RSUP Dr M Djamil-Harrison AI Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Penelitian Klinik

RSUP Dr M Djamil-Harrison AI Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Penelitian Klinik

RSUP Dr M Djamil terus mengokohkan diri sebagai rumah sakit pendidikan dan penelitian di Indonesia. Teranyar, RSUP Dr M Djamil bersama dua rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan menandatangani perjanjian kerja sama penelitian klinik dengan Harrison AI Pty Ltd/Annalise-AI Ltd perusahaan teknologi pelayanan kesehatan dari Australia di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin (23/12).
Penandatanganan kerja sama secara daring itu dilakukan oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Selain RSUP Dr M Djamil, dua rumah sakit vertikal lainnya menandatangani perjanjian kerja sama yakni RS Kanker Dharmais Jakarta dan RS Pusat Otak Nasional Prof Dr dr Mahar Mardjono Jakarta.
Disaksikan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dr. Azhar Jaya, SH SKM, MARS dan Dirjen Farmalkes Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt. MPharm. MARS, serta Direktur Layanan Operasional RSUP Dr M Djamil drg. Ade Palupi Muchtar, MARS.
Dalam kerja sama itu, dua kegiatan penelitian klinik dilakukan di RSUP Dr M Djamil. Pertama, berjudul A Retrospective, Multi-site Investigation of the Standalone Performance of Artificial Intelligence Computer Aided Detection Tool/s for Interpretation of Chest X-Ray in an Indonesian Population (OPT-CLI-145) dengan peneliti utama dr. Dina Arfiani Rusdji, Sp.Rad dan dr. Tuti Handayani, Sp.Rad Subsp.TR(K).
Penelitian kedua berjudul A Retrospective, Multi-site Investigation of the Standalone Performance of Artificial Intelligence Computer Aided Detection Tool/s for the Interpretation of Non-contrast Computed Tomography of the Brain and Identification of Findings Associated with Stroke in an Indonesian Population (OPT-CLI-146) dengan peneliti utama dr. Dina Arfiani Rusdji, Sp.Rad dan dr. Tuti Handayani, Sp.Rad Subsp.TR(K).
Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua usai penandatanganan perjanjian kerja sama mengatakan pihaknya merasa terhormat dan bangga dipilih manjadi site penelitian terkait teknologi AI untuk Radiologi/Chest X-Ray dan CT Brain yang dipercaya oleh Kementerian Kesehatan.
“Penelitiannya ini retrospektif. Insya Allah 2-3 bulan ke depan sudah bisa selesai. Dan ini akan dibandingkan sensitivitas dan spesifisitas antara ekspertis oleh radiolog dengan pemanfaatan teknologi AI. Apalagi pada layanan-layanan kesehatan yang belum punya dokter radiologi. Bahkan di beberapa negara di dunia teknologi AI ini sudah diterapkan,” tutur Dovy.
Ia menyebutkan saat ini di Indonesia, kebutuhan sumber daya manusia dokter radiologi belum tercukupi sampai saat ini. “Mudah-mudahan ini menjadi solusi terhadap permasalahan yang ada. Dan tentu kita tunggu hasil dari penelitian klinis ini,” ucap Dovy.
Dovy berharap mudah-mudahan penelitian ini bisa mendorong semangat RSUP Dr M Djamil, menjadi salah satu rumah sakit pendidikan di luar pulau Jawa yang aktif dalam penelitian klinis. “Tentunya ini akan berdampak terhadap peningkatan layanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat,” tukas dokter spesialis Fetomaternal ini. (*)

RSUP Dr M Djamil-RSUD Dumai Jajaki Kerja Sama Referal Pelayanan Jantung

RSUP Dr M Djamil menerima kunjungan tim Dewan Pengawas RSUD Dumai dr Abdullah Qayyum MM SpKKLP di Ruang Rapat Direksi, Senin (23/12). Kunjungan ini dalam rangka penjajakan kerja sama dengan RSUP Dr M Djamil untuk referal pelayanan penyakit jantung.

Kedatangan tim Dewan Pengawas RSUD Dumai itu disambut oleh Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K). Turut mendampingi Manajer Pelayanan Medik dr Nirza Warto SpTHT KL (K) dan Ketua KSM Kardiovaskuler dr Hauda El Rasyid SpJP (K) dan staf Kardiovaskuler.

“Penyakit jantung merupakan penyakit katastropik di Indonesia. Tentu turunannya katastropik di Sumatera Barat dan katastropik di Dumai,” kata Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K).

Ia mengatakan ada tiga komponen mengatasi katastropik. Yaitu perlu pengadaan alat, pengadaan rumah sakit dan pengadaan sumber daya manusia. Ternyata dua komponen yakni alat dan rumah sakit itu cepat terealisasi.

Misalnya Cath Lab sudah hampir mencapai 250 unit. Rumah sakit sudah bertambah sembilan rumah sakit baru.”Sementara sumber daya manusia yang belum berubah,” ucapnya.

Melihat kondisi demikian, tutur Dr dr Bestari, RSUD Dumai melakukan penjajakan kerja sama referal pelayanan jantung dengan RSUP Dr M Djamil. Dan Ia mengharapkan penjajakan kerja sama itu agar segera diproses. Supaya tata laksana pelayanan jantung dapat segera dilaksanakan.

“Sebab dari sekitar 2 juta penduduk Dumai, mungkin setiap hari ada sekitar 3 sampai 4 Cath Lab yang harus dilakukan. Sekarang rendah karena belum bisa dioperasionalkan,” tuturnya.

Tim Dewan Pengawas RSUD Dumai dr Abdullah Qayyum MM SpKKLP mengatakan RSUD Dumai telah menginstalasi Cath Lab sejak tiga tahun lalu. Sehingga menjadi pertanyaan bagi stakeholder. Dimana alat sudah diinstal tapi belum juga dioperasionalkan. “Ini secara tersendiri menjadi beban bagi rumah sakit,” ucapnya.

Atas kondisi demikian, sebutnya, atas kesepakatan bersama maka pihaknya mengajukan permohonan ke RSUP Dr M Djamil. “Kami mengetahui RSUP Dr M Djamil adalah rumah sakit utama di Sumatera. Kelengkapan dan teknologi di sini, kami berharap rumah sakit ini membantu RSUD Dumai,” tuturnya.

Ia menekankan kedatangan pihaknya ke RSUP Dr M Djamil ini untuk menjajaki kerja sama agar pasien-pasien referal di RSUD Dumai dapat terlayani. Apalagi pasien jantung di Dumai tiap tahunnya mengalami peningkatan. “Diharapkan dengan adanya kerja sama ini nantinya dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di Dumai hendaknya,” harapnya.(*)

Pentingnya Khitan pada Anak Laki-laki

Khitan atau dalam istilah medis disebut dengan sirkumsisi, memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Maka dari itu, khitan sangat disarankan untuk dilakukan oleh pria, baik dari segi medis, bahkan agama.

“Khitan adalah pemotongan sebagian dari preputium (kulit yang menutupi penis) sehingga keseluruhan glans penis menjadi terlihat,” kata dokter spesialis urologi RSUP Dr M Djamil dr Peri Eriad Yunir SpU (K) di sela-sela Khitanan Massal yang diadakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr M Djamil, Minggu (22/12).

Tindakan ini, sebut dr Peri, biasa dilakukan pada usia anak-anak menjelang akil balig pada umat Islam. “Namun, kini, tak jarang juga orangtua yang mengajak anak laki-lakinya untuk dikhitan sejak usia balita, meskipun tanpa adanya indikasi medis,” sebutnya.

Ia menjelaskan sebagian besar khitan dilakukan bukan berdasar medis akan tapi lebih ke arah keagamaan, budaya dan adat istiadat. “Namun sebagian lagi dilakukan akibat indikasi medis. Dimana anak laki-laki itu terdiagnosa atau diketahui adanya infeksi kemih berulang,” tuturnya.

Ia mengatakan khitan ini memiliki sejumlah manfaat. Di antaranya dapat mengurangi risiko infeksi untuk jangka pendek. Sementara  jangka panjangnya mengurangi risiko terjadinya kanker penis.

“Salah satu faktor risiko kanker penis yaitu laki-laki tidak disunat. Dengan dilakukannya sirkumsisi atau khitan itu akan mencegah menderita kanker penis ketika dewasa,” sebutnya.

Ia menjelaskan banyak teknik dalam khitan ini. Di antaranya teknik sirkumsisi dan teknik klamp. “Di Urologi biasa melakukan teknik sirkumsisi. Teknik ini merupakan metode pemotongan untuk membuang prepusium atau kulit khitan yang menutupi kepala penis,” papar dr Peri.

Ia mengatakan orangtua maupun anak perlu melakukan perawatan setelah sunat supaya luka lekas sembuh. Beberapa cara merawat luka sunat agar cepat kering. Yakni, jaga luka tetap kering, gunakan celana yang nyaman, bersihkan luka sunat.

“Kemudian hindari aktivitas berat, minum obat sesuai anjuran dokter. Dan konsumsi makanan bergizi,” tukasnya. (*)

Puluhan Anak Ikuti Khitanan Massal, Kontribusi DWP M Djamil untuk RS dan Masyarakat

Khitan menjadi salah satu tuntunan agama Islam yang mengajarkan pentingnya kebersihan. Mengamini kaidah tersebut, Dharma Wanita Pusat (DWP) RSUP Dr M Djamil mengadakan khitanan massal yang dipusatkan di Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Minggu (22/12).

Kegiatan khitanan massal itu turut memeriahkan HUT ke-71 RSUP Dr M Djamil, HUT ke-25 Dharma Wanita Persatuan, Hari Ibu ke-96 dan HUT ke-70 Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI). Berkolaborasi dengan Pusat Pendidikan Dzikir Qalbu (PPDQ) yang diketuai Dr dr Etriyel MYH SpU (K) dan tim Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil diwakili Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) mengatakan khitanan massal ini hendaknya menjadi sebuah kegiatan yang berkelanjutan. “Ini menunjukkan kontribusi Dharma Wanita Persatuan baik untuk internal rumah sakit maupun masyarakat sekitar,” tuturnya.

Ia mengatakan mudah-mudahan kegiatan massal ini berkelanjutan pada tahun depan yang hendaknya juga diisi dengan penyuluhan transplantasi ginjal. “Ini untuk perkembangan program studi Urologi Fakultas Kedokteran Unand/RSUP Dr M Djamil tentunya,” tuturnya.

Bestari juga menekankan khitan itu penting bagi kesehatan. “Pasalnya, membuang bagian tubuh yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, dan bakteri yang dapat membahayakan kesehatan,” ujarnya.

Khitan itu, sebut Dr dr Bestari, hanya dalam bentuk syariatnya. Tentu sebenarnya adalah  bagaimana kita memulai kehidupan secara Islami. “Jadi kita harapkan selagi dikhitan oleh orang-orang dengan pengetahuan agama mumpuni dan kemudian kehidupan yang membaik. Diharapkan nanti pada tahun 2045, anak-anak yang dikhitan hari ini sudah berumur antara 20 sampai 26 tahun, itu masa emas yang kita harapkan,” ucap Dr dr Bestari.

Ia mengingatkan seluruh yang dikhitan dimulai dengan basmallah dan orang tua yang anaknya dikhitan agar didampingi dan dibacakan Al Fatihah selama proses berlangsung. “Supaya kita harapkan Indonesia Emas 2045 dimulai dari anak-anak yang dikhitan ini,” harapnya.

Ketua DWP RSUP Dr M Djamil Ny Winanda Dovy mengatakan khitanan massal ini tahun kedua diadakan DWP RSUP Dr M Djamil. Kegiatan ini salah satu program sosial yang telah diagendakan DWP. “Khitanan ini diikuti anak-anak hospitalia dan anak-anak masyarakat sekitar rumah sakit. Ini adalah bentuk bakti kami kepada hospitalia dan masyarakat sekitar,” ucap istri Direktur Utama RSUP Dr M Djamil ini.

Tidak hanya khitanan massal, sebut Winanda, DWP RSUP Dr M Djamil berkolaborasi dengan organisasi IIDI juga memperingati Hari Ibu. Pihaknya akan membagikan 100 hampers kepada ibu yang anaknya dikhitan. “Ini sebagai bentuk penghargaan kami atas perjuangan seorang ibu,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Ny Ernita Bestari mengatakan khitanan massal itu akan diikuti sekitar 48 anak hospitalia RSUP Dr M Djamil dan anak masyarakat sekitar. Anak yang dikhitan akan mendapatkan kain sarung, sajadah dan uang saku. “Dalam aksi sosial, kami berkolaborasi dengan tim PPDQ yang menurunkan 23 orang dan tim PPNI menurunkan 25 orang,” tukasnya.

Diketahui kegiatan khitanan massal ini dimeriahkan dengan perayaan Hari Ibu ke-96, penampilan anak penderita gagal ginjal, pembacaan puisi Ibu oleh pengurus IIDI Padang, pemutaran video ucapan Hari Ibu dari jajaran direksi dan hospitalia RSUP Dr M Djamil serta pelepasan pengurus DWP RSUP Dr M Djamil yang memasuki masa purna bakti.  (*)

Site Visit TB Anak, RSUP Dr M Djamil Terima Kunjungan Tim CHEETA Task Force

RSUP Dr M Djamil menerima kunjungan tim CHEETA Task Force di Ruang Rapat Direksi. Kedatangan tim ini dalam rangka kunjungan lapangan CHEETA untuk tuberkulosis anak.

Kedatangan tim CHEETA Task Force Nicole Montanez ini disambut oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua. Turut mendampingi Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K), Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unand/RSUP Dr M Djamil dan Dr dr Finny Fitry Yani SpA (K) serta Manajer Penelitian dan Pengembangan dr Zulda Musyarifah SpPA dan tim. 

“Pertemuan ini adalah kesempatan dan peluang bagi kita, bagaimana nanti RSUP Dr M Djamil bisa memberikan suatu opportunity dalam bidang penelitian,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat pertemuan di Ruang Rapat Direksi, Jumat (20/12).

Ia mengatakan tentunya nanti tim CHEETA Nicole Montanez bisa melihat kesiapan dari RSUP Dr M Djamil. Dan tim Clinical Research Unit (CRU) bisa memfasilitasi hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan untuk penelitian tersebut.

“Saya melihat RSUP Dr M Djamil mempunyai kapasitas yakni Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Dr dr Finny Fitry Yani SpA (K) dan tim  memberikan suatu kegiatan yang diperlukan. Karena kami memiliki expert atau ahli dalam bidang tuberkulosis ini,” ungkapnya.

Quick Win dari bapak Presiden RI, sebut Dovy, adalah fokus pada tuberkulosis. Dengan adanya program dari bapak Presiden ini, tentu ini menjadi suatu kegiatan yang bisa memberikan leading kepada RSUP Dr M Djamil.

“Dimana penelitian-penelitian terkait hal tersebut mulai muncul dari rumah sakit ini dan institusi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand). Ini akan memperkuat kita di dalam mengimplementasikan rumah sakit ini merupakan rumah sakit pendidikan utama,” tuturnya.

Ia menekankan di sinilah peran RSUP Dr M Djamil ini dalam mengembangkan penelitian-penelitian khususnya tuberkulosis. “Kami memberikan apresiasi kepada Dr dr Finny Fitry Yani SpA (K) dan tim yang sudah memulai ini. Dan InshaAllah kita akan mensupport kegiatan ini,” ucapnya.

Dovy menekankan ia berkeyakinan RSUP Dr M Djamil akan menjadi salah satu center rumah sakit pendidikan yang akan memberikan kontribusi khususnya pada penelitian tuberkulosis. Apalagi penyakit tuberkulosis ini menjadi permasalahan dan sangat penting dalam program bapak Presiden RI.

“Penyakit ini penyakit komunitas. Kita tidak bisa bicara pada mengobati, akan tetapi bagaimana preventif melalui edukasi dan kuratif. Tentunya ini akan menjadi kekuatan kita di dalam memberantas atau mengurangi penyakit tuberkulosis di Indonesia,” harap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unand/RSUP Dr M Djamil Dr dr Finny Fitry Yani SpA (K) menceritakan tertariknya dia bergabung dalam tim CHEETA Task Force itu dilandasi oleh banyak obat tuberkulosis ini dilakukan clinical trialnya di Afrika. Padahal Indonesia termasuk peringkat kedua dengan jumlah kasus tuberkulosis terbanyak kedua di dunia.

“Akhirnya saya ikut dan terlibat. Kita rapat setiap bulan atau dua bulan untuk mengembangkan beberapa protokol dan juga beberapa aktivitas. Bahkan kita punya sesi spesial conference di Paris tahun lalu untuk menyosialisasikan CHEETA ini,” tutur Finny yang juga terlibat dalam tim Cheeta Task Force ini.

Ia mengatakan kunjungan lapangan kali ini untuk pemilihan lokasi penelitian obat TB anak. “Semua fasilitas, tim dan kerja sama akan dinilai. Baru nantinya ditetapkan lokasi penelitian oleh CHEETA,” tukasnya. (*)

50 Pegawai Purna Bakti, Dirut M Djamil: Terima Kasih Atas Pengabdiannya

RSUP Dr M Djamil melakukan kegiatan pelepasan masa purna bakti TMT Januari 2024-Januari 2025 di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (20/12). Pada periode ini, RSUP Dr M Djamil melepas sebanyak 50 pegawai purna bakti.

Pelepasan purna bakti yang diwarnai suasana haru dan sarat makna tersebut ditandai dengan penyerahan piagam dan cenderamata oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Turut mendampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Ketua KORPRI RSUP Dr M Djamil yang juga Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K) serta pengurus KORPRI.

“Atas nama keluarga besar RSUP Dr M Djamil  dan sebagai Pembina KORPRI menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Ia mengatakan pegawai purna bakti adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang rumah sakit ini. Berkat kerja keras, ketulusan, dan komitmen, rumah sakit ini mampu tumbuh dan terus melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

“Namun, sebagai manusia biasa, kami sadar bahwa dalam perjalanan panjang ini, tentu ada hal-hal yang kurang berkenan, baik dalam ucapan, sikap, maupun kebijakan yang diambil,” sebut Dovy.

Ia mengatakan masa purnabakti ini adalah awal dari babak baru dalam kehidupan. “Kami berharap pegawai purna bakti tetap menjaga silaturahmi dengan keluarga besar RSUP Dr M Djamil Padang dan terus berkarya di tengah masyarakat,” ucap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ketua KORPRI RSUP Dr M Djamil dr Kino SpJP (K) mengatakan selaku Ketua KORPRI mengapresiasi dan penghargaan kepada pegawai purna bakti atas pengabdian diberikan selama ini. Karena ini merupakan bentuk dedikasi dan loyalitas sebagai abdi negara yang kita tuangkan dalam visi misi RSUP Dr M Djamil.

“Kegiatan pelepasan ini sebagai bentuk penghargaan kepada pegawai yang memasuki masa purna bakti,” sebutnya.

Ia mengatakan sebagaimana diketahui, KORPRI sebagai wadah bagi ASN, sebagai tempat kita bekerja, sebagai kita mengabdi.  “Kemudian sebagai wadah memperjuangkan kesejahteraan kita, wadah silaturahmi, wadah untuk membuat kegiatan yang bisa mendekatkan sesama anggota KORPRI,” tukasnya.(*)

Lusa, DWP RSUP Dr M Djamil Adakan Khitanan Massal

Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr M Djamil terus aktif mengadakan aksi sosial. Kali ini, organisasi istri ASN ini akan melaksanakan khitanan massal yang dipusatkan di Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Minggu (22/12).

Kegiatan khitanan massal yang dilaksanakan tersebut dalam rangka memeriahkan HUT ke-71 RSUP Dr M Djamil, HUT ke-25 Dharma Wanita Persatuan, Hari Ibu ke-96 dan HUT ke-70 Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI). Aksi sosial ini berkolaborasi dengan Pusat Pendidikan Dzikir Qalbu (PPDQ) yang diketuai Dr dr Etriyel MYH SpU (K) dan tim Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

“Khitanan massal ini tahun kedua diadakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr M Djamil. Kegiatan ini salah satu program sosial yang telah diagendakan DWP,” kata Ketua DWP RSUP Dr M Djamil Ny Winanda Dovy usai Wirid Mingguan di Masjid Asy Syifa, Jumat (20/12).

Ia mengatakan khitanan massal ini diadakan bertepatan dengan liburan sekolah. “Kami DWP RSUP Dr M Djamil memfasilitasi anak-anak hospitalia dan anak masyarakat sekitar untuk mengikuti khitanan massal ini,” tuturnya didampingi Ketua Pelaksana Khitanan Massal Ny Erniati Bestari dan Pengurus DWP Ny Susan Joko.

Aksi sosial ini, tegasnya, bukan hanya mengandung nilai medis, tetapi menumbuhkan empati dan gotong royong. “Kami berharap anak-anak yang dikhitan tumbuh menjadi generasi sehat dan kuat serta menjadi harapan bangsa,” harap Winanda.

Tidak hanya khitanan massal, sebut Winanda, DWP RSUP Dr M Djamil berkolaborasi dengan organisasi IIDI juga memperingati Hari Ibu. Pihaknya akan membagikan 100 hampers kepada ibu yang anaknya di khitan dan ibu yang anaknya menjalani rawatan di RSUP Dr M Djamil. “Ini sebagai bentuk penghargaan kami atas perjuangan seorang ibu,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Ny Ernita Bestari mengatakan khitanan massal itu akan diikuti sekitar 50 anak hospitalia RSUP Dr M Djamil dan anak masyarakat sekitar. Nantinya anak yang dikhitan akan mendapatkan kain sarung, sejadah dan uang saku. Dimana, untuk kain sarung merupakan donasi dari Koperasi Dharma Wanita RSUP Dr M Djamil, sajadah donasi dari IIDI dan uang saku dari BNI.

“Dalam aksi sosial, kami berkolaborasi dengan tim PPDQ yang akan menurunkan 23 orang dan pengabdian masyarakat tim PPNI menurunkan 25 orang,” tukasnya.(*)

Kajian Wirid Mingguan; Ingatkan jangan Lalai dengan Kemegahan Hingga Liang Kubur

Manusia banyak yang lalai karena kesibukannya saling berlomba meraih dunia. Ada yang rakus akan kedudukan atau kekuasaan. Ada juga saling menyombongkan diri dan berbangga dengan harta dan anaknya. Mereka barulah berhenti ketika sampai di liang lahat. Padahal semua nikmat kelak akan ditanya.

Hal tersebut disampaikan Ustad Martono SPdI MA saat tausiah Wirid Mingguan RSUP Dr M Djamil di Masjid Asy Syifa, Jumat (20/12). Pada kesempatan itu, Ia mengkaji tentang tadabbur Surat At-Takatsur ayat 1-8.

“Surat ini menjelaskan tentang orang-orang yang lalai dari beribadah kepada Allah. Padahal ibadah itulah tujuan diciptakannya manusia. Yang dimaksud di sini adalah beribadah kepada Allah semata dan meninggalkan ibadah kepada selain Allah, mengenal-Nya dan mendahulukan cinta Allah dari lainnya,” kata ustad Martono.

Turut dihadiri Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua, Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K). Ketua DWP Ny Winanda Dovy beserta pengurus, civitas hospitalia dan pensiunan.

Ia mengatakan isi kandungan surat At-Takatsur yakni pertama, surah At-Takatsur memberikan ancaman kepada setiap orang yang hanya hidup untuk kelezatan dan kesenangan duniawi semata. Kedua, orang yang senantiasa berlomba-lomba dalam kesenangan duniawi, ia bisa terlalaikan dari ibadah dan baru tersadar ketika kematian telah tiba.

Ketiga, pada hari kiamat nanti, orang-orang yang berlomba-lomba dalam kesenangan duniawi akan mengetahui akibatnya. Keempat, orang yang terlalaikan dari akhirat karena bermegahan di dunia, kelak akan menyaksikan neraka secara langsung karena menjadi penghuninya. “Kelima, setiap yang kita nikmati merupakan nikmat dari Allah yang kelak akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban,” tuturnya.

Sejumlah hikmah dari surat At-Takatsur, kata ustad Martono, yakni pertama, hal duniawi membuat manusia lengah hingga datang kematiannya. Kedua, peringatan Allah SWT atas persaingan bermegah-megah di dunia tidak akan membawa kepuasan, yang ada hanya tekanan.

“Ketiga, mereka yang terlena akan keduniaan, kelak di akhirat akan menyesal. Keempat, semua kenikmatan yang diberi oleh Allah akan diadili,” ucap Martono.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan wirid mingguan ini menjadi tempat silaturahmi bersama civitas hospitalia. “Melalui wirid mingguan ini kita dapat memperoleh pengetahuan sehingga bisa mengisi atau me-recharge pikiran kita kembali sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan,” harapnya.(*)

RSUP Dr M Djamil Jajaki Kerja Sama dengan Transnet

RSUP Dr M Djamil menerima kunjungan PT Marawa Transmisi Media atau Transnet di Ruang Rapat Direksi, Kamis (19/12/2024). Kunjungan tersebut dalam rangka penjajakan kerja sama layanan akses internet kecepatan tinggi dan manage service di rumah sakit.

“Kami menyambut baik kunjungan sekaligus pemaparan dari PT Marawa Transmisi Media. Memang kami berencana akan menata kembali jaringan yang ada di rumah sakit. Selama ini kami melihat hal ini belum terkoordinir dengan baik,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat memberikan sambutan secara virtual.

Turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Kepala Instalasi SIM RS Ibnu Putra dan tim, serta manajemen. Kemudian Direktur Utama PT Marawa Transmisi Media Darmawi.

Ia mengatakan RSUP Dr M Djamil membutuhkan layanan jaringan yang memang berguna dalam menunjang pekerjaan civitas hospitalia, termasuk dalam menunjang pelayanan di rumah sakit. “Nah ini yang tidak termonitor dengan baik,” sebutnya.

Terpenting, tegas Dovy, jaringan di rumah sakit itu harus dijaga. Keluhan masyarakat terhadap jaringan di rumah sakit selama ini harus diselesaikan dan ditata kembali. “Bagi kami ketersediaan maintenance yang bagus dan service yang bagus akan memberikan dampak yang baik pada pelayanan di rumah sakit ini,” tegas dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ia mengajak SIM RS untuk membuka diri dan berkonsep ke arah yang lebih baik serta maju. Tentunya berkolaborasi dengan berbagai pihak di Sumatera Barat. “Keberadaan RSUP Dr M Djamil sangat didukung oleh Pemprov Sumbar baik Gubernur maupun Wakil Gubernur Sumbar. Mari kita manfaatkan ini. Mari kita maju bersama. Sehingga nanti kita bisa membereskan permasalahan-permasalahan yang ada,” ucapnya.

Ditambahkan Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, kehadiran PT Marawa Transmisi Media bertujuan untuk menjajaki kerja sama layanan akses internet  kecepatan tinggi dan manage service. “Kami berharap dari manajemen RSUP Dr M Djamil bisa mencermati apa yang dipaparkan perusahaan ini. Mungkin mana yang bisa kita adopsi bahkan kalau cocok akan kita buat kerja sama selanjutnya,” tutur drg Ade.

Sementara itu, Direktur Utama PT Marawa Transmisi Media Darmawi saat pemaparan mengatakan PT Marawa Transmisi Media (Transnet) terbentuk pada Maret 2019. Ada pun lingkup pekerjaan perusahaan ini adalah internet provider, penyewaan infrastruktur jaringan dan manage services.  

“Perusahaan ini adalah perusahaan telekomunikasi lokal yang ada saat ini. Kelebihan Transnet ini dibanding yang lain adalah jasa internet dan manage service,” tutur Darmawi.

Manage service maksudnya, sebutnya, Transnet akan membenahi seluruh kebutuhan jasa internet di suatu tempat. “Mulai dari kecepatannya, kerusakannnya, yang penting pelanggan fokus saja dengan bisnis atau pekerjaannya, soal jaringan internet kita yang urus,” ucapnya.

Ia mengatakan berbagai perusahaan, perbankan, rumah sakit, dan pemerintahan telah menjalan kerja sama dengan Transnet. “Mudah-mudahan tahun depan akan terjalin kerja sama dengan RSUP Dr M Djamil,” harapnya. (*)

Begini Prosedur Hemodialisis di Unit Dialisis RSUP Dr M Djamil

Ginjal adalah organ yang bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi pembersihan darah dalam tubuh, sehingga perannya sangat penting. Tetapi, ginjal yang sudah rusak tidak bisa melakukan fungsinya dengan baik, dan salah satu penanganannya adalah menggunakan hemodialisis. Dengan begitu, tubuh tidak akan menimbun racun akibat kerusakan ginjal.

Hemodialisis adalah proses yang menggantikan fungsi kerja ginjal seseorang yang telah mengalami penurunan kerja ginjal. Atau definisi lainnya, hemodialisis adalah perawatan yang dibantu dengan mesin khusus untuk menggantikan ginjal yang rusak dalam melakukan penyaringan darah. Dengan kata lain, mesin ini merupakan ginjal artifisial; (ginjal buatan), yang mana memiliki fungsi sama dengan ginjal.

Pasien yang dilayani mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia yang berpotensi mengalami gagal ginjal kronik.

“Hemodialisis ini memakan waktu kurang lebih 2 sampai 4 atau 5 jam. Itu tergantung pada stadium ginjal pasien. Pertama kali pasien menjalani proses hemodialisis ini dengan berfrekuensi dua jam kemudian akan ditingkatkan waktunya seiring dengan frekuensi pasien ke berapa kali sampai maksimalnya 4 sampai 5 jam,” kata Perawat Unit Dialisis Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT) RSUP Dr M Djamil Vinna Nurlita AmdKep, Kamis (19/12/2024).

Prosedur yang dilakukan saat hemodialisis ini adalah pertama, pasien hemodialisa membersihkan akses pembuluh darah atau akses vaskular untuk memudahkan sirkulasi darah saat proses hemodialisis. Akses pasien itu berupa CDL (Catheter Double Lumen) adalah akses sementara yang digunakan untuk hemodialisis pada pasien yang membutuhkan cuci darah segera. “Berupa selang yang dipasang di bahu atau di lipat paha,” sebutnya.

Kemudian, sebutnya, ada AV Shunt atau Arterio-Venous shunt (AV Fistula/Cimino). Biasa dipasang di lengan atas atau bagian bawah atau kanan dan kiri. “Setelah dibersihkan dan kami pastikan kepatenan alat maka sudah bisa kami sambungkan dengan selang yang akan mengantarkan darah untuk di proses di mesin,” tutur Vina.

Ia mengatakan prosedur itu terjadi dalam kurun waktu semenit. “Darah pasien yang sudah bersih akan dikembalikan ke badan pasien. Itu yang akan berulang selama kurun waktu yang telah ditentukan oleh dokter,” ucapnya.

Sepanjang menjalani hemodialisis, sebut Vinna, pasien tetap bisa melakukan aktivitasnya. “Pasien bisa makan, pasien bisa minum, pasien bisa membaca, mendengarkan musik atau ibadah. Itu akan dijalani pasien sampai waktunya selesai,” tuturnya.

Tanda hemodialisis berhasil, sebutnya, salah satunya ketika pasien bisa merasakan tingkat energi yang lebih baik. “Pasien ini dapat melakukan aktivitas harian. Misalnya bisa menyetir dan melakukan kegiatan rutinitas di rumah. Itu salah satu tanda hemodialisis berhasil dilakukan,” ucap Vinna.

Ia menekankan proses hemodialisis itu sendiri dibutuhkan oleh pasien. “Kami di sini berusaha maksimal untuk memberikan layanan hemodialisis yang optimal agar pasien bisa mendapatkan kualitas hidupnya yang optimal,” tegasnya seraya menekankan hemodialisis ini dapat Anda lakukan di Unit Dialisis RSUP Dr M Djamil. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45