PIB XXV Ilmu Penyakit Dalam, RSUP M. Djamil Dorong Integrasi Evidence-Based Medicine dan Praktik Klinis

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), turut menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam rangkaian kegiatan Simposium, Workshop, dan Abstract Submission Pertemuan Ilmiah Berkala (PIB) ke XXV Ilmu Penyakit Dalam yang diselenggarakan di The ZHM Premiere Hotel Padang, Sabtu (27/9). Kehadiran Direktur Medik dan Keperawatan tersebut menegaskan komitmen RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama untuk tidak hanya fokus pada pelayanan, tetapi juga memainkan peran sentral dalam pengembangan ilmu kedokteran, khususnya di bidang penyakit dalam, melalui pendidikan dan penelitian.

“Sebagai rumah sakit rujukan nasional di Sumatera bagian tengah, RSUP Dr. M. Djamil memiliki tanggung jawab besar tidak hanya dalam pelayanan, tetapi juga dalam pendidikan dan penelitian. Kami percaya rumah sakit tidak hanya tempat mengobati, tetapi juga ‘living laboratory’ untuk pengembangan ilmu,” kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).

Turut hadir Wakil Dekan 1 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Unand dr. Rauza Sukma Rita, Ph.D, Ketua Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unand/RSUP Dr. M. Djamil dr. Fauzar, Sp.PD-KP, FINASIM, Ketua PAPDI Sumbar Dr. dr. Harnavi Harun, Sp.PD-KGH, FINASIM, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Ketua IDI Sumbar Dr. dr. Roni Eka Sahputra, Sp.OT (K) Spine, sesepuh, guru besar dan staf pengajar Ilmu Penyakit Dalam serta peserta PIB.

Untuk mewujudkan visi tersebut, tuturnya, RSUP Dr. M. Djamil terus mendorong integrasi yang erat antara evidence-based medicine dengan praktik klinis sehari-hari. Langkah konkret yang dilakukan adalah memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami juga memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan mitra internasional, agar RSUP Dr. M. Djamil dapat menjadi pusat unggulan (center of excellence) di bidang penyakit dalam dan bidang-bidang lain yang mendukung,” jelas Bestari.

Ia juga menyoroti tantangan masa depan ilmu penyakit dalam yang tidak dapat dilepaskan dari konteks tantangan kesehatan global. Saat ini, dunia kesehatan menghadapi “double burden of disease”. “Kita sedang menghadapi double burden of disease, penyakit menular masih ada, sementara penyakit tidak menular meningkat pesat. Diabetes, hipertensi, penyakit ginjal kronis, kanker, hingga masalah autoimun menjadi beban yang semakin berat,” paparnya.

Pengalaman pandemi Covid-19, tuturnya, telah memberikan pelajaran berharga. “Pandemi Covid-19 telah mengajarkan kita betapa pentingnya kesiapan sistem kesehatan, ketahanan riset, serta kecepatan menerjemahkan ilmu ke dalam protokol klinis,” ucap Bestari.

Ia menyimpulkan bahwa di era globalisasi, tantangan kompleks ini tidak mungkin diatasi oleh satu institusi atau satu profesi saja. “Melainkan memerlukan jejaring kerja sama nasional dan internasional,” tegasnya.

Bestari menyambut baik pelaksanaan kegiatan PIB IPD 2025 ini. Menurutnya, Simposium, Workshop, dan Abstract Submission ini adalah momentum penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi klinis. Oleh sebab itu, kegiatan simposium, workshop, dan abstract submission dalam rangka PIB IPD 2025 ini menjadi sangat penting.

“Diharapkan lahir pemikiran inovatif yang mampu memperkaya praktik klinis berbasis bukti terkini, kolaborasi riset yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu, terobosan konkret yang dapat diterapkan di rumah sakit, klinik, maupun layanan kesehatan primer. Serta generasi muda internis yang tidak hanya piawai di ruang praktik, tetapi juga kritis, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global,” harap Bestari.

Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Unand dr. Rauza Sukma Rita, Ph.D mengatakan pertemuan ilmiah ini merupakan kesempatan emas bagi para profesional medis untuk mendapatkan pembaruan (update) ilmu penyakit dalam terbaru secara berkala. “PIB Ilmu Penyakit Dalam tiap tahun mengadakan pertemuan ilmiah. Ini sebuah kesempatan bisa mendapatkan update terbaru ilmu penyakit dalam setiap tahunnya,” ujar dr. Rauza.

Wakil Dekan I FK Unand tersebut menekankan acara seperti PIB ini bukan hanya sekadar ajang menyerap informasi, tetapi juga menjadi platform penting untuk sharing ilmu terbaru. Mengingat laju perkembangan ilmu kedokteran saat ini yang sangat pesat, kebutuhan akan forum diskusi dan pertukaran pengetahuan menjadi semakin mendesak. “Ini juga ajang sharing ilmu terbaru, apalagi ilmu kedokteran saat ini cukup berkembang pesat,” tambahnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil dan KKPRI Jalin Kemitraan untuk Layanan Mobil Jenazah

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk di lingkungan internal. Rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini menjalin kerja sama dengan Koperasi Konsumen Pegawai Republik Indonesia (KKPRI) RSUP Dr. M. Djamil untuk mengelola layanan mobil jenazah.

Perjanjian kerja sama (PKS) ini ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dan Ketua KKPRI RSUP Dr. M. Djamil, Ns. Ema Julita, S.Kep, MARS, FISQua, di Ruang Rapat Direksi pada Rabu (24/9). Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan dan kepedulian terhadap pasien serta keluarga.

Menurut Direktur Utama, Dr. Dovy Djanas, kerja sama ini adalah wujud kolaborasi dan kepedulian rumah sakit terhadap pasien yang membutuhkan transportasi mobil jenazah. “Kami ingin memastikan bahwa pasien dan keluarga mendapatkan layanan terbaik, bahkan dalam situasi yang sulit. Dengan dikelolanya layanan ini oleh koperasi, kami berharap prosesnya bisa berjalan lebih efisien dan terkoordinasi,” jelasnya didampingi Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS.

Dengan adanya kerja sama ini, sebutnya, KKPRI RSUP Dr. M. Djamil akan bertanggung jawab penuh dalam operasional dan pengelolaan layanan mobil jenazah. Hal ini mencakup ketersediaan armada, kesiapan sopir, serta pelayanan yang sigap dan empatik kepada keluarga yang sedang berduka. Penyerahan tanggung jawab ini diharapkan dapat meringankan beban manajemen rumah sakit dan memastikan layanan berjalan optimal.

Kolaborasi ini menunjukkan komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk tidak hanya fokus pada layanan medis, tetapi juga pada aspek-aspek pendukung yang krusial bagi pasien dan keluarga. “Kerja sama dengan koperasi internal juga membuktikan bahwa rumah sakit terus memberdayakan sumber daya di lingkungan pegawai untuk memberikan manfaat yang lebih luas,” ucap Dirut.

Melalui kerja sama ini, tutur Dirut diharapkan akan muncul persepsi di masyarakat bahwa RSUP Dr. M. Djamil mengawal pasien mulai dari mendapatkan layanan hingga sembuh atau meninggal. “Ini adalah komitmen pelayanan yang menyeluruh dan tulus dari pihak rumah sakit,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Jalin Kemitraan dengan PT Dexa Arfindo Pratama

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan menjalin kerja sama strategis. Kali ini, rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan tersebut menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Dexa Arfindo Pratama terkait pinjam pakai alat koagulasi dan jual beli reagen Stago STA R Max.

Penandatanganan addendum PKS ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dan Direktur Utama PT Dexa Arfindo Pratama, Mochammad Arif Wijaya, di Ruang Rapat Direksi pada Rabu (24/9). Kemitraan ini menjadi langkah maju dalam memastikan ketersediaan sarana dan prasarana medis yang canggih, khususnya di bidang pemeriksaan koagulasi darah.

Dovy Djanas menjelaskan kerja sama ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan alat dan reagen koagulasi yang memadai bagi pasien. “Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan adanya kerja sama ini, kami dapat memastikan bahwa pemeriksaan koagulasi darah dapat dilakukan dengan alat yang canggih dan reagen yang berkualitas, sehingga hasilnya lebih akurat dan cepat,” ujarnya.

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Alat koagulasi yang dipinjam pakaikan ini merupakan salah satu perangkat modern yang digunakan untuk mengukur kemampuan pembekuan darah. Pemeriksaan ini penting untuk mendiagnosis berbagai kondisi medis, seperti gangguan perdarahan, trombosis, dan untuk memantau terapi antikoagulan.

Kolaborasi antara RSUP Dr. M. Djamil dan PT Dexa Arfindo Pratama diharapkan dapat memperkuat layanan laboratorium rumah sakit. “Ini juga menjadi bukti komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan pihak swasta demi kemajuan pelayanan kesehatan di wilayah Sumatera Barat,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Serahkan SK Kepala Unit Layanan Pengadaan

Upaya berkelanjutan untuk memperkuat struktur organisasi dan memastikan tata kelola yang transparan, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) kepada Guslinda Eka Putri, SKM. Penyerahan SK ini menjadi langkah strategis manajemen rumah sakit dalam meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas proses pengadaan barang dan jasa.

“Pengadaan barang dan jasa adalah jantung operasional kita. Dengan adanya kepala Unit Layanan Pengadaan, kami berharap proses ini bisa berjalan lebih cepat, lebih efisien, dan yang paling penting, lebih akuntabel,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.

Amanah yang diberikan kepada Guslinda Eka Putri, SKM, sebhtnya, dengan harapan beliau dapat membawa semangat baru dan inovasi dalam setiap proses pengadaan. Sehingga semua pengadaan di RSUP Dr. M. Djamil dapat memberikan nilai terbaik untuk pasien dan rumah sakit. “Posisi ULP sangat vital karena berperan sebagai garda terdepan dalam memastikan ketersediaan sarana, prasarana, serta alat kesehatan yang dibutuhkan untuk pelayanan pasien sehari-hari,” ucapnya.

Dovy Djanas berharap penunjukan ini akan semakin memperkuat koordinasi, terutama dalam merespons kebutuhan mendesak yang berkaitan dengan pelayanan medis. “Dengan kepemimpinan ULP ini, diharapkan rumah sakit dapat melayani masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya dengan lebih optimal, didukung oleh ketersediaan fasilitas dan peralatan yang memadai,” harapnya.

Di sisi lain, Guslinda Eka Putri menyampaikan rasa terima kasih dan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. “Ini adalah amanah besar yang akan saya emban dengan sebaik-baiknya. Saya berkomitmen untuk memastikan setiap proses pengadaan berjalan sesuai aturan yang berlaku, transparan, dan dapat dipertanggung jawabkan,” tukas Guslinda.(*)

Dirut RSUP M. Djamil Ajak FK Unand Transformasi Rumah Sakit Pendidikan

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menghadiri Rapat Kerja Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand) yang berlangsung di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf, Kampus Jati, pada Rabu (24/9). Dirut RSUP Dr. M. Djamil  menekankan pentingnya perubahan fundamental dalam peran rumah sakit pendidikan, terutama dalam memenuhi harapan tinggi masyarakat.

Dovy Djanas dalam sambutannya mengungkapkan saat ini masyarakat memiliki harapan yang sangat tinggi terhadap pelayanan kesehatan. “Harapan masyarakat saat ini sangat tinggi. Mereka ingin dilayani dengan baik, dan outputnya bisa sembuh,” kata Dirut saat memberikan sambutan.

Raker ini turut dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Unand Syah Aidil Fitri, ST., M.Si, Direktur Keuangan dan Perencanaan RS Unand Mohamad Fany Alfarisi, SE, MS Fin, PhD, Wakil Dekan dan Manajer serta pimpinan FK Unand.

Ia menyoroti citra rumah sakit pendidikan sebagai tempat utama bagi para dokter untuk menempuh pendidikan spesialis harus diubah. Citra ini seringkali mengesampingkan aspek pelayanan langsung kepada pasien. Oleh karena itu, perlunya mengubah proses transfer ilmu pengetahuan (transfer knowledge) di rumah sakit pendidikan utama.

“Proses ini tidak hanya harus fokus pada aspek akademik, tetapi juga harus berorientasi pada kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Tujuannya adalah agar para dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis tidak hanya terampil secara klinis, tetapi juga memiliki empati dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pasien. Ini sejalan dengan tuntutan masyarakat yang semakin kritis dan menginginkan pelayanan yang optimal,” tegasnya.

Dovy Djanas juga mengajak FK Unand untuk memperkuat kolaborasi dalam riset translasional. Riset translasional merupakan jembatan antara penelitian dasar dan aplikasi klinis. Dengan kolaborasi ini, penemuan-penemuan ilmiah yang dihasilkan dapat segera diterapkan untuk meningkatkan diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit di masyarakat.

“Kita harus berkolaborasi dalam riset translasional. Ini penting agar hasil riset kita tidak hanya berhenti di jurnal, tetapi bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Dovy.

Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd mengatakan peran strategis FK Unand sebagai salah satu fakultas kedokteran tertua di Indonesia yang memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak tenaga kesehatan profesional. Pencapaian visi dan misi tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. “Sinergi adalah kunci untuk mewujudkan FK Unand yang unggul dan berdaya saing. Kita harus bekerja sama, saling mendukung, dan memecahkan tantangan bersama-sama,” ujarnya.

Sukri Rahman juga menyampaikan apresiasi atas capaian-capaian yang telah diraih FK Unand selama ini, baik di bidang akademik, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. “Namun, kami juga mengingatkan tantangan ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang adaptif dan inovatif agar FK Unand tetap relevan dan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional,” tukasnya. (*)

Direksi RSUP Dr. M. Djamil Telusur ke Sejumlah Instalasi, Pastikan Pelayanan Prima

Jajaran Direksi RSUP Dr. M. Djamil melakukan telusur atau ke sejumlah instalasi pada Selasa (23/9). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kualitas pelayanan, kesiapan fasilitas, dan efektivitas kinerja di berbagai unit yang ada di rumah sakit.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengawali telusur ke Komite Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Infeksi (PPI), Instalasi Promosi Kesehatan (Promkes), serta Tim Kerja (Timker) Hukum Humas dan Komite Etik dan Hukum. Kunjungan ini menunjukkan komitmen manajemen dalam memastikan aspek kesehatan dan keselamatan pasien, serta memastikan komunikasi dan tata kelola rumah sakit berjalan dengan baik.

Usai mengunjungi unit-unit tersebut, Direktur Utama dan manjemen meninjau beberapa proyek renovasi yang sedang berjalan. Termasuk renovasi Family Care Center Gedung Kebidanan dan Anak, renovasi Ruang Rawat Inap Ambun Pagi, dan renovasi Poliklinik Orthopaedi dan Neurologi. Peninjauan ini untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan akan siap mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Direktur Utama juga meninjau langsung Instalasi Sterilisasi Sentral dan Binatu dan Instalasi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah. Kunjungan ke dua instalasi ini menekankan pentingnya standar kebersihan, sanitasi, dan profesionalisme dalam penanganan setiap aspek operasional rumah sakit.

Kegiatan telusur ini juga melibatkan direksi lainnya secara terpisah. Direktur Medik dan Keperawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL(K), meninjau Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam. Peninjauan ini berfokus pada kualitas layanan medis dan keperawatan yang diberikan kepada pasien di unit tersebut.

Sementara itu, Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, meninjau kembali Instalasi Ambun Pagi dan  Limbah B3. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan limbah medis berbahaya berjalan sesuai prosedur, demi menjaga kesehatan lingkungan dan keselamatan seluruh warga rumah sakit.

Menurut Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, telusur ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk memastikan seluruh unit dan instalasi berfungsi secara optimal. “Telusur ini adalah komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Masukan dan temuan dari telusur ini akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan di rumah sakit,” ucapnya.

Kegiatan ini, tuturnya, menunjukkan sinergi kuat antar jajaran direksi dalam memastikan setiap aspek operasional RSUP Dr. M. Djamil Padang berjalan dengan baik.  “Diharapkan, dengan telusur ini, rumah sakit dapat terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik, aman, dan nyaman bagi seluruh pasien dan masyarakat,” harap Dovy. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Masuk Nominasi Tiga Besar Faskes Berkomitmen JKN Tingkat Nasional

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan kesehatan. Hal ini terbukti rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan tersebut masuk nominasi tiga besar Fasilitas Kesehatan (Faskes) dalam Pelayanan Kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tingkat Nasional 2025 untuk kategori Rumah Sakit Kelas A.

Penghargaan bergengsi ini merupakan apresiasi tertinggi bagi rumah sakit yang dinilai memiliki komitmen luar biasa dalam mendukung dan menyukseskan Program JKN. Dalam tahapan akhir penilaian yang berlangsung secara virtual pada Senin (22/9) di hadapan tim penilai dari BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, dan Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi), RSUP Dr. M. Djamil bersaing ketat dengan dua rumah sakit rujukan nasional lainnya, yaitu RSPAD Gatot Subroto Jakarta dan RSUD dr. Soetomo Surabaya.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, memaparkan profil rumah sakit secara komprehensif. Presentasi tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pelayanan, inovasi, hingga dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta JKN.

Dovy Djanas menyampaikan rasa bangga dan optimisme atas pencapaian ini. “Kami bersyukur atas kesempatan ini. Ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh tim di RSUP Dr. M. Djamil. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjadi mitra terbaik bagi BPJS Kesehatan dalam mewujudkan layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat,” kata Dirut.

Ia mengatakan masuknya RSUP Dr. M. Djamil dalam tiga nominasi ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan prima. “Kami tidak akan berhenti berinovasi demi memastikan setiap pasien mendapatkan haknya dalam pelayanan kesehatan yang adil dan berkualitas,” ujar Dovy didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) dan Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS.

Sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Bagian Tengah, tegasnya, RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Berbagai inovasi telah diterapkan untuk memudahkan akses dan meningkatkan kepuasan pasien. Salah satunya, rumah sakit menghadirkan inovasi Ners Ceria. Filosofi di balik Ners Ceria adalah bagaimana setiap perawat dapat memberikan pelayanan yang tidak hanya profesional secara medis, tetapi juga menyentuh aspek emosional pasien.

“Kami ingin pasien merasa nyaman, didengarkan, dan diberikan perhatian penuh selama menjalani pengobatan, khususnya di Instalasi Rawat Jalan. Inovasi ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman positif bagi pasien, sehingga mereka tidak hanya sembuh secara fisik, tetapi juga merasa didukung secara emosional,” ungkapnya.

Penghargaan Fasilitas Kesehatan Berkomitmen dalam Pelayanan Kesehatan Program JKN adalah ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk memberikan apresiasi kepada fasilitas kesehatan, baik tingkat pertama maupun lanjutan, yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendukung keberhasilan program JKN.(*)

Kemandirian dalam Transplantasi Ginjal, RSUP Dr. M. Djamil Target Jadi Center of Excellent di Asia Tenggara

RSUP Dr. M. Djamil semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat transplantasi ginjal terkemuka di luar Pulau Jawa. Sejak memulai program ini pada tahun 2015, rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan ini telah berhasil melakukan 31 kali tindakan transplantasi ginjal, memberikan harapan baru bagi pasien gagal ginjal kronis. Saat ini, ada enam pasien lain yang sedang menanti prosedur serupa, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.

Transplantasi ginjal adalah prosedur medis bagi pasien yang menderita gagal ginjal kronis. Prosedur ini melibatkan penanaman ginjal sehat dari seorang pendonor ke dalam tubuh pasien, bertujuan untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Dengan demikian, pasien dapat terbebas dari ketergantungan pada dialisis, yang tidak hanya meningkatkan kualitas hidup tetapi juga memperpanjang harapan hidup mereka.

“Unit Transplantasi Ginjal RSUP Dr. M. Djamil adalah salah satu center di luar Pulau Jawa yang secara rutin dan mandiri melakukan tindakan transplantasi ginjal. Kami rutin melakukan tindakan ini dua kali dalam sebulan,,” ungkap Ketua Tim Transplantasi Ginjal RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Harnavi Harun, Sp.PD, KGH, FINASIM, dalam acara Peluncuran Unit Transplantasi Ginjal di Hotel Mercure Padang, Sabtu (20/9).

Turut hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Sekprov Sumbar Arry Yuswandi, Ketua BKOW Sumbar Dianita Maulin Vasko, Ketua Dewan Pengawas RSUP Dr. M. Djamil drg. Arianti Anaya, MKM bersama anggota Dewan Pengawas, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, jajaran direksi dan manajemen, Direksi RS Vertikal Kemenkes, Forkopimda Sumbar, Anggota DPR RI, Wali Kota dan Bupati se-Sumbar, direksi rumah sakit se-Sumbar, Ketua Pengampu Transplantasi Ginjal Prof. Dr. dr. Endang Susalit, Sp.PD-KGH, FINASIM, Tim Transplantasi Ginjal RSUP Dr. M. Djamil, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, MPH, Senior Eksekutif UNP Prof. Ganefri, Ph.D, Dekan Fakultas Kedokteran Unand dan UNP, dan undangan lainnya.

Ia memaparkan dari tahun 2015 hingga saat ini terjadi peningkatan pasien transplantasi ginjal. Di tahun ini tercatat tujuh pasien melakukan transplantasi ginjal. “Dimana mayoritas pendonor terbanyak berasal dari orang tua sebanyak 17 orang,” ungkapnya.

Keberhasilan RSUP Dr. M. Djamil tidak lepas dari kemandirian dan inovasi tim medisnya. Harnavi menjelaskan timnya merupakan yang pertama di luar Pulau Jawa yang secara mandiri melakukan pemeriksaan skrining donor organ. Pemeriksaan ini mencakup HLA typing (resipien dan donor), HLA Antibodi Resipien, dan CDC Crossmatch. Proses skrining yang komprehensif ini memastikan kecocokan antara donor dan resipien, sehingga meminimalkan risiko penolakan organ.

Selain itu, RSUP Dr. M. Djamil juga mengadopsi teknik modern dalam pengambilan ginjal dari pendonor. “Untuk pengambilan ginjal donor, kami sudah menerapkan teknik laparoskopi. Prosedur ini jauh lebih minim invasif dibanding bedah terbuka, yang berujung pada rasa sakit yang lebih sedikit, masa pemulihan yang lebih cepat, dan bekas luka yang lebih kecil bagi pendonor,” ungkapnya.

Ia menyebutkan keberhasilan transplantasi ginjal ini berkat dukungan manajemen RSUP Dr. M. Djamil. Rumah sakit menyediakan sarana prasarana laboratorium, radiologi, kamar operasi dan bank darah. Adanya jalur tol atau khusus ke manajemen. “Tak kalah pentingnya, gratis dan tidak dipungut biaya sepersen pun untuk pasien BPJS Kesehatan,” tegasnya.

Untuk pasien kurang mampu, sebutnya, RSUP Dr. M. Djamil menyediakan rumah singgah selama dua atau tiga bulan. Selain itu, pasien didampingi Person In Charge (PIC) mulai dari pre dan post-transplantasi ginjal. “Inilah bentuk dukungan manajemen RSUP Dr. M. Djamil terhadap transplantasi ginjal,” ungkap Harnavi.

Begitu juga, sebutnya, tim transplantasi ginjal pun tim yang solid, respons cepat jika terjadi masalah pada pasien. Selanjutnya, pasien bisa menghubungi DPJP jika ada keluhan dan konsultasi pre transplantasi yang mumpuni. “Namun tantangan yang dihadapi yakni donor ginjal, obat-obat anti–rejeksi dan sarana post transplantasi di daerah,” ucapnya.

Ia bertekad Unit Transplantasi Ginjal RSUP Dr. M. Djamil menjadi center of excellent transplantasi ginjal di wilayan barat Indonesia. “Dan tahun 2030, kami menargetkan memperluas akses layanan hingga Asia Tenggara, memperkuat posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai pemimpin di bidang transplantasi ginjal,” tekad Harnavi. (*)

Tonggak Sejarah Kesehatan Sumbar, RSUP Dr. M. Djamil Resmikan Unit Transplantasi Ginjal

Dunia kesehatan di Sumatera Barat mencatat sejarah baru dengan diresmikannya Unit Transplantasi Ginjal oleh RSUP Dr. M. Djamil. Peresmian yang berlangsung di Hotel Mercure Padang, Sabtu (20/9), menjadi angin segar dan harapan baru bagi pasien gagal ginjal kronis di wilayah Sumatera Bagian Tengah.

Peresmian Unit Transplantasi Ginjal ditandai dengan pemukulan tabuh oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, dr. Azhar Jaya, SH., SKM., MARS., Ketua Dewan Pengawas RSUP Dr. M. Djamil, drg. Arianti Anaya, MKM., Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Pencetus Transplantasi Ginjal Dr. dr. Yusirwan Yusuf, Sp.BA., Subsp.D.A(K)., MARS., FISQua., FIAPS dan Ketua Tim Transplantasi Ginjal Dr. dr. Harnavi Harun, Sp.PD, KGH, FINASIM.

“Atas nama Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan mengucapkan selamat kepada RSUP Dr. M. Djamil atas peresmian layanan Unit Transplantasi Ginjal. Ini sebuah tonggak sejarah baru dalam dunia kesehatan Sumbar, memberikan harapan besar bagi pasien gagal ginjal kronis,” kata Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, dr. Azhar Jaya, SH., SKM., MARS.

Turut hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Sekprov Sumbar Arry Yuswandi, Ketua BKOW Sumbar Dianita Maulin Vasko, Ketua Dewan Pengawas RSUP Dr. M. Djamil drg. Arianti Anaya, MKM bersama anggota Dewan Pengawas, direksi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil, Direksi RS Vertikal Kemenkes, Forkopimda Sumbar, Wali Kota dan Bupati se-Sumbar, direksi rumah sakit se-Sumbar, Ketua Pengampu Transplantasi Ginjal Prof. Dr. dr. Endang Susalit, Sp.PD-KGH, FINASIM, Tim Transplantasi Ginjal RSUP Dr. M. Djamil, Senior Executive UNP Prof. Ganefri, Ph.D, Dekan Fakultas Kedokteran Unand dan UNP, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, MPH dan undangan lainnya.

Selain peresmian, juga dilangsungkan pemaparan Unit Transplantasi Ginjal oleh Ketua Tim Transplantasi Ginjal Dr. dr. Harnavi Harun, Sp.PD, KGH, FINASIM. Dan pemberian penghargaan kepada Prof. Dr. dr. Endang Susalit, Sp.PD-KGH, FINASIM.

Ia mengatakan RSUP Dr. M. Djamil kini menempati posisi terdepan sebagai salah satu rumah sakit dengan pencapaian tertinggi di Indonesia dalam prosedur transplantasi ginjal. Hingga saat ini, rumah sakit tersebut telah berhasil melakukan 31 kali tindakan operasi transplantasi ginjal. “Dengan perubahan menjadi unit khusus, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat terlayani, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Tengah,” tambahnya.

Meski demikian, Azhar Jaya meminta RSUP Dr. M. Djamil untuk tidak hanya berfokus pada peningkatan layanan internal, tetapi juga berperan sebagai pusat edukasi dan kolaborasi. “Saya meminta RSUP Dr. M. Djamil untuk menularkan dan mengajarkan ilmu transplantasi ginjal ini ke rumah sakit di wilayah Sumatera Bagian Tengah. Kolaborasi ini sangat krusial mengingat masih banyaknya masyarakat di daerah tersebut yang membutuhkan pelayanan transplantasi,” harapnya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan atas nama Pemerintah Provinsi Sumbar atas diresmikannya Unit Transplantasi Ginjal RSUP Dr. M. Djamil. Ini adalah sebuah pencapaian luar biasa yang bukan hanya sekadar menambah layanan, tetapi juga memberikan harapan besar bagi penderita gagal ginjal kronis.

“Selama ini, banyak pasien gagal ginjal kita yang harus menempuh perjalanan jauh ke luar provinsi, bahkan ke luar negeri, untuk mendapatkan layanan transplantasi. Tentu ini memakan biaya dan energi yang tidak sedikit. Dengan hadirnya unit ini di RSUP Dr. M. Djamil, rumah sakit rujukan utama kita, pasien kini bisa mendapatkan penanganan terbaik di tanah sendiri,” ucap Mahyeldi.

Prestasi RSUP Dr. M. Djamil yang telah berhasil melakukan 31 kali operasi transplantasi ginjal menjadi bukti nyata bahwa kita memiliki sumber daya manusia dan fasilitas yang mumpuni. Peresmian unit khusus ini akan semakin memperkuat layanan dan menjadikannya lebih terpadu, efisien, dan profesional.

“Ini adalah cerminan dari komitmen kuat kita bersama untuk mewujudkan Sumatera Barat yang lebih sehat, sejahtera, dan madani. Kami yakin, dengan kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak—tim medis, pemerintah, dan masyarakat—layanan ini akan terus berkembang dan menjadi pusat unggulan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional, seperti yang telah ditargetkan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan pembentukan Unit Transplantasi Ginjal ini bukanlah proses instan. Ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari tim medis, manajemen rumah sakit, hingga dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan. Sebelumnya, RSUP Dr. M. Djamil telah memiliki rekam jejak yang solid dalam operasi transplantasi, yang menjadi fondasi utama bagi pembentukan unit khusus ini.

Transplantasi ginjal adalah solusi terbaik bagi pasien gagal ginjal kronis, yang dapat mengembalikan kualitas hidup mereka secara signifikan. Dengan adanya unit khusus ini, seluruh proses, mulai dari skrining pasien, persiapan donor, hingga operasi dan perawatan pasca-operasi, akan terpusat dan terkoordinasi dengan lebih baik.

“Unit ini akan menjadi pusat rujukan bagi pasien dari berbagai daerah, memberikan akses yang lebih mudah dan cepat ke layanan transplantasi ginjal yang berstandar internasional,” tutur Dovy Djanas.

Kehadiran unit ini, sebutnya, diharapkan dapat mengurangi jumlah pasien yang harus mencari pengobatan di luar Sumatera, bahkan di luar negeri, yang sering kali memakan biaya besar dan waktu yang lama. “Ini juga akan memperkuat posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera dan menjadi pusat unggulan dalam bidang nefrologi dan transplantasi. Bahkan tahun 2030 unit ini terkenal di Asia Tenggara,” tegasnya.

Dengan peresmian ini, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya sekadar menambah layanan, melainkan juga membuka babak baru dalam upaya menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dan para profesional kesehatan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat,” tukas Dovy. (*)

RSUP Dr. M. Djamil jadi Tujuan Studi Tiru Pelayanan Transplantasi Ginjal

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan studi tiru dari jajaran direksi RSUP Dr. Kariadi Semarang, RSP dr. Ario Wirawan Salatiga, dan RSP Dr. H. A. Rotinsulu. Kunjungan yang berlangsung di ruang rapat direksi pada Jumat (19/9) ini bertujuan untuk mendalami program transplantasi ginjal yang telah berhasil dilaksanakan oleh RSUP Dr. M. Djamil.

Rombongan tamu disambut langsung oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), serta Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo.

Hadir Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi dr. Agus Akhmadi, M.Kes, Direktur Layanan Operasional Dr. dr. Ninung Rose Diana Kusumawati, M.Si. Med, Sp.A(K). Direktur Utama RSP dr. Ario Wirawan Salatiga dr. Tarsisius Glory dan Direktur Utama RSP Dr. H. A. Rotinsulu Dr. drg. Tri Fajari Agustini, Sp.KGA.,MARS.

“Kami menyambut baik kedatangan rekan-rekan dari RSUP Dr. Kariadi, RSP dr. Ario Wirawan Salatiga, dan RSP Dr. H. A. Rotinsulu. Ini adalah kehormatan bagi kami untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang pelaksanaan transplantasi ginjal. Sampai saat ini, kami telah berhasil melakukan 31 kali transplantasi ginjal dengan hasil yang memuaskan,” kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).

Bestari menyampaikan RSUP Dr. M. Djamil menjalani transplantasi ginjal sejak tahun 2015 dan telah berhasil melakukan 31 kali. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama tim yang solid dan dukungan penuh dari manajemen rumah sakit. “Proses transplantasi ginjal di RSUP Dr. M. Djamil melibatkan tim transplantasi ginjal yang terdiri dari dokter spesialis bedah urologi, nefrologi, anestesi, serta perawat dan tenaga medis lainnya,” sebutnya.

Selain tim medis yang kompeten, Bestari juga menekankan pentingnya persiapan matang, baik dari sisi medis maupun psikologis, bagi calon donor dan penerima. Proses ini tidak hanya melibatkan pemeriksaan fisik yang ketat, tetapi juga tim advokasi yang berperan penting dalam memberikan edukasi dan dukungan emosional kepada pasien dan keluarga. Hal ini memastikan bahwa semua pihak memahami risiko dan manfaat dari prosedur ini, serta siap secara mental untuk menjalaninya.

“Kami berharap apa yang kami bagikan ini bisa menjadi referensi yang bermanfaat bagi RSUP Dr. Kariadi, RSP dr. Ario Wirawan Salatiga, dan RSP Dr. H. A. Rotinsulu dalam mengembangkan program serupa di rumah sakit mereka,” ungkap Bestari.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi dr. Agus Akhmadi, M.Kes, menyatakan studi tiru ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk terus belajar dan meng-update ilmu. Meskipun RSUP Dr. Kariadi telah melaksanakan transplantasi ginjal, mereka ingin menimba ilmu lebih dalam dari pengalaman RSUP Dr. M. Djamil. “Konsep saya, amati, tiru, dan modifikasi,” tegasnya.

Senada dengan itu, Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. Kariadi, Dr. dr. Ninung Rose Diana Kusumawati, M.Si. Med, Sp.A(K), berharap kunjungan ini dapat memberikan hal baru yang bisa diterapkan di rumah sakitnya. “Mudah-mudahan ada hal baru yang bisa kita tiru dan terapkan di RSUP Dr. Kariadi,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSP dr. Ario Wirawan Salatiga, dr. Tarsisius Glory, menekankan pentingnya kerja sama antar rumah sakit untuk memajukan layanan kesehatan di Indonesia. “Studi tiru seperti ini sangat bermanfaat. Kami bisa melihat secara langsung praktik terbaik yang ada, dan mengadopsinya untuk diterapkan di rumah sakit kami,” katanya.

Studi tiru ini diisi dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Para direksi tamu juga diajak meninjau fasilitas Unit Transplantasi Ginjal RSUP Dr. M. Djamil yang digunakan termasuk ruang pemulihan, dan ruang rawat inap khusus.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45