Terima Kunjungan Padang Ekspres, Dirut M Djamil Paparkan Rencana Masterplan RS

RSUP Dr M Djamil menerima kunjungan direksi dan manajemen Padang Ekspres di Ruang Rapat Direksi, Selasa (19/11). Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus memperkuat kerja sama yang telah terjalin selama ini.

Kedatangan tim Padang Ekspres tersebut disambut Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua. Turut mendampingi Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Plh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K) serta manajemen.

Sementara dari tim Padang Ekspres dihadiri Direktur Utama M Nazir Fahmi, Direktur/Manajer Keuangan Yossi Ariesta, Manajer Pemasaran Dicky Junaidi, Manajer HRGA/Wakil Pemred Suryani, Pemred Rommi Delfiano, Direktur PT Padang Graindo Mediatama Syukron Putra dan Manajer Keuangan dan SDM Padang Graindo Nilla Deviani.

“Sebagai mitra kerja, media Padang Ekspres selama ini telah banyak berkontribusi dalam hal penayangan pemberitaan terkait pelayanan di RSUP Dr M Djamil sehingga semakin diketahui masyarakat luas,” kata Direktur Utama Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Ia berharap hubungan silaturahmi, dan komunikasi RSUP Dr M Djamil dengan media Padang Ekspres bisa tetap terjalin dengan baik. “Bahkan informasi yang kami ingin sampaikan melalui media Padang Ekspres bisa tersampaikan dengan akurat dan diketahui masyarakat,” harap Dovy.

Pada kesempatan itu, Dirut pun memaparkan rencana pengembangan masterplan rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan. Hal ini upaya RSUP M Djamil nantinya memberikan kontribusi menahan devisa yang berobat ke luar negeri di Sumatera Barat.

“Sehingga menjadi keunggulan kita dalam memberikan layanan terbaik di Sumatera Barat khususnya Sumatera Bagian Tengah umumnya,” harapnya.

Ia mengatakan rencana pengembangan masterplan rumah sakit ini telah disetujui oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. “Kini kami secara bertahap mewujudkan masterplan tersebut. Tahap awal yang kami lakukan adalah pengalihan aset tanah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan pemanfaatan tanah TNI,” ucapnya.

Ia mengucapkan Alhamdulillah setelah melalui perjalanan panjang, RSUP Dr M Djamil bersama PT KAI Persero telah menandatangani kesepakatan pembayaran ganti rugi aset tanah di Kementerian Kesehatan RI Jakarta pada 15 Oktober lalu. “Ini berkat dorongan dan dukungan Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade. Beliau pun turut menyaksikan penandatanganan kesepakatan tersebut,” ungkap Dovy.

Ia juga menyebutkan pihaknya difasilitasi anggota DPR RI Andre Rosiade bertemu dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Mabes TNI AD pada 6 November lalu. Pertemuan itu membahas kebutuhan lahan TNI yang berlokasi di Sawahan terkait tindaklanjut pengembangan masterplan RSUP Dr M Djamil.

“Dalam pertemuan itu kita sepakat dengan Pak KASAD, rencana membangunkan rumah yang ada di lahan TNI saat ini ke lahan TNI  di Ketaping kurang lebih 1 hektare. Itulah yang kita bicarakan tadi untuk ditindaklanjuti. Dan Pak KASAD setuju,” ungkap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Dalam masterplan itu, tutur Dovy, gedung RSUP Dr M Djamil akan saling terintegrasi dan akan dibangun secara lima tahap. Tahap awal direncanakan akan dibangun gedung central medical unit (CMU) 8 lantai dengan 188 tempat tidur dan 1 lantai basement.

“Tahap 2 dan tahap 5 gedung rawat jalan Non-JKN dan layanan unggulan dibangun 8 lantai plus basement dengan 4.200 tempat tidur. Masih tahap 2 akan dibangun area komersial, gedung diklat, riset, hostel, dan resto dengan lima lantai. Kemudian gedung IPSRS, wisma, dan gedung asrama,” sebutnya.

Tahap 3, sebutnya, gedung rawat jalan BPJS Kesehatan dan layanan unggulan. “Tahap 4 gedung ibu dan anak,” ungkapnya.

Ia menyebutkan direncanakan pembangunan akan dimulai pada tahun 2026. “Kami meminta mohon doa dan dukungan media atas rencana pengembangan masterplan rumah sakit ini. Sehingga kami semakin lebih optimal lagi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Sumatera Barat khususnya Sumatera Bagian Tengah umumnya,” harap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Sementara itu Direktur Utama Padang Ekspres M Nazir Fahmi mengucapkan terima kasih atas sambutan direksi dan manajemen RSUP Dr M Djamil. Kunjungan ini sebagai bentuk memperkuat silaturahmi sekaligus kerja sama yang telah terbangun selama ini antara Padang Ekspres dan RSUP Dr M Djamil.

“Kami berharap komunikasi yang intens terbangun selama ini untuk terus berlanjut. Padang Ekspres siap menyajikan pemberitaan kesehatan di RSUP Dr M Djamil,” tukasnya.(*)

Dirut M Djamil: Rakor TB Ajang Evaluasi Sistem Pelayanan yang Telah Berjalan

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir telah ada kemajuan dalam penanganan TBC, angka kejadian penyakit ini masih cukup tinggi dan menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan di Indonesia.

Diketahui, penurunan kasus TBC termasuk salah satu dari tiga area prioritas kesehatan yang ditekankan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia. Di samping pemeriksaan kesehatan gratis untuk semua kelompok umur dan pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di daerah terpencil dan tertinggal.

“Sebagai rumah sakit yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, kita memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Terutama dalam hal penanggulangan dan pengentasan penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC),” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas Jejaring Internal Tuberkulosis di RSUP Dr M Djamil di Aula Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (18/11).

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Kabid P2P Dinas Kesehatan Sumbar dr Rina Sofianti MKes, Sub Koordinator P2PM Dinas Kesehatan Kota Padang Evawestari SKM MIKom, Senoir Program Officer/Public Private Mix/USAID TBPS dr Selly Pasaribu, Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Dr dr Finny Fitri Yani SpA (K), dan dokter spesialis paru dr Irvan Medison SpP (K) FISR FAPSR.

Ia mengatakan rapat koordinasi ini memiliki tujuan yang  penting, yaitu memperkuat pemahaman kita bersama tentang standar pelayanan dan pengelolaan TBC yang lebih baik. Termasuk mengevaluasi sistem pelayanan yang telah berjalan. “Melalui evaluasi dan pengembangan berkelanjutan terhadap sistem pelayanan, kita dapat mengetahui sejauh mana kita telah mencapai standar yang diharapkan. Dan mengetahui area-area yang masih memerlukan perbaikan atau pembenahan, serta memastikan bahwa penanganan pasien TBC  lebih tepat, cepat, dan humanis,” harapnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat, baik dalam peningkatan kapasitas teknis, pengetahuan, maupun dalam meningkatkan kolaborasi di antara seluruh pihak yang terlibat. “Semua tenaga medis, dari dokter, perawat, hingga tenaga pendukung lainnya, memiliki peran yang sangat penting dalam penanganan TBC,” tuturnya.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Sumbar dr Rina Sofianti MKes mengatakan penyakit TBC ini termasuk program prioritas dari bapak Presiden RI. Dan di Sumbar TBC ini salah satu yang akan masuk dalam RPJPD 2025-2045. Ada dua indikator utama yakni case notification rate dan treatment success rate yang akan menjadi kebijakan di daerah kita sampai 2045 nanti. “Jadi program TBC ini menjadi prioritas kami. Dan program TBC ini, lebih menitikberatkan kepada koordinasi bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Sub Koordinator P2PM Dinas Kesehatan Kota Padang Evawestari SKM MIKom mengatakan apa yang dilakukan RSUP Dr M Djamil ini bisa menjadi contoh atau praktim baik yang bisa ditiru oleh rumah sakit-rumah sakit lain. “Rakor ini diharapkan dapat mengevaluasi sistem pelayanan TBC  yang telah berjalan selama ini,” tukasnya.(*

Dirut RSUP Dr M Djamil Ajak Masyarakat Aware dengan Diabetes Melitus

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengajak masyarakat Kota Padang khususnya Sumatera Barat umumnya untuk mencegah dan mengendalikan penyakit diabetes melitus. Pasalnya angka kesakitan diabetes melitus saat ini semakin meningkat tentu dengan berbagai faktor risiko.

“Peringatan Hari Diabetes Sedunia ini sangat penting, bagaimana kita meningkatkan kesadaran tentang diabetes dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Sekaligus mendorong upaya pencegahan terhadap penyakit ini,” kata Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat HUT ke-67 Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Papdi), World Diabetes Day, Hari Kesehatan Nasional ke-60 saat Car Free Day di Jalan Sudirman, Kota Padang, Minggu (17/11).

Diabetes mellitus, sebut Dovy, dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Pasalnya dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai bagian tubuh, seperti jantung, mata, saraf, ginjal, dan kaki. “Diabetes juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan pengerasan arteri,” ucapnya.

Ia mengatakan pada saat ini masyarakat hadir pada acara sangat penting, World Diabetes Day. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Papdi dan Perkeni ini memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya preventif terhadap diabetes melitus. “Tentu komplikasi, angka kesakitan dan angka kematian pada penyakit diabetes melitus ini diharapkan dapat dikurangi,” harap Dovy.

Sementara Ketua Papdi Cabang Sumbar Dr dr Harnavi Harun SpPD K-GH FINASIM mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. “Sekaligus mengajak masyarakat untuk aware dengan penyakit diabetes melitus ini,” ucapnya.

Ia mengatakan pada kegiatan ini, diawali dengan Diabetes Walk. Start di depan rumah Gubernur Sumbar hingga ke simpang Masjid  Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi hingga kembali ke depan rumah Gubernur Sumbar.

“Usai kegiatan itu, kami mengajak masyarakat yang melakukan aktivitas pada Car Free Day untuk ikut memeriksakan tekana darah, gula darah dan pemeriksaan EKG. Pemeriksaan EKG ini bertujuan untuk melihat kondisi fisik kita secara umum. Dengan sejumlah pemeriksaan itu, masyarakat dapat mengetahui sejauhmana kita memiliki dan peduli dengan kesehatan,” tutur Dr dr Harnavi.

Tidak sampai di situ saja, sebutnya, pihaknya juga memberikan edukasi kesehatan tentang diabetes melitus. Sehingga masyarakat dapat mengenali, gejala dan faktor risiko penyakit diabetes melitus ini. “Ini sebagai upaya preventif yang kami lakukan,” tukasnya.  (*)

Dilantik sebagai Dewan Pertimbangan IDI Padang, Ini Harapan Dirut RSUP Dr M Djamil

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua menghadiri sekaligus dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Padang Periode 2024-2027. Dalam kepengurusan IDI cabang Padang tersebut diketuai oleh Dr dr Muhammad Riendra SpBTKV Subsp VE (K) FIATCVS.

Ketua IDI Cabang Sumatera Barat Dr dr Roni Eka Sahputra SpOT (K) Spine melantik kepengurusan IDI Cabang Padang ini. Turut disaksikan oleh Pj Wali Kota Padang Andree Harmadi Algamar.

Tak hanya pelantikan, juga dilangsungkan perayaan HUT ke -74 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Rapat Kerja IDI cabang Padang.

“Kami berharap dengan dilantiknya kepengurusan IDI cabang Padang agar bisa melakukan hal-hal terbaik untuk masyarakat Kota Padang,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua usai pelantikan di Ballroom The ZHM Premiere Padang, Sabtu (16/11).

Tentunya pelayanan kesehatan bisa dioptimalkan dan kepuasan masyarakat bisa dilayani. “Serta kami berharap pelantikan ini juga sebagai momentum untuk bergerak demi layanan terbaik bagi masyarakat Kota Padang,” harap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Pj Wali Kota Padang Andree Harmadi Algamar mendorong para dokter yang tergabung dalam IDI agar memiliki budaya dan semangat melakukan riset. Ini demi tercapainya kemandirian dan inovasi di bidang pelayanan kesehatan dan penunjangnya.

“Riset dan inovasi di kalangan profesi dokter  masih minim karena sebagian besar dokter masih berfokus pada pelayanan di fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan riset dan inovasi di bidang kesehatan dan kedokteran perlu didorong agar perbaikan layanan kesehatan dan kemandirian bangsa bisa segera terwujud,” harapnya.

Sementara Ketua IDI Cabang Sumatera Barat Dr dr Roni Eka Sahputra SpOT (K) Spine berharap IDI cabang Padang untuk selalu bersinergi dan melakukan kolaborasi dengan pemerintah, rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, rumah sakit umum daerah maupun pihak swasta agar bersama-sama membangun kesehatan masyarakat.

“Dengan selalu berkoordinasi akan dapat membangun kesejahteraan maupun kesehatan” terangnya.

Ke depannya, tuturnya, kepada seluruh pengurus IDI cabang Padang agar kompak dan solid. “Karena hal ini dapat meningkatkan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tukasnya.(*)

World Diabetes Day; Kenali Gejala, Faktor Risiko dan Pencegahan Diabetes

Pada tanggal 14 November, dunia memperingati Hari Diabetes Sedunia. Momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan diabetes, penyakit kronis yang mempengaruhi 1 dari 10 orang dewasa di seluruh dunia. Penyakit ini bukan hanya masalah kesehatan pribadi tetapi juga tantangan kesehatan global yang semakin berkembang setiap tahunnya.

“Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekreasi insulin, kelainan kerja insulin, atau kedua-duanya,” kata dokter spesialis penyakit dalam RSUP Dr M Djamil dr Yanne Pradwi Efendi SpPD FINASIM saat Penyuluhan World Diabetes Day di Poliklinik Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (15/11).

Penyuluhan yang diadakan Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran ini bekerja sama dengan IDI, Persatuan Diabetes Indonesia, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) dan Persatuan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Papdi). Pasien dan keluarga pasien antusias mengikuti penyuluhan tersebut.

Ia menjelaskan diabetes melitus dapat dibagi menjadi beberapa tipe. Yakni diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2, diabetes melitus tipe lain dan diabetes melitus pada kehamilan.

“Sinonim diabetes melitus yakni penyakit kencing manis atau gula. Ditandai kadar gula darah yang meningkat berlebihan,” tuturnya.

Diabetes melitus, sebut dr Yanne, merupakan penyakit yang sapat disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Dimana faktor genetik berupa fungsi sel beta pankreas menurun dan resistensi insulin. “Sementara faktor lingkungan dipengaruhi di antaranya oleh obesitas, malas berolahraga dan makan banyak,” sebutnya.

Ia menyebutkan faktor risiko diabetes melitus yakni riwayat keluarga diabetes melitus tipe 2, ras atau etnis tertentu, aktivitas fisik yang kurang, obesitas. Kemudian perempuan dengan riwayat melahirkan bayi dengan BBL kurang dari 4 kg. Perempuan dengan riwayat diabetes melitus gestasional, hipertensi dan dislipidemia.

“Keluhan klasik diabetes melitus berupa poliuri (banyak buang air kecil), polidipsi (banyak minum, sering merasa haus), polifagia (banyak makan), dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya,” tuturnya.

Ia mengatakan diabetes melitus tipe 2 menyebabkan komplikasi dengan menyebabkan kerusakan pada endotel vaskuler. Terdapat dua jenis komplikasi yang dapat mengancam penderita diabetes melitus yaitu komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular.

“Komplikasi mikrovaskular diabetes melitus disebabkan oleh hiperglikemia kronik melalui proses glikosilasi dan stres oksidatif. Sedangkan komplikasi makrovaskular disebabkan oleh resistensi insulin,” ungkap dr Yanne.

Ia menyebutkan prinsip dasar terapi diabetes yakni diet diabetes, olahraga pada diabetes 150 menit per minggu, dibagi 4-5x seminggu, olahraga aerob dan terapi farmakologi.

“Oleh karena itu untuk pencegahan diabetes mellitus ini, kami mengimbau masyarakat agar memilih makanan yang sehat, diet gizi seimbang, aktivitas fisik yang rutin dan gerakan hidup masyarakat sehat (Germas),” imbaunya. (*)

Advanced Colorectal Symposium, Dirut M Djamil: Perkuat Jejaring Keilmuan Bedah

RSUP Dr M Djamil bersama Johnson & Johnson MedTech mengadakan Advanced Colorectal Symposium di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Sabtu (16/11). Simposium dan Live Surgery ini menghadirkan narasumber yakni Assoc Prof Pawit Sutharat MD dan Assoc Prof Boonchai Ngamsirimas MD.

“Simposium tersebut menjadi momen istimewa bagi RSUP Dr M Djamil karena kita dapat menghadirkan dua narasumber dari luar negeri yang akan berbagi wawasan dan pengalaman terkini terkait penanganan kolorektal,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat memberikan sambutan.

Turut dihadiri Ketua KSM Bedah Dr dr M Iqbal Rivai SpB Subsp BD (K), Business Unit Head One Ethicon Johnson & Johnson MedTech Thamrin Salim dan peserta simposium terdiri dari dokter spesialis bedah digestif, dokter spesialis bedah baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Ia mengatakan kehadiran mereka yang telah memiliki reputasi di dunia medis tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan kita. Akan tetapi juga memberikan motivasi dan inspirasi untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya di bidang kolorektal.

“Kegiatan ini akan ada live surgery, yang memberikan kesempatan bagi kita untuk belajar secara langsung tentang teknik operatif mutakhir di bidang kolorektal. Ini adalah langkah nyata untuk mendorong pengembangan kompetensi, sehingga pelayanan kesehatan dapat terus memberikan yang terbaik sesuai standar internasional,” harap Dovy.

Sebagai rumah sakit rujukan dan dan rumah sakit pendidikan, tegasnya, RSUP Dr M Djamil  memiliki komitmen kuat untuk menjadi pusat pengembangan keilmuan dan pelayanan kesehatan berkualitas. “Dengan simposium ini, kami berharap mampu memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membuka peluang riset dan inovasi baru di bidang kolorektal,” ungkapnya.

Dovy mengajak seluruh peserta, untuk memanfaatkan simposium ini menjalin diskusi, berbagi pengalaman, dan memperkuat jejaring keilmuan. “Semoga ilmu ini dapat memberikan dampak besar, tidak hanya bagi pengembangan profesi kita, tetapi juga bagi kualitas pelayanan kesehatan yang kita berikan kepada masyarakat,” harap Dovy.

Sementara itu Ketua KSM Bedah Dr dr M Iqbal Rivai SpB Subsp BD (K) mengatakan tujuan simposium ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bedah kolorektal di kalangan dokter bedah. Memperkenalkan inovasi terbaru dari Ethicon untuk meningkatkan hasil perawatan pasien. “Dan menciptakan interaktif bagi dokter bedah untuk saling bertukar pengalaman,” ucapnya.

Ia mengatakan dengan simposium ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam bedah kolorektal, sehingga dapat menerapkan teknik terbaru ini dalam praktik sehari-hari. Kemudian dapat mengadopsi inovasi terbaru dari Ethicon untuk meningkatkan hasil klinis dan mempercepat pemulihan pascaoperasi. “Sekaligus bertukar pengalaman sesama ahli bedah dan memperkaya perspektif dalam manajemen kasus kolorektal,” ungkap Dr dr M Iqbal Rivai.

Diketahui materi yang disajikan dalam simposium ini yakni Lap LAR Introduction and Briefing, Live Surgery: Laparoscopic Low Anterior Resection (LAR) : Live demonstration of LAR using the latest techniques and ETHICON tools, with real-time commentary on each step and tool used.

Kemudian session 1: Contemporary Approaches in Colorectal Surgery, session 2: Comparative Perspectives in Colorectal Surgery. Dan session 3: Innovations in Surgical Tools for Colorectal Surgery. (*)

RSUP Dr M Djamil Gelar Wirid Mingguan, Kaji Tentang Keutamaan Zikir

RSUP Dr M Djamil kembali melaksanakan kegiatan rutin Wirid Mingguan di Masjid Asy-Syifa, Jumat (15/11). Kegiatan Wirid Mingguan ini menghadirkan ustad Martono yang mengupas tentang Keutamaan Orang-orang Berzikir kepada Allah SWT.

“Manusia diperintahkan untuk selalu mengingat Allah SWT, terlepas dari kondisi apapun, baik saat senang ataupun saat gundah. Mengingat Allah SWT tidak hanya ketika seseorang tengah salat, tetapi ketika sedang bekerja, istirahat, di perjalanan, memasak dan kegiatan apapun bisa sambil terus mengingat Allah dengan selalu berzikir,” kata Ustad Martono SPdI MA saat Wirid Mingguan.

Turut dihadiri Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua, Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, pengurus DWP dan civitas hospitalia.

Ia mengatakan zikir merupakan latihan yang bernilai ibadah untuk mendapatkan keberkahan sejati dari Allah. “Di samping itu juga merupakan suatu cara untuk menyebut, mensucikan sifat-sifat Allah akan kesempurnaan-Nya,” tuturnya.

Zikir, tuturnya, memiliki beberapa keutamaan dan fadhilah, sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran dan hadits, di antaranya. Pertama mendatangkan ketenangan. “Zikir memiliki efek menenangkan hati dan pikiran. Dengan fokus pada zikir, kita dapat melepaskan diri dari kekhawatiran, stres, dan kegelisahan yang seringkali membebani pikiran kita,” sebutnya.

Kedua, mendapat perlindungan dari Allah SWT. “Orang yang senantiasa memuji kebesaran Allah akan selalu terlindung dari keburukan. Zikir juga bisa membuka pintu keselamatan dunia akhirat,” ucap Martono.

Ketiga, memperlancar rezeki. “Allah SWT memberikan rezeki kepada hambanya secara langsung apabila Dia menghendaki. Maka sebagai manusia, salah satu cara terbaik untuk meminta rezeki kepada Allah SWT adalah dengan berdoa dan berzikir,” tuturnya.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan wirid mingguan ini menjadi tempat silaturahmi bersama civitas hospitalia. “Melalui wirid mingguan ini kita dapat memperoleh pengetahuan sehingga bisa mengisi atau me-recharge pikiran kita kembali sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan,” jelas dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ia juga mengajak seluruh civitas hospitalia untuk lebih meningkatkan kepedulian dan mengerti tugas serta fungsi masing-masing. Karena RSUP Dr M Djamil merupakan layanan publik. “Tidak hanya memikirkan keuntungan semata namun lebih kepada memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien,” tukasnya.(*)

Dorong Spirit Clinic Research, RSUP Djamil Adakan Pelatihan GCP

RSUP Dr M Djamil menyelenggarakan Pelatihan Good Clinical Practices (GCP) selama dua hari, 14 dan 15 November, di Auditorim Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Pelatihan GCP bekerja sama dengan Indonesian Association for The Study of Medicinals (IASMED) dan Prodia the CRO ini diadakan untuk mengarahkan personel di seluruh unit kerja untuk memiliki kultur dan spirit clinic research.

“RSUP Dr M Djamil telah memiliki clinical research unit (CRU) sejak dua tahun lalu. Kementerian Kesehatan pun mendorong agar kita mengembangkan penelitian-penelitian yang berimpact terhadap pelayanan, pengobatan terpadu, perawatan terpadu dan tindakan terpadu,” kata Plh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K) saat pembukaan Pelatihan GCP.

Sehingga, sebut dr Kino, nanti bisa meningkatkan kualitas pelayanan, bisa meningkatkan proses pengobatan dan penyembuhan pasien terutama yang berobat di RSUP Dr M Djamil. “Jika bisa nantinya kita bisa share ilmunya sehingga bisa digunakan oleh rumah sakit lainnya,” harapnya.

Ia mengatakan RSUP Dr M Djamil juga memiliki tissue bank yang bisa dilakukan pengembangan-pengembangan pengobatan berbasis jaringan. Sehingga nanti dapat diaplikasikan kepada pasien dan masyarakat mendapatkan manfaatnya.

“Untuk melakukan penelitian tersebut, kita harus punya kompetensi atau kita harus bisa menguasai good clinical practices. Karena penelitian dengan objek manusia harus memenui kriteria tertentu yang harus dipatuhi,” ucapnya.

Ia berharap pada pelatihan ini mampu meningkatkan kualitas kita dalam penelitian yang bersubjek pada manusia. “Jika output dari penelitian tersebut nanti bisa kita  kembangkan, sehingga kita bisa pakai untuk kemaslahatan pasien dan masyarakat terutama Sumatera Barat,” harap dr Kino.

dr Kino pun menargetkan usai pelatihan ini, masing-masing peserta melakukan minimal satu penelitian yang diajukan ke Litbang. Sehingga pada tahun 2025 menghasilkan minimal 58 judul penelitian dari 58 peserta ini. “InshaAllah akan kita bantu dana penelitiannya,” ucapnya.

Site Management Organization Manager PT Prodia the CRO Dr apt Ida Paulina Sormin MSi menyampaikan apresiasi kepada RSUP Dr M Djamil atas konsistensi peningkatan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pelaksanaan penelitian ini. Baik penelitian bekerja sama dengan sponsor yang telah beberapa kali dilaksanakan di RSUP Dr M Djamil.

“Bahkan RSUP Dr M Djamil juga sudah meluncurkan clinical research unit (CRU) sejak dua tahun lalu. Dan sebelumnya pada tahun lalu kami telah mengadakan pelatihan GCP juga setelah peluncuran CRU untuk 56 peserta,” ucap Ketua Komite GCP IASMED ini.

Ia berharap mudah-mudahan dengan aktifnya CRU RSUP Dr M Djamil bisa mendapatkan banyak kesempatan untuk mengerjakan uji klinis. “Untuk mendukung pelaksanaan uji klinis hingga saat ini IASMED sudah mengeluarkan hampir 5.500 sertifikat kompetensi. Baik dilaksanakan secara reguler 4 kali setahun atau pun bekerja sama dengan rumah sakit atau pun institusi lainnya.  Dan sertifikat IASMED ini sudah direcognize oleh TransCelerate Biofarma. Dan saat ini kita sedang berdiskusi untuk bisa sertifikat IASMED ini nantinya bisa masuk di kurikulum Plataran Sehat. Dan saat ini dalam tahap proses,” tutur Ida Paulina.

Sementara itu, Manajer Penelitian dan Pengembangan RSUP Dr M Djamil dr Zulda Musyarifah SpP mengatakan pelatihan GCP ini diikuti 58 peserta berasal dari RSUP Dr M Djamil. Para peserta pelatihan ini nantinya diharapkan bisa ikut terlibat aktif dalam penelitian untuk mengembangkan CRU di RSUP Dr M Djamil.

“Mudah-mudahan para peserta dapat hadir penuh selama dua hari ini. Karena selain penyajian materi juga akan ada post testnya. Hitungan kelulusan dengan kehadiran 80 persen. Semoga apa yang disampaikan materi-materi oleh narasumber bisa kita serap dan bisa kita aplikasikan,” harap dr Zulda.

Diketahui pada Pelatihan GCP ini menghadirkan narasumber yakni Prof Dr dr Rianto Setiabudy SpFK, dr Henu Tonang, apt Valentina Ermita Herdani MSc dan Dr apt Ida Paulina Sormin MSi. (*) 

Pembicara Kuliah Tamu, Dirut M Djamil Kupas Infeksi Torch dalam Kehamilan

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua menjadi pembicara kuliah tamu Divisi Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr M Djamil, Rabu (13/11). Dalam kuliah tamu tersebut, ia menyampaikan materi tentang Torch Infection in Pregnancy; How Far We Are?.

“Materi ini membahas bagaimana kita bisa menatalaksana infeksi torch dalam masa kehamilan ini secara tepat. Sehingga komplikasi atau pencegahan bisa dilakukan di dalam menatalaksana pasien-pasien dengan infeksi torch dalam kehamilan ini,” kata Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat webinar yang diselenggarakan Divisi  Fetomaternal ini.

Turut hadir Ketua Divisi Fetomaternal Prof Dr dr Yusrawati SpOG KFM, Ketua Departemen Obgin FK Unand/RSUP Dr M Djamil Dr dr Bobby Indra Utama Subsp Urogin (K), Dr dr Roza Sri Yanti SpOG KFM dan peserta webinar.

Ia mengatakan infeksi torch dalam kehamilan ini mempunyai tantangan. “Bagaimana kita bisa kita menemukan terapi yang baik dan tatalaksana infeksi ini,” sebutnya.

Pertama, tutur Dovy, kita melihat bahwa deteksi dini atau diagnosis yang akurat sangat diperlukan pada infeksi torch dalam kehamilan ini. Karena sebagian besar gejala dari infeksi tersebut hampir atau tanpa gejala pada ibu hamil. “Dan ini kita sangat sulit untuk bisa mendiagnosa secara lebih dini. Makanya kita harus bisa melakukan untuk diagnosa awal sehingga tatalaksana juga kita bisa lakukan lebih baik lagi,” ucap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ia mengatakan pada saat ini pemeriksaan infeksi torch ini tentu diketahui termasuk mahal. Khususnya hambatannya itu terjadi pada daerah-daerah atau negara yang mempunyai resources kesehatannya yang terbatas karena pembiayaan.

“Makanya pada saat ini di negara-negara berkembang, kebijakan pemeriksaan skrining torch ini menjadi suatu hal rutin dilakukan. Termasuk di Indonesia,” ungkapnya.

Kemudian juga, tutur Dovy, tentu terapi pada infeksi dalam kehamilan ini dilakukan juga secara baik karena memang harus mengutamakan keamanan pada janin. “Artinya kita harus mempunyai kebijakan untuk pilihan terapi adalah aman pada janin,” sebut Dovy.

Ia menekankan infeksi torch dalam kehamilan ini berhubungan dengan bagaimana kita melihat bahwa secara kompleks tentu penatalaksanaan infeksi dalam kehamilan itu menyebabkan beberapa kelainan pada janin. Bahkan bisa menyebabkan kematian.

“Jika kita melihat infeksi torch ini bisa berasal dari bakteri protozoa infeksi maupun virus. Sehingga salah satu penyebarannya bisa melakui aliran darah pada janin melalui plasenta. Itu biasanya memang melalui vili koliaris yang ada di plasenta,” paparnya.

Untuk torch ini, sebutnya, singkatan atau akronimnya adalah tentu berbicara pada. Yakni t-nya toxoplasmosis, o-nya other infections, r-nya rubella, c-nya cytomegalovirus, dan h-nya herpes simplex virus.

“Tentu kita harus melihat bagaimana torch ini bisa kita diagnosis dan tatalaksana secara baik dan dini. Dan juga kita harus pahami  bagaimana kalau kita sudah mendiagnosa dan kita harus terapi sesuai dengan penyebabnya. Sehingga hal-hal yang berhubungan dengan missdiagnosis dan hal-hal yang belum tentu penyebabnya, kita harus memastikan untuk terapi jika memang ada infeksi torch dalam kehamilan,” ucapnya.

Dovy menegaskan tes molekuler adalah salah satu cara paling efektif untuk mendiagnosis keberadaan torch pada ibu hamil. Secara khusus uji realtime polymerase chain reactin (RT-PCR) adalah uji molekuler yang dapat digunakan untuk mendeteksi DNA/RNA virus dalam uji sampel.

“PT Crown Teknologi Indonesia memperkenalkan CRown_Lab® TORCH untuk mendeteksi infeksi Toxoplasma gondii, cytomegalovirus, rubella virus dan herpes simplex virus pada sampel klinis melalui Real-time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR),” ungkapnya.

CRown_Lab® TORCH, sebutnya, dirancang untuk mendeteksi infeksi yang mempengaruhi janin selama kehamilan. Kit ini mendeteksi secara kualitatif in vitro dengan Real-time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

“CRown_Lab® TORCH berisi reagen dan enzim untuk amplifikasi spesifik untuk deteksi toxoplasma gondii, cytomegalovirus, rubella virus, herpes simplex virus, dan fluoresens yang dipancarkan dan diukur oleh sistem unit optik selama proses RT-PCR berlangsung” tukasnya.(*)

Peringati HKN dan HUT RSUP Dr M Djamil, Turnamen Bola Voli Resmi Ditabuh

Turnamen Bola Voli Internal RSUP Dr M Djamil yang berlangsung di halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan resmi digelar. Sebanyak 26 tim putra dan 16 tim putri mengikuti turmanen dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-60 dan HUT ke-71 RSUP Dr M Djamil ini.

Pada hari pertama turnamen, Rabu (13/11), tim putra Turt/K3RS menang bye lawan SIMRS. Sedangkan tim putra Rekam Medis harus mengakui kehebatan tim putra IGD dengan skor 0-2 (10-25 dan 9-25).

Turnamen tersebut menarik perhatian banyak orang baik dari pengunjung rumah sakit maupun para suporter yang menyaksikan pertandingan. Dan antusias peserta yang ikut andil menunjukkan kebolehannya dalam pertandingan voli.

“Kami atas nama direksi dan manajemen mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menyukseskan acara pembukaan turnamen bola voli. Turnamen itu diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Kesehatan Nasional ke-60 dan HUT ke-71 RSUP Dr M Djamil,” kata Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS saat membuka turnamen.

Ia mengatakan pertandingan olahraga bola voli ini termasuk hiburan. Jadi jangan ada yang saling emosi dan tetap semangat junjung sportivitas. “Olahraga bola voli sebagai ajang silaturahmi antara tim voli yang bertanding. Selain itu juga sebagai hiburan untuk civitas hospitalia dan pengunjung yang ingin menonton pertandingan olahraga bola voli ini,” ucap drg Ade.

Ia menekankan manajemen mendukung penuh kegiatan yang bermanfaat seperti ini. Terpenting bukan soal menang kalahnya, tapi soal menjaga disiplin dan sportivitas serta menjalin silaturahmi antar sesama. “Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas dan semoga yang terbaik yang menjadi juara,” harapnya.

Sementara itu Koordinator Turnamen Bola Voli Andri Iswandi mengatakan turnamen bertemakan Sehatkan Bangsa, Bersama Membangun Negeri; Inovasi tanpa Batas dan Kesehatan Tanpa Henti di Usia  71 Tahun ini berlangsung mulai hari ini (13/11) hingga Jumat (22/11). Sistem pertandingan sistem gugur.

“Dimana perhitungan skor pertandingan sistem rally point (dua set kemenangan). Kemudian pemain yang sudah main di satu tim, tidak dibolehkan main di tim lain,” ucap Andri.

Ia menekankan kehadiran pemain 15 menit sebelum bertanding pemain wajib menggunakan pakaian olahraga. Keputusan wasit tidak dapat diganggu gugat dan mutlak.”Jika ada perubahan jadwal hal penting, agar lapor kepada lawan main dan diketahui panitia,” tukasnya.

Diketahui, sebelum turnamen bola voli ini digelar, RSUP Dr M Djamil telah mengadakan turnamen futsal internal di lapangan Rafhley Futsal Kota Padang. Turnamen ini berlangsung pada Sabtu (9/11) dan Minggu (10/11), Dan resmi dibuka oleh Plh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K). (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45