Direktur SPP RSUP Dr. M. Djamil: ASI Adalah Fondasi Penting bagi Tumbuh Kembang Anak

Departemen/KSM Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand)/RSUP Dr. M. Djamil bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar menggelar acara SelebrASI Pekan Menyusui Sedunia 2025, Selasa (5/8). Kegiatan yang dilangsungkan di Ruang Konferen Departemen Ilmu Kesehatan Anak ini mengusung tema Prioritaskan Menyusui: Membangun Sistem Dukungan yang Berkelanjutan.

Untuk diketahui, beberapa rangkaian kegiatan SelebrASI Pekan Menyusui Sedunia 2025 ini meliputi Sumarak Serentak se-Sumbar (1-7 Agustus), Car Free Day melibatkan Dinas Kesehatan Sumbar, POGI Sumbar, IDI Sumbar dan DWP Kota Padang (3 Agustus), Health Talk Live IG (1-8 Agustus) dan Sumarak RSUP Dr. M. Djamil (4 Agustus).

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes., saat pembukaan kegiatan menegaskan kembali peran krusial Air Susu Ibu (ASI) bagi tumbuh kembang anak. “ASI bukan sekadar nutrisi, melainkan fondasi penting bagi kehidupan seorang anak, baik secara fisik maupun psikis. ASI menyediakan semua yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh sehat, sekaligus mempererat ikatan batin antara ibu dan anak,” ujar dr. Maliana.

Turut hadir Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp.A (K), Ketua IDAI Sumbar dr. Asrawati, M.Biomed, Sp.A (K), pengurus DWP RSUP Dr. M. Djamil dan undangan.

Ia menekankan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, dilanjutkan dengan pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun, merupakan investasi penting bagi masa depan generasi kita. “Secara fisik, ASI mengandung nutrisi lengkap dan antibodi yang krusial untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat,” sebutnya. Kandungan unik dalam ASI melindungi bayi dari berbagai penyakit dan infeksi, serta mendukung perkembangan organ vital. “Pemberian ASI terbukti dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti obesitas dan diabetes di kemudian hari,” ungkap dr. Maliana.

Sementara itu, secara psikis, sebutnya, proses menyusui menciptakan ikatan emosional (bonding) yang kuat antara ibu dan bayi. Sentuhan, tatapan mata, dan kehangatan yang dirasakan bayi saat menyusu berkontribusi besar pada perkembangan otak dan kestabilan emosionalnya. “Bayi yang mendapatkan ASI cenderung memiliki rasa aman dan nyaman, yang merupakan modal penting untuk menjadi individu yang cerdas, tangguh, dan berempati, ucapnya.

Maka dari itu, menurut dr. Maliana, kesuksesan menyusui bukanlah tanggung jawab ibu semata. “Ibu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak—suami, keluarga, tenaga kesehatan, hingga lingkungan kerja. Dengan membangun sistem dukungan yang kuat dan berkelanjutan, kita memastikan setiap ibu memiliki kesempatan terbaik untuk memberikan ASI eksklusif dan melanjutkan pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun atau lebih,” tambahnya.(*)

Cerita Muhammad Nur Melawan Gagal Ginjal, Menemukan Jawaban di RSUP Dr. M. Djamil

Muhammad Nur, seorang tokoh yang dikenal luas di Kepulauan Riau, memiliki perjalanan hidup yang luar biasa. Lahir dan besar di Kepulauan Riau, ia telah mengabdi di berbagai posisi penting. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kepulauan Riau, anggota DPRD Batam, dan deputi di Otorita Batam. Dedikasinya terhadap daerahnya juga terbukti dari perannya sebagai salah satu pejuang dalam pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.

Namun, di balik kesibukan dan pengabdiannya, ada tantangan besar yang harus ia hadapi. Karena gaya hidup yang tidak teratur dan pola makan yang sembarangan akibat padatnya jadwal kerja, pada tahun 2013 Muhammad Nur didiagnosis menderita gagal ginjal.

Saat dokter menyarankan untuk melakukan hemodialisa, Muhammad Nur merasa bingung. Berbekal pemikiran bahwa yang terbaik adalah yang terdekat dengan Kepulauan Riau. Ia pun mencari pengobatan di luar negeri, yaitu di Johor, Malaysia, atau Singapura. Akhirnya, ia memutuskan untuk berobat ke Mount Elizabeth Hospital, Singapura, dan menjalani transplantasi ginjal.

Namun, sepuluh tahun kemudian, kenyataan pahit kembali datang. Muhammad Nur kembali divonis harus menjalani hemodialisa. Kali ini, ia mencoba mencari pilihan lain. Berbekal koneksi dengan para dokter, ia bertanya kepada seorang kenalan tentang Dr. dr. Harnavi Harun, Sp.PD-KGH, FINASIM, seorang ahli ginjal yang bertugas di RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Setelah bertemu dan menceritakan kondisinya, Dr. dr. Harnavi langsung sigap. Tanpa menunggu lama, Muhammad Nur langsung bertemu dengan tim dokter Dr. dr. Harnavi untuk mendapatkan advokasi dan pelayanan yang baik.

Di sinilah titik balik dari pandangan Muhammad Nur terhadap pelayanan kesehatan di Indonesia. Ia mulai membandingkan pengalamannya di Singapura dengan pelayanan yang diterimanya di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Hasilnya, ia terkejut dan sangat puas.

Ia menyimpulkan pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya di RSUP Dr. M. Djamil, tidak kalah baik, bahkan jauh lebih baik dari segi pelayanan maupun peralatan. Saat menjalani prosedur di RSUP Dr. M. Djamil, Muhammad Nur hanya merasakan sedikit nyeri. Hal ini sangat berbeda dengan pengalamannya di Singapura yang menurutnya membuatnya sampai menangis kesakitan. Ia juga menyoroti profesionalisme dan keramahan para perawat yang melayani dengan tulus.

Pengalaman ini mengubah total pandangannya. Ia kini bertanya-tanya, “Kenapa orang jauh-jauh berobat ke Singapura atau Malaysia?” Baginya, apa yang dicarinya di luar negeri kini ia temukan di negaranya sendiri.

Sebagai bentuk apresiasinya, Muhammad Nur mengucapkan terima kasih secara pribadi kepada seluruh tim dokter, baik tim transplantasi ginjal maupun tim penunjang lainnya, serta para perawat yang ramah di RSUP Dr. M. Djamil. Kisahnya adalah cerminan dari keyakinan dan kebanggaan terhadap kemajuan pelayanan kesehatan di Indonesia.(***)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Pisah Sambut Anggota Dewan Pengawas

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan acara pisah sambut ex-officio anggota Dewan Pengawas (Dewas) berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan pada saat Rapat Dewan Pengawas di The Balcone Hotel, Bukittinggi, Sabtu (2/8). Acara ini menandai pergantian posisi Anggota Dewan Pengawas dari Syukriah HG, yang sebelumnya menjabat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kakanwil Ditjen Perbendaharaan) Provinsi Sumbar, kepada Mohammad Dody Fachruddin, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumbar yang baru.

Diketahui, pergantian tersebut disesuaikan rolling jabatan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumatera Barat. Pasalnya, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumbar juga selaku Ex-Officio Anggota Dewan Pengawas RSUP Dr. M. Djamil.

Pisah sambut tersebut ditandai dengan penyerahan cenderamata oleh Ketua Dewas RSUP Dr. M. Djamil drg. Arianti Anaya, MKM. Dan penyerahan plakat oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut disaksikan jajaran anggota dewan pengawas dan jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu Syukriah HG atas pengabdian dan arahan beliau selama ini. Banyak sekali masukan dan ide-ide brilian yang telah diberikan untuk kemajuan RSUP Dr. M. Djamil,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya.

Ia mengatakan semoga pengalaman Mohammad Dody Fachruddin yang adalah mantan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung akan semakin memperkuat RSUP Dr. M. Djamil. “Tentunya berkaitan pelayanan kesehatan, perencanaan dan pengelolaan keuangan, sumber daya manusia, maupun pengembangan rumah sakit,” ucapnya.

Ia mengatakan peran Dewan Pengawas sangat krusial dalam memastikan tata kelola rumah sakit berjalan optimal dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Dengan kerja sama yang solid antara manajemen rumah sakit dengan dewan pengawas diharapkan RSUP Dr. M. Djamil terus berkembang dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat,” tutur Dovy.

Sementara itu, drg. Arianti Anaya, MKM, selaku Ketua Dewan Pengawas, turut menyampaikan rasa terima kasih dan pujian atas kinerja Syukriah HG. “Ibu Syukriah telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam menjalankan tugasnya. Kontribusi beliau sangat berarti dalam mengawasi dan memberikan arahan strategis demi tercapainya visi dan misi rumah sakit,” kata drg. Arianti Anaya.

Kepada Mohammad Dody Fachrudin, drg. Ariyanti, berharap agar kolaborasi yang terjalin semakin kuat. “Ini demi mewujudkan visi dan misi RSUP Dr. M. Djamil dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” sebutnya.

Dalam sambutannya yang haru, Syukriah HG menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja sama dan dukungan yang telah diberikan oleh seluruh jajaran RSUP Dr. M. Djamil selama masa jabatannya. “Saya merasa terhormat bisa menjadi bagian dari keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil. Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan di sini. Semoga RSUP Dr. M. Djamil terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkap Syukriah.(*)

RSUP Dr. M. Djamil dan Ombudsman Perwakilan Sumbar Tandatangani Kesepakatan Bersama

Bimbingan Teknis (Bimtek) Internal Public Complain Handling yang diadakan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil, resmi berakhir, Kamis(31/7). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut berhasil menelurkan kesepakatan bersama antara RSUP Dr. M. Djamil dengan Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat tentang Public Complain Handling.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dan Kepala Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat Adel Wahidi. Disaksikan Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Bimtek ini. “Penandatanganan kesepakatan ini adalah tonggak penting bagi kami dalam mewujudkan pelayanan prima. Kami berkomitmen untuk selalu mendengarkan dan menindaklanjuti setiap masukan serta pengaduan dari masyarakat atau pasien dengan cepat, tepat, dan transparan,” ujar Dovy.

Ia juga menekankan kerja sama dengan Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat akan memperkuat sistem pengawasan internal dan eksternal. “Sehingga kualitas pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil dapat terus ditingkatkan,” harapnya.

Diharapkan seluruh jajaran RSUP Dr. M. Djamil, tuturnya, memiliki pemahaman yang komprehensif serta standar operasional yang jelas dalam menangani setiap bentuk pengaduan publik. “Ini merupakan langkah progresif RSUP Dr. M. Djamil dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pasien serta masyarakat,” tegas Dovy.

Senada dengan Dirut, Kepala Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat, Adel Wahidi, menyambut baik inisiatif RSUP Dr. M. Djamil. “Kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, khususnya dalam hal pelayanan publik. Kami berharap kesepakatan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar diimplementasikan dengan baik demi kepuasan masyarakat,” kata Adel Wahidi.

Ia menambahkan Ombudsman siap memberikan pendampingan dan masukan agar penanganan pengaduan di RSUP Dr. M. Djamil dapat berjalan sesuai standar yang diharapkan. “Ombudsman berkomitmen untuk mendukung upaya setiap instansi publik dalam meningkatkan kualitas pelayanan, dan salah satunya adalah melalui pengelolaan pengaduan yang transparan dan akuntabel,” ucapnya.

Untuk diketahui, bimtek yang diselenggarakan selama dua hari ini merupakan upaya serius RSUP Dr. M. Djamil dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam merespons dan menangani pengaduan dari masyarakat atau pasien. Selama kegiatan, peserta terdiri dari manajemen dan civitas hospitalia dibekali berbagai materi dan praktik.

Materi tersebut berupa penyelenggaraan pelayanan publik dan malaadministrasi, pengelolaan pengaduan pelayanan publik, administrasi pengelolaan pelayanan publik dan menyusun standar dan evaluasi pengaduan pelayanan publik. Pada kesempatan itu juga diberikan hadiah kepada peserta terbaik dan kelompok terbaik. (*)

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Rapat Evaluasi Semester I Tahun 2025 RS Unand

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil yang juga anggota Dewan Pengawas RS Universitas Andalas (Unand) Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menghadiri rapat evaluasi kinerja semester I tahun 2025, Kamis (31/7). Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Utama RS Unand ini menjadi kegiatan penting untuk menyoroti capaian dan tantangan, khususnya dalam konteks reformasi layanan kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Dovy Djanas mengatakan sinergi antar bagian dan penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik adalah kunci untuk mencapai efisiensi dan efektivitas pelayanan, serta mendukung keberhasilan program reformasi kesehatan yang sedang digalakkan pemerintah.

“Reformasi layanan kesehatan menuntut kita untuk bekerja lebih cerdas, lebih terintegrasi, dan dengan tata kelola yang transparan serta akuntabel,” ujar Dovy Djanas.

Ia mengatakan kolaborasi antar unit, mulai dari pelayanan klinis, penunjang, hingga administrasi, harus diperkuat. “Demikian pula dengan tata kelola yang baik, ini adalah fondasi untuk memastikan setiap sumber daya digunakan secara optimal demi kepentingan pasien,” ungkapnya.

Untuk diketahui, rapat itu dipimpin oleh Ketua Dewan Pengawas, Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA. Selain Dovy Djanas, turut hadir juga anggota Dewas RS Unand Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-KL(K), FACS, FFTEd dan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Lila Yanwar, MARS, mengikuti rapat secara daring melalui platform Zoom Meeting. Serta dihadiri juga Direktur Utama RS Unand, Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp. VE (K) didamping jajaran direksi lainnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil, RSAB Harapan Kita Jakarta, dan PDRPI FK Unand Jajaki Kolaborasi Riset Prenatal Diagnostik

RSUP Dr. M. Djamil bersama RSAB Harapan Kita Jakarta dan Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi (PDRPI) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) menggelar pertemuan virtual, Kamis (31/7). Pertemuan ini membahas tentang penjajakan peluang pengembangan riset kolaboratif dalam bidang pemeriksaan prenatal diagnostik di bidang Obstetri dan Ginekologi.

“Kami menyadari bahwa pemeriksaan prenatal diagnostik berbasis molekuler memiliki peran yang penting dalam mendukung deteksi dini terhadap berbagai kondisi yang berisiko pada ibu dan anak. Teknologi ini memungkinkan kita untuk melakukan diagnosis yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih tepat sasaran, yang tentunya akan meningkatkan kualitas hidup bagi ibu dan bayi yang terlahir,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Pertemuan ini dihadiri Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil dr. Maliana, M.Kes, Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi Dr. dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG (K), Subsp.Urogin.RE dan staf Obgin, Kepala PDRPI FK Unand Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, Direktur Utama RSAB Harapan Kita Jakarta dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes dan manajemen.

Ia mengatakan pentingnya pengembangan riset dalam bidang ini tidak hanya akan memperbaiki kualitas layanan, tetapi juga memberikan dampak besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. “Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memfasilitasi kemajuan riset dan teknologi yang berkelanjutan, yang pada akhirnya dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Indonesia,” harapnya.

Sebagai rumah sakit pendidikan yang juga memiliki komitmen terhadap pengembangan ilmu kedokteran, sebutnya, pihaknya kami berharap bahwa riset ini tidak hanya menjadi langkah maju bagi RSUP Dr. M. Djamil, tetapi juga bagi seluruh pihak yang terlibat. “Kami yakin bahwa dengan kolaborasi yang solid, kita dapat mencapai hasil yang optimal dan memberikan kontribusi positif bagi dunia medis, khususnya di bidang obstetri dan ginekologi,” ucap Dovy.

Ia mengatakan kita memiliki potensi besar di dalam negeri untuk mengembangkan metode pemeriksaan prenatal diagnostik yang inovatif dan terjangkau. “Kolaborasi riset ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan kemandirian kita dalam bidang teknologi kesehatan, sekaligus memastikan bahwa inovasi ini relevan dengan kebutuhan dan karakteristik populasi kita,” tambahnya.

Jika kolaborasi riset ini berjalan lancar dan berhasil menelurkan inovasi buatan anak bangsa, tegasnya dampaknya terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia akan sangat signifikan. “Pasien di RSUP Dr. M. Djamil, serta rumah sakit rujukan lainnya, akan memiliki akses terhadap pemeriksaan prenatal diagnostik yang lebih canggih, akurat, dan mungkin lebih terjangkau karena diproduksi di dalam negeri,” harap Dovy.

PDRPI FK Unand, dengan rekam jejaknya dalam riset dan diagnostik penyakit infeksi, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam aspek riset dasar dan pengembangan metodologi. “Sementara itu, RSUP Dr. M. Djamil dan RSAB Harapan Kita, sebagai rumah sakit rujukan nasional, akan menjadi garda terdepan dalam implementasi klinis dan validasi hasil riset,” tegasnya.

Direktur Utama RSAB Harapan Kita Jakarta dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes menyatakan keyakinannya bahwa pengembangan prenatal diagnostik yang digagas dan dikembangkan oleh anak bangsa ini akan memiliki dampak signifikan. “Saya yakin karena dikembangkan oleh anak bangsa, pasti harganya akan jauh lebih terjangkau (affordable),” ujarnya.

dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas menekankan kolaborasi ini bukan hanya RSAB Harapan Kita Jakarta, RSUP Dr. M. Djamil, dengan PDRPI FK Unand saja. “Akan tetapi membawa nama negara Indonesia supaya kita bisa dipandang oleh negara-negara lain,” tegas dr. Ockti. (*)

KSM Ilmu Kesehatan Anak Bakal Hadirkan Inovasi Model Sekolah di Rumah Sakit

Sebuah terobosan penting dalam dunia kesehatan dan pendidikan akan segera terwujud di Sumatera Barat. Kelompok Staf Medis (KSM) Ilmu Kesehatan Anak (IKA) RSUP Dr. M. Djamil/Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) akan menelurkan sebuah inovasi bernama “Model Sekolah di Rumah Sakit”. Inovasi ini digagas untuk mengatasi permasalahan krusial yang kerap dihadapi anak-anak dengan penyakit kronis yang menjalani perawatan panjang di rumah sakit mengalami kehilangan akses terhadap pendidikan.

“Kami atas nama jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil mengapresiasi dan mendukung penuh rencana KSM Ilmu Kesehatan Anak untuk menelurkan Model Sekolah di Rumah Sakit ini. Ini adalah langkah maju yang luar biasa,” kata Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes saat pemaparan Model Sekolah di Rumah Sakit di Ruang Rapat Direksi, Kamis (31/7).

Turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp.A (K), Ketua Tim Inovasi dr. Asrawati, M.Biomed, Sp.A (K), FISQua dan manajemen.

Maliana menyampaikan dukungannya yang kuat terhadap inisiatif ini. “Anak-anak yang sedang sakit, terutama mereka yang harus menjalani perawatan jangka panjang, seringkali kehilangan kesempatan untuk belajar. Dengan adanya sekolah di lingkungan rumah sakit, kita memastikan hak pendidikan mereka tetap terpenuhi,” ujar Maliana.

Ditambahkan Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, inovasi ini sejalan dengan visi rumah sakit untuk memberikan pelayanan holistik yang tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik. Tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak secara keseluruhan.

“Keberadaan Model Sekolah di Rumah Sakit ini akan melengkapi dan memperkaya layanan kami. Ini bukan hanya tentang pengobatan fisik, tetapi juga tentang kesejahteraan mental dan intelektual pasien anak. Kami akan memastikan segala fasilitas dan dukungan operasional yang dibutuhkan tersedia untuk kelancaran inovasi ini,” jelas Ade.

Ia berharap model ini dapat menjadi percontohan yang menginspirasi rumah sakit lain di Indonesia untuk mengintegrasikan pendidikan ke dalam pelayanan kesehatan anak. “Sehingga tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena sakit,” tuturnya.

Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp.A (K) menjelaskan gagasan Model Sekolah Rumah Sakit ini lahir dari kepedulian KSM Ilmu Kesehatan Anak terhadap dampak pendidikan pada anak-anak yang dirawat. Anak-anak yang absen dari sekolah dalam waktu lama cenderung mengalami ketertinggalan pelajaran, isolasi sosial, dan bahkan penurunan motivasi. “KSM Ilmu Kesehatan Anak melihat celah ini sebagai kesempatan untuk mengintegrasikan pendidikan ke dalam proses penyembuhan,” sebutnya.

Ketua Tim Inovasi dr. Asrawati, M.Biomed, Sp.A (K), FISQua menjelaskan inovasi Model Sekolah di Rumah Sakit ini fleksibel dan tergantung dengan kondisi anak. Durasi persesinya lebih kurang1,5 jam. Dimana pertemuan 1 literasi dan kreativitas. Pembuka 10 menit berupa ice breaking sederhana (tepuk semangat, perkenalan singkat). “Kemudian juga ada kelas cerita selama 30 menit. Bagi anak SD, membacakan buku cerita (dongeng atau novel ringan). Untuk SMP bisa diskusi cerita inspiratif,” ucapnya.

Bagi anak yang bisa menulis, tuturnya, diajak membuat ringkasan atau gambar tokoh inspiratif. “Selain itu, aktivitas kreatif selama 40 menit berupa mewarnai, membuat kartu ucapan, atau kolase kertas warna,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan RS Ananda Bekasi

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari manajemen Rumah Sakit Ananda Bekasi di Ruang Rapat Direksi, Rabu (30/7). Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, berbagi pengalaman, serta menggali berbagai inovasi dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di kedua belah pihak.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyambut rombongan dari RS Ananda Bekasi yang dipimpin Direktur Utama RS Ananda Group dr  M. Reza Kurnia Akbar Ali. Turut juga dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Kemudian Direktur Development Bisnis/Pemilik PT. Fadjrie Cipta Mandiri Eric Saputra, Direktur Operasional PT. Fadjrie Cipta Mandiri Syaifulloh dan Direktur Operasional PT Crown Teknologi Indonesia (CTI) Dr. dr. Syafruddin Alun, MARS.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menyatakan apresiasinya atas kunjungan tersebut. “Kunjungan ini adalah ajang silaturahmi yang sangat baik. Kami percaya, dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan, kita semua dapat terus belajar dan berinovasi demi memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ujar Dovy Djanas.

Ia menambahkan setiap rumah sakit memiliki keunikan dan keunggulan masing-masing yang dapat menjadi inspirasi bagi yang lain. “Oleh karena itu pentingnya kolaborasi antar fasilitas kesehatan di Indonesia,” sebutnya.

Diskusi interaktif juga mewarnai pertemuan ini, dengan fokus pada praktik-praktik terbaik (best practices) dalam manajemen rumah sakit, peningkatan efisiensi operasional, serta strategi untuk menghadapi tantangan di sektor kesehatan.

Direktur Utama RS Ananda Group dr  M. Reza Kurnia Akbar Ali menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan dan kesempatan berharga untuk belajar dari RSUP Dr. M. Djamil. “Kami berharap RSUP Dr. M. Djamil terus berinovasi sehingga dapat meningkatkan mutu layanan. Dengan harapan masyarakat Sumbar mendapatkan pelayanan yanb lebih baik lagi,” harapnya.

Ia mengatakan dari kunjungan ini, pihaknya banyak belajar dari tata kelola RSUP Dr. M. Djamil dengan visi yang terus disempurnakan dan pola bisnis yang difokuskan sehingga terus bisa berkembang dari waktu ke waktu. “Termasuk memunculkan layanan baru untuk kesehatan masyarakat Kota Padang,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil dan Apkesmi Sumbar Jajaki Kolaborasi

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari pengurus Akselerasi Puskesmas Indonesia (Apkesmi) Sumatera Barat di Ruang Rapat Direksi, Rabu (30/7). Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi, berbagi pengetahuan, dan menjajaki potensi kolaborasi strategis dalam upaya memperkuat ketahanan nasional di sektor layanan kesehatan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyambut rombongan DPW  Apkesmi Sumbar yang dipimpin Ketua DPW Apkesmi Sumbar dr. Mela Aryati, M.Kes dan Dewan Pembina dr. Winanda, MARS. Turut juga dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman. Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Dovy Djanas menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Apkesmi Sumbar. Ia menekankan pentingnya sinergi antara rumah sakit rujukan dengan fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas. “Kami gembira menerima kunjungan Apkesmi Sumbar. Kolaborasi antara RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Sumatera Barat dengan puskesmas-puskesmas di garda terdepan layanan kesehatan sangat krusial. Dengan bergandengan tangan, kita bisa membangun sistem layanan kesehatan yang lebih kokoh dan responsif, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan nasional kita, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan,” kata Dirut RSUP Dr. M. Djamil.

Di samping itu, sebutnya, kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan program-program inovatif yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui edukasi kesehatan yang lebih baik. “Dengan semangat kebersamaan, kami berkomitmen untuk terus berupaya mewujudkan masyarakat Sumatera Barat yang lebih sehat dan sejahtera,” harapnya.

Dovy Djanas juga menyoroti berbagai program dan inovasi yang telah dilakukan RSUP Dr. M. Djamil untuk meningkatkan kualitas layanan dan aksesibilitas bagi masyarakat.  “Kami berharap, kunjungan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang konkret dan berkelanjutan antara kedua belah pihak,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPW Apkesmi Sumatera Barat, dr. Mela Aryati, M.Kes, mengungkapkan kekagumannya terhadap inovasi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil. Secara khusus, dr. Mela menyampaikan apresiasinya terhadap konten-konten informatif yang disajikan Sidjalin melalui kanal media sosial  RSUP Dr. M. Djamil.

“Kami mengapresiasi konten Sidjalin di kanal media sosial RSUP Dr. M. Djamil. Konten-konten tersebut tidak hanya informatif, tetapi juga menginspirasi dan menonjolkan sisi lain dari RSUP Dr. M. Djamil yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat,” kata Kepala Puskesmas Pauh ini.

Melihat berbagai pencapaian dan terobosan yang telah dilakukan RSUP Dr. M. Djamil, pihaknya sangat ingin belajar lebih banyak. “Harapan kami, kunjungan ini dapat membuka pintu bagi kesempatan belajar dan berbagi pengalaman dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di puskesmas-puskesmas kami,” harapnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Luncurkan Berbagai Inovasi dan Penandatanganan Kontrak Penelitian

RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan komitmennya dalam memajukan riset dan inovasi di bidang kesehatan dengan meluncurkan sejumlah inovasi serta melakukan penandatanganan kontrak penelitian. Kegiatan ini menandai babak baru bagi rumah sakit dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan menjadi garda terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Inovasi yang diluncurkan tersebut yakni Katapel SD (Aplikasi Pencatatan dan Pemeliharaan Alat dan Sumber Daya), Aplikasi Rumah Sahabat. Kemudian Inovasi Simike (Penerapan Sistem Informasi Komite Keperawatan), Aplikasi Djamil Place To Go, dan Djamil Data Health.

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim peneliti yang selama ini telah mendukung kegiatan penelitian di RSUP Dr. M. Djamil. Dedikasi dan kerja keras tim peneliti sangat berarti dalam mencapai titik ini,” ucap dr. Maliana.

Turut hadir tim peneliti, inovator dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil. Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kontrak penelitian oleh tim peneliti dan disaksikan Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes.

Ia menekankan penelitian-penelitian yang dilakukan tidak hanya berhenti pada ranah akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap pengembangan layanan kesehatan di rumah sakit. “Kami percaya bahwa setiap penelitian yang kita lakukan akan berdampak signifikan pada pengembangan layanan yang lebih baik bagi pasien dan masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi motivator bagi tim peneliti lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi,” harapnya.

Selain apresiasi terhadap penelitian, dr. Maliana juga menyampaikan rasa terima kasih atas inovasi-inovasi yang telah diluncurkan pada kesempatan ini. Inovasi-inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan solusi efektif terhadap berbagai tantangan dalam pelayanan kesehatan. “Inovasi yang diluncurkan hari ini adalah bukti nyata dari semangat kebersamaan dan keinginan untuk terus maju,” kata dr. Maliana.

Ia berharap inovasi-inovasi ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat terus dikembangkan dan bahkan menjadi role model bagi rumah sakit lainnya di Indonesia. “Kita ingin RSUP Dr. M. Djamil menjadi pelopor dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mutakhir dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegasnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45