RS M Djamil Dukung Pendirian Prodi PPDGS BMM FKG Unand

RSUP M Djamil turut mendukung pendirian Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial (PPDGS BMM) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. Sebagai rumah sakit pendidikan utama di wilayah Sumatera bagian Tengah, melalui pengembangan program studi ini dapat memenuhi sumber daya manusia (SDM) kesehatan untuk bedah mulut dan maksilofisial yang memang dibutuhkan saat ini.

“Kami turut mendukung atas pendirian program studi tersebut. Apalagi kita selalu berkoordinasi dan berkomunikasi terkait hal ini. Tentunya InsyaAllah kami siap,” kata Direktur Utama RSUP M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat Visitasi Kolegium Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial di Ruang Rapat lantai IV Rektorat Universitas Andalas, Senin (9/9).

Ia mengatakan apa yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dengan transformasi kesehatan dibutuhkan kolaborasi dan koordinasi bersama. “Dengan kolaborasi yang dilakukan ini, bagaimana nanti kebutuhan sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan dapat diisi terutama dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofisial ini,” tutur dokter spesialis fetomaternal ini.

Ia mengatakan InsyaAllah ini akan dilaksanakan bersama. Sehingga cita-cita bersama untuk aspek sumber daya manusia bisa dipenuhi dan didukung ke depannya. “Semua yang sudah kita jalani dan kita koordinasikan, InsyaAllah berjalan lancar. Kami berharap pada tim Kolegium dapat melihat kami hadir untuk memberikan dukungan sepenuhnya untuk kegiatan visitasi ini,” tukas Dovy. (*)

M Djamil Dorong Hospitalia Lakukan Penelitian Kesehatan

RSUP M Djamil Padang terus berkomitmen dalam pengembangan penelitian di bidang kesehatan. Dibuktikan, sebanyak 20 judul penelitian staf menerima pendanaan RSUP M Djamil Padang dari 40 judul usulan.

Para penerima dana penelitian tersebut menandatangani kontrak penelitian di Aula Lantai IV Gedung Administrasi dan Rawat Jalan RSUP M Djamil Padang, Senin (9/9). Disaksikan Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP M Djamil Padang Luhur Joko Prasetyo dan Manager Tim Kerja Penelitian dan Pengembangan dr Zulda Musyarifah SpPA.

“Para penerima dana penelitian ini agar berkomitmen menggunakan dana ini secara efektif. Dan tak kalah pentingnya outcome dari penelitian ini bisa kita manfaatkan untuk RSUP M Djamil Padang,” kata Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP M Djamil Padang Luhur Joko Prasetyo saat Penandatanganan Kontrak Penelitian Staf dan Sosialisasi Person In Charge (PIC) Penelitian 2024.

Ia berharap penelitian yang dilakukan berjalan lancar. Dan dana penelitian ini bisa dapat digunakan secara maksimal. “Sehingga apa yang dikeluarkan oleh RSUP M Djamil Padang berarti buat kemajuan rumah sakit tercinta ini,” harap Luhur Joko Prasetyo.

Sementara itu, Manager Tim Kerja Penelitian dan Pengembangan dr Zulda Musyarifah SpPA mengatakan tahun ini RSUP M Djamil menyediakan anggaran Rp 850 juta untuk dana penelitian. RSUP M Djamil pada tahun ini membiayai 20 dari 40 judul penelitian.

“Kriteria penerima dana penelitian ini, staf internal RSUP Djamil yang telah mengikuti proses review dari awal sampai disetujui,” kata dr Zulda.

Penelitian-penelitian yang disetujui adalah penelitian yang berhubungan dengan layanan prioritas yakni layanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). Kemudian kesehatan ibu dan anak (KIA) serta penyakit infeksi.

“Dalam penelitian ini melibatkan staf internal yakni dokter maupun perawat,” tuturnya.

Ia mengharapkan penelitian yang dilakukan selama setahun ini ujungnya adalah publikasi yang bereputasi pada jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional. “Di samping itu, penelitian ini dapat menghasilkan produk-produk inovasi yang bisa digunakan untuk layanan khususnya di RSUP M Djamil Padang,” tukas dr Zulda. (*)

Peringati HaOrNas, M Djamil Imbau Masyarakat Berolahraga

Tanggal 9 September setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional. Peringatan ini kembali mengingatkan akan pentingnya olahraga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.

“Kita sudah mengetahui evidence basednya di kedokteran atau sport medicine sudah membuktikan bahwasanya olahraga ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan,” kata dokter spesialis kedokteran olahraga Prof Dr dr Afriwardi SH SpKO MA.

Karena dengan olahraga ini bisa melakukan promosi, prevensi, kurasi dan rehabilitasi terhadap ketidakberdayaan atau keadaan sakit pada seseorang. “Pada tahap promosi berupaya memberikan kepada masyarakat bagaimana cara berolahraga yang baik untuk menunjang kesehatan kita,” tutur Dekan Fakultas Kedokteran Unand ini.

Afriwardi mengatakan jika dilihat dari sisi waktu, olahraga itu pada prinsipnya tidak ada pembatasan waktu untuk berolahraga. Namun demikian harus menyesuaikan dengan bio ritme seseorang. Pada umumnya masyarakat Indonesia atau dunia bawasanya malam itu istirahat dan siang hari untuk bekerja.

“Tetapi kalau habitnya atau kesibukannya tidak apa-apa berolahraga. Jangan sampai bertentangan atau menganggu bioritme,” tuturnya.

Untuk berolahraga itu, sebut Afriwardi, waktunya bergantung pada individunya. Kalau individualnya sudah terlatih atau atlet maka olahraga dapat dilakukan satu jam. “Namun bagi masyarakat berolahraga minimal 45 menit sampai satu jam,” ucapnya.

Afriwardi pun memberikan tips berolahraga yang baik. Pertama, pastikan tidak dalam keadaan dehidrasi atau minum cukup. Kedua, harus mempersiapkan peralatan yang akan dibawa berolahraga. Misalkan peralatan yang melekat di badan seperti baju, kaus kaki dan sepatu.

“Karena yang banyak menimbulkan cidera yakni sepatu yang sudah haus dipaksakan memakainya akan timbul permasalahan dalam sendi lutut. Ini dikarenakan kemiringan pada sol sepatu yang dipaksakan untuk berjalan. Awalnya ingin untuk sehat malah tidak mendapatkan sehat,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan RSUP M Djamil Padang mengucapkan selamat memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2024.  Pada tahun ini mengambil tema “Ayo Berolahraga: Bersatu Kita Juara”. Tema ini mempunyai tujuan bersama berkomitmen mewujudkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga.

“Selain dijadikan sebagai ajang kompetisi, dengan berolahraga secara rutin maka akan berdampak baik bagi kesehatan tubuh. Mari sempatkan diri untuk berolahraga, jaga tubuh tetap sehat dan tingkatkan imun agar dapat terhindar dari berbagai penyakit,” ajak Dovy.(*)

Cerita Pembersih Kaca Gedung di RS M Djamil

Cerita Pembersih Kaca Gedung di RSUP M Djamil Padang

Nova Andre Putra bersama dua rekan kerja mencari penghidupan dari atas belantara gedung RSUP M Djamil Padang sebagai pembersih kaca. Sehari-hari mereka mengelap kaca gedung tinggi meski bisa saja bahaya sekonyong-konyong datang menerpa. Mereka ini tak gentar menantang maut di ketinggian.
Menjelang siang, terik matahari mulai menyengat. Mereka bermandikan peluh, bergelayutan di atas gedung RSUP M Djamil Padang. Tangan mereka telaten mengelap kaca gedung yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan Jati, Kota Padang ini.
Mereka bertiga tak khawatir saat bertugas meski berada di atas ketinggian. Sebelum bekerja, mereka terlebih dahulu mengenakan alat pelindung diri untuk keamanan kerja.
Mereka dilengkapi dengan body harness atau sabuk pengaman, helm serta tali karmantel.
Dengan alat itu, mereka layaknya “spiderman” yang lihai hinggap di gedung-gedung.
Untuk membersihkan kaca gedung, mereka membawa tongkat lap dan kotak plastik berisi air campuran cairan pembersih kaca atau glass cleaner.
Di kala hujan dan petir, mereka tak boleh bekerja. Sebab, terkadang tali yang basah membuat pekerja susah untuk turun.
Saat cuaca mendung, sebaiknya langsung turun dan tidak meneruskan tugas.
Saat bekerja, mereka harus menaati standar operasional prosedur kerja agar terhindar dari musibah yang tidak diinginkan.
Dalam seminggu, mereka bekerja di atas ketinggian selama enam hari. Mereka bertaruh nyawa mengelap kaca dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Dan dalam satu bulan satu gedung terselesaikan.
“Saya bekerja sebagai glass cleaner sudah hampir tiga tahun. Dan kami pun dalam bekerja telah di lengkapi sertifikasi kompetensi K3,” kata Andre–panggilan akrabnya.
Ia mengatakan bekerja membersihkan kaca di atas ketinggian tentu ada timbul rasa cemas kala hujan. Sedang progres tiba-tiba tali karmantel basah bisa mengakibatkan kemacetan pada alat.
“Dari keluarga pun juga timbul rasa kekhawatiran. Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Meski demikian, kami tetap mengikuti standar operasional prosedur bekerja di ketinggian. Terutama mengutamakan keselamatan. Dan selalu berdoa sebelum melakukan pekerjaan,” tuturnya.
Ia berharap dengan pembersihan kaca ini rumah sakit makin bersih. “Pengunjung pun merasa senang dan nyaman berkunjung,” tukasnya.(*)

Wirid Mingguan, Dirut RS Djamil Ajak Hospitalia Muhasabah Diri

RSUP M Djamil Padang melakukan pengajian wirid mingguan di Masjid Asy Syifa Kompleks RSUP M Djamil, Jumat (6/9). Wirid mingguan kali ini diisi ustad Asrival yang mengupas tentang Ciri-ciri Orang yang Dicintai Allah SWT.
“Wirid mingguan ini diadakan dalam rangka bagaimana bisa mengimplementasikan tugas kita dalam pelayanan kesehatan,” kata Direktur Utama RSUP M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.
Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Plt Direktur SDM, Pendidikan dr Budi Pratama Anofyan SpB SpBA (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo. Kemudian Ketua DWP RSUP M Djamil Ny dr Winanda MARS, manajemen serta karyawan rumah sakit.
Ia mengatakan selain itu, bagaimana hospitalia rumah sakit bisa merasakan apa yang dirasakan oleh pasien dan keluarga pasien. “Ini agar kita untuk selalu muhasabah diri atau memfeedback ke belakang bahwa inilah saatnya kita melakukan konsolidasi, melakukan hal-hal yang selama ini belum terjawab, belum tersosialisasi dan belum terpenuhi,” tutur Dovy.
Ia berharap mudah-mudahan dengan wirid mingguan ini akan menjadikan hospitalia RSUP M Djamil Padang lebih empati dan lebih memahami bahwa masyarakat datang ke rumah sakit untuk meminta pertolongan dan meminta kesembuhan baik untuk pasien sendiri dan keluarga mereka. “Inilah yang kita harapkan dari wirid mingguan tersebut,” ucap dokter spesialis fetomaternal ini.
Sementara ustad Asrival menjelaskan ciri-ciri orang dicintai oleh Allah SWT. Allah cinta orang dermawan tapi lebih suka lagi orang miskin yang memiliki sifat dermawan. “Orang kaya yang dermawan mungkin secara logika ketika menginfakkan hartanya akan terasa lebih ringan. Bila dibanding orang miskin akan terasa lebih berat apabila mengeluarkan hartanya untuk sedekah. Itulah kenapa Allah lebih cinta orang miskin tapi dermawan,” jelasnya.
Ia juga mengatakan Allah cinta kepada orang tawadhu’, tapi Allah lebih suka lagi kepada orang kaya akan memiliki sikap tawadhu’ yang lebih. “Kalau dicermati kebanyakan orang kaya memiliki sikap sombong. Sebab itulah orang yang kaya tapi tawadlu’ akan lebih mendapatkan kasih sayang dari Allah, karena tidak mudah seseorang kaya tanpa kesombongan,” tukasnya.(*)

Wajah Baru RSUP M Djamil, Pelayanan Humanis, Empati, dan Ramah

RSUP M Djamil Padang terus berbenah dalam memberikan layanan kesehatan yang terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat. Rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini ingin jadi rumah besar, rumah untuk masyarakat, rumah yang ramah, humanis dan empati.
“Semuanya kita manfaatkan. Semua lapisan masyarakat mulai dari pasien tidak mampu, tanpa membedakan diskriminasi, strata, lapisan sosial. Untuk itulah RSUP M Djamil Padang harus menangkap peluang yang ada. Inilah yang kita manfaatkan saat ini,” kata Direktur Utama RSUP M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.
Di rumah sakit, tuturnya, banyak hal-hal yang bisa dilakukan untuk masyarakat. “Terutama peluang-peluang bagaimana rumah sakit ini dengan perubahan-perubahan yang kita lihat kita punya sumber daya manusia yang cukup lengkap. Tetapi kita belum memanfaatkan peluang-peluang layanan yang memang bisa harus dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutur dokter spesialis Fetomaternal ini.
Salah satunya, tegas Dovy, memberikan keyakinan kepada masyarakat layanan yang diberikan RSUP M Djamil Padang tidak kalah dengan layanan negara tetangga.
“Artinya sekarang kita merubah image dan merubah branding bahwa RSUP M Djamil Padang bisa memberikan layanan-layanan seperti di luar. Nah itu tidak kalah dengan layanan di luar. Secara keilmuan tidak kalah, tinggal hospitality ditingkatkan,” tutur Dovy.
Sebagaimana diketahui, RSUP Djamil Padang telah menghadirkan ruang VIP lounge berlokasi di area Poliklinik Eksekutif Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.
Rumah sakit ini sendiri memiliki layanan unggulan yakni pelayanan jantung terpadu, pelayanan obstetri dan neonatal emergency komprehensif, transplantasi ginjal, dan bank jaringan serta biomaterial layanan pengembangan.(*)

RSUP Dr M Djamil Berikan Rawatan Optimal pada Pasien Serangan Beruang

Hampir satu bulan pasien Mas Abidah (40) menjalani perawatan intensif di Instalasi Bedah Wanita RSUP M Djamil Padang akibat serangan hewan buas beruang di Pasaman Barat. Secara umum kondisi pasien saat ini dalam keadaan stabil dan ada kemajuan.
“Sejak mulai kejadian pasien yang mengalami kerusakan pada bagian wajah, tangan hingga diamputasi serta kedua tungkai kaki, Alhamdulillah kondisi pasien saat ini ada kemajuan. Walaupun kita sebagai tim dokter RSUP M Djamil Padang akan tetap memantau dan akan tetap melakukan tindakan operasi selanjutnya sesuai kebutuhan pasien,” kata Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) yang menangani pasien, dr Deddy Saputra SpBP-RE Subsp LBL (K), Rabu (4/9).
Ia menjelaskan sebetulnya pasien ini bukan hanya mengenai atau melibatkan pada bagian tubuh dan wajah saja. Akan tetapi juga melibatkan tangan kanan, tungkai kanan dan kiri. “Memang bagian tubuh yang paling berat mengalami kerusakan akibat beruang itu adalah bagian wajah. Tapi di tangan kanan dan lengan atas sampai bawah cakaran beruang itu banyak sekali,” tutur dokter bedah plastik RSUP M Djamil Padang ini.
Sehingga ketika sampai di RSUP M Djamil Padang, kondisi pasien tidak bagus terhadap kehidupan tangan dan lengannya itu. “Makanya dari dokter bedah tulang dipimpin Dr dr Roni Sahputra SpOT (K) Spine diputuskan untuk di amputasi. Karena kehidupan tangan pasien tidak bisa dipertahankan,” tuturnya.
Pada tungkai bawah, sebutnya, banyak cakaran yang melibatkan kerusakan pada kulit, tulang dan otot-ototnya. “Tapi kerusakannya tidak sampai mengakibatkan diamputasi,” tuturnya.
Ia mengatakan kerusakan paling parah ada pada wajah. Dia pun tidak mengetahui secara persis kronologi kejadian menimpa pasien. Apakah hanya dicakar saja atau juga digigit. Yang jelas bagian wajah pasien ini tulang pada bagian muka patah semua. Mulai bagian sekitar matanya, bola matanya, pipinya, sampai ke bagian telinga sebelah kiri. “Dari daerah wajahnya itu tulangnya patah-patah, ada yang hilang, hidungnya hilang, mata kirinya hilang, bibir bagian atas hilang. Sedangkan pipi kanan, pipi kiri dan telinga kiri kulitnya hilang semua,” sebutnya.
Karena wajah pasien paling parah, tuturnya, makanya dilakukan rekonstruksi dari bidang bedah plastik. “Tindakan yang dilakukan bertahap. Karena satu tahap dengan tahap lainnya kita butuh menilai bagaimana perkembangan atau kehidupan dari jaringan di wajahnya itu. Saking beratnya di wajah, luka-luka dan kehilangan kulit membuat aliran darah ke wajah itu tidak seperti wajah orang normal. Jadi kehidupannya tergantung pada sisa jaringan yang ada dan pembuluh darah yang menghidupi dari jaringan tubuh di wajahnya. Itu yang kita nilai,” ucapnya.
Ia menyebutkan operasi pertama dilakukan pencucian luka. “Itu kita nilai bagian apa yang hilang dan bagian apa yang masih tersisa. Tindakan ini telah kita lakukan ketika pasien pertama kali masuk rumah sakit,” tuturnya.
Ia menyebutkan operasi kedua pemasangan pen pada patahan tulang wajah agar jaringannya lebih segar dan lebih hidup. “Operasi ketiga kita menanamkan bagian dari kulit dan daging di tangan kiri ke wajahnya. Untuk menambal bagian mata, hidung dan bibir atas yang hilang,” tutur dr Deddy.
Ia mengatakan operasi ketiga ini diikuti dokter bedah tulang untuk memperbaiki luka-luka di kedua tungkainya. “Sedangkan dokter mata melakukan pengangkatan bola mata pasien yang rusak,” ucapnya.
Dari bedah plastik, tutur dr Deddy, tidak sampai operasi ketiga saja. Akan ada tindakan operasi selanjutnya. Karena diketahui banyak tulang yang hilang. “Tulang hidung dan tulang rahang yang hilang akan kita tambal nanti. Baik dalam tambalan tulang maupun pemberian tambalan tulang rawan. Tulang dan tulang rawan itu akan kita ambil dari tubuh lain. Biasanya dari iga yang akan kita libatkan untuk membentuk struktur hidungnya,” ungkap dr Deddy.
Ia menekankan operasi ini akan terus berlanjut sampai wajah pasien mendekati kemampuan wajah normal. Kemampuan dimaksud kemampuan bernapas melalui hidung meski bukan hidung asli, kemampuan mengunyah walaupun bukan bibir asli.
“Setiap operasi yang dilakukan dalam setiap minggu dan setiap bulan dinilai. Apalagi yang dilakukan untuk memperbaiki wajah pasien,” tuturnya.
Sementara Direktur Utama RSUP Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan RSUP M Djamil Padang sudah melakukan perawatan optimal terhadap pasien ini dengan tim multidisiplin yang dibentuk. “Mulai dari dokter bedah tulang, dokter bedah plastik, dokter mata dan semua dokter telah dibentuk melakukan perawatan yang cukup baik dan optimal,” tuturnya.
Ia mengatakan mudah-mudahan RSUP M Djamil Padang bisa melakukan perawatan terbaik kepada pasien. “Dan mohon doanya untuk kesembuhan pasien dan optimalisasi dalam penyembuhan terhadap kondisi pasien yang kita rawat ini,” harap Dovy.
Suami pasien Abdul Gafur (42) mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang prima diberikan RSUP M Djamil Padang atas kesembuhan istrinya. “Alhamdullilah saya merasakan pelayanan yang baik di rumah sakit ini. Respons cepat yang diberikan perawat serta tim dokter memberikan penjelasan terhadap kondisi istri saya,” tukas Raja–panggilan akrab Abdul Gafur.
Sebagaimana diketahui, seorang petani karet di Pasaman Barat bernama Mas Abidah dilaporkan mengalami luka parah di bagian tubuhnya usai diserang beruang. Dia diserang saat sedang menyadap karet.
Dia pun saat ini harus mendapatkan sejumlah perawat intensif di RSUP M Djamil Padang akibat serangan hewan buas itu. Sementara kejadian itu dilaporkan terjadi pada Kamis (8/8) lalu.(*)

RSUP M Djamil Serahkan Hasil MCU Bacakada Sumbar

RSUP Dr M Djamil menyerahkan hasil medical check up (MCU) Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) kepada KPU Provinsi dan 10 KPU Kabupaten/Kota di Sumbar di Ruang Rapat Direksi RSUP M Djamil, Selasa (3/9).
Hasil medical check up tersebut diserahkan oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSUP M Djamil Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) didampingi Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan Dr dr Raveinal SpPD KAI FINASIM.
“Hari ini (3/9) kami serahkan semua hasil tes medical check up bakal pasangan calon kepala daerah ke KPU Provinsi dan K10 KPU Kabupaten Kota setelah melakukan rapat pleno dengan semua tim medis. Medical Check Up sendiri sudah dilakukan mulai 30 Agustus sampai 2 September,” ungkap Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K).
Ia berharap hasil MCU ini dapat diterima dengan baik dan sudah disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan KPU dan proses pilkada. “Mudah-mudahan sesuai dengan yang diharapkan dan tidak menjadi perdebatan,” tutur Bestari.
Ia mengatakan kepada seluruh bakal calon kepala daerah yang diperiksa bisa melihat secara personal MCU itu memang dibutuhkan dan dirahasiakan. “Tentu itu untuk kebutuhan Pilkada serentak 2024 sehingga dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.
Sekretaris KPU Sumbar Irzal Zamzami mengucapkan terima kasih kepada RSUP M Djamil yang sudah memfasilitasi KPU dalam proses pemeriksaan kesehatan baik bakal calon kepala daerah di Sumbar. “Alhamdulillah pemeriksaan kesehatan ini sudah berjalan dengan baik,” tuturnya.
Ia berharap mudah-mudahan hasil MCU ini dapat memenuhi kebutuhan KPU untuk menetapkan calon. Berdasar regulasi KPU terkait dengan hasil pemeriksaan kesehatan ini ada beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk dasar dalam menetapkan hasil verifikasi pasangan calon keseluruhan. Termasuk salah satunya hasil pemeriksaan kesehatan.
“Yang akan kita terima itu di samping hasil yang sudah disampaikan di dalam peraturan KPU kita, tentunya kepada KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten Kota yang disampaikan adalah resume medik beserta hasil kesimpulan tim penilai. Sedangkan hasil dari pemeriksaan masing-masing calon diserahkan kepada calon. Sementara rekam medik atau medical record disimpan oleh pihak rumah sakit,” tuturnya.
Di samping dokumen-dokumen hasil pemeriksaan ini baik berita acara pleno tim penilai maupun kesimpulan hasil dari pemeriksaan nanti dituangkan dari surat keterangan jasmani dan rohani maupun tes narkoba. “Yang ujungnya nanti menyatakan yang bersangkutan mampu atau tidak mampu menjalankan tugas,” tuturnya.
Dokumen di luar itu yang dibutuhkan adalah undangan pleno tim pemeriksa dan penilai, absensi dan notulen pleno.”Mudah-mudahan ini sudah terkoordinasi dengan baik. Sehingga nanti akan menjadi dasar bagi kita dalam pleno penetapan dari masing-masing KPU,” tukasnya.(*)

RSUP M Djamil Siap Rawat Pasien Cacara Monyet

RSUP M Djamil Padang menyediakan fasilitas khusus untuk menangani penyakit cacar monyet (Mpox). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya kasus Mpox di Sumbar.
“Untuk penanganan pasien Mpox, RSUP M Djamil telah memiliki tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE). Baik tim medis, keperawatan, penunjang dan laboratorium semuanya ada timnya. Dan juga sudah menyiapkan ruang isolasi,” kata Ketua Tim Pojka Penyakit Infeksi Emerging RSUP Dr M Djamil Padang dr Fadrian SpPD KPTI saat Sosialisasi Sistem Komando Bencana Terkait Menghadapi Megathrust dan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Rawat Jalan RSUP M Djamil, Selasa (3/9).
Dokter spesialis penyakit dalam ini menekankan RSUP M Djamil sudah siap menangani kasus cacar monyet. “Tinggal kita membuat alurnya. Jadi alurnya ketika pasien datang rujukan, pasien ke IGD dan dilakukan pemeriksaan. Dan tak lama-lama di IGD si pasien langsung dibawa ke ruang isolasi Bougainville,” ucapnya.
Untuk tata laksana pasien Mpox ini, tuturnya, kebanyakan suportif berdasarkan gejalanya. “Gejalanya apa maka dikasih obat. Terapi spesifik yang antivirus itu belum diberikan kalau seandainya bukan kasus infeksi yang berat. Bukan Mpox yang berat. Mpox jenis berat baru antivirus,” tuturnya.
Ia menekankan beberapa tanda dan gejala dari Mpox diawali dengan demam kemudian muncul lesi kulit yang kemerahan, menonjol, melenting, dan bisa pecah menjadi keropeng. Kondisi ini mirip dengan gejala cacar atau cacar air namun pada cacar monyet terdapat pembesaran kelenjar getah bening.
“Selain itu Mpox tidak seperti Covid-19, yang dapat menyebarkan virus ketika tidak bergejala. Penyebaran Mpox sebagian besar menyebarkan ketika lesi kulit muncul,” ucapnya.
Penularan Mpox ini, paparnya, melalui kontak langsung dari yang paling infeksius itu lesi kulitnya. “Gejala utamanya ruam terutama munculnya lokasi ruam itu pada tiga lokasi spesifik Yakni sekitar mulut, sekitar anus, dan sekitar genital. Itu baru suspect,” ungkapnya.
Kapan naik probable? Ia menyebutkan jika ada faktor risiko. Riwayat perjalanan, riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi. Atau dia lelaki suka lelaki (LSL) atau HIV positif. “Itu probable. Terkonfirmasi jika PCR-nya positif,” paparnya.
Ia mengatakan tentu harus tracing dengan siapa-siapa saja pasien berkontak. Dan akan di cek juga kesehatannya. Ada timbul gejala atau tidak dengan orang kontak erat ini.
“Tenaga kesehatan yang berkontak dengan pasien memakai alat pelindung diri (APD), sarung tangan, masker bedah dan face shield,” ungkapnya.
Ia menegaskan menghindari kontak kulit, kontak fisik dengan orang yang menunjukkan gejala Mpox penting dilakukan. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci terhindar dari penyakit ini.
“Untuk mencegah Mpox, masyarakat diimbau untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Ini termasuk menggunakan masker jika sakit, mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas, menjaga pola makan yang sehat, dan rutin berolahraga,” tukasnya. (*)

RSUP Dr M Djamil Lakukan Sosialisasi Mitigasi Gempa Megathrust dan PIE

RSUP M Djamil menyosialisasikan Sistem Komando Bencana Terkait Menghadapi Megathrust dan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Rawat Jalan RSUP M Djamil, Selasa (3/9). Sosialisasi ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen hospitalia RSUP M Djamil dalam menjaga keselamatan dan kesehatan bersama.
“Wilayah Sumatera Barat, khususnya Padang, berada di zona rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Isu tentang potensi gempa megathrust di Mentawai-Siberut yang dapat mengakibatkan gempa besar dan tsunami menjadi perhatian serius bagi kita semua. Terutama dalam menjaga keselamatan pasien dan seluruh hospitalia di rumah sakit ini,” kata Direktur Utama RSUP M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar Benny Yansyukral, SP, MP, Pakar Gempa dari Universitas Andalas Dr. Ir. Badrul Mustafa Kemal, M.S., DEA dan Ketua K3RS RSUP M Djamil Katherina Welong, SKM, MARS.
Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, SpTHT-KL (K), FICS, Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Budi Pratama Arnofyan, SpB. SpBA (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, SE dan hospitalia RSUP M Djamil.
Ia mengatakan sosialisasi mitigasi bencana bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan hospitalia semua tentang langkah-langkah yang harus diambil jika bencana terjadi. “Kita akan mempelajari prosedur evakuasi, jalur penyelamatan, dan persiapan fasilitas rumah sakit dalam menghadapi skenario terburuk,” tuturnya.
Selain itu, sebut Dovy, juga menghadapi tantangan baru berupa munculnya kasus Monkeypox di beberapa daerah. Sebagai tenaga kesehatan harus selalu siap dan waspada terhadap penyakit menular baru ini. “Sosialisasi ini akan memberikan pemahaman tentang gejala, penularan, dan langkah-langkah pencegahan infeksi Monkeypox, agar kita dapat melindungi diri kita sendiri, pasien, serta masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis,” ucap Dovy.
Dokter Spesialis Fetomaternal ini mengatakan kesiapsiagaan sebagai satu kesatuan akan menentukan seberapa cepat dan efektif dapat merespons situasi darurat. “Saya berharap seluruh hospitalia RSUP Dr M Djamil Padang dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kedua isu penting ini. Kita harus siap, baik dari segi fisik, mental, maupun sistem dan prosedur yang ada, untuk menghadapi segala kemungkinan,” harapnya.
Sementara Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, SpTHT-KL (K), FICS mengatakan RSUP M Djamil telah membentuk Komite Keselamatan dan Kesehatan Rumah Sakit (K3RS). “Hampir setiap hari tim Komite K3RS keliling menginformasikan jalur evakuasi harus terbuka. Arah dan titik kumpul harus jelas,” ucapnya.
Komandan Bencana RSUP M Djamil ini mengatakan tetapi saat bencana gempa, RSUP Dr M Djamil menjadi sentral yang begitu padat. Apalagi jika terjadi gempa dengan skala besar di atas 8 SR yang menjadi perhatian Internasional.
“Untuk itu kita harus mengambil keputusan. Siapa di lapangan yang berperan sebagai apanya maka hari ini menyegarkan kembali ingatan kita,” tuturnya.
Ia mengatakan sebagai rumah sakit ada sistem yang harus berjalan dengan baik. “Komando dan di lapangan siapa. Termasuk peranan rumah sakit pada saat gempa. Baik di rumah sakit maupun kondisi di rumah sakit sendiri dan hubungan seluruh tim yang bertanggung jawab terhadap penanganan pascagempa,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, tutur Bestari, sebulan lalu BMKG menginformasikan akan terjadi gempa megathrust. “Tetapi kita tidak tahu kapan terjadi. Makanya dibutuh kesiapsiagaan dan mitigasi di RSUP M Djamil untuk menyelamatkan diri sendiri maupun menyelamatkan pasien,” tukas Bestari.

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45