Yudisium Dokter Spesialis dan Subspesialis, Dirut RSUP Dr. M. Djamil: Hasil Sinergi Pendidikan, Pelayanan dan Penelitian

RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, memandang para lulusan dokter spesialis dan subspesialis sebagai buah dari sinergi pendidikan, pelayanan, dan penelitian. Disadari, keberhasilan lulusan ini tidak lahir dalam ruang hampa, melainkan dari proses panjang yang melibatkan para pendidik, pembimbing klinik, tenaga kesehatan, hingga pasien yang telah menjadi guru kehidupan.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat Yudisium Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Unand di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf Fakultas Kedokteran Kampus Jati, Kamis (18/9). Diketahui sebanyak 30 lulusan pendidikan dokter spesialis dan 1 lulusan subspesialis di yudisium.

“Di manapun para lulusan bertugas nantinya baik di pusat-pusat layanan kesehatan modern, rumah sakit pendidikan maupun di daerah terpencil para lulusan tetap membawa semangat pengabdian yang sama. Jadilah dokter spesialis dan subspesialis yang tidak hanya menyembuhkan dengan ilmu, tetapi juga menguatkan dengan keteladanan, serta membangun harapan dengan empati,” pinta Dovy.

Turut hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah serta istri, Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, Ketua Program Studi Spesialis dan Subspesialis, Sekretaris Unand Dr. Aidinil Zetra, MA, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, MPH, Rektor Universitas Baiturrahmah Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS, direktur rumah sakit jejaring dan orang tua yudisium.

Di era transformasi kesehatan saat ini, tutur Dovy, tantangan yang dihadapi semakin kompleks: munculnya penyakit-penyakit baru, perkembangan teknologi kedokteran yang begitu cepat, serta tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkeadilan. Semua itu menuntut para lulusan untuk tidak berhenti belajar, untuk menjadi pembelajar seumur hidup (lifelong learner), sekaligus inovator yang mampu membawa perubahan. “Ingatlah, bahwa gelar yang di sandang ini bukanlah titik akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan pengabdian yang lebih luas,” ungkapnya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam distribusi dokter spesialis yang belum merata. Sebagian besar dokter spesialis masih terkonsentrasi di kota-kota besar, sementara daerah-daerah terpencil dan pedalaman sangat kekurangan. Kondisi ini diperparah dengan tingginya biaya pendidikan untuk menjadi dokter spesialis, yang membuat banyak calon dokter mengurungkan niatnya.

“Namun, kita tidak boleh menyerah. Berbagai upaya harus terus kita lakukan. Salah satu langkah inovatif yang sedang kita jajaki adalah sistem pendidikan berbasis rumah sakit atau hospital based. Skema ini memungkinkan pendidikan spesialis dilakukan langsung di rumah sakit yang telah memenuhi standar, sehingga tidak hanya mempercepat proses pendidikan, tetapi juga dapat menekan biaya. Dengan begitu, kita berharap akan lebih banyak lagi dokter yang tertarik mengambil spesialisasi dan bersedia ditempatkan di daerah,” tutur Mahyeldi.

Kepada para dokter spesialis dan subspesialis yang baru, Mahyeldi mengucapkan selamat atas pencapaian luar biasa ini. Ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan pengabdian yang sesungguhnya. “Jadilah pelopor dalam pemerataan layanan kesehatan. Ingatlah, bahwa panggilan dokter adalah panggilan mulia untuk mengabdi. Jangan ragu untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan rekan-rekan sejawat lainnya,” ajaknya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd mengatakan gelar dokter spesialis dan subspesialis, sebuah pengakuan atas keahlian dan kompetensi yang telah para lulusan kuasai. Namun, gelar ini lebih dari sekadar sebutan. Ia adalah amanah, sebuah tanggung jawab besar yang menuntut para lulusan untuk terus powerful dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Fakultas Kedokteran Universitas Andalas telah membekali Anda dengan pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai luhur. Kini, saatnya para lulusan kembali ke masyarakat dan mengaplikasikan semua yang telah diperoleh. Jadilah agen perubahan yang membawa kemajuan dalam dunia kesehatan, pelopor inovasi dalam bidang keilmuan, dan yang terpenting, penolong sejati bagi mereka yang membutuhkan,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Workshop Pengolahan Limbah B3

RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan hidup dengan mengadakan Workshop Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Workshop yang berkolaborasi dengan PT Wastec International ini berlangsung di Auditorium Lantai IV, Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Rabu (17/9).

Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Marliana, M.Kes, menegaskan betapa krusialnya pengelolaan limbah B3 di rumah sakit. “Banyak sekali kegiatan operasional rumah sakit yang menghasilkan berbagai jenis limbah B3. Jika tidak dikelola dengan baik, rumah sakit berpotensi besar menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Dihadiri oleh berbagai perwakilan dari setiap instalasi dan unit kerja di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil, termasuk staf medis, paramedis, hingga petugas kebersihan. Workshop ini menghadirkan narasumber Ketua Komite Kesehatan Lingkungan Eka Surya Praja, Amd.KL menyajikan materi tentang Pengelolaan Limbah B3 di RSUP Dr. M. Djamil dan Instruktur Frida Qaida Fauziyah menyajikan materi tentang Pengelolaan Limbah B3.

Ia menambahkan, pengelolaan limbah B3 tidak boleh dianggap sepele. Mulai dari pemilahan di sumber, pengemasan, penyimpanan sementara, hingga proses pengangkutan dan pemusnahan akhir, semuanya harus dilakukan secara cermat dan sesuai prosedur. “Pengelolaan limbah B3 harus menjadi perhatian serius, dikelola secara aman, dan sesuai standar berlandaskan regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” tegas dr. Marliana.

Dengan diadakannya workshop ini, tuyurnya, diharapkan seluruh jajaran di RSUP Dr. M. Djamil memiliki pemahaman yang lebih baik dan dapat mengimplementasikan penanganan limbah B3 secara optimal. Kolaborasi dengan PT Wastec International juga diharapkan dapat menjalin sinergi berkelanjutan dalam upaya menjaga lingkungan yang sehat dan aman, sejalan dengan visi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“RSUP Dr. M. Djamil secara rutin terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga dari sisi manajemen operasional dan lingkungan. Inisiatif seperti workshop ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam menciptakan lingkungan kerja dan pelayanan yang aman, baik bagi pasien, staf, maupun masyarakat,” harapnya.(*)

Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Direktur Layanan Operasional Tekankan Disiplin dan Integritas

RSUP Dr. M. Djamil menggelar upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional di halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Rabu (17/9). Upacara ini menjadi momen penting bagi seluruh jajaran pegawai untuk merefleksikan kembali pentingnya kedisiplinan dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Bertindak sebagai inspektur upacara yakni Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS. Turut dihadiri Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Manajer dan Asisten Manajer, Kepala Instalasi, Ketua Komite dan SPI, Ketua KSM, Kepala Instalasi, serta civitas hospitalia.

Dalam amanatnya, drg. Ade Palupi Muchtar menegaskan  pelayanan paripurna bukan hanya sebatas memberikan layanan medis berkualitas. Lebih dari itu, pelayanan paripurna mencakup ketepatan waktu, keramahan, dan efisiensi di setiap tahapan kerja. “Pelayanan yang paripurna adalah kunci untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima di RSUP Dr. M. Djamil,” ujarnya.

Ia menekankan setiap individu di dalam organisasi memiliki peran vital dalam menciptakan pengalaman terbaik bagi pasien. Sikap ramah, responsif, dan profesionalisme harus menjadi budaya kerja yang melekat pada setiap pegawai. “Kita semua harus memastikan setiap interaksi dengan pasien dan keluarga mereka meninggalkan kesan positif dan penuh kepedulian,” tambahnya.

Selain fokus pada kualitas layanan, drg. Ade juga menyoroti urgensi adaptasi terhadap perubahan. Di era yang dinamis ini, baik dari segi regulasi maupun teknologi, setiap individu dituntut untuk memiliki keluwesan dan kemauan untuk terus belajar. Perubahan regulasi yang sering terjadi, terutama dalam hal layanan dan kompetensi, menuntut seluruh staf untuk selalu memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka.

“Banyak regulasi atau ketentuan dalam hal layanan, kompetensi layanan, yang terus berubah. Oleh karena itu, kita harus cepat beradaptasi agar tidak tertinggal dan tetap relevan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pintanya.

Ia menambahkan adaptasi yang cepat akan memastikan RSUP Dr. M. Djamil tetap berada di garis depan dalam inovasi dan kualitas layanan kesehatan. “Hal ini juga sejalan dengan visi rumah sakit untuk menjadi institusi kesehatan terdepan yang mampu menjawab tantangan zaman,” ucapnya.

Peringatan Hari Kesadaran Nasional ini, tuturnya, diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi seluruh pegawai RSUP Dr. M. Djamil untuk terus meningkatkan kualitas diri dan pelayanan. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen tinggi, diharapkan rumah sakit ini akan terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat. “Ini demi terciptanya rumah sakit yang unggul dan menjadi kebanggaan masyarakat,” pungkas drg. Ade.(*)

DWP RSUP Dr. M. Djamil Ajak Anggota Melek Finansial Syariah dan Cantik Alami

Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr. M. Djamil kembali menggelar pertemuan rutin bulanan yang penuh inspirasi dan edukasi. Bertempat di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (16/9), pertemuan kali ini mengangkat dua topik utama yang relevan bagi kehidupan anggota yakni literasi finansial bersama BTN Syariah dan perawatan diri bersama Wardah.

Ketua Koordinator Sosial DWP RSUP Dr. M. Djamil Ny Een Bestari menekankan pentingnya kegiatan rutin ini sebagai wadah silaturahmi sekaligus peningkatan kapasitas diri bagi seluruh anggota. “Kegiatan ini merupakan agenda penting yang dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi para anggota DWP RSUP Dr. M. Djamil. Kami percaya bahwa peran seorang istri tidak hanya sebatas pendamping suami, tetapi juga sebagai manajer keuangan keluarga dan sosok yang harus selalu merawat diri agar tetap percaya diri,” ujar Ny. Een Bestari.

Acara ini dihadiri antusias oleh pengurus dan puluhan anggota DWP. Pada kesempatan itu juga pengundian arisan sekaligus bertaburan doorprize.

Oleh karena itu, sebutnya, sengaja menghadirkan dua narasumber yang dapat menjawab kebutuhan tersebut, yakni terkait perencanaan masa depan dan perawatan diri. Sesi pertama diisi bertemakan “Cantik Alami Bersama Wardah.”

Seorang Wardah Pro Fluencer ini membagikan tips dan trik seputar perawatan kulit sehari-hari dan penggunaan make-up yang natural. Dengan demonstrasi langsung, para anggota diajarkan langkah-langkah skincare yang tepat untuk menjaga kesehatan kulit dari dalam, serta teknik riasan sederhana yang cocok untuk kegiatan sehari-hari.

Sesi kedua diisi bersama BTN Syariah yang membawakan materi dengan tema “Wujudkan Impian Mulia Bersama BTN Syariah.” Dalam pemaparannya, tim BTN Syariah mengedukasi para anggota tentang pentingnya perencanaan keuangan berbasis syariah. Mereka menjelaskan berbagai produk perbankan yang dapat membantu anggota DWP dalam mencapai impian-impian jangka panjang. Salah satunya investasi emas.

Een mengatakan kombinasi antara edukasi finansial dan perawatan diri yang disajikan dalam satu agenda menunjukkan komitmen DWP RSUP Dr. M. Djamil dalam mendukung kesejahteraan anggota secara holistik, baik dari sisi materiil maupun spiritual. “Diharapkan, kegiatan seperti ini akan terus berlanjut dan membawa manfaat nyata bagi seluruh anggota DWP RSUP Dr. M. Djamil,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Studi Tiru ke RS Ananda Bekasi, Perkuat Kolaborasi dan Mutu Layanan

Direksi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil melakukan kunjungan studi tiru ke RS Ananda, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (16/9). Kunjungan ini menjadi bentuk balasan atas kedatangan RS Ananda ke RSUP Dr. M. Djamil beberapa waktu lalu, sekaligus mempererat hubungan kolaborasi antar-institusi kesehatan.

Dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, rombongan disambut hangat oleh Pemilik RS Ananda Marali Tarmizi, Komisaris PT Rajut Ananda Hidup Mandiri Hj. Lidesma, M.Si, Direktur Operasional Ananda Group dr. M. Reza Kurnia Ali Akbar, dan Direktur RS Ananda Babelan dr. Lili Masliyah, MARS. Dalam kunjungan ini, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil didampingi oleh Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), serta jajaran manajemen lainnya.

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Dovy Djanas mengatakan tujuan utama dari studi tiru ini adalah untuk menggali inovasi serta praktik unggulan yang diterapkan oleh RS Ananda, terutama dalam aspek pengelolaan rumah sakit. “Kami ingin melihat langsung bagaimana RS Ananda mengelola operasionalnya, mulai dari layanan pasien, manajemen keuangan, hingga pengembangan sumber daya manusia,” ujar Dovy.

Ia menambahkan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan RSUP Dr. M. Djamil untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional.Berharap studi tiru ini dapat memberikan masukan berharga bagi RSUP Dr. M. Djamil dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional. “Kami yakin, dengan berkolaborasi dan saling berbagi pengalaman, kita bisa bersama-sama memajukan kualitas layanan kesehatan di Indonesia,” tambahnya.

Kunjungan studi tiru ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan, tetapi juga memperkuat jalinan persahabatan antara kedua rumah sakit. “Diharapkan, hasil dari kunjungan ini dapat segera diterapkan untuk memberikan manfaat nyata bagi peningkatan layanan kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil, serta menjadi inspirasi bagi rumah sakit lainnya di Indonesia,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Dirut Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), serta jajaran manajemen lainnya didampingi Direktur Operasional Ananda Group dr. M. Reza Kurnia Ali Akbar dan manajemen melakukan hospital tour.(*)

Direksi RSUP Dr. M. Djamil Studi Tiru ke RSUP dr. Hasan Sadikin

Jajaran direksi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil melakukan studi tiru ke RSUP dr. Hasan Sadikin, Bandung, pada Senin (15/9). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung proses bisnis dan akselerasi transformasi kesehatan yang telah berhasil diterapkan di RSUP dr. Hasan Sadikin.

Rombongan RSUP Dr. M. Djamil dipimpin oleh Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) dan Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes. Mereka disambut langsung oleh Direktur Utama RSUP dr. Hasan Sadikin, dr. H. Rachim Dinata Marsidi, Sp.B, FINAC, M.Kes, beserta jajaran direksi.

Dovy Djanas menjelaskan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya RSUP Dr. M. Djamil untuk terus meningkatkan layanan, khususnya dalam konteks transformasi kesehatan yang diusung oleh Kementerian Kesehatan. “Berbicara tentang transformasi kesehatan di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, tentu berbicara bagaimana kita bisa menerapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses layanan secara standar,” ujar Dovy.

Ia menambahkan, RSUP dr. Hasan Sadikin dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dianggap memiliki akselerasi yang sangat cepat dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. “Saya melihat di jajaran direksi dan manajemen RSUP dr. Hasan Sadikin ini bisa menerapkan pola-pola yang bisa mengambil peluang. Salah satunya strategi optimalisasi pendapatan, terutama dari layanan yang bersumber dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” ungkapnya.

Menurut Dovy, pengelolaan layanan JKN tidak akan merugikan jika rumah sakit mampu mengelola proses bisnis dengan baik, termasuk dengan menghitung unit cost secara akurat. “Walaupun dengan BPJS Kesehatan, asal kita memahami proses bisnis yang selama ini diterapkan di rumah sakit lain, saya kira RSUP Dr. M. Djamil bisa menjadi seperti apa yang sudah dilakukan oleh RSUP dr. Hasan Sadikin selama ini,” jelasnya seraya mengatakan banyak kesamaan antara kedua rumah sakit yang sama-sama berstatus tipe A dan merupakan rumah sakit pendidikan, meskipun RSUP dr. Hasan Sadikin memiliki kapasitas tempat tidur yang lebih besar.

Ia menekankan hasil dari studi tiru ini diharapkan dapat ditindaklanjuti untuk diterapkan di RSUP Dr. M. Djamil. Bahkan bisa kemungkinan rumah sakit ini mengundang tim dari RSUP dr. Hasan Sadikin untuk berbagi strategi dan program yang telah mereka jalankan.

“Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk mencapai kondisi pelayanan yang lebih baik. Di mana seluruh pelanggan internal, yaitu para pegawai, dapat bekerja dengan baik, sesuai standar, dan juga sejahtera dalam mendapatkan hak-haknya,” tukasnya. (*)

Workshop Basic Ventilator Siapkan Tenaga Medis Andal untuk Pasien Kritis

Penggunaan ventilator sebagai alat bantu pernapasan menjadi semakin krusial dalam penanganan pasien kritis, terutama di ruang perawatan intensif. Ventilator tidak hanya sekadar alat mekanis, melainkan sebuah sarana vital yang dapat menyelamatkan nyawa manusia apabila digunakan secara tepat dan benar.

“Namun, penggunaan ventilator juga tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Dibutuhkan pemahaman tentang prinsip-prinsip ventilasi mekanik, pengaturan parameter yang sesuai, serta kemampuan untuk membaca respons pasien agar terapi yang diberikan benar-benar efektif dan aman,” kata Manajer Penunjang Pelayanan, Zarni Zamzahar, mewakili Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil saat membuka Workshop Basic Ventilator secara virtual, Minggu (14/9).

Workshop yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif ini diadakan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Diikuti oleh para tenaga medis dari berbagai rumah sakit di wilayah Sumatera Barat yang menjadi jejaring RSUP Dr. M. Djamil. Menghadirkan narasumber yakni Dr. dr. Dedy Kurnia, Sp.An-TI, Subsp TI (K), dr. Nasman Puar, Sp.An-T, Subsp MN (K) dan dr. Liliawati Ananta Kahar, Sp.An, KIC.

Workshop Basic Ventilator ini, sebutnya, diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan ventilasi mekanik dasar. Pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit kita dan di seluruh Sumatera Barat.

“Di samping itu, dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan harapan hidup pasien, terutama yang dirujuk ke rumah sakit. Jika rumah sakit jejaring sudah melakukan tahapan penanganan sebelumnya dengan baik, tentu kualitas hidup pasien akan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Menurut Zarni, peningkatan kompetensi dalam penggunaan ventilator krusial, mengingat alat ini sering kali menjadi penentu utama dalam penanganan pasien dengan kondisi kritis. “Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai, tenaga medis di rumah sakit jejaring diharapkan dapat memberikan penanganan awal yang optimal sebelum pasien dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil,” ungkap Zarni.

Senada dengan itu, Ketua Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif, dr. Nasman Puar, Sp.An-TI, Subsp MN (K), mengatakan workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar yang kuat tentang prinsip dan teknik penggunaan ventilator.

“Workshop ini berfokus pada pemahaman dasar tentang cara kerja ventilator, indikasi penggunaannya, serta cara mengoperasikannya secara aman dan efektif. Hal ini penting untuk memastikan penanganan pasien yang tepat sejak dini,” jelas dr. Nasman.

Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk menghadapi berbagai kasus kegawatdaruratan yang membutuhkan intervensi pernapasan. “Kolaborasi antara RSUP Dr. M. Djamil dan rumah sakit jejaring menjadi kunci dalam menciptakan sistem rujukan yang lebih efisien dan terpadu, sehingga setiap pasien dapat menerima perawatan terbaik,” tukasnya. (*)

Direktur SPP RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Dies Natalis Unand, Wujud Dukungan Rumah Sakit Pendidikan

Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menghadiri Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-69 Universitas Andalas (Unand) di Convention Hall Unand, Sabtu (13/9). Kehadiran Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian menjadi bukti eratnya kolaborasi antara RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan dengan Unand sebagai institusi pendidikan.

Sidang terbuka yang dipimpin Rektor Unand Efa Yonnedi, Ph.D ini terasa istimewa dengan kehadiran Presiden Gifu University Jepang, Prof. Yoshida Kazuhiro, M.D., Ph.D., FACS. Prof. Yoshida berkesempatan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Art, Science, Humanity as a Surgical Oncologist: Special Address at the Anniversary Ceremony of Universitas Andalas”.

dr. Maliana, M.Kes, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pencapaian Unand selama 69 tahun. “Saya mengucapkan selamat kepada Unand atas Dies Natalisnya yang ke-69. Semoga Unand terus menjadi pilar pendidikan tinggi yang menghasilkan generasi-generasi terbaik untuk kemajuan bangsa,” ujar Maliana.

Turut hadir jajaran Majelis Wali Amanat, Senat, wakil rektor, dekan dan civitas akademika Unand, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Rektor Unand periode sebelumnya, kepala daerah se-Sumbar, Forkopimda Sumbar dan undangan.

Maliana berharap semangat Dies Natalis ke-69 Unand ini dapat terus memotivasi seluruh jajaran universitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan terus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. “Semoga Unand terus berjaya dan menjadi kebanggaan kita semua,” harapnya.

Presiden Gifu University Jepang, Prof. Yoshida Kazuhiro, M.D., Ph.D., FACS dalam orasi ilmiahnya memaparkan bagaimana peran seni, sains, dan kemanusiaan saling berintegrasi dalam praktik seorang ahli bedah onkologi.Orasi yang inspiratif ini menunjukkan eratnya hubungan dan kerja sama internasional antara Unand dan Gifu University.

Kehadiran Prof. Yoshida Kazuhiro menjadi bukti nyata komitmen kedua universitas dalam memperkuat kolaborasi di bidang akademik, penelitian, dan pertukaran pengetahuan.

Selain orasi ilmiah, acara ini juga diisi dengan penyampaian laporan Rektor Unand Efa Yonnedi, P.hD tentang berbagai capaian Unand selama setahun terakhir, termasuk prestasi mahasiswa, pengembangan riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan hari ini Unand genap berusia 69 tahun dan sudah membuktikan diri terhadap kemajuan bangsa, lebih khusus bagi Ranah Minang lewat lulusan dan hasil riset yang sangat membantu berbagai permasalahan di masyarakat. “Salah satu contoh nyata dan kontribusi Unand bagi bangsa dan negara ialah melahirkan inovasi berupa tinta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, yang diciptakan dari tanaman gambir. Inovasi tinta gambir tersebut digunakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) hampir di setiap provinsi di Tanah Air saat pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, hingga pemilihan kepala daerah di tahun yang sama,” sebutnya.

Menurut Gubernur, inovasi tinta pemilu itu sejalan dengan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan penguatan hilirisasi sumber daya alam di Indonesia. Hal ini ditujukan agar berbagai sumber daya yang ada memberikan dampak langsung kepada petani maupun masyarakat secara umum.

“Kita ingin Unand terus meneliti gambir, tentang apa saja produk turunan yang bisa dihasilkan atau dihilirisasikan, sehingga membawa dampak ekonomi bagi bangsa dan negara,” harap Mahyeldi.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanganan Stroke

Stroke masih menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, termasuk di Indonesia. Di Sumatera Barat sendiri, angka kejadian stroke terus meningkat, seiring dengan perubahan gaya hidup, pola makan, serta bertambahnya populasi usia lanjut.

“Bagi RSUP Dr. M. Djamil, yang merupakan rumah sakit rujukan nasional di wilayah barat Indonesia, tantangan ini nyata adanya. Pasien stroke tidak hanya datang dari Padang, tetapi juga dari berbagai kabupaten/kota dan provinsi tetangga. Ini berarti kita tidak hanya bicara tentang angka kasus, tetapi juga tentang kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan yang kita berikan,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat membuka Seminar Update Tatalaksana Stroke secara virtual, Sabtu (13/9).

Seminar ini merupakan hasil kerja sama dengan Angels Initiative dan dilangsungkan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Turut dihadiri mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Citra Septiyenri Syahnur, M.Kes, Ketua Pengampu Stroke Regional Sumbagteng dr. Dedi Sutia, Sp.N(K), FINA, MARS, perwakilan Angels Initiative dr. Heni Pristiwa Oktaviani serta peserta seminar dari perwakilan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Ada pun narasumber dalam seminar ini adalah dr. Dedi Sutia, Sp.N(K), FINA, MARS membahas Manajemen Hiperakut Stroke, Dr. dr. Fanny Adhy Putri, Sp.N, Subsp.NKI(K) membahas Perawatan Intensif Stroke Hiperakut, dr. Gunawan Septa Dinata, Sp.N, FINA membahas Manajemen Pasca Stroke dan Pencegahan dan dr. Reno Bestari, Sp.N, FNR membahas Manajemen Rehabilitasi Pasca Stroke.

Ia menekankan kolaborasi dengan Angels Initiative membawa nilai strategis. Angels Initiative hadir sebagai gerakan global untuk meningkatkan kualitas layanan stroke akut, memastikan pasien mendapatkan diagnosis cepat, intervensi tepat, serta rehabilitasi komprehensif. “Bagi kita di RSUP Dr. M. Djamil, ada beberapa makna penting dari sinergi ini yakni peningkatan kompetensi klinis, penguatan sistem layanan dan reposisi RSUP Dr. M. Djamil,” ucapnya.

Tentunya RSUP Dr. M. Djamil akan terus berkomitmen untuk berinovasi, meningkatkan mutu layanan, serta menjadikan pelayanan stroke sebagai salah satu layanan unggulan. Dukungan dari Angels Initiative tentu menjadi energi baru dalam perjalanan tersebut.

“Kami yakin bahwa melalui workshop ini, kita akan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, serta memperkuat kolaborasi antarprofesi dan antarinstansi dalam menangani pasien stroke, mulai dari fase akut hingga pasca-perawatan. Kita ingin setiap pasien yang datang dengan stroke ke RSUP Dr. M. Djamil mendapatkan layanan cepat, akurat, dan penuh empati. Dengan begitu, kita tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga mengembalikan martabat dan kualitas hidup pasien,” harap Dovy.

Sementara itu, Ketua Pengampu Stroke Regional Sumbagteng dr. Dedi Sutia, Sp.N(K), FINA, MARS mengatakan sebagian besar pasien stroke hiperakut (sekitar 90%) berasal dari rujukan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). “Jadi keberhasilan layanan stroke, terutama terkait rujukan pra-rumah sakit, sangat tergantung pada arahan di FKTP,” jelas dr. Dedi.

Dalam workshop ini, sebutnya, pihaknya akan memaparkan dan mengingatkan kembali penatalaksanaan stroke yang baik dan benar serta cepat. “Sehingga kematian akibat stroke dapat ditekan dan ditanggulangi,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Uji Coba Teknologi AI Canggih dari Qure.ai untuk Perangi TB

RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah maju dalam modernisasi layanan kesehatan dengan menandatangani perjanjian uji coba lisensi perangkat lunak dengan Qure.ai Technologies Inc., sebuah perusahaan rintisan teknologi kesehatan berbasis di New York, Amerika Serikat. Penandatanganan ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis, melibatkan dua rumah sakit vertikal lain, yakni RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono dan RSUP Fatmawati.

Kerja sama ini berfokus pada implementasi percontohan (pilot project) dua solusi perangkat lunak andalan Qure.ai: qXR dan qTrack. Kedua teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi diagnostik pencitraan medis, khususnya dalam mendeteksi kasus tuberkulosis (TB).

Penandatanganan yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi RSUP Dr. M. Djamil dan hybrid ini diwakili oleh Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes., yang bertindak atas nama Direktur Utama, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Direktorat Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, dr. Sunarto, M.Kes, dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil.

Tujuan dari implementasi percontohan ini adalah untuk berkontribusi pada surveilans penyakit terpusat dengan memungkinkan pelaporan data real-time dan integrasi dengan Sistem Pengarsipan dan Komunikasi Gambar (PACS) terpusat Kementerian Kesehatan melalui platform qTrack Qure, mendukung deteksi dini TB dan penyakit paru-paru lainnya dengan menerapkan analisis sinar-X dada bertenaga AI di seluruh alur kerja radiologi untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi diagnostik.

Kemudian meningkatkan efisiensi surveilans dan pelaporan TB dengan mengurangi ketergantungan pada film sinar-X fisik dan merampingkan pengelolaan data pencitraan secara digital, meningkatkan pengambilan keputusan klinis dengan memungkinkan dokter mendeteksi TB dan lebih dari 20 temuan radiologi prioritas lainnya. Serta menunjukkan kesiapan untuk peningkatan teknologi AI secara nasional sebagai bagian dari inisiatif digitalisasi kesehatan Indonesia.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, dalam pernyataan terpisah, menekankan kolaborasi ini adalah langkah nyata dalam mendukung target eliminasi TBC di Indonesia. “Kolaborasi dengan Qure.ai ini adalah salah satu cara kami untuk mengadopsi teknologi terdepan dalam rangka memperkuat surveilans penyakit nasional dan mempercepat penemuan kasus TBC,” ujarnya.

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes., menambahkan inisiatif ini sepenuhnya sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan transformasi kesehatan digital. “Kami yakin bahwa pemanfaatan AI dalam diagnostik medis akan merevolusi cara kami bekerja, meningkatkan efisiensi, dan yang paling penting, memberikan layanan yang lebih baik kepada pasien,” katanya.

Kerja sama ini tidak hanya sebatas implementasi teknologi, tetapi juga mencakup penelitian komprehensif untuk mengevaluasi efektivitas dan dampak dari solusi Qure.ai di lingkungan rumah sakit Indonesia. “Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi implementasi teknologi serupa di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia di masa mendatang,” tambah Maliana.

Dengan adanya kolaborasi ini, Maliana berharap RSUP Dr. M. Djamil dan dua rumah sakit vertikal lainnya menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi AI untuk masa depan layanan kesehatan di Indonesia. “Ini menandai babak baru dalam upaya digitalisasi kesehatan nasional,” tukasnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45