Adakan Workshop TBC, Upaya RSUP Dr M Djamil Padang tingkatkan kompetensi Nakes

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap pasien, RSUP Dr M Djamil Padang berikan workshop mengenai update manajemen tuberkulosis (TBC), tuberkulosis Laten, dan penguatan jaringan interal tuberkulosis  di rumah sakit. Kegiatan ini diselenggarakan oleh kelompok substansi pelatihan dan pendidikan RSUP Dr M Djamil Padang pada senin (10/10) di ruang auditorium gedung rawat jalan. Workshop ini dibuka secara langsung oleh Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, dr. Rose Dinda Martini , Sp.PD – KGER , FINASIM yang juga merangkap menjadi narasumber. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap para petugas yang terkait dengan penangan kasus TBC di M Djamil Padang mulai dari penjaringan awal hingga penanganan akhir pasien terjangkit TBC.

Manajemen tuberkulosis di rumah sakit sangat penting untuk memberikan pelayanan yang optimal pada pasien dan mewujudkan program Indonesia bebas TBC tahun 2035. Manajemen tuberkulosis di RS menggambarkan mutu pelayanan rumah sakit. Apalagi akhir-akhir ini muncul penyakit tuberkulosis resistan obat (TBRO) sehingga menuntut rumah sakit dan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi kondisi yang lebih buruk lagi.

Pada pembukaan kegiatan workshop update manajemen TBC, TBC Laten, dan penguatan jaringan internal TBC, dr . Rose Dinda Martini , Sp.PD – KGER, FINASIM menyampaikan akan pentingnya workshop ini untuk meningkatkan sistem pelayananan kita dalam menangani TBC di RSUP Dr M Djamil Padang.

“Workshop ini tentu sangatlah penting bagi kita semua karena kita harus selalu meningkatkan pelayanan kita dalam penanganan kasus TBC di rumah sakit kita ini,” ucapnya dalam sambutan kegiatan tersebut.

Lebih lanjut dr Roselinda berharap, RSUP Dr M Djamil Padang sebagai RS Pengampu Utama TBC di Sumatera Barat dapat bersama-sama nantinya dengan rumah sakit daerah lainnya yang ada di Sumatear Barat lebih optimal lagi dalam memberikan pelayanan kesehatan khususnya dalam hal ini penyakit TBC. Untuk itu RSUP Dr M Djamil Padang harus lebih dulu membenahi diri untuk lebih baik lagi. 

“Semoga kita ya sebagai rumah sakit pengampu utama nih untuk TBC di sumatera barat bisa nantinya bersama-sama dengan RS di daerah-daerah berkolaborasi untuk menuntaskan TBC di sumatera barat, pertama tentu sebagai pengampu kita dulu yang harus meningkatkan sistem dan kompetensi kit,” pungkasnya. 

 

 

Kepala Staff Kepresidenan Resmikan Pembangunan Perluasan Layanan KRIS RSUP Dr. M. Djamil Padang

Tingkatkan Mutu Pelayanan Rumah Sakit

RSMDJ — Kepala Staff Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko, S.I.P., M.Si, meresmikan pembangunan (groundbreaking) perluasan layanan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang yang ditandai dengan peletakan batu pertama dan penandatangan prasasti, pada Jumat (30/9).

Berlokasi di lapangan bola milik PT.KAI Divre II Sumbar (dekat ruang rawat inap Ambun Pagi), pembangunan ruang KRIS seluas lebih 2 hektar yang saat ini sudah beralih status kepada Kementerian Kesehatan RI upt RSUP Dr M Djamil. Hal itu sebagai bentuk dukungan dari seluruh pihak terutama KSP yang telah mengupayakan peralihan status tersebut sejak beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya, Kepala KSP menyampaikan keberadaan Rumah Sakit M Djamil sangat penting, mengingat rumah sakit rujukan di Sumatera Tengah tidak kalah dari rumah sakit yang ada di luar negeri. Sehingga dengan adanya perluasan ini mampu menampung masyarakat yang berobat dengan pelyanan yang terbaik, dan berharap tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang berobat keluar negeri lagi.

“Kita berharap dengan perluasan ini tidak ada lagi masyarakat kita yang berobat ke luar negeri. RSUP M Djamil Padang pada saat ini telah melayani masyarakat yang berobat dengan pelayanan primanya,” ujarnya.

Mantan Panglima TNI itu mengatakan RSUP M Djamil Padang memiliki spesifikasi dan keunggulan tertentu, karena secara tidak langsung keberadaan RSUP M Djamil Padang turut membantu pertumbuhan ekonomi daerah Sumatera Barat khususnya Kota Padang.

“Jika RSUP M Djamil Padang mempunyai spesifikasi dan pelayanan tertentu, tentu membuat masyarakat yang berada di pulau Jawa bisa saja memilih berobat ke RSUP M Djamil Padang. Tentu ini akan meningkatkan pertumbuhan daerah,” katanya.

Kepala Staf Presiden itu menceritakan pembebasan lahan yang diperuntukan untuk perluasan RSUP Dr M Djamil Padang telah dilakukan sejak 2004 yang lalu, tetapi mengalami kebuntuan. Tanah ini telah di perjuangkan sejak 2004 yang lalu, namun tidak selesai.

“Akhirnya, Kantor Staf Presiden (KSP) turun tangan, dan tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan, walau persoalan di lingkungan birokrasi cukup sulit. Tetapi KSP bisa menuntaskan, sehingga pembanguan perluasan ini dapat dilaksanakan,” ujarnya.

Lebih lanjut diceritakan, dalam pembangunan perluasan RSUP Dr. M. Djamil Padang ini, selain melakukan komunikasi dengan PT KAI, pihaknya juga melakukan komunikasi dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI AD Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. meminta memindahkan perumahan TNI AD yang berada di samping RSUP M Djamil Padang untuk dijadikan akses jalan menuju RSUP M Djamil Padang.

“Saya langsung menelpon KSAD dan meminta memindahkan perumahan TNI AD yang berada di samping RSUP M Djamil Padang untuk dijadikan akses jalan menuju RSUP M Djamil Padang, KSAD menyetujuinya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Dr. Ir. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM, ASEAN.Eng. yang turut hadir dalam kegiatan tersebut dalam sambutannya mengatakan RSUP M Djamil Padang keberadaannya sangatlah vital bagi Sumbar. Apalagi selama pandemi Covid-19 RSUP M Djamil Padang begitu banyak menyelamatkan pasien dari Covid-19, termasuk mendistribusikan oksigen ke berbagai rumah sakit yang membutuhkan oksigen di Sumbar.

“Begitu banyak rujukan pasien. Oleh karena itu, RSUP M Djamil Padang butuh penguatan dari berbagai sisi. Kekurangan RSUP M Djamil Padang perlu diperkuat dengan hadirnya pembangunan perluasan ini. Alhasil, RSUP M Djamil Padang semakin kuat kedepannya,” ucapnya.

Sementara itu, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Padang Dr.dr. Yusirwan Yusuf, SpB SpBA MARS menyampaikan, peletakkan batu pertama Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) RSUP Dr. M. Djamil Padang merupakan amanah yang ditetapkan dalam PP No 47/2021 tentang penyelenggaraan rumah sakit, dan juga dalam rangka menjalankan amanat UU No 40/ 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

“Peletakan batu pertama ini merupakan kesepakatan bersama dalam bentuk MOU antara Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) serta RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan nomor KN.02.07/II/7710/2022, PJ.107/2022, KL.703/VIII/2/KA-2022, HK.03.01/XVI.I/1672/2022 Tanggal 05 September 2022 tentang penggunaan tanah untuk pengembangan pelayanan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada RSUP Dr. M. Djamil Padang,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan pembangunan perluasan menjadikan RSUP Dr M Djamil Padang memiliki 1400 tempat tidur dari 800 tempat tidur yang ada. Alhasil, pelayanan yang terbaik, bermutu, sesuai  standar kepada masyarakat sesuai dengan harapan masyarakat dapat terlaksana.

“Dukungan semua pihak untuk kesuksesan layanan KRIS ini perlu kerja keras kita bersama, agar dalam  waktu yang tudak begitu lama dapat direalisasikan. Dengan bersama sama kita tentu bisa mewujudkan RSUP Dr M Djamil rumah sakit yang profesional, ramah, terstandar, bermutu dan terjangkau, ini merupakan cita cita mulia,” katanya.

Dirut menambahkan, RSUP Dr M Djamil Padang akan mendukung program transformasi layanan kesehatan yang dicanangkan oleh Kemenkes RI seperti transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM Kesehatan, dan Teknologi Kesehatan.

“Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam kegiatan pelaksanaan layanan kesehatan KRIS, baik secara moril, maupun materil. Saya selaku Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang bersama jajaran mengucapkan terimakasih tak terhingga, semoga menjadi amal ibadah bagi bapak dan ibu sekalian,” ucapnya.

Sementara itu, Plt. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI,  drg. Murti Utami, MPH, QGIA, CGCAE yang turut hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya mengatakan, salah satu bentuk transpormasi layanan kesehatna adalah layanan rujukan. RSUP Dr M Djamil salah satu dari 36 RS Vertikal saat ini sudah terakreditasi Internasional dengan akreditasi A sebagai RS Pendidikan.

“M Djamil saat ini sudah menjadi pengampu penyakit kronis, dan Kemenkes saat ini focus pada 4 penyakit kronis tersebut yakni penyakit jantung, stoke, kanker dan penyakit ginjal,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Dirjen Yankes, prevalensi penyakit kornis tersebut membutuhkan biaya besar untuk perawatannya. Sehingga peran RSUP Dr M Djamil ditetapkan sebagai pengampu untuk wilyah Sumbar. “M Djamil sudahmemiliki kemampuan itu baik itu SDM maupun fasilitas sarana prasarananya, jadi tidak perlu lagi mesti ke Jawa,” ujarnya.

Dikatakan drg. Murti Utami , pihaknya mengapresiasi atas perluasaan lahan RSUP Dr M Djamil untuk ditetapkan sebagai pengembangan KRIS. Dikatakannya, untuk tahun ini sudah dilakukan uji coba penetapan KRIS dan ditargetkan pada 2023 nanti, RSUP Dr M Djamil akan menjalankan ketentuan tersebut.

“Semua terstandar dan masing ruang terdiri dari 4 tempat tidur, hal itu tentunya akan berdampak pada pengurangan tempat tidur yang sudah ada, dengan pembangunan dan perluasan ini tentu mampu mengakomodir kebutuhan tersebut,” sebut drg. Murti Utami.

Diakuinya, dengan adanya pengurangan menyesuaikan dengan kebijakan KRIS,akan dapat mengurangi infeksi penyebaran penyakit di rumah sakit. Sehingga RS jangan sampai menjadi tempat penyebaran penyakit bagi masyarakat yang berobat.

“Tentu kehadiran pak Moeldoko ke sini dan telah berupaya membantu untuk pembebasan lahan dan juga membantu pembebasan lahan untuk akses menuju RSUP Dr M Djamil, ini semua memiliki arti penting bagi kami, kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Moeldoko,” pungkasnya sembari mengatakan pencapian pembebasan lahan akan menjadi tugas berat khususnya bagi M Djamil untuk menghadirkan bangunan terbaik dan pelayanan kesehatan yang terbaik juga kepada seluruh masyarakat.

Dalam acara tersebut juga dihadiri stakeholder terkait,Deputi II KSP, unsur Forkopimda Sumatera Barat, Wakapolda Sumbar, Danrem dan sejumlah tamu undangan lainnya. Sebelum acara peletakan batu pertama tersebut, sebelumnya KSP bersama rombongan juga menindajau langsung asrama TNI yang sudah sudah disetujui KSAD TNI sebagai akses jalan menuju RSUP Dr M Djamil. Selanjutnya usai acara Jendral Moeldoko juga menyerahkan bantuan pembangunan Masjid Al Hidayah PT KAI, yang terletak tidak jauh dari lokasi pembangunan KRIS tersebut. (RSMDJ/Khairian/Rizki Rasyidi)

BerAKHLAK, Wujud Transformasi Layanan Kesehatan

Sosialisasi ASN BerAKHLAk Civitas Hospitalia RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — Mewakili Direktur Utama, Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Umum (SPU) RSUP Dr M Djamil, Dr dr Dovy Djanas SpOG K-FM MARS, membuka secara langsung pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) BerAKHLAK. Rabu (28/9).

Kegiatan yang dilaksanakan secara Luring dan Daring tersebut sebagai bentuk dari tindak lanjut peluncuran Core Values dan Employer Branding baru bagi ASN oleh Kementerian Pembinaan Aparatur Negara dan Reformasi birokrasi (KemenPAN-RB) pada Tanggal 27 Juli 2021 lalu. BerAKHLAK dikenalkan sebagai Core Values ASN seluruh Indonesia dan #banggamelayanibangsa sebagai Employer Branding ASN.

Kegiatan ini diikuti seluruh ASN Civitas Hospitalia RSUP Dr M Djamil juga ditayangkan via chanel Youtube RSUP Dr M Djamil. Bertindak sebagai Narasumber Dr Abdul Aziz Amd.OT, S.Psi, M.Si yang merupakan Analis Kebijakan Ahli Muda di Kementerian Kesehatan RI.

Dalam pemukaan kegiatan yang digelar di Auditorium Lantai IV Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr M Djamil, Direktur SPU mengatakan, kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden RI bahwa BerAKHLAK merupakan implementasi dalam kegiatan melayani masyarakat, sebagai panduan diri dalam meberikan layanan terutama penerapan di RSUP Dr M Djamil.

Sebagaimana diketahui, BerAKHLAK merupakan akronim dari  Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Core Values ASN ini adalah inti dari nilai-nilai dasar ASN sesuai dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Sementara, #banggamelayanibangsa adalah pemutakhiran dari employer branding ASN sebelumnya, yaitu melayani dengan sepenuh hati.

“BerAKHLAK merupakan panduan dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang berkunjung ke sini (RSUP Dr M Djamil),” terangnya dalam pembukaan acara tersebut.

Dokter subspesialis Fetomaternal tersebut  mengingat bagi setiap pegawai di rumah sakit vertikal tersebut tidak hanya sekedar hapal BerAKHLAK, tapi mampu mengimplementasikan dalam rangka mewujudkan transformasi kesehatan.

“Untuk mewujudkannya, maka kita sengaja hadirkan narasumber dan menyampaiakan materinya kepada kita semua, semua ini dalam rangka merubah paradigma kita bersama, dan diharapkan kedepannya dengan velue ini (BerAKHLAK) dengan branding Bangga Melayani Bangsa, kita mampu berdikari memberikan layanan terbaik di rumah sakit yang dicintai ini,’’ ulasnya.

Lebih lanjut dr Dovy berharap, agar seluruh pihak dapat mentransformasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam menjalan aktifitas pelayanan kepada masyarakat. Dan juga diharapakan mampu menyeimbangkan harapan dan ekspektasi organisasi terhadap diri, dengan terus meningkatkan kinerja secara terus menerus, selalu belajar untuk meningkatkan kapasitas dan menyesuaikan perilaku dengan core values tersebut.

“Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada Bapak Abdul Aziz (Narasumber) yang telah berkenan meluangkan waktunya kepada kita semua untuk memberikan arahan dalam rangka penerapan BerAKHLAK ini,” pungkasnya. (RSMDJ/Khairian)

Bimtek SE Menpan RB No 28 Tahun 2021 dan Implementasi SOTK RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — Tim Biro Organisasi, Sumber Daya Manusia dan Tim Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI bertindak sebagai Narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis tentang Surat Edaran Menteri Pembinaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) nomor 28 tahun 2021 dan Implementasi SOTK Rumah Sakit Umum Pusat Dr M Djamil Padang Type II, Senin (19/9).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (19/9) dan Selasa (20/9) di Auditorium Lantai IV RSUP Dr M Djamil, diikuti Ketua Komite, Koordinator, Sub Koordinator, KSM, Kepala Instalasi dan sejumlah unsur terkait dilingkup RSUP Dr M Djamil, dan dibuka langsung oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Umum, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS.

Dalam sambutannya, dr Dovy mengatakan kegiatan ini merupakan hal yang sangat penting dalam rangka membangun paradigma baru dan membangun keselarasan mewujudkan dan menerapkan layanan terbaik dibidang SDM.

“Tentunya ini perlu kita pahami bersama, kehadiran tim dari Kemenkes akan memberikan penjelasan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul bagi kita,” ucapnya.

Menurut dokter Konsultan Fetomaternal itu, dalam menjalankan roda organisasi tidak tertutup kemungkinan  menghadapi sejumlah permasalahan sehingga perlu adanya penyesuaian dengan aturan yang telah ditetapkan.

“Untuk itu kita secara khusus mengundang tim Kemenkes ini, Alhamdulillah pertemuan ini menjadi semangat bagi kita semua bagaimana organisasi ini dapat memberikan kontribusi maksimal tata kelola SDM, sehingga laju organisasi kita semakain lincah,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, semua proses yang dilakukan adalah dalam rangka kebaikan RSUP Dr M Djamil dan melalui Bimtek tersebut dapat memberikan layanan terbaik melalui  SDM yang memiliki kualifikasi unggul. Hal itu juga sejalan dengan terjemahan penerapan 6 pilar tranformasi kesehatan di Indonesia yang telah ditetapkan Kemenkes RI.

“Mewakili Direktur utama kami mengucapkan terimaksih atas kunjungan para narasumber, semoga ini menjadi laju semangat bagi kami untuk menjadikan RSUP Dr M Djamil lebih baik dimasa mendatang,” pungkasnya. (RSMDJ/Khairian)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Webinar Peringatan World Patient Safety Day 2022

RSMDJ —- Dalam rangka memperingati World Patient Safety Day (Hari Keselamatan Pasien Se-Dunia) tahun 2022 yang diperingati setiap 17 September, RSUP Dr M Djamil gelar kegitan webinar keselamatan pasien, Kamis (15/9) di Auditorium Lantai IV Gedung Adminstrasi dan Rawat Jalan.

Kegiatan yang dimotori Komite Mutu tersebut dibuka langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr dr Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS FISQua dan juga bertindak sebagai Keynote Speaker dengan materi “Peran Kepemimpinan dalam Meningkatkan Keselamatan Pasien”.

Dalam kesempatan pembukaan acara, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil itu merasa bangga dan bahagia atas berlangsungnya kegiatan tersebut, mengingat bahasan tentang keselamatan pasien merupakan hal yang utama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dikatakannya, peringatan hari keselamatan pasien sedunia merupakan upaya untuk membangkitkan kesadaran seluruh pihak akan pentingnya keselamatan pasien.

“Hari keselamatan pasien ini jelas sangat penting sehingga hari ini bersama kita memperingatinya,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil itu.

Diungkapkan Dokter Spesialis Bedah Anak itu, setiap tahun satu tema baru dipilih untuk menyoroti area prioritas keselamatan pasien, yakni aksi nyata dibutuhkan untuk mengurangi risiko yang dapat dihindari dalam perawatan kesehatan dan mencapai cakupan kesehatan semesta.

“Keselamatan pasien menjadi garansi dalam pengobatan, dan hari ini Djamil dalam kerangka keselamatan dunia ini mengadakan webinar, diharapkan mampu menyosialisasikan kepada seluruh pihak untuk memberikan perawatan yang tepat demi perlingungan terhadap pasien,” cetus dr Yusirwan.

Untuk itu atas nama Dewan Direksi RSUP Dr M Djamil pihaknya mengapresiasi penyelenggaran webinar tersebut yang ikuti lebih dari 1500 peserta secara online dan juga peserta yang hadir di Auditorium tersebut.

“Ambilah manfaat dari kegiatan ini dan kita laksanakan dalam menjalankan aktifitas palayanan kesehatan yang kita berikan kepada masyarakat,” harap Direktur Utama yang juga merupakan Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Sumatera Barat tersebut.

Sebagaimana diketahui untuk tahun 2022 ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema Hari Keselamatan Pasien Sedunia  adalah “Medication Safety” dengan slogan “Medication Without Harm” yang berarti mengurangi risiko kesalahan pengobatan dan bahaya terkait pengobatan.

Kegiatan webinar yang juga ditayangkan secara Live Streeaming di Chanel Youtube Komite Mutu RSUP Dr M Djamil  ini menghadirkan sejumlah pembicara yakni, dr. Rose Dinda Martini, Sp.PD, K-Ger, FINASIM yang juga merupakan Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan penunjang RSUP Dr M Djamil membahas tentang “Keselamatan Pasien dan Kesinambungan Pelayanan”.

Selanjutnya, dr. Gestina Aliska, Sp.FK tentang  “Strategi Rumah Sakit dalam Safe Medication”, Apt. dra. Linda Eka Putri, M.Farm tentang “Kiat dan Strategi Menurunkan Medication Error di Rumah Sakit”, serta Ketua Komite Mutu RSU Dr M Djamil  Dr. dr. Yahya Marpaung, Sp.B yang membahas “Manajemen Risiko Terintegrasi dalam Keselamatan Pasien di Rumah Sakit”.

Usai pembahasan oleh sejumlah Narasumber dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan para peserta yang dimoderatori Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL. (RSMDJ/Khairian)

RSUP Dr M Djamil Padang Launching Djamil Apps, Permudah Layanan Pendaftaran Pasien

RSUP Dr M Djamil Padang Launching Djamil Apps, Permudah Layanan Pendaftaran Online

Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap pasien, RSUP Dr M Djamil Padang Launching Aplikasi Pendaftaran online, Djamil Apps. Aplikasi Djamil Apps merupakan aplikasi yang memudahkan pasien untuk melakukan registrasi Poliklinik, Melihat jadwal praktek dokter, dan dapat melihat ketersediaan tempat tidur yang tersedia secara real time . Selain itu aplikasi Djamil Apps juga menyediakan fitur lainnya seperti Djamil Laundry, Djamil Food dan Donor Darah RSMDJ .

 

Kehadiran Djamil Apps yang diluncurkan oleh RSUP Dr M Djamil Padang memudahkan proses pendaftaran calon pasien untuk berobat. Hal ini dilakukan untuk lebih memaksimalkan pelayanan yang ada di RSUP Dr M Djamil Padang. Aplikasi yang baru dirilis oleh M Djamil ini, lebih memudahkan karena pada aplikasi sebelumnya pendaftaran online hanya bisa dilakukan setelah pengobatan kedua. Untuk Djamil Apps ini pasien baru langsung dapat mendaftarkan diri secara online.

 

Pengembangan aplikasi ini selaras dengan niatan M Djamil yang terus berupaya meningkatkan pelayanan khususnya dalam hal ini sistem pendaftaran online. Kedepan diharapkan dengan kehadiran djamil apps ini akan mempermudah pasien dalam mendaftar dan mempersingkat waktu tunggu pasien di poli rawat jalan RSUP Dr M Djamil Padang.

 

Adapun cara penggunaan Djamil Apps ini sangat mudah. Aplikasi ini dapat di download secara gratis di Play Store melalui perangkat atau gawai masing-masing pasien. Untuk tahapannya pertama, tentu pasien harus mendownload aplikasi Djamil Apps di Playstore. Langkah kedua, lakukan registrasi akun terlebih dahulu untuk pengguna baru. Tahap ketiga, pasien harus mengisi data-data sesuai dengan pertanyaan dan kolom yang disediakan dengan data yang benar. Hal yang menjadi catatan penting pada tahapan ini adalah email yang digunakan harus email yang aktif untuk nantinya jika diperlukan pemulihan kata sandi. Tahap keempat, setelah registrasi berhasil maka pasien dapat dapat log in atau masuk dengan username dan password yang sudah didaftarkan. Setelahnya pasien dapat melakukan pendaftaran secara online namun, diharapkan pasien melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk jadwal praktek dokter yang ada di fitur yang disediakan pada Djamil Apps. Kemudian langkah kelima, pasien dapat melakukan registrasi poliklinik untuk melakukan pendaftaran online.

 

Langkah ke enam, untuk pendaftaran poliklinik, klik registrasi, lakukan pengisian tanggal kunjungan, spesialis, sub spesialis, nama dokter, jadwal poliklinik, cara bayar, dan terakhir klik registrasi. Setelah berhasil nanti pasien akan mendapatkan bukti registrasi berupa nomor antrian sesuai jadwal dokter dan waktu estimasi pasien dilayani. Untuk pendaftaran ini yang juga menjadi catatan penting adalah pasien harus melakukan registrasi paling cepat 1 minggu sebelum dan paling lambat sehari sebelum berobat.

 

Setelahnya, tahapan terakhir pasien tinggal datang ke RSUP Dr M Djamil Padang pada hari dan jadwal yang tertera setelah melakukan pendaftaran online. Nantinya, sesampainya di poliklinik, pasien harus klik cek in pada aplikasi Djamil Apps atau dapat meminta bantuan petugas untuk cek in sebagai tanda konfirmasi kedatangan.

Direktur utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Kembali Dikukuhkan Sebagai Ketua PERSI Wilayah Sumatera Barat

Pengurus PERSI Sumbar Periode 2022-2025 Dilantik

RSMDJ —- Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) melantik Dr. dr Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS FISQua untuk menahkodai kembali PERSI Wilayah Sumatera Barat periode 2022-2022.

Ini merupakan periode kedua bagi Direktur RSUP Dr M Djamil sebagai Ketua PERSI Sumbar yang terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Wilayah akhir Juni lalu. Disamping itu juga dilakukan pelantikan terhadap pengurus Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (MAKERSI) Sumbar  yang diketuai dr.Azwir Dahlan, SpPD.

Dikatakan Ketum Pengurus Pusat PERSI dr. Bambang Wibowo, Sp.OG (K), MARS, FISQua, manajemen pengelolaan dan mutu pelayanan Rumah Sakit (RS) menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan dan ditingkatkan oleh manajemen RS. Sehingga masyarakat khususnya pasien yang berobat ke RS bisa dilayani dengan maksimal.

“PERSI sendiri memiliki tugas untuk menghimpun dan mewakili rumah-rumah sakit di Indonesia dengan menghormati kedaulatan masing-masing dan menyukseskan program pemerintah dalam bidang kesehatan pada umumnya, dan rumah sakit pada khususnya dalam kaitannya dengan pengembangan Sistem Kesehatan Nasional,” katanya saat ditemui usai pelantikan pengurus di Hotel ZHM Premiere, Sabtu (10/9).

Ia menjelaskan, saat ini fokus dari PERSI adalah bagaimana mengajak seluruh RS yang tergabung dalam PERSI bisa meningkatkan mutu pelayanan mereka kepada seluruh pasien. Apalagi saat ini tantangan semakin berat dengan berkembang pesatnya era digital.

“Jadi percepatan peningkatan mutu pelayanan itu mesti dilakukan. Bagaimana membuat pelayanan di RS seefektif dan seefisien mungkin, agar pelayanan kesehatan kita di Indonesia tidak kalah dari negara lainnya,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, peran dari PERSI sendiri bagi para anggotanya adalah memberikan bantuan-bantuan yang dibutuhkan oleh RS seperti bantuan peralatan kesehatan dan membantu bagaimana manejerial RS bisa lebih baik ke depan.

Lebih lanjut Bambang menyampaikan, RS yang menjadi anggota dari PERSI tersebar di 32 provinsi di Indonesia dengan jumlah anggto sekitar 2.600 RS, baik RS milik pemerintah maupun swasta.

Kemudian ia berharap kepada pengurus PERSI Wilayah Sumbar periode 2022-2025 terpilih bisa menjalankan amanah yang telah diberikan agar pelayanan kesehatan RS di Provinsi Sumbar menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Ketua PERSI Wilayah Sumbar periode 2022-2025 DR. dr. Yusirwan Yusuf, Sp.B, Sp.BA (K), MARS FISQua mengatakan, setelah dilantik, langkah awal yang dilakukan oleh PERSI Wilayah Sumbar adalah peningkatan layanan kesehatan bagi pasien yang berobat ke RS.

“Kita akui memang pelayanan kesehatan di Sumbar ini masih kurang. Masih banyak pasien yang antre berjam-jam hanya untuk konsultasi. Nah, ini yang harus kita benahi dalam waktu dekat,” jelasnya sembari menyebutkan saat ini sedikitnya ada 76 RS pemerintah dan Swasta, RS Khusus yang tergabung dalam anggota PERSI Sumatera Barat.

Untuk itu, pihaknya akan berupaya mengajak seluruh RS yang ada di Provinsi Sumbar agar bisa berinovasi menciptakan cara bagaimana pelayanan kesehatan bisa lebih efektif dan efisien agar pelayanan kepada pasien bisa lebih maksimal.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan seminar tentang Peran kemenkes RI, PERSI dan BPJS dalam mendukung transformasi Digitalisasi layanan di fasilitas pelayanan kesehatan serta Workshop tentang Akreditasi Terbaru tahun 2022 Standar Akreditasi RS Kemenkes RI. (RSMDJ/Khairian)

Civitas Hospitalia RSUP Dr M Djamil, Mesti Sehat dan Bugar

RSMDJ — Dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan dan kebugaran, civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil mengikuti kegiatan tes kebugaran yang difasilitasi Komite Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) bertempat di halaman parkir poliklinik Instalasi Rawat Jalan.

Kegiatan tersebut digelar selama 10 hari ke depan menyasar seluruh karyawan dan staff RSUP Dr M Djamil. Para peserta mengikuti sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Kegiatan di mulai pukul 8 hingga 10 pagi.

Alhamdulillah,pagi ini telah mulai melaksanakan tes kebugaran bagi seluruh civitas hospitalia,” ujar Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Dr M Djamil, dr. Rose Dinda Martini, SpPD, K-GER, FINASIM yang ditemui usai mengikuti tes kebugaran.

Dijelaskannya, tes kebugaran merupakan salah satu upaya yang dilakukan rumah sakit untuk melihat kondisi terkini kesehatan pribadi. Menurutnya, karyawan RSUP Dr M Djamil harus memiliki kondisi yang sehat dan bugar. Nantinya, jika ditemukan kondisi yang tidak bugar akan dilakukan treatment.

“Sehat itu belum tentu bugar dan tentu pagawai M Djamil harus keduanya yakni sehat dan bugar,” cetusnya.

Kegiatan tes kebugaran tersebut rutin digelar setiap tahun dengan melakukan lari secara maraton sebanyak 10 kali putaran. Dikatakan dr Rose bagi peserta yang mengikuti kegiatan tersebut di samping sehat juga akan merasakan hangatnya mentari pagi, mendapat vitamin D dan tentunya terjaga kesehatan dan kebugarannya.

“Keringat keluar dan tentunya kita semua harus happy dan senang, ini yang paling penting hormon endokrin akan meningkat, sehingga bermura pada peningkatan kualitas dan mutu kerja kita,” pungkasnya sembari menyebut K3RS OK, Tes Kebugaran OK.

Ketua K3RS, Katherina Welong, SKM, MARS menjelaskan tes kebugaran sejatinya digelar setiap peringatan Bulan K3 Nasional, namun karena kondisi pandemi sehingga dua tahun terakhir tidak dapat dilaksanakan.

“Sebelumnya kegiatan ini rutin digelar tiap tahun, namun baru sekarang dapat dilaksanakan, bulan ini kita gelar sejalan dengan memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya Katherina.

Pihaknya menargetkan kegiatan yang digelar selama 10 hari tersebut dapat diikuti lebih dari 2000 karyawan di RSUP Dr M Djamil dengan target peserta rata-rata 200 orang setiap hari.

Sucitri Handalia salah seorang peserta tes kebugaran merasa senang dapat mengikuti kegiatan tersebut sehingga ia dapat mengetahui dan mendeteksi dini kesehatan serta kebugaran dirinya. (RSMDJ/Khairian)

“Djamil Apps” Kemudahan Pasien dalam Satu Aplikasi

Launching Aplikasi Pendaftaran Online dan Fitur Lainnya

RSMDJ — Persoalan antrean selalu menjadi momok bagi setiap pasien, apalagi padatnya kunjungan berobat mengakibatkan tidak efisiennya waktu yang berobat ke RSUP Dr M Djamil terutama pelayanan Rawat Jalan. Untuk itu, dalam rangka memberikan kemudahan dan efisiensi waktu bagi pasien berobat. RSUP Dr M Djamil hadirkan Aplikasi berbasis Android yang dinamai dengan “Djamil Apps”.

Aplikasi yang dikembangkan Sistem Informasi dan Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) tersebut telah bertransformasi dan berkembang dengan baik, sehingga pasien mendapatkan kepastian waktu dan jadwal dokter untuk melakukan pengobatan. Dengan kepastian tersebut, bermuara pada efisiensi waktu pengobatan.

“Aplikasi ini sudah dikembangkan selama dua bulan terakhir, aplikasi ini memberikan banyak kemudahan terutama untuk antrean berobat dan jadwal konsultasi dokter,”ucap Ibnu Putra, Kepala Instalasi SIM RS dalam paparannya dihadapan dewan direksi dan pimpinan unit di lingkup RSUP Dr M Djamil pada kegiatan Lounching “Djamil Apps”di taman lantai I Poliklinik Rawat Jalan, Selasa (9/8).

Lebih lanjut dijelaskan, tidak hanya soal pendaftaraan antrean, pasien juga dapat menikmati fitur seperti jumlah tempat tidur, jadwal dokter, dan juga saat ini dalam aplikasi tersebut dikembangkan Djamil Food, Djamil Laundry, Donor Darah dan Rumah Singgah.

“Pasien maupun keluarga pasien dapat langsung memesan makanan melalui Djamil Food, Djamil Laundri untuk membantu mencuci pakaian, rumah singgah bagi pasien yang berasal dari luar daerah serta fitur lainnya, semua itu tidak lepas dari upaya M Djamil untuk memberikan kemudahan dan efisiensi waktu, disamping itu sebagai bentuk usaha mencapai target digitalisasi dan inovasi di RSUP ini, ”ungkapnya sembari menyebutkan aplikasi tersebut juga akan di kembangkan dan disingkronkan dengan aplikasi terkait yang berkaitan dengan pelayanan, dan terkumpul dalam bentuk bigdata RSUP Dr M Djamil.

Direktur Perencanaan, Keuangan dan Barang Milik Negara, dr Rahmadian MKM, menyebutkan aplikasi tersebut sebagai bentuk efisiensi dalam bidang Teknologi dan Informasi di RSUP Dr M Djamil. Pihaknya merasa bersyukur atas usaha yang telah dilakukan seluruh pihak terkait dalam pengembangan aplikasi tersebut.

Alhamdulillah, dengan kerja keras semua pihak, kita sudah dapat menggunakan aplikasi Djamil Apps, ini bentuk kemudahan bagi pelanggan kita, apalagi RSUP sebagai pengampu Sumatera Bagian Tengah, tentu memiliki banyak pelanggan,”sebutnya sembari mengungkapkan dalam beberapa hari ke depan aplikasi tersebut sudah dapat di download melalui Playstore, karena saat ini dalam proses verifikasi dari pihak Google.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr dr Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS, FISQua mengapresiasi langkah dan pengembangan yang telah dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada para pasien yang berobat ke M Djamil. Pihaknya juga menargetkan dalam waktu beberapa bulan ke depan, tidak hanya soal kemudahan antrean, tapi juga mempersingkat waktu proses pengobatan.

“Ini sudah disimulasikan dan kitab bisa, tentunya aplikasi ini akan mendorong kita semua, semua harus bertekat untuk perubahan demi kemajuan di RSUP Dr M Djamil yang kita cintai ini,”sebutnya.

Dirut juga mengingatkan kepada seluruh SDM di RSUP Dr M Djamil Padang harus merubah manset bersama, membudayakan melayani agar hari demi hari RSUP semakin maju.

“Budaya melayani pasien, dan tentu semua harus bertekad dengan ikhlasan semua menginginkan pelayanan terbaik. Tekat tersebut harus dibarengi dengan keikhlasan dan kita bersama meyakini setiap kebaikan akan dibalasi ,tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak,”seru dr Yusirwan.

Diakuinya, semua pihak menginginkan kemudahan, sehingga hadirnya aplikasi Djamil Apps adalah bagian dari solusi, meski sebelumnya sudah dikembangkan sistem pendaftaran melalui SMS Getway dan Aplikasi Pendaftaran Djamil,namun hanya memberikan kemudahan untuk pendaftaran awal, tapi tidak untuk proses selanjutnya dan pada akhirnya tetap mengantre tanpa kepastian waktu.

“Mari kita mengubah manset kita untuk memberikan pelayanan terbaik, tentunya butuh budaya disiplin, seberapa canggihnya aplikasi ini, kalau SDM nya masih berfikir seperti yang dulu, tentu hadirnya aplikasi ini akan memperburuk citra kita, untuk itu mari kita semua menyadarinya,”pungkas dokter spesialis bedah anak tersebut sembari terus bertekat akan terus memberikan upaya dan inovasi terbaik untuk kemajuan RSUP Dr M Djamil.

Dalam kegiatan launching “Djamil Apps” tersebut, tidak hanya dihadiri Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, dr. Rose Dinda Martini SpPD, K-Ger FINASIM, Direktur SDM, Pendidikan dan Umum, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM, terut dihadiri Anggota Dewan Pengawas RSUP Dr M Djamil, Heru Pudyo Nugroho, SE, MBA, yang juga merupakan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara (DJPb) Sumbar. (RSMDJ/Khairian).

Peningkatan Mutu Pelayanan, Prioritas Utama RSUP Dr M Djamil

Workshop Penyusuan Indikator Mutu Prioritas dan Clinical Pathway Prioritas

RSMDJ — Dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan, RSUP Dr M Djamil Padang gelar workshop penyusuan indikator mutu prioritas unit dan clinical Pathway Prioritas. Kegiatan berlangsung selama tiga hari mulai Jumat hingga Minggu (5-7/8) di The Balcone Hotel Bukittinggi.

Workshop dibuka dan ditutup langsung Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang, Dr.dr. Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS FISQua, turut dihadiri Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, dr. Rose Dinda Martini SpPD, K-Ger FINASIM, Direktur SDM, Pendidikan dan Umum, Dr. dr. Dovy Djanas SpOG KFM dan Direktur Perencanaan, Keuangan dan BMN, dr. Rahmadian MKM.

Kegiatan perumusan indikator mutu unit diikuti oleh Koordinator unit, KSM, Kepala Instalasi, Kepala Komite dan unsur pimpinan unit di lingkup RSUP Dr M Djamil selaku Penanggung Jawab data, serta petugas pengumpul data mutu.

“Perumusan indikator unit ini dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan di RSUP, langkah demi langkah yang dilakukan dan dijalankan bersama, muaranya bagaimana pasien terpuaskan dengan pelayanan yang terbaik,” ujar Direktur Utama.

Lebih lanjut disebutkan, penyusunan  indikator mutu rumah sakit penting dilaksanakan sebagai bentuk standar atau pola, reguasi untuk mengukur indikator manajemen, pelayanan rumah sakit, penunjang rumah sakit, adminitrasi rumah sakit dalam melaksanakan amanah Undang-undang dan peraturan lainnya.

“Sehingga harapan masyarakat tehadap pelayanan yang bermutu dapat dilaksanakan, kepuasan pelanggan rumah sakit dapat dipenuhi sebaik-baiknya,” ulasnya.

Dokter Spesial Bedah Anak itu juga mengungkapkan, peningkatan pelayanan sejalan dengan arahan Menteri Kesehatan RI, menjadi kebanggan bagi seluruh pihak, serta mampu mewujudkan visi RSUP Dr M Djamil yang telah dibangun bersama selama ini. (RSMDJ/Khairian)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45