Peringati Hari Batik Nasional, Civitas Hospitalia Serempak Pakai Batik

RSMDJ — Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional tersebut, Dewan Direksi & Civitas Hospitalia RSUP Dr M Djamil serentak menggunakan pakain batik, hal itu sebagai wujud rasa bangga atas budaya dan pakaian khas Nusantara yang sudah ditetapkan dan diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

Batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang sangat berharga dan sudah menjadi identitas bangsa ini. Pemerintah Indonesia bahkan telah menetapkan satu hari khusus sebagai Hari Batik Nasional, yakni 2 Oktober 2023.

Hari Batik Nasional berawal mula dari batik nasional yang ditetapkan oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2009, sebagai warisan budaya tak benda, dilansir dari laman Lendah Kulonprogo. Ketika itu diselenggarakan sidang ke-4 Komite Antar Pemerintah tentang Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009.
Pada mulanya batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia internasional oleh Presiden Soeharto saat mengikuti konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Batik Indonesia didaftarkan untuk mendapat status Intangible Cultural Heritage (ICH) melalui kantor UNESCO pada 4 September 2008 di Jakarta, dilansir dari laman resmi Kemlu.

Melalui Keppres tersebut, Kementerian Dalam Negeri kemudian menerbitkan Surat Edaran Nomor 003.3/10132/SJ tentang Pemakaian Baju Batik dalam rangka Hari Batik Nasional. Melalui surat tersebut, Kemendagri mengimbau seluruh pegawai di pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk mengenakan batik setiap Hari Batik Nasional. (RSMDJ/Khairian)

Selamat Hari Batik Nasional Sanak Djamil,

Bimbingan Teknis Persiapan Akreditasi Rumah Sakit

Surveior : RSUP Dr M Djamil Memiliki Kekuatan dan Semangat Tinggi untuk Berbenah

RSMDJ — Civitas Hospitalia RSUP Dr M Djamil terus berbenah diri dan antusias untuk berjuang mempertahankan akreditasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan semangat mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Akreditasi yang diselenggarakan bersama Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS).

Kegiatan ini dilakasanakan selama tiga hari, Jumat (15/9), Selasa (19/9) dan Rabu (20/9) baik secara daring maupun lurung. Bimbingan teknis ini menghadirkan empat orang surveior yakni  dr. Andi Wahyuningsih Attas, SpAn, KIC, MARS, Dr Rita Rogayah, SpP (K). MARS, Dr. dr Andry, MM. M.HKes, dan Sugih Asih,SKp. M.Kep.

Kegiatan bimtek ini meliputi Pemeriksaan dokumen regulasi dan bukti implementasi dari 16 bab Akreditas sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI. Tidak hanya pemeriksaan dokumen juga dilakukan telusur lapangan terhadap penerapan regulasi bab-bab akreditasi tersebut.

Pada kesempatan penutupan Bimtek, Rabu (20/9) di Aula Lantai IV, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas SpOG -KFM, MARS menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan semua pihak yang telah mengikuti bimbingan teknis dengan penuh semangat dan antusis.

“Tentunya kami memberikan apresiasi kepada surveior LAM-KPRS yang telah meluang waktunya di tengah kesibukan yang ada dan kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh civitas hospitalia yang selalu bersemangat untuk mengikuti bimtek ini,” ujarnya.

Dikatakannya, bimtek tersebut merupakan upaya yang dilakukan RSUP Dr M Djamil untuk persiapkan melaksanakan reakreditasi. Sesuai rencanan akreditasi Rumah Sakit akan diselenggarakan pada akhir tahun ini.

“Tentunya kita semua menyadari, pencapaian akreditasi ini bukan semata persoalan sertifikat yang didapatkan,tetapi bagaiman kita berjuang, meningkatkan, dan mempertahankan pelayanan yang bermutu demi keselamatan pasien,” cetus dr. Dovy.

Ia berharap, hal yang yang menjadi catatan-catatan penting selama Bimtek dapat dilakukan pembenahan dan perbaikan, sehingga dapat terwujudnya pelayanan kesehatan yang paripurna di RSUP Dr M Djamil.

“Tentunya kita ingin yang terbaik untuk pelayanan kesehatan ini dan kami yakin kami memiliki semangat yang tinggi dan mari kita berdoa bersama terhadap hal yang menjadi harapan kita bersama untuk segara dapat terwujud,” harapnya.

Sementara itu, dr. Andi Wahyuningsih Attas, SpAn, KIC, MARS selalui ketua tim surveior LAM-KPRS mengapresiasi semangat dan kekompakan yang ditunjukkan civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil dalam mengikuti bimbingan teknis akreditasi. Menurutnya hal itu sebagai bentuk kekuatan untuk dapat mewujudkan pelayanan yang paripurna di RSUP Dr M Djamil.

“Kami melihat kekuatan itu ada di sini, apalagi dukungan penuh dari pimpinan sebagai bentuk komitmen untuk terus berbenah meningkatkan pelayanan kesehatan sangat tinggi,”ungkapnya.

Direktur Utama LAM KPRS tersebut juga mengakui bahwa tingkat kepercayaan Masyarakat kepada RSUP Dr M Djamil sangat tinggi  hal itu dibuktikan dengan wawancara langsung yang dilakukan surveior kepada sejumlah pasien dan pengunjung selama pelaksanaan  bimbingan teknis.

“Semangat dan kekuatan yang sudah dimiliki tentunya kami meminta bukan karena sertifikat semata, selama bimbingan ini tentunya banyak catatan dan pembenahan yang mesti dilakukan, hal itu semata untuk mengutamakan keselamatan pasien sebagai prioritas. Dan kami berharap sudah menjadi budaya utama dalam bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pintanya.

Selama telusur dan penerapan regulasi, para surveior melakukan pengecekan standar pemeriksaan meliputi ringkas, rapi, resik, rawat, rajin, regulasi dan respek.

Adapun 16 bab yang menjadi fokus baik segara regulasi maupun implementasi yakni, Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP), Pengkajian Pasien (PP), Akses dan Kontinuitas Pelayanan (AKP), Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Program Nasional (Prognas), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Manajemen Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (MRMIK).

Selanjutnya, bab Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB), Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO), Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS), Komunikasi dan Edukasi (KE), Pendidikan dalam Pelayanan Kesehatan (PPK), Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) dan bab Hak Pasien dan Keluarga (HPK). (RSMDJ/Khairian)

WAMENKES RI BUKA KEGIATAN KNOWLEDGE SHARING PROGRAM (KSP) ON MATERNAL AND CHILD HEALTH HANDBOOK DI SUMATERA BARAT

Delegasi Peserta Hospital Tour ke RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof Dr Dante Saksono Harbuwono SpPD KEMD PhD membuka secara resmi kegiatan Knowledge Sharing Program (KSP) On Maternal And Child Health Handbook di Sumatera Barat.

Kegiatan berbagi pengalaman panduan kesehatan ibu dan anak itu diikuti delegasi 9 negara yakni Kamboja, Kenya, Laos, Madagaskar, Tajikistan, Vietnam, Thailand, Jepang dan Timor Leste, digelar mulai Minggu (10/9) hingga Jumat (15/9). Yang difasilitasi langsung Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Dalam sambutan pembukaan kegiatan yang dilaksanakan di Aula Istana Gubernuran Sumatera Barat, Senin (11/9) Wamenkes RI menyebut buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) memainkan peran penting sebagai alat berbasis rumah untuk memastikan kesehatan ibu dan anak yang berkelanjutan.

“Buku KIA merupakan panduan bagi keluarga dan penyedia layanan kesehatan untuk mengidentifikasi awal masalah kesehatan selama masa kehamilan dan masa kanak-kanak,” ucapnya.

Oleh karena itu, buku pegangan kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan alat yang efektif untuk memantau penyediaan dan ketersediaan layanan kesehatan ibu dan anak yang esensial untuk meningkatkan kesehatan.

Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan buku KIA tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun telah menjalin kerja sama dengan JICA mengadakan program pengembangan kapasitas kerja sama melalui pertukaran pengetahuan, keahlian, dan sumber daya manusia (SDM) dan Knowledge Sharing Program On Maternal And Child Health Handbook di Padang merukan salah satu agenda yang dilaksanakan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengakomodasi negara-negara untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik mereka dalam melakukan deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan terpadu untuk ibu dan anak menggunakan buku KIA,” ujar Prof.dr. Dante.


Kepala JICA Perwakilan Indonesia, Mr Yasui Takehiro menjelaskan pihaknya memiliki kepedulian yang sama tentang bagaimana memperkuat keberlangsungan pengasuhan ibu dan anak serta menjamin saling pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Kami mempertimbangkan bagaimana kami dapat memastikan kualitas perawatan dalam deteksi dini semua masalah kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan Buku KIA,” ujarnya.

Program ini memberikan kesempatan yang baik untuk berbagi pengalaman di antara peserta negara-negara. Ia berharap semua peserta akan mengeksplorasi cara untuk memperkuat deteksi dini dan intervensi dini terhadap masalah kritis kesehatan ibu dan anak menggunakan Buku KIA.

Sementara itu Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan Pemprov Sumbar melalui Dinas Kesehatan Sumbar telah menjadikan buku KIA sebagai instrumen yang sangat membantu melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat yang telah diperkenalkan sejak tahun 1994 dan diterapkan di Indonesia sejak 1997. Dan penerapan di Sumbar pada tahun 1999.

Pada tahun 2004, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 284/Menkes/SK/III/2004 tentang Buku Kesehatan Ibu dan Anak dinyatakan buku KIA satu-satunya buku pencatatan kesehatan ibu dan anak.

Ia mengatakan Buku KIA memberikan informasi pelayanan dan perawatan kesehatan bayi serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Juga sebagai catatan kesehatan ibu dan anak. Sekaligu sebagai alat monitor kesehatan, alat komunikasi antar tenaga kesehatan dengan pasien,” ujarnya.

Tidak hanya dari luar negeri, para peserta kegiatan KSP juga diikuti utusan dari lima provinsi dari Indonesia yaitu Sumatera Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, NTB, dan Sulawesi Utara.

Selain sharing pengalaman kesehatan ibu dan anak, peserta melakukan kunjungan (Hospital Tour) ke RSUP M Djamil, Posyandu di Kota Solok dan Dasawisma di Kabupaten Tanahdatar.

Dalam kegiatan pembukaan KSP ini turut dihadiri Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas SpOG KFM, MARS dan Direktur Layanan Operasional, dr. Asrawati SpA (K) M.Biomed. (RSMDJ/Khairian)

Serah Terima Jabatan Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) RSUP Dr M Djamil- Fakultas Kedokteran Unand

RSMDJ — Direktur Utama RSUP dr. M Djamil, Dr. dr.  Dovy Djanas SpOG KFM , MARS  didampingi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Afriwardi, SH, Sp.KO, MA memimpin serah terima dan melantik pejabat Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) beserta jajaran di aula lantai IV Poliklinik Rawat Jalan, Rabu (6/8)

Dalam serahterima itu, Dr. Dr. Daam Khamri, SpB (K) Onk, M.Kes ditetapkan sebagi ketua menggantikan Prof. Dr. dr. Eva Decroli, SpPD-KEMD, FINASIM.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil mengucapkan selamat kepada para pejabat baru , ia menyebut mutasi dan promosi adalah hal lumrah sebagai proses dinamika organisasi di institusi mana pun. Dr Dovy berharap pejabat yang baru dapat menunjukkan kinerja terbaik sesuai tanggung jawab yang dipercayakan.

“Tentunya kami atas nama civitas hospitalia mengucapkan selamat kepada pejabat baru Komkordik,” ucapnya.

Kepada para pejabat lama, Dirut RSUP Dr  M Djamil mengucapkan terima kasih dan apresiasi. Atas segala prestasi kerja, ide-ide, maupun inovasi yang telah diberikan.

Dokter Sub spesialis Fetomaternal itu  menekankan bahwa Komkordik menjadi bagian penting bagi RSUP Dr M Djamil. Keberadaan Komkordik sangat menentukan guna menghasilkan kuantitas dan kualitas peserta didik. Baik itu dokter spesialis, dokter umum dan dokter gigi, perawat, maupun tenaga kesehatan lainnya.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 93 Tahun 2015 tentang RS Pendidikan, sebut Dirut, Komkordik nantinya ikut menata para tenaga kesehatan yang praktek di RS. “Saat dikelola secara profesional, pasti akan berdampak pada kemajuan RS Pendidikan tersebut,” tandasnya.

Pada pelantikan ini, ia berharap dan memiliki keyakinan kepada pejabat baru untuk dapat mewujudkan akademic Helath Sistem berjalan dengan baik. “Proses pendidikan dan health sistem kita dukung, kita tingkatkan output SDM ini,  setidaknya untuk Sumatera Barat dapat kita penuhi,” pungkasnya sembari menyebutkan Komkordik merupakan unjung tombak untuk mengawal proses pendidikan di di Rumah Sakit Pendidikan sehingga diharapkan mampu mewujudkan tranformasi kesehatan dan mengangkat derajat kesehatan secara umum.

Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Afriwardi, SH, Sp.KO, MA dalam sambutannya mengingatkan bahwa dengan telah ditetapkannya Undang-undang No 17 Tahun 2023 tentang kesehatan, banyak hal perubahan yang muncul karena UU tersebut.

“Tentunya semua pihak perlu menyesuikan dengan UU terbaru itu, selama belum ada turunan peraturannya, apalgi Komkordik sangat signifikan pentingnya sebagai tuntunan RS pendidikan,” ucapnya sembari berharap  Komkordik terus melakukan koordinasi agar proses pendidikan berjalan dengan baik.

Sementara itu , Prof. Dr. dr. Eva Decroli, SpPD-KEMD, FINASIM mengucapkan terimakasih atas amanah yang diberikan selama ini, pihaknya berkeyakinan kepada ketua Komkordik yang baru dapat melanjutkan program-program baru untuk kemajuan pendidikan di RSUP Dr M Djamil khususnya.

Pihaknya berharap, selama masa kepemimpinan dapat melanjutkan pemanfaatan buku pendidikan di Rumah Sakit yang sudah disusun dan disosialisasikan dengan baik kepada mahasiswa sehingga dapat mengetahui aturan-aturan tentang perumahsakitan.

“Tentunya berharap dapat meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah sehingga dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik, dan perlahan kita sudah mulai melangkah ke hal tersebut,” pungkasnya.

Adapun jajaran Komkordik yang dilantik yakni, Ketua  Dr. Dr. Daam Khamri, SpB (K) Onk, M.Kes. Wakil Ketua, Dr. dr. Fitratul Ilahi, SpM (K), Sekretaris, dr. Hendra Permana, SpS (K) M. Biomed. Sub Komite Pendidikan Dokter Spesialis/Subspesialis/Fellowship, Ketua Dr. dr. Najirman SpPD-KR. Sub Komite Pendidikan Profesi Dokter, Ketua Dr. dr. Al Hafiz SpTHT-BKL, Subsp.FRP (K).

Selanjutnya, Ketua Sub Komite Pendidikan Kesehatan Lainnya, Ns. Wawan Wahyudi, M. Kep. Ketua Sub Komite Monev dan Pengendalian Mutu Pembelajaran Klinik, Dr. Dr. Yahya Marpaung, SpB, serta Ketua Sekretariatan Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep.

Jajaran pengurus Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) ini tertuang dalam keputusan Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Nomor : OT.01.01/D.XVI/2255/2023 dan Dekan Fakultas Kedokteran Unand Nomor : 2550/UN16.2D/KS/2023.

Turut hadir pada acara tersebut, jajaran Direksi RSUP Dr M Djamil, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, dr. Dedi Sutia, Sp.N (K), Direktur Layanan Operasional, dr. Asrawati, SpA (K) M.Biomed.

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, dr. Rose Dinda Martinai, SpPD K-Ger FINASIM dan unsur pimpinan Civitas Hospitalia RSUP Dr M Djamil.  Selanjutnya kegiatan ini turut dihadiri Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Efrida, Sp.PK(K), M.Kes. (RSMDJ/Khairian)

PENTINGNYA PEMANTAUAN “ANAK SPESIAL”

RSMDJ — Autisme atau gangguan spektrum autisme (GSA) adalah kumpulan gangguan perkembangan dengan karakteristik lemahnya pada bidang interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku berulang atau minat terbatas. Setiap anak dengan dengan autism memiliki gejala yang berbeda-beda. Anak autisme mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan sosial-emosional timbal balik, tidak adanya kontak mata, tidak ada ekspresi wajah, atau bahasa tubuh lainnya. Perilaku, minat, dan aktivitas anak dengan autisme sangat terbatas (stereotipik) dan sifatnya berulang (repetitif). Dalam berbicara atau interaksi dengan benda, anak biasanya menggerakan anggota tubuh tertentu berulang-ulang, menderetkan mainan, menumpuk kaleng, mebalik-balik benda atau lembaran buku, atau mengulangi perkataan orang (ekolalia).

Angka kejadian autisme meningkat dari tahun ke tahun, namun hingga saat ini penyebab autisme masih belum diketahui secara pasti. Diduga faktor genetik dan faktor lingkungan merupakan penyebab dari gangguan ini. Oleh sebab itu , pada hari Sabtu, tanggal 2 September 2023, Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Andalas bersama bagian Promosi Kesehatan RSUP DR M. Djamil Padang, melakukan kegiatan pengabdian masyarakat terhadap anak-anak autisme se kota padang di RSUP Dr M Djamil Padang. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Pihak RSUP M. Djamil, Dokter Spesialis Anak, dan 28 anak autisme dengan 27 orangtua yang berasal dari kota Padang.

Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Program Studi Kesehatan Anak Program Spesialis FK UNAND,  Dr. dr. Rinang Mariko, Sp A (K)  Selain itu, beliau juga memberikan materi tentang pentingnya imunisasi bagi anak dengan berkebutuhan khusus terutama autism. Anak-anak tersebut membutuhkan imunisasi untuk memmberikan kekebalan yang sama halnya dengan anak normal lainnya. Acara ini juga dihadiri oleh Syaftina Indrianti, A.ma.Pd selaku Ketua organisasi Forum Komunikasi Orangtua Anak Spesial Indonesia (FORKASI). Beliau menyatakan sangat berterimakasih diadakannya pemeriksaan profil sensori terhadap anak autism. Dokter spesialis anak konsultan Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial dr. Asrawati, M.Biomed, Sp.A (K) selaku ketua sub bagian Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial RSUP Dr. M. Djamil menyampaikan pentingnya pemantauan dan tatalaksana komprehensif pada anak autism. Tatalaksana komprehensif pada anak special dapat dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil. Rumah Sakit M. Djamil menyediakan SDM dan fasilitas yang menyokong tatalaksana autisme.

Pada kegiatan ini dilakukan pemeriksaan profil sensori dan status pertumbuhan pada anak-anak autism. Pemeriksaan profil sensori merupakan pemeriksaan penting dalam tatalaksana gangguan seperti autism. Hasil dari pemeriksaan ini dapat dijadikan acuan untuk terapi lebih lanjut pada anak autisme Rumah Sakit M Djamil memberi dukungan untuk pelayanan kesehatan kepada anak autism pada klinik tumbuh kembang dan rehabilitasi medis khusus anak di RSUP Dr M Djamil padang. Kepada orang tua diajak untuk selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak autisme tersebut. (RSMDJ/Promkes)

RSUP Dr. M Djamil Padang Sukses Melakukan Operasi Besar Skoliosis pada Anak Remaja, Pulihkan Kualitas Hidup

RSMDJ — – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M Djamil Padang berhasil melakukan operasi besar pada seorang anak yang menderita skoliosis berat dengan lengkungan mencapai 123 derjat pada tanggal 23 Agustus 2023 lalu. Operasi tersebut tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga memberikan harapan baru bagi pasien untuk kembali menjalani hidup yang normal. Pada saat ini kondisi pasien sudah membaik dan sudah bisa melakukan aktifitas ringan seperti berdiri dan berjalan dengan normal

Anak berusia 13 tahun ini, telah mengalami skoliosis berat yang mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidupnya. Skoliosis adalah kelainan bentuk tulang belakang yang dapat menyebabkan lengkungan pada tulang belakang, merusak postur tubuh, dan menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan lainnya jika tidak segera diobati. Pasien ini juga mendapat atensi khusus dari Menteri Kesehatan dan menjadi tantangan juga bagi RSUP Dr M Djamil Padang yang memang sudah terbiasa menangani berbagai kasus medis yang ada. 

Tim medis yang dipimpin oleh dr. Roni Eka Sahputra Sp.OT(K), dokter ahli bedah ortopedi subspesilais tulang belakang RSUP Dr. M Djamil Padang, bersama dengan tim dokter lainnya yaitu dr. Afriani, Sp.P (K), dr. Aulia Rahman Sp.BTKV, dr. Riri Prima Yolanda, SpKFR, dr. Kino, SpJP (K) (FIHA), Dr. Dr. Liliriawati Ananti Kahar, SpA, Dr. dr. Finny Fitry Yani, SpA, dr. Lidya Susanti, Sp.N telah melakukan serangkaian pengobatan hingga tindakan operasi terhadap pasien. Operasi tersebut melibatkan pemasangan alat khusus untuk mengoreksi lengkungan tulang belakang pasien. Seluruh proses operasi berlangsung selama 6 jam, dengan dukungan teknologi canggih dan peralatan medis terbaik yang dimiliki RSUP Dr M Djamil Padang.

dr. Roni selaku ketua tim medis yang menangani pasien mengungkapkan, “Kami sangat senang dapat memberikan bantuan kepada pasien kami yang menderita skoliosis berat ini. Operasi ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga berdampak besar pada kualitas hidup pasien di masa depan. Kami berharap pasien akan pulih sepenuhnya dan dapat menjalani hidup tanpa batasan yang signifikan.”

Proses pemulihan pascaoperasi juga berjalan dengan sukses. Pasien diberikan perawatan rehabilitasi dan terapi fisik yang intensif untuk membantu pemulihan tulang belakang dan otot-otot sekitarnya. Keluarga pasien sangat bersyukur atas hasil operasi ini dan berterima kasih kepada tim medis RSUP Dr. M Djamil Padang atas dedikasinya dalam memberikan perawatan terbaik.

Dewi  orangtua Ilma Khairani tidak henti hentinya mengucapkan rasa syukur dan kebahagian bagi keluarganya atas kelancaran proses pengobatan anaknya.

“Saya sangat berterima kasih kepada rumah sakit M Djamil dan saya sangat senang juga, anak saya juga sangat senang , terima kasih banyak kepada semua pihak di RSUP Dr M Djamil yang telah membantu proses penyembuuhan anak saya ini.” pungkasnya.

Direktur Utama RSUP Dr. M Djamil Padang, Dr. Dr. Dovy Djanas, SpOG (K) mengatakan, Keberhasilan operasi ini adalah buah dari kolaborasi dan dedikasi tim medis kami yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik. 

“Kami akan terus berupaya meningkatkan standar pelayanan medis kami dan memberikan harapan kepada pasien-pasien kami.” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan proses operasi pasien tersebut.

“Alhamdulillah keberhasilan ini merupakan kebahagian juga bagi kami semoga dengan keberhasilan ini dapat memberikan kebahagian bagi pasien dan keluarga khususnya, dan kami juga memiliki keinginan untuk dapat memberikan layanan kepada masyarakat tanpa diskriminasi karena rumah sakit kami adalah rumah sakit pemerintah dan milik seluruh masyarakat.” ucap dr. Dovy.

Kisah sukses ini tidak hanya menjadi inspirasi bagi pasien-pasien lain yang menderita skoliosis, tetapi juga kedepan harapannya RSUP Dr M Djamil Padang dapat menjadi rumah sakit pilihan utama bagi masyarakat dalam mempercayakan kesehatannya. (RSMDJ/Rizki)

Layanan Orientasi dan Informasi Bagi Tenaga Kesehatan non PNS

Dir SDM, Pendidikan dan Penelitian : Seluruh civitas hospitalia mesti memiliki keramahan dan komunikasi yang baik

RSMDJ — Keramahan dan kemampuan komunikasi yang baik merupakan kewajiban yang mesti dimiliki bagi seluruh civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil, tidak terkecuali bagi tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan pasien.

“Tentunya bagi siapapun yang mengabdikan dirinya di RSUP Dr M Djamil meski memiliki kompetensi, keramahan dan komunikasi yang baik, ini harga mati bagi seluruh civitas hospitalia,” terang Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr M Djamil, dr. Dedi Sutia, SpN dalam pembukaan kegiatan layanan orientasi dan informasi bagi tenaga kesehatan non PNS, Selasa (29/8) di aula Lantai IV Poliklinik Rawat Jalan.

Dikatakan, bagi tenaga kesehatan yang mendapatkan kesempatan mengabdikan dirinya di RSUP Dr M Djamil mesti bersyukur, mengingat tingginya harapan khususnya tenaga kesehatan dapat mengabdi di RSUP Dr M Djamil.

“Kita menyeleksi dan menerima perawat itu bukan tanpa alasan, bagi siapaun itu meski memiliki kompetensi spesifik, mengingat di sini (RSUP Dr M Djamil) memiliki layanan spesifik, sehingga pengalaman dan kompetensi khusus menjadi pertimbangan bagi kami,” terangnya.

Tidak hanya perawat, untuk saat ini tenaga kesehatan seperti dokter juga direkrut yang sudah memiliki kemampuan subspesialis yang berarti sudah memiliki talenta khusus.

“Kami tentunya sangat berharap kepada semuanya untuk segera menyesuaikan diri dan beradaptasi, dan tentu kehadiran perawat baru ini mampu membangun aura positif untuk layanan yang lebih baik di rumah sakit yang kita cinta ini,” harap dr. Dedi.

Ia juga mengingatkan, RSUP Dr M Djamil sangat mendukung kepedulian terhadap pasien dan tidak sungkan akan memberikan teguran keras dan bahkan pemutusan hubungan kerja bagi civitas hospitalia yang tidak memiliki kepedulian dan keramahan kepada pasien.

“Layanan pengaduan kita sudah tersedia di sini, dan siapun bisa mengadukan tentang pelayanan, masalah komunikasi dan lainnya, jadi tentunya ada konsekwensi jika tidak mampu menjalankan aturan,” tegas sembari terus meningatkan keramahan dengan membudayakan senyum bagi pasien dan seluruh civitas hospitalia.

Sementara itu, Koordinator Pendidikan dan Pelatihan, Ns. Hendria Putra, M.Kep, Sp.KMB menjelaskan bahwa layanan orientasi dan informasi merupakan  kegiatan wajib bagi tenaga baru yang bergabung di RSUP Dr M Djamil. Pada kegiatan ini ada 41 tenaga perawat, satu teknisi dan satu tenaga apoteker mengikuti layanan orientasi dan informasi.

Sabagaimana diketahui kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari dengan mengahadirkan sejumlah narasumber. Para peserta layanan orientasi dan informasi akan disuguhkan materi seperti tata Kelola pelayanan keparawatan, PMKP dan SKP, komunikasi efektif, mutu etik dan kredensial.

Selanjutnya materi tentang hak dan kewajiban pasien, manajemen fasilitas dan keselamatan, konsep PPIRS, anti korupsi serta workshop APAR, bantuan hidup dasar (BHD) dan hand hygiene. 

(RSMDJ/Khairian)

Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Perundungan Bagi PPDS FK Unand/RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — Menajemen RSUP Dr M Djamil melakukan sosialisasi perundungan kepada peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran/RSUP Dr M Djamil, Jumat (25/8) di Aula lantai IV Poliklinik Rawat Jalan.

Sosialisasi tersebut sebagai bentuk komitmen bersama mewujudkan lingkungan yang bebas dari perundungan khususnya bagi peserta didik. Tidak hanya itu masalah perundungan juga menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan yang tertuang dalam nomor HK.02.01/ MENKES/1512/2023 tentang pencegahan dan penanganan perundungan terhadap peserta didik.Sedikitnya ada 400 PPDS yang mengikuti sosialisasi ini.

Dalam kegiatan ini bertindak sebagai narasumber tentang materi pencegahan dan penanganan perundungan yakni plt. Sub Koordinator Hukum, organisasi dan Hubungan Masyarakat (Hukormas), Rahdiyul Ermanto, S.Kp, MH.

Pada kegiatan ini turut dihadiri langsung Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr. Dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM,MARS dan Direktur Layanan Operasional, dr. Asrawati, Sp.A (K) M.Biomed, Koordintor Pendidikan dan Penelitian, serta Civitas Hospitalia lainnya.

Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG KFM, MARS, menjelaskan bahwa Rumah sakit sebagai wahana pendidikan memiliki kewajiban untuk melakukan upaya pencegahan dan penanganan perundungan baik kepada peserta didik maupun kepada siapapun yang melakukan aktifitas di rumah sakit.

“Ini menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita semua untuk menghadirkan lingkungan RSUP Dr M Djamil yang aman dan nyaman bagi seluruh pihak dan ini tentu menjadi poin penting untuk diwujudkan,”pungkas sembari mengatakan bagi seluruh civitas hospitalia juga telah dilakukan penandatangan fakta integritas dalam rangka mewujudkan lingkungan yang aman nyaman dan bebas dari perundungan.

Ia juga menegaskan, jika nantinya ada yang merasa telah mengalami, melihat hal yang sudah masuk ke dalam kategori perundungan, RSUP Dr M Djamil siap memfasilitasi secara privat dan dilakukan pendampingan.

“Ini sudah menjadi komitmen kami, kami akan melindungi bagi siapapun yang menyampaikan laporan terkait perundungan ini,”tegas dr. Dovy. (RSMDJ/Khairian)

“Klinik Istano Pagaruyuang” Layanan Kesehatan Premium untuk Masyarakat  

RSMDJ — Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUP Dr M Djamil hadirkan layanan premium yang dinamai klinik Istano Pagaruyuang, Kamis (24/8) samping Poliklinik Rawat Jalan RSUP Dr M Djamil.

Dalam peresmian yang turut dihadiri Asisten Ahli I Provensi Sumbar yang mewakili Gubernur Sumbar, Forkopimda, pimpinan Rumah Sakit dan lainnya, serta jajaran direksi dan civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang, Dr dr Dovy Djanas, Sp.OG KFM, MARS mengatakan, keberadaan klinik Istano Pagaruyuang adalah untuk mengakomodir layanan yang selama ini dibutuhkan masyarakat dan juga sebagai bagian dari tranformasi kesehatan. 

Klinik Istano Pagaruyuang adalah layanan premium yang disuguhkan kepada masyarakat Sumatera Barat agar masyarakat dapat merasakan pengalaman berobat yang lebih cepat, mudah, dan nyaman, dengan bantuan tenaga medis handal, professional, serta teknologi kesehatan yang canggih.

“Klinik ini merupakan program layanan non JKN yang disediakan oleh RSUP Dr. M. Djamil, dimana adanya transformasi pelayanan mandiri dengan sistem pendaftaran terpisah dari pelayanan regular,’’ ujarnya.

Terkait alur, pelayanan klinik ini memiliki alur yang cepat dan terintegrasi dengan semua layanan, yang terdiri dari pelayanan rawat jalan, rawat inap, penunjang, dan tindakan operasi.

Saat ini, Klinik Istano Pagaruyuang membuka layanan premium pada layanan Urologi, Ginjal Hipertensi, dan Gastro Hepatologi. Untuk rencana jangka panjang kedepannya akan melakukan pengembangan inovasi serta memberikan semua jenis pelayanan kepada lapisan masyarakat.

“Dengan adanya klinik ini, dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat di Sumatera Barat. Masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya yang sering berobat keluar negeri, dapat dengan suka cita beralih untuk berobat di rumah sakit yang kita cintai ini. Adanya klinik ini juga diharapkan dapat menarik wisata asing untuk berkunjung dengan pelayanan Medical Tourism,’’  pungkas dr Dovy.

Ia menyebut, dengan semangat melayani sepenuh hati, pihaknya akan selalu meningkatkan pelayanan, baik dari segi fasilitas, tenaga kesehatan yang kompeten, maupun infrastruktur pelayanan kesehatan.

“Tentunya dukungan dan kolaborasi dari pemerintah daerah, instansi-instansi terkait sangat kami harapkan demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat di Sumatera Barat khususnya,” ujar Dirut.

Untuk dokter pengampu layanan, dikatakan dr Dovy, klinik Istano Pagaruyuang menempatkan dokter-dokter spesialis dalam bentuk tim dokter  yang akan memberikan pelayanan sesuai standar yang diterapkan. Sementara untuk proses pendaftaran akan memiliki mekanisme yang terpisah dengan pendaftaran berobat reguler. Sementara untuk biaya berobat, pihaknya  memastikan bahwa biaya pelayanannya akan jauh lebih murah dibandingkan dengan pengobatan ke luar negeri namun dengan kualitas yang sama.

“Dengan adanya layanan ini kita berharap bisa menjadi peluang untuk memberikan layanan di dalam negeri dan menahan devisa masyarakat yang pergi ke luar negeri,” pungkasnya.

Anggota Dewan Pengawas RSUP Dr M Djamil, Syukriah HG  yang turut hadir dalam lounching klinik ini mengatakan pihaknya sangat mendukung trobosan dan inovasi yang dihadirkan RSUP Dr M Djamil, sehingga mampu memberikan pelayanan yang menyenangkan, nyaman sehingga banyak orang yang akan berkunjung.

“Tentunya kita sangat senang dengan hadirnya Istano Pagaruyuang, kita berharap datang ke sini merasakan kenyamanan seperti di rumah sendiri dan menjadi raja di istano pagaruyuang, ini merupakan pilihan untuk mendapatkan layanan kesehatan terbaik,” pungkas Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat itu.

Sementara itu, Asisten Satu Pemprov Sumbar yang meresmikan secara langsung klinik tersebut dalam sambutanya mengatakan bahwa klinik istano Pagaruyuang adalah jawaban dari banyak masyarakat berobat ke luar negeri.

“Ini langkah positif dan bagian dari kemajuan RSUP Dr M Djamil untuk menghadirkan klinik premium ini, apalagi RSUP Dr M Djamil memiliki SDM yang cukup dan mempuni tidak kalah hebatnya dari RS maju lainnya, saat ini tinggal memoles-moles dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkasnya sembari mengapresiasi langkah dari Direktur Utama RSUP Dr M Djamil.

Usai gelaran seremonial yang ditandandai dengan pengguntingan pita tanda dioperasikannya Klinik Istano Pagaruyuang para tamu dan undangan berkemsptan meninjau langsung dan menelusuri ruang pelayanan di klinik tersebut. (RSMDJ/Khairian)

Sinergi dan Kolaborasi Wujudkan Tranformasi Teknologi Kesehatan

Joint Developmen RSUP Dr M Djamil dengan RSUP Dr Sardjito

RSMDJ — Dalam rangka mewujudkan Transformasi Kesehatan, khususnya pilar ke enam tentang transformasi teknologi kesehatan, RSUP M Djamil Padang bergerak cepat dalam hal digitalisasi layanan menggandeng RSUP dr Sardjito Yogyakarta dalam pemanfaatan aplikasi Sistem Manajemen Teknologi Rumah Sakit (Simetris).

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS dan Direktur Utama RSUP Sardjito Yogyakarta dr Eniarti MSc SpKJ MMR melakukan penandatanganan join development dan pemanfaatan aplikasi Simetris dan melakukan penanadatangan di Auditorium RSUP Dr M Djamil, Senin (21/8).

“Digitalisasi layanan kesehatan sebuah kebutuhan dan keharusan bagi RSUP M Djamil Padang. Hal ini selaras dengan pilar ke enam transformasi kesehatan Kementerian Kesehatan yakni transformasi teknologi kesehatan,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS saat memberikan sambutan.

Ia mengatakan tata kelola RSUP M Djamil dapat dibangun dengan baik dengan digitalisasi. Pemanfaatan digitalisasi ini dapat mempermudah dan memperlancar rumah sakit dalam memberikan layanan atau akses kepada masyarakat. Dengan harapan pelayanan menjadi optimal, prima dan excellent tanpa diskriminasi.

Tekait joint development bersama RSUP dr Sardjito, diungkapkan dr Dovy atas assessment dan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI.

“Kami bersyukur atas rekomendasi tersebut. Kita sama-sama rumah sakit vertikal dan rumah sakit pendidikan. Dan RSUP dr Sardjito telah puluhan tahun melakukan pengembangan IT ini,” tuturnya.

Diakuinya, jika pengembangan sendiri akan butuh waktu lama hingga pihaknya sepakat bekerjasama pengembangan digitalisasi demi mewujudkan tranformasi kesehatan tersebut. Joint development dengan rumah sakit vertikal akan mempercepat proses tersebut.

“Oleh karena itu kami butuh support dan kerja sama RSUP dr Sardjito dalam pengembangan IT di RSUP M Djamil, dan tentunya harapan kita dapat terwujudnya tranformasi yang menjadi cita-cita bersama dalam rangka meningktkan pelayanan kesehatan bagi Masyarakat,” ucapnya.

Sementara Direktur Utama RSUP Sardjito Yogyakarta dr Eniarti MSc SpKJ MMR mengatakan, RSUP dr Sardjito dengan RSUP M Djamil akan bersama-sama mengembangkan atau join development di bidang digitalisasi menuju sehat. Apalagi, di Kementerian Kesehatan itu hanya satu sehat.

“Otomatis biar satu sehatnya benar-benar menjadi sebuah kebanggaan Kementerian Kesehatan dan NKRI. Kita yang di UPT harus berbenah untuk mempersiapkan digitalisasi ini,” tuturnya.

Ia mengatakan tujuannya memudahkan akses kepada masyarakat dalam mendapatkan layanan sesuai kebutuhan.

“Misalnya dalam rawat jalan di poliklinik rumah sakit. Dengan digitalisasi pasiennya disiplin, rumah sakit disiplin dan pemberian pelayanannya juga disiplin,” tutur alumni Fakultas Kedokteran Unand ini.

Ia pun melihat semua rumah sakit vertikal sudah melakukan pengembangan IT. Namun demikian, tidak bisa hanya jalan sendiri. Akan tetapi butuh kolaborasi dengan rumah sakit vertikal lainnya.

“RSUP dr M Djamil menjadi kekuatan bagi RSUP dr Sardjito. Kekuatan RSUP dr Sardjito juga menjadi kekuatan bagi RSUP M Djamil. Dan untuk rumah sakit vertikal lainnya,” tukas sembari mengajak civitas hospitalia untuk tumbuh dan berkembang bersama.

Meski demikian ia ngajak untuk seluruh pihak civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil untuk membangun manset  yang sama untuk melakukan tranformasi kesehatan.

“Tidak mungkin akan dikembangkan tapi tidak memilki manset yang sama,  dari hulu hingga hilir itu sangat penting dalam rangka mewujudkan hal ini,” pungkas dr Eniarti.

Ia menyebut, digitalisasi itu bagian dari kemudahan dan sangat menyenangkan untuk itu pihaknya sangat mendukung untuk berkembang bersama.

“Kami merasakan Djamil seperti rumah kami sendiri, dan kami yakin proses transformasi digitalisasi di sini tidak akan lama, melihat komitmen yang telah ditunjukkan civitas hospitalia, mari bersama kita wujudkan cita-cita mulia ini,” seru Dirut RSUP dr Srdjito itu.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penantangan joint development sekaligus penyerahan cendera mata dari masing-masing pihak. Kegiatan ini turut disaksikan jajaran direksi RSUP Dr M Djamil dan dari RSUP dr Sardjito turut dihadiri  Direktur Layanan Operasional  dr. Riat El Khair, M.Sc, Sp.PK(K), kepala Tim Hukormas  Banu Hermawan, SH., M.H.,Li dan Kepala  Instalasi Sistem Informasi Rumah Sakit Sjamsul Arifin, S.Hut. M.Kom. (RSMDJ/Khairian)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45