RSUP Dr. M. Djamil Komit Tingkatkan Mutu Layanan

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah proaktif direksi dalam memonitoring dan mengevaluasi berbagai aspek pelayanan menjadi bukti nyata upaya tersebut, terutama dalam menyoroti layanan di luar Jaminan Kesehatan Nasional (Non-JKN) serta fasilitas perawatan intensif untuk anak.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap layanan Non-JKN. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memastikan bahwa standar pelayanan, fasilitas, dan kualitas perawatan yang diberikan kepada pasien Non-JKN setara dengan atau bahkan melebihi ekspektasi.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pasien, baik itu pengguna JKN maupun Non-JKN, mendapatkan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi. Monitoring ini penting untuk mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan dan memastikan efisiensi serta kenyamanan bagi pasien,” ujar Dovy.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan ini, tutur Dirut, RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima. “Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kepuasan pasien, tetapi juga memperkuat posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat yang mengedepankan kualitas dan keamanan pasien,” ucap Dovy.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, juga tak ketinggalan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan. Ia secara khusus melakukan penelusuran ke Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Dalam kunjungannya, dr. Maliana meninjau kondisi fasilitas, berdiskusi dengan perawat dan dokter yang bertugas, serta memeriksa kelengkapan alat-alat medis.

Ia mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan fasilitas, dan implementasi standar prosedur operasional di unit-unit kritis tersebut. “Penelusuran ini kami lakukan untuk memastikan bahwa tenaga medis yang bertugas di NICU dan PICU memiliki kompetensi yang memadai, peralatan berfungsi optimal, dan prosedur keselamatan pasien dijalankan dengan ketat,” jelas dr. Maliana.(*)

RSUP Dr. M. Djamil, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, dan IDAI Sumbar Meriahkan Hari Anak Nasional

Memperingati Hari Anak Nasional tahun 2025, RSUP Dr. M. Djamil bersama Departemen Ilmu Kesehatan Anak (IKA) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumatera Barat (Sumbar) menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukatif dan menghibur. Acara yang turut melibatkan Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan anak dan memberikan edukasi kepada orang tua pasien.

Peringatan Hari Anak Nasional diadakan di pelataran lantai 1 dan Poliklinik Anak Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan ini diawali dengan antusiasme melalui kegiatan mewarnai. Puluhan anak-anak dari berbagai usia berkumpul di area pelataran, menunjukkan bakat dan kreativitas mereka dalam menggoreskan warna di atas kertas.

Suasana ceria dan penuh semangat terpancar dari wajah-wajah mungil yang serius namun gembira berpartisipasi. Kegiatan mewarnai ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk merangsang imajinasi dan kemampuan motorik halus anak-anak, sekaligus memberikan mereka kesempatan untuk berekspresi secara positif.

Selain kegiatan mewarnai, momen penting lainnya dalam perayaan ini adalah penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh dr. Revi Rilliani, Sp.A di Poliklinik Anak. Dalam sesinya, dr. Revi membawakan materi yang relevan dan penting bagi setiap orang tua yakni Mengenal Kegawatdaruratan Anak di Rumah.

Dalam penyuluhan tersebut, dr. Revi Rilliani menjelaskan kegawatdaruratan pada anak adalah suatu kondisi pada anak yang memerlukan pertolongan medis segera, dimana pada kondisi ini anak sudah mengalami gangguan kesadaran, sesak nafas atau syok.

“Pada kondisi ini, sebaiknya orang tua sudah mengenali tanda dan gejala dan segera membawa ke fasilitas Kesehatan atau IGD rumah sakit untuk ditangani sehingga kegawatdaruratan lebih lanjut tidak terjadi,” sebutnya.

Berbagai tanda dan gejala kegawatdaruratan pada anak yang harus diwaspadai oleh orang tua di rumah. Meliputi demam tinggi dan kejang demam, gangguan pernapasan, dehidrasi, trauma dan kecelakaan serta perubahan kesadaran. “Pentingnya orang tua untuk tetap tenang dalam menghadapi situasi darurat dan segera mencari pertolongan medis jika tanda-tanda kegawatan muncul,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil dan PT Asuransi Perisai Listrik Nasional Perkuat Kerja Sama

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan kerja dari PT Asuransi Perisai Listrik Nasional (PLN Insurance) di ruang kerja direksi, Rabu (23/7). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam pelayanan pemeliharaan kesehatan, perawatan, serta penyediaan obat bagi peserta asuransi kesehatan dan administrasi services only.

Rombongan PLN Insurance yang dipimpin oleh Vice President Provider PLN Insurance, dr. Fitri Arlem Umar, disambut oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut mendampingi Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Manajer Timker Hukum dan Humas Nova Afriani, Kepala Instalasi Non JKN dr. Alexander Kam, Sp.PD, M.Sc, FINASIM, dan Wakil Kepala Instalasi Non JKN dr. Eko Apriandhi, Sp.OG.

Dovy Djanas menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PLN Insurance yang telah memilih RSUP Dr. M. Djamil sebagai mitra penyedia layanan kesehatan. “Kami senang dengan kunjungan ini dan berharap kerja sama yang telah terjalin dapat semakin erat. RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh pasien, termasuk peserta dari PLN Insurance,” ujar Dovy.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara rumah sakit dan pihak asuransi dalam menciptakan ekosistem pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan. “Kerja sama antara RSUP Dr. M. Djamil dan PT Asuransi Perisai Listrik Nasional ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para peserta asuransi yang membutuhkan akses layanan kesehatan berkualitas,” harapnya.

Vice President Provider PLN Insurance dr. Fitri Arlem Umar mengungkapkan kepuasannya terhadap pelayanan yang selama ini diberikan oleh RSUP Dr. M. Djamil. “Kami melihat RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat yang memiliki fasilitas lengkap dan tenaga medis profesional. Kunjungan ini menjadi momentum untuk mendiskusikan berbagai potensi pengembangan kerja sama, termasuk peningkatan kualitas pelayanan, efisiensi administrasi, dan kemudahan akses bagi peserta kami,” tukasnya. (*)

Pertemuan Bulanan DWP RSUP Dr. M. Djamil, Edukasi Tentang Kelola Keuangan Keluarga

Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr. M. Djamil kembali menggelar pertemuan rutin bulanan, Selasa (22/7). Bertempat di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, pertemuan kali ini menghadirkan narasumber Dewan Pengawas Syariah Koperasi Sumbar, Koper Efrizon Very, SE, yang membagikan tips dan strategi jitu dalam mengelola keuangan keluarga.

Ketua Koordinator Sosial DWP RSUP Dr. M. Djamil, Ny. Een Bestari mengatakan pertemuan bulanan DWP RSUP Dr. M. Djamil ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga platform edukasi yang sangat bermanfaat. “Para anggota DWP akan mendapatkan bekal ilmu baru yang diharapkan dapat membantu mereka mencapai kemapanan finansial keluarga,” katanya.

Turut hadir pengurus dan anggota DWP RSUP Dr. M. Djamil.

Ia menekankan pentingnya peran wanita dalam menjaga stabilitas keuangan rumah tangga. “Pengelolaan keuangan yang baik adalah fondasi utama keluarga sejahtera. Melalui pertemuan ini, kami berharap para anggota DWP dapat memperoleh ilmu baru yang aplikatif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ny Een Bestari.

Ia mengatakan melalui pertemuan ini diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut secara rutin. “Dan memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil,” harapnya.

Efrizon Very, SE saat memaparkan materi membahas berbagai aspek penting dalam pengelolaan keuangan keluarga, mulai dari perencanaan anggaran, prioritas pengeluaran, hingga strategi menabung dan berinvestasi. “Banyak dari kita seringkali terjebak dalam pola pengeluaran yang tidak terencana. Kunci utamanya adalah membuat anggaran yang realistis dan disiplin dalam mematuhinya,” papar Efrizon.

Ia menyarankan para peserta untuk mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran, sekecil apa pun itu. “Selain itu, pentingnya dana darurat sebagai bantalan finansial yang krusial saat terjadi hal tak terduga,” tukasnya.(*)

Kuliah Terintegrasi PPDS, Direktur SPP Tekankan RSUP Dr. M. Djamil Dukung Kualitas Pendidikan Kedokteran Spesialis

RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama terus bertransformasi dalam meningkatkan peran dan kontribusi terhadap pendidikan spesialis. Rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini terus mendorong peningkatan kualitas fasilitas, sumber daya manusia pendidik klinik, serta sistem pengelolaan pendidikan yang selaras dengan standar nasional dan internasional.

“Dalam semangat “one academic health system”, kami terbuka untuk kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, demi menghasilkan lulusan yang profesional, kompeten, dan berintegritas,” kata Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil dr. Maliana, M.Kes saat pembukaan Kuliah Terintegrasi Program Pendidikan Dokter Spesialis Periode Juli 2025 di Aula Prof. dr. M. Syaaf Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Jati, Senin (21/7).

Turut hadir Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran dr. Rauza Sukma, Ph.D, Ketua Departemen, KPS, SPS dan seluruh staf pengampu serta peserta PPDS Program Juli 2025.

Ia mengatakan Kuliah Terintegrasi ini bukan sekadar kegiatan pembelajaran biasa, tetapi merupakan upaya untuk membangun fondasi pemahaman yang menyeluruh dan lintas bidang. Sehingga para calon dokter spesialis dapat memetakan tantangan klinis secara komprehensif, kolaboratif, dan berbasis bukti ilmiah.

“Kegiatan ini adalah salah satu bentuk nyata komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam mendukung kualitas pendidikan kedokteran spesialis yang integratif, adaptif, dan berorientasi pada mutu layanan,” tuturnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, semangat kolaborasi, komunikasi lintas profesi, serta pemahaman sistem pelayanan akan semakin menguat, dan menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai kompleksitas dunia kedokteran saat ini dan di masa depan. “Di samping itu, terbentuk sinergi antara kompetensi klinis, etika profesi, komunikasi, dan pemahaman sistem pelayanan kesehatan yang utuh,” harap Maliana. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terus Berbenah, Hari Ini Direksi Telusur ke Instalasi

RSUP Dr. M. Djamil tak henti berupaya menghadirkan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Hari ini (22/7), jajaran direksi rumah sakit tersebut melakukan kegiatan telusur ke sejumlah instalasi, sebuah agenda rutin yang menjadi komitmen manajemen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas dan prosedur operasional di RSUP Dr. M. Djamil berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Langkah proaktif ini menegaskan dedikasi rumah sakit dalam memberikan pelayanan medis yang prima dan bermutu.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil bersama Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes telusur ke Instalasi Bedah Sentral (IBS). Sementara Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) telusur ke Ambun Pagi.

Dalam kunjungannya, Dovy Djanas didampingi Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS meninjau ruang persiapan operasi, hingga ke setiap ruang operasi yang ada di IBS. Ia terlihat berinteraksi dengan staf medis, perawat, dan tenaga penunjang lainnya yang bertugas di instalasi tersebut.

“Kunjungan ke IBS ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk memastikan seluruh layanan di RSUP Dr. M. Djamil, khususnya yang berkaitan dengan bedah, berjalan sesuai standar. Kami ingin pasien merasa aman dan mendapatkan pelayanan bedah yang efektif serta berkualitas,” tegas Dovy di sela-sela peninjauan.

Direktur Utama secara khusus menyoroti kondisi ruang operasi, mulai dari kebersihan, ketersediaan alat medis, hingga sistem sterilisasi. “Pentingnya menjaga standar kebersihan dan sterilitas yang ketat di lingkungan bedah untuk mencegah infeksi nosokomial dan menjamin keselamatan pasien,” ucapnya seraya memberikan beberapa masukan terkait dengan pemeliharaan rutin peralatan dan optimalisasi tata letak ruang untuk efisiensi kerja.

Ia berharap dengan telusur ini dapat menjadi dasar untuk perumusan kebijakan dan strategi pengembangan layanan bedah di RSUP Dr. M. Djamil ke depan. “Ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” harap Dovy.

Sementara, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes menyoroti kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian utama. Ia berdialog dengan tim IBS tentang kebutuhan pelatihan berkelanjutan, program peningkatan kompetensi, serta kesejahteraan para tenaga medis. “SDM adalah tulang punggung pelayanan kita. Kami akan terus memberikan dukungan penuh untuk peningkatan kapasitas dan kesejahteraan mereka, agar dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Dirjen Keslan, Bahas Pengembangan Masterplan Rumah Sakit

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Keslan) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Azhar Jaya, S.H., S.K.M., MARS di Ruang Rapat Direksi, Senin (21/7). Kunjungan ini berfokus pada pembahasan rencana masterplan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya.

Kedatangan Dirjen Azhar Jaya disambut jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil. Yakni Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Dalam pemaparan masterplan, Dirjen Azhar Jaya secara cermat mengamati masterplan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil. Ia juga memberikan masukan terhadap masterplan tersebut.

Dalam arahannya, Dirjen Azhar Jaya menyampaikan apresiasi atas upaya dan komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Kementerian Kesehatan mendukung rencana masterplan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil.

“RSUP Dr. M. Djamil memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat dan sekitarnya. Masterplan yang telah dipaparkan sejalan dengan visi Kementerian Kesehatan untuk mewujudkan sistem kesehatan yang kuat dan inklusif,” ujar dr. Azhar Jaya.

dr. Azhar Jaya menekankan pentingnya masterplan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan serta peluang di sektor kesehatan. “Masterplan ini bukan hanya sekadar cetak biru pembangunan fisik, tetapi juga peta jalan untuk peningkatan kapasitas sumberdaya manusia, pengembangan layanan unggulan, serta pemanfaatan teknologi terkini,” ujar dr. Azhar Jaya.

RSUP Dr. M. Djamil, sebutnya, memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah ini, dan masterplan ini harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. “Kami akan memastikan bahwa pembangunan dan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil berjalan sesuai rencana, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Berikan Perhatian pada Kasus Pasien Arteriovenous Malformation

RSUP Dr. M. Djamil memberikan perhatian penuh terhadap kasus M. Hafizi (7), seorang anak yang didiagnosis mengidap arteriovenous malformation. Kasus ini memerlukan penanganan komprehensif dan kolaborasi lintas sektoral dari berbagai pihak terkait.

“Kami berkomitmen untuk memberikan perawatan terbaik bagi M. Hafizi. Namun, kasus ini kompleks dan membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Kami mengharapkan kolaborasi aktif dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kota Pariaman, BPJS Kesehatan serta tentu saja RSCM Jakarta terkait pemeriksaan khusus yang hanya bisa dilakukan di sana,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat Rapat Koordinasi Penanganan Kasus M. Hafizi secara virtual, Jumat (18/7).

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman Muhammad Roem, Kepala Bagian Fasyankes BPJS Kesehatan Padang Ehrlich Von Dantes, Kepala Ombudsman Sumbar Adel Wahidi, Manajer dan Asisten Manajer, DPJP dr. Yudi Ichsan Ramata, Sp.B, Subsp. BVE (K), dr. Ade Nofendra, Sp.A, dr. Amirah Zatil Izzah, M.Biomed, Sp.A (K) dan pegiat sosial.

Ia mengungkapkan kolaborasi ini untuk memastikan Hafizi mendapatkan pelayanan medis terbaik dan dukungan sosial yang memadai. “M. Hafizi harus dapat segera mendapatkan penanganan yang optimal dan berkelanjutan, sehingga kualitas hidupnya bisa membaik,” harap Dirut.

Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menjelaskan pasien Muhammad Hafizi (7) didiagnosis mengidap arteriovenous malformation. Artinya kondisi medis di mana terjadi hubungan abnormal antara pembuluh darah arteri dan vena, tanpa adanya pembuluh darah kapiler yang menghubungkan keduanya. Kondisi ini terjadi pada tungkai kaki kanan (ad cruris dextra).

“Sebelumnya anak ini telah menjalani pengobatan di RSUPN Cipto Mangunkusomo selama dua tahun. Saat pengobatan itu pasien diberikan obat everolimus (di luar tanggungan BPJS Kesehatan). Penggunaan obat itu untuk mengurangi perdarahan dan pertumbuhan pembuluh darah,” ungkap Bestari.

Nah pasien datang untuk kontrol ke Poliklinik Bedah Vaskuler RSUP Dr. M. Djamil, sebutnya, sejak Desember 2024 untuk perawatan luka dan ganti perban. Pada bulan Februari 2025 terjadi pendarahan aktif pada luka pasien dengan diagnosis di atas. Kemudian dokter yang merawatnya dr. Yudi Ichsan Ramata, Sp.B, Subsp. BVE (K) merencanakan untuk melakukan embolisasi. Tetapi keluarga pasien tidak bersedia.

“Pada 11 Maret 2025, pasien kontrol ke Poliklinik Onkologi Anak dan bertemu dengan dr. Amirah. Pasien waktu itu dalam kondisi lemas dan pucat. Sehingga diagnosisnya adalah Acute Flaccid Myelitis ditambah dengan anemia mikrositik hipokrom karena penyakit kronis diderita,” ungkapnya.

Kemudian pasien, sebutnya, berobat ke Poliklinik Onkologi Anak pada 4 Juli dan bertemu dengan DPJP dr. Ade Nofendra, Sp.A dengan diagnosis sama dan dilakukan cek laboratorium. Pengobatan yang dibutuhkan untuk mengurangi pendarahan adalah embolisasi dan pemberian everolimus. “Obat ini kita punya. Cuma masalahnya pemberian obat ini harus dilakukan kontrol kadarnya di dalam darah. Ini yang kita tidak punya dan ini bisa dilakukan di RSCM Jakarta,” tegasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman Muhammad Roem menjelaskan Hafizi umurnya baru 7 tahun, dan bersaudara 4 orang. Orang tuanya pekerjaan swasta dan butuh dukungan semua. “Nah, karena itu dari dinas sosial upaya dan langkah kita lakukan adalah merespons kasus ini melalui call center 7171 Kemensos tahun 2022 dan Alhamdulillah, Kementerian Sosial sudah melakukan responsnya,” tuturnya.

Lebih kurang selama 2 tahun, sebutnya, Hafizi ini melakukan perawatan di RSUPN Cipto Mangunkusumo. Menurut informasinya sudah 4 kali atau 5 kali operasi. Hingga akhirnya, dia dipulangkan dulu ke Pariaman.

“Saat sudah di Pariaman, Hafizi selalu mengeluarkan darah. Nah, sementara dia membutuhkan obat. Kemarin terkendala dengan pengobatan. Obat ini tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kemudian juga informasinya, RSUP M. Djamil dokternya juga belum memberikan rekomendasi kepada Hafizi ini bisa mendapatkan pengobatan,” ucapnya.

Ia berharap RSUP Dr. M. Djamil bisa memberikan rekomendasi perlakuan khusus terhadap Hafizi ini. “Untuk diketahui, saya sendiri terharu melihat perjuangan dari ibu Hafizi termasuk Hafizi sendiri. Oleh karena itu, kami berharap RSUP Dr. M. Djamil memberikan rekomendasi perawatan sampai Hafizi sembuh,” harapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Wirid Mingguan, Perkuat Iman dan Silaturahmi

RSUP Dr. M. Djamil secara rutin menggelar wirid mingguan sebagai upaya untuk memperkuat keimanan dan menjalin silaturahmi di kalangan seluruh jajaran civitas hospitalia. Kegiatan keagamaan ini menjadi agenda rutin, menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis dan spiritual.

Wirid mingguan yang dilaksanakan di Masjid Asy-Syifa RSUP Dr. M. Djamil ini dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL, K, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan civitas hospitalia. Pada wirid mingguan kali ini, suasana khidmat terasa saat Ustad Martoni, S.Pd.I, M.A menyampaikan tausiahnya.

Dalam ceramahnya, Ustad Martoni membahas tentang Surat At-Thaha ayat 14. Ia menjelaskan makna dan kandungan ayat tersebut, yang berbunyi. “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”

Ustad Martoni menguraikan ayat ini menegaskan tentang keesaan Allah SWT dan perintah untuk beribadah hanya kepada-Nya, serta mendirikan shalat sebagai sarana untuk senantiasa mengingat Allah. “Oleh karena itu, pentingnya shalat bukan hanya sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai tiang agama yang mampu memberikan ketenangan jiwa dan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan,” sebutnya.

Ustad Martoni mengajak untuk senantiasa menjadikan shalat sebagai prioritas dalam kehidupan sehari-hari, di tengah kesibukan dan tuntutan pekerjaan di rumah sakit. “Meskipun kita disibukkan dengan tugas mulia melayani pasien, jangan sampai kita melupakan kewajiban kita kepada Allah. Shalat adalah jembatan penghubung kita dengan Sang Pencipta, sumber kekuatan dan keberkahan,” ujarnya.

Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme pegawai dalam mengikuti wirid mingguan ini. “Kegiatan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara tugas duniawi dan akhirat. Dengan iman yang kuat, diharapkan para pegawai dapat menjalankan tugasnya dengan lebih ikhlas, profesional, dan penuh tanggung jawab,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Sharing Session Transformasi Rumah Sakit Bersama HTO RSCM Jakarta

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam peningkatan mutu layanan dan manajemen rumah sakit. Kamis (17/7), RSUP Dr. M. Djamil mengadakan sharing session bersama Hospital Transformation Office (HTO) RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dengan narasumber dr. Eric Daniel Tenda, DIC, Ph.D, Sp.PD,K-PMK, FINASIM, FISQUA selaku Head of HTO RSCM. Kegiatan ini berfokus pada berbagai aspek transformasi kesehatan yang sedang giat diimplementasikan di bawah arahan Kementerian Kesehatan.

“RSCM adalah salah satu rumah sakit rujukan nasional yang telah menunjukkan progres signifikan dalam transformasi rumah sakit. Melalui sharing session ini, kami berharap dapat memperoleh pemahaman tentang strategi, tantangan, dan keberhasilan yang telah dicapai HTO RSCM dalam menggerakkan transformasi di lingkungan mereka,” kata Dovy.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, manajemen serta tim champion internal RSUP Dr. M. Djamil.

Dovy menambahkan RSUP Dr. M. Djamil antusias untuk mengadopsi praktik dari RSCM, khususnya dalam hal digitalisasi layanan, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, dan peningkatan efisiensi operasional. “Kami ingin melihat bagaimana HTO RSCM merancang dan mengimplementasikan peta jalan transformasi mereka, serta bagaimana mereka memastikan bahwa setiap inisiatif memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan pasien dan kinerja rumah sakit secara keseluruhan,” jelasnya.

Ia berharap dengan sharing session ini menjadi pemacu bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk mempercepat implementasi program transformasi rumah sakit di lingkungan rumah sakit.  “Dengan belajar dari pengalaman RSCM, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional. Pada akhirnya, memberikan kontribusi positif yang lebih besar bagi kesehatan masyarakat di Sumatera Barat dan sekitarnya,” harap Dirut.

dr. Eric Daniel Tenda, DIC, Ph.D, Sp.PD,K-PMK, FINASIM, FISQUA memaparkan secara komprehensif berbagai inisiatif dan capaian RSCM dalam menyongsong era transformasi rumah sakit. Ia menjelaskan HTO RSCM memiliki peran  dalam mengoordinasikan dan mengintegrasikan beragam program perubahan, memastikan semua upaya selaras dengan visi, misi rumah sakit, dan agenda transformasi kesehatan nasional.

Eric menyoroti betapa vitalnya pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision-making) dalam setiap tahapan transformasi. Ia berbagi pengalaman RSCM dalam memanfaatkan data untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, mengukur progres, dan mengevaluasi efektivitas intervensi yang dilakukan. “Transformasi bukan hanya soal teknologi atau proses baru, tetapi juga tentang perubahan pola pikir dan budaya kerja. Di RSCM, kami menekankan pengembangan kapasitas sumber daya manusia agar mereka siap menghadapi dan beradaptasi dengan perubahan,” papar Eric.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45