Tingkatkan Budaya Kerja dalam Menunjang Mutu Layanan Rumah Sakit

Workshop Nakes Lainnya Diikuti Peserta dari 50 rumah sakit pemerintah dan Swasta dari 15 Provinsi di Indonesia

RSMDJ — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang menggelar workshop Nasional Komite Tenaga Kesehatan Lain­nya, Sabtu (19/8) dan Minggu (20/8) di Hotel Mercure Padang. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Utama  RSUP Dr M Djamil, Dr dr H Dovy Djanas SpOG KFM MARS.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Ke­men­kes RI drg Arianti Anaya MKM sebagai Keynote Speech,  Sementara  Menkes RI diwakili Direktur Tata Ke­lola Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr Sunarto MKes.

Narasumber kegiatan ini yakni Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh  Indonesia (PERSI)  dr Bambang Wibowo SpOG KFM MARS FISQua, Ketum Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) dr Andi Wahyuningsih Attas SpAn KIC MARS, Ketua PERSI Wilayah Sumbar Dr dr Yusirwan Yusuf SpB SpBA (K) MARS FISQua.

Selanjutnya, Dra. Apt. Yulia Trisna , M.Pharm, FISQua dari Praktisi Kesehatan serta Trainer Komunikasi, Khairani Hasyim, SKM, M.Si

Dirut RSUP Dr M Djamil, dr Dovy Djanas mengatakan, rumah sakit harus melakukan audit klinis atau audit mutu profesi. Tentunya melakukan audit terhadap performance untuk meyakinkan apa yang seharusnya dikerjakan. Dan apabila tidak lakukan maka di­per­lukan perbaikan.

“Audit klinis ini berkaitan dengan upaya peningkatan mutu dan standardisasi yang bertujuan agar tercapainya pelayanan medis yang prima di rumah sakit,” ujar dr. Dovy.

Ia mengatakan, dengan adanya audit akan bermanfaat dalam hal keselamatan pasien, tenaga kesehatan akan upaya memenuhi standar profesi masing-masing.

“Bekerja sesuai dengan standar prosedur operasional (SPO),­ mengurangi medical error serta mencegah tuntutan pasien,”terangnya.

Ia mengatakan di da­lam workshop tersebut akan mem­bahas implementasi au­dit klinis sesuai starkes dan transformasi kesehatan. Hal ini terkait dengan budaya kerja yang menunjang mutu layanan rumah sa­kit.

Di­harapkan peserta wor­kshop mengerti dan me­­ma­hami hal tersebut ser­­ta me­mahami persepsi dan meng­imple­men­­­­tasikan segala hal yang sudah didiskusikan ber­­sa­ma.

“Kami yakin dengan kerja keras dan komitmen bersama, upaya mewujudkan transformasi kesehatan dalam rangka pening­katan mutu dan layanan rumah sakit bersama-sa­ma kita wujudkan,” pungkas Dirut.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr Lila Yanwar MARS yang turut hadir dalam pembukaan acara tersebut  mengatakan  saat ini Sumbar telah menyikapi transformasi layanan primer. Yakni telah membentuk hampir 70 Pustu prima dan hampir di setiap kabupaten kota saat ini menyiapkan skrining. “Dan 802 posyandu yang terintegrasi,” ucapnya.

Untuk rujukan, sebut Lila, Sumbar memiliki 11 rumah sakit yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan pelayanan KJSU (kan­ker, jantung, stro­ke dan urologi) di bawah bimbingan RSUP Dr M Dja­mil.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada RSUP Dr M Djamil telah memperhatikan rumah sakit yang ada di Sumbar,” ujarnya sembari mengapresiasi kegiatan workshop yang digelar selama dua hari tersbut.

Sementara Ketua Komite Nakes Lainnya RSUP Dr M Djamil yang juga Ketua Pelaksana Workshop Nasional Henny Fitri Yanti SSiT MKes RD mengatakan, workshop nasional ini bertujuan berkaitan dengan budaya kerja dalam menunjang mutu layanan di rumah sakit.

Ia mengatakan workshop nasional ini diikuti profesi dokter, perawat, bidan dan 13 profesi tenaga kesehatan lainnya. “Ada 31 rumah sakit pemerintah dan swasta di Sumbar serta 19 rumah sakit pemerintah dan swasta di luar Sumbar. Totalnya 50 rumah sakit pemerintah dan swasta dari 15 provinsi,” ungkapnya.

Ia mengatakan selain workshop juga akan ada city tour dengan mengunjungi Museum Adityawarman, Masjid Raya Sumatera Barat. Kemudian Pantai Air Manis dengan legenda batu Malin Kundang dan menikmati sunset di Pantai Padang. “Ini juga bagian dari upaya kita mengenalkan dan mempromosikan wisata Kota Padang kepada peserta tentunya,” pungkasnya.

Sementara itu, Nurfauziyah Faraswati salah seorang peserta utusan RSUP Dr Sardjito Yogyakarta mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami sangat senang dengan hadirnya kegiatan ini, ilmu yang disampai narasumber sangat bermanfaat apalagi kegiatan ini juga menggelar kegiatan citytour yang tentunya membuat kami merasa senang dan bahagia,’’ pungkasnya. (RSMDJ/Khairian)

Enam Nakesdan RSUP Dr M Djamil Menuju Tingkat Nasional

RSMDJ — Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas Sp.OG KFM, MARS melepas enam Tenaga Kesehatan Teladan (Nakesdan) yang lolos untuk mengikuti kompetisi di tingkat Nasional, Jumat (11/9) di Aula Lantai IV RSUP Dr M Djamil.

Enam Nakesdan ini merupakan peserta yang lolos seleksi di tingkat internal yang mewakili berbagai bidang profesi kesehatan, diantara utusan tersebut adalah  dr. Novialdi, Sp.THT-KL profesi dokter pendidik klinis, dr. Kino, Sp.JP profesi dokter pendidik klinis, Rifza S.ST, M. Biomed profesi Nutrisionis, Devi Olivia Amd.PK profesi perekam medis, Chindy Violeta, S.STr.TEM jenis Teknis Elekromedis dan Trisna Dwiputri SKM jenis profesi Tenaga Kesehatan Masyarakat.

Dalam sabutan Direktur Utama RSUP Dr M Djamil mengucapkan selamat kepada nakesdan untuk berjuang di tingkat nasional. Menurutnya, enam nakesdan tersebut merupakan representasi RSUP Dr M Djamil dan pihaknya merasa bangga atas lolosnya dan menuju tingkat nasional.

“Tentunya kita civitas hospitalia merasa bangga kepada enam nakesdan ini, kami berharap banggalah menjadi bagian dari RSUP Dr M Djamil, siapalagi yang akan mengharumkan nama kita kecuali kita sendiri,” kata Dr. dr. Dovy Djanas.

Ia mengungkapkan, Ketua Dewan Pengawas RSUP Dr M Djamil yang juga meruapakan Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes RI turut merasakan kebanggan karena RSUP Dr M Djamil mampu mewakil 6 utusan dari berbagai jenis profesi dan berjuang di tingkat Kementerian Kesehatan.

“Ini buktinya kita mampu bersaing, sekali lagi kami mengapresiasi mudahan mampu meraih hasil terbaik, kita mendokan untuk diberikan kekuatan dan kesehatan tentunya,” pungkasnya.

dr. Novialdi, Sp.THT-KL, salah seorang perwakilan Nakesdan mengatakan bahwa mewakili RSUP Dr M Djamil di tingkat nasional merupakan berkah sekaligus menjadi beban. Pihaknya dan lima nakesdan utusan RSUP Dr M Djamil bertekad untuk menjalankan amanah tersebut sebaik mungkin.

“Semoga semuanya lancar, diberikan kemudahakan dan memberikan yang terbaik,” ujarnya dengan iringan Aamiin dari jajaran direksi dan civitas hospitalia yang hadir dalam seremonial pelepasan nakesdan tersebut. (RSMDJ/Khairian)

Plt. Direktur Layanan Operasional RSUP Dr M Djamil Raih Penghargaan dari Pemko Padang

RSMDJ — Plt. Direktur Layanan Operasional RSUP Dr M Djamil dr. Asrawati, M. Biomed, Sp. A (K) terima penghargaan dari pemerintah Kota Padang dalam momentum Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang, dalam memperingati  Hari Jadi Kota Padang yang ke 354 tahun, Senin (7/8) di Gedung Rapat DPRD Kota Padang.

Tidak hanya sendiri, 10 tokoh masyarakat lain juga diganjar penghargaan dari berbagai latar bidang. Penghargaan kepada dokter spesialis tumbuh kembang itu itu dinilai mampu memberikan kontribusi berarti untuk kemajuan dan perkebangan kota khususnya di bidang kesehatan.

Pada serimonial ini, penyerahan penghargaan dan pemasangan pin emas diberikan langsung Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, SP sisaksikan Walikota Padang beserta unsur Forkopimda Kota Padang.

“Tentunya penghargaan ini sangat berarti dan kami dedikasikan kepada tenaga kesehatan khususnya di Kota Padang yang selalu mencintai profesi ini, “ kata dr Asrawati yang juga merupakan Wakil ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Barat itu.

Sementara itu, Walikota Padang Hendri Septa, B.Bus. (Acc), MIB dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas dukungan tokoh masyarakat Kota Padang yang telah mendedikasikan dan berkontribusi dalam upaya pembangunan kemajuan Kota Padang dari berbgai sektor.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Padang mengucapakan terimaksih banyak atas kontribusi yang diberikan Bapak/ibu untuk kemajuan Kota Padang yang kita cintai ini,” pungkasnya.(RSMDJ/Khairian)

Senam dan Penyuluhan Kesehatan Paru dalam Rangka Peringatan Hari Kanker Paru Sedunia

RSMDJ — Dalam rangka memperingati hari kanker paru (World Lung Cancer) yang jatuh satiap 1 Agustus setiap tahunnya, Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Unand/ RSUP Dr M Djamil gelar kegiatan penyuluhan deteksi dini kanker paru.

Kegiatan penyuluhan yang digelar di depan Halaman Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Barat di momentum Car Free Day, Minggu (30/7) diawali dengan pelaksanaan senam bersama.

Penyuluhan ini langsung disampaikan oleh Ketua Kelompok Staff Medis / Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi RSUP Dr M Djamil, dr. Afriani SpP (K) Onk.

Ayo sanak sehat Djamil jaga terus kesehatan paru kita dengan mengenali resiko dan penyebabnya.

“Tiada yang lebih penting dari paru sehat untuk Indonesia Hebat”

(RSMDJ/Khairian)

BKKBN Perwakilan Kepulauan Riau Gandeng RSUP Dr M Djamil dalam Peningkatan Kompetensi Bidan

Penantangan Perjanjian Kerjasama Bidang Pelayanan Kontrasepsi

RSMDj — Badan Koordinasi Keluar Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Kepulauan Riau gandeng RSUP Dr M Djamil dalam rangka peningkatan kompetensi bidan di wilayah tersebut dalam bidang pelayanan kontrasepsi.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang, Dr dr Dovy Djanas, SpOG KFM MARS hadir langsung penandatangan perjanjian kerjasamam (PKS) dalam seremonial penandatangan pelatihan pelayanan kontrasepsi atau Contraceptive Technology Update (CTU) tahun 2023, Minggu (30/7) di hotel BCC Batam Kepulauan Riau bersama BKKBN Kepulauan Riau yang dikepalai Rohima M.Si.

Sesuai dengan PKS yang disepati, Pelatihan pelayanan kontrasepsi ini akan diselenggarakan Bagian Pendidikan dan Penelitian (Diklit) RSUP Dr M Djamil. Pelatihan ini nantinya akan diselenggarakan ke dalam dua Angkatan yang diselengarakan secara hybrid.

Acara dan kerjasama ini turut dihadiri ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Kepulauan Riau yang juga fasilitator kerjasama ini, dr Yanuarman,SpOG  bersama dr Budi Gunawan,SpOG. Sementara dari RSUP Dr M Djamil turut dihadiri plt. Sub Hukormas RSUP Dr M Djamil, Rahdiyul Ermanto, SKP, MH dan Kaur Hukormas, Nova Afriani SH, MH dan tim. (RSMDJ/Khairian)

Dirut RSUP Dr M Djamil Serahkan SK Ketua Kelompok Staf Medis Sekaligus Sosialisasi Anti Perundungan

RSMDJ — Direktur Utama RSUP Dr M Djamil menyerahkan langsung SK Ketua Kelompok Staf Medis (KSM), Jumat (27/7) di Aula Lantai IV Instalasi Rawat Jalan.

Penyerahan SK tersebut turut dihadir langsung oleh Jajaran Direksi RSUP Dr M Djamil dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Sebagaimana diketahui pemilihan Ketua KSM telah dilakukan beberapa waktu lalu dengan mekanisme musyawarah pada setiap kelompok medis.

“Tentunya kami mengucpakan terimakasih kepada Ketua KSM yang lama atas dedikasi dan pengabdiannya, tentunya hal-hal kemajuan yang telah diwujudkan dapat semakin ditingkatkan dan diteruskan oleh KSM yang baru,”ujar Dr. dr. Dovy Djanas SpOG KFM MARS dalam sambutannya.

Dikatakannya, tranformasi kesehatan menjadi suatu keharusan yang mesti diwujudkan bagi seluruh pihak di Kemneterian Kesehatan,. Untuk itu koordinasi meski ditingkatkan untuk mewujudkan pilar tranformasi tersebut.

“Tentu kita berharap, tranformasi kesehatan tersebut terwujud danmelakukan hal yang terbaik, apalagi saat ini perkembangan teknologi yang semakin tiada batasnya,”terangnya.

Disamping itu konsultan Fetomaternal tersebut mengharapkan kepada Ketua KSM untuk menghadirkan program unggulan dan ditegaskannya pihaknya akan terus mendukung untuk meningkatkan hal-hal untuk kemajuan Pendidikan kedokteran.

“Dan juga tentunya kami mengingatkan tentang anti perundungan yang terus digencarkan Kementerian Kesehatan, dan kami di majemen sudah berkomitmen untuk mengantispasi hal ini, dan siap melindungi pelapor jika ada aduan yang diterima,”tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr.dr. Afriwardi Sp.KO, MA mengatakan pihaknya siap mendukung RSUP Dr M Djamil untuk terus berkolaborasi dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan.

“Tentunya kami yakin dan percaya KSM akan mampu mewujudkan tranformasi yang terus digaungkan Kementerian Kesehatan,”pungkasnya.

Di sisi lain, usai pelaksanaan penyerahan SK Ketua KSM RSUP Dr  M Djamil, Direktur Utama juga bertindak sebagai narasumber dalam penyampaian sosialisasi anti perundungan di dunia Pendidikan kesehatan bersama dengan Sub Koordinator Hukormas, Rahdiyul Ermanto, S.Kp, MH. (RSMDJ/Khairian)

RSUP Dr M Djamil Komitmen Wujudkan Lingkungan Bebas dari Perundungan

RSMDJ — Sebagai rumah sakit pendidikan, seluruh civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil harus memiliki komitmen untuk mewujudkan lingkungan yang bebas dari perundungan bagi peserta didik. Tidak hanya itu masalah perundungan juga menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan yang tertuang dalam nomor HK.02.01/ MENKES/1512/2023 tentang pencegahan dan penanganan perundungan terhadap peserta didik.

Salah satu wujudnya, Kamis (27/7) RSUP Dr M Djamil telah melakukan sosialisasi kepada civitas hospitalia dan institusi dalam ikatan kerjasama dengan RSUP Dr M Djamil bertempat di Aula Lantai IV Instalasi Rawat Jalan.

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh kepala Kelompok Staf Medis Fungsional dari berbagai spesialisasi dan peserta didik, serta Komite Komite dan jajaran Tim kerja RSUP Djamil dan sejumlah kampus kesehatan yang memliki program profesi dan yang terikat dalam kerjasama.

“Ya hari ini kita melakukan kegiatan sosialisas pencegahan dan penanganan perundungan terhadap peserta didik serta rapat kuota peserta didik untuk tahun ajaran 2023/2024,”terang Ns. Hendria Putra, M.Kep, SpKMB, Koordinator Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr M Djamil yang ditemui di sela-sela kegiatan.

Dalam kegiatan ini bertindak sebagai narasumber tentang materi pencegahan dan penanganan perundungan yakni plt. Sub Koordinator Hukum, organisasi dan Hubungan Masyarakat (Hukormas), Rahdiyul Ermanto, S.Kp, MH.

“Kita berharap mendapatkan peserta didik dan melaksanakan praktik sesuai dengan komptensi yang ditetapkan, sekaligus dapat menghadirkan praktek yang aman, nyaman dan bebas tekanan. Dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik,” ujar Ns. Hendria.

Terpisah, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG KFM, MARS, menjelaskan bahwa Rumah sakit sebagai wahana pendidikan memiliki kewajiban untuk melakukan upaya pencegahan dan penanganan perundungan baik kepada peserta didik maupun kepada siapapun yang melakukan aktifitas di rumah sakit.

“Ini menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita semua untuk menghadirkan lingkungan RSUP Dr M Djamil yang aman dan nyaman bagi seluruh pihak dan ini tentu menjadi poin penting untuk diwujudkan,”pungkas sembari mengatakan bagi seluruh civitas hospitalia juga telah dilakukan penandatangan fakta integritas dalam rangka mewujudkan lingkungan yang aman nyaman dan bebas dari perundungan.

Ia juga mengaskan, jika nantinya ada yang merasa telah mengalami, melihat hal yang sudah masuk ke dalam kategori perundungan, RSUP Dr M Djamil siap memfasilitasi secara privat dan dilakukakuna pendampingan.

“Ini sudah menjadi komitmen kami, kami akan melindungi bagi siapapun yang menyampaikan laporan terkait perundungan ini,”tegas dr. Dovy. (RSMDJ/Khairian)

Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2023

RSUP Dr M Djamil Laksanakan Berbagai Kegiatan

RSMDJ —- Direktur Utama RSUP Dr M Djamil hadiri pelaksanaan kegiatan puncak Hari Anak Nasional 2023, Selasa (25/7) di Taman Poliklinik Rawat Jalan RSUP Dr M Djamil.

“Anak-anak adalah aset kemajuan dan penerus cita-cita bangsa yang dasar-dasarnya telah diletakkan generasi sebelumnya. Pada peringatan Hari Anak Nasional tahun ini diprioritaskan pada perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak. Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang harus dijamin pemenuhan hak dan perlindungannya,” kata Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dr dr H Dovy Djanas SpOG KFM MARS dalam sambutannya.

Peringatan ini berkat kerja sama RSUP Dr M Djamil, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unand dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar.

Ia mengatakan adapun tema Hari Anak Nasional 2023 adalah ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’ dengan subtema. Dare to Lead and Speak Up: Anak Pelopor dan Pelapor. 

“Membangun kepedulian dan kesadaran anak Indonesia agar berani memperjuangkan atau menyuarakan hak-haknya, Mewujudkan pola asuh yang layak pada tumbuh kembang anak. Dan untuk mengupayakan pencegahan anak-anak Indonesia menjadi korban kekerasan serta diskriminasi,” sebutnya.

Ia mengatakan wujudkan lingkungan yang aman untuk anak adalah membangun kepedulian dan kesadaran orang tua, pengasuh, guru, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah dalam upaya memenuhi hak dan mewujudkan perlindungan anak.

“Mendukung semua keluarga kuat dan memastikan anak-anak tidak menjadi korban kekerasan, perkawinan anak dan pekerja anak, mari wujudkan Indonesia Layak Anak pada 2030 dan Indonesia Menuju Generasi Emas pada 2045 tanpa perkawinan dan kekerasan terhadap anak,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dalam memenuhi hak anak.

“Namun upaya tersebut tentunya tidak dapat terimplementasi dengan maksimal tanpa kerja sama semua pemangku kepentingan,” tuturnya.

Wakil Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar, dr Asrawati SpA (K) MBiomed mengatakan pada peringatan Hari Anak Nasional, IDAI bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan meluncurkan programPediatrician Social Responsibility (PSR).

Dimana setiap dokter spesialis anak wajib mensupervisi dua puskesmas di wilayahnya.

“Diharapkan pengawalan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak serta risiko kegawatan yang akan menganggu perkembangan di masa akan datang oleh dokter anak bisa ditindaklanjuti bersama,” tutur Plt Direktur Operasional RSUP Dr M Djamil ini.

Ia mengatakan dengan kerja sama IDAI Sumbar dan RSUP M Djamil diharapkan program PSR ini dapat berjalan dengan baik nantinya.

Sementara itu Ketua Pelaksana, Katerina Welong SKM MARS mengatakan, puncak peringatan Hari Anak Nasional ini berkat kerja sama RSUP M Djamil, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unand dan IDAI Sumbar. Memeriahkan peringatan ini, sejumlah kegiatan pun diadakan.

“Pada Minggu (23/7), kami telah mengadakan Fun Walk dan Senam Sehat saat Car Free Day di ruas Jalan Rasuna Said depan kantor BP3MI Sumbar,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, sebut Katerina Welong, juga dilangsungkan pemeriksaan pemeriksaan kesehatan anak secara gratis. Berupa pengukuran berat maupun tinggi badan bayi atau anak. Serta konsultasi gizi dan tumbuh kembang anak dengan dokter spesialis anak secara gratis.

“Kegiatan yang digelar ini sebagai bentuk awareness atas kesehatan anak. Terutama dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak,” ucapnya.

Di samping itu, sebutnya, pihaknya juga mengadakan Webinar Kesehatan Anak. Menghadirkan pembicara pakar tumbuh kembang anak Prof Dr dr Soedjatmiko SpA (K) MSi, Ketua Tim Kerja Kesehatan Balita dan Anak Prasekolah Direktorat Gizi dan KIA Kemenkes dr Muhammad Yusuf MKM dan Wakil Ketua IDAI Sumbar dr Asrawati SpA (K) MBiomed.

“Saat bersamaan diadakan lomba mewarnai untuk anak-anak dan anak berkebutuhan khusus yang berkunjung ke RSUP M Djamil. Besok dilanjutkan pembagian bingkisan bagi anak-anak yang menjalani perawatan di bangsal anak RSUP Dr M Djamil,” tukasnya. (RSMDJ/Khairian)

Kolaborasi RSUP Dr M Djamil Menyukseskan5 Program Kesehatan Nasional

Seminar Sehari PKBRS, PONEK, SHK, Penurunan Stunting dan PKT

RSMDJ — Dalam rangka menyukseskan program nasional tentang Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS), Pelayanan Obesetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK), Penurunan Prevalensi Stunting dan Wasting serta Pelyanan Pusat Krisis Terpadu (PKT), RSUP Dr M Djamil gelar kegiatan seminar sehari, Senin (17/7).

Kegiatan yang dibuka langsung Gubernur Sumbar, H. Mahyeldi Ansharullah, SP, menghadirkan sejumlah pakar dibidangnya. Dan Ikuti secara daring dan luring oleh sejumlah pimpinan daerah, kepala dinas, direktur rumah sakit di lingkup wilayah Sumatera Bagian Tengah.

“Tentunya kami Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat mengapresiasi kegiatan seminar yang digelar RSUP Djamil ini, karena ini merupakan program nasional yang mesti disukseskan dan untuk mewujudkannya mesti ada kolaborasi,”ucap Gubernur dalam sambutanya pada pembukaan acara di Aula Lantai IV RSUP Dr M Djamil.

Ia mengatakan, seminar yang membahas lima program nasional tersebut adalah dalam rangka mewujudkan warga bangsa yang sehat. Diungkapkannya saat ini angka kematian bayi dan neonatus masih tinggi. Banyak faktor penyebab di antaranya masih adanya persalinan yang belum pada fasilitas kesehatan berkualitas, masih banyak ibu melahirkan dengan faktor risiko yang tinggi.

Seperti terlalu sering melahirkan, terlalu dekat jarak persalinan, dan terlalu tua saat hamil. Bahkan adanya beberapa penyakit menyertai saat kehamilan serta penyakit yang tidak terdeteksi pada saat kelahiran.

“Untuk itu penting memperhatikan dan meningkatkan cakupan ibu yang ber-KB agar kehamilan dapat diatur dan risiko dapat dikurangi. Di samping semua fasilitas persalinan harus disiapkan dengan baik. Tentunya sekaligus dengan ketersediaan tenaga kesehatan berkualitas,” kata Mahyeldi.

Ia mengatakan salah satu upaya pencegahan dengan menyiapkan pelayanan untuk kehamilan yang berisiko pada tingkat layanan primer berupa penanganan obstetri neonatal emergency dasar (Poned) atau penanganan obstetri neonatal komprehensif (Ponek).

“Dengan dilakukan skrining terhadap adanya kemungkinan bayi mengalami gangguan hipotiroid kongenital adalah bentuk intervensi menurunkan angka kematian bayi dan neonatus,” ucapnya

Ia mengatakan pemeriksaan skrining hipotiroid kongenital serta menyiapkan fasilitas rumah sakit untuk melakukan Ponek adalah langkah strategis.

“Keberadaan RSUP Dr M Djamil sebagai rumah sakit rujukan bagian regional Sumatera Tengah memberikan kontribusi besar. Tidak hanya bayi di Sumbar tapi juga Sumatera Bagian Tengah,” tutur Mahyeldi.

Dalam kesempatan itu, Walikota Padang dua periode itu juga meminta kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten dan kota untuk memperhatikan kasus stunting. Dana yang dialokasikan untuk stunting hendaknya dapat menjadi solusi dalam pencegahan kasus tersebut. Begitu juga program disiapkan hendaknya tepat sasaran.

“Beberapa intervensi telah dilakukan dalam upaya menekan stunting. Salah satunya telah dibentuknya tim percepatan pencegahan stunting baik provinsi, kota dan kabupaten. Dimana RSUP Dr M Djamil masuk dalam tim tersebut,” ucapnya.

Ia menegaskan dengan sinergisitas seluruh stakeholders dapat mengintervensi kasus stunting ini. Ia berharap pada tahun ini, angka stunting di Sumbar turun. Dimana target pemerintah pusat pada 2024 terjadi penurunan 14 persen.

“Tentunya bonus demografi pada tahun 2045 mendatang menjadi berkah dengan mendapatkan generasi berkualitas dan berdaya saing,” pungkas Mahyeldi.

Sementara Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS mengatakan angka kematian ibu menjadi perhatian nasional. Pada tahun 2022, angka kematian ibu masih tinggi berkisar 183/100.000 kelahiran. Salah satu upaya menekan angka kasus itu, dapat dilakukan dengan penguatan pilar safe motherhood. Dimana pilar pertamanya pelayanan kontrasepsi dan keluarga berencana.

“Oleh karena itu, pemenuhan akses dan kualitas program keluarga berencana sudah seharusnya menjadi prioritas dalam pelayanan kesehatan,” ucapnya. \

PKBRS, sebut Dovy, salah satu mata rantai penting untuk memperkuat pelayanan KB menjadi bagian yang integral dan pelayanan kesehatan Rumah Sakit merupakan fasilitas kesehatan strategis dalam penanganan kasus rujukan, pengayoman medis, pelayanan metode KB yang tidak dapat dilakukan oleh fasilitas kesehatan lain di bawahnya. Terutama untuk pelayanan KB pascamelahirkan.

Selain pelayanan KBRS, pelayanan Ponek 24 jam di rumah sakit turut berperan dalam menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi dan angka stunting maupun wasting.

“Seminar nasional ini penting karena juga membahas skrining hipotiroid kongenital. Ternyata hipotiroid kongenital ini meningkat pada bayi-bayi baru lahir. Diperkirakan terjadi pada 1: 3.000 hingga 4.000 bayi yang lahir. Tentunya dengan kekurangan hormon tiroid ini akan berefek pada keterbelakangan mental,” tuturnya.

Ia mengatakan skrining hipotiroid kongenital ini perlu disupport. “Dengan dukungan gubernur, kepala dinas provinsi, kabupaten kota, bisa melakukan skrining terhadap bayi -bayi baru lahir. Sehingga kita bisa melakukan preventif terhadap akibat kekurangan hormon tiroid ini,” tutur dr Dovy.

Di sisi lain, Dovy juga menekankan pentingnya pusat krisis terpadu. RSUP Dr M Djamil sebagai pusat tempat bersinergi dan berkolaborasi, bagaimana kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini bisa dilakukan dengan pembimbingan.

“Kita ketahui kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak telah menyebabkan kejadian angka kematian, gangguan kesehatan baik fisik maupun psikis sehingga perlu penanganan terpadu,” ujarnya.

Ia menegaskan RSUP Dr M Djamil sebagai rumah sakit vertikal ikut mendukung dan selalu berkomitmen dalam program-program nasional.

“Dengan seminar nasional ini diharapkan kontribusi kita sebagai tenaga kesehatan bisa memaksimalkan program-program ini di masyarakat. Dan dapat dirasakan manfaatnya di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Semntar itu, dr Eko Apriandhi, Sp.OG selaku Ketua Panita Pelaksana mengatakan, kegiatan seminar sehari tersebut dilaksanakan dalam tiga sesi yang dihadiri secara daring dan luring. (RSMDJ/Khairian)

Kemenkes RI Fasilitasi Warga Badui Mendapatkan Akses Layanan Kesehatan

RSMDJ — Pemerintah menjamin seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang baik melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Khusus untuk masyarakat Badui Dalam, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten, Kemenkes telah memfasilitasi mereka untuk menjadi peserta JKN penerima bantuan iuran (PBI) agar mendapatkan layanan kesehatan secara gratis.

Mulanya, masyarakat Badui lebih memilih tradisi pengobatan tradisional menggunakan tumbuhan. Namun setelah ada salah satu warga yang masih bocah yang sembuh dari lumpuh karena berhasil dioperasi dengan biaya JKN, masyarakat Badui dalam antusias mendaftarkan diri sebagai peserta JKN PBI.

Namanya Sardin (11), bocah yang sembuh dari lumpuh itu kini dapat beraktivitas seperti biasanya tanpa khawatir. Ia bisa mendapatkan kembali masa kecil yang bahagianya itu berkat pelayanan kesehatan sebagai peserta JKN PBI.

Rahmi Hidayati, seorang pemerhati masyarakat Badui menceritakan bahwa Sardin mengalami lumpuh total selama satu tahun sejak 2020 akhir hingga 2021 akhir. Lumpuhnya itu disebabkan karena terjatuh saat memikul kayu membantu orang tuanya.

“Saya foto Sardin yang terkulai lemas karena lumpuh, saya kirim foto itu ke pak Menkes saya bilang kita bisa bantu apa?
Kata pak Menkes pokoknya diurus sama pak dirjen nanti semua biaya kami tanggung,” ujar Rahmi di Desa Kanekes, Sabtu (10/6).

Selanjutnya Sardin dibawa ke RSUP Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Pada saat proses administrasi, Rahmi diminta mendaftarkan Sardin sebagai peserta JKN PBI.

“Saya lapor ke pak Menkes kemudian beliau langsung urus dan menghubungi langsung BPJS Kesehatan Banten. Akhirnya dalam waktu 2 hari itu selesai BPJS nya,” ungkap Rahmi.

Setelah menjalani operasi dan perawatan selama 3,5 bulan, Sardin mulai bisa menggerakan kedua tangan dan kakinya. Mendengar kabar tersebut, kakek Sardin yang merupakan Jaro atau pimpinan suku Badui minta warganya didaftarkan sebagai peserta JKN PBI.

“Terus saya bilang ke pak Menkes bahwa warga Badui ingin daftar BPJS Kesehatan dan akhirnya diproses. Tapi ketika mau diproses mereka gak punya KTP. Terus saya lapor ke pak Menkes ternyata beliau koordinasi sama Mendagri agar warga Badui mendapatkan NIK,” ucapnya.

Perekaman kependudukan pun dilakukan dengan melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak. Sebanyak 200 orang masyarakat Badui dalam dan luar tengah antre melakukan perekaman kependudukan pada Sabtu (10/6). Perekaman itu dilakukan hingga Minggu (11/6) di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten.

Perekaman itu bertujuan agar warga Kanekes mendapatkan nomor induk kependudukan (NIK) agar bisa diusulkan sebagai peserta JKN PBI.

Kepala Disdukcapil Lebak Rahmat Nur Muhammad mengatakan per 31 Desember 2022 jumlah warga Desa Kanekes yang sudah terekam di Disdukcapil sebanyak 5.211 orang.

“Target hari ini dan besok 200 orang terekam di Disdukcapil. Selanjutnya perekaman akan terus dilakukan secara bertahap,” kata Rahmat.

Dari 5.211 orang tersebut, belum semuanya terdaftar sebagai peserta JKN PBI. Namun semua warga Kanekes yang sudah melakukan perekaman kependudukan sudah pasti akan diusulkan untuk menjadi peserta JKN PBI.

Kepala Seksi (Kasie) JKN Dinkes Lebak Agus Rifki Hidayat menjelaskan setelah keluar NIK, Disdukcapil menyerahkan data NIK warga ke Dinkes Lebak untuk diusulkan ke BPJS Kesehatan. Jika biaya PBI dari provinsi maka NIK warga akan diserahkan ke pemerintah provinsi baru ke BPJS Kesehatan. Begitupun jika biaya PBI dari pemerintah pusat, NIK akan diserahkan ke Kemenkes, kemudian ke BPJS Kesehatan.

“Data tahun 2022, dari 5.211 yang tercatat Disdukcapil, sudah ada 3.519 warga Kanekes masuk PBI dengan biaya pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat,” tutur Rifki.

Salah satu tokoh warga Badui, Mursid mengatakan warga Badui dalan juga ingin mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan gratis.

“Kami mengusulkan (pelayanan kesehatan) yang gratis. Dasar punya BPJS kesehatan kan harus punya KTP. Nanti kebutuhan warga untuk pelayanan kesehatan bisa memanfaatkan BPJS tersebut,” ungkap Mursid.

Sebelumnya, lanjut Mursid, kalau ada warga sakit pengobatan dilakukan secara tradisional. Jika masih sakiit pengobatan dapat diteruskan dengan memanfaatkan JKN tersebut.

“Dengan adanya program ‘jemput bola’ ini kami berterima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah, ini (JKN) sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya. (Rel)

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (D2).

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid

Banten, 10 Juni 2023


WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45