjutnya, PT BNI Life Insurance, PT Asuransi Allianz, PT Prudential Life Assurance dan PT Prudential Sharia Life Assuranse.
RSMDJ — Dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam perawatan neonatus (bayi baru lahir). Pekumpulan CintaNeo (CN) Sumatera Barat bersama RS M Djamil gelar pelatihan. Kegiatan pelatihan yang sudah memasuki edisi dua tersebut dibuka langsung Direktur Utama RS M Djamil, Dr.dr. Dovy Djanas, SpOG-KFM, MARS, FISQua di ruang pelatihan Diklat, Sabtu (1/6).
“Tentunya pelatihan ini memiliki peran yang sangat krusial dalam memperkuat kemampuan dan pengetahuan dalam menangani bayi-bayi yang memerlukan perawatan intensif. neonatus adalah populasi pasien yang sangat rentan, dan perawatan yang mereka butuhkan seringkali memerlukan teknik dan keterampilan yang spesifik serta cermat,” ujar Dirut dalam sambutannya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan pelatihan yang juga merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Perawat yang bekerja di NICU harus terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan, workshop, dan sertifikasi yang khusus dan kali ini membahas teknik dan manajemen kateter intravena pada neonatus. Ini penting untuk memastikan bahwa perawat selalu mengikuti praktik terbaik dan perkembangan terbaru dalam bidang ini,” ujar dr. Dovy.
Selain itu menurutnya, penting juga terlibat dalam penelitian untuk mengembangkan menyempurnakan teknik serta prosedur pemasangan dan perawatan kateter intravena pada neonatus. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan praktik keperawatan dan hasil kesehatan bayi secara keseluruhan.
“Tentunya melalui pelatihan ini, para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih mendalam serta berbagi pengalaman praktis yang akan bermanfaat dalam praktek sehari-hari. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk belajar, berdiskusi, dan meningkatkan kompetensi kita demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” harap dokter subspesialis Fetomaternal itu.
dr. Eny Yantri, Sp A(K), Ketua CN Sumatera Barat mengatakan pelatihan NICU Praktice yang digelar saat ini merupakan seri ke dua yang membahas tentang perihal yang berkaitan perawatan kateter Inravena pada neonatus.
“Kita bersyukur kali ini kembali menggelar pelatihan bagi perawat NICU, tentu harapan kita melalui pelatihan ini akan meningkatkan kompetensi nakes khususnya dalam pemasangan jalur intravena,” ujarnya.
Pihaknya mengucapkan terimaksih kepada RS M Djamil yang telah berkolabori mewujudkan kegiatan tersebut dan kegiatan ini akan terus digelar secara berkesinambungan. Semua itu tidak lepas dari upaya untuk meningkatkan komptensi Nakes dan dalam rangka mendukung program pemerintah menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Sementara itu dijelasakan Ns. Suhelmida Munir, S,Kep selaku ketua pelaksana, pelatihan yang digelar pihaknya diikuti sebanyak 24 tenaga kesehatan utusan dari berbagai RS di Sumatera Barat termasuk dari Provinsi Riau. Selama pelatihan para peserta akan dibekali secara keilmuan dan praktik langsung dalam penaganan neonatus.
RSMDJ — Direktur Utama RS M Djamil memimpin langsung pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pengangkatan Tahun 2023 dan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Jumat (17/5) pagi di Aula Lantai IV RS M Djamil.
“Tentunya pelatikan dan pengambilan sumpah ini merupakan bagian penting bagi kita untuk mengikrarkan semangat untuk melaksanakan organisasi sebaik mungkin,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG- KFM, MARS, FISQua Direktur Utama RS M Djamil dalam sambutannya usai pelantikan,
Dirut mengingatkan arti penting membangun kerjasama dan menjalankan tugas serta fungsi yang melekat pada setiap civitas hospitalia RS M Djamil. Melalui momentum pengambilan sumpah dan pelantikan itu ia berharap setiap individu menjalankan tugas dengan sepenuh hati.
“Tentu kita memiliki semangat dan keinginan untuk kemajuan RS yang kita cintai ini, untuk itu mari bersama membangun kolaborasi untuk mewujudkan transformasi seperti semangat yang terus digaungkan Menteri Kesehatan,” ujarnya.
Dokter subspesialis Fetomaternal itu juga mengingatkan untuk melaksanakan tugas dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan melayani sepenuh hati. Menurutnya, civitas hospitalia semestinya merasa bersyukur karena melalui pelayanan kesehatan tersebut dapat melaksanakan fungsi yang bermuara pada amal ibadah di sisi Tuhan.
“Kita beruntung dapat bekerja di sini (RS M Djamil), karena dapat mengimplementasikan banyak hal yang bermuara pada amal ibadah, kami berharap mari kita bergandeng tangan saling mengingatkan, saling ingin maju, sehingga RS m Djamil menjadi RS yang membanggakan dikemudian hari,” harap dr Dovy.
Menurutnya, ASN yang dilantik saat ini merupakan bagian dari estafet kepemimpinan di masa yang akan datang, untuk itu dr Dovy mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kinerja dengan penuh kedisiplinan serta selalu bersemangat.
“Insya Allah, kekuatan bersama untuk berkolaborasi, berkoordinasi membangun RS M Djamil lebih baik lagi dapat terwujud, dan hal ini dapat dilihat dari keyaninan jajaran Direksi yang turut hadir pada pelantikan ini,” pungkasnya.
Terkait pelantikan ini turut dihadiri jajaran Direksi RS M Djamil yakni Direktur Pelayanan Medik dan Keparawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp. THT-KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Djoko Prasetyo, SE, Direktur Operasional, Suhatsyah SE, MM, Akt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, dr. Budi Pratama Arnofyan, Sp BA, Subsp. DA(K)
Pelantikan ini terdiri dari 107 orang PPPK, 3 PNS dan 25 PNS dalam Jabatan Fungsional.
3 Pasien Masih di Rawat, 2 Meninggal dan 2 Sudah Diperbolehkan Pulang
RSMDJ — RS M Djamil hingga Selasa (14/5) sudah menerima 7 pasien korban banjir bandang dan longsor yang terjadi akhir pekan lalu di sejumlah wilayah Sumatera Barat.
“Ya, tentu pertama sekali kita berduka atas peristiwa banjir bandang dan longsor yang menimpa Sumatera Barat, semoga keluarga dan saudara kita yang menjadi korban diberikan ketabahan dan keikhlasan atas peristiwa yang terjadi,” kata Direktur Utama RS M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM, MARS, FISQua saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (14/5) siang.
Terkait korban bencana, ebih lanjut ia mengatakan ada 7 korban diantaranya 6 orang korban longsor Sitinjau Lauik dan satu pasien korban galodo di Agam.
“Per hari ini (Selasa), ada 3 pasien yang masih menjalani perawatan di ruang rawat inap, dua pasien kemarin sudah pulang untuk pemulihan dan dua orang datang dalam keadaan meninggal dunia yaitu korban longsor sitinjau lauik dan sudah dilakukan pemulasaran dan sudah dibawa pihak keluarga untuk dikebumikan,” ungkapnya.
Diungkapkan Dokter Spesialis Fetomaternal itu,sebagai rumah sakit rujukan akhir untuk wilayah Sumatera Bagian Tengah, RS M Djamil siap mengantispasi setiap kemungkinan yang terjadi terutama yang berkaitan dengan bencana.
“Alhamdulillah kita di sini, sudah memiliki tim kesipasiagaan bencana yang siap diaktifkan dan bekerja jika kapanpun bila diperlukan, baik secara tenaga maupun secara fasilitas pendukung lainya, dan tentu kita di sini (RS M Djamil) memiliki tanggung jawab moril atas kejadian yang terjadi saat ini,” tutur dr.Dovy.
Di sisi lain, RS M Djamil tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait peristiwa galodo dan longsor yang terjadi di Sumatera Barat.
“Tentunya mari bersama-sama kita berdoa semoga Sumatera Barat khususnya daerah yang terdampak bencana segera pulih kembali seperti sediakala, dan kita semua dalam lindungan Allah SWT,” pungkasnya.
RSMDJ — Sebanyak 107 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pengangkatan 2023 penempatan RS M Djamil melakukan penantangan Surat Perjanjian Kerja (SPK), Senin (1/4) di Aula Lantai IV Gedung Administrasi dan Rawat Jalan.
“Tentunya kami mengucapkan selamat atas kelulusan semuanya dan tentu ini mesti disyukuri sebagai keberkahan. Ini menjadi tambahan kekuatan kita bersama untuk membangun RS M Djamil untuk lebih baik lagi,” kata Direktur Utama RS M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas Sp.OG-KFM, MARS, FISQua dalam sambutannya di Aula Lantai IV.
Direktur Utama RS M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua
Ia mengajak seluruh pegawai tersebut untuk terus bersemangat bekerja, mengingat pagawai PPPK memiliki hak dan kewajiban yang hampir sama dengan PNS.
“Alhamdulillah RS M Djamil salah satu penerima PPPK yang disetujui paling banyak, tentu secara tidak langsung ini menjadi potensi besar untuk dikembangkan, kita berharap dengan tambahan ini menjadi kekuatan dan percepatan untuk terus mewujudkan pelayanan kesehatan yang paripurna bagi masyarakat, ” ucap Dirut yang juga merupakan konsultan Fetomaternal itu.
Kegiatan penantanganan SPK PPPK yang diakomodir bagian OSDM RS M Djamil tersebut juga turut dihadiri Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).
Dijelaskannya, dari 107 pegawai tersebut terdiri dari 101 pegawai untuk formasi Tenaga kesehatan dan 6 pegawai untuk formasi non nakes. Dan 14 diantara pegawai tersebut merupakan pegawai baru di luar RS M Djamil.
“Tentu yang sudah bekerja di sini untuk terus memompa semangatnya, apalagi sebagian besar merupakan pagawai di sini, selamat bekerja dan jadikan pekerjaan ini sebagai ladang amal ibadah kita,” pungkasnya.
Usai gelaran penantanganan dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab bersama Tim Kerja OSDM terkait mekanisme kepegawaian dan hal lainnya di anggap perlu.
Kit Diagnostik dapat Persingkat Waktu Identifikasi MRSA
RSMDJ —-Rumah Sakit M Djamil bersama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) dan PT Crown Teknologi Indonesia hadirkan produk panel deteksi cepat metchillin resistant staphylococcus aureus (MRSA) moluker. Produk kit diagnostik MRSA yang telah memiliki izin edar ini dapat mempersingkat identifikasi MRSA dari 3-5 hari menjadi 3-4 jam.
Peluncuran produk itu ditandai dengan pemukulan gendang oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin didampingi Direktur Pelayanan Rujukan Kemenkes, drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Dewan Pengawas RS M Djamil Albertus Yudha Poerwadi SE MSi CA CPMA dan Direktur Utama RS M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua, Direktur Utama PT Crown Teknologi Indonesia, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, serta Stakeholder terkait.
“Deteksi dini bakteri ini penting agar kita bisa memberikan antibakteri yang sebenarnya sudah diketahui antibiotiknya. Cuma gara-gara ngasihnya trial and error atau coba-coba dulu akibatnya orang jadi resisten. Karena coba-coba, untuk deteksi dininya susah,” kata Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut, Jumat (23/2) di Aula Lantai IV RS M Djamil.
Ia merasa senang ketika Dr Andani (Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas) bersama RSUP M Djamil dan PT Crown Teknologi Indonesia membuat alat skrining deteksi dini bakteri. Dan menggunakan teknologi PCR atau biomolekuler.
“Dengan makin tersedianya PCR di laboratorium kesehatan masyarakat dalam dua tahun ke depan kemampuan kita mendeteksi dini dan skrining semakin bagus. Kita tetap menjaga orang sehat dan tidak usah sakit. Sehingga pendapatan per kapita kita meningkat. Sehingga di masa depan akan mewujudkan Indonesia menjadi negara maju,” ucap Menkes.
Ia mengatakan, produk tersebut berfungsi untuk mendeteksi dini dan skrining bakteri. Produksi buatan bangsa Indonesia ini terbuat dalam bentuk reagen cairan bahan baku yang digunakan mesin PCR. Gunanya untuk mendeteksi jenis bakterinya dan dia resisten dengan antibiotik alpa.
“Mudah-mudahan makin banyak diproduksi di Indonesia. Ke depannya kita sudah tidak tergantung pada negara-negara asing. Dan kami sangat merasa senang dan bangga atas produk yang dihasilkan ini,” tegasnya.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan, Pemprov Sumbar memberikan apresiasi dengan terobosan dilakukan RSUP M Djamil dan mendapatkan dukungan dari Kementerian Kesehatan.
“Produk yang diluncurkan ini memberikan kemudahan dan kebermanfaatan dalam pelayanan kesehatan. Dengan adanya penelitian dan inovasi yang dilakukan ini akan memberikan kebaikan untuk kita semua,” ucapnya
Sementara Direktur Utama RSUP M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua menjelaskan produk Kit Diagnostik MRSA ini sebagai bentuk implementasi RSUP M Djamil menjadi rumah sakit yang mampu mengembangkan riset inovasi dan translasional untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien.
“Bahkan kami mendorong peningkatan kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Unand. Sehingga apa yang ditargetkan Kementerian Kesehatan dapat tercapai,” sebutnya.
Ia menargetkan menjelang akhir tahun 2024, kita 10 produk komersil. Dan pada awal tahun ini pihaknya sudah berhasil meluncurkan satu produk tahun ini. Yaitu deteksi Methicilin resisten staphylococcus aureus. Produk ini akan mempersingkat identifikasi MRSA dari 3-5 hari menjadi hanya 3-4 jam
“Deteksi MRSA adalah bagian pertama dari empat bagian yang direncanakan untuk pengembangan panel resistensi,” ucap Dovy.
Produk lain yang akan dirancang, sebut dokter subspesialis Fetomaternal itu adalah Deteksi ESBL, Deteksi Carbapenamase resisten, Deteksi Vankomisin resisten, Screening Ca Colon. Screening Ketuban Pecah Dini, Deteksi Def G6PDH kongenital, Deteksi Deep mikosis, Genotyping dengue, Identifikasi jenis kelamin.
“Semua produk ini tidak terlepas dari kolaborasi erat dengan Universitas Andalas dan PT Crown Teknologi Indonesia sebagai mitra industri,” paparnya.
Dovy berharap semua produk inovasi yang dikembangkan akan memberikan manfaat untuk peningkatan efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Usai kegiatan Menkes dan rombongan juga melakukan telusur lapangan dan meninjau langsung pengembangan laboratorium Stemcell RS M Djamil yang merupakan satu-satunya labor bank jaringan di luar pulau jawa dan yang ke 5 di Indonesia.
(Humas/Khairian)
Previous
Next
Jam Layanan Informasi :
Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15
Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib
Jumat 07.45 wib s/d 16.45