Tingkatkan Kualitas Penduduk, Dirut RSUP Dr. M. Djamil: Kesehatan Keluarga sebagai Fondasi Utama

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menghadiri Simposium Nasional Kependudukan 2025 dengan tema “Membangun Penduduk Berkualitas, Keluarga Tangguh, dan Ekonomi Inklusif untuk Indonesia Maju” yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP) pada Kamis (11/9). Kehadiran Dirut menyoroti peran penting sektor kesehatan dalam mewujudkan visi pembangunan kependudukan yang holistik.

“Keluarga adalah unit terkecil yang memegang peran krusial dalam membentuk individu berkualitas. Keluarga yang tangguh adalah fondasi dari masyarakat yang sehat dan kuat. Kami di RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk mendukung kesehatan keluarga melalui layanan komprehensif, mulai dari poliklinik kebidanan, anak, hingga layanan psikologi,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua usai menghadiri simposium.

Simposium tersebut dihadiri Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Prof. Budi Setiyono, S.Sos, M.Pol.Admin, Ph.D, Staf Ahli Gubernur Sumbar Nizam Ul Muluk, Rektor UNP Krismadinata, Ph.D, jajaran rektor se-Indonesia yang tergabung dalam Forum Rektor Indonesia, Ahli Gizi Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D, dan peserta simposium.

Ia menambahkan, kesehatan keluarga yang baik akan berdampak positif pada produktivitas dan partisipasi ekonomi. Dengan demikian, kesehatan bukan hanya biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa.”Kesehatan yang baik memungkinkan individu untuk belajar, bekerja, dan berinovasi. Sebaliknya, penyakit kronis dapat menjadi hambatan besar bagi partisipasi ekonomi,” ucapnya.

Dovy juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik dari pemerintahan, akademisi, maupun swasta, untuk berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. “RSUP Dr. M. Djamil terbuka untuk kerja sama dalam penelitian, pengabdian masyarakat, dan program-program yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan penduduk,” ucapnya.

Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Prof. Budi Setiyono, S.Sos, M.Pol.Admin, Ph.D mengatakan pemerintah telah menetapkan Visi Indonesia Emas 2045 yang salah satunya ditandai dengan terwujudnya ekonomi yang maju dan berkelanjutan. Visi tersebut tidak bisa direduksi dengan capaian angka pertumbuhan ekonomi dan teknologi canggih saja. Namun, jauh dari itu, butuh kesiapan generasi muda yang memiliki kualitas paripurna dari sisi kesehatan, berintelektualitas tinggi, berkarakter kuat serta menjunjung tinggi integritas.

Menurut Sekretaris Kemendukbangga, generasi yang sedang disiapkan tidak hanya sekadar untuk tenaga kerja melainkan juga sebagai pemikir, inovator dan pemimpin yang mampu menyeimbangkan kemajuan material lewat kematangan moral. “Tanpa fondasi manusia yang unggul, segala pencapaian ekonomi dan teknologi tidak akan bermakna utuh bagi keberlanjutan bangsa,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Budi mengatakan Indonesia sedang bersiap atau berada pada masa bonus demografi. Situasi tersebut hanya akan menjadi anugerah apabila Indonesia bisa melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, adaptif serta memiliki karakter yang tangguh. “Tanpa sumber daya manusia yang berkualitas maka peluang emas ini bisa berubah menjadi beban atau bencana demografi,” tukasnya.(*)

Pentingnya Komunikasi dan Kerapian, RSUP Dr. M. Djamil Bekali Tenaga Alih Daya Lewat LOI

RSUP Dr. M. Djamil kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan dengan menggelar layanan orientasi informasi (LOI) bagi tenaga alih daya pramusaji dan pramuinap. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Rabu (10/9) ini dihadiri oleh para pekerja yang akan menjadi garda terdepan dalam interaksi dengan pasien.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menekankan tenaga alih daya bukan sekadar pekerja pendukung, melainkan representasi langsung dari rumah sakit itu sendiri. “Tenaga alih daya ini adalah semua orang yang mewakili RSUP Dr. M. Djamil dan berhubungan langsung dengan pasien,” tegasnya.

Menurut Dovy, setiap interaksi yang mereka lakukan, baik dengan pasien maupun keluarga, harus sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan. Hal ini mencakup aspek-aspek penting seperti komunikasi yang efektif dan penampilan yang rapi serta bersih. “Hal-hal kecil seperti ini dapat memengaruhi kenyamanan dan persepsi pasien terhadap rumah sakit,” imbuhnya.

LOI ini, sebutnya, dirancang sebagai langkah awal untuk memastikan setiap tenaga alih daya memahami dan menerapkan standar pelayanan yang tinggi. Dengan orientasi yang komprehensif, RSUP Dr. M. Djamil berupaya menanamkan nilai-nilai profesionalisme dan etika yang menjadi budaya kerja di lingkungan rumah sakit.

“Setelah LOI ini, unit-unit terkait hanya perlu mengingatkan mereka kembali. Ini menunjukkan bahwa program orientasi ini adalah fondasi yang kokoh, sehingga pembinaan selanjutnya bisa lebih fokus dan efisien,” tukasnya.

Diketahui, LOI ini sendiri diadakan selama dua hari mulai hari ini (10/9) hingga besok (11/9). Peserta mendapatkan pembekalan materi meliputi manajemen OSDM dan Kebijakan RS terhadap Tenaga Alih Daya, Peran dan Fungsi Komite Etik dan Hukum, PMKP dan SKP, Manajemen Fasilitas dan Keselamatan.

Kemudian, Core Value BerAKHLAK dan Komunikasi Efektif, Praktik APAR, Pemanfaatan Aset RS, Antikorupsi, Kebijakan Pelayanan Gizi di RS dan Standar Akreditasi, Konsep PPIRS, Praktik BHD dan Praktik Hand Hygiene. (*)

ASN RSUP Dr. M. Djamil Ikuti Sosialisasi Masa Pensiun

Aparatur Sipil Negara (ASN) di RSUP Dr. M. Djamil mengikuti kegiatan Sosialisasi ASN RSUP Dr. M. Djamil yang akan Memasuki Batas Usia Pensiun di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (9/9). Sosialisasi ini terselenggara berkat kolaborasi antara RSUP Dr. M. Djamil dengan PT Mandiri Taspen ini.

Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, dalam sambutannya menekankan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun. “Masa pensiun bukan akhir dari segalanya, melainkan babak baru dalam kehidupan. Oleh karena itu, persiapan yang matang baik secara mental maupun finansial sangat diperlukan,” ujar dr. Maliana.

Turut hadir Manajer OSDM dr. Keesa Nabila Afida, M.Kes dan manajemen, Manajer Pelayanan PT Taspen (Persero) Cabang Padang Dimas Adi Nugroho, Kepala Cabang PT Mandiri Taspen Area Sumbar Irawan Sumardi dan peserta sosialisasi.

dr. Maliana menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan wawasan kepada para ASN yang akan pensiun agar dapat menjalani masa purnabakti dengan bahagia dan produktif. “Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para ASN yang akan pensiun di RSUP Dr. M. Djamil dapat merasa lebih siap dan tenang dalam menyongsong masa pensiun. Kami pun berharap para purnabakti nantinya dapat menjalani masa pensiun dengan penuh kebahagiaan, tetap sehat, dan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya,” ucap dr. Maliana.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari PT Mandiri Taspen, yang merupakan mitra strategis pemerintah dalam pengelolaan dana pensiun ASN. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek, mulai dari regulasi terkait pensiun, hak-hak pensiunan, hingga tips-tips praktis dalam mengelola keuangan dan kesehatan di masa purnabakti.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif bertanya seputar prosedur pencairan dana pensiun, produk-produk Mandiri Taspen yang dapat dimanfaatkan, serta cara-cara untuk tetap produktif dan berdaya di masa pensiun.(*)

Perkuat Kolaborasi, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Lustrum XIV Fakultas Kedokteran Unand

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menghadiri Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah dalam rangka Lustrum XIV Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand) di Convention Hall Unand, Senin (8/9). Kehadiran Dirut RSUP Dr. M. Djamil merupakan bentuk dukungan dan apresiasi terhadap institusi pendidikan yang telah mencetak banyak tenaga medis andal di Sumatra Barat.

“Atas nama RSUP Dr. M. Djamil, saya mengucapkan selamat atas Lustrum XIV Fakultas Kedokteran Universitas Andalas,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah ini dipimpin Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd. Turut dihadiri Rektor Unand Efa Yonnedi, Ph.D, Guru Besar dan Senat Fakultas Kedokteran, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, MPH, Direktur Utama RS Unand Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp. BTKV, Subsp. VE (K), FIATCVS, direktur rumah sakit jejaring, alumni dan undangan.

Lustrum XIV ini dimeriahkan dengan Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unand/RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp.A, Subsp.Respri (K). Ia menyampaikan orasi ilmiah berjudul Tuberkulosis Anak: Tantangan dan Peran Pre-Service Training Berbasis Prinsip IPE. Di samping itu, juga diluncurkan tiga buku Lustrum XIV Fakultas Kedokteran Unand.

Ia menekankan 70 tahun perjalanan FK Unand adalah bukti nyata komitmen kuat dalam mencetak dokter-dokter berkualitas yang berdedikasi melayani masyarakat. “Semoga di usi ke-70 tahun ini, Fakultas Kedokteran Unand semakin maju, terus berinovasi, dan semakin berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi juga di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Sinergi antara RSUP Dr. M. Djamil dan FK Unand, sebutnya, sangat vital. Rumah sakit ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai rumah sakit pendidikan. Kolaborasi ini memungkinkan mahasiswa dan dokter residen mendapatkan pengalaman klinis yang kaya, didukung oleh fasilitas dan teknologi medis terkini.”Kemitraan ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi dalam pelayanan kesehatan, penelitian bersama, dan peningkatan kualitas pendidikan kedokteran untuk menjawab tantangan masa depan,” tuturnya.

Rektor Unand Efa Yonnedi, Ph.D mengatakan di usia ke-70 tahun, Fakultas Kedokteran Unand telah membuktikan dirinya sebagai lembaga yang unggul, berprestasi, dan berkontribusi nyata bagi bangsa. Namun dalam perjalanannya belum selesai. Masih banyak tantangan yang menanti: peningkatan kualitas penelitian, pemenuhan sumber daya manusia, penguatan infrastruktur serta menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

“Saya mengajak kita semua baik mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, mitra rumah sakit, pemerintah daerah dan masyarakat untuk bergandengan tangan. Mari kita jadikan Fakultas Kedokteran Unand bukan hanya tempat mencetak tenaga medis. Tetapi juga pusat inovasi, pengabdian dan inspirasi bagi bangsa,” ajaknya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd mengatakan Fakultas Kedokteran Unand terus memperkuat jejaring kerja sama dengan berbagai pihak baik di tingkat lokal, nasional dan internasional. Kerja sama ini mencakup rumah sakit pendidikan utama RSUP Dr. M. Djamil dan jejaring.

“Kerja sama dengan rumah sakit utama dan jejaring serta layanan kesehatan telah menjadi fondasi penting dalam proses pendidikan kedokteran. Rumah sakit-rumah sakit ini memberikan wahana klinis yang kaya dengan variasi kasus sehingga mahasiswa baik di tingkat sarjana, profesi, maupun spesialis dapat mengasah keterampilan serta meningkatkan kepercayaan diri,” ucap Dekan FK Unand ini.(*)

Penuh Haru dan Kehangatan, RSUP Dr. M. Djamil Lepas Tiga Pegawai Pensiun

Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti RSUP Dr. M. Djamil, Senin (8/9). Bertempat di shelter lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, apel pagi itu terasa istimewa karena diisi dengan acara pelepasan tiga orang pensiunan pegawai. Mereka adalah dr. Ganti Agus (dokter umum), Lailan Sari (laboratorium), dan Revil Zandri (tim kerja penelitian).Sebagai bentuk penghargaan, mereka masing-masing menerima piagam ucapan terima kasih dan kenang-kenangan dari Korpri.

Piagam itu diserahkan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Dovy Djanas menyampaikan rasa terima kasihnya atas kontribusi yang tak terhingga. “Mereka telah mengabdikan diri di rumah sakit ini selama puluhan tahun, memberikan yang terbaik dari diri mereka untuk melayani masyarakat dan memajukan RSUP Dr. M. Djamil. Pengabdian mereka telah menjadi teladan bagi kita semua,” ujar Dovy.

Dalam apel pagi yang dipimpin oleh Ketua Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B (K) Onk, M.Kes itu dihadiri Manajer, Asisten Manajer, Staf tim kerja, Ketua, Sekretaris serta Angota Komite, Ketua KSM, Kepala, Wakil dan jajaran Instalasi, MPP serta Kepala dan jajaran SPI.Pelepasan pensiunan ini bukanlah akhir dari hubungan, melainkan sebuah babak baru.

Dovy berharap agar silaturahmi tetap terjalin dan pengalaman yang telah mereka miliki dapat terus dibagikan. “Kami juga mendoakan agar para pensiunan dapat menikmati masa pensiun mereka dengan penuh kebahagiaan dan kesehatan bersama keluarga,” harapnya.

Acara pelepasan pensiunan ini, sebutnya, sebagai bentuk penghargaan institusi kepada para pegawainya yang telah purna bakti. “Ini juga menjadi pengingat bagi seluruh karyawan yang hadir bahwa setiap pengabdian akan selalu dihargai,” tukas Dirut. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil: Dokter Masa Depan Adalah Pemimpin Pelayanan Primer Berkarakter

Dokter masa depan bukan hanya sekadar seorang klinisi yang bekerja di ruang praktik atau rumah sakit. Dokter masa depan adalah sosok pemimpin kesehatan yang berorientasi pada pelayanan primer, berbasis kolaborasi lintas sektor, menguasai teknologi dan sains terkini dan menjunjung etika, humanisme, dan empati.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat Halfday Symposium “Dokter Masa Depan: Pilar Pelayanan Primer dalam Supervisi Kolaboratif” di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Minggu (7/9). Symposium dalam rangka Lustrum XIV Fakultas Kedokteran Universitas Andalas ini diadakan secara hybrid.

“Tantangan dokter masa depan semakin kompleks. Yakni beban penyakit ganda (double burden disease), transisi demografi dan epidemiologi, serta kesenjangan akses layanan di berbagai wilayah. Di sinilah pelayanan primer menjadi benteng utama dalam menjaga kesehatan masyarakat,” sebutnya.

Turut hadir Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, Ketua IKA FK Unand Prof. Dr. dr. Delfitri Munir, Sp.THT-BKL (K), Ketua Pelaksana dr. Ade Nofendra, Sp.A, Subsp. HO (K), pemateri dan peserta halfday symposium yang hadir secara hybrid.

Pelayanan primer, tegasnya, bukan sekadar pintu masuk sistem kesehatan. Ia adalah fondasi. Jika pelayanan primer kuat, maka sistem kesehatan akan kokoh. Namun, jika pelayanan primer rapuh, maka seluruh sistem akan goyah.

“Di Indonesia, tantangan pelayanan primer masih besar. Keterbatasan tenaga medis, disparitas wilayah, hingga beban kerja yang tidak seimbang. Untuk itu, dibutuhkan dokter masa depan yang mampu memimpin pelayanan primer dengan visi yang luas, sekaligus keterampilan praktis yang kuat. Dalam konteks ini, supervisi kolaboratif hadir sebagai jawaban,” tutur Dovy.

Dirut menegaskan sebagai rumah sakit pendidikan utama, RSUP Dr. M. Djamil memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk dokter masa depan. Rumah sakit tidak hanya menjadi tempat praktik klinis, tetapi juga bagian dari ekosistem pembelajaran kolaboratif. “Melalui bimbingan, supervisi, dan pendampingan, kami berusaha mencetak dokter yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, empati, dan kemampuan kepemimpinan,” ucapnya.

Kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, sebutnya, adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah. “Bersama-sama, kita telah melahirkan ribuan dokter yang berkiprah di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri. Momentum Lustrum XIV ini adalah kesempatan untuk merenungkan kembali: bagaimana kita menyiapkan generasi dokter yang lebih siap menghadapi tantangan global, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai luhur bangsa,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Dirut memaparkan profil dan rencana pengembangan ke depan RSUP Dr. M. Djamil. Ini menunjukkan komitmen rumah sakit dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd mengatakan pentingnya dokter masa depan yang tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan transformasi sistem kesehatan yang sedang digencarkan oleh pemerintah. “Saat ini, kita berada di tengah era transformasi kesehatan. Dokter sebagai pilar utama harus siap menjadi agen perubahan, khususnya dalam memperkuat pelayanan primer,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan pelayanan primer memerlukan pendekatan supervisi kolaboratif, di mana dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya bekerja sama secara sinergis. Model kolaborasi ini, menurutnya, dapat meningkatkan efisiensi, akurasi diagnosis, dan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. “Simposium ini menjadi wadah strategis untuk mendiskusikan bagaimana model kolaborasi ini dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil dan Prodia Bahas Penanganan Batu Ginjal di Webinar Ilmiah

Penyakit batu ginjal atau urolithiasis merupakan salah satu masalah kesehatan dengan angka kejadian yang cukup tinggi di Indonesia, bahkan menduduki urutan kedua setelah infeksi saluran kemih dalam kasus urologi. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kualitas hidup pasien, tetapi juga menimbulkan beban ekonomi dan sosial yang cukup besar.

“Kita mengetahui bersama bahwa faktor risiko batu ginjal  beragam, mulai dari pola konsumsi, gaya hidup, hingga faktor genetik. Di era modern seperti saat ini, kecenderungan pola makan tinggi garam, rendah cairan, serta minim aktivitas fisik membuat insidensi penyakit ini semakin meningkat. Jika tidak ditangani secara tepat dan cepat, batu ginjal dapat berkembang menjadi komplikasi serius, merusak fungsi ginjal, hingga berujung pada gagal ginjal,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat opening speech saat Webinar Kidney Stone: Update Diagnosis and Management, Sabtu (6/9).

Webinar ini terselenggara berkat kerja sama RSUP Dr. M. Djamil dengan PT Prodia Widyahusada Tbk. Menghadirkan narasumber yakni Dr. dr. Harnavi Harun, Sp.PD, KGH membahas tentang Kidney Stone as Metabolic Disease: Pathophysiology, Evaluation, and Recurrence Prevention, Dr. dr. Alvarino, Sp.B, Sp.U membahas tentang Batu Saluran Kemih: Update Diagnosis and Management, dan Benna Zaira, S.Si, M.Farm. Klin membahas tentang Laboratory Aspect of Kidney Stone Analysis In Prodia. Webinar ini dimoderatori dr. Luki Ertandri, Sp.U. Turut juga dihadiri manajemen PT Prodia Widyahusada Tbk dan Branch Manager Prodia Padang Dody Rahman.

Oleh sebab itu, tegas Dirut, pengetahuan terkini tentang diagnosis dan manajemen penyakit batu ginjal sangatlah penting. Perkembangan teknologi diagnostik, termasuk peran laboratorium klinik, pencitraan medis, hingga penatalaksanaan minimal invasif, memberikan harapan baru bagi pasien. “Webinar ini hadir untuk menyatukan pemahaman kita, memperbarui wawasan, sekaligus menjadi forum diskusi interaktif antara praktisi, akademisi, dan penyedia layanan kesehatan,” tuturnya.

Ia menekankan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif. “Namun kami menyadari bahwa pelayanan kesehatan yang paripurna tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan jejaring, sinergi, dan kolaborasi lintas sektor. Dalam hal inilah kerja sama antara RSUP Dr. M. Djamil dengan PT Prodia menjadi sangat berarti,” ungkapnya.

Kerja sama ini, sebutnya, bukan hanya terbatas pada penyelenggaraan webinar. Tetapi juga diharapkan berkembang menjadi kemitraan yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan layanan kesehatan. “Dengan berbagi peran dan sumber daya, kita dapat menghadirkan inovasi dan solusi yang lebih tepat bagi masyarakat,” harap Dovy.

Ia juga ingin mengatakan kegiatan ilmiah seperti ini bukan hanya sekadar forum akademis, tetapi juga momentum untuk meneguhkan komitmen dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan. “Dengan adanya update ilmu pengetahuan dan praktik klinis terkini, kita dapat lebih percaya diri dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, efektif, dan berbasis bukti ilmiah,” tukas Dovy. (*)

Tingkatkan Kesadaran Gaya Hidup Sehat, Dirut RSUP M. Djamil Hadiri FK Unand Fun Walk

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, turut menghadiri acara FK Unand Fun Walk yang diselenggarakan dalam rangka Lustrum XIV Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) di Fakultas Kedokteran Kampus Limau Manis. Acara ini berlangsung meriah pada Sabtu (6/9) dan dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk civitas akademika dan alumni.

Fun Walk ini secara resmi dilepas oleh Rektor Unand, Efa Yonnedi, Ph.D, bersama dengan Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dan Direktur Utama RS Unand, Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp. BTKV, Subsp. VE (K), FIATCVS. Dengan rute yang mengitari area kampus, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Dovy Djanas menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan acara ini. “Kami  gembira dapat menjadi bagian dari perayaan Lustrum XIV FK Unand ini. Kegiatan seperti ini positif karena tidak hanya menumbuhkan kebersamaan, tetapi juga mengingatkan kita semua akan pentingnya kesehatan. Sinergi antara RSUP Dr. M. Djamil dan FK Unand sudah terjalin erat, dan melalui acara ini, kami berharap kerja sama di masa depan bisa semakin ditingkatkan, baik dalam hal pendidikan, penelitian, maupun pelayanan kesehatan,” ujar Dovy.

Sebagai rumah sakit pendidikan, RSUP Dr. M. Djamil memiliki peran dalam mendukung proses belajar-mengajar bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Unand, terutama dalam program koasistensi dan residensi. “Kehadiran saya dalam acara ini menegaskan komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berkontribusi dalam melahirkan dokter-dokter berkualitas yang siap melayani masyarakat,” tegasnya.

Acara Fun Walk ini juga dibarengi dengan penanaman pohon. Rektor Unand, Efa Yonnedi, Ph.D, bersama dengan Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd dan didampingi Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dan civitas akademika FK Unand menanam pohon rambutan. Ini sebagai simbol komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Rektor Unand Efa Yonnedi , Ph.D menekankan perayaan Lustrum XIV bukan hanya sekadar acara seremonial. Tetapi juga momentum untuk merefleksikan kembali peran strategis FK Unand bagi kemajuan kesehatan di Sumatera Barat dan Indonesia.

“Fakultas Kedokteran Unand memiliki peran yang sangat vital. Kita tidak hanya melahirkan dokter-dokter profesional, tetapi juga menjadi pionir dalam penelitian dan inovasi kesehatan. Melalui Lustrum XIV ini, saya berharap FK Unand dapat terus berbenah diri, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tukas Rektor. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Apresiasi Turnamen Mini Soccer Piala Panglima TNI sebagai Sarana Peningkatan Kesehatan

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menghadiri pembukaan Turnamen Mini Soccer Piala Panglima TNI 2025 tingkat Sumatera Barat di Dobi Sports Hub, Kota Padang, pada Rabu (3/9/2025). Turnamen yang diikuti oleh 32 tim ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI.

Acara pembukaan ditandai dengan tendangan pertama yang dilakukan oleh Komandan Korem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Mahfud. Dalam sambutannya, Brigjen Mahfud menekankan  peringatan HUT TNI bukan sekadar ajang untuk refleksi atas pengabdian panjang TNI, melainkan juga momentum untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kemenangan bukanlah segalanya. Yang utama adalah semangat juang, kerja keras, dan sportivitas. Jadikan turnamen ini sebagai wadah mempererat persaudaraan dan silaturahmi, sekaligus menggali potensi muda yang kelak bisa menjadi kebanggaan bangsa,” ujar Mahfud.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, menyambut baik inisiatif penyelenggaraan turnamen ini sebagai sarana untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui olahraga. “Kami mengapresiasi inisiatif TNI dalam menggelar turnamen ini. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan olahraga seperti ini penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Kami di RSUP Dr. M. Djamil selalu mendukung upaya-upaya preventif dalam bidang kesehatan, dan salah satunya adalah melalui kegiatan olahraga yang terorganisir,” ungkap Dovy.

Dovy juga menambahkan olahraga memiliki peran penting dalam membangun karakter, seperti kedisiplinan, kerja sama tim, dan semangat pantang menyerah. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai yang juga dijunjung tinggi di lingkungan pelayanan kesehatan. “Turnamen ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan manfaat positif bagi seluruh pihak yang terlibat,” tukasnya.(*)

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Dorong RSUP Dr. M. Djamil Jadi Rumah Sakit Tangguh Bencana

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan penting dari Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin, Rabu (3/9). Kunjungan ini berfokus pada pembahasan tentang “Safe Hospital”, sebuah konsep yang bertujuan untuk memastikan rumah sakit siap menghadapi berbagai bentuk bencana.

Kedatangannya disambut oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua di Ruang Rapat Direksi. Turut didampingi Direktur Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen. Dan dihadiri juga Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, MPH dan Direktur RSUD M Natsir Solok dr. Elvi Fitraneti, Sp.PD. FINASIM.

Agus Jamaludin menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan yang ditunjuk untuk menangani keamanan rumah sakit dari bencana. Kapasitas mereka harus terus ditingkatkan sesuai dengan pedoman penanggulangan kebencanaan yang berlaku.

“Seluruh tenaga medis maupun non-medis penting melakukan latihan rutin. Gunanya untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas dalam penanganan bencana harus terus diasah dari waktu ke waktu. Tanpa latihan, kita pasti banyak terlupakan. Oleh karena itu, kami mendorong agar semua pihak, baik individu maupun tim, dapat mendaftar sebagai Tenaga Cadangan Kesehatan Emergency Medical Team (TCK EMT),” ajaknya.

Selain itu, Agus Jamaluddin juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kekompakan lintas sektor. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan berbagai pihak. “Ketika bencana terjadi, tidak bisa ditangani secara parsial. Kita harus berkolaborasi dengan lintas sektor, baik dengan dinas kesehatan sebagai pemangku kesehatan di satu daerah, rumah sakit, Balai Kekarantinaan Kesehatan, Poltekkes Kemenkes, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan lainnya,” ucapnya.

Ia menyampaikan harapannya agar seluruh kekuatan yang ada di wilayah ini, khususnya di RSUP Dr. M. Djamil, dapat bersatu menjadi sebuah kesatuan dan kekuatan yang solid dalam menghadapi kesiapsiagaan bencana. “Dengan adanya sinergi dan kolaborasi yang kuat, RSUP Dr. M. Djamil dapat menjadi contoh “safe hospital” yang siap dan tanggap dalam menghadapi segala situasi krisis,” harapnya.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan komitmen penuh RSUP Dr. M. Djamil untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana. Kunjungan ini menjadi motivasi bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam menghadapi potensi bencana, terutama mengingat posisi geografis Sumatra Barat yang rawan bencana alam.

“RSUP Dr. M. Djamil menyambut baik arahan dan masukan dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan dan siap menjalin kolaborasi erat dengan berbagai pihak terkait demi terciptanya sistem penanggulangan bencana yang terpadu dan efektif,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin didampingi Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, jajaran direksi dan manajemen meninjau lapangan plang evakuasi dan titik kumpul di eks tanah PJKA. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45