RSUP Dr. M. Djamil Bersama Ombudsman RI Adakan Bimbingan Teknis Penanganan Pengaduan Publik Internal

RSUP Dr. M. Djamil bersama Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Internal Public Complain Handling di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (30/7). Kegiatan yang diadakan hingga Kamis (31/7) ini sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat sistem pengelolaan pengaduan masyarakat di lingkungan rumah sakit.

“Di era keterbukaan informasi seperti saat ini, pengaduan masyarakat adalah cerminan dari ekspektasi dan kepuasan publik terhadap layanan kami. Oleh karena itu, kemampuan kita dalam merespons dan menyelesaikan setiap pengaduan dengan baik akan sangat menentukan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap RSUP Dr. M. Djamil,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut dihadiri jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumbar Adel Wahidi, Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Meilisa Fitri Harahap, Kepala Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan Retya Elsivia, Asisten Pemeriksa Rendra Catur Putra. Bimbingan teknis ini diikuti manajemen dan civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil.

Ia mengatakan pihaknya menyadari, sebesar apa pun upaya yang telah dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik, tetap ada kemungkinan terjadinya maladministrasi. “Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk memahami apa itu maladministrasi, bagaimana pencegahannya, dan yang paling penting—bagaimana menanganinya dengan etika dan profesionalisme tinggi,” tutur Dovy Djanas.

Bimtek ini, tuturnya, dirancang untuk membekali seluruh elemen rumah sakit, khususnya mereka yang berada di garda terdepan pelayanan, dengan pemahaman tentang prosedur, etika, dan strategi penanganan pengaduan. Materi yang disampaikan meliputi penyelenggaraan pelayanan publik yang berorientasi pada hak masyarakat, mekanisme penerimaan dan verifikasi laporan.

“Kemudian pemeriksaan dan penanganan laporan masyarakat, serta upaya pencegahan maladministrasi adalah bagian yang penting dalam sistem manajemen mutu pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil,” ungkapnya.

Dovy berharap melalui Bimtek ini, pihaknya ingin memastikan bahwa setiap staf memiliki standar yang sama dalam menangani pengaduan, dari mulai penerimaan hingga penyelesaian, sehingga masyarakat merasa didengarkan dan masalahnya ditindaklanjuti dengan serius.

“Dengan adanya sistem penanganan pengaduan yang solid, diharapkan dapat meminimalisir potensi konflik, mempercepat penyelesaian masalah, serta membangun hubungan yang lebih harmonis antara rumah sakit dan masyarakat,” harap Dovy.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumatera Barat Adel Wahidi mengapresiasi inisiatif RSUP Dr. M. Djamil. “Partisipasi aktif rumah sakit dalam membangun sistem pengaduan internal yang kuat adalah langkah maju. Ombudsman RI berkomitmen untuk mendukung upaya setiap instansi publik dalam meningkatkan kualitas pelayanan, dan salah satunya adalah melalui pengelolaan pengaduan yang transparan dan akuntabel,” ucapnya.

Menurut Adel, penanganan pengaduan yang baik bukan hanya memenuhi hak masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. “Oleh karena itu pentingnya respons cepat, empati, dan tindak lanjut konkret terhadap setiap keluhan,” tegas Adel.(*)

Demi Layanan Terbaik, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Blusukan ke Ruang Rawatan

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua melakukan penelusuran ke ruang rawatan di rumah sakit, Rabu (30/7). Kunjungan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi optimal dan dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

“Penelusuran rutin ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil. Kami ingin memastikan setiap sudut rumah sakit, mulai dari ruang rawatan khusus seperti Unit Transplantasi Ginjal, area yang membutuhkan perhatian lebih seperti di Ambun Pagi, hingga ruang Picu Gedung Anak dan Kebidanan, serta ruang rawatan Atrium IPJT, semuanya berfungsi optimal,” kata Dirut RSUP Dr. M. Djamil ini.

Ia berharap mudah-mudahan dengan upaya ini, rumah sakit ini dapat terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya. “Bahkan menjadi rumah sakit rujukan yang dapat diandalkan dalam segala kondisi,” harap Dovy.

Penelusuran diawali mengunjungi ruang rawatan di Ambun Pagi. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat dan peningkatan kualitas di area ini untuk memastikan setiap pasien menerima penanganan yang optimal dan sesuai standar. Kemudian, ia juga  meninjau ruang rawatan Unit Transplantasi Ginjal. Unit ini menjadi salah satu keunggulan RSUP Dr. M. Djamil karena menawarkan harapan baru bagi pasien dengan gagal ginjal kronis.

Tak berhenti di situ, rombongan Dirut kemudian bergerak ke ruang rawatan Picu Gedung Anak dan Kebidanan dan berakhir di ruang rawat Atrium Instalasi Pusat Jantung Terpadu (IPJT). “Penelusuran ini menegaskan komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam menjaga standar mutu pelayanan dan terus berbenah demi kenyamanan serta kesembuhan pasien,” tegasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Adakan Pelatihan Penatalaksanaan Perioperatif Pasien di Kamar Bedah Bagi Perawat

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kali ini, RSUP Dr. M. Djamil menyelenggarakan Pelatihan Penatalaksanaan Perioperatif Pasien di Kamar Bedah bagi Perawat di lantai II Gedung Diklat, Selasa (29/7). Pelatihan yang berlangsung selama 11 hari ini dirancang untuk mengoptimalkan kompetensi dan profesionalisme perawat, khususnya mereka yang bertugas di kamar bedah.

Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes., menyatakan pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa perawat memiliki pengetahuan dan keterampilan terkini dalam memberikan asuhan perioperatif yang komprehensif. “Pelatihan ini akan menambah kompetensi dan profesionalisme dari RSUP Dr. M. Djamil, khususnya perawat kamar bedah. Hal ini memang sudah optimal kami lakukan untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi pasien,” ujar dr. Maliana.

Turut hadir Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, Asisten Manajer Pelatihan Ns. Rihaliza, S.Kep, M.Kep dan peserta pelatihan terdiri dari perawat yang berhubungan langsung di ruangan kamar bedah dengan jumlah peserta 25 orang.

Dengan adanya pelatihan ini, tuturnya, diharapkan perawat kamar bedah RSUP Dr. M. Djamil akan semakin terampil dan percaya diri dalam menjalankan tugasnya. Peningkatan kompetensi ini secara langsung akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan, mengurangi risiko komplikasi, dan mempercepat proses pemulihan pasien.

“RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia guna mempertahankan posisinya sebagai salah satu rumah sakit rujukan terkemuka di Sumatera Barat,” tekad dr. Maliana.

Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep mengatakan tugas dan tanggung jawab perawat kamar bedah bukan hal yang ringan untuk dipikul. Perawat kamar bedah bertanggung jawab menyediakan fasilitas sebelum pembedahan dan mengelola paket alat pembedahan selama tindakan pembedahan berlangsung, administrasi dan dokumentasi semua aktivitas/tindakan keperawatan selama pembedahan dan kelengkapan dokumen medik.

Antara lain kelengkapan status pasien, laporan pembedahan, laporan anastesi, pengisian formulir patologi, check-list patient safety di kamar bedah, mengatasi kecemasan dari pasien yang akan di operasi. Kemudianpersiapan alat, mengatur dan menyediakan keperluan selama jalannya pembedahan baik menjadi scrub nurse ataupun sirkuler nurse, dan asuhan keperawatan setelah pembedahan di ruang pulih sadar (recovery room).

“Diharapkan dengan diselenggarakannya pelatihan ini dapat menjadikan stimulan bagi perawat yang sudah bekerja untuk dapat meningkatkan kompetensinya dan bagi perawat yang belum bekerja dapat menjadi modal dalam melaksanakan tugas ditempat bekerja serta mendapatkan peluang kerja seluas-luasnya,” harapnya.

Bagi rumah sakit yang pada saat ini sangat membutuhkan tenaga perawat terampil dan siap kerja di kamar bedah, akan mendapatkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan tenaga sesuai dengan tuntutan masyarakat. “Yaitu pelayanan keperawatan kamar bedah yang bermutu dan profesional,” ucap Venny. 

Agar pelatihan tersebut di atas dapat dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan maka disusunlah kurikulum Pelatihan Penatalaksanaan Perioperatif Pasien di Kamar Bedah bagi Perawat yang menjadi acuan dalam  penyelenggaraan proses pembelajaran. “Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu melakukan penatalaksanaan keperawatan perioperatif di kamar bedah sesuai standar,” tukas Venny. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Workshop Optimalisasi Klaim JKN

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan Workshop Optimalisasi Klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (29/7). Workshop yang dibuka oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG, KFM, MARS, FISQua ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para staf dalam pengelolaan klaim JKN guna mendukung kestabilan operasional rumah sakit.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menekankan pentingnya pengelolaan klaim JKN yang tepat dan akurat. “Optimalisasi klaim JKN bukan hanya sekadar urusan administrasi, tetapi merupakan tulang punggung finansial yang menopang keberlangsungan layanan rumah sakit,” kata Dovy.

Turut dihadiri Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, dan manajemen. Workshop ini diikuti oleh staf rekam medis, petugas verifikator klaim, bagian keuangan, serta dokter dan perawat.

Materi yang disampaikan dalam workshop ini mencakup tata cara pengisian resume medis yang benar, peran resume medis dalam pengkodingan, serta sistem pengklaiman JKN dan ketentuan BPJS Kesehatan dalam pengklaiman.

Ia menambahkan klaim yang akurat dan sesuai prosedur akan memastikan bahwa rumah sakit menerima penggantian biaya pelayanan secara penuh dan tepat waktu dari BPJS Kesehatan. “Pada akhirnya akan berdampak positif pada ketersediaan fasilitas, obat-obatan, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien,” ucapnya.

Pengelolaan klaim yang tepat, akurat, dan efisien, sebutnya  juga akan mendukung kestabilan operasional rumah sakit, memastikan layanan medis berjalan lancar, serta mencegah terjadinya fraud, underclaim, atau bahkan overclaim yang berpotensi merugikan berbagai pihak.

“Oleh karena itu, kami memandang penting untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman seluruh elemen rumah sakit terhadap mekanisme klaim JKN. Termasuk peran aktif tenaga medis, administratif, serta pimpinan unit dalam memastikan dokumentasi, verifikasi, dan pelaporan klaim berjalan sesuai ketentuan,” ungkap Dovy.(*)

RSUP Dr. M. Djamil dan RSIA Bunda Jakarta Jajaki Kerja Sama Strategis untuk Pendidikan Dokter Spesialis Obgyn

RSUP Dr. M. Djamil melakukan audiensi virtual dengan RSIA Bunda Jakarta pada Senin (28/7). Pertemuan ini fokus pada penjajakan kerja sama strategis, di mana RSUP Dr. M. Djamil diharapkan dapat menjadi rumah sakit jejaring bagi RSIA Bunda Jakarta. Penjajakan kemitraan ini merupakan sebuah langkah dalam persiapan RSIA Bunda Jakarta menjadi Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU) dalam Program Pendidikan Kedokteran Spesialis Obstetri dan Ginekologi berbasis rumah sakit atau hospital based.

“Kami menyambut baik inisiatif ini. Penjajakan kerja sama ini akan membuka akses peningkatan sumber daya manusia, khususnya dalam pengembangan tenaga medis spesialis di bidang Obstetri dan Ginekologi,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua yang hadir secara virtual.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan manajemen. Pertemuan secara virtual ini dipusatkan di Ruang Rapat Direksi. Dan juga dihadiri manajemen RSIA Bunda Jakarta.

Sebagai salah satu rumah sakit rujukan wilayah Sumatera Bagian Tengah dengan fasilitas lengkap dan pengalaman dalam pelayanan kesehatan serta pendidikan, RSUP Dr. M. Djamil memiliki potensi besar untuk mendukung program RSPPU RSIA Bunda Jakarta. “Keterlibatan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit jejaring akan memungkinkan para peserta program pendidikan spesialis Obstetri dan Ginekologi dari RSIA Bunda Jakarta untuk mendapatkan pengalaman klinis yang beragam dan komprehensif, mencakup berbagai kasus yang ditangani di rumah sakit umum vertikal,” ucapnya.

Ia mengatakan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit jejaring pendidikan memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk mendukung pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia. “Kami menyambut baik visi RSIA Bunda Jakarta untuk menjadi RSPPU, dan kami siap berbagi pengalaman, sumber daya, serta keahlian kami, khususnya dalam bidang Obstetri dan Ginekologi yang merupakan salah satu keunggulan kami,” ucapnya.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta lebih banyak dokter spesialis yang berkualitas dan mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik. “Tak kalah pentingnya siap berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” tegas Dovy.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Melepas Dua Peserta Fellowship Terapi Sistemik Onkologi Toraks

RSUP Dr. M. Djamil melepas dua peserta program Fellowship Terapi Sistemik Onkologi Toraks yang telah menyelesaikan pendidikan mereka selama periode 1 Februari 2025 hingga 31 Juli 2025. Kedua dokter spesialis paru tersebut adalah dr. Bobby Hasibuan, Sp.P, yang berasal dari RSUD Pandan Tapanuli Tengah, dan dr. Iqbal Maulana, Sp.P, dari RSUD H. Hanafie Muaro Bungo.

Acara pelepasan ini berlangsung di Ruang Kerja Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dan dihadiri oleh Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, Ketua KSM Paru dr. Afriani, Sp.P (K)Onk, PIC Fellowship Terapi Sistemik Onkologi Toraks dr. Sabrina Ermayanti, Sp.P (K), FISR, dan Sub Komite Pendidikan Dokter Komkordik dr. Irvan Medison, Sp.P (K), MARS.

Dalam sambutannya, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras kedua peserta selama mengikuti program fellowship. “Program fellowship ini merupakan salah satu komitmen RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera Bagian Tengah untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya di bidang onkologi,” ujar dr. Maliana.

Ia menambahkan fokus utama dari program ini adalah percepatan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam memberikan layanan onkologi, khususnya terapi sistemik untuk kasus kanker toraks. Kanker toraks, yang meliputi kanker paru dan kanker di area dada lainnya, merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian dan kematian yang cukup tinggi.

“Oleh karena itu, ketersediaan dokter spesialis dengan keahlian khusus di bidang terapi sistemik onkologi sangatlah krusial untuk meningkatkan harapan hidup pasien,” ungkapnya.

Dengan selesainya program ini, diharapkan dr. Bobby Hasibuan dan dr. Iqbal Maulana dapat segera menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah mereka peroleh di daerah masing-masing. “Keberadaan mereka akan memperkuat pelayanan onkologi di RSUD Pandan Tapanuli Tengah dan RSUD H. Hanafie Muaro Bungo, sehingga masyarakat di wilayah tersebut tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan penanganan kanker yang komprehensif,” harap dr. Maliana.

Ia menegaskan RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk terus membuka program-program fellowship lainnya. “Ini guna mendukung pemerataan dan peningkatan kualitas SDM kesehatan di seluruh Indonesia, khususnya untuk layanan-layanan spesifik yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tukasnya.(*)

Sosialisasi RPL, RSUP Dr. M. Djamil Beri Kesempatan Tenaga Kesehatan Tingkatkan Kualifikasi Akademik

RSUP Dr. M. Djamil dipercaya menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan sosialisasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bekerja sama dengan Universitas Mercubaktijaya, Jumat (25/7). Sosialisasi yang dilangsungkan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para tenaga kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil agar dapat meningkatkan jenjang kualifikasi akademik mereka melalui jalur yang lebih fleksibel dan efisien.

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau ini merupakan terobosan yang baik bagi tenaga kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil yang telah memiliki pengalaman kerja dan kompetensi yang mumpuni namun belum memiliki kualifikasi akademik yang sesuai.

“Melalui RPL ini, pengalaman dan pengetahuan yang telah diperoleh selama bertahun-tahun dalam praktik kerja dapat diakui dan dikonversi menjadi kredit akademik, sehingga memungkinkan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus memulai dari nol,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Yayasan Universitas Mercubaktijaya, H. Jasmarizal, S.Kp, MARS dan jajaran Universitas Mercubaktijaya, serta jajaran manajemen RSUP Dr. M. Djamil.
dr. Maliana juga menambahkan kolaborasi dengan Universitas Mercubaktijaya ini adalah wujud komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam mendukung pengembangan profesionalisme setiap individu pegawainya.

“Kami berharap program ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para tenaga kesehatan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Rektor Universitas Mercubaktijaya, Ises Reni, S.Kp, M.Kep, turut mengapresiasi dukungan RSUP Dr. M. Djamil yang telah menjadi mitra utama dalam implementasi Program RPL. Ia menyampaikan Universitas Mercubaktijaya telah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan RI untuk menyelenggarakan program ini, dan RSUP Dr. M. Djamil memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi, khususnya dalam kegiatan praktik lapangan bagi mahasiswa.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, ini merupakan langkah strategis untuk memfasilitasi perawat dan bidan dalam menempuh pendidikan yang menunjang karir mereka,” tukasnya. (*)

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Serahkan SK Ketua KSM Gigi dan Mulut serta MPP

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada Ketua Kelompok Staf Medis (KSM) Gigi dan Mulut serta Manajer Pelayanan Pasien (MPP). Penyerahan SK ini menjadi langkah nyata RSUP Dr. M. Djamil dalam memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan profesionalisme jajarannya demi memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

Empat pejabat yang diserahkan SK yakni drg. Ditha Novianti, Sp.B.M.M (Ketua KSM Gigi dan Mulut), Ns. Harina Siska, S.Kep (MPP ruang saraf, kulit dan jiwa), Ns. Mimi Agusti, S.Kep (MPP IPJT) dan Ns. Imelda Kamil, S.Kep (MPP Ambun Pagi).

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menyampaikan pentingnya peran kedua posisi ini dalam upaya peningkatan mutu pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil. “Pengangkatan Ketua KSM Gigi dan Mulut serta Manajer Pelayanan Pasien ini adalah bagian dari komitmen kita bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan pasien di rumah sakit ini,” ujar Dovy saat Penyerahan SK di Ruang Kerja Direktur Utama, Jumat (25/7).

Turut dihadiri Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Manajer OSDM dr. Keesa Nabila Afida, M.Kes, Kepala Instalasi Rawat Inap dr. Roza Kurniati, Sp.PD-KP, FINASIM, dan pejabat yang diserahkan SK.

Dovy Djanas secara khusus menyoroti peran strategis Ketua KSM Gigi dan Mulut dalam mengembangkan layanan kedokteran gigi dan mulut di RSUP Dr. M. Djamil. “Bidang gigi dan mulut adalah salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan komprehensif. Dengan adanya kepemimpinan yang kuat di KSM Gigi dan Mulut, kita berharap dapat terus mengembangkan fasilitas, meningkatkan kompetensi staf, dan menghadirkan inovasi dalam penanganan kasus-kasus gigi dan mulut yang semakin kompleks,” jelasnya.

Dovy Djanas juga menjelaskan Manajer Pelayanan Pasien memiliki peran krusial dalam memastikan koordinasi pelayanan yang optimal dari awal pasien masuk hingga keluar rumah sakit. “Manajer Pelayanan Pasien adalah jantung dari upaya kita untuk mencapai efisiensi dan efektivitas dalam alur pelayanan. Mereka bertanggung jawab memastikan pasien mendapatkan perawatan yang terintegrasi, informatif, dan sesuai dengan standar kualitas tertinggi,” tegas Dovy.

Dovy Djanas menyampaikan harapannya agar para pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dan menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. “Saya percaya bahwa dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, kita akan terus membawa RSUP Dr. M. Djamil menjadi rumah sakit rujukan yang unggul dan terdepan dalam pelayanan kesehatan di Sumatera Barat, bahkan di tingkat nasional,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Berkomitmen Kembangkan Radiologi Intervensi untuk Layanan Terbaik

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan layanan kesehatan dengan menghadiri Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-18 Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI) di The ZHM Premiere Hotel Padang, Jumat (25/7). Kehadirannya dalam kegiatan ini menunjukkan fokus RSUP Dr. M. Djamil pada peningkatan kualitas dan inovasi di bidang radiologi, khususnya radiologi intervensi.

Dalam kesempatan tersebut, Dirut Dovy Djanas secara langsung melihat potensi besar pengembangan radiologi di RSUP Dr. M. Djamil. Ia menyoroti pentingnya radiologi intervensi sebagai salah satu layanan unggulan yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat.

Diketahui, radiologi intervensi merupakan subspesialisasi radiologi yang menggunakan panduan pencitraan (seperti X-ray, ultrasound, CT scan, atau MRI) untuk melakukan prosedur minimal invasif guna mendiagnosis dan mengobati berbagai kondisi medis. Prosedur ini seringkali menjadi alternatif yang lebih aman dan kurang invasif dibandingkan operasi konvensional, sehingga dapat mempercepat pemulihan pasien dan mengurangi risiko komplikasi.

“Kami antusias dengan potensi pengembangan radiologi intervensi di RSUP Dr. M. Djamil. Ini adalah langkah strategis kami untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Dengan teknologi dan keahlian yang terus berkembang di bidang radiologi intervensi, kami yakin dapat memberikan diagnosis yang lebih akurat dan terapi yang lebih efektif, meminimalkan rasa sakit dan mempercepat proses penyembuhan pasien,” tuturnya.

Dengan pengembangan radiologi intervensi, sebutnya, rumah sakit ini berharap dapat menawarkan lebih banyak pilihan pengobatan mutakhir bagi pasien. Pengembangan radiologi intervensi ini juga diharapkan tidak hanya akan meningkatkan kapabilitas RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat rujukan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup pasien di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya. “Komitmen ini sejalan dengan visi RSUP Dr. M. Djamil untuk menjadi rumah sakit yang terkemuka dan inovatif dalam pelayanan kesehatan,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, kehadiran Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil di PIT PDSRI ke-18 juga menjadi ajang untuk berdiskusi dengan para pakar radiologi terkemuka di Indonesia serta menjajaki peluang kolaborasi untuk memperkuat layanan radiologi di RSUP Dr. M. Djamil.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan PT. Imar Karya Tama

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari PT. Imar Karya Tama, distributor resmi dari PT. Mayer Maska Medika. Kunjungan ini bertujuan untuk mempresentasikan sebuah inovasi teknologi yang diharapkan dapat merevolusi pelayanan kefarmasian di rumah sakit yakni Intelligent Outpatient Pharmacy System (Sistem Apotek Rawat Jalan Cerdas) yang akan diimplementasikan berbasiskan skema Kerja Sama Operasi (KSO).

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyambut rombongan dari PT. Imar Karya Tama dan Asia Pacific Market Director Haier Biomedical, Nelson Gan, di Ruang Rapat Direksi, Kamis (24/7). Turut hadir dalam pertemuan ini Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Kepala Instalasi Farmasi Apt. Nikenly Fajar Witha, S.Farm, M.Farm dan jajaran serta manajemen antusias menyimak pemaparan tersebut.

Dovy Djanas menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT. Imar Karya Tama dalam menawarkan solusi yang relevan dengan kebutuhan rumah sakit. “Kami senantiasa terbuka terhadap inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kepada pasien. Sistem apotek rawat jalan yang cerdas, terutama dengan pendekatan KSO, tentu menarik untuk kita kaji lebih lanjut potensinya dalam mengoptimalkan pengelolaan obat dan meminimalkan antrean pasien,” tuturnya.

Ia mengatakan kunjungan dan presentasi ini merupakan langkah awal yang prospektif bagi RSUP Dr. M. Djamil dalam mewujudkan pelayanan farmasi yang lebih modern, efisien, dan berpusat pada pasien. “Dengan adopsi teknologi seperti Intelligent Outpatient Pharmacy System, diharapkan waktu tunggu pasien di apotek dapat berkurang, kesalahan pemberian obat dapat ditekan seminimal mungkin, dan manajemen logistik obat dapat berjalan lebih efektif,” harapnya.

Pertemuan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara pihak rumah sakit dan perwakilan distributor. Kemudian melakukan peninjauan ke depo Farmasi. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45