Rencana Perluasan, RSUP M Djamil Lakukan Pertemuan dengan Jijia Healthcare

RSUP Dr M Djamil melakukan pertemuan dengan PT Jijia Healthcare Indonesia di Ruang Rapat Direksi, Jumat (20/9). Pertemuan tersebut untuk menjajaki kerja sama rencana perluasan dan pengembangan fasilitas kesehatan rumah sakit yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan Jati Kota Padang ini.

“Pertemuan ini merupakan langkah awal yang positif dalam upaya bersama untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sumatera Barat, khususnya di RSUP Dr M Djamil Padang,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Dalam pertemuan itu hadir Ms Wu Weixing (PT Jijia Healthcare Indonesia), Mr Brent Xiong (Deputy General Manajer China Tiesiju Civil Engineering Group), Mr Xie Haifei (China Tiesiju Civil Engineering Group). Kemudian Mr Wu Yingsheng dan Mr Albert Joseph (PT Buana Medika Utama) dan Anandya Dipo Pratama (DPR).

Sementara dari RSUP Dr M Djamil dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Manajer dan Asisten Manajer, Kepala Komite dan Kepala Instalasi.

Ia mengatakan pihaknya menyadari di era globalisasi saat ini, kemitraan dengan pihak swasta, termasuk investor dari luar negeri, diperlukan untuk mendukung peningkatan infrastruktur dan peralatan medis rumah sakit. “Rencana perluasan rumah sakit dan pengembangan fasilitas kesehatan RSUP Dr M Djamil bertujuan untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks dan dinamis,” tutur Dovy.

Ia berharap melalui pertemuan ini dapat menggali lebih dalam tentang kebutuhan rumah sakit. Sekaligus memahami lebih lanjut potensi kerja sama yang dapat dikembangkan bersama.

“Kami percaya keahlian dan pengalaman yang dimiliki PT Jijia Healthcare Indonesia akan memberikan kontribusi positif. Tidak hanya dalam bentuk peningkatan fasilitas dan peralatan medis, tetapi juga dalam memperkuat kapasitas pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat,” ucap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Dovy juga berharap pertemuan ini dapat menghasilkan solusi yang saling menguntungkan serta membuka peluang untuk membangun model kemitraan bisnis yang strategis dan berkelanjutan. “Kami juga yakin bahwa kolaborasi kita dapat menghasilkan dampak yang signifikan terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan di RSUP Dr M Djamil Padang,” tuturnya.

Diketahui, RSUP Dr M Djamil merupakan salah satu rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan dan menjadi rumah sakit rujukan utama di lima provinsi Sumatera, terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang unggul kepada masyarakat. Rumah sakit ini pun menjadi pengampuan dari empat penyakit fokus Kemenkes. Yakni penyakit jantung, stroke, kanker dan uronefrologi, serta lima pengampuan lainnya.

Beberapa layanan unggulan rumah sakit ini antara lain Pusat Pelayanan Jantung, Pembuluh Darah, dan Otak, Pelayanan Onkologi Terpadu, Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, Pelayanan Transplantasi Organ, dan Layanan Pengobatan Regeneratif dan Terapi Sel.

RSUP Dr M Djamil sebagai rumah sakit tipe A juga telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama. Termasuk dalam kategori Rumah Sakit Pendidikan yang memiliki fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang pendidikan kedokteran dan/ atau kedokteran gigi, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi. (*)

Peringatan Maulid Nabi, Dirut M Djamil : Mari Teladani Sifat Nabi Muhammad SAW

RSUP Dr M Djamil memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Asy Syifa kompleks rumah sakit, Jumat (20/9). Dalam peringatan Maulid Nabi ini diharapkan civitas hospitalia rumah sakit meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad Allah SWT.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW penting di era modern saat ini. Kita harus tetap menjalankan nilai-nilai yang sudah disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat memberikan sambutan.

Peringatan Maulid Nabi ini bertindak sebagai ustad adalah ustad Martoni SPd MA yang mengupas tentang Sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yang patut diteladani. Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) dan civitas hospitalia.

Nilai-nilai tersebut, tutur Dovy, nila kejujuran dan nilai kasih sayang. “Dan bagaimana civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil mengimplementasikanya. Tentu untuk kepuasan pasien dan keluarga pasien yang datang ke rumah sakit ini,” ucapnya.

Dokter Spesialis Fetomaternal ini mengatakan didalam pengimplementasiannya diharapkan apa yang civitas hospitalia lakukan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. “Sekaligus menimbulkan rasa empati dan melayani pasien dan keluarga pasien,” harap Dovy.

Sementara, Ustad Martoni SPd MA mengupas sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yang terkandung dalam Surat Ali Imran ayat 159. Pertama, Rasulullah SAW tetap bersikap lemah lembut dan tidak marah kepada sebagian kaum Muslimin yang melakukan pelanggaran dalam keadaan genting Perang Uhud. Bahkan beliau memaafkannya dan memohonkan ampun untuk mereka.

“Dalam tafsir Ibnu Katsir, sikap lemah lembut yang ditunjukkan Nabi SAW adalah salah satu rahmat Allah kepada makhluk-Nya. Perilaku tersebut patut diteladani umat Islam pada saat ini,” ucapnya

Kedua, sikap lemah lembut, rasa rahmat, belas kasihan, dan cinta kasih yang ditanamkan Allah SWT kepada Rasulullah ini mempengaruhi sikap beliau dalam memimpin. Sikap tersebut mempengaruhi cara kepemimpinan seseorang.

“Ketiga, Rasulullah SAW selalu bermusyawarah dalam segala hal, terlebih dalam urusan peperangan. Hal ini merupakan anjuran bagi umat Islam, untuk senantiasa bermusyawarah atau berdiskusi dalam segala hal sebelum mengambil keputusan,” paparnya.

Martoni menyebutkan keempat, musyawarah merupakan salah satu cara untuk mengambil kesepakatan bersama. Kelima, anjuran untuk patuh terhadap kesepakatan dari hasil musyawarah yang telah dilakukan.

“Ke enam, bertawakal sepenuhnya kepada Allah karena Dia adalah pemberi pertolongan dan pembela bagi hamba-Nya,” tukas Martoni.(*)

RSUP Dr M Djamil Terima Kunjungan dari Tim Pengampuan Kemenkes

RSUP Dr M Djamil menerima kunjungan dari tim pengampuan Kementerian Kesehatan RI di Aula Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalas Rawat Jalan, Kamis (19/9). Kunjungan tim pengampuan ini dalam rangka monitoring dan evalusi gastrohepatologi dan penyakit infeksi emerging (PIE).

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua bersama Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) menyambut kedatangan rombongan tim pengampuan. Yakni mewakili Direktorat Pelayanan Rujukan dr Dessy Fardalenawaty, DR dr Andri Sanityoso Sulaiman SpPD KGEH FINASIM (Kepala Pengampu RSUPN Cipto Mangunkusumo), dr Fahrina MKM (tim Kemenkes), dan Siti Wulandari SSos (tim Kemenkes).

“Monitoring dan evaluasi ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung program transformasi sistem kesehatan yang sedang diusung oleh Kementerian Kesehatan,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Transformasi sistem kesehatan khususnya dalam pelayanan rujukan, tutur Dovy, merupakan salah satu pilar yang sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. “Melalui penguatan stratifikasi dan jejaring pengampuan, kita berkomitmen untuk memastikan pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan 10 penyakit prioritas, termasuk Gastrohepatologi dan Penyakit Infeksi Emerging, dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” sebutnya.

Ia menekankan RSUP Dr M Djamil Padang, sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera Barat, berperan penting dalam memastikan pelayanan kesehatan di bidang Gastrohepatologi dan PIE dapat terus ditingkatkan. “Kami telah berupaya mempersiapkan berbagai aspek, baik dalam hal sarana dan prasarana, kompetensi sumber daya manusia, serta pengembangan inovasi layanan kesehatan,” kata dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ia mengatakan pihaknya menyadari peran pengampuan dan jejaring pelayanan sangat krusial dalam menjawab tantangan di era globalisasi, khususnya terkait dengan penyakit infeksi yang terus berkembang. “Oleh karena itu, melalui monitoring dan evaluasi ini, kami berharap bisa mendapatkan masukan yang konstruktif untuk perbaikan ke depannya,” harapnya.

Ia menekankan pihaknya siap untuk berkolaborasi secara aktif, berbagi data dan informasi, serta belajar dari seluruh proses ini demi tercapainya pelayanan kesehatan yang lebih baik. “Dan kami berkomitmen untuk memastikan pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan 10 penyakit prioritas, termasuk Gastrohepatologi dan Penyakit Infeksi Emerging, dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” tuturnya.

Mewakili Direktorat Pelayanan Rujukan Kementerian Kesehatan dr Dessy Fardalenawaty mengatakan tujuan dari monitoring dan evaluasi ini adalah mengevaluasi proses kegiatan khususnya trisemester pertama 2024. “Dan diharapkan setelah monev ini akan ada rekomendasi guna meningkatkan dan mengembangkan program dari pengampuan layanan gastrohepatologi dan penyakit infeksi emerging,” harapnya.

Ia mengatakan rumah sakit pengampu dan diampu yang tergabung dalam jejaring ini akan berkolaborasi melaksanakan pelayanan gastrohepatologi dan penyakit infeksi emerging secara terpadu.

“Suatu sistem pengampuan oleh rumah sakit yang mempunyai kemampuan yang tinggi dalam pelayanan gastrohepatologi dan penyakit infeksi emerging kepada rumah sakit yang diampu berdasar sistem stratifikasi sesuai dengan kemampuan sumber daya manusia, sarana prasarana dan alat kesehatan serta ketersediaan layanan kesehatan,” ucap dr Dessy.

Sementara itu Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumbar dr Fionaliza MKM mengatakan Pemprov Sumbar bersyukur dengan kebijakan Kementerian Kesehatan terkait dengan proses pengampuan ini dalam upaya meningkatkan kemampuan dari rumah sakit-rumah sakit milik Provinsi Sumbar.

“Di Sumbar telah ditunjuk satu rumah sakit yang menjadi target utama untuk pelayanan gastrohepatologi dan penyakit infeksi emerging dan tujuh penyakit lainnya. Yakni RS Achmad Mochtar yang InshaAllah menjadi salah satu kunjungan dari tim pengampu Kementerian Kesehatan. Dan rumah sakit lainnya untuk gastrohepatologi dan PIE ini adalah RS Pariaman dan RS M Natsir Kabupaten Solok dengan target madya,” papar dr Fio.

Ia berharap dengan kunjungan tersebut akan memperkuat sumber daya manusia tapi juga pemenuhan standar peralatan serta memberikan masukan dala peningkatan dua layanan tersebut. “Selain dari RSUP Dr M Djamil sendiri yang telah banyak membantu dalam kegiatan ini,” tukasnya. (*)

Pemenuhan Kebutuhan Darah Prioritas Utama RSUP Dr M Djamil

RSUP M Djamil menjadikan pemenuhan kebutuhan darah sebagai salah satu program prioritas utama rumah sakit. Ini guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan membantu menyelamatkan pasien.

“Pemenuhan kebutuhan darah menjadi prioritas utama rumah sakit ini,” tegas Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Ia mengatakan RSUP Dr M Djamil membutuhkan 5.000 kantong darah setiap bulannya. Tentunya itu dicukupi dengan usaha membentuk jejaring dengan semua instansi di wilayah Sumbar.

“Program ke depan rumah sakit, bersama Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) RSUP Dr M Djamil akan mengadakan kerja sama dengan berbagai instansi di Sumbar. Sehingga nanti misi kemanusiaan ini bisa dilaksanakan,” harap Dovy.

Ia menekankan memang dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai instansi di Sumbar. “Dengan harapan, stok darah terpenuhi dan bisa dimanfaatkan untuk pasien yang membutuhkan,” ucapnya.

Sementara Kepala UTDRS RSUP Dr M Djamil Dr dr Zelly Dia Rofinda SpPK Subsp BDKT(K) Subsp HK(K) menjelaskan stok darah di UTD RSUP Dr M Djamil memang masih butuh ditingkatkan dari stock yang dibutuhkan. Ini dikarenakan kebutuhan darah untuk pasien yang sangat banyak.

“Kita masih mendapatkan suplai darah dari PMI yang kadang-kadang juga kekurangan stok. Sehingga kita meminta donor pengganti pada keluarga pasien,” ungkapnya.

Ia mengatakan upaya untuk memenuhi kebutuhan stok darah adalah dengan mengadakan kegiatan donor darah keluar rumah sakit, menjalin kerja sama dengan beberapa instansi untuk kegiatan donor darah. “Selain juga mengontak PMI,” tukas Zelly.(

Civitas Hospitalia M Djamil Dibekali Tips Menemukan Novelty Penelitian

Staf medis maupun nonmedis dalam beberapa tahun terakhir telah banyak melakukan penelitian. Bahkan telah sampai pada tahap publikasi baik nasional dan internasional pada jurnal bereputasi. Akan tetapi masih terdapat peneliti yang masih belum memahami secara mendalam tentang metode penelitian yang sesuai dengan kaidah sebenarnya.

“Metode penelitian dapat diartikan sebagai proses memilih cara yang spesifik untuk menyelesaikan permasalahan dalam menjalankan riset. Mengetahui metode penelitian yang tepat tentunya akan membantu para peneliti dalam menyelesaikan hasil penelitiannya,” kata Manager Tim Kerja Penelitian dan Pengembangan dr Zulda Musyarifah SpPA saat Workshop Rapid Class#2 Riset Aktual, Progresif, Interaktif dan Update di Aula Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (18/9).

Makanya, tutur dr Zulda, tim litbang bersama tim diklat RSUP Dr Djamil Padang memberikan fasilitas berupa Research Class. Agar  menghasilkan penelitian yang bermutu dan berkualitas tinggi serta dapat dipertanggungjawabkan serta diimplementasikan untuk pelayanan maupun manajemen.

“Workshop yang diikuti seluruh civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil ini merupakan serial workshop yang terbagi atas empat series. Series pertama ini merupakan lanjutan dari webinar sebelumnya,” tuturnya.

Ia mengatakan tujuan Workshop Rapid Class#2 adalah untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan civitas hospitalia tentang bagaimana menemukan novelty atau pun menemukan penelitian-penelitian. “Kemudian juga untuk mengelola penelitian sampai nanti analisis data dan sebagainya,” ucapnya.

Dalam menemukan novelty, tuturnya, sudah banyak cara menemukannya. Seperti aplikasi-aplikasi artificial intelligence (AI) yang bisa digunakan untuk menemukan sesuatu yang baru dari penelitian.

“Mungkin cara lamanya kita bisa melihat dan membaca jurnal-jurnal penelitian atau penelitian terdahulu. Tetapi dengan adanya kecanggihan teknologi kita bisa menemukan itu berdasar dari rekomendasi AI tersebut.

Perihal tersebut salah satu menjadi bahan materi workshop pada hari ini,” sebutnya.

dr Zulda memaparkan novelty itu dapat diartikan dengan pembaruan dalam sebuah penelitian. Dengan adanya novelty atau pembaruan dari tema-tema penelitian itu akan menciptakan sebuah produk inovasi baru yang belum pernah terpikirkan untuk diteliti.

“Mudah-mudahan melalui workshop ini peserta mendapatkan insght atau ide-ide baru yang belum pernah dipikirkan atau dilakukan penelitian,” harap dr Zulda.

Workshop ini menghadirkan narasumber Konsultan Penelitian RSUP Dr M Djamil, Dr Ricvan Dana Nindrea SKM MKes MSc FRSPH. Ia menyajikan materi terkait tips dan trik menemukan novelty dan research quetion dalam penelitian; ulik artikel penelitian.

Sebagaimana diketahui, RSUP Dr M Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama mengemban tugas dalam menyelenggarakan kegiatan penelitian. Dalam melaksanakan tugas tersebut, RSUP Dr M Djamil menetapkan Komite Etik Penelitian (KEP) dan Kelompok Substansi Pendidikan dan Penelitian sebagai unit kerja yang bertugas memfasilitasi serta menyelenggarakan kegiatan penelitian.(*)

RSUP Dr M Djamil Berikan Vaksin Covid-19 Tahap 5 untuk Civitas Hospitalia

RSUP M Djamil Padang melaksanakan imunisasi vaksin Covid-19 Tahap 5 untuk civitas hospitalia di Gedung Vaksinasi, Selasa (17/9). Kegiatan vaksinasi yang berlangsung hingga Jumat (20/9) ini bertujuan untuk memberikan perlindungan tambahan bagi para tenaga kesehatan yang berada di pelayanan langsung dengan pasien. Adapun vaksin yang diberikan dalam kesempatan ini adalah vaksin IndoVac.

Mekanisme pemberian vaksinasi yakni para penerima vaksin dipersilakan melakukan registrasi terlebih dahulu dengan menunjukkan KTP untuk kemudian diberikan kartu vaksin. Selanjutnya, petugas kesehatan melakukan skrining kesehatan sebelum dilakukan vaksinasi.

Skrining ini dilakukan untuk melihat status kesehatan dari masing-masing civitas hospitalia. Proses vaksinasi dilakukan dengan menyuntikkan vaksin booster sesuai dosis ke dalam otot. Selanjutnya penyerahan kartu vaksin.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mendapat suntikan pertama vaksin Covid-19 tahap 5. Dilanjutkan, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K).

“Covid-19 tidak sepenuhnya hilang meski saat ini statusnya sudah menjadi endemi. Masih ada potensi munculnya varian atau subvarian baru, yang berpotensi menyebabkan peningkatan kasus, bahkan kematian,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Ia mengatakan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No 23 tahun 2023 tentang Pedoman Penanggulangan Covid-19 disebutkan mulai Januari 2024 sebagai imunisasi program pilihan dengan sasaran tenaga kesehatan, penyandang Immunocompromised dan dewasa dengan komorbid.

“Untuk saat ini seperti arahan dari Kementerian Kesehatan, kita sebagai rumah sakit vertikal melaksanakan imunasasi Covid 19 untuk kedua kelompok. Yakni kelompok pertama adalah tenaga kesehatan dan  kelompok kedua dikhususkan bagi masyarakat lanjut usia, lanjut usia dengan komorbid, dan dewasa dengan komorbid,” sebut Dovy.

Ia menekankan dengan pemberian imunisasi vaksin Covid-19 tahap 5 akan menjadikan proses kekebalan tubuh masyarakat Indonesia khususnya tenaga kesehatan yang masih rentan akan terlindungi. “Apalagi peranan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan mempunyai risiko yang tinggi. Apalagi akhir-akhir ini di samping kasus Covid 19 masih terus meningkat, penyakit infeksi emerging lainnya seperti MPOX yang juga harus terus diwaspadai bersama-sama,” tutur dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ia berharap civitas hospitalia untuk dapat mengikuti program ini vaksinasi ini sebagai perlindungan bagi diri sendiri maupun keluarga. “Karena kita dalam memberikan pelayanan dikelilingi oleh berbagai macam penyakit yang kompleks. Dan rumah sakit ini rumah sakit rujukan di bagian Sumatera Bagian Tengah,” ucap Dovy.

Sementara Ketua Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) RSUP Dr M Djamil Katherina Welong SKM MARS mengatakan dalam kegiatan imunisasi vaksin Covid-19 tahap 5 untuk civitas hospitalia, pihaknya menyediakan 1.600 vaksin. Kegiatan tersebut berlangsung mulai hari ini (17/9) hingga Jumat (20/9) dari pagi sampai pukul 16.00.

“Kami menyiapkan 15 vaksinator terdiri dari 7 sampai 8 bertugas untuk skrining dan sisanya bertugas untuk penyuntikan. Kemudian 7 tenaga administrasi bertugas untuk pendaftaran. Terdiri dari administrasi pendaftaran kartu sehat dan administrasi pendaftaran kartu yang disiapkan rumah sakit,” sebutnya.

Ia mengatakan sebenarnya sasaran dari vaksin Covid ini adalah pertama untuk masyarakat lanjut usia, lanjut usia dengan komorbid, dan dewasa dengan komorbid serta kedua tenaga kesehatan. “Karena RSUP Dr M Djamil Padang rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, maka kita laksanakan untuk tenaga kesehatan. Dan kegiatan hari ini serentak dilakukan di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan lainnya,” tukasnya.(*)

Jumat Berkah, DWP RSUP Dr M Djamil Bagikan Nasi Bungkus ke Keluarga Pasien

Setiap Jumat di RSUP Dr M Djamil Padang adalah momen yang penuh berkah. Para ibu-ibu yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr M Djamil Padang  dengan penuh keikhlasan dan cinta hati menyajikan nasi bungkus kepada keluarga pasien.

“Kegiatan ini tidak sekadar memberi makanan, tapi juga menghadirkan rasa empati dan solidaritas. Dalam setiap keping nasi bungkus, terkandung doa dan dukungan untuk kesembuhan pasien serta kekuatan bagi keluarga yang mendampingi,” kata Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr Djamil Padang, Ny Winanda Dovy Djanas, Jumat (13/9).

Ia mengatakan sudah hampir setahun program Jumat Berkah ini terlaksana.

Diinisiasi para ibu-ibu DWP yang selama ini menyalurkan Jumat Berkah ke tempat lain. “Nah sekarang kita fokuskan kepada keluarga pasien yang berada di RSUP Dr M Djamil Padang,” tuturnya.

Ia menyebutkan kegiatan Jumat Berkah ini, turut membantu para keluarga pasien. “Apalagi mereka tidak ada waktu keluar untuk sarapan atau makan dikarenakan menunggu pasien yang sedang operasi atau ICU,” sebut istri Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang ini.

Ia mengatakan untuk menu dan lokasi pembagian berbeda setiap Jumatnya. “Awalnya pada pagi DWP membagikan sarapan pagi berupa lontong atau nasi goreng. Namun saat ini selang-seling. Jumat ini makan siang maka Jumat besoknya sarapan pagi. Begitu juga dengan lokasi. Misalnya minggu ini di ruang operasi atau Oka, atau ruang rawat jalan atau ruang ICU,” ucapnya.

Ia mengatakan Alhamdulillah aksi kegiatan Jumat Berkah ini sudah melebar ke hospitalia RSUP Dr M Djamil. Setiap Jumat diedarkan kotak infak di masjid untuk kegiatan Jumat Berkah berikutnya.

“Mudah-mudahan kegiatan Jumat Berkah ini tetap berjalan. Kalau banyak dana terkumpul bisa dua kali seminggu. Jadi aksi Jumat berkah itu tidak hari Jumat saja. Pasalnya kita memberi tidak hanya tergantung pada hari Jumat saja. Setiap hari kita bisa sedekah. Mudah-mudahan Jumat Berkah ini meringankan keluarga pasien maupun pasien rawat jalan,” harap Winanda.(*)

RSUP Dr M Djamil Terima Kunjungan Silaturahmi Direksi Bank Nagari

RSUP Dr M Djamil Padang menyambut kunjungan silaturahmi direksi PT Bank Nagari di Ruang Rapat Direksi, Kamis (12/9). Kunjungan silaturahmi ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama dan memperkuat hubungan RSUP Dr M Djamil dengan PT Bank Nagari.

Pertemuan ini dihadiri Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua, Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen. Dari Bank Nagari dihadiri Direktur Operasional Zilfa Efrizon, Direktur Kepatuhan Sukardi dan manajemen.

“PT Bank Nagari termasuk mitra strategis dari RSUP M Djamil Padang. Kami selaku jajaran direksi senang dengan kunjungan silaturahmi dilakukan oleh direksi PT Bank Nagari,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Ia memaparkan RSUP Dr M Djamil termasuk rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI memiliki 800 tempat tidur dengan 300-an dokter sub spesialisasi. Bahkan rumah sakit ini  mengakomodir pasien mencakup wilayah Sumatera Barat, Tapanuli Selatan, Jambi, Bengkulu dan Riau.

“Dalam tranformasi kesehatan pada saat ini, kami didorong untuk mengembangkan layanan yang mengarah pada penyakit katastropik,” tuturnya.

Penyakit katastropik ini merupakan penyakit-penyakit yang membutuhkan biaya tinggi dalam pengobatannya serta memiliki komplikasi yang dapat mengancam jiwa. Seperti stroke, kanker, jantung dan ginjal.

“Untuk itu kami butuh pengembangan layanan rumah sakit,” ucap Dovy.

Ia mengatakan pihaknya sudah menyiapkan masterplan pengembangan rumah sakit lima tahun ke depan. “Dengan masterplan ini akan memberikan dampak terhadap layanan yang kita butuhkan. Bahkan kami menargetkan lima tahun ke depan RSUP Dr M Djamil dapat menahan devisa bagi masyarakat yang berobat di luar negeri,” ujarnya.

Tentunya, sebut Dovy, RSUP Dr M Djamil dapat bermitra dan melakukan penguatan bersama dengan Bank Nagari. “Kami butuh dukungan Bank Nagari terhadap pengembangan yang dilakukan RSUP Dr M Djamil,” ungkap Dovy.

Sementara itu, Direktur Operasional Bank Nagari Zilfa Efrizon mengatakan kolaborasi Bank Nagari dan RSUP Dr M Djamil telah mempermudah layanan transaksi lalu lintas pembayaran keuangan pasien dengan baik. “Mudah-mudahan tidak hanya pada layanan transaksi keuangan yang sudah berjalan saat ini. Tetapi Bank Nagari turut memberikan dukungan pelaksanaan kegiatan atau pengembangan di RSUP Dr M Djamil. Ini sebagai upaya memberikan kenyamanan bagi pasien tentunya,” ucap Zilfa.

Zilfa mengatakan dengan pengembangan dilakukan itu, nantinya cakupan layanan RSUP Dr M Djamil makin luas hingga ke luar negeri atau negara tetangga. “Apalagi Bank Nagari dapat memberikan kemudahan-kemudahan pembayaran transkasi keuangan apabila ada pasien luar negeri berobat nantinya,” tukas Zilfa.(*)

Dirut M Djamil : Implementasi Rekam Medis Elektronik sebuah Keharusan

Di era digitalisasi yang berkembang pesat ini, transformasi digital di sektor kesehatan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan suatu keharusan. Digitalisasi teknologi kesehatan menjadi tulang punggung dalam meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi operasional, serta memastikan pelayanan kesehatan dapat diakses oleh masyarakat secara luas dan merata.

“Salah satu pilar utama dari transformasi digital di rumah sakit adalah penerapan Rekam Medis Elektronik (RME),” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat Diskusi Transformasi Kesehatan Terintegrasi Bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta secara virtual, Rabu (11/9).

Diskusi virtual itu turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo. Turut sebagai narasumber dalam diskusi itu yakni Kepala Instalasi SIM RS Ibnu Putra SKom.

Ia mengatakan RSUP Dr M Djamil telah menyadari pentingnya penerapan RME ini sebagai landasan yang kokoh dalam mengintegrasikan data pasien, mempercepat proses diagnosis dan penanganan medis, serta meningkatkan kualitas pelayanan melalui pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

“Implementasi rekam medis elektronik (RME) tidak lagi menjadi pilihan. Akan tetapi melainkan sebuah keharusan,” tutur Dovy.

Dengan sistem ini, sebutnya, data pasien dapat diakses secara real-time dan akurat, mengurangi risiko kesalahan medis, serta meningkatkan koordinasi antara tenaga medis. “RME juga mendukung pencatatan yang lebih rapi, terstruktur, dan mudah diakses. Pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” paparnya.

Dokter spesialis Fetomaternal ini mengatakan strategi penerapan RME di RSUP Dr M Djamil berfokus pada beberapa aspek kunci. Yaitu penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur teknologi yang andal, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang mendukung pengelolaan dan pemanfaatan data secara efektif.

“Kami juga terus berusaha membangun sinergi antar unit/bagian, sehingga data pasien dapat diakses oleh tenaga kesehatan secara real-time dan lintas unit pelayanan. Pada akhirnya dapat meningkatkan efektivitas layanan kesehatan,” harap Dovy.

Dalam implementasi SIMRS dan RME, kesiapan infrastruktur menjadi aspek yang sangat krusial. “Kami memastikan bahwa perangkat keras, perangkat lunak, serta jaringan teknologi informasi yang kami gunakan telah memenuhi standar untuk mendukung operasional yang optimal. Tidak hanya itu, kami juga terus memperbarui sistem keamanan untuk menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks di era digital ini,” tutur Dovy.

Tentu saja, dalam proses transformasi digital ini, keamanan data menjadi prioritas utama. RSUP Dr M Djamil berkomitmen untuk melindungi privasi dan keamanan data pasien sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Oleh karena itu, kami menerapkan langkah-langkah keamanan data yang ketat. Mulai dari enkripsi data, autentikasi berlapis, hingga pemantauan jaringan yang berkelanjutan untuk mencegah kebocoran data,” tukasnya. (*)

RSUP Dr M Djamil Raih Penghargaan Wajib Pajak Pengelola APBN Setoran Terbesar

RSUP Dr  M Djamil Padang menerima penghargaan sebagai Wajib Pajak Pengelola APBN Setoran Terbesar Kota Padang 2023. Penghargaan itu diterima Direktur Utama RSUP M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat Tax Gathering yang diadakan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Padang Dua di Hotel Pangeran Beach, Rabu (11/9).

Direktur Utama RSUP M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas penghargaan yang diterima.

“Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari komitmen RSUP Dr M Djamil dalam memenuhi kewajiban pajak dengan tepat waktu dan benar. Kami percaya bahwa dengan kepatuhan pajak, kita turut berkontribusi dalam pembangunan negara yang lebih baik,” kata Dovy.

Ia mengucapkan terima kasih kepada KPP Pratama Padang Dua serta terima kasih kepada seluruh tim RSUP Djamil yang telah bekerja keras untuk mencapai prestasi ini. “Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi RSUP Dr M Djamil untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung penerimaan negara melalui kepatuhan terhadap perpajakan,” harap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJP Sumbar Jambi Arif Mahmudin Zuhri mengapresiasi seluruh wajib pajak khususnya yang terdaftar di Kantor KPP Pratama Padang Dua yang telah memenuhi kewajiban perpajakannya dengan baik. Dimana kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya sebagai suatu karya seni yang indah dan melukiskan bangsa Indonesia yang maju dan sejahtera.

“Ke depannya kami berharap dapat meningkatkan sinergi dan kerja sama dengan seluruh stakeholders baik pemerintah, usaha maupun masyarakat,” harapnya.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Padang Dua Budiyan menambakan KPP Pratama Padang Dua memberikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan dan kontribusi wajib pajak dalam membayar pajak tepat waktu. “Diharapkan, penghargaan ini dapat memotivasi instansi lain untuk terus berkomitmen dalam memenuhi kewajiban pajak mereka,” harapnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45