Dirut RSUP Dr. M. Djamil: Cleaning Service Pejuang Kebersihan Rumah Sakit

RSUP Dr. M. Djamil melakukan pertemuan dengan PT Kuwera Jaya Nusantara, perusahaan yang bergerak pada bidang penyedia petugas kebersihan atau cleaning service. Pertemuan tersebut dilangsungkan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (2/1).

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan tahun 2025 diharapkan tahun yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Dengan harapan, manajemen PT Kuwera Jaya Nusantara bisa lebih memaksimalkan dan mengoptimalkan terhadap kebersihan rumah sakit yang mengacu pada standar yang tertuang di dalam kontrak kerja sama.

“Di setiap area di RSUP Dr. M. Djamil ini bisa kita pantau dan bisa kita monitor. Bahkan bisa dilaksanakan sesuai dengan tertuang dalam kontrak kerja sama,” ucap Dovy.

Pertemuan itu turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan Esa Surya Praja, AMdKL, manajemen RSUP Dr. M. Djamil, manajemen PT Kuwera Jaya Nusantara dan cleaning service.

Ia meminta pihak penyedia PT Kuwera Jaya Nusantara harus memenuhi indikator-indikator tersebut. Dan penyedia bisa mengevaluasi walaupun itu alih daya. “Berkoordinasi dengan Instalasi Kesehatan Lingkungan, bagaimana kinerja dari cleaning service ini bisa memenuhi harapan sesuai dengan indikator yang tertuang di dalam kontrak,” tekannya.

Dokter spesialis Fetomaternal ini menegaskan kebersihan itu harga mati bagi rumah sakit ini. Karena selalu menjadi perhatian bagi pasien dan keluarga pasien. “Setiap apapun yang berhubungan dengan kebersihan, PT Kuwera Jaya Nusantara agar benar-benar melakukan monitoring dan evaluasi,” tutur Dovy.

Selain bertugas membersihkan arealnya, Dovy menekankan bagaimana cleaning service bersikap melayani dengan ramah, santun dan cekatan. “Setiap masuk ruangan pasien hendaknya berkomunikasi dengan baik kepada pasien atau keluarga,” ucapnya.

Ia mengatakan cleaning service tidak lagi bekerja dalam senyap. “Akan tetapi berikan performancenya melalui komunikasi efektif sebagai salah satu frontliner rumah sakit,” ucapnya.

Ditambahkan Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, pertemuan ini dilakukan agar memiliki visi misi yang sama antara RSUP Dr. M. Djamil dengan PT Kuwera Jaya Nusantara. “Dengan harapan tentunya tidak ada yang sempurna. Tapi dalam hal ini dari penilaian yang telah didapatkan PT Kuwera Jaya Nusantara bisa dijadikan pembelajaran untuk tidak terulang lagi. Malah kami menginginkan ada inovasi-inovasi yang diberikan PT Kuwera Jaya Nusantara sehingga bisa memberikan warna terbaik bagaimana menciptakan ketertiban dan kebersihan lingkungan rumah sakit,” harapnya.

Ade juga berharap Instalasi Kesehatan Lingkungan lebih aktif mengambil peran untuk melakukan pembinaan. Termasuk memfasilitasi pembekalan layanan orientasi internal (LOI) bagi seluruh cleaning service yang akan bekerja di RSUP Dr. M. Djamil.

“Dari LOI itu, para cleaning service ini mendapatkan pembekalan berupa bantuan hidup dasar, pemahaman cara penggunaan APAR, dan penanganan tumpahan B3. Ini semua dilakukan demi kenyamanan dan tingkat kepercayaan pasien terhadap RSUP Dr. M. Djamil,” tukasnya.(*)

Mengenal Klinik PKBRS RSUP Dr. M. Djamil

RSUP Dr. M. Djamil menyediakan klinik pelayanan keluarga berencana rumah sakit (PKBRS) di Klinik Kebidanan dan Kandungan lantai 2 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Layanan itu untuk peningkatan kualitas pelayanan keluarga berencana dan kualitas kesehatan reproduksi.

“Klinik PKBRS telah hadir setahun yang lalu. Klinik ini menyediakan pelayanan konseling keluarga berencana dan bimbingan dalam hal reproduksi,” kata Kepala Pengelola PKBRS RSUP Dr. M. Djamil Bdn. Rani Sawitri STr.Keb, Kamis (2/1).

Ia mengatakan pelayanan PKBRS ini bertujuan untuk memberikan dukungan, informasi dan konseling yang berhubungan dengan reproduksi sosial kepada individu, pasangan dan keluarga.

“Tujuannya untuk membantu individu dan pasangan membuat keputusan yang tepat dalam aspek-aspek reproduksi sosial, mengelola masalah kesehatan reproduksi dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” sebutnya.

Pelayanan yang disediakan, sebut Rani Sawitri, pihaknya membantu pasangan dalam memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. “Dan memberikan penjelasan tentang penggunaan metode kontrasepsi yang efektif dan aman,” ucapnya.

Nana–panggilan akrabnya mengatakan ibu pasca-bersalin membutuhkan waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi fisik dan psikis sebelum hamil kembali. KB pasca-persalinan merupakan upaya pencegahan kehamilan dengan menggunakan alat dan obat kontrasepsi segera setelah melahirkan.

“Melalui program Keluarga Berencana pada Pasca Persalinan dapat membantu ibu untuk mengatur jarak yang aman pada kehamilan berikutnya (minimal 2 tahun). Sehingga mencegah komplikasi kehamilan dan menurunkan angka kematian ibu (AKI),” tuturnya.

Ia menekankan layanan KB di rumah sakit dilaksanakan secara terpadu pada pasien pasca-persalinan ataupun pasien pasca-keguguran oleh dokter spesialis obgin dan bidan berkompeten. “Layanan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kepada pengguna layanan RSUP Dr. M. Djamil,” ucapnya.

Sisi lain, Nana juga mengungkapkan ia telah menelurkan inovasi diberi nama Tabin KB (Tanya Bidan Tentang KB). Inovasi ini memudahkan pasien untuk mengingat kapan pasien ini kontrol ulang untuk pelepasan IUD-nya kembali.

“Kehadiran inovasi ini didasari selama ini pasien-pasien yang memasang IUD di RSUP Dr. M. Djamil sering lupa tanggal dan tahun pelepasan IUD sehingga kartunya hilang,” ungkapnya.

Dengan inovasi ini, sebutnya, pasien-pasien akan ingat kapan melakukan pelepasan IUD kembali. “Dan melalui Tabin KB ini, pasien bebas untuk konsultasi mengajukan pertanyaan. Saya sebagai bidan konselor akan menjawab pertanyaan-pertanyaan pasien yang telah berobat ke klinik PKBRS tersebut,” tukas Nana. (*)

Dirut M. Djamil: Satpam Garda Terdepan Keamanan dan Ketertiban RS

RSUP Dr. M. Djamil resmi tanda tangani perjanjian kerja sama tentang Pengelolaan Jasa Pengamanan Tahun 2025 dengan PT Tata Karya Group di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (31/12). Kerja sama ini merupakan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi pasien, pengunjung dan semua pemangku kepentingan, serta aset dan fasilitas rumah sakit.

Penandatanganan kerja sama itu dilakukan  Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur PT Tata Karya Group Suhadril Manyadi. Pada kesempatan itu juga dilakukan serah terima penyedia jasa pengamanan tahun 2024 PT Delta Masyarakat Mandiri dengan PT Tata Karya Group, penyedia jasa pengamanan tahun 2025.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Delta Masyarakat Mandiri yang telah melaksanakan tugas sesuai dengan kontrak satu tahun. Kami pun mengucapkan selamat kepada PT Tata Karya Group sebagai jasa penyedia pengamanan untuk tahun 2025,” kata Dovy Djanas saat memberikan sambutan.

Turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, manajemen, Direktur PT Delta Masyarakat Mandiri Nofki Perta Widana serta manajemen PT Tata Karya Group.

Ia berharap PT Tata Karya Group untuk bisa melakukan jasa pengamanan ini yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan indikator-indikator yang sudah dibuat. Tentunya sesuai dengan ketentuan rumah sakit. “Dan PT Tata Karya Group hendaknya juga bisa melanjutkan tugas sebagai penyedia jasa pengamanan,” harapnya.

Ia mengatakan pengamanan rumah sakit ini berbeda dengan tempat pengamanan yang lain. Diketahui RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit yang paling besar di Sumatera Barat dengan kompleksitas paling tinggi.

“Ini dikarenakan pasien-pasien atau pun keluarga berasal dari Sumatera Bagian Tengah. Ada dari Jambi, Bengkulu, Tapanuli Selatan, Riau dan Kepulauan Riau,” tuturnya.

Tentunya, sebut Dovy, tugas pengamanan ini juga semakin kompleks. Maka dari itu, Ia berharap kepada PT Tata Karya Group untuk melanjutkan apa yang telah dilakukan jasa penyedia sebelumnya PT Delta Masyarakat Mandiri. “Akan tetapi banyak hal-hal yang belum tercapai, belum optimal atau belum maksimal sesuai dengan indikator yang ada,” sebutnya.

Ia menekankan orang akan melihat RSUP Dr. M. Djamil itu, pertama adalah kenyamanan dan ketertiban. Pasalnya, keamanan dan kenyamanan di rumah sakit ini adalah harga mati. Makanya tugas satpam yang sangat penting. Dan satpam garda terdepan keamanan dan ketertiban rumah sakit.

“Tugas-tugas tersebut harus diterjemahkan. Kami melihat banyak hal yang harus diperbaiki. Standar yang harus diperbaiki. Jika tidak dilakukan, ekspektasi masyarakat terhadap RSUP Dr. M. Djamil tidak juga mengalami perbaikan-perbaikan,” pintanya.

Sementara itu, Direktur PT Tata Karya Group Suhadril Manyadi mengucapkan terima kasih kepada RSUP Dr. M. Djamil telah mempercayai administrasi dan mendapatkan kesempatan untuk melakukan kerja sama. “Mudah-mudahan ke depannya kami bisa melaksanakan tugas ini, sebagaimana yang telah dilakukan oleh penyedia jasa pengamanan sebelumnya. Apa yang terbaik akan tetap kita laksanakan. Apa yang harus diperbaiki lagi mudah-mudahan rekan-rekan satpam bisa bekerja sama,” harapnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Lepas Peserta Fellowship Neonatologi

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya sebagai rumah sakit pendidikan utama di wilayah Sumatera Bagian Tengah. Teranyar, rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini melepas seorang peserta fellowship neonatalogi, dr. Evi Silviana Sp.A.

Pelepasan dilakukan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua di Ruang Kerja Direktur Utama, Senin (30/12). Turut mendampingi Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino, Sp.JP (K), Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Dr. dr. Finny Fitry Yani Sp.A (K), DPJP Neonatal dr. Eny Yantri, Sp.A (K) dan Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep.

“Atas nama manajemen RSUP Dr. M. Djamil mengucapkan selamat kepada dr. Evi Silviana Sp.A atas telah selesainya mengikuti program pelatihan fellowship neonatalogi,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia berharap melalui program pelatihan fellowship ini ke depannya dapat lebih meningkatkan kemampuan profesional dokter spesialis dan meningkatkan efisiensi pelayanan neonatalogi. “Pada akhirnya memberikan kepuasan terhadap pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” harap Dovy.

Sementara itu, peserta fellowship dr. Evi Silviana Sp.A mengatakan saat ini ia mengikuti fellowship di RSUP Dr. M. Djamil bagian neonatologi sejak 1 Juli hingga 31 Desember 2024.

“Pengalaman selama fellowship di RSUP Dr. M. Djamil banyak sekali pengatahuan dan keterampilan yang saya dapat sebelumnya yang tidak saya dapat dari workshop dan pelatihan yang pernah diikuti sebelumnya,” kata dr. Evi yang bertugas di RSUD dr. Sobirin Musiwaras Sumatera Selatan ini.

Ia mengatakan selama fellowship, ia juga mendapatkan pengetahuan dan ilmu-ilmu baru yang belum saya dapat sebelumnya. “Sehingga ilmu yang diperoleh selama fellowship dapat menunjang tugas saya nantinya. Hal ini akan berdampak pada peningkatan layanan rumah sakit,” tuturnya.

Ia berharap ke depannya RSUP Dr. M. Djamil dapat membuka fellowship lebih dari satu orang untuk satu periodenya. “Di samping itu, berharap adanya perpustakaan pada bagian neonatologi. Sehingga kita bisa mendapatkan ilmu dari buku-buku atau jurnal baru yang ada di perpustakaan tersebut,” tukasnya.(*)

IGD RSUP Dr. M. Djamil Juara Implementasi 7R

Komite Mutu dan Manajemen Risiko RSUP Dr. M. Djamil telah mengadakan Lomba Implementasi 7R yang berlangsung dari 18 sampai 19 November 2024. Pengumuman dan penyerahan penghargaan dilaksanakan saat apel pagi di pelataran lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (30/12).

Pemenang lomba tersebut yakni Juara 1 Instalasi Gawat Darurat (IGD), Juara 2 Komite Keperawatan, Juara 3 Instalasi Bedah Sentral. Harapan 1 Instalasi Rawat Intensif, Harapan 2 Ruang Rawat Kebidanan dan Anak serta Harapan 3 Ruang Rawat Inap Embun Pagi.

Penghargaan itu diserahkan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino, Sp.JP (K) dan Ketua Komite Mutu dan Manajemen Risiko dr. Sucitra Melani, MKM.

“Kami atas nama direksi dan manajemen mengapresiasi atas Lomba Implementasi 7R yang diselenggarakan Komite Mutu dan Manajemen Risiko,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Dovy mengatakan perlombaan ini bukan hanya simbol saja. Akan tetapi semua unit bisa berlomba-lomba mengimplementasikan 7 R ini. “Ini menunjukkan bahwa RSUP Dr. M. Djamil dengan 7R nya lebih baik dan lebih baik lagi,” ucap Dovy.

Kepada pemenang, sebutnya, bisa menjadi contoh dalam pengimplementasian 7 R bagi unit lainnya. “Dan ini menjadi semangat kita untuk maju dan memperhatikan 7R ke depannya,” tutur dokter spesialis Fetomaternal ini.

Untuk diketahui budaya kerja 7 R ini singkatan dari Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin, Respect, dan Regulasi. Lomba itu dilangsungkan dalam rangka HUT ke-71 RSUP Dr. M. Djamil dan HUT ke-60 Kesehatan Nasional. (*)

Apel Pagi Akhir Tahun, Dirut M. Djamil: Terima Kasih atas Dedikasi dan Kontribusi di 2024

RSUP Dr. M. Djamil melaksanakan apel pagi di pelataran lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (30/12). Apel pagi yang dipimpin Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bertindak sebagai pembina apel.

“Tak terasa tahun 2024 akan berlalu. Tentunya banyak hal-hal yang sudah kita lakukan di tahun 2024. Alhamdulillah, sampai saat ini banyak hal yang positif terhadap perubahan transformasi di RSUP Dr. M. Djamil,” kata Dirut RSUP Dr. M. Djamil saat memberikan sambutan.

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino, Sp.JP (K), manajemen dan civitas hospitalia.

Ia mengatakan atas nama direksi, manajemen dan seluruh civitas hospitalia mengucapkan terima kasih atas kontribusi, dedikasi dan hal-hal yang telah dilakukan pada tahun 2024.  “Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih,” tuturnya.

Terkait tahun 2025, Dirut mengingatkan masing-masing direktorat untuk bisa menyelesaikan semua hal-hal yang terkait dengan laporan pertanggung jawaban di tahun 2024. “Supaya kita nanti bisa meneruskan program di tahun 2025. Dan dalam minggu ini sudah bisa melakukan program yang terkait di tahun 2025,” sebutnya.

Ia mengatakan dalam waktu dekat akan dilaksanakan rapat kerja. Untuk itu, masing-masing KSM, KPS, Komite, SPI dan jajaran Direktorat untuk menyiapkan program kerja di tahun 2025. “Ini terkait dengan target tahun 2025 yang telah ditetapkan. Di mana realisasi target pendapatan di tahun 2025 Rp 885 miliar. Dan InshaAllah, pendapatan RSUP Dr. M. Djamil pada tahun 2024 mencapai Rp 805 miliar. Dan tahun 2026 ditargetkan pendapatan Rp 1 triliun,” ungkap Dovy.

Dovy berharap tanpa semangat, tanpa kolaborasi dan sinergitas selama ini yang telah dilakukan, target pendapatan pada tahun 2024 itu dapat terealisasi. “Nah sekarang target di tahun 2025, bukan saja target pendapatan. Tetapi kepada kepuasan pasien. Artinya kita lebih baik lagi kalau memang kepuasan pasien bisa dipenuhi. Jangan kuantitas tapi kualitas,” tegasnya.

Ia mengajak mari bersama-sama mewujudkan ini. Ia yakin RSUP Dr. M. Djamil mempunyai sumber daya manusia yang sangat bagus dan luar biasa. “Tentu ini modal kita meski sarana prasarana masih tertinggal dari rumah sakit vertikal lainnya. Tetapi dengan semangat tinggi kita punya sumber daya manusia yang sangat bagus. Dan itu membuktikan apa yang kita capai di tahun 2024,” ucap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Untuk itu, ia menekankan mari penuhi apa yang kurang, yang belum sempurna disempurnakan. “Bahkan sudah banyak tokoh masyarakat dan stakeholders mengapreasiasi rumah sakit ini. Dan ini tentu menjadi kebanggaan kita untuk bisa melangkah lagi di tahun 2025,” tukas Dovy. (*)

Wirid Mingguan RSUP Dr M Djamil, Hadirkan Ustad Urwatul Wusqa

Sejarah Islam tak hanya mencatat kejayaan peperangan dan penaklukan, namun juga peran krusial para tokoh yang menjadi pondasi kokoh bagi perkembangan agama ini. Di antara mereka, Sayyidah Khadijah RA menempati posisi yang sangat istimewa.

“Bukan hanya sebagai istri Rasulullah SAW. Namun juga sebagai perempuan pertama yang memeluk Islam. Ia menjadi pilar kekuatan yang tak tergantikan dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW,” kata Ustad Dr. H. Urwatul Wusqa, Lc., M.A saat Wirid Mingguan di Masjid Asy Syifa, Jumat (27/12).

Turut dihadiri Direktur Utama RSUP Dr. M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT KL (K), pengurus DWP RSUP Dr. M Djamil dan civitas hospitalia.

Ia mengatakan Sayyidah Khadijah RA memiliki kedudukan sosial yang tinggi di Makkah. Kehormatan tersebut bukan semata-mata karena nasabnya yang mulia. Melainkan juga karena kehebatannya sebagai seorang pebisnis perempuan yang sukses.

“Ia bukan hanya seorang pengusaha sukses, tetapi juga seorang figur panutan yang bijaksana dan berwibawa,” ucap Urwatul Wusqa.

Namun, peran Sayyidah Khadijah RA yang paling monumental adalah dukungan tak tergoyahkan yang diberikannya kepada Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan dakwah Islam. Keteguhan hati dan kesetiaan Sayyidah Khadijah RA merupakan teladan bagi seluruh umat Islam.

“Ia menunjukkan bagaimana seorang istri seharusnya mendukung dan mendampingi suaminya, terutama dalam menghadapi cobaan dan kesulitan. Pengorbanannya yang besar bukan hanya dalam hal materi, tetapi juga dalam hal emosional dan spiritual. Ini menjadi bukti nyata akan cinta dan kesetiaannya yang tak tergoyahkan,” tuturnya.

Ia menekankan Sayyidah Khadijah RA merupakan sosok perempuan yang luar biasa, seorang istri, seorang pengusaha sukses, dan seorang pendukung setia dakwah Rasulullah SAW. “Kehidupannya menunjukkan bahwa kekuatan, kebijaksanaan, dan kesetiaan dapat berpadu untuk menciptakan perubahan yang besar dan bersejarah,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan wirid mingguan ini menjadi tempat silaturahmi bersama civitas hospitalia. “Melalui wirid mingguan ini kita dapat memperoleh pengetahuan sehingga bisa mengisi atau me-recharge pikiran kita kembali sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan,” harapnya.(*)

RSUP Dr M Djamil-Harrison AI Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Penelitian Klinik

RSUP Dr M Djamil-Harrison AI Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Penelitian Klinik

RSUP Dr M Djamil terus mengokohkan diri sebagai rumah sakit pendidikan dan penelitian di Indonesia. Teranyar, RSUP Dr M Djamil bersama dua rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan menandatangani perjanjian kerja sama penelitian klinik dengan Harrison AI Pty Ltd/Annalise-AI Ltd perusahaan teknologi pelayanan kesehatan dari Australia di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin (23/12).
Penandatanganan kerja sama secara daring itu dilakukan oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Selain RSUP Dr M Djamil, dua rumah sakit vertikal lainnya menandatangani perjanjian kerja sama yakni RS Kanker Dharmais Jakarta dan RS Pusat Otak Nasional Prof Dr dr Mahar Mardjono Jakarta.
Disaksikan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dr. Azhar Jaya, SH SKM, MARS dan Dirjen Farmalkes Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt. MPharm. MARS, serta Direktur Layanan Operasional RSUP Dr M Djamil drg. Ade Palupi Muchtar, MARS.
Dalam kerja sama itu, dua kegiatan penelitian klinik dilakukan di RSUP Dr M Djamil. Pertama, berjudul A Retrospective, Multi-site Investigation of the Standalone Performance of Artificial Intelligence Computer Aided Detection Tool/s for Interpretation of Chest X-Ray in an Indonesian Population (OPT-CLI-145) dengan peneliti utama dr. Dina Arfiani Rusdji, Sp.Rad dan dr. Tuti Handayani, Sp.Rad Subsp.TR(K).
Penelitian kedua berjudul A Retrospective, Multi-site Investigation of the Standalone Performance of Artificial Intelligence Computer Aided Detection Tool/s for the Interpretation of Non-contrast Computed Tomography of the Brain and Identification of Findings Associated with Stroke in an Indonesian Population (OPT-CLI-146) dengan peneliti utama dr. Dina Arfiani Rusdji, Sp.Rad dan dr. Tuti Handayani, Sp.Rad Subsp.TR(K).
Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua usai penandatanganan perjanjian kerja sama mengatakan pihaknya merasa terhormat dan bangga dipilih manjadi site penelitian terkait teknologi AI untuk Radiologi/Chest X-Ray dan CT Brain yang dipercaya oleh Kementerian Kesehatan.
“Penelitiannya ini retrospektif. Insya Allah 2-3 bulan ke depan sudah bisa selesai. Dan ini akan dibandingkan sensitivitas dan spesifisitas antara ekspertis oleh radiolog dengan pemanfaatan teknologi AI. Apalagi pada layanan-layanan kesehatan yang belum punya dokter radiologi. Bahkan di beberapa negara di dunia teknologi AI ini sudah diterapkan,” tutur Dovy.
Ia menyebutkan saat ini di Indonesia, kebutuhan sumber daya manusia dokter radiologi belum tercukupi sampai saat ini. “Mudah-mudahan ini menjadi solusi terhadap permasalahan yang ada. Dan tentu kita tunggu hasil dari penelitian klinis ini,” ucap Dovy.
Dovy berharap mudah-mudahan penelitian ini bisa mendorong semangat RSUP Dr M Djamil, menjadi salah satu rumah sakit pendidikan di luar pulau Jawa yang aktif dalam penelitian klinis. “Tentunya ini akan berdampak terhadap peningkatan layanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat,” tukas dokter spesialis Fetomaternal ini. (*)

RSUP Dr M Djamil-RSUD Dumai Jajaki Kerja Sama Referal Pelayanan Jantung

RSUP Dr M Djamil menerima kunjungan tim Dewan Pengawas RSUD Dumai dr Abdullah Qayyum MM SpKKLP di Ruang Rapat Direksi, Senin (23/12). Kunjungan ini dalam rangka penjajakan kerja sama dengan RSUP Dr M Djamil untuk referal pelayanan penyakit jantung.

Kedatangan tim Dewan Pengawas RSUD Dumai itu disambut oleh Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K). Turut mendampingi Manajer Pelayanan Medik dr Nirza Warto SpTHT KL (K) dan Ketua KSM Kardiovaskuler dr Hauda El Rasyid SpJP (K) dan staf Kardiovaskuler.

“Penyakit jantung merupakan penyakit katastropik di Indonesia. Tentu turunannya katastropik di Sumatera Barat dan katastropik di Dumai,” kata Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K).

Ia mengatakan ada tiga komponen mengatasi katastropik. Yaitu perlu pengadaan alat, pengadaan rumah sakit dan pengadaan sumber daya manusia. Ternyata dua komponen yakni alat dan rumah sakit itu cepat terealisasi.

Misalnya Cath Lab sudah hampir mencapai 250 unit. Rumah sakit sudah bertambah sembilan rumah sakit baru.”Sementara sumber daya manusia yang belum berubah,” ucapnya.

Melihat kondisi demikian, tutur Dr dr Bestari, RSUD Dumai melakukan penjajakan kerja sama referal pelayanan jantung dengan RSUP Dr M Djamil. Dan Ia mengharapkan penjajakan kerja sama itu agar segera diproses. Supaya tata laksana pelayanan jantung dapat segera dilaksanakan.

“Sebab dari sekitar 2 juta penduduk Dumai, mungkin setiap hari ada sekitar 3 sampai 4 Cath Lab yang harus dilakukan. Sekarang rendah karena belum bisa dioperasionalkan,” tuturnya.

Tim Dewan Pengawas RSUD Dumai dr Abdullah Qayyum MM SpKKLP mengatakan RSUD Dumai telah menginstalasi Cath Lab sejak tiga tahun lalu. Sehingga menjadi pertanyaan bagi stakeholder. Dimana alat sudah diinstal tapi belum juga dioperasionalkan. “Ini secara tersendiri menjadi beban bagi rumah sakit,” ucapnya.

Atas kondisi demikian, sebutnya, atas kesepakatan bersama maka pihaknya mengajukan permohonan ke RSUP Dr M Djamil. “Kami mengetahui RSUP Dr M Djamil adalah rumah sakit utama di Sumatera. Kelengkapan dan teknologi di sini, kami berharap rumah sakit ini membantu RSUD Dumai,” tuturnya.

Ia menekankan kedatangan pihaknya ke RSUP Dr M Djamil ini untuk menjajaki kerja sama agar pasien-pasien referal di RSUD Dumai dapat terlayani. Apalagi pasien jantung di Dumai tiap tahunnya mengalami peningkatan. “Diharapkan dengan adanya kerja sama ini nantinya dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di Dumai hendaknya,” harapnya.(*)

Pentingnya Khitan pada Anak Laki-laki

Khitan atau dalam istilah medis disebut dengan sirkumsisi, memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Maka dari itu, khitan sangat disarankan untuk dilakukan oleh pria, baik dari segi medis, bahkan agama.

“Khitan adalah pemotongan sebagian dari preputium (kulit yang menutupi penis) sehingga keseluruhan glans penis menjadi terlihat,” kata dokter spesialis urologi RSUP Dr M Djamil dr Peri Eriad Yunir SpU (K) di sela-sela Khitanan Massal yang diadakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr M Djamil, Minggu (22/12).

Tindakan ini, sebut dr Peri, biasa dilakukan pada usia anak-anak menjelang akil balig pada umat Islam. “Namun, kini, tak jarang juga orangtua yang mengajak anak laki-lakinya untuk dikhitan sejak usia balita, meskipun tanpa adanya indikasi medis,” sebutnya.

Ia menjelaskan sebagian besar khitan dilakukan bukan berdasar medis akan tapi lebih ke arah keagamaan, budaya dan adat istiadat. “Namun sebagian lagi dilakukan akibat indikasi medis. Dimana anak laki-laki itu terdiagnosa atau diketahui adanya infeksi kemih berulang,” tuturnya.

Ia mengatakan khitan ini memiliki sejumlah manfaat. Di antaranya dapat mengurangi risiko infeksi untuk jangka pendek. Sementara  jangka panjangnya mengurangi risiko terjadinya kanker penis.

“Salah satu faktor risiko kanker penis yaitu laki-laki tidak disunat. Dengan dilakukannya sirkumsisi atau khitan itu akan mencegah menderita kanker penis ketika dewasa,” sebutnya.

Ia menjelaskan banyak teknik dalam khitan ini. Di antaranya teknik sirkumsisi dan teknik klamp. “Di Urologi biasa melakukan teknik sirkumsisi. Teknik ini merupakan metode pemotongan untuk membuang prepusium atau kulit khitan yang menutupi kepala penis,” papar dr Peri.

Ia mengatakan orangtua maupun anak perlu melakukan perawatan setelah sunat supaya luka lekas sembuh. Beberapa cara merawat luka sunat agar cepat kering. Yakni, jaga luka tetap kering, gunakan celana yang nyaman, bersihkan luka sunat.

“Kemudian hindari aktivitas berat, minum obat sesuai anjuran dokter. Dan konsumsi makanan bergizi,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45