Dirut RSUP Dr. M. Djamil Telusur ke IGD

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, melakukan telusur ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit pada Kamis (17/7). Telusur ini sebagai upaya berkelanjutan untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan prima.

“Kesiapan IGD adalah cerminan dari kesigapan rumah sakit secara keseluruhan dalam menghadapi situasi kritis. Saya ingin memastikan bahwa setiap pasien yang datang ke sini mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai standar. Tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga kenyamanan dan empati dari seluruh petugas,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengatakan IGD adalah garda terdepan rumah sakit. Di sini, setiap detik sangat berharga dan bisa menjadi penentu hidup atau mati seorang pasien. “Saya ingin memastikan bahwa tidak ada keterlambatan yang berarti dan setiap tindakan medis yang diambil sudah berdasarkan asesmen yang akurat dan cepat,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi efektif antar tim medis, terutama saat terjadi rujukan antar unit atau konsultasi dengan dokter spesialis. Peningkatan kapasitas dan keterampilan tenaga medis melalui pelatihan rutin juga menjadi poin penting yang disampaikannya, khususnya dalam menghadapi kasus-kasus kompleks dan emergensi.

“Dengan memastikan penanganan yang cepat dan tepat di IGD, RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya memperkuat posisinya sebagai fasilitas kesehatan rujukan utama yang terpercaya dan responsif terhadap kebutuhan darurat masyarakat,” tukasnya. (*)

Upacara Hari Kesadaran Nasional, Dirut Tekankan Implementasi Panca Prasetya Korpri dan Kepuasan Pasien

RSUP Dr. M. Djamil menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Nasional di halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis  (17/7). Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Dalam amanatnya, Dovy Djanas menyoroti pentingnya implementasi Panca Prasetya Korpri dalam setiap aspek pekerjaan sehari-hari seluruh jajaran pegawai. Dan  menegaskan komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan kepuasan pasien terhadap layanan yang diberikan.

“Hari Kesadaran Nasional bukan hanya sekadar seremonial, namun menjadi momentum bagi kita untuk merefleksikan kembali peran dan tanggung jawab kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” ujar Dovy.

Turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, manajemen dan civitas hospitalia. 

Ia secara gamblang menguraikan relevansi Panca Prasetya Korpri sebagai pedoman moral dan etika bagi setiap pegawai RSUP Dr. M. Djamil. “Panca Prasetya Korpri, dengan nilai-nilai luhurnya, harus menjadi landasan pijak kita dalam setiap tindakan dan keputusan. Dari kesetiaan kepada Pancasila dan UUD 1945, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, hingga menegakkan disiplin dan profesionalisme, semua itu adalah fondasi yang tak tergoyahkan dalam menjalankan tugas kita,” tegasnya.

Implementasi Panca Prasetya Korpri, menurutnya bukan hanya sebatas diucapkan, melainkan harus terwujud dalam perilaku nyata, mulai dari ketepatan waktu, kejujuran, integritas, hingga responsivitas dalam melayani pasien. “Setiap interaksi dengan pasien, setiap prosedur medis yang kita lakukan, adalah cerminan dari komitmen kita terhadap Panca Prasetya Korpri,” tambahnya.

Selain fokus pada penguatan nilai-nilai Korpri, Dovy Djanas juga menyoroti kepuasan pasien sebagai salah satu indikator utama keberhasilan layanan RSUP Dr. M. Djamil. “Kepuasan pasien adalah cerminan dari dedikasi dan profesionalisme kita. Setiap senyum pasien, setiap ucapan terima kasih, adalah bukti bahwa kita telah berhasil menjalankan tugas kita dengan baik,” ucap Dovy.

Direktur Utama juga mendorong seluruh jajaran pegawai, baik tenaga medis, paramedis, maupun tenaga penunjang lainnya, untuk senantiasa berorientasi pada kebutuhan dan kenyamanan pasien. Hal ini mencakup aspek keramahan dalam pelayanan, kecepatan respons, kejelasan informasi, serta kualitas tindakan medis yang diberikan.

“Kita harus terus berinovasi dan beradaptasi untuk memastikan bahwa layanan yang kita berikan tidak hanya memenuhi standar medis, tetapi juga melampaui harapan pasien. Masukan dan keluhan dari pasien harus menjadi bahan evaluasi yang konstruktif untuk perbaikan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)

Dirut RSUP Dr. M Djamil Dorong Optimalisasi Fungsi dan Peran Apoteker

RSUP Dr. M Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Rabu (16/7), Direktur Utama, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, memimpin pertemuan dengan jajaran Instalasi Farmasi rumah sakit. Fokus utama dari pertemuan ini adalah optimalisasi fungsi dan peran apoteker dalam ekosistem pelayanan kesehatan RSUP Dr. M Djamil.

“Apoteker memegang peranan krusial yang lebih dari sekadar penyedia obat. Apoteker adalah ujung tombak dalam memastikan keamanan pasien melalui penggunaan obat yang tepat, efektif, dan aman,” kata Dovy saat memimpin pertemuan di Ruang Rapat Direksi.

Turut hadir dalam pertemuan ini Manajer Bidang Penunjang bersama Kepala Instalasi Farmasi dan jajaran.

Ia mendorong para apoteker untuk mengambil peran yang lebih proaktif dalam aktivitas farmasi klinis. Ini termasuk rekonsiliasi obat, peninjauan penggunaan obat, konseling obat kepada pasien dan keluarga, serta pemantauan efek samping obat (MESO). “Keterlibatan aktif apoteker di setiap tahapan terapi pasien akan secara signifikan mengurangi risiko kesalahan pengobatan dan meningkatkan hasil klinis yang positif,” tegasnya.

Ia juga menyoroti vitalnya kolaborasi dan komunikasi yang efektif antara apoteker dengan profesional kesehatan lainnya, seperti dokter dan perawat. “Dengan sinergi yang kuat antar profesi, kita dapat memastikan bahwa setiap pasien menerima terapi obat yang paling sesuai dengan kondisi kesehatannya,” imbuhnya.

Dovy berharap apoteker RSUP Dr. M Djamil dapat semakin proaktif dalam memberikan edukasi penggunaan obat kepada pasien, terlibat aktif dalam tim terapi, serta memastikan efisiensi penggunaan obat sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien. “Kita ingin pelayanan farmasi di RSUP Dr. M Djamil menjadi percontohan, dengan apoteker yang berperan aktif dalam setiap lini pelayanan,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Bidik Akreditasi A untuk Etik Penelitian

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga standar kualitas dan etika penelitian. Pada Rabu (16/7), Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua memimpin rapat persiapan akreditasi etik penelitian bersama Komite Etik dan Hukum (KEH) di Ruang Rapat Direksi.

“Akreditasi etik penelitian merupakan sebuah keharusan bagi institusi yang melakukan riset, terutama di bidang kesehatan, untuk memastikan bahwa setiap penelitian yang dilakukan telah memenuhi standar etika yang ketat dan melindungi hak-hak serta keselamatan subjek penelitian,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.

Turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, MKes, Ketua Komite Etik dan Hukum Dr. dr. Najirman, Sp.PD, KR dan anggota komite, serta manajemen.

Ia menegaskan akreditasi etik penelitian bukan hanya sekadar formalitas, melainkan cerminan dari komitmen untuk menjunjung tinggi integritas ilmiah dan etika dalam setiap riset. “Dengan akreditasi ini, kita memastikan bahwa setiap penelitian yang berjalan di RSUP Dr. M. Djamil telah melalui kajian etis yang mendalam, transparan, dan akuntabel, sehingga memberikan perlindungan maksimal bagi partisipan penelitian,” harapnya.

Dovy menekankan pentingnya sinergi antara semua unit terkait untuk mencapai target akreditasi A ini. “Meningkatkan akreditasi dari C ke A membutuhkan kerja keras kolektif dan komitmen berkelanjutan. Ini akan memperkuat reputasi RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat riset kesehatan terkemuka dan kredibel. Keberhasilan ini juga akan membuka pintu kolaborasi yang lebih luas dengan institusi penelitian lain, baik di tingkat nasional maupun internasional, yang pada akhirnya akan mempercepat inovasi dan perbaikan layanan kesehatan bagi masyarakat,” ucapnya.

Dengan semangat tinggi dan persiapan matang, tegas Dirut, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat mencapai target akreditasi A. “Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas penelitian, tetapi juga memastikan bahwa setiap riset yang dilakukan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan kemanusiaan,” tukasnya.(*)

mdjamil

RSUP Dr. M. Djamil Komitmen Tingkatkan Pelayanan, Antrean Pasien di Admisi 2 jadi Perhatian Utama

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG KFM, MARS, FISQua, didampingi Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Direktur SDM, Pendidikan dan Pelatihan dr. Maliana, MKes, melakukan peninjauan ke Instalasi Rawat Jalan (IRJ), Rabu (16/7). Fokus utama penelusuran ini adalah untuk memastikan kelancaran antrean pasien di area Admisi 2, yang merupakan pintu gerbang bagi pasien yang akan menjalani perawatan.

Dalam kunjungan tersebut, Dovy Djanas secara langsung berinteraksi dengan pasien dan mengamati alur antrean pasien. Ia mengakui meskipun upaya perbaikan terus dilakukan, masih ditemukan beberapa permasalahan yang memerlukan tindak lanjut serius. “Memang masih ada permasalahan yang harus kita tindaklanjuti,” ujar Dovy Djanas.

Antrean yang panjang dan waktu tunggu yang lama seringkali menjadi keluhan utama bagi pasien di rumah sakit mana pun. Menyadari hal ini, manajemen RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk mengatasi tantangan tersebut demi meningkatkan kualitas pelayanan. “InshaAllah, satu bulan ke depan ini akan menjadi komitmen kami untuk bisa menyelesaikan secara terintegrasi,” tegas Dovy Djanas.

Rencana integrasi ini, sebutnya, bertujuan untuk mengurangi waktu tunggu pasien, memberikan kenyamanan. “Tak kalah pentingnya memastikan setiap pasien mendapatkan akses perawatan yang cepat dan tepat,” tutur Dovy.

Ia menegaskan perbaikan tidak hanya akan berfokus pada satu aspek. “Melainkan melibatkan seluruh komponen terkait agar sistem antrean dan pelayanan di IRJ dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” ucapnya.

Dengan komitmen kuat dari jajaran direksi, tuturnya, diharapkan dalam kurun waktu satu bulan ke depan, permasalahan antrean di Instalasi Rawat Jalan dapat teratasi secara signifikan. Sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi seluruh pasien. “Dan ini bagian dari upaya berkelanjutan RSUP Dr. M. Djamil untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima,” tukasnya.(*)

Instalasi Promkes dan Rehabilitasi Medik Adakan Penyuluhan Kelompok Tentang ADL Stroke

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil bersama Instalasi Rehabilitasi Medik menyelenggarakan penyuluhan kelompok dengan tema Mengenal ADL pada Pasien Stroke. Raden Anggin Marga, A.Md.OT bertindak sebagai narasumber pada penyuluhan yang diadakan di ruang tunggu Instalasi Rehabilitasi Medik tersebut.

“Stroke merupakan salah satu masalah sindroma klinis yang ditandai adanya defisit neurologi secara akut yang terjadi adanya cedera pembuluh darah di sistem saraf pusat. Cedera ini dapat berupa infark (sumbatan di aliran darah) atau hemoragik (pendarahan di jaringan otak),” kata Terapis Raden Anggin Marga, A.Md.OT saat penyuluhan kelompok, Selasa (15/7).

Bagi beberapa orang, sebutnya, dapat pulih dengan sendirinya pasca-mengalami stroke. Namun sebagian orang membutuhkan perawatan jangka panjang untuk membantu proses pemulihan. Penanganan pasca-stroke sebaiknya dilakukan oleh tim rehabilitasi medik yang terdiri dari dokter rehabilitasi medik, fisioterapis, okupasi terapi dan psikolog. Pasalnya, dalam menentukan latihan harus mampu menyesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari penderita stroke.

“Latihan berfungsi menjaga otot-otot yang sudah kembali pulih agar kekuatannya tetap terjaga dan terstimulasi. Jika fungsi tubuh mulai kembali normal, maka akan melanjutkan terapi untuk mempelajari kembali ketrampilan sehari-hari. Sebagai contoh, berjalan, mengangkat tangan, menggenggam, dan sebagainya,” sebutnya.

Ia mengatakan activities of daily living (ADL) adalah salah satu jenis terapi yang diterapkan sebagai pelatihan dari anggota gerak yang bermasalah untuk aktivitas sehari-hari bertujuan agar pasien bisa mandiri. “ADL juga didefinisikan sebagai aktivitas kehidupan sehari-hari adalah aktivitas yang berorientasi untuk merawat tubuh sendiri dan dilakukan secara rutin,” tutur Raden Anggin Marga, A.Md.OT.

Terapi pasca-stroke, sebutnya, dilakukan dengan tujuan mengembalikan kemampuan tubuh yang sempat hilang akibat serangan stroke sekaligus meningkatkan kualitas hidup. Terapi yang dapat dilakukan salah satunya dengan okupasi terapi yang dilakukan secara bertahap untuk melatih kegiatan sehari- hari (ADL). “Contoh mandi, berpakaian, makan, memasak, mengelola obat. Kemudian berbelanja kebutuhan, aktivitas rekreasi, pengembangan diri dan pekerjaan,” ucapnya.

Ia mengatakan ADL ini bertujuan agar seseorang mampu memelihara, mempertahankan dan memulihkan kembali secara mandiri, memberi kesempatan kepada individu untuk berperan serta dalam kegiatan pencegahan terhadap gangguan kesehatan dirinya secara mandiri. Memberikan kenyamanan dalam hal meningkatkan penyembuhan dengan mandiri. “Selanjutnya, memberikan pengobatan untuk mengatasi penyakit atau gejala- gejala yang penting, untuk penyembuhan dan peningkatan kemandirian pasien,” ungkap Raden Anggin Marga, A.Md.OT.

Latihan pasca-stroke, tegasnya, dapat berubah-ubah seiring waktu. Semua tergantung pada kemajuan dan perkembangan pasien stroke. “Selain latihan, dukungan dari keluarga juga menjadi hal penting selama masa pemulihan pasca-stroke,” pintanya.

Ia juga menjelaskan tindakan pasca-stroke salah satunya melalui program okupasi terapi. Dimana, membantu penyintas stroke mengatasi tantangan fisik, kognitif, dan psikososial, sehingga dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang bermakna. Membantu pasien mencapai kemandirian dalam melakukan ADL dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

“Okupasi terapi membantu pasien melalui latihan menggunakan berbagai media dan metode. Dan program terapi di rumah akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Intinya, pasien mesti konsisten mengerjakannya,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Ajak Civitas Hospitalia Tanamkan Filosofi Hospitality from the Heart

RSUP Dr. M. Djamil terus mengukuhkan komitmennya terhadap pelayanan prima. Dr. dr. Dovy Djanas Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua sebagai Direktur Utama bersama manajemen secara rutin melakukan telusur ke berbagai instalasi untuk memastikan standar pelayanan tidak hanya terpenuhi, tetapi juga melampaui harapan pasien. Peninjauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata untuk memahami denyut nadi operasional rumah sakit dan mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan.

“RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mengedepankan filosofi Hospitality from the Heart. Filosofi ini bukan sekadar semboyan, melainkan nilai yang ditanamkan kepada seluruh jajaran civitas hospitalia,” kata Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua saat telusur ke sejumlah instalasi, Selasa (15/7).

Komitmen ini, sebutnya, bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pasien. Akan tetapi juga untuk menegaskan posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit yang benar-benar peduli. “Melihat setiap pasien bukan sekadar angka, melainkan sebagai individu yang layak mendapatkan pelayanan terbaik, layaknya anggota keluarga sendiri,” tutur Dovy.

Kunjungan pertama Dovy Djanas bersama manajemen mengarah ke Instalasi Binatu. Dirut berkesempatan berinteraksi dengan staf binatu. Ia menyoroti pentingnya prosedur pencucian yang higienis dan efisien, memastikan linen dan seragam selalu dalam kondisi prima. Ia juga mengapresiasi kinerja staf yang bekerja di balik layar, memastikan setiap helai kain bersih mencerminkan komitmen rumah sakit terhadap kesehatan dan keselamatan.

Selanjutnya, Direktur Utama menyambangi Instalasi Gizi. Di sini, ia menekankan makanan bukan sekadar pengisi perut, tetapi bagian integral dari proses penyembuhan pasien. “Gizi yang tepat mempengaruhi kecepatan pemulihan pasien. Kita harus memastikan setiap hidangan disiapkan dengan standar kualitas tinggi, sesuai dengan kebutuhan diet masing-masing pasien,” tegasnya.

Ia juga berdiskusi dengan nutrisionis terkait inovasi menu dan peningkatan variasi makanan. “Dengan harapan agar pasien tidak hanya mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, tetapi juga menikmati hidangan yang lezat dan menggugah selera, layaknya makanan di rumah sendiri,” harap Dirut.

Perhatian kemudian beralih ke Casemix Instalasi Rawat Inap Bedah dan Trauma Center. Area Casemix Instalasi Rawat Inap Bedah ini menjadi vital dalam mengelola data pasien, penentuan biaya, dan koordinasi antar unit. Ia mendorong tim untuk terus melakukan pembaruan sistem dan peningkatan kompetensi agar proses administrasi berjalan baik, sehingga pasien tidak terbebani oleh kerumitan birokrasi. “Untuk Trauma Center, saya mengajak untuk terus melayani pasien Hospitality from the Heart. Sehingga pasien merasa nyaman terlayani dan anggap mereka sebagai bagian dari keluarga kita,” ajak ayah dua anak ini.

Di Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu (IPJT) lantai 1, Dovy Djanas meninjau kesiapan renovasi poliklinik neurologi dan poliklinik ortopaedi dan traumatologi. Serta terakhir, kunjungan Dovy Djanas diakhiri di Instalasi Rehabilitasi Medik. Di sini, ia menyaksikan langsung bagaimana pasien berjuang untuk memulihkan fungsi tubuh dan kemandirian mereka. Dan memuji dedikasi terapis dan dokter rehabilitasi yang dengan sabar membimbing pasien, serta mendorong adanya inovasi dalam metode terapi dan penyediaan fasilitas yang lebih modern untuk mendukung proses rehabilitasi.

“Komitmen Hospitality from the Heart ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pasien, tetapi juga untuk menegaskan posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit yang peduli dan berdedikasi, menyadari sepenuhnya bahwa pasien adalah jantung dan sumber kehidupan bagi institusi ini,” tukas Dirut. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Siap jadi Pusat Layanan Bedah Vaskular dan Endovaskular Terkemuka

RSUP Dr. M. Djamil terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya. Komitmen ini diwujudkan melalui rencana pengembangan layanan bedah vaskular dan endovaskular. Ini sebuah langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan penanganan penyakit pembuluh darah yang semakin kompleks.

“Kami melihat peningkatan kasus penyakit vaskular yang memerlukan penanganan khusus, dan kami berkomitmen untuk menyediakan layanan bedah vaskular yang komprehensif dan terkini di RSUP Dr. M. Djamil,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, saat Pertemuan dengan Tim Bedah Vaskular dan Endovaskular di Ruang Rapat Direksi, Senin (14/7).

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Kepala Instalasi Bedah Sentral dr. Vendry Rivaldy, Sp.B, Subsp.BVE(K), tim Bedah Vaskular dan Endovaskular Dr. dr. Raflis Rustam, Sp.B, Subsp.BVE(K), dr. Hippocrates Kam, Sp.B, Subsp.BVE (K), Kepala Instalasi Non JKN dr. Alexander Kam, Sp.PD, M.Sc, FINASIM dan manajemen.

Ia mengatakan pengembangan layanan bedah vaskular dan endovaskular ini akan memungkinkan untuk memberikan diagnosis yang lebih cepat, akurat, dan penanganan yang lebih efektif. Mulai dari prosedur minimal invasif hingga operasi rekonstruksi pembuluh darah yang kompleks. “Dampak positifnya akan sangat terasa bagi pasien, yang akan mendapatkan akses lebih mudah ke perawatan spesialis di daerah mereka sendiri,” harap Dirut.

dr. Hippocrates Kam, Sp.B, Subsp.BVE (K) menyatakan RSUP Dr. M. Djamil siap untuk menjadi pusat layanan bedah vaskular dan endovaskular terkemuka di wilayah barat Indonesia.

“Tentunya kita siap untuk menjadikan RSUP Dr. M Djamil menjadi pusat layanan bedah vaskular dan endovaskular terkemuka. Apalagi kita memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk mewujudkan hal demikian. Kami yakin manajemen akan mampu memberikan dukungan hal itu menjadi terwujud,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Tegaskan Komitmen sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Bebas Perundungan

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menjadi narasumber dalam Layanan Orientasi Informasi bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Sub Spesialis (PPDSS) yang baru. Dalam kesempatan tersebut, Dirut secara lugas memaparkan peran RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama di wilayah Sumatera Barat, sekaligus menegaskan komitmen kuat rumah sakit dalam menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan (anti-perundungan).

Dalam paparannya, Dovy Djanas menjelaskan RSUP Dr. M. Djamil bukan sekadar fasilitas pelayanan kesehatan, melainkan juga institusi vital dalam mencetak dokter-dokter spesialis dan dokter subspesialis yang kompeten dan berintegritas. “Sebagai rumah sakit pendidikan utama, kami memiliki tanggung jawab besar untuk membekali para calon spesialis dengan ilmu, keterampilan, dan etika yang mumpuni,” ujar Dovy saat pemaparan materi Peran RSUP Dr. M. Djamil sebagai RS Pendidikan Utama di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (14/7).

Ia menambahkan program PPDS dan PPDSS di RSUP Dr. M. Djamil dirancang secara komprehensif, mencakup rotasi di berbagai departemen, kasus klinis yang beragam, serta bimbingan langsung dari para konsultan dan senior yang berpengalaman. “Setiap sudut di rumah sakit ini adalah ruang belajar. Dari bangsal pasien hingga ruang operasi, setiap interaksi dan prosedur adalah kesempatan untuk mengasah kemampuan klinis dan manajerial,” jelasnya seraya juga menyoroti pentingnya penelitian dan inovasi dalam pendidikan, mendorong para PPDS dan PPDSS untuk aktif terlibat dalam riset yang berkontribusi pada pengembangan ilmu kedokteran.

Terkait isu perundungan di lingkungan pendidikan, termasuk di institusi kesehatan, menjadi perhatian serius bagi RSUP Dr. M. Djamil. Dengan tegas, ia menyatakan RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen penuh untuk menerapkan kebijakan “zero anti-perundungan”.

“Kami tidak akan menolerir segala bentuk perundungan, baik fisik, verbal, emosional, maupun siber, di lingkungan rumah sakit kami. Perundungan dapat menghambat proses belajar, menurunkan motivasi, dan bahkan berdampak buruk pada kesehatan mental para peserta didik,” tegasnya.

Ia menyebutkan berbagai upaya yang telah dan akan terus dilakukan oleh pihak rumah sakit untuk mencegah serta menangani kasus perundungan, termasuk penyediaan saluran pengaduan yang jelas dan mekanisme penanganan yang transparan. Peserta orientasi didorong untuk berani melaporkan jika menemukan atau mengalami tindakan perundungan, dengan jaminan kerahasiaan dan perlindungan. “Komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam memberantas perundungan menjadi bukti nyata dari visi rumah sakit untuk tidak hanya unggul dalam pelayanan dan penelitian, tetapi juga dalam pembentukan karakter dokter masa depan yang berintegritas dan berempati,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Sambut 95 Peserta Didik Baru PPDS dan PPDSS dengan LOI

RSUP Dr. M. Djamil secara resmi memulai kegiatan Layanan Orientasi Informasi (LOI) bagi 95 peserta didik baru program pendidikan dokter spesialis (PPDS) dan program pendidikan dokter subspesialis (PPDSS) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (14/7). LOI yang berlangsung mulai 14 hingga 18 Juli 2025 ini bertujuan untuk membekali para calon dokter spesialis dan subspesialis dengan informasi tentang struktur organisasi rumah sakit, sistem pelayanan, alur komunikasi, serta nilai-nilai profesionalisme dan etika yang menjadi budaya kerja RSUP Dr. M. Djamil.

“LOI bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan upaya kami untuk menjamin keselamatan pasien sekaligus kenyamanan dan keamanan dalam proses pendidikan. Orientasi ini juga menjadi jembatan untuk menyamakan persepsi dan menjalin kolaborasi yang harmonis antara rumah sakit dan institusi pendidikan,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.

Turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-KL(K), FACS, FFTEd, Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Unand dr. Rauza Sukma Rita, Ph.D, Ketua Program Studi Spesialis dan Subspesialis, Direktur Utama RS Unand Dr. dr. Muhammad Riendra Sp.BTKV, Subsp.VE(K), FIATCVS dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil.

Ia mengatakan melalui kegiatan orientasi ini, berharap seluruh peserta dapat memahami struktur organisasi rumah sakit, sistem pelayanan, alur komunikasi, serta nilai-nilai profesionalisme dan etika yang menjadi budaya kerja rumah sakit. “Ini adalah tahap awal, fondasi penting, sebelum Saudara-saudara semua terjun langsung dalam pelayanan kesehatan yang sesungguhnya,” harapnya.

Ia menyadari perjalanan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis bukanlah perjalanan yang mudah. Akan ada tantangan, tekanan, dan pengorbanan. Namun percayalah, semua itu akan sepadan dengan kompetensi dan kedewasaan profesional yang diperoleh.

“RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk memberikan lingkungan belajar yang kondusif, suportif, dan berbasis pada mutu serta keselamatan pasien. Kami membuka ruang dialog dan kolaborasi, karena kami percaya, pendidikan kedokteran adalah tanggung jawab bersama antara institusi pelayanan, institusi pendidikan, dan peserta didik itu sendiri,” tutur Dovy.

Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-KL(K), FACS, FFTEd menyambut baik inisiatif orientasi ini sebagai langkah dalam mempersiapkan para peserta didik untuk tantangan dan tanggung jawab yang akan mereka hadapi. “Program pendidikan spesialis dan subspesialis di RSUP Dr. M. Djamil, yang merupakan rumah sakit pendidikan utama bagi Fakultas Kedokteran Unand, adalah perjalanan perjalanan panjang yang membutuhkan dedikasi, ketekunan, dan yang terpenting, integritas moral,” ucapnya.

Penerimaan peserta didik baru ini, tuturnya, merupakan salah satu upaya berkelanjutan RSUP Dr. M. Djamil dan Fakultas Kedokteran Unand dalam berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan. Sekaligus mendukung program pemerintah dalam pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh pelosok negeri. “Sinergi antara Fakultas Kedokteran Unand dan RSUP Dr. M. Djamil akan terus diperkuat demi menciptakan lingkungan belajar yang optimal dan menghasilkan lulusan yang kompeten serta berintegritas,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45