Cerita Bima Sakti Cleaning Service di RSUP Dr M Djamil

Cleaning service rumah sakit itu bukan pekerjaan sepele. Mereka tidak hanya bertanggung jawab akan kebersihan di rumah sakit. Mereka juga bisa mendapatkan pekerjaan di luar job desk.

Seperti yang terlihat di seluruh ruangan kantor, poliklinik, IGD, rawat inap, laboratorium, dan masjid RSUP Dr M Djamil, para cleaning service ini melaksanakan tugasnya dengan semangat yang tinggi, menjaga kebersihan rumah sakit. Mereka memastikan bahwa setiap sudut rumah sakit terlihat bersih.

Bima Sakti, 28, seorang cleaning service yang telah mengabdikan dirinya lebih kurang lima tahun untuk kebersihan RSUP Dr M Djamil. Dalam kesehariannya, ia bertugas di ruang rawat inap dengan pembagian tiga shift. Yakni shift pagi, siang dan malam.

“Hari ini saya kerja dapat giliran shift pagi sampai pukul 14.00,” kata Bima Sakti.

Bima–panggilan akrabnya mengatakan dalam melakoni pekerjaannya, keseharian dia bertugas membersihkan tempat sampah agar tidak terjadi kontaminasi. Menjamin kebersihan area wastafel, toilet, dan kamar mandi.

Kemudian menjaga kebersihan secara keseluruhan mulai dari area terbuka umum, tertutup terbatas, hingga ruang rawat inap pasien. Membersihkan udara dengan menjaga ventilasi yang bersih dan mengganti filter udara secara teratur.

“Selain itu, dia juga bertugas membuang sampah medis yang bisa berubah sisa-sisa bahan kimia, obat, benda tajam, atau atribut medis sekali pakai,” tuturnya.

Selain bertugas membersihkan arealnya, sebut Bima, sebagai cleaning service juga bersikap melayani dengan ramah, santun dan cekatan. “Setiap masuk ruangan pasien, kami hendaknya berkomunikasi dengan baik kepada pasien atau keluarga,” ucap Bima.

Pekerjaan mereka juga tak bisa didelegasikan ke siapa pun. Yang artinya, memaksa mereka selalu standby saat jam kerja. Dan tidak jarang mereka harus melakukan hal-hal yang di luar job desk.

“Pernah beberapa waktu lalu terjadi peristiwa percikan api akibat korsleting listrik di salah satu ruang rawat inap di tempat saya bertugas. Perawat di ruangan pun panik,” ucap Bima.

Menghadapi peristiwa itu, ia pun tidak turut panik. Dia bergegas ke luar ruangan mencari alat pemadam api ringan (APAR). “Dengan sigap, saya pun memadamkan percikan api dengan APAR. Percikan api pun padam dan situasi pun terkendali,” ungkap Bima.

Bima mengatakan pemahaman cara penggunaan APAR itu diperolehnya semasa pelatihan layanan orientasi informasi (LOI) ketika awal kerja di RSUP Dr M Djamil. “Selain bertugas bersih-bersih ruangan, cleaning service dan juga seluruh civitas hospitalia lainnya wajib memahami cara penggunaan APAR,” ucapnya.

Tidak hanya itu, tuturnya, saat pelatihan LOI dibekali pelatihan bantuan hidup dasar (BHD). “Kondisi gawat darurat bisa terjadi di mana saja. Bahkan di lorong rumah sakit yang belum tentu ada tenaga medis yang stand by sekalipun. Sehingga sangat mungkin seorang cleaning service seperti kami menemukan kejadian BHD saat bekerja,” ujarnya.

Kemudian, sebutnya, ia juga mendapatkan pelatihan untuk menangani tumpahan di rumah sakit. “Dengan pengetahuan dan keterampilan yang kami dapatkan, diperlukan untuk melaksanakan tugas dengan baik dan sesuai dengan standar rumah sakit,” harap Bima.

Sementara Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan Esa Surya Praja AMdKL mengatakan saat ini memang RSUP Dr Djamil memberikan layanan orientasi informasi (LOI) untuk pegawai baru termasuk cleaning service baru sebagai mitra rumah sakit. Merupakan salah satu pelatihan yang wajib diikuti bertujuan agar pelayanan diberikan sesuai standar dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.

“Kepada pegawai baru maupun mitra RSUP Dr M Djamil terutama cleaning service saat mengikuti LOI dibekali pemahaman cara penggunaan APAR, pelatihan bantuan hidup dasar dan penanganan tumpahan B3 di RSUP Dr M Djamil. Ini semua dilakukan demi kenyamanan dan tingkat kepercayaan pasien terhadap RSUP Dr M Djamil,” tukas Esa. (*)

Pentingnya USG Torak Tegakkan Diagnosa Kanker Paru

RSUP Dr M Djamil telah menghadirkan layanan USG Torak di Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT). USG Torak merupakan metode non-invasif yang cepat dan telah menjadi bagian dari jalur diagnostik kanker paru.

Diketahui, kanker paru menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia. Penyakit ini menjadi penyebab utama kematian akibat kanker.

“Di ruangan IDT ini, kami dari onkologi torak melakukan tindakan yang dinamakan USG torak untuk mengguiding melakukan tindakan untuk pemeriksaan dari kanker paru dan tumor mediastinum,” kata dokter spesialis paru onkologi RSUP Dr M Djamil dr Sabrina Ermayanti SpP Onkologi (K) di Instalasi Diagnostik Terpadu RSUP Dr M Djamil, Jumat (13/12).

Ia mengatakan kita tahu bahwa kanker paru itu sulit untuk didiagnostik. Karena kanker paru adalah salah satu jenis penyakit kanker yang tumbuh di dalam paru di dalam rongga dada sehingga sulit untuk pengambilan sampelnya.

“Kita berusaha bagaimana mengambil dan mendapatkan sampel sehingga dokter patologi anatomi mendapatkan hasil yang lebih baik,” tuturnya didampingi dokter spesialis patologi anatomi dr Yessy Setiawati M Biomed SpPA.

Dengan mengguiding dengan USG torak, sebutnya, kita berharap tumor yang kita ambil itu bisa kita ambil setepatnya sehingga dapat mengambil sampel yang maksimal. “Cara pengambilannya, selain kita lihat dengan USG. Kemudian kita tandai daerah mana yang kita ambil. Kemudian kita ambil bisa dengan needle aspirasi, jarum halus TTNA, dan core biopsi atau TTB,” tuturnya.

Dari sampel yang kita ambil itu nanti sesuai dengan marker yang sudah kita tandai dengan USG kemudian kita serahkan langsung ke dokter patologi anatomi. “Selanjutnya dilakukan tindakan ROSE (Rapid on-site evaluation),” ungkap dr Sabrina.

Dokter spesialis patologi anatomi dr Yessy Setiawati SpPA menambahkan tindakan ROSE ini sangat membantu bagi kami untuk menentukan secara tepat apakah satu tumor itu ganas atau jinak. “Di IDT ini kita sudah bisa menentukan apakah ini tumor jinak atau tumor ganas. Sehingga dokter paru onkologi bisa menentukan tindakan berikutnya,” sebutnya.

Tindakan ROSE sangat membantu bagi pasien yang ada di RSUP Dr M Djamil. “Dan Alhamdulillah ini dapat berjalan karena dukungan dari bagian paru onkologi terhadap patologi anatomi,” ucap dr Yessy.

Jadi, tutur dr Sabrina, kalau sudah dari ROSEnya dapat sampel yang adikuat berarti kita dapat melanjutkan. Berarti posisi yang kita ambil sudah benar, selnya sudah dapat. “Apakah kita lanjutkan dengan core biopsi sehingga kita dapat sampel yang lebih besar. Dengan demikian diagnosis akan lebih dapat ditegakkan dengan pasti,” tuturnya.

Ia berharap mudah-mudahan tindakan yang kita lakukan dengan hati-hati ini dan edukasi yang kita berikan, bapak ibu yang mau dilakukan tindakan diagnostik untuk kanker paru tidak mendapatkan informasi yang salah. Sehingga tidak mau dilakukan tindakan.

“Banyak yang kita dengar, setiap kita mau edukasi melakukan tindakan terjadi penolakan. Pasalnya mereka lebih banyak mendapatkan informasi dampak negatifnya. Padahal tujuannya adalah supaya dapat jenis selnya, dan supaya kita tahu obat yang tepat untuk penyakit bapak ibu,” tukasnya. (*)

RSUP Dr M Djamil Jalani Rekredensial BPJS Kesehatan

RSUP Dr M Djamil menerima visitasi BPJS Kesehatan dalam rangka rekredensial (Uji Kelayakan) pada Senin (16/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya RSUP Dr M Djamil untuk menjaga kualitas layanan kesehatan dan memastikan fasilitas yang disediakan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan.

Dalam sambutannya, Plh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) mengatakan rekredensial BPJS Kesehatan adalah proses evaluasi ulang sebelum melanjutkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan pada tahun mendatang, terhadap persyaratan kerja sama. Meliputi sumber daya manusia (SDM), kelengkapan sarana dan prasarana, serta lingkup dan komitmen pelayanan untuk memastikan bahwa pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN-KIS sudah sesuai standar pelayanan.

“RSUP Dr M Djamil adalah rumah sakit rujukan wilayah Sumatera Bagian Tengah dan rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan. Sehingga rekredensial ini adalah wujud komitmen kita semua untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik berbasis profesional, teknologi dan standar keselamatan pasien yang tinggi,” kata Direktur Medik dan Keperawatan ini.

Pada kesempatan itu, Dr dr Bestari memaparkan profil RSUP Dr M Djamil. Dilanjutkan pemutaran video hospital tour, pemaparan pelayanan informasi penanganan pengaduan dan pemaparan pengamanan.

Turut mendampingi Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, dan manajemen. Tim BPJS Kesehatan yang turut dihadiri Kepala Bagian Fasyankes BPJS Kesehatan Padang Ehrlich Von Dantes, Staf Kerja Sama Nanda Putri Warizki dan Irvan Tonius, perwakilan PERSI drg Busril MPH dan perwakilan Dinas Kesehatan Kota Padang.

Ia mengharapkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan makin lama makin baik hendaknya. “Mudah-mudahan hendaknya kerja sama antara RSUP Dr M Djamil dengan BPJS Kesehatan segera diperpanjang. Apapun itu tentu kita berharap adalah layanan untuk masyarakat Sumatera Barat khususnya Sumatera Bagian Tengah yang suda berkunjung ke rumah sakit ini,” ucapnya.

Kepala Bagian Fasyankes BPJS Kesehatan Padang Ehrlich Von Dantes mengatakan rekredensialing merupakan penilaian kembali terhadap fasilitas kesehatan yang menjadi mitra BPJS Kesehatan dengan tujuan memperoleh fasilitas kesehatan berkomitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan secara efiktif, efisien, dan terbaik kepada peserta JKN-KIS.

Dalam pelaksanaannya, sebutnya, diketahui bahwa proses rekredensialing ini merupakan rangkaian kegiatan syarat yang harus dilakukan sebagai syarat perpanjangan kerja sama dengan BPJS Kesehatan selaku penyelenggara Program JKN-KIS.

“Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kerja sama BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan yang tidak memenuhi standar mutu layanan. Kita selaku penyelenggara Program JKN-KIS berkewajiban untuk memastikan bahwa peserta JKN-KIS mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas,” kata Ehrlich.

Tim ini pun kemudian melanjutkan dengan telusur lapangan ke Intensive Care Unit, Hemodialisa, Kemoterapi, ruangan kelas rawat inap standar (Kris), ruangan isolasi, ruangan PICU dan Instalasi Farmasi. (*)

Dampak Screen Time terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja

Penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu hal yang kerap dilakukan baik oleh orang tua maupun anak serta remaja. Berbagai manfaat dari penggunaan gadget sudah dirasakan oleh banyak orang. Namun, penggunaan gadget yang tidak dibatasi dengan aturan juga meningkatkan risiko dampak buruk pada penggunanya, salah satunya remaja.

“Screen time yang berlebihan bisa berdampak bagi kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Sementara pada remaja, screen time yang tidak diatur dan dibatasi bisa berdampak pada tumbuh kembang dan kemampuan sosialnya,” kata dokter spesialis anak RSUP Dr M Djamil dr Asrawati M Biomed SpA (K) Subsp TKPS FISQua CIIQA saat pengabdian kepada masyarakat dalam rangka HUT ke-60 Departemen-KSM Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unand/RSUP Dr M Djamil di Car Free Day, Minggu (15/12).

Diketahui, screen time adalah waktu yang digunakan untuk menatap layar elektronik, baik itu televisi, komputer, ponsel pintar, tablet digital hingga permainan video. Sedangkan Kementerian Kesehatan mendefinisikan screen time sebagai waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi, menggunakan komputer, bermain video game, dan gawai.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumbar ini mengatakan terlalu banyak bermain gadget membuat pertumbuhan dan perkembangan remaja terganggu. “Aktivitas fisik yang minim serta kelebihan asupan dari makanan saat screen time, menyebabkan remaja berisiko mengalami penumpukan energi berlebih di tubuh dalam bentuk lemak. Kondisi demikian bisa menyebabkan terjadinya obesitas,” sebutnya.

Ia mengatakan screen time berlebihan pada remaja menyebabkan terjadinya gangguan tidur. “Ini justru lebih berbahaya lagi. Karena related dengan pertumbuhan pada remaja itu terjadi pada tengah malam. Maka itu akan rugi karena pertumbuhan mereka menjadi terhambat,” ucap dr Asrawati.

Untuk perkembangannya, sebut dr Asrawati, terlalu banyak bermain gadget dapat membuat para remaja kesulitan untuk bersosialisasi. “Bermain gadget dalam waktu yang cukup lama membuat anak berdiam diri pada satu tempat dan menyebabkan anak kurang kontak langsung dengan teman-teman sebayanya atau orang lain. Kondisi ini yang menyebabkan anak merasa tidak nyaman ketika berada di lingkungan baru,” ungkapnya.

Ia mengatakan remaja yang terlalu sering terpapar screen time mungkin mengalami kesulitan dalam mempertahankan perhatian mereka. “Ini dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk berkonsentrasi dan belajar dengan efektif. Sehingga berpengaruh pada nilai akademik mereka,” sebutnya.

Selanjutnya, sebutnya, remaja sering marah dan bisa mengalami gangguan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Dan faktor risiko juga untuk autis. “Mereka kurang interaksi sosial dan berkomunikasi sosial,” tuturnya.

Ia menekankan pada masa perkembangan remaja adalah mencari identitas diri. Dan memang secara biologis, peningkatan hormonal steroidnya juga menyebabkan dia bisa tumbuh dengan cepat.

“Untuk mengatasinya tentu kita mengawal pada remaja untuk membatasi screen time sehari-hari. Maksimalnya di atas 6 tahun adalah dua jam,” ucapnya.

Scren time yang dimanfaatkan, tuturnya, untuk pembelajaran. Dan itu harus dilakukan dengan cara yang sehat. Mungkin dengan cara saat mata sudah menatap layar gadget selama 20 menit, maka wajib mengalihkan pandangan ke obyek lain selama 20 detik. Obyek yang dilihat sekurangnya berjarak 20 kaki atau 6 meter. “Jadi harus disesuaikan dengan kesehatan mata,” sebutnya.

Kemudian, kata dr Asrawati, minum air putih supaya tidak dehidrasi. Aktivitas harian berupa olahraga dan aktivitas yang menyenangkan bagi remaja dan positif tentunya. “Dan mampu menguasai level pendidikannya,” tukasnya. (*)

Peringati HUT ke-60, Departemen-KSM Ilmu Kesehatan Anak Adakan Pengabdian Masyarakat di CFD

Departemen-KSM Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas-RSUP Dr M Djamil melakukan pengabdian masyarakat saat Car Free Day di ruas Jalan Rasuna Said Kota Padang, Minggu (15/12). Kegiatan yang melibatkan Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr M Djamil tersebut dalam rangka memeriahkan HUT ke-60 tahun.

Berbagai rangkaian pengabdian masyarakat dilakukan. Yakni diawali senam sehat yang diikuti Ketua KSM Dr dr Finny Fitry Yani SpA (K), Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar dr Asrawati M Biomed SpA (K) Subsp TKPS FISQua CIIQA, staf pengajar dan alumni Departemen-KSM Ilmu Kesehatan Anak.

Penyuluhan kesehatan diberikan oleh dr Asrawati M Biomed SpA (K) Subsp TKPS FISQua CIIQA membahas tentang Dampak Screen Time terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja. Dan dr Nice Racmawati M SpA (K) Subsp NPM mengenalkan aplikasi Primaku.
Selanjutnya, pengukuran berat dan tinggi anak, konsultasi tumbuh kembang anak, dan doorprize.

“Hari ini, Departemen-KSM Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr M Djamil melakukan pengabdian masyarakat di Car Free Day. Kegiatan itu dalam rangka memeriahkan HUT ke-60,” Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unand/RSUP Dr M Djamil Dr dr Finny Fitry Yani SpA (K).

Ia menceritakan Departemen-KSM Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unand/RSUP Dr M Djamil berdiri sejak tahun 1969. Dan didirikan oleh dr Syamsir Daili SpA (K). Departemen ini sudah banyak menghasilkan lulusan dokter spesialis anak yang sudah tersebar dan mengabdi baik di Provinsi Sumatera Barat maupun di wilayah Indonesia secara keseluruhan. “Tercatat, alumni Ilmu Kesehatan Anak saat ini telah mencapai 178 orang,” tuturnya.

Ia mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan sekitar 70 alumni dokter spesialis anak yang telah menyebar di berbagai provinsi di Indonesia. “Mereka pulang mengikuti reuni dalam rangka HUT ke-60 Departemen-KSM Ilmu Kesehatan Anak sekaligus mengikuti pengabdian kepada masyarakat ini,” ucap Finny.

Ia berharap mudah-mudahan dokter spesialis anak ini terus memberikan manfaat bagi kesehatan anak di Indonesia umumnya dan Sumbar khususnya. “Tentunya untuk membangun generasi emas pada 2045,” tukas Finny. (*)

Dirut M Djamil Ajak Lulusan Dokter Spesialis Anak untuk Terus Mengabdi  pada Masyarakat

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua turut menghadiri penyerahan brevet dokter spesialis anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas di Hotel Santika Premiere Padang, Jumat (13/12). Dirut RSUP Dr M Djamil pun turut memberikan ucapan selamat kepada para lulusan yang telah berhasil melewati perjalanan panjang dan penuh tantangan.

“Keberhasilan lulusan adalah hasil kerja keras, dedikasi, dan komitmen yang luar biasa. pencapaian ini bukanlah akhir dari perjalanan lulusan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” kata Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat memberikan sambutan.

Turut hadir Dekan Fakultas Kedokteran Unand Prof Dr dr Afriwardi SH MA SpKO Subsp APK (K), Manajer Pelayanan Medik RSUP Dr M Djamil dr Nirza Warto SpTHT-KL (K), Kepala Program Studi Kesehatan Anak Program Spesialis Dr dr Rinang Mariko SpA(K), Ketua KSM Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr M Djamil-Fakultas Kedokteran Unand Dr dr Finny Fitry Yani SpA (K) dan civitas akademika Ilmu Kesehatan Anak serta keluarga lulusan.

Ia mengatakan sebagai spesialis di bidang kesehatan anak, lulusan memiliki peran yang  penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada generasi penerus bangsa. “Ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama masa pendidikan hendaknya menjadi bekal untuk terus mengabdi kepada masyarakat. Khususnya dalam meningkatkan derajat kesehatan anak-anak di Indonesia,” ucap dokter spesialis Fetomaternal ini.

RSUP Dr M Djamil, tegasnya, sebagai rumah sakit pendidikan dan mitra strategis Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, akan terus berkomitmen mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan. “Kami percaya bahwa sinergi antara institusi pendidikan dan layanan kesehatan akan menghasilkan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia mengajak untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan pengabdian. “Ini demi menciptakan masa depan yang lebih baik bagi kesehatan anak-anak Indonesia,” tutur Dovy.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unand Prof Dr dr Afriwardi SH MA SpKO Subsp APK (K) mengatakan agar lulusan selalu ingat kepada almamater dimanapun berada. Dan menjadi lulusan yang dapat menggunakan kelimuan yang didapat dengan baik untuk menolong masyarakat. “Termasuk  tidak meninggalkan karakter Andalasian yang sudah ada pada lulusan,” harapnya.

Ia juga berharap para lulusan Fakultas Kedokteran dapat menjadi dokter spesialis  yang mampu berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu yang berkelanjutan. “Semoga dapat mengabdikan ilmunya untuk peningkatan derajat kesehatan anak dan memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Ilmu kedokteran adalah ilmu yang sangat dinamis sehingga setelah lulus pun masih perlu terus meng-update ilmunya untuk tetap menjadi dokter terbaik dan humanis,” tukasnya.(*)

Evaluasi Layanan Sel Punca, RSUP Dr M Djamil Kedatangan Tim Direktorat TKPK

RSUP Dr M Djamil menerima kunjungan Tim Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan (TKPK) Kementerian Kesehatan RI di Ruang Rapat Direksi, Jumat (13/12). Kunjungan tim Direktorat TKPK ini dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Layanan Sel Punca/Stem Cell.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai salah satu wujud komitmen kita bersama dalam mengembangkan pelayanan kesehatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang terapi sel punca,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat memberikan sambutan.

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Kepala Bank Jaringan dan Sel dr Benni Raymond SpBE-RE (K) serta tim. Sementara tim Direktorat TKPK yakni dr Amsal Amri MKM, dr Sabrina MARS dan Rahmania Fauzia SKM.

Tak hanya pemaparan, tim Direktorat TKPK juga mengunjungi Bank Jaringan dan Sel lantai III Gedung IPJT RSUP Dr M Djamil.

Ia mengatakan RSUP Dr M Djamil terus berupaya menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan yang unggul, termasuk dalam pengembangan terapi inovatif seperti ini. “Dalam perjalanan program sel punca di rumah sakit ini, kami telah berusaha untuk menjawab tantangan yang ada. Baik dari segi pengembangan infrastruktur, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, maupun implementasi prosedur yang sesuai dengan standar nasional dan internasional,” sebut Dovy.

Ia juga mengatakan pihaknya menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa pelayanan yang diberikan memiliki kualitas terbaik bagi masyarakat. “Kunjungan monitoring dan evaluasi ini  menjadi kesempatan bagi kami untuk mendapatkan masukan dan arahan langsung dari tim Kementerian Kesehatan dan Komite Sel Punca,” tuturnya.

Melalui diskusi dan evaluasi yang komprehensif, tutur dokter spesialis Fetomaternal ini, dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan bahwa program terapi sel punca di RSUP Dr M Djamil dapat berjalan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat bagi pasien. “Kerja sama yang solid antara semua pihak adalah kunci utama dalam keberhasilan program ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bank Jaringan dan Sel dr Benni Raymond SpBE-RE (K) mengatakan  Bank jaringan RSUP Dr M Djamil adalah suatu bank jaringan satu-satunya di luar pulau Jawa atau ke lima di Indonesia. “Bertugas untuk meneliti dan mengembangkan teknologi pengawetan jaringan biologis yang disterilkan dengan radiasi Y atau partikel elektron yang berkualitas tinggi untuk dapat diimplementasikan pada pasien yang sangat membutuhkan,” sebutnya.

Ia mengatakan produk pelayanan yang kini dihasilkan berupa produk biomaterial. Yaitu pertama bone allograft adalah operasi untuk memperbaiki dan membentuk ulang tulang yang rusak atau mengalami  penyakit tertentu. Manfaatnya memberikan suatu cacat yang disebabkan oleh penyakit, kecelakaan atau anomali, memperbaiki kerusakan tulang periodental pada kelainan rahang serta untuk operasi rekonstruksi sendi.

“Kedua amnion membrane adalah membran janin paling dalam dan berdampingan cairan amnio. Manfaatnya dapat menutup luka bakar dengan derajat 1 dan 2, dapat mengurangi rasa infeksi, mencegah infeksi dan evaporasi, dan dapat merangsang pertumbuhan jaringan epitelisasi dan granulasi,” paparnya.

Ketiga, platet rich plasma yakni plasma darah yang telah diperkaya dengan trombosit. Manfaatnya yakni merangsang pertumbuhan sel dan mempercepat proses penyembuhan. “Ke empat cangkok lemak (fat graft). Manfaatnya menambah massa dan membuat kontur,” ucap dr Benni.

Ia mengatakan pihaknya menargetkan jangka pendek berupa running lab dan perizinan. Jangka menengah berupa utlisasi laboratorium, CRU dan diklat. “Dan jangka panjang berupa produk dengan izin edar,” tukasnya. (*)

RSUP Dr M Djamil Adakan Wirid Mingguan, Bahas Keutamaan Salat Dhuha

RSUP Dr M Djamil rutin mengadakan Wirid Mingguan di Masjid Asy Syifa kompleks rumah sakit setiap Jumat. Pada Jumat (13/12) ini, wirid mingguan menghadirkan ustad Zulfi Akmal Lc MA yang membahas tentang Keutamaan Salat Dhuha.

“Salat Dhuha adalah ibadah salat sunah yang dilakukan pada awal waktu setelah 20 menit matahari terbit dan akhir waktu di seperempat siang. Salat dhuha boleh dikerjakan paling sedikit dua rakaat dan lebih banyak dengan kelipatan yang sama,” kata Ustad Zulfi Akmal Lc MA saat memberikan tausiah.

Turut dihadiri Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua, Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Ketua DWP Ny Winanda Dovy Djanas dan pengurus serta civitas hospitalia.

Sebuah hadist, kata Zulfi Akmal, menyebutkan “Kerjakanlah salat subuh kemudian tinggalkanlah salat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud (menyembah Matahari).”

Ia mengatakan salat dhuha adalah bagian dari sedekah terbaik, membawa kecukupan rezeki, hingga dijanjikan pintu surga-Nya. “Setelahnya, umat muslim bisa memanjatkan doa kepada Allah Swt,” ucapnya.

Keutamaan salat duha menurut hadis yang pertama adalah sama dengan sedekah terbaik. “Meski hanya melaksanakan dua rakaat, seorang muslim dianggap telah melakukan sedekah dengan nilai yang besar,” tuturnya.

Kedua adalah akan selalu membawa kecukupan rezeki bagi yang rutin menunaikannya. Dan ketiga akan dihindarkan dari banyak keburukan. Melaksanakan salat duha di bulan Ramadhan dan waktu-waktu yang diutamakan akan menghindarkan dari keburukan.

“Adanya ikatan yang selalu ditumbuhkan setiap hari dengan Yang Maha Kuasa akan menambah besar iman dan kepercayaan bahwa Allah Swt selalu mengamati setiap perilaku kita,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan wirid mingguan ini menjadi tempat silaturahmi bersama civitas hospitalia. “Melalui wirid mingguan ini kita dapat memperoleh pengetahuan sehingga bisa mengisi atau me-recharge pikiran kita kembali sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan,” harapnya.(*)

RSUP Dr M Djamil Terima Kunjungan Tim Bank Syariah Indonesia

RSUP Dr M Djamil menerima kunjungan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) di Ruang Rapat Direksi, Kamis (12/12). Selain mempererat silaturahmi, kunjungan BSI ini penjajakan kerja sama pemanfaatan teknologi digital produk BSI e-Health dan Transmedic.

Kedatangan tim BSI ini disambut Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo. Turut juga dihadiri manajemen RSUP Dr M Djamil.

Sementara tim BSI dihadiri Branch Manager BSI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Padang Ulak Karang Vivi Yandesti, Team Leader dari Departemen Cash Management BSI Yose Andrea dan tim serta tim Jasa Medika Transmedic.

“Kami menyambut dengan baik kehadiran tim Bank Syariah Indonesia ke RSUP Dr M Djamil. Selain pererat silaturahmi yang telah terbangun, juga sebagai ajang sharing dan penjajakan kerja sama,” kata Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS saat sambutan.

Ia mengatakan sebenarnya RSUP Dr M Djamil memiliki tim IT yang sudah secara mandiri mempersiapkan aplikasi-aplikasi mana yang tentunya mendukung pelayanan. “Namun ada beberapa hal yang mungkin kita perlu simplifikasi dan lebih efisien. Melalui pertemuan ini, kami akan mendapat insight yang berbeda. Harapannya akuntansi yang bisa kita adopsi atau kita pakai tentunya untuk mendukung layanan yang ada di rumah sakit,” sebutnya.

Pada pertemuan ini, sebutnya, diharapkan ada pemaparan tim BSi apa aplikasinya seperti back office dan lainnya. “Nanti selaku pengguna akan melihat ini bisa diberi rekomendasi. Dan kami pun dari dewan direksi bisa memberikan insight yang lain juga kepada Direktur Utama,” tuturnya.

Branch Manager BSI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Padang Ulak Karang Vivi Yandesti mengatakan pihaknya berbahagia bisa hadir di RSUP Dr M Djamil untuk memperkenalkan BSI e-Health. “Produk BSI e-Health merupakan teknologi digital milik BSI yang menunjang sistem operasional rumah sakit. Seperti manajemen dan sistem keuangan serta informasi terkait rumah sakit lebih efektif serta efisien,” ucapnya.

Melalui produk BSI e-Health ini, BSI menginginkan sistem RS di Indonesia sudah terintegrasi secara digitalisasi. “Kemudian membantu masyarakat dalam mendapat pelayanan terbaik dari RS serta membantu RS dalam pengelolaan sistem informasi dan pengelolaan transaksi dengan perbankan,” tukasnya. (*)

Dirut M Djamil: Tata Kelola RS yang Baik Dorong Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan

Bisnis rumah sakit saat ini kompleksitasnya luar biasa. Tantangan yang dihadapi pun cukup berat. Apalagi rumah sakit dituntut harus mampu mengelola organisasi secara efektif dan efisien, serta tetap mengutamakan kepuasan pasien sebagai prioritas utama. Di samping memberikan layanan terbaik.

“Tak terasa kita akan menyongsong tahun 2025. Tentu kita mesti menyusun langkah-langkah strategis terhadap apa yang akan dilakukan tahun depan. Bagaimana kita melakukan program-program yang memberikan dampak pada pertumbuhan dan keberlangsungan jalannya rumah sakit,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat penutupan Seminar Tata Kelola Rumah Sakit di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (11/12).

Diketahui, seminar yang disponsori PT Beyond Medical itu telah berlangsung sejak Selasa (10/12). Dan menghadirkan narasumber yakni Konsultan Rumah Sakit dr Yanuar Jak SpOG MARS PhD FISQua MPM dan Kepala BPJS Kesehatan Padang dr Fauzi Lukman Nurdiansyah.

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K), manajemen rumah sakit, Direksi PT Beyond Medical Warsito, dan direksi rumah sakit di Kota Padang.

Ia mengatakan RSUP Dr M Djamil adalah organisasi yang besar dan harus bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan berorientasi kepada pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Dengan peluang tersebut, kita  tidak hanya mengandalkan kepada BPJS Kesehatan saja. Akan tetapi juga membidik peluang-peluang Non-JKN,” ucap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ia berharap dan yakin InshaAllah organisasi RSUP Dr M Djamil di bawah UPT Kementerian Kesehatan sebagaimana dorongan yang diberikan oleh Menteri Kesehatan agar bisa melakukan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Tentu dengan standar, mutu dan tata kelola yang baik.

“Dan kita tidak bisa lagi melihat bahwa segala sesuatu seperti dulu-dulu. Pasien adalah customer kita. Tapi bagaimana kita mempertahankan agar customer itu puas. Dan customer tersebut bisa melihat RSUP Dr M Djamil menjadi kebutuhan layanan yang mereka tuju untuk mendapat pelayanan terbaik,” tegasnya.

Dengan upaya itu, tutur Dovy, minimal rumah sakit ini mampu membiayai kegiatan yang ada. “Termasuk kegiatan untuk menginvestasikan apa-apa saja yang harus kita pelihara dan harus adakan. Tentu saya melihat peluangnya masih banyak,” sebutnya.

Ia juga mengharapkan penguatan kolaborasi antara RSUP Dr M Djamil dengan rumah sakit yang ada di Sumbar. “Kolaborasi menjadi solusi dalam meningkatkan layanan kesehatan di rumah sakit. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sehingga layanan kesehatan menjadi lebih baik untuk seluruh masyarakat,” harap Dovy.

Ia mengucapkan terima kasih kepada dua narasumber Konsultan Rumah Sakit dr Yanuar Jak SpOG MARS PhD FISQua MPM dan  Kepala BPJS Kesehatan Padang dr Fauzi Lukman Nurdiansyah. “Kami mengapresiasi  kepada dua narasumber sekaligus supporting tim PT Beyond Medical. Kami yakin InshaAllah dengan materi yang telah disajikan dua narasumber tersebut akan membuka wawasan kita. Dan sesudah seminar ini tentu ada hal-hal yang harus ditindaklanjuti dan masukan dari narasumber demi kemajuan rumah sakit ini dan peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat,” tukas Dovy. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45