Dinas Kesehatan Kab. TeboMoU Rujukan Pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SKH)

RSMDJ — RSUP Dr M Djamil Padang sambut kunjungan rombongan Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, Jumat (17/12).

Kedatangan rombongan tersebut dalam rangka penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) rujukan pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) dengan RSUP Dr M Djamil.

Penandatanganan MOU Rujukan Pemeriksaan SHK dihadiri langsung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, dr. Riana Elizabeth, didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat, Verawati Afta, fungsional adminkes dan promkes.

Sementara dari pihak RSUP Dr M Djamil rombongan di sambut Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang yang diwakili Koordinator Bagian Umum dan Organisasi, Ns. Devi Verini, S.Kep, M.Kes, plt. Sub Hukormas Ns. Adzandri, S,Kep, SS, MH dan Kaur Hukormas Nova Afriani, SH, MH.

Sebagaimana diketahui, Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) adalah skrining/uji saring yang dilakukan pada bayi baru lahir untuk memilah bayi yang menderita Hipotiroid Kongenital (HK) dan bayi yang bukan penderita.

Pada pelaksanaanya, Skrining Hipotiroid Kongenital dilakukan dengan pengambilan sampel darah pada tumit bayi yang berusia minimal 48 sampai 72 jam dan maksimal 2 minggu oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan pemberi layanan Kesehatan Ibu dan Anak (baik FKTP maupun FKRTL), sebagai bagian dari pelayanan neonatal esensial.

Darah diambil sebanyak 2-3 tetes dari tumit bayi kemudian diperiksa di laboratorium. Apabila hasilnya positif, bayi harus segera diobati sebelum usianya 1 bulan agar terhindar dari kecacatan, gangguan tumbuh kembang, keterbelakangan mental dan kognitif.

MOU rujukan pemeriksaan SHK antara Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo dan RSUP Dr M Djamil Padang merupakan tindak lanjut atas instruksi dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (RI).

(RSMDJ/Khairian)

Workshop Remunisasi Bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) Profesi lainnya

RSMDJ —- Menyatukan 14 profesi Tenaga Kesehatan (Nakes) Lainnya dalam satu wadah merupakan hal yang sangat sulit. Sehingga diperlukan niat yang tulus untuk kemajuan bersama.

Hal itu diungkapkan Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Dr M Djamil dr. Rose Dinda Martina, Sp.PD K-Ger FINASIM dalam pembukaan pelaksanaan Workshop Remunerasi Bagi Tenaga Kesehatan Profesi Lainnya di Auditorium Lantai IV, Kamis (16/2).

“Menyatukan 14 profesi lainnya tidaklah mudah, sehingga diperlukan kesamaan ide untuk kemajuan,”ujarnya.

Dokter Subspesialis Geriatri tersebut mengapresiasi kekompakan dan kebersaaman Nakes Profesi lainnya dalam wadah yang sudah ada yakni di Komite Nakes Lainnya.

“Tentunya terus jaga kekompakan, apalagi dengan komplesitas di Rumah Sakit kita ini, dan kami memandang untuk tahun 2023 tantangan akan semakin luar biasa dan banyak pekerjaan rumah yang mesti kita selesaikan,” sebutnya.

Terkait workshop yang digelar atas dukungan Bagian Pendidikan dan Pelatihan (Diklit) RSUP Dr M Djamil, dikatakan dr. Rose Dinda pembahasan remunisasi yang dilaksanakan merupakan bagian dari salah satu pilar tranformasi kesehatan yakni pilar system pembiyaan kesehatan.

“Tentunya kami berharap, kinerja bukan semanata dinilai dari hasil yang dipatkan, namun yang penting  menuntaskan tugas dan tanggungjawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya sembari mengapresiasi kepemimpinan Ketua Nakes Lainnya Henny Fitri Yanti, S.SiT, M.Kes.RD.

Dalam kegiatan yang ikuti perwakilan 14 profesi nakes lainnya tersebut akan menyuguhkan berbagai materi pembahan seperti Overview rancangan pedoman remunisasi, pedoman RSUP Dr M Djamil, proses penyusuan remunisasi Nakes Lainnya serta diskusi dan pengambilan komitmen remunisasi nakes profesi lainnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini di wadah naungan Komite Nakes Profesi Lainnya RSUP Dr M Djamil terdiri dari 14 profesi, yakni eletromedis, penata anastesi, fisikawan medik, terapis gigi dan mulut, ahli teknologi laboratorium medik, perekam medis,

Selanjutnya sanitasi lingkungan, fisioterapi, terapis,wicara, okupasi terapis, radiographer, tenaga teknis kefarmasian, apoteker, gizi, refaksionis otisien dan psikologi klinis.

(RSMDJ/Khairian)

Talkshow Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia

RSMDJ — Dalam rangka memperingati hari kanker anak sedunia yang jatuh setiap 15 Februari, RSUP Dr M Djamil gelar Talk Show, Selasa (14/2) di Taman Poliklinik Rawat Jalan lantai I.

Kegiatan kerjasama Departemen Kesehatan Anak RSUP Dr M Djamil, Ikatan Dokter Anak (IDAI) Sumbar dan Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI) Sumbar menghadirkan sejumlah narasumber pakar dari tenaga kesehatan, seperti dr. Amirah Zatil Izzah, SpA (K), Miftahul Hayati, S.Psi, M.Psi, Ns. Jusnimar, Desi Kurnia Putra dari Komunitas Cahaya yang khusus mendampingi anak-anak pengidap kanker, serta dr. Zulda Masyarifah selaku moderator.

Antusias para orang tua dan anak yang hadir dalam kegiatan tersebut kian terasa mengingat dalam talkshow tersebut menghadirkan Story Teller Nasional dan ketua KCBe yakni Kak Dedew.

Acara peringatan hari kanker anak tersebut dibuka langsung Direktur Utama yang diwakili Direktur Perencanaan, Keuangan dan BMN RSUP Dr M Djamil Padang, dr. Rahmadian.

Tidak hanya secara luring, kegiatan ini juga dapat disaksian secara daring melalui Zoom meeting dan Live chanel Youtube.

Sebagaimana diketahui, hari kanker anak sedunia diperingati setiap tanggal 15 Februari dengan tujuan utama adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit kanker yang sangat mengancam nyawa anak-anak. Dan juga sekaligus merupakan kampanye untuk menjadikan kanker anak sebagai prioritas kesehatan anak.

Dengan diperingatinya hari kanker anak ini diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pemahaman tentang tantangan yang dihadapi anak-anak dan remaja penderita kanker, penyintas kanker, dan keluarga.

Pada tahun ini hari kanker sedunia mengusung tema “Better Survival” is achievable #ThroughTheirHands dimana hal ini dikhususkan untuk memberikan penghargaan kepada mereka-mereka yang telah memberikan andil besar dalam merawat anak-anak pengidap kanker.

(RSMDJ/Khairian)


Service Excellence and Complaint Handling for Healt Professionals

RSMDJ — Dalam rangka meningkat kemampuan dan komunikasi pelayanan bagi civitas hospitalia, RSUP Dr M Djamil gelar kegiatan Training Service Excellence and Complaint Handling for Health Professionals.

Kegiatan yang digelar Bagian Pendidikan dan Pelatihan RSUP Dr M Djamil itu melihat perwakilan masing-masing unit/bagian, yang dilaksanakan selama dua hari   yakni Senin (13/2) dan Selasa (14/2) di Auditorium lantai IV.

Dalam pelatihan tersebut para peserta disuguhkan berbagai materi pelatihan dan soft skill terutama dalam hal komunikasi public, penangan komplen dalam pelayanan kesehatan, manajemen penganan komplen, self evaluation, tranformasi diri dalam pelayanan serta roleplay kasus.

Pelatihan yang terbagi kepada dua klas dibimbing master training yakni drg. Irvianty Yura dan Tri Novia, S.Kep, Ners, MM, M.I.Kom dari health soft skill Jakarta.

(RSMD/Khairian)

Senam Bersama dalam Rangka Peringatan Hari Kanker Sedunia Tahun 2023

RSMDJ — RSUP Dr M Djamil  bersama Persatuan Olah Raga Pernapasan Indonesia (PORPI) Sumbar gelar senam bersama mengajak masyarakat untuk terus berusaha menjaga kebugaran dan kesehatan dengan berolahraga.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di GOR H. Agus Salim Padang, Minggu (12/2) pagi. Tidak hanya itu kegiatan senam yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Kanker Sedunia juga dilaksanakan penyuluhan singkat tentang Kanker oleh Dr. dr. H. Daan Khambri, Sp.B(K)Onk, M.Kes. Kegiatan itu turut dihadiri Direksi RSUP Dr M Djamil yang diwakili Koordinator Pelayanan Medik dan Keperawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).

Sebagaimana diketahui setiap 4 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia, pada tahun ini tema hari kanker Sedunia adalah “Close the Care Gap”. Tema tersebut memiliki arti akhiri kesenjangan perawatan penderita kanker. 

Tema tersebut juga tentang memahami dan mengenali ketidakadilan dalam perawatan pasien kanker di seluruh dunia. Sehingga di Hari Kanker Sedunia 2023 ada kampanye bertajuk Uniting Our Voices and Taking Action. Yang artinya menyatukan suara kami dan mengambil tindakan.

(RSMDJ/Khairian)

#HariKankerSedunia #Kanker

Visitasi Penilaian Izin Penyelenggaraan Hemodialisa

RSMDJ — Tim Kementerian Kesehatan RI bersama Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Wilayah Sumbar, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Padang laksanakan Visitasi dalam rangka penilaian kesesuaian izin penyelenggaraan Hemodialisa di RSUP Dr M Djamil Padang.

Kedatangan tim tersebut disambut langsung Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr.dr. Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS beserta jajaran di Ruang Rapat Direksi Lantai IV, Jumat (10/2).

Direktur Utama RSUP Dr RSUP Dr M Djamil membuka acara ini dalam sambutannya menyampaikan bahwa Visitasi ini merupakan perjalanan panjang dari Unit Hemodialisa RSUP Dr. M Djamil dan juga sebagai pembuktian pelaksanaan pelayanan keseharian. Dengan sarana yang bermutu dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Tentu kami berharap Unit Hemodialisa dapat memenuhi persyaratan baik persyaratan administratif, sarana prasarana, SDM, termasuk bagaimana proses pelayanan bisa memenuhi kriteria yang telah ditetapkan,” ujar dr. Yusirwan.

Kegiatan visitasi yang dilakukan meliputi verifikasi dokumen, dan verifikasi lapangan. Dalam verifikasi lapangan tim visitasi melihat langsung pelayanan di Unit Hemodialisa, TPS limbah B3 dan IPAL, serta Water Treatment.  Setelah kegiatan tinjauan lapangan dilanjutkan dengan penyampaian berita acara dari tim visitasi dan diskusi.

(RSMDJ/Khairian)

Pelatihan Resusitasi Neonatus Bagi Tenaga Kesehatan Sumbar

RSMDJ — Dalam rangka meningkatkan komptensi tenaga kesehatan terutama penanganan Resusitasi Neonatus, RSUP Dr M Djamil sebagai fasilitator kegiatan bekerjasama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Barat gelar pelatihan Resneo.

Bertempat di Auditorium Lantai IV, kegiatan yang diikuti sejumlah tenaga kesehatan seperti Dokter Anak, Dokter Umum, Bidan dan Perawat  utusan RS di Sumatera Barat itu dilaksanakan selama dua Sabtu (4/2) dan Minggu (5/2).

Dibawah pendampingan IDAI Pusat UKK Neonatologi, kegiatan itu dibimbing oleh Instruktur terlatih yang sudah tersertifikasi dengan sejumlah agenda pelatihan seperti pengenalan alat, teori dan praktik. Pada hari pertama tentang Skill Station dan hari kedua Catch Up Station Megacode.

Wakil Ketua IDAI Sumbar, dr. Asrawati, M.Biomed, Sp.A (K) mengatakan kegiatan pelatihan ini dalam rangka meningkatkan kompetensi nakes dalam penindakan resusitasi neonatus.

“Kegiatan seperti ini rutin kita gelar dalam rangka meningkatkan komptensi terutama dokter anak, dokter umum, bidan dan perawat, dengan sejumlah pelatihan yang dibimbing langsung oleh intruktur resneo Indonesia,” terangnya.

Ia berharap dengan adanya pelatihan yang digelar secara berkelanjutan, Sumatera Barat dapat dipercaya sebagai center pelatihan Resneo.

“Tentunya kita berharap kegiatan ini akan menghadirkan nakes yang handal dan berpengalaman, disamping itu juga dalam rangka meningkatkan kompetensi dan menjadi instruktur untuk pelatihan  resneo ,”cetusnya. (RSMDJ/Khairian)

Penyuluhan dan Pembinaan Satuan Pengamanan Pada RSUP Dr M Djamil

Kasubdit Bimas Polda Sumbar : Satpan Mesti Menjalankan Fungsi dan Tugasnya

RSMDJ — Satuan pengaman diharapkan mampu untuk menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai penyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan/tempat kerjanya yang meliputi aspek pengamanan fisik, personel, informasi dan pengamanan teknis lainnya secara professional.

Hal itu diungkapkan Kasubdit Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Sumbar, AKBP M. Ikhsan  dihadapan satuan pengamanan RSUP Dr M Djamil dalam kegiatan penyuluhan dan pembinaan terhadap satuan pengamanan pada RSUP Dr M Djamil Padang, Jumat (3/2) di Auditorium Lantai IV RSUP Dr M Djamil.

“Security (Satpam) harus menjalankan tugasnya, menjalankan fungsinya secara berjenjang,”terangnya.

AKBP M. Ikhsan itu menjelasakan beberapa wewenang yang mesti diimban Satpam  RSUP Dr M Djamil diantaranya, melindungi fisik banguanan asset yang ada di wilayah RS M Djamil, memberikan perlindungan kepada karyawan, melayani tamu untuk memberikan rasa aman.

“Memberikan rasa aman kepada seluruh pihak di RSUP Dr Djamil ini adalah hal pokok yang mesti dijalankan,”tegasnya dihadapan 80 tenaga pengamanan RSUP Dr M Djamil yang juga dihadiri Koordinator Organisasi dan Umum dan juga manajeman PT. SGI selaku Badan Usaha Jasa Pengamanan.

Tidak hanya itu, dalam kegiatan itu juga dilakukan sosialisasi tentang Perpol nomor 1 tahun 2023 perubahan Perpol Nomor 4 tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa yang dismpaikan AKP Kaspi Darmis. (RSMDJ/Khairian)

Dinas Kesehatan Kota Dumai dan Kab. Kuantan Singingi Perkuat Kerjasama dengan RSUP Dr M Djamil

MoU Rujukan Pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK)

RSMDJ — RSUP Dr M Djamil sambut kunjungan Dinas Kesehatan Kota Dumai dan Kabupaten Kuantan Singingi. Kedatangan dua dinas kesehatan di Provinsi Riau tersebut dalam rangka penanda tanganan Memorandum of Understanding (MoU) Rujukan Pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK), Kamis (2/2).

Kedatangan Dinas Kesehatan itu di sambut langsung Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP Dr M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas Sp.OG KFM, Wakil Ketua TIM SHK Dr.dr Dwi Yulia,SpPK, dr. Eny Yantri Sp.A (K) serta unsur pimpinan terkait

Dari Kabupaten Kuantan Singingi dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan Aswandi SKM beserta rombongan semntara dari Kota Dumai diwakili oleh Shintia Riza, SKM, M.Si selaku kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kota Dumai.

“Tentunya kami mengucapkan selamat datang atas kunjungan langsung Bapak/ibu ke RS Djamil ini, tentunya dengan adanya MoU ini kita beharap untuk kasus SHK dapat terdeteksi dengan baik khususnya di Kuantan Singingi dan Kota Dumai,” ujar dr. Dovy dalam sambutannya.

Dikatakan pihaknya siap untuk meningkatkan kerjasama dengan RS jejaring, mengingat RS Djamil sebagai salah satu RS Vertikal yang mengampu wilayah Sumatera Bangian Tengah.

“Kami siap memperkuat kerjasama, karena bagaimanapun kami juga ditugaskan mengampu RS jajaring dan salah satunya untuk Provinsi Riau,”cetusnya.

Sementara itu terkat SHK, melalui Kerjasama yang dibangun tersebut sejatinya sudah dimulai sejak tahun 2020 lalu namun karena masa pandemi sehinga tertunda untuk peningkatan kerjasama tersebut.

“Kita berharap dengan skrining SHK ini, kita dapat mendeteksi lebih awal, agar nantinya generasi kita tidak terganggu tumbuh kembangnya,”ucap dr Dwi Yulia,SpPK.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuantan Singingi, Aswandi SKM mengaku senang dengan adanya peningkatan kerjasama dengan RS Djamil, ia mengungkapkan pesan dari Bupati Kuantan Singingi untuk menindak lanjuti kerjasama yang dapat dibangun dengan Rs Djamil dan tidak hanya terbatas pada MoU SHK.

“Ini kemudahan bagi kami, sehingga tidak perlu lagi pemerintah daerah harus ke Jakarta khusunya untuk SHK ini, kami menyambut gembira kerjasama ini, dan tentu kami akan menjajaki kerjasama lainnya yang dapat kami perkuat khususnya di sektor kesehatan, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kami khususnya di Kuantan Singingi,” ungkapnya.

Tidak jauh berbeda, Shintia Riza, SKM, M.Si Kabid Kesmas Dinkes Kota Dumai mengatakan pihaknya menyambut baik pilihan regional Dumai ke RSUP Dr M Djamil Padang untuk Mou SHK, dan berharap dapat memberikan bimbingan  dan petunjuk kepada pihaknya dalam rangka penanganan masalah SHK

Sebagaimana diketahui, Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) adalah skrining/uji saring yang dilakukan pada bayi baru lahir untuk memilah bayi yang menderita Hipotiroid Kongenital (HK) dan bayi yang bukan penderita.

Pada pelaksanaanya, Skrining Hipotiroid Kongenital dilakukan dengan pengambilan sampel darah pada tumit bayi yang berusia minimal 48 sampai 72 jam dan maksimal 2 minggu oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan pemberi layanan Kesehatan Ibu dan Anak (baik FKTP maupun FKRTL), sebagai bagian dari pelayanan neonatal esensial.

Darah diambil sebanyak 2-3 tetes dari tumit bayi kemudian diperiksa di laboratorium. Apabila hasilnya positif, bayi harus segera diobati sebelum usianya 1 bulan agar terhindar dari kecacatan, gangguan tumbuh kembang, keterbelakangan mental dan kognitif.

MOU rujukan pemeriksaan SHK merupakan tindak lanjut atas instruksi dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (RI). (RSMDJ/Khairian)

Visitasi BPJS Kesehatan Padang Pada Poliklinik Nyeri RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — Dalam rangka meningkatkan mutu layanan dan standar minimal poliklinik nyeri RSUP Dr M Djamil Padang, Tim visitasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Padang kunjungi RSUP Dr M Djamil, Rabu (25/1).

Kunjungi tim vistasi langsung dipimpin Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang Yessy Rahimi di sambut langsung DIrektur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr. dr. Yusirwan Sp.B, Sp.BA (K) MARS berserta jajaran.

Sebagai mana diketahui, saat ini di RSUP Dr M Djamil Padang sudah dibuka layanan poliklinik nyeri untuk membantu menyelesaikan masalah pasien yang mempunyai keluhan nyeri baik akut maupun nyeri yang kronis.

Poliklinik ini hadir untuk penanganan nyeri yang bersifat komprehensif dengan ditangani dokter ahli dankompeten di bidangnya. Melalui metode perawatan yang teruji dan teknologi dengan fasilitas yang mamadai, didukung tim dokter spesialis yang bekerja lintas disiplin ilmu, maka pasien dapat memperoleh pelayanan pengobatan yang optimal. (RSMDJ/Khairian)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45