Tanggap Tanggulangi Risiko Kebakaran, RSUP Dr. M. Djamil Berikan Penghargaan kepada Cleaning Service

RSUP Dr. M. Djamil memberikan penghargaan kepada cleaning service Bima Sakti yang bertugas di Bangsal Paru. Penghargaan tersebut diberikan atas cepat tanggap menanggulangi risiko kebakaran di lingkungan rumah sakit.

Penyerahan penghargaan itu diserahkan langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat apel pagi di pelataran lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (6/1).

Turut disaksikan Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Kino, Sp.JP (K), manajemen dan civitas hospitalia.

“Akhir tahun lalu, Alhamdulillah kita bisa terselamatkan dari insiden kebakaran yang melanda bangsal paru. Ini berkat sosok seorang cleaning service bernama Bima Sakti yang cepat tanggap menanggulangi risiko kebakaran di lingkungan rumah sakit,” kata drg. Ade.

Ia mengatakan aksi tanggap ini dikarenakan adanya pembekalan layanan orientasi dan informasi (LOI) diberikan untuk mitra baik security maupun cleaning service. “Artinya ia memahami dan menerapkan ilmu alat pemadam api ringan (APAR) yang diperolehnya saat mengikuti LOI. Dengan semangatnya dan ia merasa rumah sakit ini adalah miliknya dan harus dijaga. Dia berani dan berhasil memadamkan percikan api tersebut sehingga tidak melebar,” tuturnya.

Sementara itu, cleaning service Bima Sakti mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan oleh RSUP Dr. M. Djamil. “Dengan penghargaan ini akan memacu dan memotivasi semangatnya dalam bekerja dan memberikan hal yang terbaik bagi rumah sakit. Sekaligus memberi motivasi juga bagi rekan kerja lain bahwa rumah sakit ini harus dijaga,” ucapnya.

Ia merasa bersyukur mendapatkan pemahaman penggunaan APAR (alat pemadam api ringan) yang diperolehnya semasa mengikuti pelatihan layanan orientasi informasi (LOI) ketika awal kerja di RSUP Dr. M. Djamil. “Ingat dengan ilmu yang diberikan saat LOI, ketika ada insiden percikan api di bangsal paru, saya langsung mencari APAR dan memadamkan percikan api. Dan suasana pun kembali normal,” tukas Bima. (*)

Apel Pagi Awal Tahun, Direktur Layanan Ingatkan Civitas Hospitalia BerAKHLAK

RSUP Dr. M. Djamil melaksanakan apel pagi di pelataran lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (6/1). Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS bertindak sebagai pembina apel pagi.

“Kita sudah memasuki tahun 2025. Di tahun ini, RSUP Dr. M. Djamil menargetkan pendapatan mencapai Rp 885 miliar. Bahkan Dewan Pengawas memberi target Rp 1 triliun tahun ini. Tapi tidak ada yang mustahil untuk merealisasikan target tersebut,” kata drg. Ade saat memberikan amanat.

Turut hadir dalam apel tersebut yakni Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Kino, Sp.JP (K), manajemen dan civitas hospitalia.

Ia mengatakan intinya bagaimana berproses. “Kita upayakan apa. Kita laksanakan dan kita ikhtiarkan maksimal. Tentunya ini membutuhkan peran seluruh civitas hospitalia,” tuturnya.

Dan juga, sebutnya, didukung oleh anggaran. Tentunya harus bijak lagi dalam melakukan pelaksanaan kegiatan. “Dan kita bisa mulai mengefisiensikan yang kecil tapi itu akan berdampak pada pelayanan,” ucap drg. Ade.

Ia mengatakan hampir empat sampai lima bulan dilakukan efisiensi dari hal yang kecil dan sudah beradaptasi. “Ternyata dari koordinasi dengan Direktur Keuangan, kita menyimbang efisiensi lumayan,” ungkapnya.

Ia meminta unit terkait untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara terintegrasi. “Di samping itu kami mengingatkan civitas hospitalia dengan BerAKHLAK. Bagaimana kita bisa mewujudkan semangat terus menerus untuk membangun dan memberikan layanan serta tanggung jawab penuh. Sehingga kita bisa saling mengisi dan meningkatkan layanan yang ada di RSUP Dr. M. Djamil,” tegasnya.

Ia juga menekankan dalam hal segala sesuatu di rumah sakit ini tentunya mendukung dari layanan melibatkan semua dari lintas direktorat. “Sehingga tanggung jawab yang sudah ditentukan itu bisa dilaksanakan dengan baik,” tukas drg. Ade.(*)

Wirid Mingguan RSUP Dr. M. Djamil, Pentingnya Muhasabah Diri

Muhasabah atau introspeksi diri, adalah proses mengevaluasi diri secara kritis terhadap perbuatan yang telah dilakukan. Dalam Islam, muhasabah merupakan suatu konsep penting, yang mengajarkan seorang Muslim untuk selalu introspeksi diri, baik terhadap perbuatan baik maupun buruk.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustad Zulkarim Lc MA saat Wirid Mingguan di Masjid Asy Syifa, Jumat (3/1). Dalam wirid mingguan tersebut, ia mengkaji QS al-Hasyr [59] ayat 18.

“Ayat itu berisi perintah Allah kepada orang-orang beriman untuk bertakwa kepada-Nya dan memperhatikan apa yang telah mereka perbuat di masa yang telah lalu untuk hari esok (akhirat),” kata Zulkarim.

Ia menjelaskan artinya, ayat ini menjadi isyarat yang kuat bahwa muhasabah sangat penting untuk dilakukan agar manusia mempersiapkan diri menghadapi hari akhir.

“Setiap orang harus menyadari bahwa amalannya akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah di hari kiamat. Oleh karena itu, setiap orang harus berusaha untuk selalu melakukan perbuatan baik dan menjauhi perbuatan buruk,” tuturnya.

Ia mengatakan awal tahun baru 2025 bertepatan dengan 1 Rajab. Bulan Rajab ialah bulan terlarang untuk berbuat maksiat. Allah menyediakan bulan Rajab untuk hambaNya mengevaluasi agar kembali pada mode saleh seutuhnya.

“Maka pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk menebarkan kebaikan, kedamaian, ketenangan, persatuan dan melakukan evaluasi diri,” sebutnya.

Bulan Rajab adalah bulan mulia di sisi Allah, bulan persiapan untuk bertemu dengan Ramadhan. Pada bulan Rajab perintah shalat diturunkan langsung oleh Baginda Nabi saat peristiwa Isra dan Mikraj.

“Oleh karena itu, saat yang tepat untuk bersih-bersih meningkatkan semangat dan memperbanyak salat-salat sunat untuk menutupi kekurangan shalat fardhu di bulan-bulan sebelumnya. Mari kita memperbanyak istighfar, bertaubat dan memohon ampun di bulan Rajab ini,” ajaknya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas Sp.OG., KFM., MARS., FISQua mengatakan wirid mingguan ini menjadi tempat silaturahmi bersama civitas hospitalia. “Melalui wirid mingguan ini kita dapat memperoleh pengetahuan sehingga bisa mengisi atau me-recharge pikiran kita kembali sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan,” harapnya.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil: Cleaning Service Pejuang Kebersihan Rumah Sakit

RSUP Dr. M. Djamil melakukan pertemuan dengan PT Kuwera Jaya Nusantara, perusahaan yang bergerak pada bidang penyedia petugas kebersihan atau cleaning service. Pertemuan tersebut dilangsungkan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (2/1).

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan tahun 2025 diharapkan tahun yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Dengan harapan, manajemen PT Kuwera Jaya Nusantara bisa lebih memaksimalkan dan mengoptimalkan terhadap kebersihan rumah sakit yang mengacu pada standar yang tertuang di dalam kontrak kerja sama.

“Di setiap area di RSUP Dr. M. Djamil ini bisa kita pantau dan bisa kita monitor. Bahkan bisa dilaksanakan sesuai dengan tertuang dalam kontrak kerja sama,” ucap Dovy.

Pertemuan itu turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan Esa Surya Praja, AMdKL, manajemen RSUP Dr. M. Djamil, manajemen PT Kuwera Jaya Nusantara dan cleaning service.

Ia meminta pihak penyedia PT Kuwera Jaya Nusantara harus memenuhi indikator-indikator tersebut. Dan penyedia bisa mengevaluasi walaupun itu alih daya. “Berkoordinasi dengan Instalasi Kesehatan Lingkungan, bagaimana kinerja dari cleaning service ini bisa memenuhi harapan sesuai dengan indikator yang tertuang di dalam kontrak,” tekannya.

Dokter spesialis Fetomaternal ini menegaskan kebersihan itu harga mati bagi rumah sakit ini. Karena selalu menjadi perhatian bagi pasien dan keluarga pasien. “Setiap apapun yang berhubungan dengan kebersihan, PT Kuwera Jaya Nusantara agar benar-benar melakukan monitoring dan evaluasi,” tutur Dovy.

Selain bertugas membersihkan arealnya, Dovy menekankan bagaimana cleaning service bersikap melayani dengan ramah, santun dan cekatan. “Setiap masuk ruangan pasien hendaknya berkomunikasi dengan baik kepada pasien atau keluarga,” ucapnya.

Ia mengatakan cleaning service tidak lagi bekerja dalam senyap. “Akan tetapi berikan performancenya melalui komunikasi efektif sebagai salah satu frontliner rumah sakit,” ucapnya.

Ditambahkan Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, pertemuan ini dilakukan agar memiliki visi misi yang sama antara RSUP Dr. M. Djamil dengan PT Kuwera Jaya Nusantara. “Dengan harapan tentunya tidak ada yang sempurna. Tapi dalam hal ini dari penilaian yang telah didapatkan PT Kuwera Jaya Nusantara bisa dijadikan pembelajaran untuk tidak terulang lagi. Malah kami menginginkan ada inovasi-inovasi yang diberikan PT Kuwera Jaya Nusantara sehingga bisa memberikan warna terbaik bagaimana menciptakan ketertiban dan kebersihan lingkungan rumah sakit,” harapnya.

Ade juga berharap Instalasi Kesehatan Lingkungan lebih aktif mengambil peran untuk melakukan pembinaan. Termasuk memfasilitasi pembekalan layanan orientasi internal (LOI) bagi seluruh cleaning service yang akan bekerja di RSUP Dr. M. Djamil.

“Dari LOI itu, para cleaning service ini mendapatkan pembekalan berupa bantuan hidup dasar, pemahaman cara penggunaan APAR, dan penanganan tumpahan B3. Ini semua dilakukan demi kenyamanan dan tingkat kepercayaan pasien terhadap RSUP Dr. M. Djamil,” tukasnya.(*)

Mengenal Klinik PKBRS RSUP Dr. M. Djamil

RSUP Dr. M. Djamil menyediakan klinik pelayanan keluarga berencana rumah sakit (PKBRS) di Klinik Kebidanan dan Kandungan lantai 2 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Layanan itu untuk peningkatan kualitas pelayanan keluarga berencana dan kualitas kesehatan reproduksi.

“Klinik PKBRS telah hadir setahun yang lalu. Klinik ini menyediakan pelayanan konseling keluarga berencana dan bimbingan dalam hal reproduksi,” kata Kepala Pengelola PKBRS RSUP Dr. M. Djamil Bdn. Rani Sawitri STr.Keb, Kamis (2/1).

Ia mengatakan pelayanan PKBRS ini bertujuan untuk memberikan dukungan, informasi dan konseling yang berhubungan dengan reproduksi sosial kepada individu, pasangan dan keluarga.

“Tujuannya untuk membantu individu dan pasangan membuat keputusan yang tepat dalam aspek-aspek reproduksi sosial, mengelola masalah kesehatan reproduksi dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” sebutnya.

Pelayanan yang disediakan, sebut Rani Sawitri, pihaknya membantu pasangan dalam memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. “Dan memberikan penjelasan tentang penggunaan metode kontrasepsi yang efektif dan aman,” ucapnya.

Nana–panggilan akrabnya mengatakan ibu pasca-bersalin membutuhkan waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi fisik dan psikis sebelum hamil kembali. KB pasca-persalinan merupakan upaya pencegahan kehamilan dengan menggunakan alat dan obat kontrasepsi segera setelah melahirkan.

“Melalui program Keluarga Berencana pada Pasca Persalinan dapat membantu ibu untuk mengatur jarak yang aman pada kehamilan berikutnya (minimal 2 tahun). Sehingga mencegah komplikasi kehamilan dan menurunkan angka kematian ibu (AKI),” tuturnya.

Ia menekankan layanan KB di rumah sakit dilaksanakan secara terpadu pada pasien pasca-persalinan ataupun pasien pasca-keguguran oleh dokter spesialis obgin dan bidan berkompeten. “Layanan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kepada pengguna layanan RSUP Dr. M. Djamil,” ucapnya.

Sisi lain, Nana juga mengungkapkan ia telah menelurkan inovasi diberi nama Tabin KB (Tanya Bidan Tentang KB). Inovasi ini memudahkan pasien untuk mengingat kapan pasien ini kontrol ulang untuk pelepasan IUD-nya kembali.

“Kehadiran inovasi ini didasari selama ini pasien-pasien yang memasang IUD di RSUP Dr. M. Djamil sering lupa tanggal dan tahun pelepasan IUD sehingga kartunya hilang,” ungkapnya.

Dengan inovasi ini, sebutnya, pasien-pasien akan ingat kapan melakukan pelepasan IUD kembali. “Dan melalui Tabin KB ini, pasien bebas untuk konsultasi mengajukan pertanyaan. Saya sebagai bidan konselor akan menjawab pertanyaan-pertanyaan pasien yang telah berobat ke klinik PKBRS tersebut,” tukas Nana. (*)

Dirut M. Djamil: Satpam Garda Terdepan Keamanan dan Ketertiban RS

RSUP Dr. M. Djamil resmi tanda tangani perjanjian kerja sama tentang Pengelolaan Jasa Pengamanan Tahun 2025 dengan PT Tata Karya Group di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (31/12). Kerja sama ini merupakan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi pasien, pengunjung dan semua pemangku kepentingan, serta aset dan fasilitas rumah sakit.

Penandatanganan kerja sama itu dilakukan  Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur PT Tata Karya Group Suhadril Manyadi. Pada kesempatan itu juga dilakukan serah terima penyedia jasa pengamanan tahun 2024 PT Delta Masyarakat Mandiri dengan PT Tata Karya Group, penyedia jasa pengamanan tahun 2025.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Delta Masyarakat Mandiri yang telah melaksanakan tugas sesuai dengan kontrak satu tahun. Kami pun mengucapkan selamat kepada PT Tata Karya Group sebagai jasa penyedia pengamanan untuk tahun 2025,” kata Dovy Djanas saat memberikan sambutan.

Turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, manajemen, Direktur PT Delta Masyarakat Mandiri Nofki Perta Widana serta manajemen PT Tata Karya Group.

Ia berharap PT Tata Karya Group untuk bisa melakukan jasa pengamanan ini yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan indikator-indikator yang sudah dibuat. Tentunya sesuai dengan ketentuan rumah sakit. “Dan PT Tata Karya Group hendaknya juga bisa melanjutkan tugas sebagai penyedia jasa pengamanan,” harapnya.

Ia mengatakan pengamanan rumah sakit ini berbeda dengan tempat pengamanan yang lain. Diketahui RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit yang paling besar di Sumatera Barat dengan kompleksitas paling tinggi.

“Ini dikarenakan pasien-pasien atau pun keluarga berasal dari Sumatera Bagian Tengah. Ada dari Jambi, Bengkulu, Tapanuli Selatan, Riau dan Kepulauan Riau,” tuturnya.

Tentunya, sebut Dovy, tugas pengamanan ini juga semakin kompleks. Maka dari itu, Ia berharap kepada PT Tata Karya Group untuk melanjutkan apa yang telah dilakukan jasa penyedia sebelumnya PT Delta Masyarakat Mandiri. “Akan tetapi banyak hal-hal yang belum tercapai, belum optimal atau belum maksimal sesuai dengan indikator yang ada,” sebutnya.

Ia menekankan orang akan melihat RSUP Dr. M. Djamil itu, pertama adalah kenyamanan dan ketertiban. Pasalnya, keamanan dan kenyamanan di rumah sakit ini adalah harga mati. Makanya tugas satpam yang sangat penting. Dan satpam garda terdepan keamanan dan ketertiban rumah sakit.

“Tugas-tugas tersebut harus diterjemahkan. Kami melihat banyak hal yang harus diperbaiki. Standar yang harus diperbaiki. Jika tidak dilakukan, ekspektasi masyarakat terhadap RSUP Dr. M. Djamil tidak juga mengalami perbaikan-perbaikan,” pintanya.

Sementara itu, Direktur PT Tata Karya Group Suhadril Manyadi mengucapkan terima kasih kepada RSUP Dr. M. Djamil telah mempercayai administrasi dan mendapatkan kesempatan untuk melakukan kerja sama. “Mudah-mudahan ke depannya kami bisa melaksanakan tugas ini, sebagaimana yang telah dilakukan oleh penyedia jasa pengamanan sebelumnya. Apa yang terbaik akan tetap kita laksanakan. Apa yang harus diperbaiki lagi mudah-mudahan rekan-rekan satpam bisa bekerja sama,” harapnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Lepas Peserta Fellowship Neonatologi

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya sebagai rumah sakit pendidikan utama di wilayah Sumatera Bagian Tengah. Teranyar, rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini melepas seorang peserta fellowship neonatalogi, dr. Evi Silviana Sp.A.

Pelepasan dilakukan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua di Ruang Kerja Direktur Utama, Senin (30/12). Turut mendampingi Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino, Sp.JP (K), Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Dr. dr. Finny Fitry Yani Sp.A (K), DPJP Neonatal dr. Eny Yantri, Sp.A (K) dan Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep.

“Atas nama manajemen RSUP Dr. M. Djamil mengucapkan selamat kepada dr. Evi Silviana Sp.A atas telah selesainya mengikuti program pelatihan fellowship neonatalogi,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia berharap melalui program pelatihan fellowship ini ke depannya dapat lebih meningkatkan kemampuan profesional dokter spesialis dan meningkatkan efisiensi pelayanan neonatalogi. “Pada akhirnya memberikan kepuasan terhadap pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” harap Dovy.

Sementara itu, peserta fellowship dr. Evi Silviana Sp.A mengatakan saat ini ia mengikuti fellowship di RSUP Dr. M. Djamil bagian neonatologi sejak 1 Juli hingga 31 Desember 2024.

“Pengalaman selama fellowship di RSUP Dr. M. Djamil banyak sekali pengatahuan dan keterampilan yang saya dapat sebelumnya yang tidak saya dapat dari workshop dan pelatihan yang pernah diikuti sebelumnya,” kata dr. Evi yang bertugas di RSUD dr. Sobirin Musiwaras Sumatera Selatan ini.

Ia mengatakan selama fellowship, ia juga mendapatkan pengetahuan dan ilmu-ilmu baru yang belum saya dapat sebelumnya. “Sehingga ilmu yang diperoleh selama fellowship dapat menunjang tugas saya nantinya. Hal ini akan berdampak pada peningkatan layanan rumah sakit,” tuturnya.

Ia berharap ke depannya RSUP Dr. M. Djamil dapat membuka fellowship lebih dari satu orang untuk satu periodenya. “Di samping itu, berharap adanya perpustakaan pada bagian neonatologi. Sehingga kita bisa mendapatkan ilmu dari buku-buku atau jurnal baru yang ada di perpustakaan tersebut,” tukasnya.(*)

IGD RSUP Dr. M. Djamil Juara Implementasi 7R

Komite Mutu dan Manajemen Risiko RSUP Dr. M. Djamil telah mengadakan Lomba Implementasi 7R yang berlangsung dari 18 sampai 19 November 2024. Pengumuman dan penyerahan penghargaan dilaksanakan saat apel pagi di pelataran lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (30/12).

Pemenang lomba tersebut yakni Juara 1 Instalasi Gawat Darurat (IGD), Juara 2 Komite Keperawatan, Juara 3 Instalasi Bedah Sentral. Harapan 1 Instalasi Rawat Intensif, Harapan 2 Ruang Rawat Kebidanan dan Anak serta Harapan 3 Ruang Rawat Inap Embun Pagi.

Penghargaan itu diserahkan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino, Sp.JP (K) dan Ketua Komite Mutu dan Manajemen Risiko dr. Sucitra Melani, MKM.

“Kami atas nama direksi dan manajemen mengapresiasi atas Lomba Implementasi 7R yang diselenggarakan Komite Mutu dan Manajemen Risiko,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Dovy mengatakan perlombaan ini bukan hanya simbol saja. Akan tetapi semua unit bisa berlomba-lomba mengimplementasikan 7 R ini. “Ini menunjukkan bahwa RSUP Dr. M. Djamil dengan 7R nya lebih baik dan lebih baik lagi,” ucap Dovy.

Kepada pemenang, sebutnya, bisa menjadi contoh dalam pengimplementasian 7 R bagi unit lainnya. “Dan ini menjadi semangat kita untuk maju dan memperhatikan 7R ke depannya,” tutur dokter spesialis Fetomaternal ini.

Untuk diketahui budaya kerja 7 R ini singkatan dari Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin, Respect, dan Regulasi. Lomba itu dilangsungkan dalam rangka HUT ke-71 RSUP Dr. M. Djamil dan HUT ke-60 Kesehatan Nasional. (*)

Apel Pagi Akhir Tahun, Dirut M. Djamil: Terima Kasih atas Dedikasi dan Kontribusi di 2024

RSUP Dr. M. Djamil melaksanakan apel pagi di pelataran lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (30/12). Apel pagi yang dipimpin Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bertindak sebagai pembina apel.

“Tak terasa tahun 2024 akan berlalu. Tentunya banyak hal-hal yang sudah kita lakukan di tahun 2024. Alhamdulillah, sampai saat ini banyak hal yang positif terhadap perubahan transformasi di RSUP Dr. M. Djamil,” kata Dirut RSUP Dr. M. Djamil saat memberikan sambutan.

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino, Sp.JP (K), manajemen dan civitas hospitalia.

Ia mengatakan atas nama direksi, manajemen dan seluruh civitas hospitalia mengucapkan terima kasih atas kontribusi, dedikasi dan hal-hal yang telah dilakukan pada tahun 2024.  “Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih,” tuturnya.

Terkait tahun 2025, Dirut mengingatkan masing-masing direktorat untuk bisa menyelesaikan semua hal-hal yang terkait dengan laporan pertanggung jawaban di tahun 2024. “Supaya kita nanti bisa meneruskan program di tahun 2025. Dan dalam minggu ini sudah bisa melakukan program yang terkait di tahun 2025,” sebutnya.

Ia mengatakan dalam waktu dekat akan dilaksanakan rapat kerja. Untuk itu, masing-masing KSM, KPS, Komite, SPI dan jajaran Direktorat untuk menyiapkan program kerja di tahun 2025. “Ini terkait dengan target tahun 2025 yang telah ditetapkan. Di mana realisasi target pendapatan di tahun 2025 Rp 885 miliar. Dan InshaAllah, pendapatan RSUP Dr. M. Djamil pada tahun 2024 mencapai Rp 805 miliar. Dan tahun 2026 ditargetkan pendapatan Rp 1 triliun,” ungkap Dovy.

Dovy berharap tanpa semangat, tanpa kolaborasi dan sinergitas selama ini yang telah dilakukan, target pendapatan pada tahun 2024 itu dapat terealisasi. “Nah sekarang target di tahun 2025, bukan saja target pendapatan. Tetapi kepada kepuasan pasien. Artinya kita lebih baik lagi kalau memang kepuasan pasien bisa dipenuhi. Jangan kuantitas tapi kualitas,” tegasnya.

Ia mengajak mari bersama-sama mewujudkan ini. Ia yakin RSUP Dr. M. Djamil mempunyai sumber daya manusia yang sangat bagus dan luar biasa. “Tentu ini modal kita meski sarana prasarana masih tertinggal dari rumah sakit vertikal lainnya. Tetapi dengan semangat tinggi kita punya sumber daya manusia yang sangat bagus. Dan itu membuktikan apa yang kita capai di tahun 2024,” ucap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Untuk itu, ia menekankan mari penuhi apa yang kurang, yang belum sempurna disempurnakan. “Bahkan sudah banyak tokoh masyarakat dan stakeholders mengapreasiasi rumah sakit ini. Dan ini tentu menjadi kebanggaan kita untuk bisa melangkah lagi di tahun 2025,” tukas Dovy. (*)

Wirid Mingguan RSUP Dr M Djamil, Hadirkan Ustad Urwatul Wusqa

Sejarah Islam tak hanya mencatat kejayaan peperangan dan penaklukan, namun juga peran krusial para tokoh yang menjadi pondasi kokoh bagi perkembangan agama ini. Di antara mereka, Sayyidah Khadijah RA menempati posisi yang sangat istimewa.

“Bukan hanya sebagai istri Rasulullah SAW. Namun juga sebagai perempuan pertama yang memeluk Islam. Ia menjadi pilar kekuatan yang tak tergantikan dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW,” kata Ustad Dr. H. Urwatul Wusqa, Lc., M.A saat Wirid Mingguan di Masjid Asy Syifa, Jumat (27/12).

Turut dihadiri Direktur Utama RSUP Dr. M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT KL (K), pengurus DWP RSUP Dr. M Djamil dan civitas hospitalia.

Ia mengatakan Sayyidah Khadijah RA memiliki kedudukan sosial yang tinggi di Makkah. Kehormatan tersebut bukan semata-mata karena nasabnya yang mulia. Melainkan juga karena kehebatannya sebagai seorang pebisnis perempuan yang sukses.

“Ia bukan hanya seorang pengusaha sukses, tetapi juga seorang figur panutan yang bijaksana dan berwibawa,” ucap Urwatul Wusqa.

Namun, peran Sayyidah Khadijah RA yang paling monumental adalah dukungan tak tergoyahkan yang diberikannya kepada Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan dakwah Islam. Keteguhan hati dan kesetiaan Sayyidah Khadijah RA merupakan teladan bagi seluruh umat Islam.

“Ia menunjukkan bagaimana seorang istri seharusnya mendukung dan mendampingi suaminya, terutama dalam menghadapi cobaan dan kesulitan. Pengorbanannya yang besar bukan hanya dalam hal materi, tetapi juga dalam hal emosional dan spiritual. Ini menjadi bukti nyata akan cinta dan kesetiaannya yang tak tergoyahkan,” tuturnya.

Ia menekankan Sayyidah Khadijah RA merupakan sosok perempuan yang luar biasa, seorang istri, seorang pengusaha sukses, dan seorang pendukung setia dakwah Rasulullah SAW. “Kehidupannya menunjukkan bahwa kekuatan, kebijaksanaan, dan kesetiaan dapat berpadu untuk menciptakan perubahan yang besar dan bersejarah,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan wirid mingguan ini menjadi tempat silaturahmi bersama civitas hospitalia. “Melalui wirid mingguan ini kita dapat memperoleh pengetahuan sehingga bisa mengisi atau me-recharge pikiran kita kembali sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan,” harapnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45