RSUP Dr M Djamil Raih Penghargaan Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak

RSUP Dr M Djamil kembali menorehkan prestasi. Kali ini, rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan tersebut menerima penghargaan dengan kategori Memenuhi Standar Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak dengan Nilai Maksimum.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifatul Choiri Fauzi dan diterima Ketua Tim Pelayanan Pusat Krisis Terpadu RSUP Dr M Djamil Dr dr Citra Manela SpFM pada acara Penghargaan LPKRA tahun 2024 dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia yang diselenggarakan di RR lantai 11 Kementerian PPPA, Senin (25/11).

Atas prestasi tersebut, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengucapkan Alhamdulillah atas torehan prestasi RSUP Dr M Djamil yang meraih penghargaan LPKRA dengan nilai maksimum. “Dengan penghargaan ini dapat memberikan motivasi bagi kami untuk terus dapat memberikan pelayanan dengan mengedepankan prinsip-prinsip perlindungan khusus ramah anak,” tuturnya.

Ia mengatakan RSUP Dr M Djamil Padang telah memiliki Pusat Krisis Terpadu. Pusat ini memberikan pelayanan bagi kekerasan pada anak dan perempuan yang memberikan pelayanan komprehensif dan holistik. “Meliputi penanganan medis dan medikolegal, psikososial, sosial, dan hukum,” tuturnya.

Ia mengatakan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi korban kekerasan terhadap anak dan perempuan peran tenaga kesehatan sangatlah besar.  “Di PKT itu mengupayakan pertolongan bagi para korban kekerasan baik anak maupun perempuan,” ucapnya.

Ia mengatakan penanganan yang dilakukan kepada korban kekerasan seksual tidak hanya berupa penanganan medis seperti visum. “Akan tetapi juga penanganan trauma secara psikologis  yang dialami agar bisa memutus mata rantai kasus tersebut,” tuturnya.

Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Nahar melaporkan pihaknya telah melakukan penilaian dan pengukuran sepanjang tahun 2024. Dari 51 lembaga yang diusulkan, hanya 47 lembaga yang terpilih mendapat penghargaan.

“Kami berharap, 47 lembaga yang mendapat penghargaan bisa lebih serius menangani permasalahan anak di wilayahnya masing-masing. Serta bisa menjadi contoh bagi lembaga lain dalam upaya pencegahan kekerasan anak di Indonesia,” harapnya.(*)

RSUP Dr M Djamil Terima Kunjungan Tim Asesmen Sentinel AMR Laboratorium

RSUP Dr M Djamil menerima kunjungan Tim Asesmen Sentinel Antimikroba Resistance (AMR) Laboratorium di Ruang Rapat Direksi, Senin (25/11). Kedatangan tim ini dalam rangka memperkuat kapasitas laboratorium mikrobiologi dalam menjalankan fungsinya dan mendeteksi kemampuan dalam mendiagnosis dimana terjadinya resistensi antimikroba.

Kedatangan rombongan ini disambut oleh Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K). Turut didampingi tim laboratorium mikrobiologi, tim pengendalian dan pencegahan penyakit infeksi, dan jajaran manajemen.

Sementara dari tim asesmen yakni dr Amy Rahmadanti MSc PH dan Ruswanda (Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan), Dr dr Dewi Santosa Ningsih SpMK (K), dr Nita Nurhidayati SpMK (K) dan Tri Margianti SSi (Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan) dan Asih Hartanti (Fleming Fund Country Grant to Indonesia). Asesmen tersebut dilakukan selama dua hari yakni Senin (25/11) dan Selasa (26/11).

“RSUP Dr M Djamil memiliki konsultan penelitian Dr dr Andani Eka Putra MSc yang giat meneliti dan membicarakan resistensi antimikroba ini. Dan di WHO dan seluruh keilmuan sudah wanti-wanti dengan resistensi ini. Karena telah menjadi pembunuh tiga besar,” kata Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K).

Ia mengatakan biasanya kita takut dengan penyakit. Tapi saat ini takut dengan tindakan kita mengatasi penyakit. “Mudah-mudahan dengan kehadiran tim asesmen bisa melihat dan memberikan dampak positif. Artinya hal-hal yang bisa mempercepat pengelolaan resistensi antimikroba bisa diterapkan di rumah sakit,” ucapnya.

Ia berharap hasil asesmen ini bisa menjadikan RSUP Dr M Djamil, satu dari empat rumah sakit di Indonesia yang mewakili kelanjutan dari tatalaksana permasalahan sentinel AMR ini di Indonesia. “Mudah-mudahan terwujud hendaknya,” harap Dr dr Bestari.

Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan dr Amy Rahmadanti MSc PH mengatakan tahun ini, ada empat rumah sakit yang menjalani asesmen ini. Yakni RSUP Dr M Djamil, RSUD Ulin, RSUD Praya, dan RSUP Wahidin Sudirohusodo.

“Pendekatan utamanya adalah rumah sakit yang akan menjadi rujukan dan kita melihat sebaran secara geografis. Apalagi di wilayah Sumatera sudah ada dua rumah sakit yakni RSUD Zainal Abidin Aceh dan RSUP Adam Malik Medan. Sekarang ditambah dengan RSUP Dr M Djamil yang InshaAllah akan mendapatkan support terkait dengan kapasitas laboratorium,” harapnya.

Ia berharap mudah-mudahan selama dua hari ini bisa melakukan asesmen di RSUP Dr M Djamil. “Nanti akan ada toolsnya atau ceklis yang kita gunakan untuk mengevaluasi sejauhmana dukungan sarana prasarana, pelaksanaan program dan proses kegiatan itu dilaksanakan,” tukasnya.(*)

RSUP Dr M Djamil Terima CSR Bank Nagari Renovasi 9 Kamar Mandi di Embun Pagi

RSUP Dr M Djamil menerima corporate social responsibility (CSR) dari PT Bank Nagari. Bantuan tersebut berupa renovasi sembilan unit kamar mandi ruangan rawat inap Aster dan Dahlia Gedung Embun Pagi.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua menerima bantuan CSR itu secara simbolis dari Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra. Prosesi penyerahan CSR dilangsungkan saat Puncak HKN ke-60 dan HUT ke-71 RSUP Dr M Djamil.  Turut disaksikan Ketua Dewan Pengawas RSUP M Djamil drg Arianti Anaya MKM dan Direktur Kepatuhan Bank Nagari Sukardi.

“Atas nama direksi dan civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih atas bantuan CSR dari Bank Nagari,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua di halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Sabtu (23/11).

Ia mengatakan bantuan ini tentunya akan dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan di Gedung Embun Pagi RSUP M Djamil. “Hal ini seiring komitmen RSUP Dr M Djamil dalam usia ke-71 untuk terus meningkatkan upaya memparipurnakan transformasi kesehatan dengan kolaborasi semua pihak,” ucapnya.

Diketahui transformasi kesehatan merupakan inisiasi dan dilakukan Kementerian Kesehatan mencakup enam pilar transformasi. “Kolaborasi menjadi solusi dalam meningkatkan layanan kesehatan di rumah sakit. Kolaborasi bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sehingga layanan kesehatan menjadi lebih baik untuk seluruh masyarakat,” tuturnya.

Ia mengharapkan semoga Bank Nagari bisa terus memberikan kontribusi yang positif untuk negeri. “Oleh karena itu, kami siap berkolaborasi serta bersinergi demi kemajuan layanan kesehatan di Sumbar,” harap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengatakan bantuan CSR ini sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi dengan mitra RSUP Dr M Djamil.  Dan juga termasuk program-program tanggung jawab sosial dan lingkungan termasuk layanan kesehatan yang diberikan.

“Maka Bank Nagari mendukung RSUP Dr M Djamil bersamaan juga Hari Ulang Tahun ke-71  dalam bentuk penyediaan sarana renovasi sembilan unit kamar mandi ruangan rawat inap Aster dan Dahlia Gedung Embun Pagi dengan nilai yang signifikan,” ucapnya.

Ia menekankan Bank Nagari akan tetap menjaga kemitraan dengan RSUP Dr M Djamil. “Harapannya tentu RSUP Dr M Djamil semakin berjaya dan semakin memberikan kontribusi nyata untuk kesehatan masyarakat. Bank Nagari bagian dari kemajuan RSUP Dr M Djamil,” tukas Dirut Bank Nagari. (*)

Puncak HKN ke-60 dan HUT ke-71 RSUP Dr M Djamil Meriah, Wujudkan Transformasi Kesehatan Lebih Baik

Hari ini Sabtu (23/11), hari bersejarah bagi RSUP Dr M Djamil. Pasalnya, di usia yang tidak muda lagi, banyak hal yang sudah dilalui oleh RSUP Dr M Djamil hingga sampai pada usia ke-71 tahun. Bersamaan dengan itu juga dirayakan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60, 12 November lalu.

Berpusat di halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, sebagai acara puncak ditandai dengan jalan santai. Ribuan peserta mengikuti jalan santai yang dilepas oleh Pj Wali Kota Padang Andree Harmadi Algamar, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua dan Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi PhD.

Turut dihadiri Ketua Dewan Pengawas RSUP Dr M Djamil drg Arianti Anaya MKM beserta anggota dewan pengawas, direksi RSUP Dr M Djamil, Ketua DWP RSUP Dr M Djamil Ny Winanda Dovy Djanas serta pengurus, tokoh masyarakat Prof Ganefri PhD, mantan Direktur Utama RSUP Dr M Djamil dr Irayanti SpM (K) MARS. Kemudian Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra, Direktur Kepatuhan Bank Nagari Sukardi, Forkopimda Sumbar serta Kota Padang dan mitra rumah sakit.

Para peserta melintasi rute start dari halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan- Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Situjuah-Jalan Sudirman-Jalan Abdullah Ahmad dan finish kembali di halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Usai jalan santai dilanjutkan dengan line dance. Kemudian prosesi pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun.

“Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan perjalanan panjang yang telah kita lalui. Sekaligus mengukuhkan komitmen kita dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat memberikan sambutan.

Tema HKN ke-60 tahun ini, “Gerak Bersama, Sehat Bersama”. “Kita diajak untuk menguatkan sinergi, menjalin kolaborasi, dan bahu-membahu antar Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, kabupaten/kota, sektor swasta, dan masyarakat dalam menjalankan program-program kesehatan. Ini demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera,” ucapnya.

Demikian pula, tutur Dovy, peringatan HUT ke-71 RSUP Dr M Djamil membawa makna mendalam. “Sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan tertinggi di Sumatera Barat, kita terus berupaya untuk meningkatkan mutu layanan, memperkuat sumber daya manusia. Serta menjawab tantangan di era transformasi kesehatan,” tutur Dovy.

Ke depan, tutur Dovy, RSUP M Djamil masih memiliki tugas besar, terutama dalam mewujudkan transformasi sistem kesehatan yang lebih baik. RSUP Dr M Djamil harus menjadi pelopor dalam inovasi layanan, pengembangan pendidikan kesehatan, serta pengabdian kepada masyarakat. “Ini sejalan dengan visi kita untuk menjadi rumah sakit kelas dunia yang unggul di tingkat regional,” harap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ketua Dewan Pengawas RSUP Dr M Djamil drg Arianti Anaya MKM mengatakan sebagai dewan pengawas, pihaknya selalu mengawal agar RSUP Dr M Djamil selalu sejalan dengan transformasi kesehatan yang dibuat Kementerian Kesehatan. Terutama pada pilar kedua yakni layanan rujukan yang akan terus ditingkatkan. Khususnya penyakit jantung dan kanker yang terus meningkat, stroke serta urologi.  “Tentunya fasilitas baik alat maupun sarana prasarana akan kita tingkatkan. Termasuk juga sumber daya manusianya,” ucapnya.

Ia berharap ke depannya RSUP Dr M Djamil menjadi rujukan, tidak hanya di Sumatera Barat dan sekitarnya. Dan mencegah orang Indonesia yang banyak berobat ke luar negeri. “Karena cukup berobat ke RSUP Dr M Djamil saja, mereka sudah bisa mendapatkan pelayanan yang lebih dari pelayanan yang mereka dapat di luar negeri,” harap drg Arianti.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Prof Ganefri PhD mengatakan hari ini dengan kemajuan teknologi yang cepat, tentu proses digitalisasi layanan dan kemajuan artificial intelligence harus menjadi perhatian bagi RSUP Dr M Djamil. “Di samping itu, sebagai rumah sakit pendidikan RSUP Dr M Djamil juga mampu menjadi pusat riset kesehatan dengan memanfaatkan teknologi kedokteran untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Jadi rumah sakit ini bukan hanya melayani orang sakit. Akan tetapi juga menjadi pusat riset pada wilayah ini,” harap mantan Rektor UNP ini.

Perayaan HKN ke-60  dan HUT ke-71 RSUP Dr M Djamil semakin meriah  dengan permainan kim yang menyediakan hadiah utama sepeda motor serta hadiah lainnya. Dan doorprize bagi peserta jalan santai yang bertaburan hadiah dengan grandprize sepeda motor. Pada kesempatan itu juga diserahkan  hadiah kepada pemenang berbagai lomba dan penyerahan piagam penghargaan kepada DPJP, perawat, tenaga kesehatan lainnya teladan dan tenaga administrasi teladan. (*) ke-60 

Monev Capaian Indikator Kinerja Dirut, RSUP Dr M Djamil Terima Kunjungan Direktorat TKPK

RSUP Dr M Djamil menerima kunjungan dari Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan (TKPK) di Ruang Rapat Direksi, Jumat (22/11). Kunjungan tim TKPK ke RSUP Dr M Djamil dalam rangka monitoring dan evaluasi capaian indikator kinerja direktur utama RS Vertikal BLU.

Kedatangan Tim Direktorat TKPK yang dipimpin dr Sunarto MKes selaku Direktur TKPK Kemenkes RI ini disambut oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua. Turut mendampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

“Pertemuan ini penting bagi kita karena Alhamdulillah RSUP Dr M Djamil pada tahun 2024 ini bisa melakukan langkah-langkah strategis agar rumah sakit ini ke depan harus bisa sama dengan pencapaian rumah sakit vertikal lainnya,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Dan ini, sebutnya, sebuah kekuatan bagi RSUP Dr M Djamil. Pasalnya, di sela kesibukan beliau Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan dr Sunarto MKes berkunjung ke rumah sakit ini. “Artinya bahwa ini memperlihatkan RSUP Dr M Djamil menjadi perhatian dari Kementerian Kesehatan RI. Mari kita melakukan hal-hal terbaik untuk RSUP Dr M Djamil dan masyarakat yang sudah kita layani,” sebutnya.

Ia juga mengatakan melengkapi layanan radioterapi, RSUP Dr M Djamil membutuhkan alat Linac, sebuah alat yang digunakan untuk mengobatinya kanker dengan terapi radiasi. “Bagaimana kita bisa mempercepat linac ini tentu lewat Direktur TKPK Kementerian Kesehatan,” sebutnya.

Linac yang ada di RS Adam Malik, tutur dokter spesialis Fetomaternal ini, sebenarnya dialokasikan untuk RSUP Dr Djamil. “Saat itu bunker kita belum siap makanya dialihkan ke RS Adam Malik. Dan Alhamdulillah hari ini kita sudah siap,” ungkap Dovy.

Ia mengatakan RSUP Dr M Djamil telah memaparkan masterplan pengembangan rumah sakit dan telah disetujui oleh Menteri Kesehatan. “Kami menginginkan RSUP Dr M Djamil bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat di Sumatera Bagian Tengah,” ucapnya.

InshaAllah pada hari ini, sebut Dovy, sudah merasakan kekuatan kami semua aspek manajemen. “Mari kita bersama-sama melangkah pada tahun 2025 mencapai target-target sesuai indikator yang sudah digariskan Menteri Kesehatan melalui TKPK,” tuturnya.

Direktur TKPK Kemenkes RI dr Sunarto MKes mengatakan penyelenggaraan rujukan ke depan akan didasarkan pada kompetensi fasilitas pelayanan kesehatan penerima rujukan, bukan lagi berdasarkan klasifikasi RS. Sistem Informasi Rujukan secara Terintegrasi atau Sisrute dikembangkan dengan tujuan sebagai sarana komunikasi dan informasi dalam melakukan rujukan pelayanan kesehatan perorangan. Klasifikasi RS yang saat ini masih berlaku berdasarkan kelas RS berdasarkan kapasitas tempat tidur tanpa melihat kemampuan atau kompetensi RS.

“Sehingga ke depan ini akan berubah dimana klasifikasi RS berbasis kompetensi dimana pelayanan berdasarkan pelayanan Spesialis dan Subspesialis dengan juga mempertimbangkan Sarpras yang tersedia, sehingga ketersedian sumber daya manusia dan sarparas dapat terpenuhi,” jelasnya.

Dampak perubahan sistem rujukan online berbasis kompetensi akan mendekatkan akses pelayanan Kesehatan, rujukan selain melihat kompetensi dan daya tampung tetapi juga melihat aksesibilitas (jarak dan waktu tempuh) RS yang terdekat sesuai dengan kebutuhan klinis pasien. Perubahan juga akan menghilangkan Jenjang Pelayanan Kesehatan, dimana pasien dirujuk ke Fasyankes menurut kompetensi RS yang sesuai kebutuhan klinis pasien tanpa melihat klasifikasi/ jenjang RS.

“Selain itu, diharapkan pasien yang dirujuk dapat terdistribusi secara merata sesuai dengan kebutuhan klinis pasien, tidak tertumpuk di RS C dan D namun dapat langsung di rujuk ke RS B dan A sesuai kompetensi RS, tanpa melihat klasifikasi RS,” tutur Sunarto.

Usai monev, Direktur TKPK dr Sunarto MKes didampingi Dirut RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua dan Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) meninjau bunker radioterapi. Kemudian meninjau kelas rawat inap standar Penyakit Dalam, HCU, CVCU serta IGD RSUP Dr M Djamil.(*)

HUT M Djamil dan HUT DWP, RSUP Dr M Djamil-DWP Bagikan Paket Parsel Buah

RSUP Dr M Djamil bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr M Djamil terus menunjukkan kepedulian terhadap pasien yang menjalani perawatan. Jumat (22/11), dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-60, HUT ke-71 RSUP Dr M Djamil dan HUT ke-25 DWP, rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini bersama DWP RSUP Dr M Djamil membagikan 230 paket parsel buah.

Paket parsel buah itu diserahkan oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua, Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Ketua DWP RSUP Dr M Djamil Ny Winanda Dovy Djanas serta pengurus DWP di Ruang Rawat Inap Kebidanan lantai 3.
“Penyerahan paket parsel buah ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pasien yang dirawat di tiga unit layanan. Yakni kebidanan, bedah dan trauma center,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Ia mengatakan aksi tersebut juga sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian RSUP Dr Djamil selama ini. “Bagaimana pun juga RSUP Dr M Djamil terus melakukan transformasi. Salah satunya melalui budaya peduli, profesional, empati, daya saing dan loyalitas. Makanya, pada hari ini kita membagikan parsel buah kepada pasien,” sebutnya.
Ia berharap mudah-mudahan apa yang dilakukan pada hari ini, akan mempermudah langkah kita dalam memberikan pelayanan terbaik pada pasien. “Kemudian mendoakan pasien dirawat di RSUP Dr M Djamil cepat pulih serta bisa beraktivitas kembali,” harap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ketua DWP Ny Winanda Dovy Djanas mengatakan kegiatan yang melibatkan seluruh civitas hospitalia rumah sakit dan anggota DWP bertujuan untuk berempati kepada saudara-saudara kita yang sedang dirawat. Dan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka HKN ke-60, HUT ke-71 RSUP Dr M Djamil dan HUT ke-25 DWP.
“Semoga paket parsel buah yang dibagikan ini bermanfaat dan dapat dirasakan cinta kasih kita kepada saudara-saudara yang kita rawat. Semoga saudara-saudara kita cepat sembuh. Dan semakin sukses untuk RSUP Dr M Djamil dan DWP RSUP Dr M Djamil,” tukasnya. (*)

Workshop NFPE, Dirut M Djamil: Tingkatkan Kompetensi Ahli Gizi

Diklat RSUP Dr M Djamil terus berkomitmen meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan, salah satunya ahli gizi. Kali ini, Diklat RSUP M Djamil mengadakan Workshop Nutrition Focused Physical Examination (NFPE) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (21/11).

Workshop tersebut dibuka oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua. Menghadirkan narasumber dosen Gizi Kesehatan UGM Tony Arjuna SGz MNutDiet PhD AN PD.

“Workshop ini merupakan langkah penting dalam pengembangan kompetensi dan kapasitas ahli gizi dalam memberikan pelayanan nutrisi yang lebih komprehensif,” kata Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat memberikan sambutan.

Ia menjelaskan Nutrition Focused Physical Examination (NFPE) adalah keterampilan yang sangat esensial untuk mendeteksi masalah malnutrisi secara dini. Sehingga intervensi nutrisi dapat diberikan tepat waktu dan tepat sasaran.

“Berbicara gizi baik dari hulu maupun hilir semuanya harus diselesaikan. Makanya di dalam workshop ini, ahli gizi agar mempunyai peran dalam masalah gizi ini,” ucapnya.

Ia mencontohkan profesinya sebagai dokter obgin. Berbicara dokter obgin, berbicara pada mulai terjadinya kehamilan dan mulai terjadinya konsepsi tentu itu sudah harus dilakukan pengawalan asessment atau penilaian sampai nanti bayinya lahir. 

“Makanya dalam ilmu kita, 1.000 hari pertama kehidupan itu penting. Apalagi ini ada hubungannya dengan stunting. Jadi kita ingin  bangsa Indonesia ini bisa cerdas dan maju tentu berbicara kepada masalah gizi,” sebutnya.

Berbicara masalah gizi, sebutnya, bagaimana program stunting sudah diprogramkan ini menjadi suatu hal yang harus diselesaikan. Baik dari hulu ke hilir. “Termasuk dalam workshop yang berbicara pada masalah gizi ini,” ucapnya.

Ia mengatakan sebenarnya ini sejalan dengan program dari bapak Presiden RI Prabowo. Dalam kunjungan ke sejumlah negara, fokusnya memberantas dan menyelesaikan masalah kelaparan dan gizi. Makanya bapak Presiden Prabowo menggaungkan makan bergizi gratis. 

“Pogram penting ini sebagai fondasi negara kita. Kalau stunting masih menjadi masalah bagi negara ini, tentu tidak bisa bersaing dengan negara lain,” ucapnya. 

Workshop ini, tuturnya, dapat menambah pengembangan kompetensi dan kapasitas tenaga kesehatan khususnya ahli gizi dalam memberikan pelayanan nutrisi yang lebih komprehensif.

Tentunya sebagai rumah sakit pendidikan dan pusat rujukan nasional, RSUP Dr M Djamil Padang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk di bidang gizi klinik. 

“Oleh karena itu, kami menyambut baik inisiatif penyelenggaraan workshop ini, yang diharapkan dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat sinergi dalam mendukung upaya pencegahan dan pengelolaan malnutrisi. Baik di fasilitas pelayanan kesehatan primer maupun rujukan,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr M Djamil Lantik 18 Pejabat Fungsional

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua melantik dan mengambil sumpah jabatan 18 pejabat fungsional. Terdiri dari 12 perawat ahli muda, 3 perawat ahli pertama, 1 bidan ahli muda, 1 apoteker ahli muda, dan 1 dokter pendidik klinis ahli muda.

“Pelantikan ini adalah langkah penting dalam penguatan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan berintegritas. Jabatan fungsional baik ahli pertama, ahli muda, maupun dokter pendidik klinis (dodiknis), bukan hanya sekadar jabatan. Akan tetapi juga amanah besar yang menuntut dedikasi, inovasi, dan tanggung jawab tinggi dalam menjalankan tugas,” kata Direktur Utama Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (20/11). 

Pelantikan ini turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo serta Plh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K).

Kepada para pegawai yang dilantik, Dirut mengucapkan selamat menjalankan amanah jabatan fungsional. “Jadikanlah kenaikan jabatan fungsional ini sebagai sarana untuk memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi, bangsa, dan masyarakat,” ucapnya.

Ia mengajak tingkatkan terus kompetensi diri, jaga etika profesional, serta laksanakan tugas dengan sepenuh hati. “Saya yakin, dengan semangat kerja sama dan komitmen yang kuat, kita semua mampu mencapai target-target yang telah ditetapkan. Ini demi pelayanan unggul dan berdaya saing,” harap Dovy. 

Ia berharap pejabat fungsional yang dilantik hendaknya menjadi agen perubahan dalam transformasi budaya berAKHLAK. “Yakni berorientasi pelayanan, akuntabel kompeten, loyal, adaptif dan kolaboratif,” tukasnya.(*)

Dirut RSUP Dr M Djamil Turut Hadiri Peluncuran Universitas Alifah Padang

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua menghadiri Peluncuran Universitas Alifah Padang dan Pelantikan Rektor Universitas Alifah Padang di kampus Universitas Alifah Padang, Selasa (19/11). Dirut pun memberikan ucapan selamat atas transformasi STIKes Alifah Padang menjadi Universitas Alifah Padang sekaligus selamat atas dilantiknya Rektor Universitas Alifah Padang Dr Fanny Ayudia MBiomed.

Transformasi tersebut seiring dengan dikeluarkannya surat keputusan dengan nomor SK: 673/E/O/2024 maka STIKes Alifah Padang telah resmi berubah bentuk menjadi Universitas Alifah Padang.

“Atas nama RSUP Dr M Djamil turut memberikan selamat dan mengatakan rumah sakit ini akan selalu mendukung sebagai mitra dalam bekerja sama memajukan pendidikan Indonesia,” kata Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua di kampus Universitas Alifah Padang Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang.

Ia mengatakan sebagai rumah sakit pendidikan, RSUP Dr M Djamil akan selalu siap berkolaborasi untuk membantu Universitas Alifah Padang mewujudkan visi misi dalam memberikan sumbangsih besar dalam pembangunan masyarakat melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. “RSUP Dr M Djamil siap berkolaborasi dengan Universitas Alifah Padang,” ucap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Plt Asisten I Setprov Sumbar Irwan mengatakan Pemprov Sumbar merasa bangga, daerah ini telah bertambah satu universitas nantinya akan melahirkan para sarjana yang berkualitas dan berdedikasi. “Ke depan Universitas Alifa Padang menjadi pusat pembinaan pendidikan tinggi, yang tentunya akan mengakomodir keinginan, kebutuhan dan kepentingan generasi muda akan pendidikan tinggi, serta mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas,” harapnya

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Alifah Nur Ikhlas Padang Hj Farmi Arma mengatakan Universitas Alifah Padang telah memiliki dua fakultas. Yakni Fakultas Kesehatan dan Teknologi Informasi terdiri dari tujuh program studi dan Fakultas Bisnis dan Manajemen terdiri dari dua program studi.

“Pihak yayasan senantiasa meningkatkan sumber daya manusia dan infrastruktur. Untuk pengembangan SDM, prioritas yayasan menghadirkan dosen kualifikasi doktoral sebanyak-banyaknya. Kami berharap tahun 2028 sebanyak 30 persen dosen telah S-3 atau 6 doktor setiap program studi,” ungkapnya.

Rektor Universitas Alifah Padang, Dr Fanny Ayudia MBiomed mengatakan peluncuran Universitas Alifah Padang merupakan tonggak sejarah  bagi civitas akademika maupun masyarakat Sumatera Barat. “Dengan keluarnya izin Universitas Alifah Padang ini kami berharap dapat berkontribusi nyata dalam membentuk generasi kompeten, berkarakter dan memberikan sumbangsih nyata bagi bangsa dan negara,” tukasnya.(*)

Bahas Penguatan Fungsi RS Vertikal, Dirut M Djamil Hadiri RDP Komisi IX DPR RI

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kementerian Kesehatan RI dengan Komisi IX DPR RI di Ruang Rapat Komisi IX DPR RI, Jakarta, Rabu (13/11) lalu. Direktur Utama diundang untuk menghadiri rapat dengar pendapat guna membahas penguatan fungsi dan peran rumah sakit vertikal dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Rapat dengar pendapat tersebut dipimpin Ketua Komisi IX Dr Hj Nihayatul Wafiroh MA. Turut dihadiri 33 anggota Komisi IX, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr Azhar Jaya SH SKM MARS dan jajaran serta direktur utama rumah sakit vertikal.

Saat rapat dengar pendapat, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr Azhar Jaya SH SKM MARS memaparkan terkait tentang transformasi layanan rujukan, transformasi sumber daya manusia kesehatan meliputi peningkatan kapasitas produksi dokter spesialis dan penambahan kapasitas fellowship. Serta transformasi teknologi kesehatan.

Ada pun kesimpulan dalam rapat dengar pendapat tersebut yakni Komisi IX mendesak Kementerian Kesehatan melakukan akselerasi pilar transformasi Sistem Kesehatan Nasional guna meningkatkan kualitas pelayanan rujukan dan meningkatkan daya saing rumah sakit vertikal sebagaimana amanat Undang Undang No 17 tentang Kesehatan.

Komisi IX mendesak Kementerian Kesehatan RI dan seluruh rumah sakit vertikal berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan rujukan dengan memperhatikan masukan anggota Komisi IX DPR RI di antaranya.

Yakni penguatan ekosistem pelayanan kesehatan rujukan, termasuk manajemen layanan kesehatan, perbaikan tata kelola rumah sakit, dan standar produktivitas kinerja spesialis.

Pemenuhan alat kesehatan bekerja sama dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Memastikan standar pelayanan berjalan maksimal dengan sistem monitoring dan evaluasi yang terukur.

Penguatan sistem jejaring pengampuan dan peningkatan kapasitas rumah sakit madya dan rumah sakit utama. Memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan sumber daya manusia (SDM) yang bekerja di rumah sakit vertikal.

Komisi IX DPR RI mendesak Kementerian Kesehatan RI berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait dan seluruh rumah sakit vertikal untuk melakukan pembenahan menyeluruh dalam sistem pendidikan spesialis sesuai dengan konstruksi dalam UU No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang sudah memiliki instrumen  kuat, termasuk dalam mengatasi perundungan terhadap Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Komisi IX DPR RI meminta Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait dan pemerintah daerah mencari solusi dalam mendekatkan akses masyarakat terhadap rumah sakit vertikal, termasuk penyediaan rumah tunggu atau sejenisnya.

Komisi IX DPR RI meminta Kementerian Kesehatan RI menyampaikan jawaban tertulis atas pertanyaan anggota DPR RI pada rapat hari ini dan disampaikan ke Komisi IX DPR RI paling lambat Rabu 20 November 2024.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45