Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr M Djamil Dikukuhkan

RSMDJ – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rumah Sakit Umum Pusat Dr M Djamil   dilantik untuk masa bakti 2023-2026. Pelantikan dilakukan oleh Ketua DWP Provinsi Sumatera, Ny Lina Hansastri, Rabu (22/11) di Aula Lantai IV RSUP Dr M Djamil.

Hadir dalam kesempatan itu Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS serta jajaran direksi lainnya, Ketua DWP Ditjen Yankes Kemenkes Ny dr. Sri Hartanti Azhar Jaya, pengurus DWP Sumbar, serta jajaran pengurus DWP RSUP Dr M Djamil.

Ketua DWP RSUP Dr M Djamil, Ny, dr. Winanda Dovy  mengatakan, DWP merupakan manivestasi dalam memberikan kontribusi terhadap rumah sakit dan semua pihak.

“Ini menjadi garda depan dalam memberikan peran penting dalam menjaga harmoni dan kekompakan untuk semua sehingga memberikan layanan yang baik dan membangunan semangat kerja yang baik,” sebutnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menyusun beberapa program untuk tiga tahun ke depan yang di bagi dalam tiga bidang, yakni bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

Untuk bidang pendidikan, pengurus memprogramkan pembinaan taman penitipan anak (TPA) dan membangun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

“Pendirian PAUD ini diperuntukkan untuk anak karyawan RSUP Dr M Djamil. Dengan tujuan karyawan fokus bekerja karena anak mereka dititipkan dan di sekolahkan di PAUD yang dikelola oleh DWP,” ucap Ketua DWP RSUP Dr M Djamil .

Program lain bidang pendidikan, sebut dr. Winanda, pihaknya akan mengadakan pelatihan untuk kaum ibu dan workshop untuk peningkatan pengetahuan anggota DWP. Penyuluhan kesehatan ke sekolah-sekolah.

“Memberikan reward kepada anak-anak ASN DWP yang mempunyai prestasi,” sebutnya.

Kemudian bidang ekonomi, pemanfaatan digitalisasi untuk peningkatan pendapatan kafe DWP. Menyediakan delivery makanan, dan menyediakan fasilitas untuk fotokopi dan metode wifi.

“Dan membuat pojok-pojok estetik di lokasi secara strategis,” ujarnya.

Bidang sosial, tutur Winanda, membuka donasi di sekitar hospitalia RSUP Dr M Djamil bertujuan membantu dan meringankan beban keluarga pasien

“ DWP juga sudah menggerakkan Jumat Berkah dengan membagikan makanan pagi untuk keluarga pasien, mengadakan perjanjian bersama hospitalia RSUP Dr M Djamil,” terangnya sembari juga mengagendakan rencana program pada hari besar islam dan kegiatan sunatan masal.

DWP Provinsi Sumatera, Ny Lina Hansastri dalam sambutannya mengatakan, DWP harus memiliki dampak besar bagi lingkungan dan harus mampu mendukung kinerja suami, produktivitas, dan integritas suami sebagai karyawan.

“Jangan sampai nilai-nilai tersebut luntur karena istri. Istri harus berperan melaksanakan tugas sosial sebagai tugas yang tidak dapat terpisahkan dari ASN. Harus mengedepankan citra yang baik dalam membangun RSUP M Djamil sehingga diminta keikhlasan dan hal yang solid dalam meningkatkan kapasitas dalam melayanani masyarakat,” jelasnya.

Ia menuturkan Kesuksesan tidak bisa bergantung pada pengurus darma wanita saja, namun juga anggota dalam melayani masyarakat. “Semoga semangat terus tumbuh dalam kebaikan,” ujarnya.

Ketua DWP Ditjen Yankes Kemenkes Ny Sri Hartanti Azhar Jaya dalam kesempatan itu kembali memaparkan soal DWP serta hal yang melekat pada organisasi tersebut, mulai dari aturan hingga kegiatan-kegiatan yang dijalankan.

“Kita harus mengingat kembali apa kewajiban dan apa yang harus dan tidak harus dilakukan sebagai anggota DWP. Jangan berpenampilan yang terkesan mewah. Hendaklah kita memakai produk dalam negeri saat melakukan kegiatan dan menunjukkan kesederhanaan,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS mengatakan, DWP M Djamil merupakan organisasi sosial yang harus bisa menghasilkan inovasi yang baik di organisasinya.

“Dari paparan yang dijelaskan oleh ketua DWP tadi ada beberapa kegiatan baik yang akan dilaksanakan dan kita dari jajaran pengurus sangat mendukung semua kegiatan tersebut, terutama kegiatan sosial yang memudahkan atau membantu pasien tak mampu yang ada di M Djamil,” terangnya.

Ia berharap semoga kepengurusan ke depan bisa menjalankan semua rencana kegiatan yang direncanakan dan mengaskan pihaknya siap mendukung program kegiatan yang digelar DWP Dr M Djamil.

(RSMDJ/Khairian)

Kondisi Kesehatan Ibunda Membaik, Gubernur Mahyeldi Ucapkan Terima Kasih pada Masyarakat dan RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — Setelah beberapa hari menjalani perawatan di RSUP Dr. M Djamil Padang, Nurmi (81), ibunda dari Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, akhirnya dibolehkan pulang, Kamis (26/11).

Tampak Gubernur menggendong sendiri sang ibunda ke dalam mobil, saat menjemput dan dibawa pulang ke Gubernuran.

“Alhamdulillah, kesehatan Amak semakin baik. Terima kasih atas doa-doa kesembuhan yang diberikan untuk ibunda kami. Semoga Allah memberi perlindungan dan kesehatan kepada kita semua,” ucap Gubernur Mahyeldi.

Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran petugas medis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M Djamil Padang, yang terlah memberikan perawatan dan pengobatan untuk sang ibunda. “Semoga Allah senantiasa memberikan pahala tiada putus pada segenap petugas medis yang membantu kesehatan Amak,” ucapnya lagi.

Sosok Amak, bagi Gubernur Mahyeldi adalah sosok perempuan yang senantiasa menjadi tempat untuk pulang dan berkeluh kesah. Tempat berbagi cerita tentang hal-hal kecil dan bersifat ringan, yang jauh dari aktivitasnya sebagai seorang Kepala Daerah.

“Mau kita bekerja sebagai apa pun, jabatan apa pun, dan sesibuk apa pun, soal orang tua tetap harus di atas segala itu. Bakti kepada orang tua harus diutamakan. Sebab, rido Allah itu ada dalam rido orang tua,” pesan Gubernur Mahyeldi.

Perhatian dan kasih sayang Gubernur Mahyeldi terhadap sang ibunda memang kerap jadi buah bibir dan patut ditiru. Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Mursalim, mengaku kerap kali menyaksikan begitu besarnya perhatian Gubernur kepada Amak.

“Setiap kali ada kesempatan, atau di sela kesibukan kerja sekali pun, Bapak Gubernur selalu menyempatkan pulang ke rumah Amak di Bukttinggi. Sebelum sampai ke rumah, tidak lupa mampir membeli makanan kecil yang disukai Amak, dan menyuapkannya langsung ke Amak. Budaya menyayangi orang tua seperti yang beliau lakukan perlu ditiru oleh seluruh anak terhadap orang tua masing-masing,” ucap Mursalim. 

(RSMDJ/Rilis Pemprov Sumbar)

Komunitas “PEKAPA”, Wujud Dukungan dan Kepedulian Pada Penyintas Kanker Paru

RSMDJ —- Kanker paru menjadi penyebab kematian utama di dunia dan menempati urutan kedua dan di Indonesia menempati urutan ke tiga, atas dasar keprihatinan terhadap kondisi tersebut dokter spesialis paru RSUP Dr M Djamil membentuk “Komunitas Penyintas Kanker Paru (PEKAPA)”.

Kehadiran PEKAPA diharapkan menjadi wadah untuk mendukung pasien dan keluarga, memberikan dukungan emosional, memotivasi untuk melanjutkan terapi. Di samping itu diharapkan dapat menjadi ajang komunikasi penyintas dan keluarga dalam membantu setiap permasalahan yang dihadapi.

Kamis (16/11) bertempat di Aula Lantai IV RSUP Dr M Djamil, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Kepala Dinas kesehatan Provinasi Sumbar, Direktur Utama RS Unand, Dekan Fakultas Kedokteran Unand, KSM/Kepala Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi RSUP Dr M Djamil/FK Unand meresmikan komunitas PEKAPA.

Dalam sambutanya, KSM/Kepala Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi RSUP Dr M Djamil/FK Unand, dr. Afriani, SpP (K) Onk mengatakan hadirnya PEKAPA sebagai wujud dukungan bagi penyintas kanker paru, mengingat kanker paru merupakan penyebab kematian utama di dunia dibanding jenis kanker lainnya. Dan banyak kasus temuan khususnya di RSUP Dr M Djamil, pasien yang datang sudah dalam kondisi tingkat lanjut.

Dikatakannya, untuk pengobatan kanker paru akan berkaitan dengan lingkungan keluarga dan bahkan komunitas. Dan PEKAPA sebagai wujud pengabdian Masyarakat yang dihadirkan dokter spesialis paru.

“Tentunya pengobatan bagi pasien kanker paru tidak akan terlaksana dengan baik jika tidak ada dukungan, bersama komunitas tentu semakin bersemangat untuk bisa sembuh dari kanker ini,” ujarnya.

Ia berharap Masyarakat tidak perlu takut untuk berobat dan bersama komunitas tentu akan saling mengutakan. Setidaknya ada beberapa hal positif yang didapatkan dalam komunitas ini seperti, pertemenan, berbagi pengalaman, menghadirkan rasa empati dan pengertian serta peningktan kualitas hidup yang tentunya di dapat dari komunitas PEKAPA.

Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Prof. Dr. dr. Afriwardi SH, Sp.KO, MA mengatakan, pihaknya sangat mendukung kehadiran komunitas PEKAPA, mengingat dalam komunitas akan membangun aura kebersamaan dan keluatan yang luar biasa.

“Tentu sesama pasien dapat saling berbagi dan saling berbagi pengalaman, dan tentu jelas ini sangat membantu dalam proses pengobatan penderita kanker paru, dan tentu kami sangat mendukung hal positif seperti ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG KFM, MARS mengapresiasi langkah yang dibangun melalui kehadiran Komunitas PEKAPA. Ia mengatakan pihaknya merasa terhormat dan bersyukur karena pada hari tersebut adalah langkah awal yang luar biasa dalam perjalanan untuk memberikan dukungan, harapan, dan cinta kepada mereka yang telah berjuang melawan kanker paru.

“Kanker paru adalah penyakit yang tidak hanya memengaruhi individu yang didiagnosis, tetapi juga keluarga dan teman-teman mereka. Saat seseorang menerima diagnosis ini, seringkali mereka merasa terisolasi dan bingung. Komunitas ini hadir untuk mengatasi rasa gundah dan ketidakpastian ini, dan untuk mengingatkan kepada mereka bahwa mereka tidak sendirian dalam perjalanan mereka,” terangnya.

Ia menyebut, komunitas pendukung penyintas kanker paru merupakan kelompok orang yang dapat memberikan dukungan emosional, informasi, dan sumber daya kepada individu yang telah didiagnosis dengan kanker paru atau yang tengah menjalani perawatan untuk penyakit ini.

“Komunitas semacam ini dapat memberikan tempat bagi penyintas kanker paru dan keluarga mereka untuk berbagi pengalaman, memperoleh informasi tentang pengobatan dan manajemen kanker paru, serta menemukan dukungan emosional dalam menghadapi tantangan yang dihadapi,’’ ujar dr. Dovy.

Diakuinya, secara bersama semua dapat memberikan harapan kepada mereka yang telah bertempur dengan gigih melawan penyakit ini. Kebersamaan yang terbangun dapat menciptakan perubahan positif dalam kehidupan pagi penderita kanker paru.

“Mari kita menjalin ikatan yang erat, mendukung satu sama lain, dan bersama-sama kita akan menginspirasi, memberdayakan, dan merayakan kekuatan kemanusiaan,’’ ujar dr. Dovy sembari menyampaikan doa agar apa yang telah dilakukan semua pihak diberi balasan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kegiatan yang juga digelar secara daring turut dilakukan pengguntikan pita dan penandatangan dukungan semua pihak terkait atas diresmikannya komunitas Pendukung Penyintas Kanker Paru.

(RSMDJ/Khairian)

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Pimpin Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-59

RSMDJ — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang menggelar upacara memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-59. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang, Bapak Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG (K) MARS di halaman Poliklinik Rawat Jalan, Senin (13/11) pagi. 

Dalam sambutannya Dirut menekankan pentingnya peran setiap individu dalam menjaga kesehatan pribadi serta mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan yang bekerja keras untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sebagaimana diketahui, untuk tahun ini pemerintah menetapkan HKN yang jatuh setiap 12 November setiap tahunnya mengangkat tema “Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju”.

“Kesehatan adalah aset berharga yang perlu dijaga bersama. RSUP Dr M Djamil Padang berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar dr. Dovy Djanas.

Selain itu, RSUP Dr M Djamil juga memberikan penghargaan kepada pegawai yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

“Melalui upacara ini, kita berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, baik melalui pola hidup sehat maupun pemeriksaan rutin. RSUP Dr M Djamil Padang akan terus berupaya memberikan layanan terbaik dan berperan dalam upaya pencegahan penyakit,” tambahnya.

Upacara Hari Kesehatan Nasional di RSUP Dr M Djamil ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan sebagai investasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup.

Pada akhir upacara, RSUP Dr M Djamil juga memberikan apresiasi kepada pegawai RSUP Dr M Djamil yang ikut berpartisipasi pada perlombaan olahraga antar instansi Kesehatan se Indonesia. RSUP Dr M Djamil berhasil menorehkan Juarai 1 untuk Tim Voli Putri, Juara 2 Tim Voli Putra, Juara 1 Tenis Meja Beregu Putri, Juara 1 Tenis Meja campuran, Juara 2 Tenis Meja Putra, dan Juara 3 tenis meja campuran. (RSMDJ/Rizki Rasyidi)

RSUP Dr M Djamil Raih Penghargaan Kepatuhan Perilaku Interaksi Pelayanan Publik Tahun 2023

RSMDJ — RSUP Dr M Djamil berhasil meraih penghargaan Kepatuhan Perilaku Interaksi Pelayanan Publik Tahun 2023 dengan predikat BAIK oleh Kementerian Kesehatan RI, mewakili Direktur Utama, penghargaan ini diterima langsung oleh Direktur Layanan Operasional RSUP Dr M Djamil, dr. Asrawati, Sp.A (K), M. Biomed, Jumat (10/11) di Jakarta Convention Center (JCC).

Sebagaimana diketahui, Penghargaan Kepatuhan Perilaku Interaksi Pelayanan Publik diberikan kepada satuan kerja unit pelaksanan teknis (UPT) di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI yang telah behasil memberikan pelayanan sangat baik dan baik kepada masyarakat. Pengahargaan ini dilakukan setiap tahunnya dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) dan ditandangani langsung oleh Menteri Kesehatan RI.

(RSMDJ/Khairian)

Gerak Cepat RSUP Dr M Djamil Berikan Bantuan Tempat Tidur Rawatan

RSMDJ — RSUP Dr M Djamil Padang gerak cepat dalam memberikan bantuan kepada seorang gadis muda bernama Amanda yang telah menderita lumpuh bawaan semenjak lahir dengan memberikan bantuan tempat tidur rawatan seperti yang biasa digunakan pasien di Rumah Sakit.

Penyerahan bantuan dari perwakilan RSUP Dr M Djamil yang mewakili Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas Sp.OG KFM, MARS diterima langsung pihak keluarga Amanda yang beralamat di Kampung Kandang Kabuo, RT/RW 05/03 Kelurahan Korang Gadang, Kuranji Padang, Senin (23/10) sore.

Sebagaimana diketahui, Amanda yang saat ini berusia 20 tahun tinggal bersama ayahnya, Ekman dan adiknya, Zahra. Kisah hidup Amanda dan keluarganya penuh dengan tantangan. Ibunya meninggal dunia lima tahun yang lalu, meninggalkan Ekman sebagai satu-satunya tulang punggung keluarga. Sehari-hari, Ekman bekerja sebagai penjual kacang keliling untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Namun, peran Ayah Amanda sebagai pengasuh sekaligus pekerja membuatnya harus mencari bantuan untuk merawat Amanda saat dirinya pergi bekerja.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG KFM, MARS mengatakan bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian melalui M Djamil Peduli Kasih. Ia menyebut bahwa pihaknya mendapatkan informasi dan kisah Amanda melalui sejumlah kalangan dan mencoba mencarikan solusi terhadap hal yang dibutuhakan Amanda.

Ia berharap bantuan tempat tidur perawatan tersebut memberikan kemudahan kepada Amanda dan keluarga dalam memberikan perawatannya sehari-hari. Disamping itu pihaknya juga memberikan bantuan lain berupa makanan bernutrisi bagi kesehatan Amanda.

Keluarga Amanda sangat bersyukur atas bantuan yang mereka terima. Selama ini, mereka hanya bisa bermimpi memiliki ranjang seperti yang biasa digunakan di rumah sakit untuk membantu perawatan Amanda. Bantuan yang diberikan RSUP Dr M Djamil Padang sangat berarti bagi keluarga ini dalam merawat Amanda.

Ekman, ayah Amanda, menyatakan rasa terima kasihnya kepada RSUP Dr M Djamil dan kepada siapa pun yang telah berkontribusi dalam membantu Amanda. Dia berharap ada lebih banyak orang baik yang bersedia membantu Amanda dalam perjalanan pengobatannya.

“Senang, terharu juga karena dapat bantuan Kasur yang selama ini kami impikan dan terima kasih sekali sudah datang kerumah kami yang sederhana ini dan memberikan bantuan” ungkap Ekman terntunduk haru kepada sejumlah perwakilan dari RSUP Dr M Djamil yang mengantarkan langsung bantuan. (RSMDJ/Rizki)

Komisi IX DPR-RI Dukung Penuh Peningkatan Pelayanan Kesehatan RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses masa persidangan 1 ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang pada Rabu (4/10) di Aula lantai IV.

Kedatangan anggota dewan tersebut dalam rangka meninjau langsung kondisi fasilitas kesehatan (faskes) serta progres pengembangan prioritas rumah sakit rujukan ini.

“Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melihat kondisi riil dan melihat apa yang dibutuhkan oleh RSUP M Djamil Padang saat ini,” ujar Ketua Tim Kunker Komisi IX DPR RI Dr. Nihayatul Wafiroh disela-sela kunjungan.

Dari audiensi yang telah digelar bersama pihak rumah sakit, kata dia, dipetakan beberapa prioritas utama yang dibutuhkan RSUP M Djamil untuk mengembangkan fasilitas kesehatannya, sesuai yang disampaikan Direktur RSUP M Djamil Padan, Dr dr Dovy Djanas pada pertemuan itu.

Kebutuhan prioritas itu adalah Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu (IPJT), alat LINAC ( Linear Accelerator) untuk bunker penunjang pelayanan ongkologi terpadu, Instalasi Pelayanan Stem Cell atau Bank Jaringan, dan pembangunan gedung Kamar Rawat Inap Standar (KRIS).

Ketua Tim yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh itu mengatakan kebutuhan prioritas tersebut sudah ditampung untuk dibahas pada rapat Komisi IX DPR RI di Jakarta.

”Ketiga skala prioritas tadi membutuhkan anggaran yang cukup besar. Kami akan coba memasukkannya pada anggaran 2024 karena pengajuan untuk tahun anggaran 2023 sudah habis,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap proposal dari RSUP Dr M Djamil itu bisa langsung ditindaklanjuti Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai instansi yang menaungi RSUP M Djamil Padang.

Sementara itu Direktur Utama (Dirut) RSUP M Djamil Padang, Dr. Dr Dovy Djanas,Sp.OG-KFm, MARS menjelaskan kebutuhan prioritas yang sudah dipaparkan dihadapan Tim Kunker Komisi IX tersebut itu dilakukan demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Dan kita bersyukur penuh terhadap prioritas yang telah kami paparkan, semua anggota dewan menyetujunya, semoga saja hal ini langkah lebih baik dalam upaya percepatan untuk kemajuan pelayanan kesehatan di RSUP Dr M Djamil ini, ,” pungkasnya.

Di samping Dewan Direksi dan Civitas Hospitalia, kunjungan ini turut dihadiri Staf ahli Kementerian Kesehatan RI bidang Politik dr. Kirana Pritasari, MQIH yang juga merupakan mantan Ketua Dewan Pengawas RSUP Dr M Djamil, pimpinan BPJS Kesehatan Padang, BPJS Ketenagakerjaan, pemprov Sumatera Barat dan rombongan lainnya. (RSMDJ/Khairian)

Peringati Hari Batik Nasional, Civitas Hospitalia Serempak Pakai Batik

RSMDJ — Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional tersebut, Dewan Direksi & Civitas Hospitalia RSUP Dr M Djamil serentak menggunakan pakain batik, hal itu sebagai wujud rasa bangga atas budaya dan pakaian khas Nusantara yang sudah ditetapkan dan diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

Batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang sangat berharga dan sudah menjadi identitas bangsa ini. Pemerintah Indonesia bahkan telah menetapkan satu hari khusus sebagai Hari Batik Nasional, yakni 2 Oktober 2023.

Hari Batik Nasional berawal mula dari batik nasional yang ditetapkan oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2009, sebagai warisan budaya tak benda, dilansir dari laman Lendah Kulonprogo. Ketika itu diselenggarakan sidang ke-4 Komite Antar Pemerintah tentang Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009.
Pada mulanya batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia internasional oleh Presiden Soeharto saat mengikuti konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Batik Indonesia didaftarkan untuk mendapat status Intangible Cultural Heritage (ICH) melalui kantor UNESCO pada 4 September 2008 di Jakarta, dilansir dari laman resmi Kemlu.

Melalui Keppres tersebut, Kementerian Dalam Negeri kemudian menerbitkan Surat Edaran Nomor 003.3/10132/SJ tentang Pemakaian Baju Batik dalam rangka Hari Batik Nasional. Melalui surat tersebut, Kemendagri mengimbau seluruh pegawai di pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk mengenakan batik setiap Hari Batik Nasional. (RSMDJ/Khairian)

Selamat Hari Batik Nasional Sanak Djamil,

Bimbingan Teknis Persiapan Akreditasi Rumah Sakit

Surveior : RSUP Dr M Djamil Memiliki Kekuatan dan Semangat Tinggi untuk Berbenah

RSMDJ — Civitas Hospitalia RSUP Dr M Djamil terus berbenah diri dan antusias untuk berjuang mempertahankan akreditasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan semangat mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Akreditasi yang diselenggarakan bersama Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS).

Kegiatan ini dilakasanakan selama tiga hari, Jumat (15/9), Selasa (19/9) dan Rabu (20/9) baik secara daring maupun lurung. Bimbingan teknis ini menghadirkan empat orang surveior yakni  dr. Andi Wahyuningsih Attas, SpAn, KIC, MARS, Dr Rita Rogayah, SpP (K). MARS, Dr. dr Andry, MM. M.HKes, dan Sugih Asih,SKp. M.Kep.

Kegiatan bimtek ini meliputi Pemeriksaan dokumen regulasi dan bukti implementasi dari 16 bab Akreditas sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI. Tidak hanya pemeriksaan dokumen juga dilakukan telusur lapangan terhadap penerapan regulasi bab-bab akreditasi tersebut.

Pada kesempatan penutupan Bimtek, Rabu (20/9) di Aula Lantai IV, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas SpOG -KFM, MARS menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan semua pihak yang telah mengikuti bimbingan teknis dengan penuh semangat dan antusis.

“Tentunya kami memberikan apresiasi kepada surveior LAM-KPRS yang telah meluang waktunya di tengah kesibukan yang ada dan kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh civitas hospitalia yang selalu bersemangat untuk mengikuti bimtek ini,” ujarnya.

Dikatakannya, bimtek tersebut merupakan upaya yang dilakukan RSUP Dr M Djamil untuk persiapkan melaksanakan reakreditasi. Sesuai rencanan akreditasi Rumah Sakit akan diselenggarakan pada akhir tahun ini.

“Tentunya kita semua menyadari, pencapaian akreditasi ini bukan semata persoalan sertifikat yang didapatkan,tetapi bagaiman kita berjuang, meningkatkan, dan mempertahankan pelayanan yang bermutu demi keselamatan pasien,” cetus dr. Dovy.

Ia berharap, hal yang yang menjadi catatan-catatan penting selama Bimtek dapat dilakukan pembenahan dan perbaikan, sehingga dapat terwujudnya pelayanan kesehatan yang paripurna di RSUP Dr M Djamil.

“Tentunya kita ingin yang terbaik untuk pelayanan kesehatan ini dan kami yakin kami memiliki semangat yang tinggi dan mari kita berdoa bersama terhadap hal yang menjadi harapan kita bersama untuk segara dapat terwujud,” harapnya.

Sementara itu, dr. Andi Wahyuningsih Attas, SpAn, KIC, MARS selalui ketua tim surveior LAM-KPRS mengapresiasi semangat dan kekompakan yang ditunjukkan civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil dalam mengikuti bimbingan teknis akreditasi. Menurutnya hal itu sebagai bentuk kekuatan untuk dapat mewujudkan pelayanan yang paripurna di RSUP Dr M Djamil.

“Kami melihat kekuatan itu ada di sini, apalagi dukungan penuh dari pimpinan sebagai bentuk komitmen untuk terus berbenah meningkatkan pelayanan kesehatan sangat tinggi,”ungkapnya.

Direktur Utama LAM KPRS tersebut juga mengakui bahwa tingkat kepercayaan Masyarakat kepada RSUP Dr M Djamil sangat tinggi  hal itu dibuktikan dengan wawancara langsung yang dilakukan surveior kepada sejumlah pasien dan pengunjung selama pelaksanaan  bimbingan teknis.

“Semangat dan kekuatan yang sudah dimiliki tentunya kami meminta bukan karena sertifikat semata, selama bimbingan ini tentunya banyak catatan dan pembenahan yang mesti dilakukan, hal itu semata untuk mengutamakan keselamatan pasien sebagai prioritas. Dan kami berharap sudah menjadi budaya utama dalam bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pintanya.

Selama telusur dan penerapan regulasi, para surveior melakukan pengecekan standar pemeriksaan meliputi ringkas, rapi, resik, rawat, rajin, regulasi dan respek.

Adapun 16 bab yang menjadi fokus baik segara regulasi maupun implementasi yakni, Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP), Pengkajian Pasien (PP), Akses dan Kontinuitas Pelayanan (AKP), Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Program Nasional (Prognas), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Manajemen Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (MRMIK).

Selanjutnya, bab Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB), Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO), Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS), Komunikasi dan Edukasi (KE), Pendidikan dalam Pelayanan Kesehatan (PPK), Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) dan bab Hak Pasien dan Keluarga (HPK). (RSMDJ/Khairian)

WAMENKES RI BUKA KEGIATAN KNOWLEDGE SHARING PROGRAM (KSP) ON MATERNAL AND CHILD HEALTH HANDBOOK DI SUMATERA BARAT

Delegasi Peserta Hospital Tour ke RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof Dr Dante Saksono Harbuwono SpPD KEMD PhD membuka secara resmi kegiatan Knowledge Sharing Program (KSP) On Maternal And Child Health Handbook di Sumatera Barat.

Kegiatan berbagi pengalaman panduan kesehatan ibu dan anak itu diikuti delegasi 9 negara yakni Kamboja, Kenya, Laos, Madagaskar, Tajikistan, Vietnam, Thailand, Jepang dan Timor Leste, digelar mulai Minggu (10/9) hingga Jumat (15/9). Yang difasilitasi langsung Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Dalam sambutan pembukaan kegiatan yang dilaksanakan di Aula Istana Gubernuran Sumatera Barat, Senin (11/9) Wamenkes RI menyebut buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) memainkan peran penting sebagai alat berbasis rumah untuk memastikan kesehatan ibu dan anak yang berkelanjutan.

“Buku KIA merupakan panduan bagi keluarga dan penyedia layanan kesehatan untuk mengidentifikasi awal masalah kesehatan selama masa kehamilan dan masa kanak-kanak,” ucapnya.

Oleh karena itu, buku pegangan kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan alat yang efektif untuk memantau penyediaan dan ketersediaan layanan kesehatan ibu dan anak yang esensial untuk meningkatkan kesehatan.

Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan buku KIA tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun telah menjalin kerja sama dengan JICA mengadakan program pengembangan kapasitas kerja sama melalui pertukaran pengetahuan, keahlian, dan sumber daya manusia (SDM) dan Knowledge Sharing Program On Maternal And Child Health Handbook di Padang merukan salah satu agenda yang dilaksanakan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengakomodasi negara-negara untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik mereka dalam melakukan deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan terpadu untuk ibu dan anak menggunakan buku KIA,” ujar Prof.dr. Dante.


Kepala JICA Perwakilan Indonesia, Mr Yasui Takehiro menjelaskan pihaknya memiliki kepedulian yang sama tentang bagaimana memperkuat keberlangsungan pengasuhan ibu dan anak serta menjamin saling pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Kami mempertimbangkan bagaimana kami dapat memastikan kualitas perawatan dalam deteksi dini semua masalah kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan Buku KIA,” ujarnya.

Program ini memberikan kesempatan yang baik untuk berbagi pengalaman di antara peserta negara-negara. Ia berharap semua peserta akan mengeksplorasi cara untuk memperkuat deteksi dini dan intervensi dini terhadap masalah kritis kesehatan ibu dan anak menggunakan Buku KIA.

Sementara itu Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan Pemprov Sumbar melalui Dinas Kesehatan Sumbar telah menjadikan buku KIA sebagai instrumen yang sangat membantu melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat yang telah diperkenalkan sejak tahun 1994 dan diterapkan di Indonesia sejak 1997. Dan penerapan di Sumbar pada tahun 1999.

Pada tahun 2004, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 284/Menkes/SK/III/2004 tentang Buku Kesehatan Ibu dan Anak dinyatakan buku KIA satu-satunya buku pencatatan kesehatan ibu dan anak.

Ia mengatakan Buku KIA memberikan informasi pelayanan dan perawatan kesehatan bayi serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Juga sebagai catatan kesehatan ibu dan anak. Sekaligu sebagai alat monitor kesehatan, alat komunikasi antar tenaga kesehatan dengan pasien,” ujarnya.

Tidak hanya dari luar negeri, para peserta kegiatan KSP juga diikuti utusan dari lima provinsi dari Indonesia yaitu Sumatera Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, NTB, dan Sulawesi Utara.

Selain sharing pengalaman kesehatan ibu dan anak, peserta melakukan kunjungan (Hospital Tour) ke RSUP M Djamil, Posyandu di Kota Solok dan Dasawisma di Kabupaten Tanahdatar.

Dalam kegiatan pembukaan KSP ini turut dihadiri Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas SpOG KFM, MARS dan Direktur Layanan Operasional, dr. Asrawati SpA (K) M.Biomed. (RSMDJ/Khairian)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45