Kajian Islam DWP RSUP Dr M Djamil Bahas Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

Keluarga sakinah mawaddah warahmah merupakan sebuah istilah sekaligus juga sebagai doa yang acap kali diharapkan dan dipanjatkan dalam membina keluarga atau rumah tangganya. Membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah tentu bukanlah sekadar semboyan belaka dalam aturan dan ajaran Islam.

“Hal ini justru sudah menjadi pokok utama dalam sebuah pernikahan, serta sekaligus menggapai nikmat yang Allah berikan bagi mereka yang mampu membina keluarganya menuju sakinah mawaddah warahmah,” kata Ustad Suprizen SAg MA saat Kajian Islam Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr M Djamil di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (13/11).

Turut dihadiri pengurus Ny Een Bestari, Ny Susan Luhur Joko Prasetyo dan anggota DWP RSUP Dr M Djamil.

Ia mengatakan sakinah berarti ketenangan dan kedamaian. Dalam konteks keluarga, sakinah menggambarkan suasana rumah tangga yang tenang, jauh dari pertengkaran dan kegelisahan. “Mawaddah berarti kasih sayang yang mendalam, cinta yang tulus di antara suami dan istri. Mawaddah mencerminkan perasaan cinta yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga emosional dan spiritual,” tuturnya.

Rahmah, sebut Suprizen, berarti rahmat atau kasih sayang yang luas. “Dalam keluarga, rahmah menekankan pentingnya saling memaafkan, mengasihi, dan menghormati,” ucapnya.

Ia memaparkan langkah-langkah membangun keluarga samara. Yakni memperkuat fondasi iman, membangun komunikasi efektif, menjaga komitmen dan kepercayaan, saling membantu, saling menghargai dan menghormati serta saling mengasihi.

“Keluarga samara tidak hanya membawa kebahagiaan bagi setiap anggotanya, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk masyarakat yang sejahtera dan berakhlak mulia. Ini sesuai dengan ajaran Islam yang mengedepankan cinta, kasih sayang, dan kedamaian,” tutur Suprizen.

Sementara itu, Pengurus DWP Ny Een Bestari mengatakan kajian Islam sekaligus arisan ini diharapkan akan menjadi ruang silaturahmi dan pengayaan khazanah dan wacana luas bagi seluruh anggota DWP RSUP Dr M Djamil. “Kegiatan ini merupakan momen penting sebagai media untuk saling berinteraksi antar kita sesama DWP,” tukasnya.(*)

RSUP M Djamil Terima Kunjungan Tim Transformasi Digital Faskes BPJS Kesehatan

RSUP Dr M Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Selasa (12/11), rumah sakit ini menerima kunjungan tim transformasi digital fasilitas kesehatan BPJS Kesehatan di Ruang Rapat Direksi. Kunjungan itu dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan Mobile JKN di RSUP Dr M Djamil. Sekaligus memastikan rumah sakit yang menjadi mitranya tetap memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan.

Kedatangan Tim BPJS Kesehatan ini disambut Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS. Turut mendampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo serta manajemen.

“RSUP Dr M Djamil selalu berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, terutama dalam mendukung program JKN yang telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas,” kata Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS.

Ia menekankan pihaknya di RSUP Dr M Djamil  berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan. “Kami juga selalu terbuka terhadap berbagai masukan untuk terus memperbaiki dan meningkatkan layanan kami,” ujarnya.

Termasuk, tutur drg Ade, dalam hal pendaftaran online pasien. Melalui pertemuan ini diharapkan pencerahan dari BPJS Kesehatan agar rumah sakit ini bisa memperbaiki dalam hal layanan online. Karena segala sesuatu tidak ada yang sempurna.

“Namun kami minta masukan, strategi dan lainnya sehingga apa yang diharapkan BPJS Kesehatan dan apa yang dilakukan oleh RSUP Dr M Djamil bisa selaras. Tentu memiliki visi misi yang sama untuk meningkatkan layanan kesehatan bermutu terutama di Sumatera Bagian Tengah,” harap drg Ade.

Sementara Kabid IT Kedeputian Wilayah II BPJS Kesehatan Viena Mulya Sari mengatakan adanya aplikasi Mobile JKN yang mempermudah aksesibilitas peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan upaya BPJS Kesehatan untuk mengurai kerumunan.   “Saat ini sudah tidak zamannya rumah sakit pasiennya menumpuk atau membludak karena ini bisa membuat pasien juga tidak nyaman,” ucapnya.

Ia menegaskan, di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini, digitalisasi merupakan sebuah keharusan, bukan lagi sebuah pilihan. Digitalisasi yang digagas oleh BPJS Kesehatan ini bukan hanya untuk kepentingan BPJS Kesehatan maupun peserta JKN.

Namun juga untuk kepentingan rumah sakit untuk menuju peningkatan akses dan efisiensi biaya layanan kesehatan. “Adanya digitalisasi, rumah sakit juga bisa lebih efisiensi dalam hal biaya, efisien biaya operasional dan lain sebagainya,” harapnya. (*)

RSUP Dr M Djamil Komit Tingkatkan Layanan Kasus STEMI

RSUP Dr M Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Barat selalu berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan. Khususnya dalam penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan seperti serangan jantung akut, atau ST Elevation Myocardial Infarction (STEMI).

“Hal ini selaras dengan pilot project yang saat ini kita canangkan, yaitu program Farmako Invasif Strategi Tatalaksana STEMI atau FASTEMI,” kata Plh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr M Djamil dr Kino SpJP (K) saat memberikan sambutan pada Seinar Tata Laksana STEMI Fokus pada FASTEMI di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (6/11).

Seminar yang diadakan oleh Diklat ini dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-60 dan HUT ke-71 RSUP Dr M Djamil. Menghadirkan narasumber dr Yose Ramda Ilhami SpJP (K) membahas tentang Diagnosis dan Terapi pada STEMI: Pendekatan Terbaru dan Praktik Terbaik. 

dr Eka Fithra Elfi SpJP(K) membahas Membangun Networking ISTEMI di Sumatera Barat: Kolaborasi Antar Fasyankes untuk Pelayanan dan dr Isman Firdaus SpJP(K) FIHA FAsCC FAPSIC FESC FSCAI membahas Program FASTEMI: Implementasi dan Evaluasi Strategi Tatalaksana Infark Miokard Elevasi ST di Fasyankes. Dengan moderator Dr dr Tommy Daindes MKM SpJP SubSp Ar (K) FIHA.

Program FASTEMI ini, tuturnya, memiliki tujuan yang sangat strategis. Yaitu untuk meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan kualitas penanganan pasien dengan STEMI. “Dalam program ini, kita berupaya agar pasien dengan STEMI bisa mendapatkan penanganan tepat waktu melalui strategi farmakologis dan intervensi invasif. Hal ini sangat krusial dalam upaya menurunkan angka kematian akibat penyakit jantung yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat,” ucap dr Kino.

Oleh karena itu, dr Kino menekankan sosialisasi dan seminar ilmiah ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang andal dan siap menghadapi tantangan di lapangan. “Melalui diskusi dan pemaparan dari para ahli, kita harapkan para peserta dapat memperkaya pengetahuan, berbagi pengalaman, serta memahami prosedur dan protokol yang akan diterapkan dalam program FASTEMI ini,” harap dr Kino.(*)

Penyakit Reumatologi Berdampak pada Kualitas Hidup Masyarakat

RSUP Dr M Djamil mengadakan webinar rheumatology dalam rangka Hari Arthritis dan Osteoporosis Sedunia, Hari Kesehatan Nasional ke-60 dan HUT ke-71 RSUP Dr M Djamil. Webinar bertemakan meningkatkan kesehatan tulang dan sendi untuk hidup sehat dan produktif ini menjadi sarana untuk bertukar informasi dan wawasan terkini tentang reumatologi.

Pada webinar yang resmi dibuka oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua itu menghadirkan para ahli yang kompeten di bidangnya. Yakni Dr dr Najirman SpPD KR, Dr dr Rizki Rahmadian SpOT (K), Prof Dr dr Eva Decroli SpPD K-EMD. dr Eko Kurniawan SpPD KR, Dr dr Rikarni SpPK (K), dr Widiya Rahmi SpKFR MS (K) dan dr Sylvia SpRad SpPRP (K).

“Isu-isu penting di bidang reumatologi saat ini mencakupi yakni osteoporosis, osteoartritis, rheumatoid artritis, dan spondiloartropa. Penyakit-penyakit ini bukan hanya sekadar permasalahan medis. Namun juga berdampak besar pada kualitas hidup masyarakat dan produktivitas bangsa,” kata Direktur Utama Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua yang turut hadir secara virtual, Selasa (12/11).

Dengan menghadirkan para ahli yang kompeten di bidangnya, tutur Dovy, webinar ini diharapkan mampu memperkaya pemahaman akan pendekatan-pendekatan baru, pengobatan terkini. Termasuk upaya preventif yang lebih efektif bagi pasien.

“Melalui pemahaman yang lebih baik terhadap deteksi dini, pencegahan, serta tata laksana yang tepat, kita dapat membantu mengurangi beban dari penyakit-penyakit ini,” harap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Dovy juga menyampaikan RSUP Dr M Djamil Padang senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Hal ini sejalan dengan semangat Hari Kesehatan Nasional tahun ini, yang mengusung tema “Gerak Bersama, Sehat Bersama.”

“Kami berkomitmen untuk terus menjadi rumah sakit rujukan dengan pelayanan yang prima, khususnya dalam bidang reumatologi. Gunanya memberikan dampak positif bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya,” harap Dovy.

Salah satu narasumber dr Eko Kurniawan SpPD KR menjelaskan osteoarthritis atau pengapuran tulang adalah masalah kesehatan berupa pengapuran sendi akibat kerusakan tulang rawan. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang bertugas melindungi bagian ujung tulang keras mengalami kerusakan. 

“Di samping itu, osteoarthritis adalah penyakit yang kerap kali timbul sebagai komplikasi dari osteoporosis. Karena itulah, osteoarthritis perlu diwaspadai sedini mungkin,” tuturnya.

Ia mengatakan terapi latihan akan meminimalkan cedera dengan memperkuat otot pendukung sendi. Sekaligus memulihkan kekuatan dan jangkauan gerak agar dapat dilakukan aktivitas seperti semula.

Terapi latihan tersebut berupa latihan gerakan aktif dan latihan menggunakan tahanan/beban yang bertujuan untuk melatih otot sehingga otot menjadi rileks, mencegah terjadinya keterbatasan gerak, menjaga elastisitas otot serta meningkatkan kekuatan otot. “Terapi latihan harus bersifat individual dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti usia, penyakit penyerta, dan minat dari penderita,” tukasnya.(*)

Direktur Medik dan Keperawatan M Djamil Sampaikan Pesan Menkes RI di Upacara HKN

Tepat tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN). Upacara peringatan HKN ke-60 Tahun 2024 dipimpin Inspektur Upacara Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) di halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Dalam upacara tersebut Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) menyampaikan sambutan serta pesan dari Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

“Syarat utama kita bisa mencapai target di 2045, tepat 100 tahun usia bangsa kita, adalah manusia lndonesia yang sehat dan cerdas. Hal ini tidak akan bisa tercapai tanpa gandeng tangan dari semua pemangku kepentingan. Karenanya, tema Hari Kesehatan Nasional ke-60 tahun 2024 yaitu “Gerak Bersama, Sehat Bersama”, mutlak harus menjadi semangat kita semua,” kata Menkes dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr M Djamil.

Upacara ini diikuti Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Plh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K), manajemen dan civitas hospitalia.

Menkes mengatakan pascadisahkannya Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan, Pemerintah kini sedang memfinalkan Rencana lnduk Bidang Kesehatan (atau RIBK), yang akan berfungsi sebagai haluan bersama dalam membangun kesehatan di seluruh lndonesia.

“RIBK harus diacu oleh Pemerintah Pusat dan Daerah dalam merencanakan, menganggarkan, dan mengimplementasikan program kesehatan di wilayahnya,”harap Menkes.

Pemerintah Pusat tidak mampu melakukannya sendiri. Hanya dengan sinergi dan kolaborasi yang erat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat. “Pilar transformasi kesehatan dapat kita tegakkan menuju perubahan yang lebih baik,” tuturnya.

Transformasi kesehatan adalah tonggak penting dalam sejarah perjalanan bangsa lndonesia menuju bangsa yang maju. Sebagai program prioritas Kabinet Merah Putih, Bapak Presiden memberi penekanan di tiga area program kesehatan. Yaitu pemeriksaan kesehatan gratis, penurunan kasus TB dan pembangunan RS lengkap berkualitas di daerah terpencil dan tertinggal.

“Saya berpesan kepada seluruh jalaran kesehatan untuk berkontribusi maksimal terhadap kesuksesan pencapaian program pemerintah tersebut,” ucap Menkes.

Dr dr Bestari juga menekankan RSUP Dr M Djamil turut mendukung itu semua. “Kita sekarang tengah berupaya melakukan pengabdian masyarakat dan bersama-sama berupaya melakukan pengentasan tuberkulosis melalui program Kopi TB. Diharapkan sinergisitas semua serta peran kita pada kesehatan semakin dapat ditingkatkan,” tukasnya. (*)

Kerja Sama RSUP Dr M Djamil dengan FK Unand Disosialisasikan

RSUP Dr M Djamil menyosialisasikan perjanjian kerja sama antara rumah sakit ini dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand). Sosialisasi secara hybrid itu diikuti oleh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan pendidik klinis di Auditorium Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (11/11).

“Sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran Unand, RSUP Dr M Djamil memiliki tanggung jawab besar dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dengan perjanjian kerja sama ini, kita memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang unggul, mendukung penelitian berkelas dunia, dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat,” kata Plh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K) didampingi Ketua Komite Koordinator Pendidikan (Komkordik) Dr dr Daan Khambri SpB (K) Onk saat sosialisasi.

Ia menekankan penyelenggaraan kerja sama ini pun sejalan dengan arahan Menteri Kesehatan. Perjanjian tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara rumah sakit pendidikan dan institusi akademik dalam mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional di bidang kesehatan.

“Dalam pelaksanaan kerja sama ini, kami menerapkan kontrak kerja yang jelas bagi setiap peserta PPDS dan pendidik klinis. Dengan adanya kontrak kerja yang terstruktur, kita memastikan hak dan kewajiban kedua belah pihak dapat terpenuhi dengan baik, menciptakan iklim pendidikan yang kondusif serta profesional di RSUP Dr M Djamil,” sebut dr Kino.

Selain itu, sebut dr Kino, juga menyediakan kanal pelaporan khusus untuk menangani potensi perundungan di lingkungan pendidikan yang kerahasiaannya akan dijaga dengan ketat. Langkah ini penting untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para peserta didik serta tenaga pendidik, sehingga setiap individu merasa terlindungi dan dapat fokus pada pengembangan diri secara maksimal.

“Komitmen kami dalam menjaga lingkungan yang bebas dari perundungan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang positif dan konstruktif,” ucapnya.

Ia mengatakan untuk memastikan proses pendidikan berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan, juga akan menerapkan sistem monitoring dan evaluasi berbasis e-logbook. “Melalui e-logbook ini, kita dapat melakukan pemantauan yang lebih sistematis terhadap perkembangan kompetensi peserta didik. Hal ini tidak hanya membantu dalam penilaian capaian kompetensi secara real-time tetapi juga memungkinkan kami untuk melakukan evaluasi yang berkelanjutan demi perbaikan kualitas pendidikan,” tutur dr Kino.

Ia berharap dengan adanya langkah-langkah ini, ia berharap implementasi kerja sama ini dapat berjalan optimal. “Dan memberikan manfaat besar bagi RSUP Dr M Djamil dan Universitas Andalas, serta memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat,” harapnya. (*)

RSUP Dr M Djamil Raih Penghargaan Digital Maturity Index 2024

RSUP Dr M Djamil kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, RSUP M Djamil menerima penghargaan digital maturity index 2024 kategori rumah sakit dengan akselerasi transformasi kesehatan digital 2024 dari Kementerian Kesehatan RI. Dan RSUP Dr M Djamil satu-satunya rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan yang mendapatkan penghargaan tersebut.

Penghargaan ini diserahkan oleh Sekjen Kemenkes RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha dan diterima oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil yang diwakili Kepala Instalasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Ibnu Putra pada penutupan Festival Inovasi Kesehatan 2024 di Hall B Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (9/11).

“Keberhasilan ini merupakan buah kerja keras seluruh civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil terutama Tim SIMRS yang berhasil melakukan transformasi digital di bidang pelayanan,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Ia mengatakan penghargaan ini menjadi bukti nyata dari komitmen RSUP Dr M Djamil dalam mengembangkan teknologi digital untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumatera Bagian Tengah umumnya Sumatera Barat khususnya.

Apalagi di era sekarang, sebut Dovy, digitalisasi tidak bisa diungkiri. Seluruh pengelolaan manajemen klinis dan corporate harus mengikuti perkembangan IT. Dengan sistem digital yang diterapkan di RSUP Dr M Djamil dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pelayanan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan kami melalui teknologi digital, demi kenyamanan dan kepuasan pasien,” tutur dokter spesialis Fetomaternal ini

Diketahui, Digital Maturity Index (DMI) Kementerian Kesehatan adalah alat ukur untuk mengevaluasi tingkat kematangan digital di sektor kesehatan Indonesia. DMI mengukur kemampuan organisasi kesehatan dalam mengadopsi dan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.

Penilaian DMI dilakukan pada dua tingkatan, yaitu makro (nasional hingga dinas kabupaten/kota) dan mikro (fasyankes). Penilaian tingkat makro yakni penilaian DMI pada tingkat makro berfokus pada dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota. Aktor utama dalam penilaian ini adalah pimpinan dan staf dinas kesehatan yang bertanggung jawab atas perencanaan, implementasi, dan pengelolaan teknologi digital di tingkat wilayah.

Penilaian DMI pada tingkat mikro berfokus pada fasyankes, seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik. Aktor utama dalam penilaian ini adalah pimpinan dan staf fasyankes yang bertanggung jawab atas penggunaan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan.

Dengan memahami indikator penilaian DMI, dinas kesehatan dan fasyankes dapat mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan dan mengembangkan strategi yang tepat untuk mencapai tingkat kematangan digital yang lebih tinggi.(*)

Direktur Utama Kunjungi Booth RSUP Dr M Djamil di HaiFest 2024

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua bersama Ketua DWP Ny Dovy Djanas berkesempatan mengunjungi booth RSUP Dr M Djamil pada Festival Inovasi Kesehatan 2024 (Hai Fest 2024) di JCC Hall A Jakarta, Jumat (8/11). Kehadirannya bersama istri sekaligus mengikuti prosesi pembukaan Festival Inovasi Kesehatan 2024.

Festival tersebut dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno didampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Wamenkes Prof dr Dante Saksono Harbuwono SpPD-KEMD PhD.

Dalam pameran inovasi farmasi dan alat kesehatan sebagai rangkaian festival ini diikuti 150 booth yang memamerkan inovasi dan teknologi kesehatan. Antara lain produk farmasi, alat kesehatan, makanan dan minuman, obat herbal, serta alat kesehatan produksi rumah tangga.

“Kehadiran dalam festival ini memperlihatkan bahwa RSUP Dr M Djamil sebagai salah satu rumah sakit vertikal yang banyak  inovasi-inovasi ke depan,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Ia mengatakan RSUP Dr M Djamil telah berkolaborasi dengan Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand dan PT Crown Teknologi Indonesia (CTI). Kolaborasi itu akan menghasilkan produk-produk yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar negeri. Bahkan dengan harga yang lebih kompetitif dan bisa murah.

“Tentu akan menjadi semangat bagi kita bahwa kita semua bisa menghasilkan produk-produk yang bisa bermanfaat bagi masyarakat,” harap Dovy.

Dalam festival tersebut, booth rumah sakit itu berlokasi di area A booth no 17 di Hall A JCC. Para pengunjung stan RSUP Dr M Djamil mendapatkan informasi tentang pahlawan kesehatan Mohammad Djamil MPH DPH Datuk Rangkayo, layanan unggulan dan klinik Istano Pagaruyuang rumah sakit. Termasuk juga memperkenalkan makanan khas Sumatera Barat serta games menarik.

Sementara itu, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalusia menyebutkan Hai Fest 2024 tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan pencapaian dalam sektor kesehatan selama enam dekade. Akan tetapi juga sebagai platform untuk memperkenalkan inovasi-inovasi terbaru dalam dunia kesehatan kepada masyarakat luas.

Ada berbagai macam kegiatan seru dan edukatif yang dapat pengunjung nikmati. Seperti exhibition kesehatan, pemeriksaan Kesehatan gratis, aktivitas games, pertunjukan musik, talkshow kesehatan, jamu tradisional gratis, hingga souvenir menarik lainnya.

“Kemenkes juga memberikan penghargaan bagi pihak-pihak, kepada individu atau institusi yang telah berkontribusi dalam inovasi teknologi kesehatan untuk mendukung resiliensi,” ucap Ketua Pelaksana ini.(*)


Konsultan Peneliti M Djamil Dr dr Andani Eka Putra MSc Raih Penghargaan dari Kemenkes

RSUP Dr M Djamil menorehkan prestasi membanggakan melalui Konsultan Peneliti RSUP Dr M Djamil yang juga Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr dr Andani Eka Putra MSc. Ia menerima penghargaan karya anak bangsa dari Kementerian Kesehatan RI.

Penghargaan itu diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno didampingi Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pada Festival Inovasi Kesehatan di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (8/11).

“Alhamdulillah saya turut berbangga atas raihan prestasi ini. Penghargaan ini bukan usaha sendiri akan tetapi ada tim baik Fakultas Kedokteran Unand dan RSUP Dr M Djamil. Akhir dari proses ini adalah kolaborasi banyak pihak,” kata Dr dr Andani Eka Putra MSc usai menerima penghargaan.

Tapi terlepas dari itu semua, Ia melihat yang paling tinggi nilainya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Dalam artian ada yang membeli dan memakai,” sebut Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand ini.

Ia menekankan masih banyak yang akan ia kembangkan. Targetnya tahun ini bisa mencapai 50 sampai 60 produk. “Terpenting kita memberikan produk yang murah, berkualitas, dan harganya terjangkau oleh masyarakat. Jadi pemeriksaan kesehatan menjadi lebih bagus. Sehingga ke depannya bangsa ini lebih mandiri. Dan ini adalah salah satu jalan menuju kemandirian di bidang kesehatan,” harap Dr dr Andani.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua yang turut hadir mengatakan ini pencapaian dan penghargaan yang diberikan Kementerian Kesehatan pada institusi Fakultas Kedokteran Unand dan RSUP Dr M Djamil. “Tentu penghargaan ini memberikan semangat bahwa Indonesia mempunyai tenaga-tenaga ahli yang bisa menghasilkan produk-produk kesehatan. Salah satunya karya anak bangsa. Ini dibuktikan pada hari ini,” sebutnya.

Ia mengatakan salah satu karya yang dihasilkan Dr dr Andani Eka Putra MSc dan tim. Bahkan beliau bertekad akan banyak menghasilkan produk-produk untuk ketahanan kesehatan bangsa.

“Mudah-mudahan ini disupport dan bisa dimanfaatkan oleh negara kita. Ini tentunya sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam pelayanan kesehatan yang lebih baik,” harap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno saat pembukaan Festival Inovasi Kesehatan mengatakan segala disiplin ilmu, seperti teknologi, metalurgi, biologi, perlu dikembangkan dan dikolaborasikan guna mendukung upaya peningkatan kesehatan. “Tapi, lebih dari itu adalah lintas antara akademisi dengan industri dan pemerintah,” ujarnya.

Ia juga meminta Kemenkes untuk memfokuskan anggarannya untuk membeli produk-produk dalam negeri. Oleh karena itu, saya akan terus memerankan perannya sebagai Menteri Koordinator untuk menjadi jembatan dari berbagai pihak.

“Bukan hanya jembatan di internal Kemenkoan, tetapi juga jembatan dengan Menteri Koordinator di bidang yang lain, terutama di bidang industri,” ucap Pratikno.

Sementara itu Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan Festival Inovasi Kesehatan ini merupakan bagian dari pilar ketiga reformasi kesehatan Indonesia, yaitu pilar Ketahanan Kesehatan atau healthcare resiliency.

“Belajar dari pandemi Covid-19, Indonesia perlu meningkatkan sektor kesehatannya agar dapat menghadapi pandemi lainnya,” sebutnya.

Budi menuturkan Indonesia mengeluarkan sekitar Rp560-580 triliun di sektor kesehatan tiap tahunnya, dengan rata-rata pengeluaran kesehatan per kapita 140 dolar AS. Dengan pengeluaran kesehatan seperti itu, usia harapan hidup orang Indonesia mencapai 72 tahun.

“Jika dalam 5-10 tahun lagi angka harapan hidup publik mirip dengan angka harapan hidup Malaysia, yakni 76 tahun dan Singapura 84 tahun, maka pengeluaran kesehatan akan semakin besar,” ungkap Budi.

Ia menjelaskan Malaysia menghabiskan sekitar 450-460 dolar AS per kapita untuk kesehatan, sementara Singapura sekitar 3300 dolar. Hal tersebut menjadikan sektor kesehatan nasional sesuatu yang potensial bagi investor untuk berinvestasi di dalamnya.

“Dengan peluang keuntungan yang besar, pemerintah pun menerima pihak-pihak yang mau berpartisipasi mengembangkan sektor tersebut, termasuk pihak asing, dengan syarat menggunakan bahan-bahan dari Indonesia,” ungkap Budi.

Salah satu upayanya, katanya, dengan memastikan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) dalam e-katalog. “Ini agar produk-produk yang dipromosikan adalah produk yang menggunakan bahan dari dalam negeri,” tukasnya.(*)

RSUP M Djamil Tuan Rumah Pemanfaatan Hasil Asesmen Kompetensi P2KSN Kemenkes

RSUP Dr M Djamil menjadi tuan rumah Pemanfaatan Hasil Asesmen Kompetensi P2KSN Kementerian Kesehatan untuk wilayah Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Bengkulu dilangsungkan di Auditorium Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (7/11). Kegiatan yang diselenggarakan tim P2KSN Kemenkes ini  sebagai feedback terhadap proses asesmen kompetensi yang sudah terlaksana selama ini. 

“Kegiatan ini penting karena kompetensi yang terukur melalui asesmen ini akan membantu kita untuk lebih memahami kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh tenaga kesehatan di wilayah kita. Serta menentukan langkah-langkah strategis dalam pengembangan kapasitas mereka,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat memberikan sambutan.

Turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Plh Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian dr Kino SpJP (K), dan PIC Asesmen UPT Kemenkes Wilayah Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Bengkulu.

Dengan adanya pemanfaatan hasil asesmen kompetensi ini, tuturnya, kita dapat merancang program-program pengembangan yang lebih tepat sasaran. “Sehingga akan tercipta tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga siap menghadapi tantangan dalam dunia kesehatan yang terus berkembang,” tuturnya.

Ia mengatakan sebagai rumah sakit yang berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, di RS M Djamil Padang juga merasa bangga dapat menjadi tuan rumah dalam kegiatan yang sangat penting ini. “Kami berharap ini menjadi wadah yang efektif untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM kesehatan di wilayah Sumbar, Riau, Jambi, dan Bengkulu,” ucap Dovy.

Ia berharap hasil asesmen ini merupakan suatu langkah besar dalam meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di wilayah Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Bengkulu. “Pada akhirnya akan berdampak positif bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat,” tukasnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45