HKN ke-60, RSUP Dr M Djamil Berpartisipasi dalam Festival Inovasi Kesehatan Kemenkes

RSUP Dr M Djamil ikut berpartisipasi dalam Festival Inovasi Kesehatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI. Festival dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-60 itu berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Hall A dan B, Jakarta, sejak Kamis (7/11) sampai Sabtu (9/11).

Diketahui festival tersebut bertemakan Leveraging Local Resources “From Nature Nurture The Future”. Selain pameran inovasi farmasi dan alat kesehatan, juga diadakan talkshow kesehatan, international conference, pemeriksaan kesehatan, pemberian penghargaan insan kesehatan. Kemudian music performance, business matching dan immersive serta interactive area.

Dalam festival tersebut, rumah sakit rujukan di Sumatera Bagian Tengah ini berpartisipasi dalam pameran inovasi farmasi dan alat kesehatan. Stan rumah sakit itu berlokasi di area A booth no 17 di Hall A JCC.

Para pengunjung stan RSUP Dr M Djamil mendapatkan informasi tentang pahlawan kesehatan Mohammad Djamil MPH DPH Datuk Rangkayo Toeo, layanan unggulan dan klinik Istano Pagaruyuang. Termasuk juga memperkenalkan makanan khas Sumatera Barat serta games menarik.

Berdasar pantauan, pada hari pertama booth RSUP Dr M Djamil ramai dikunjungi pengunjung. Tidak hanya kalangan umum, mahasiswa, instansi, komunitas kesehatan, juga turut dikunjungi perusahaan alat  kesehatan.

“RSUP Dr M Djamil turut serta mengikuti pameran kesehatan ini dengan mempromosikan layanan unggulan yang ada di rumah sakit ini,” kata Kepala Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr M Djamil Saswita Kemala Dewi.

Ia mengatakan RSUP Dr M Djamil sebagai mitra dalam upaya kesehatan terhadap masyarakat, akan selalu berkomitmen serta berkontribusi penuh dalam mendukung pengembangan layanan kesehatan.

“Ini adalah salah satu kegiatan yang membantu promosi RSUP Dr M Djamil untuk meningkatkan pasien-pasien yang datang dan memperkenalkan layanan-layanan apa saja yang ada di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini,” tuturnya.(*)

Difasilitasi Andre Rosiade, Dirut M Djamil Bertemu KASAD Bahas Peralihan Lahan TNI

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQUA melakukan pertemuan dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang difasilitasi oleh anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade di Mabes TNI AD, Jakarta, Rabu (6/11). Pertemuan itu membahas kebutuhan lahan TNI yang berlokasi di Sawahan terkait dengan tindaklanjut pengembangan masterplan RSUP Dr M Djamil.

“Pada hari ini kita ditemani anggota DPR RI Bapak Andre Rosiade untuk bertemu dengan KASAD Bapak Jenderal TNI Maruli terkait dengan kebutuhan lahan TNI yang berlokasi di Sawahan. Karena memang ini terkait dengan tindaklanjut pengembangan masterplan RSUP Dr M Djamil,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQUA.

Turut dihadiri Anggota DPR RI Andre Rosiade, Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP M Djamil Luhur Joko Prasetyo, Manajer Keuangan Isdal Feri dan Konsultan Hukum Yulakhyari Sastra SH.

Ia mengatakan sebenarnya dulu telah pernah dilakukan rapat koordinasi di Kantor Staf Presiden Jakarta. Turut dihadiri Deputi II KSP, DKJN, Biro Keuangan dan Kemenkes, Pangdam I/Bukit Barisan, Danrem 032/Wirabraja dan Mabes TNI AD. Tapi hingga kini belum ada tindaklanjut dari rapat koordinasi tersebut terkait pengalihan aset tanah TNI ini.

“Makanya kita bertemu dengan Bapak KASAD untuk membicarakan hal ini lagi. Karena memang masterplan kita sudah disetujui oleh Pak Menteri Kesehatan,” sebutnya.

Terkait dengan itu, sebut Dovy, tadi pihaknya sudah membicarakan tanah yang ditempati TNI tersebut sebenarnya tanah negara. Tapi di lahan itu berdiri rumah yang ditempati 50 kepala keluarga TNI. “Dalam pertemuan itu kita sepakat dengan Bapak KASAD, rencana membangunkan rumah yang ada di lahan TNI saat ini ke lahan TNI yang di Ketaping kurang lebih 1 hektare. Itulah yang kita bicarakan tadi untuk ditindaklanjuti. Dan Bapak KASAD setuju,” ungkap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Tetapi, sebut Dovy, secara administrasi nanti akan dilaporkan ke Kementerian Kesehatan baik Menteri Kesehatan dan Dirjen terkait hasil pertemuan ini. “Jika administrasinya ditindaklanjuti dengan kebutuhan rencana kebutuhan barang milik negara (RKBMN). Nanti ada usulan sehingga kita bisa membangunkan perumahan di lahan TNI yang di Ketaping,” tuturnya.

Ia menyebutkan pertemuan tadi suatu hal yang baik. Karena bagaimana pun juga RSUP Dr M Djamil butuh pengembangan layanan, salah satu wujudnya kebutuhan lahan. “Dan Alhamdulillah tadi kita diterima dengan sangat baik oleh Pak KASAD beserta Aslog dan Waaslog. Kita tinggal menindaklanjuti terkait dengan pertemuan pada hari ini. Kita mengucapkan terima kasih kepada Bapak Andre Rosiade yang sudah mmfasilitasi pertemuan ini,” tegasnya.

Sementara itu Anggota DPR RI Andre Rosiade mengucapkan Alhamdulillah ia sebagai anggota DPR RI telah memfasilitasi RSUP Dr M Djamil untuk bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli, Aslog dan Waaslog untuk bisa mendapatkan tanah untuk menjadi lokasi perluasan rumah sakit.

“Di mana tanah ini saat ini ditempati oleh 50 KK prajurit TNI. Dan Alhamdulillah dalam pertemuan tadi kita sepakati, bahwa 50 KK prajurit TNI itu akan dipindahkan ke daerah Ketaping. Di daerah Ketaping di mana tanah itu milik TNI, pihak M Djamil akan membangunkan rumah untuk 50 KK prajurit tadi. Itulah hasil kesepakatannya,” terang  Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini.

Andre berharap lahan negara itu nanti dapat digunakan dengan sebaik-baiknya oleh RSUP M Djamil untuk mendukung pengembangan dan peningkatan layanan rumah sakit ke depan.

“Sehingga tanah yang sekarang dihuni prajurit TNI bisa dipergunakan oleh M Djamil sebagai pintu gerbang masuk rumah sakit dan juga penunjang fasilitas lainnya. Harapan kita RSUP Dr M Djamil lebih maksimal untuk melayani masyarakat di Sumbar maupun rujukan di Sumatra Tengah,” papar Andre.(*)

Sosok Dr M Djamil, Lulusan Utrecht dan Johns Hopkins serta Gubernur Muda Sumatera Tengah

Dr Moh Djamil Arts DPH Dt Rangkajo Toeo lahir di Kayu Tanam, 29 November 1898. Beliau wafat pada 20 Juni 1962 dalam usia 64 tahun di RSCM Jakarta.

Ibunya bernama Aminah dan ayahnya seorang petani dikenal dengan gelar Angku Kali, karena bertugas sebagai qadhi nikah. M Djamil menghabiskan masa kecilnya di Kayu Tanam Padangpariaman. Antara lain dengan belajar mengaji pada mamaknya Tuanku Hitam.

Pendidikan beliau yakni ELS 1914 6 tahun dari 7 tahun yang dianggarkan, STOVIA Indische Arts, 1924, 9 tahun dari 10 tahun seharusnya. Universitas Utrecht, Belanda pada tahun 1932 yakni Doktor Medicinae Interne Zeiken atau Doktor Penyakit Dalam. The John Hopkins University Maryland, USA pada tahun 1934, Doktor Public Health atau Doktor Kesehatan Masyarakat.

Riwayat pekerjaannya di antaranya dokter pemerintahan di Agam Tua, Riset TBC dan Malaria di Kotogadang Sianok (1925-1927). Dokter Pemerintah di Natal, Mandailing (1927-1929). Dokter Pemerintah dan Pemimpin Rumah Sakit di Cirebon, Kediri, Madiun, Sampang, Bengkalis dan Bengkulu (1932-1942).

Dipaksa Jepang memimpin rumah sakit umum di Padang (1942-1945), Kepala Jawatan Kesehatan Sumatera Tengah (Oktober-November 1945). Ketua KNI Daerah Sumbar (November 1945-Maret 1946), Residen Sumbar (Maret-Juli 1946). Gubernur Muda Sumatera Tengah (Juli 1946-April 1947), Ketua Panitia Sekolah Tinggi Sumatera, Panitia Sekolah Tinggi Pancasila, Panitia Sekolah Tinggi Sumatera Tengah (1947- 1950an) dan Mendirikan Rumah Sakit Sitawa Sidingin di Bukittinggi (1953).

Sementara riwayat pemerintahan yakni Dr M Djamil aktif dalam pertemuan para tokoh dan pemuda di Padang pada masa peralihan itu Bersama tokoh pendidikan Mohammmad Sjafei, Mr Sutan Mohammad Rasjid dan Arif Datuak Madjo Urang, Dr M Djamil mendapat tugas membentuk Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID).

Ketika menjadi ketua KNID, Dr M Djamil menjadi lebih sering berpidato di tengah masyarakat. Pidatonya dalam rapat akbar pada Oktober 1945 sangat terkenal. “Musuh-musuh kita lipat! Pengkhianat-pengkhianat kita sikat!”

Pada akhir Juni 1946, KNID meminta Dr M Djamil sebagai Gubernur muda Sumatra Tengah pada 2 Juli 1946. Berpusat di Bukittinggi, Dr M Djamil mengkoordinasikan Keresidenan Sumbar, Riau dan Jambi.

Keinginan Dr M Djamil untuk kembali fokus pada kesehatan, sempat ia sampaikan pada Bung Hatta. Akhirnya, ia mengundurkan diri secara resmi karena alasan itu melalui surat pada Presiden Soekarno.

Sejak saat itu, Dr M Djamil kembali pada dunia kesehatan dan pendidikan. Ia sempat mendapat tugas jadi ketua panitia persiapan sekolah tinggi provinsi Sumatera. Kembali buka praktik dokter di Bukittinggi dan kemudian mendirikan Rumah Sakit Sitawa Sidingin di sana.

Dr M Djamil wafat pada 20 Juni 1962 dalam usia 64 tahun di RSCM Jakarta. Ia meninggalkan 10 anak dari dua istri, yakni Siti Aksar dan Siti Maryam. Namanya harum dan terus dikenang sebagai salah satu dokter pejuang dari Ranah Minang.

Untuk mengabadikan jasa beliau, pada tahun 1978, RS Jati Padang berganti nama menjadi RSUP Dr M Djamil berdasar SK Menkes RI No 134 Tahun 1978.(*)

Peringati HKN, RSUP Dr M Djamil Kenang Jasa Dr M Djamil sebagai Pahlawan Kesehatan

Direksi serta jajaran RSUP M Djamil Padang melakukan tabur bunga di makam Dr Mohammad Djamil MPH DPH Datuk Rangkayo Tuo pada Selasa (5/11). Kegiatan tabur bunga itu dilaksanakan di kompleks pemakaman yang berlokasi di Kayu Tanam Kecamatan 2X11 Enam Lingkung Kabupaten Padangpariaman dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 Tahun 2024.

“Tabur bunga ini sebagai bentuk penghormatan bagi beliau dan semua pahlawan kesehatan yang telah memberikan segalanya untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat memimpin tabur bunga.

Turut hadir Plt Gubernur Sumbar diwakili Kabiro Kesra Al Amin, Plt Bupati Padangpariaman diwakili Staf Ahli Budi Mulya, jajaran direksi dan manajemen RSUP Dr M Djamil, Keluarga Besar Dr M Djamil MPH DPH Datuk Rangkayo Tuo, Ketua DWP dan pengurus RSUP Dr M Djamil, anggota DPRD Sumbar, Forkopimda Padangpariaman dan Forkopimca 2X11 Enam Lingkung.

Ia mengatakan tabur bunga ini bukan sekadar seremonial. Akan tetapi simbol rasa hormat  atas pengorbanan mereka yang tak ternilai. “Mereka adalah inspirasi yang tidak pernah pudar, mengingatkan kita pada dedikasi tanpa pamrih demi kesehatan bangsa,” tuturnya.

Dr Mohammad Djamil, sebut Dovy, adalah sosok legendaris dan lebih dari sekadar seorang dokter. Beliau adalah pahlawan yang ikut memperjuangkan kemerdekaan dan memberikan kontribusi nyata melalui pelayanan kesehatan.

“Setelah kemerdekaan, meski sempat diberi kepercayaan menjadi Gubernur Muda di Sumatera Tengah, beliau memilih kembali ke profesi dokter, menunjukkan betapa besar cintanya terhadap masyarakat dan kesehatan bangsa ini. Pengabdian beliau menginspirasi kita semua untuk terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia menekankan momentum Hari Kesehatan Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk mengimplementasikan transformasi kesehatan. Bukan hanya sebagai jargon tetapi sebagai tindakan nyata. “Kami di RSUP Dr M Djamil berkomitmen untuk meneruskan semangat beliau dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat. Ini sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan beliau dan para pahlawan kesehatan lainnya,” ungkap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ia pun mengusulkan agar Dr Mohammad Djamil Arts DPH Dt Rangkayo Toeo dapat dipertimbangkan sebagai Pahlawan Nasional. Mengingat peran besar beliau dalam bidang kesehatan dan kontribusi nyata bagi kemerdekaan Indonesia, ia yakin bahwa beliau layak mendapat pengakuan sebagai pahlawan nasional.

“Nama Dr Mohammad Djamil tidak hanya dikenal di Sumatera Barat, tetapi juga dihormati di seluruh Indonesia sebagai sosok yang penuh dedikasi dan keberanian. Kami berharap, pemerintah provinsi dapat mendukung upaya ini, sehingga cita-cita untuk menjadikan beliau sebagai pahlawan nasional dapat terwujud,” harapnya.

Dovy mengatakan makam Dr Mohammad Djamil telah ditetapkan sebagai struktur cagar budaya oleh Bupati Padangpariaman. Penetapan ini menunjukkan beliau tidak hanya dihormati sebagai seorang dokter. “Akan tetapi juga sebagai bagian dari sejarah Sumatera Barat yang perlu dilestarikan dan dihargai oleh generasi-generasi mendatang,” tukasnya.

Plt Gubernur Sumbar diwakili Kabiro Kesra Al Amin menyebutkan rencana Dr Mohammad Djamil Arts DPH Dt Rangkayo Toeo menjadi pahlawan nasional akan segera diajukan. “Kami akan upayakan sesegera mungkin. Kami mohon dukungan dari anggota DPRD Sumbar,” kata Al Amin.

Ia mengatakan memperingati Hari Kesehatan Nasional dilakukan secara khusus dan bermakna dengan tabur bunga di makam tokoh kesehatan nasional Dr Mohammad Djamil Arts DPH Dt Rangkayo Toeo. “Beliau adalah sosok yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan kesehatan di Sumatera Barat,” ucapnya.

Dr M Djamil, tuturnya, bukan hanya seorang dokter. Beliau adalah panutan dan seorang pionir yang telah segenap jiwa dan raganya telah mengabdikan hidup untuk memperjuangkan kesehatan masyarakat. “Atas dasar dedikasi beliau, RSUP Dr M Djamil yang menjadi pusat pelayanan kesehatan rujukan di wilayah ini diabadikan nama beliau,” tutur Al Amin.

Ia menekankan dengan peringatan ini, tidak hanya mengenang jasanya. Tapi juga merenungkan betapa pentingnya melanjutkan nilai-nilai yang ditinggalkan beliau. “Semangat perjuangan Dr M Djamil menjadi inspirasi kita untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, menghadirkan inovasi dan menjaga integritas dalam pelayanan,” ungkapnya.

Sementara salah satu keluarga besar Dr M Djamil dr Alan Gazali Saus SpTHT mengatakan pihaknya menghargai apa yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait untuk mendukung agar Dr M Djamil ini mendapat gelar pahlawan nasional.

“Tahun 2023 telah diajukan Dr M Djamil sebagai pahlawan nasional. Mudah-mudahan tahun 2024 ini akan kita ajukan kembali,” tutur mantan Direktur Utama RSUP Dr M Djamil ini (*)

Tumbuhkan Semangat Dr Mohammad Djamil dalam Melayani Masyarakat

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengajak civitas hospitalia untuk terus menumbuhkan semangat Dr Mohammad Djamil Art DPH Dt Rangkayo Toeo dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pasalnya, nama pahlawan kesehatan ini melekat pada rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini.

“Dalam rangka memperingati HUT ke-60 Kesehatan Nasional, besok (5/11)  direncanakan melakukan tabur bunga di makam Dr Mohammad Djamil Art DPH Dt Rangkayo Toeo di Kayu Tanam Padangpariaman,” kata Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat apel pagi di halaman lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (4/11).

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Plh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K), jajaran manajemen serta civitas hospitalia.

Ia mengatakan diketahui Dr Mohammad Djamil Art DPH Dt Rangkayo Toeo lahir pada 29 November 1898 dan meninggal 20 Juni 1962. Semasa hidupnya mengabdikan diri pada bidang kesehatan dan pemerintahan.

“Ia merupakan lulusan Doctor Medicinae Ziekten di Universitas Utrecht Belanda (31 Mei 1932). Dan lulusan Doctor Public Health Universitas John Hopkins Amerika Serikat (12 Juni 1934),” tutur Dovy.

Tidak hanya bidang kesehatan, tutur Dovy, dia juga mengabdikan diri pada pemerintahan. M Djamil pernah menjabat Kepala Jawatan Kesehatan Sumatera Bagian Tengah (Oktober-November 1945). Ketua KNI Daerah Sumatera Barat (November 1945-Maret 1946).

“Ia juga pernah menjabat Residen Sumatera Barat (Maret-Juli 1946). Dan Gubernur Muda Sumatera Tengah (Juli 1946-April 1947),” ungkap Dovy.

Melihat prestasi dan pengabdian M Djamil ke negara, dianugerahkan pahlawan kesehatan ini. “InshaAllah kita akan mengusulkan M Djamil sebagai pahlawan nasional. Segala sesuatu kelengkapan administrasi sedang dipersiapkan,” tuturnya.

Ia mengatakan civitas hospitalia diajak untuk menumbuhkan semangat pahlawan kesehatan ini dalam melayani masyarakat. “Ini demi RSUP Dr M Djamil yang lebih baik,” tukas Dovy. (*)

Ayo Melangkah! Kalahkan Stroke Mulai dari Diri Sendiri

Peringatan World Stroke Day 2024 dalam  rangka HUT ke-60 Kesehatan Nasional dipusatkan pelataran parkir GOR H Agus Salim Kota Padang, Minggu (3/11). Ratusan masyarakat turut berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan RSUP Dr M Djamil bersama Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr M Djamil.

Pelepasan balon oleh Pj Sekprov Sumbar Yozarwardi Usama Putra didampingi Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua dan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr Lila Yanwar MARS pertanda dimulainya Peringatan World Stroke Day.

Diawali senam otak berkolaborasi dengan Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (Porpri) Sumbar. Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr Lila Yanwar MARS dan Ketua Departemen Neurologi Prof Dr dr Yuliarni Syafitra SpN (K) turut serta dalam senam otak tersebut. Kemudian penyuluhan kesehatan tentang update tatalaksana stroke, pemeriksaan kesehatan. Serta pembagian doorprize.

“Stroke adalah salah satu penyakit tidak menular sebagai penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di dunia umumnya Indonesia khususnya. Data estimasi penyakit menunjukkan 1 dari 4 orang diperkirakan terkena stroke dalam hidupnya. Dan diperkirakan setiap tiga detik ditemukan satu orang terkena stroke. Hal ini setara dengan 12 juta orang dalam setahun akan mengalami stroke dalam setengah juta di antaranya meninggal dunia akibat stroke,” kata Pj Sekprov Sumbar Yozarwardi Usama Putra saat membacakan sambutan Plt Gubernur Sumbar.

Ia mengatakan hasil survei kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa prevalensi stroke di Indonesia adalah 8,3 per 1.000 penduduk. Sedangkan Sumatera Barat lebih tinggi 8,8 per 1.000 penduduk. Sementara beban biaya kesehatan akibat stroke tahun 2023 di Indonesia mencapai Rp5,2 triliun.

“Sebanyak 90 persen kasus stroke dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risikonya. Seeprti tekanan darah tinggi, diabetes, hiperkolesterol, kondisi atrial fibrilasi, merokok, kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat, stres, dan konsumsi alkohol,” tutur Yozarwardi.

Ia mengatakan beraktivitas fisik selama 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu dapat menurunkan risiko stroke sebesar 25 persen. “Ayo Melangkah! Kalahkan Stroke: Mulai dari Diri Sendiri” Kita lakukan aktivitas fisik selama 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu. Konsumsi makanan seimbang, memperbanyak buah dan sayur, mengurangi konsumsi makanan yang digoreng, jerohan. Kelola stres dengan baik. Tidak merokok. Serta istirahat yang cukup,” ajaknya.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan RSUP Dr M Djamil  berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan, termasuk dalam pencegahan dan penanganan stroke.

“Kami percaya bahwa penanganan stroke yang optimal bukan hanya sekadar pengobatan medis. Akan tetapi juga dukungan emosional yang menyeluruh kepada pasien,” tuturnya.

Ia mengatakan dukungan dari keluarga, komunitas, dan masyarakat sangat penting dalam proses pemulihan. Dan olahraga adalah salah satu jalan untuk memperkuat dukungan tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan edukasi yang bermanfaat serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stroke. Mari bersama-sama kita bangun semangat untuk menjadi lebih kuat dari stroke, dengan kekuatan fisik dan emosional yang tercermin dalam aktivitas olahraga,” ajak dokter spesialis Fetomaternal ini.

Sementara itu, Ketua Departemen Neurologi Prof Dr dr Yuliarni Syafitra SpN (K) mengatakan pencegahan stroke jauh lebih baik dari pada pengobatan. “Latihan fisik atau berolahraga dengan rutin itu ternyata dapat menurunkan kecemasan dan depresi. Selain itu, juga dapat meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan performa kerja. Dan pada orang tua sangat penting untuk menurunkan risiko jatuh dan cedera, dan juga merupakan terapi efektif pada beberapa penyakit kronis terutama pada pasien lanjut usia,” tukasnya.(*)

Skill Penanganan Awal Kasus Bedah Kritis Dibutuhkan saat Bencana

RSUP Dr M Djamil bersama Departemen Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr M Djamil mengadakan pengabdian masyarakat pengenalan dan pelatihan penanganan awal kasus bedah kritis terhadap korban bencana. Kegiatan berkolaborasi dengan BPBD Kota Padang itu dipusatkan di Aula Bagindo Aziz Chan Balaikota Padang Aiapacah.

“Kita tinggal dan beraktivitas di Kota Padang. Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus hidup berdampingan dengan bencana. Maka peningkatan kapasitas penanganan awal kasus bedah kritis korban bencana ini adalah sebuah keniscayaan dalam langkah kesiapsiagaan,” kata Pj Wali Kota Padang Andree Harmadi Algamar saat sambutan pada pembukaan pelatihan ini, Sabtu (2/11).

Turut dihadiri Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua, Direktur Utama RS Unand Dr dr Yevri Zulfiqar SpB SpU Subsp Ped (K) MKes, Kepala BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, dan Dekan Fakultas Kedokteran Unand diwakili Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FK Unand Dr dr Rizki Rahmadian SpOT Subsp PL (K) MKes, dan peserta pelatihan.

Andree mengatakan pelatihan ini untuk dilakukan karena skill ini dibutuhkan saat bencana. Kapasitas pelaku kebencanaan perlu ditingkatkan. Pasalnya nyawa akan melayang atau cedera makin bertambah dikarenakan meresponsnya dengan salah tindakan.

“Kami berharap pelatihan ini dapat memberi dampak saat diaplikasikan pada situasi darurat. Minimal skill-skill dasar dapat dikuasai sampai bantuan dari tenaga medis datang ke lokasi bencana,” harap Andree.

Melalui pelatihan ini, Pj Wali Kota juga berharap mampu mengukur sejauhmana kesiapan sumber daya manusia dan peralatan yang dimiliki BPBD. “Jika nanti ada yang berbakat dan berminat untuk mendalami skill penanganan awal ini, tidak salahnya dilanjutkan dengan pelatihan yang lebih konkret,” tuturnya.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen RSUP Dr M Djamil bersama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, untuk memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kota Padang.

“Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Akan tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan dan kolaborasi antara RSUP Dr M Djamil, FK Unand, dan masyarakat Kota Padang tentunya,” tutur Dovy.

Ia berharap kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. “Baik itu dalam bidang kesehatan maupun kesiapsiagaan bencana,” harapnya.

Sementara Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Unand Dr dr Rizki Rahmadian SpOT Subsp PL (K) MKes menyampaikan terima kasih kepada Pemko Padang yang telah mendukung kegiatan pengabdian masyarakat ini. “Melalui pelatihan ini kita bisa sharing ilmu, dan belajar melakukan penanganan bencana awal di lokasi bencana, sehingga penanganan di rumah sakit dapat lebih baik,” ucapnya.

Diketahui dalam pelatihan ini menghadirkan narasumber yakni Dr dr Muhammad Riendra SpBTKV Subsp VE (K) membahas bantuan hidup dasar, dr Hendra Herizal SpB Subsp Onk (K) membahas evakuasi pasien, Dr dr Rizki Rahmadian SpOT Subsp PL (K) MKes membahas patah tulang dan cedera otot.

Dr dr Yevri Zulfiqar SpB SpU Subsp Ped (K) MKes membahas manajemen pendarahan, dr Ade Rucky Harahap SpBS Subsp N-Vas membahas cedera kepala dan leher, dr Deddy Saputra SpBP-RE Subsp LBL (K) membahas luka bakar. dr Rahmat Taufik SpB Subsp Onk (K) membahas gigitan hewan berbisa dan dr Ardiansyah SpBTKV MARS membahas instruktur simulasi. Tidak sekadar teori dalam pelatihan ini, juga dilakukan simulasi atau praktik.(*)

RSUP Dr M Djamil-PT Rafa Topaz Utama Jalin Kerja Sama Alat Urinalisis Metode CPRR

RSUP Dr M Djamil terus meningkatkan mutu layanan kesehatan di wilayah Sumatera Bagian Tengah umumnya Sumatera Barat khususnya. Jumat (1/11), RSUP Dr M Djamil melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Rafa Topaz Utama.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua bersama Presiden Direktur PT Rafa Topaz Utama Rudi Antoni. Kerja sama itu mencakup pemanfaatan alat pemeriksaan Urinalisis dengan metode Cost Per Reportable Report (CPRR).

Turut disaksikan Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Manajer Hukum dan Humas Nova Afriani SH MH.

“Alhamdulillah setelah melalui perjalanan panjang, kerja sama ini akhirnya disepakati. Kerja sama yang dibangun ini bisa saling menguntungkan kedua belah pihak,” kata Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS mewakili Direktur Utama saat memberikan sambutan di Ruang Direktur Utama Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Ia menekankan apapun yang telah dituangkan itu akan dilaksanakan sesuai dengan kewajiban masing-masing. Dan tentunya kerja sama ini akan ada mekanisme evaluasinya. “Jadi segala sesuatu kendala akan bisa menjadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depannya. Untuk hal-hal lain disesuaikan dengan kondisi,” sebutnya.

Ia berharap mudah-mudahan kerja sama ini akan membawa manfaat bagi rumah sakit khususnya. “Karena ini dapat meningkatkan pelayanan untuk masyarakat Sumatera Bagian Tengah umumnya Sumatera Barat khususnya. Segala sesuatu yang sifatnya pelayanan InshaAllah amalnya akan terus menerus,” harap drg Ade.

Sementara manajemen PT Rafa Topaz Utama Eva Hayati mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan kepercayaan RSUP Dr M Djamil. Alat urinalisis ini sudah ada pada rumah sakit vertikal lainnya. “Alhamdulillah untuk kerja sama dengan RSUP Dr M Djamil dapat terwujud. Mudah-mudahan apa yang sudah diamanahkan ini kita akan saling bersinergi dan berkolaborasi. Bagi kami ini adalah kesempatan emas dan sebuah kepercayaan yang diberikan. Dan InshaAllah akan kami laksanakan semaksimal mungkin,” harap Eva.(*)

Analisis Penggunaan Antibiotik RSUP Dr M Djamil jadi Acuan 14 RS Vertikal Kemenkes

Penelitian Analisis Penggunaan Antibiotik RSUP Dr M Djamil menjadi acuan bagi 14 rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI. Berharap nantinya dari penelitian pilot project ini bisa menghasilkan data yang akan menelurkan sebuah kebijakan Kementerian Kesehatan RI.

“Penelitian analisis penggunaan antibiotik yang dilakukan RSUP Dr M Djamil agar menjadi acuan bagi 14 rumah sakit vertikal. Saya meminta bapak Dr dr Andani Eka Putra MSc untuk mengawal penelitian ini,” kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat Rapat Pembahasan Pilot Project Antibiotik 14 Rumah Sakit Kemenkes secara hybrid, Jumat (1/11).

Menkes mengatakan paling lambat pada bulan Desember, analisis penggunaan antibiotik di 14 rumah sakit vertikal selesai. “Kemudian dibikinkan kebijakannya. Termasuk nanti akan dibuatkan keputusan menteri atau peraturan menteri. Mereka (rumah sakit vertikal, red) melakukan seperti ini. Harus diikuti rumah sakit besar dululah. Supaya kita bisa memastikan pemberian antibiotik ini,” ucap Budi Gunadi Sadikin.

Di samping itu, Menkes pun meminta Dr dr Andani Eka Putra juga melakukan kajian atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2021 tentang Pedoman Penggunaan Antibiotik. “Mudah-mudahan hasil kajian yang dilakukan itu akan menjadi sebuah dasar kebijakan juga nantinya,” tutur Menkes.

Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand Dr dr Andani Eka Putra MSc mengatakan penelitian ini didasari ada beberapa teman sejawat memberikan antibiotik yang awalnya infeksi ringan hingga berkembang menjadi berat atau meninggal. “Jadi muncul pertanyaan. Apakah antibiotik kita sudah tepat. Saya tidak melihat kemana-mana tapi dasar pijakannya seperti itu. Bisa gak ini menjadi dasar kita untuk menyusun sebuah kebijakan memberikan antibiotik yang lebih tepat,” tutur Dr dr Andani.

Ia mengungkapkan dari hasil penelitian dilakukan ditemukan 48,5 persen antibiotik yang diberikan saat pasien masuk ternyata diganti setelah 3-4 hari. Memang ada panduan praktik klinis (PPK) untuk diganti, tapi kalau data antibiogram kita benar harusnya penggantiannya tidak sebanyak itu. “Artinya kita tidak tepat dalam pemberian inisial antibiotik,” ucap Konsultan Penelitian RSUP Dr M Djamil ini.

Itu bisa terjadi, tuturnya, kemungkinan karena data antibiogram tidak lengkap dan tidak ada guidence kita memberikan antibiotik. “Itu kira-kira menjadi dasar penyebabnya,” sebut Dr dr Andani.

Ia juga menekankan pertama kita harus tahu pola dari rumah sakit vertikal lain sehingga akan menjadi dasar kita mengambil kebijakan. “Nanti akan kita lihat inisial antibiotik itu hampir sama nggak dengan data antibiogram. Berbeda nggak data biogram dengan peta kuman. Kalau belum akan kita perbaiki,” sebutnya.

Kedua, tahapan kerja adalah kita kumpulkan data mulai dari Januari sampai Juni 2024 ke-14 rumah sakit vertikal. Semua data itu kita akan analisis. Mencakup mulai diagnosis data pasien, jumlah antibiotik yang diberikan dan sebagainya.

“Data-data sangat lengkap sekali. Sehingga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilakukan di M Djamil,” ucapnya.

Sementara Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan kegiatan untuk melihat kegunaan  pola antibiotik di RSUP Dr M Djamil ternyata diakomodir oleh Bapak Menteri Kesehatan untuk di evaluasi di 14 rumah sakit vertikal di Indonesia.

“Tentu kita bangga bahwa RSUP Dr M Djamil  bersama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menjadi pionir untuk melakukan pilot project ini untuk 14 rumah sakit vertikal. Karena kita sudah menginisiasi ini dan membuka jalan tentu kita harus berproses bagaimana proses yang sudah kita lakukan tentu ditindaklanjuti,” tutur Dovy.

Ia mengatakan dengan pertemuan yang turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) untuk dibuatkan Surat Keputusan (SK) tim. “Ini agar kita bergerak bersama-sama. Sehingga hasil penelitian pada 14 rumah sakit ini juga bisa menghasilkan data akan menelurkan sebuah kebijakan. Ini adalah yang sangat penting tentunya bagi kita,” sebutnya.

Dovy mengatakan berbicara kebijakan, bagaimana kita sudah mulai menginisiasi dalam pola penggunaan antibiotik ini. “Kita sepakat mengubah kebijakan dengan data dan penelitian yang harus kita lakukan. Karena sudah menjadi acuan maka kita dukung keberadaan Dr dr Andani Eka Putra MSc untuk mendapatkan data penelitian ini. Kita sama jugakan bagaimana bekerja dengan baik,” tukasnya.(*)

Wirid Mingguan RSUP Dr M Djamil, Salat dan Sedekah Obat Keluh Kesah Manusia 

Manusia tentu akan menghadapi cobaan dan godaan selama hidup di dunia. Sehingga tak jarangan mereka akan berkeluh kesah karena merasa tidak sanggup menghadapinya atau merasa resah dengan situasi yang sedang terjadi hingga berputus asa.

“Dalam Surah Al- Maarij, walaupun Dia sudah menciptakan dengan sebaik-baik bentuk, tetapi sesungguhnya manusia diciptakan dalam keadaan berkeluh kesah ketika diberi kesusahan,” kata Ustad Zulkarim Lc MA saat Wirid Mingguan di Masjid Asy Syifa kompleks RSUP Dr M Djamil, Jumat (1/11).

Turut dihadiri Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua, Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Plh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K), Ketua DWP Ny Winanda Dovy Djanas, manajemen dan civitas hospitalia.

Ia mengatakan kondisi kaya maupun miskin, hujan maupun panas, manusia tetap mengeluh. Padahal sifat mengeluh ini sangat tidak disukai Allah. “Membayangkan rahmat Allah yang sudah begitu banyak diberikan kepada kita, yang jumlahnya tidak terhitung, tetapi meskipun demikian kita masih mengeluh,” tutur Zulkarim Lc MA.

Ia menegaskan sifat keluh kesah ini dilarang dan harus dikurangi. Ia mengajak agar mensyukuri apapun yang Allah berikan. Menurutnya, jika yang Allah berikan tidak menyenangkan maka yakinilah bahwa itu merupakan cobaan untuk menguji kesabaran.

Kemudian, Ia mengungkapkan dua cara untuk mengobati penyakit mengeluh ini, yaitu pertama dengan mendirikan salat dan kedua dengan bersedekah. “Sisihkan harta untuk diberikan kepada orang yang berhak menerima. Dengan sedekah/infak maka akan menenangkan hati karna tidak ada hak orang lain di kantong kita. Bersedekah menjauhkan dari sifat keluh kesah, apalagi sedekah yang rutin dilakukan secara berkelanjutan,” tandasnya.

Sementara itu Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan wirid mingguan ini menjadi tempat silaturahmi bersama civitas hospitalia. “Melalui wirid mingguan ini kita dapat memperoleh pengetahuan sehingga bisa mengisi atau me-recharge pikiran kita kembali sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan,” jelas dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ia juga mengajak seluruh civitas hospitalia untuk lebih meningkatkan kepedulian dan mengerti tugas serta fungsi masing-masing. Karena RSUP Dr M Djamil merupakan layanan publik. “Tidak hanya memikirkan keuntungan semata namun lebih kepada memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45