Serah Terima Jabatan Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) RSUP Dr M Djamil- Fakultas Kedokteran Unand

RSMDJ — Direktur Utama RSUP dr. M Djamil, Dr. dr.  Dovy Djanas SpOG KFM , MARS  didampingi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Afriwardi, SH, Sp.KO, MA memimpin serah terima dan melantik pejabat Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) beserta jajaran di aula lantai IV Poliklinik Rawat Jalan, Rabu (6/8)

Dalam serahterima itu, Dr. Dr. Daam Khamri, SpB (K) Onk, M.Kes ditetapkan sebagi ketua menggantikan Prof. Dr. dr. Eva Decroli, SpPD-KEMD, FINASIM.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil mengucapkan selamat kepada para pejabat baru , ia menyebut mutasi dan promosi adalah hal lumrah sebagai proses dinamika organisasi di institusi mana pun. Dr Dovy berharap pejabat yang baru dapat menunjukkan kinerja terbaik sesuai tanggung jawab yang dipercayakan.

“Tentunya kami atas nama civitas hospitalia mengucapkan selamat kepada pejabat baru Komkordik,” ucapnya.

Kepada para pejabat lama, Dirut RSUP Dr  M Djamil mengucapkan terima kasih dan apresiasi. Atas segala prestasi kerja, ide-ide, maupun inovasi yang telah diberikan.

Dokter Sub spesialis Fetomaternal itu  menekankan bahwa Komkordik menjadi bagian penting bagi RSUP Dr M Djamil. Keberadaan Komkordik sangat menentukan guna menghasilkan kuantitas dan kualitas peserta didik. Baik itu dokter spesialis, dokter umum dan dokter gigi, perawat, maupun tenaga kesehatan lainnya.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 93 Tahun 2015 tentang RS Pendidikan, sebut Dirut, Komkordik nantinya ikut menata para tenaga kesehatan yang praktek di RS. “Saat dikelola secara profesional, pasti akan berdampak pada kemajuan RS Pendidikan tersebut,” tandasnya.

Pada pelantikan ini, ia berharap dan memiliki keyakinan kepada pejabat baru untuk dapat mewujudkan akademic Helath Sistem berjalan dengan baik. “Proses pendidikan dan health sistem kita dukung, kita tingkatkan output SDM ini,  setidaknya untuk Sumatera Barat dapat kita penuhi,” pungkasnya sembari menyebutkan Komkordik merupakan unjung tombak untuk mengawal proses pendidikan di di Rumah Sakit Pendidikan sehingga diharapkan mampu mewujudkan tranformasi kesehatan dan mengangkat derajat kesehatan secara umum.

Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Afriwardi, SH, Sp.KO, MA dalam sambutannya mengingatkan bahwa dengan telah ditetapkannya Undang-undang No 17 Tahun 2023 tentang kesehatan, banyak hal perubahan yang muncul karena UU tersebut.

“Tentunya semua pihak perlu menyesuikan dengan UU terbaru itu, selama belum ada turunan peraturannya, apalgi Komkordik sangat signifikan pentingnya sebagai tuntunan RS pendidikan,” ucapnya sembari berharap  Komkordik terus melakukan koordinasi agar proses pendidikan berjalan dengan baik.

Sementara itu , Prof. Dr. dr. Eva Decroli, SpPD-KEMD, FINASIM mengucapkan terimakasih atas amanah yang diberikan selama ini, pihaknya berkeyakinan kepada ketua Komkordik yang baru dapat melanjutkan program-program baru untuk kemajuan pendidikan di RSUP Dr M Djamil khususnya.

Pihaknya berharap, selama masa kepemimpinan dapat melanjutkan pemanfaatan buku pendidikan di Rumah Sakit yang sudah disusun dan disosialisasikan dengan baik kepada mahasiswa sehingga dapat mengetahui aturan-aturan tentang perumahsakitan.

“Tentunya berharap dapat meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah sehingga dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik, dan perlahan kita sudah mulai melangkah ke hal tersebut,” pungkasnya.

Adapun jajaran Komkordik yang dilantik yakni, Ketua  Dr. Dr. Daam Khamri, SpB (K) Onk, M.Kes. Wakil Ketua, Dr. dr. Fitratul Ilahi, SpM (K), Sekretaris, dr. Hendra Permana, SpS (K) M. Biomed. Sub Komite Pendidikan Dokter Spesialis/Subspesialis/Fellowship, Ketua Dr. dr. Najirman SpPD-KR. Sub Komite Pendidikan Profesi Dokter, Ketua Dr. dr. Al Hafiz SpTHT-BKL, Subsp.FRP (K).

Selanjutnya, Ketua Sub Komite Pendidikan Kesehatan Lainnya, Ns. Wawan Wahyudi, M. Kep. Ketua Sub Komite Monev dan Pengendalian Mutu Pembelajaran Klinik, Dr. Dr. Yahya Marpaung, SpB, serta Ketua Sekretariatan Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep.

Jajaran pengurus Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) ini tertuang dalam keputusan Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Nomor : OT.01.01/D.XVI/2255/2023 dan Dekan Fakultas Kedokteran Unand Nomor : 2550/UN16.2D/KS/2023.

Turut hadir pada acara tersebut, jajaran Direksi RSUP Dr M Djamil, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, dr. Dedi Sutia, Sp.N (K), Direktur Layanan Operasional, dr. Asrawati, SpA (K) M.Biomed.

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, dr. Rose Dinda Martinai, SpPD K-Ger FINASIM dan unsur pimpinan Civitas Hospitalia RSUP Dr M Djamil.  Selanjutnya kegiatan ini turut dihadiri Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Efrida, Sp.PK(K), M.Kes. (RSMDJ/Khairian)

PENTINGNYA PEMANTAUAN “ANAK SPESIAL”

RSMDJ — Autisme atau gangguan spektrum autisme (GSA) adalah kumpulan gangguan perkembangan dengan karakteristik lemahnya pada bidang interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku berulang atau minat terbatas. Setiap anak dengan dengan autism memiliki gejala yang berbeda-beda. Anak autisme mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan sosial-emosional timbal balik, tidak adanya kontak mata, tidak ada ekspresi wajah, atau bahasa tubuh lainnya. Perilaku, minat, dan aktivitas anak dengan autisme sangat terbatas (stereotipik) dan sifatnya berulang (repetitif). Dalam berbicara atau interaksi dengan benda, anak biasanya menggerakan anggota tubuh tertentu berulang-ulang, menderetkan mainan, menumpuk kaleng, mebalik-balik benda atau lembaran buku, atau mengulangi perkataan orang (ekolalia).

Angka kejadian autisme meningkat dari tahun ke tahun, namun hingga saat ini penyebab autisme masih belum diketahui secara pasti. Diduga faktor genetik dan faktor lingkungan merupakan penyebab dari gangguan ini. Oleh sebab itu , pada hari Sabtu, tanggal 2 September 2023, Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Andalas bersama bagian Promosi Kesehatan RSUP DR M. Djamil Padang, melakukan kegiatan pengabdian masyarakat terhadap anak-anak autisme se kota padang di RSUP Dr M Djamil Padang. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Pihak RSUP M. Djamil, Dokter Spesialis Anak, dan 28 anak autisme dengan 27 orangtua yang berasal dari kota Padang.

Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Program Studi Kesehatan Anak Program Spesialis FK UNAND,  Dr. dr. Rinang Mariko, Sp A (K)  Selain itu, beliau juga memberikan materi tentang pentingnya imunisasi bagi anak dengan berkebutuhan khusus terutama autism. Anak-anak tersebut membutuhkan imunisasi untuk memmberikan kekebalan yang sama halnya dengan anak normal lainnya. Acara ini juga dihadiri oleh Syaftina Indrianti, A.ma.Pd selaku Ketua organisasi Forum Komunikasi Orangtua Anak Spesial Indonesia (FORKASI). Beliau menyatakan sangat berterimakasih diadakannya pemeriksaan profil sensori terhadap anak autism. Dokter spesialis anak konsultan Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial dr. Asrawati, M.Biomed, Sp.A (K) selaku ketua sub bagian Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial RSUP Dr. M. Djamil menyampaikan pentingnya pemantauan dan tatalaksana komprehensif pada anak autism. Tatalaksana komprehensif pada anak special dapat dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil. Rumah Sakit M. Djamil menyediakan SDM dan fasilitas yang menyokong tatalaksana autisme.

Pada kegiatan ini dilakukan pemeriksaan profil sensori dan status pertumbuhan pada anak-anak autism. Pemeriksaan profil sensori merupakan pemeriksaan penting dalam tatalaksana gangguan seperti autism. Hasil dari pemeriksaan ini dapat dijadikan acuan untuk terapi lebih lanjut pada anak autisme Rumah Sakit M Djamil memberi dukungan untuk pelayanan kesehatan kepada anak autism pada klinik tumbuh kembang dan rehabilitasi medis khusus anak di RSUP Dr M Djamil padang. Kepada orang tua diajak untuk selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak autisme tersebut. (RSMDJ/Promkes)

RSUP Dr. M Djamil Padang Sukses Melakukan Operasi Besar Skoliosis pada Anak Remaja, Pulihkan Kualitas Hidup

RSMDJ — – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M Djamil Padang berhasil melakukan operasi besar pada seorang anak yang menderita skoliosis berat dengan lengkungan mencapai 123 derjat pada tanggal 23 Agustus 2023 lalu. Operasi tersebut tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga memberikan harapan baru bagi pasien untuk kembali menjalani hidup yang normal. Pada saat ini kondisi pasien sudah membaik dan sudah bisa melakukan aktifitas ringan seperti berdiri dan berjalan dengan normal

Anak berusia 13 tahun ini, telah mengalami skoliosis berat yang mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidupnya. Skoliosis adalah kelainan bentuk tulang belakang yang dapat menyebabkan lengkungan pada tulang belakang, merusak postur tubuh, dan menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan lainnya jika tidak segera diobati. Pasien ini juga mendapat atensi khusus dari Menteri Kesehatan dan menjadi tantangan juga bagi RSUP Dr M Djamil Padang yang memang sudah terbiasa menangani berbagai kasus medis yang ada. 

Tim medis yang dipimpin oleh dr. Roni Eka Sahputra Sp.OT(K), dokter ahli bedah ortopedi subspesilais tulang belakang RSUP Dr. M Djamil Padang, bersama dengan tim dokter lainnya yaitu dr. Afriani, Sp.P (K), dr. Aulia Rahman Sp.BTKV, dr. Riri Prima Yolanda, SpKFR, dr. Kino, SpJP (K) (FIHA), Dr. Dr. Liliriawati Ananti Kahar, SpA, Dr. dr. Finny Fitry Yani, SpA, dr. Lidya Susanti, Sp.N telah melakukan serangkaian pengobatan hingga tindakan operasi terhadap pasien. Operasi tersebut melibatkan pemasangan alat khusus untuk mengoreksi lengkungan tulang belakang pasien. Seluruh proses operasi berlangsung selama 6 jam, dengan dukungan teknologi canggih dan peralatan medis terbaik yang dimiliki RSUP Dr M Djamil Padang.

dr. Roni selaku ketua tim medis yang menangani pasien mengungkapkan, “Kami sangat senang dapat memberikan bantuan kepada pasien kami yang menderita skoliosis berat ini. Operasi ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga berdampak besar pada kualitas hidup pasien di masa depan. Kami berharap pasien akan pulih sepenuhnya dan dapat menjalani hidup tanpa batasan yang signifikan.”

Proses pemulihan pascaoperasi juga berjalan dengan sukses. Pasien diberikan perawatan rehabilitasi dan terapi fisik yang intensif untuk membantu pemulihan tulang belakang dan otot-otot sekitarnya. Keluarga pasien sangat bersyukur atas hasil operasi ini dan berterima kasih kepada tim medis RSUP Dr. M Djamil Padang atas dedikasinya dalam memberikan perawatan terbaik.

Dewi  orangtua Ilma Khairani tidak henti hentinya mengucapkan rasa syukur dan kebahagian bagi keluarganya atas kelancaran proses pengobatan anaknya.

“Saya sangat berterima kasih kepada rumah sakit M Djamil dan saya sangat senang juga, anak saya juga sangat senang , terima kasih banyak kepada semua pihak di RSUP Dr M Djamil yang telah membantu proses penyembuuhan anak saya ini.” pungkasnya.

Direktur Utama RSUP Dr. M Djamil Padang, Dr. Dr. Dovy Djanas, SpOG (K) mengatakan, Keberhasilan operasi ini adalah buah dari kolaborasi dan dedikasi tim medis kami yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik. 

“Kami akan terus berupaya meningkatkan standar pelayanan medis kami dan memberikan harapan kepada pasien-pasien kami.” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan proses operasi pasien tersebut.

“Alhamdulillah keberhasilan ini merupakan kebahagian juga bagi kami semoga dengan keberhasilan ini dapat memberikan kebahagian bagi pasien dan keluarga khususnya, dan kami juga memiliki keinginan untuk dapat memberikan layanan kepada masyarakat tanpa diskriminasi karena rumah sakit kami adalah rumah sakit pemerintah dan milik seluruh masyarakat.” ucap dr. Dovy.

Kisah sukses ini tidak hanya menjadi inspirasi bagi pasien-pasien lain yang menderita skoliosis, tetapi juga kedepan harapannya RSUP Dr M Djamil Padang dapat menjadi rumah sakit pilihan utama bagi masyarakat dalam mempercayakan kesehatannya. (RSMDJ/Rizki)

Layanan Orientasi dan Informasi Bagi Tenaga Kesehatan non PNS

Dir SDM, Pendidikan dan Penelitian : Seluruh civitas hospitalia mesti memiliki keramahan dan komunikasi yang baik

RSMDJ — Keramahan dan kemampuan komunikasi yang baik merupakan kewajiban yang mesti dimiliki bagi seluruh civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil, tidak terkecuali bagi tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan pasien.

“Tentunya bagi siapapun yang mengabdikan dirinya di RSUP Dr M Djamil meski memiliki kompetensi, keramahan dan komunikasi yang baik, ini harga mati bagi seluruh civitas hospitalia,” terang Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr M Djamil, dr. Dedi Sutia, SpN dalam pembukaan kegiatan layanan orientasi dan informasi bagi tenaga kesehatan non PNS, Selasa (29/8) di aula Lantai IV Poliklinik Rawat Jalan.

Dikatakan, bagi tenaga kesehatan yang mendapatkan kesempatan mengabdikan dirinya di RSUP Dr M Djamil mesti bersyukur, mengingat tingginya harapan khususnya tenaga kesehatan dapat mengabdi di RSUP Dr M Djamil.

“Kita menyeleksi dan menerima perawat itu bukan tanpa alasan, bagi siapaun itu meski memiliki kompetensi spesifik, mengingat di sini (RSUP Dr M Djamil) memiliki layanan spesifik, sehingga pengalaman dan kompetensi khusus menjadi pertimbangan bagi kami,” terangnya.

Tidak hanya perawat, untuk saat ini tenaga kesehatan seperti dokter juga direkrut yang sudah memiliki kemampuan subspesialis yang berarti sudah memiliki talenta khusus.

“Kami tentunya sangat berharap kepada semuanya untuk segera menyesuaikan diri dan beradaptasi, dan tentu kehadiran perawat baru ini mampu membangun aura positif untuk layanan yang lebih baik di rumah sakit yang kita cinta ini,” harap dr. Dedi.

Ia juga mengingatkan, RSUP Dr M Djamil sangat mendukung kepedulian terhadap pasien dan tidak sungkan akan memberikan teguran keras dan bahkan pemutusan hubungan kerja bagi civitas hospitalia yang tidak memiliki kepedulian dan keramahan kepada pasien.

“Layanan pengaduan kita sudah tersedia di sini, dan siapun bisa mengadukan tentang pelayanan, masalah komunikasi dan lainnya, jadi tentunya ada konsekwensi jika tidak mampu menjalankan aturan,” tegas sembari terus meningatkan keramahan dengan membudayakan senyum bagi pasien dan seluruh civitas hospitalia.

Sementara itu, Koordinator Pendidikan dan Pelatihan, Ns. Hendria Putra, M.Kep, Sp.KMB menjelaskan bahwa layanan orientasi dan informasi merupakan  kegiatan wajib bagi tenaga baru yang bergabung di RSUP Dr M Djamil. Pada kegiatan ini ada 41 tenaga perawat, satu teknisi dan satu tenaga apoteker mengikuti layanan orientasi dan informasi.

Sabagaimana diketahui kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari dengan mengahadirkan sejumlah narasumber. Para peserta layanan orientasi dan informasi akan disuguhkan materi seperti tata Kelola pelayanan keparawatan, PMKP dan SKP, komunikasi efektif, mutu etik dan kredensial.

Selanjutnya materi tentang hak dan kewajiban pasien, manajemen fasilitas dan keselamatan, konsep PPIRS, anti korupsi serta workshop APAR, bantuan hidup dasar (BHD) dan hand hygiene. 

(RSMDJ/Khairian)

Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Perundungan Bagi PPDS FK Unand/RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — Menajemen RSUP Dr M Djamil melakukan sosialisasi perundungan kepada peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran/RSUP Dr M Djamil, Jumat (25/8) di Aula lantai IV Poliklinik Rawat Jalan.

Sosialisasi tersebut sebagai bentuk komitmen bersama mewujudkan lingkungan yang bebas dari perundungan khususnya bagi peserta didik. Tidak hanya itu masalah perundungan juga menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan yang tertuang dalam nomor HK.02.01/ MENKES/1512/2023 tentang pencegahan dan penanganan perundungan terhadap peserta didik.Sedikitnya ada 400 PPDS yang mengikuti sosialisasi ini.

Dalam kegiatan ini bertindak sebagai narasumber tentang materi pencegahan dan penanganan perundungan yakni plt. Sub Koordinator Hukum, organisasi dan Hubungan Masyarakat (Hukormas), Rahdiyul Ermanto, S.Kp, MH.

Pada kegiatan ini turut dihadiri langsung Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr. Dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM,MARS dan Direktur Layanan Operasional, dr. Asrawati, Sp.A (K) M.Biomed, Koordintor Pendidikan dan Penelitian, serta Civitas Hospitalia lainnya.

Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG KFM, MARS, menjelaskan bahwa Rumah sakit sebagai wahana pendidikan memiliki kewajiban untuk melakukan upaya pencegahan dan penanganan perundungan baik kepada peserta didik maupun kepada siapapun yang melakukan aktifitas di rumah sakit.

“Ini menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita semua untuk menghadirkan lingkungan RSUP Dr M Djamil yang aman dan nyaman bagi seluruh pihak dan ini tentu menjadi poin penting untuk diwujudkan,”pungkas sembari mengatakan bagi seluruh civitas hospitalia juga telah dilakukan penandatangan fakta integritas dalam rangka mewujudkan lingkungan yang aman nyaman dan bebas dari perundungan.

Ia juga menegaskan, jika nantinya ada yang merasa telah mengalami, melihat hal yang sudah masuk ke dalam kategori perundungan, RSUP Dr M Djamil siap memfasilitasi secara privat dan dilakukan pendampingan.

“Ini sudah menjadi komitmen kami, kami akan melindungi bagi siapapun yang menyampaikan laporan terkait perundungan ini,”tegas dr. Dovy. (RSMDJ/Khairian)

“Klinik Istano Pagaruyuang” Layanan Kesehatan Premium untuk Masyarakat  

RSMDJ — Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUP Dr M Djamil hadirkan layanan premium yang dinamai klinik Istano Pagaruyuang, Kamis (24/8) samping Poliklinik Rawat Jalan RSUP Dr M Djamil.

Dalam peresmian yang turut dihadiri Asisten Ahli I Provensi Sumbar yang mewakili Gubernur Sumbar, Forkopimda, pimpinan Rumah Sakit dan lainnya, serta jajaran direksi dan civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang, Dr dr Dovy Djanas, Sp.OG KFM, MARS mengatakan, keberadaan klinik Istano Pagaruyuang adalah untuk mengakomodir layanan yang selama ini dibutuhkan masyarakat dan juga sebagai bagian dari tranformasi kesehatan. 

Klinik Istano Pagaruyuang adalah layanan premium yang disuguhkan kepada masyarakat Sumatera Barat agar masyarakat dapat merasakan pengalaman berobat yang lebih cepat, mudah, dan nyaman, dengan bantuan tenaga medis handal, professional, serta teknologi kesehatan yang canggih.

“Klinik ini merupakan program layanan non JKN yang disediakan oleh RSUP Dr. M. Djamil, dimana adanya transformasi pelayanan mandiri dengan sistem pendaftaran terpisah dari pelayanan regular,’’ ujarnya.

Terkait alur, pelayanan klinik ini memiliki alur yang cepat dan terintegrasi dengan semua layanan, yang terdiri dari pelayanan rawat jalan, rawat inap, penunjang, dan tindakan operasi.

Saat ini, Klinik Istano Pagaruyuang membuka layanan premium pada layanan Urologi, Ginjal Hipertensi, dan Gastro Hepatologi. Untuk rencana jangka panjang kedepannya akan melakukan pengembangan inovasi serta memberikan semua jenis pelayanan kepada lapisan masyarakat.

“Dengan adanya klinik ini, dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat di Sumatera Barat. Masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya yang sering berobat keluar negeri, dapat dengan suka cita beralih untuk berobat di rumah sakit yang kita cintai ini. Adanya klinik ini juga diharapkan dapat menarik wisata asing untuk berkunjung dengan pelayanan Medical Tourism,’’  pungkas dr Dovy.

Ia menyebut, dengan semangat melayani sepenuh hati, pihaknya akan selalu meningkatkan pelayanan, baik dari segi fasilitas, tenaga kesehatan yang kompeten, maupun infrastruktur pelayanan kesehatan.

“Tentunya dukungan dan kolaborasi dari pemerintah daerah, instansi-instansi terkait sangat kami harapkan demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat di Sumatera Barat khususnya,” ujar Dirut.

Untuk dokter pengampu layanan, dikatakan dr Dovy, klinik Istano Pagaruyuang menempatkan dokter-dokter spesialis dalam bentuk tim dokter  yang akan memberikan pelayanan sesuai standar yang diterapkan. Sementara untuk proses pendaftaran akan memiliki mekanisme yang terpisah dengan pendaftaran berobat reguler. Sementara untuk biaya berobat, pihaknya  memastikan bahwa biaya pelayanannya akan jauh lebih murah dibandingkan dengan pengobatan ke luar negeri namun dengan kualitas yang sama.

“Dengan adanya layanan ini kita berharap bisa menjadi peluang untuk memberikan layanan di dalam negeri dan menahan devisa masyarakat yang pergi ke luar negeri,” pungkasnya.

Anggota Dewan Pengawas RSUP Dr M Djamil, Syukriah HG  yang turut hadir dalam lounching klinik ini mengatakan pihaknya sangat mendukung trobosan dan inovasi yang dihadirkan RSUP Dr M Djamil, sehingga mampu memberikan pelayanan yang menyenangkan, nyaman sehingga banyak orang yang akan berkunjung.

“Tentunya kita sangat senang dengan hadirnya Istano Pagaruyuang, kita berharap datang ke sini merasakan kenyamanan seperti di rumah sendiri dan menjadi raja di istano pagaruyuang, ini merupakan pilihan untuk mendapatkan layanan kesehatan terbaik,” pungkas Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat itu.

Sementara itu, Asisten Satu Pemprov Sumbar yang meresmikan secara langsung klinik tersebut dalam sambutanya mengatakan bahwa klinik istano Pagaruyuang adalah jawaban dari banyak masyarakat berobat ke luar negeri.

“Ini langkah positif dan bagian dari kemajuan RSUP Dr M Djamil untuk menghadirkan klinik premium ini, apalagi RSUP Dr M Djamil memiliki SDM yang cukup dan mempuni tidak kalah hebatnya dari RS maju lainnya, saat ini tinggal memoles-moles dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkasnya sembari mengapresiasi langkah dari Direktur Utama RSUP Dr M Djamil.

Usai gelaran seremonial yang ditandandai dengan pengguntingan pita tanda dioperasikannya Klinik Istano Pagaruyuang para tamu dan undangan berkemsptan meninjau langsung dan menelusuri ruang pelayanan di klinik tersebut. (RSMDJ/Khairian)

Sinergi dan Kolaborasi Wujudkan Tranformasi Teknologi Kesehatan

Joint Developmen RSUP Dr M Djamil dengan RSUP Dr Sardjito

RSMDJ — Dalam rangka mewujudkan Transformasi Kesehatan, khususnya pilar ke enam tentang transformasi teknologi kesehatan, RSUP M Djamil Padang bergerak cepat dalam hal digitalisasi layanan menggandeng RSUP dr Sardjito Yogyakarta dalam pemanfaatan aplikasi Sistem Manajemen Teknologi Rumah Sakit (Simetris).

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS dan Direktur Utama RSUP Sardjito Yogyakarta dr Eniarti MSc SpKJ MMR melakukan penandatanganan join development dan pemanfaatan aplikasi Simetris dan melakukan penanadatangan di Auditorium RSUP Dr M Djamil, Senin (21/8).

“Digitalisasi layanan kesehatan sebuah kebutuhan dan keharusan bagi RSUP M Djamil Padang. Hal ini selaras dengan pilar ke enam transformasi kesehatan Kementerian Kesehatan yakni transformasi teknologi kesehatan,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS saat memberikan sambutan.

Ia mengatakan tata kelola RSUP M Djamil dapat dibangun dengan baik dengan digitalisasi. Pemanfaatan digitalisasi ini dapat mempermudah dan memperlancar rumah sakit dalam memberikan layanan atau akses kepada masyarakat. Dengan harapan pelayanan menjadi optimal, prima dan excellent tanpa diskriminasi.

Tekait joint development bersama RSUP dr Sardjito, diungkapkan dr Dovy atas assessment dan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI.

“Kami bersyukur atas rekomendasi tersebut. Kita sama-sama rumah sakit vertikal dan rumah sakit pendidikan. Dan RSUP dr Sardjito telah puluhan tahun melakukan pengembangan IT ini,” tuturnya.

Diakuinya, jika pengembangan sendiri akan butuh waktu lama hingga pihaknya sepakat bekerjasama pengembangan digitalisasi demi mewujudkan tranformasi kesehatan tersebut. Joint development dengan rumah sakit vertikal akan mempercepat proses tersebut.

“Oleh karena itu kami butuh support dan kerja sama RSUP dr Sardjito dalam pengembangan IT di RSUP M Djamil, dan tentunya harapan kita dapat terwujudnya tranformasi yang menjadi cita-cita bersama dalam rangka meningktkan pelayanan kesehatan bagi Masyarakat,” ucapnya.

Sementara Direktur Utama RSUP Sardjito Yogyakarta dr Eniarti MSc SpKJ MMR mengatakan, RSUP dr Sardjito dengan RSUP M Djamil akan bersama-sama mengembangkan atau join development di bidang digitalisasi menuju sehat. Apalagi, di Kementerian Kesehatan itu hanya satu sehat.

“Otomatis biar satu sehatnya benar-benar menjadi sebuah kebanggaan Kementerian Kesehatan dan NKRI. Kita yang di UPT harus berbenah untuk mempersiapkan digitalisasi ini,” tuturnya.

Ia mengatakan tujuannya memudahkan akses kepada masyarakat dalam mendapatkan layanan sesuai kebutuhan.

“Misalnya dalam rawat jalan di poliklinik rumah sakit. Dengan digitalisasi pasiennya disiplin, rumah sakit disiplin dan pemberian pelayanannya juga disiplin,” tutur alumni Fakultas Kedokteran Unand ini.

Ia pun melihat semua rumah sakit vertikal sudah melakukan pengembangan IT. Namun demikian, tidak bisa hanya jalan sendiri. Akan tetapi butuh kolaborasi dengan rumah sakit vertikal lainnya.

“RSUP dr M Djamil menjadi kekuatan bagi RSUP dr Sardjito. Kekuatan RSUP dr Sardjito juga menjadi kekuatan bagi RSUP M Djamil. Dan untuk rumah sakit vertikal lainnya,” tukas sembari mengajak civitas hospitalia untuk tumbuh dan berkembang bersama.

Meski demikian ia ngajak untuk seluruh pihak civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil untuk membangun manset  yang sama untuk melakukan tranformasi kesehatan.

“Tidak mungkin akan dikembangkan tapi tidak memilki manset yang sama,  dari hulu hingga hilir itu sangat penting dalam rangka mewujudkan hal ini,” pungkas dr Eniarti.

Ia menyebut, digitalisasi itu bagian dari kemudahan dan sangat menyenangkan untuk itu pihaknya sangat mendukung untuk berkembang bersama.

“Kami merasakan Djamil seperti rumah kami sendiri, dan kami yakin proses transformasi digitalisasi di sini tidak akan lama, melihat komitmen yang telah ditunjukkan civitas hospitalia, mari bersama kita wujudkan cita-cita mulia ini,” seru Dirut RSUP dr Srdjito itu.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penantangan joint development sekaligus penyerahan cendera mata dari masing-masing pihak. Kegiatan ini turut disaksikan jajaran direksi RSUP Dr M Djamil dan dari RSUP dr Sardjito turut dihadiri  Direktur Layanan Operasional  dr. Riat El Khair, M.Sc, Sp.PK(K), kepala Tim Hukormas  Banu Hermawan, SH., M.H.,Li dan Kepala  Instalasi Sistem Informasi Rumah Sakit Sjamsul Arifin, S.Hut. M.Kom. (RSMDJ/Khairian)

Tingkatkan Budaya Kerja dalam Menunjang Mutu Layanan Rumah Sakit

Workshop Nakes Lainnya Diikuti Peserta dari 50 rumah sakit pemerintah dan Swasta dari 15 Provinsi di Indonesia

RSMDJ — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang menggelar workshop Nasional Komite Tenaga Kesehatan Lain­nya, Sabtu (19/8) dan Minggu (20/8) di Hotel Mercure Padang. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Utama  RSUP Dr M Djamil, Dr dr H Dovy Djanas SpOG KFM MARS.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Ke­men­kes RI drg Arianti Anaya MKM sebagai Keynote Speech,  Sementara  Menkes RI diwakili Direktur Tata Ke­lola Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr Sunarto MKes.

Narasumber kegiatan ini yakni Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh  Indonesia (PERSI)  dr Bambang Wibowo SpOG KFM MARS FISQua, Ketum Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) dr Andi Wahyuningsih Attas SpAn KIC MARS, Ketua PERSI Wilayah Sumbar Dr dr Yusirwan Yusuf SpB SpBA (K) MARS FISQua.

Selanjutnya, Dra. Apt. Yulia Trisna , M.Pharm, FISQua dari Praktisi Kesehatan serta Trainer Komunikasi, Khairani Hasyim, SKM, M.Si

Dirut RSUP Dr M Djamil, dr Dovy Djanas mengatakan, rumah sakit harus melakukan audit klinis atau audit mutu profesi. Tentunya melakukan audit terhadap performance untuk meyakinkan apa yang seharusnya dikerjakan. Dan apabila tidak lakukan maka di­per­lukan perbaikan.

“Audit klinis ini berkaitan dengan upaya peningkatan mutu dan standardisasi yang bertujuan agar tercapainya pelayanan medis yang prima di rumah sakit,” ujar dr. Dovy.

Ia mengatakan, dengan adanya audit akan bermanfaat dalam hal keselamatan pasien, tenaga kesehatan akan upaya memenuhi standar profesi masing-masing.

“Bekerja sesuai dengan standar prosedur operasional (SPO),­ mengurangi medical error serta mencegah tuntutan pasien,”terangnya.

Ia mengatakan di da­lam workshop tersebut akan mem­bahas implementasi au­dit klinis sesuai starkes dan transformasi kesehatan. Hal ini terkait dengan budaya kerja yang menunjang mutu layanan rumah sa­kit.

Di­harapkan peserta wor­kshop mengerti dan me­­ma­hami hal tersebut ser­­ta me­mahami persepsi dan meng­imple­men­­­­tasikan segala hal yang sudah didiskusikan ber­­sa­ma.

“Kami yakin dengan kerja keras dan komitmen bersama, upaya mewujudkan transformasi kesehatan dalam rangka pening­katan mutu dan layanan rumah sakit bersama-sa­ma kita wujudkan,” pungkas Dirut.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr Lila Yanwar MARS yang turut hadir dalam pembukaan acara tersebut  mengatakan  saat ini Sumbar telah menyikapi transformasi layanan primer. Yakni telah membentuk hampir 70 Pustu prima dan hampir di setiap kabupaten kota saat ini menyiapkan skrining. “Dan 802 posyandu yang terintegrasi,” ucapnya.

Untuk rujukan, sebut Lila, Sumbar memiliki 11 rumah sakit yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan pelayanan KJSU (kan­ker, jantung, stro­ke dan urologi) di bawah bimbingan RSUP Dr M Dja­mil.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada RSUP Dr M Djamil telah memperhatikan rumah sakit yang ada di Sumbar,” ujarnya sembari mengapresiasi kegiatan workshop yang digelar selama dua hari tersbut.

Sementara Ketua Komite Nakes Lainnya RSUP Dr M Djamil yang juga Ketua Pelaksana Workshop Nasional Henny Fitri Yanti SSiT MKes RD mengatakan, workshop nasional ini bertujuan berkaitan dengan budaya kerja dalam menunjang mutu layanan di rumah sakit.

Ia mengatakan workshop nasional ini diikuti profesi dokter, perawat, bidan dan 13 profesi tenaga kesehatan lainnya. “Ada 31 rumah sakit pemerintah dan swasta di Sumbar serta 19 rumah sakit pemerintah dan swasta di luar Sumbar. Totalnya 50 rumah sakit pemerintah dan swasta dari 15 provinsi,” ungkapnya.

Ia mengatakan selain workshop juga akan ada city tour dengan mengunjungi Museum Adityawarman, Masjid Raya Sumatera Barat. Kemudian Pantai Air Manis dengan legenda batu Malin Kundang dan menikmati sunset di Pantai Padang. “Ini juga bagian dari upaya kita mengenalkan dan mempromosikan wisata Kota Padang kepada peserta tentunya,” pungkasnya.

Sementara itu, Nurfauziyah Faraswati salah seorang peserta utusan RSUP Dr Sardjito Yogyakarta mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami sangat senang dengan hadirnya kegiatan ini, ilmu yang disampai narasumber sangat bermanfaat apalagi kegiatan ini juga menggelar kegiatan citytour yang tentunya membuat kami merasa senang dan bahagia,’’ pungkasnya. (RSMDJ/Khairian)

Enam Nakesdan RSUP Dr M Djamil Menuju Tingkat Nasional

RSMDJ — Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas Sp.OG KFM, MARS melepas enam Tenaga Kesehatan Teladan (Nakesdan) yang lolos untuk mengikuti kompetisi di tingkat Nasional, Jumat (11/9) di Aula Lantai IV RSUP Dr M Djamil.

Enam Nakesdan ini merupakan peserta yang lolos seleksi di tingkat internal yang mewakili berbagai bidang profesi kesehatan, diantara utusan tersebut adalah  dr. Novialdi, Sp.THT-KL profesi dokter pendidik klinis, dr. Kino, Sp.JP profesi dokter pendidik klinis, Rifza S.ST, M. Biomed profesi Nutrisionis, Devi Olivia Amd.PK profesi perekam medis, Chindy Violeta, S.STr.TEM jenis Teknis Elekromedis dan Trisna Dwiputri SKM jenis profesi Tenaga Kesehatan Masyarakat.

Dalam sabutan Direktur Utama RSUP Dr M Djamil mengucapkan selamat kepada nakesdan untuk berjuang di tingkat nasional. Menurutnya, enam nakesdan tersebut merupakan representasi RSUP Dr M Djamil dan pihaknya merasa bangga atas lolosnya dan menuju tingkat nasional.

“Tentunya kita civitas hospitalia merasa bangga kepada enam nakesdan ini, kami berharap banggalah menjadi bagian dari RSUP Dr M Djamil, siapalagi yang akan mengharumkan nama kita kecuali kita sendiri,” kata Dr. dr. Dovy Djanas.

Ia mengungkapkan, Ketua Dewan Pengawas RSUP Dr M Djamil yang juga meruapakan Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes RI turut merasakan kebanggan karena RSUP Dr M Djamil mampu mewakil 6 utusan dari berbagai jenis profesi dan berjuang di tingkat Kementerian Kesehatan.

“Ini buktinya kita mampu bersaing, sekali lagi kami mengapresiasi mudahan mampu meraih hasil terbaik, kita mendokan untuk diberikan kekuatan dan kesehatan tentunya,” pungkasnya.

dr. Novialdi, Sp.THT-KL, salah seorang perwakilan Nakesdan mengatakan bahwa mewakili RSUP Dr M Djamil di tingkat nasional merupakan berkah sekaligus menjadi beban. Pihaknya dan lima nakesdan utusan RSUP Dr M Djamil bertekad untuk menjalankan amanah tersebut sebaik mungkin.

“Semoga semuanya lancar, diberikan kemudahakan dan memberikan yang terbaik,” ujarnya dengan iringan Aamiin dari jajaran direksi dan civitas hospitalia yang hadir dalam seremonial pelepasan nakesdan tersebut. (RSMDJ/Khairian)

Plt. Direktur Layanan Operasional RSUP Dr M Djamil Raih Penghargaan dari Pemko Padang

RSMDJ — Plt. Direktur Layanan Operasional RSUP Dr M Djamil dr. Asrawati, M. Biomed, Sp. A (K) terima penghargaan dari pemerintah Kota Padang dalam momentum Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang, dalam memperingati  Hari Jadi Kota Padang yang ke 354 tahun, Senin (7/8) di Gedung Rapat DPRD Kota Padang.

Tidak hanya sendiri, 10 tokoh masyarakat lain juga diganjar penghargaan dari berbagai latar bidang. Penghargaan kepada dokter spesialis tumbuh kembang itu itu dinilai mampu memberikan kontribusi berarti untuk kemajuan dan perkebangan kota khususnya di bidang kesehatan.

Pada serimonial ini, penyerahan penghargaan dan pemasangan pin emas diberikan langsung Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, SP sisaksikan Walikota Padang beserta unsur Forkopimda Kota Padang.

“Tentunya penghargaan ini sangat berarti dan kami dedikasikan kepada tenaga kesehatan khususnya di Kota Padang yang selalu mencintai profesi ini, “ kata dr Asrawati yang juga merupakan Wakil ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Barat itu.

Sementara itu, Walikota Padang Hendri Septa, B.Bus. (Acc), MIB dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas dukungan tokoh masyarakat Kota Padang yang telah mendedikasikan dan berkontribusi dalam upaya pembangunan kemajuan Kota Padang dari berbgai sektor.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Padang mengucapakan terimaksih banyak atas kontribusi yang diberikan Bapak/ibu untuk kemajuan Kota Padang yang kita cintai ini,” pungkasnya.(RSMDJ/Khairian)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45