RSUP Dr M Djamil Sambut Tim Monev, Langkah Nyata Majukan Pelayanan JKN

RSUP Dr M Djamil menerima kunjungan tim monitoring dan evaluasi (monev) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tahap III 2024 Pengwil II. Tidak hanya mengevaluasi dan memonitoring pelaksanaan program JKN, tim juga meninjau pelayanan di Poliklinik, kelas rawat inap standar serta Instalasi Bank Jaringan dan Sel RSUP Dr M Djamil.

“Salah satu isu yang tengah menjadi fokus saat ini adalah upaya untuk menjaga keberlanjutan dan kestabilan finansial dari program JKN, yang memerlukan efisiensi dalam pelaksanaan dan pengendalian biaya pelayanan. Di sinilah peran rumah sakit dan BPJS Kesehatan penting untuk memastikan bahwa prinsip gotong royong dapat berjalan optimal tanpa mengurangi mutu layanan,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat sambutan di Aula Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (31/10).

Tim Monev Program JKN yakni Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan Dr dr Mahlil Ruby MKes, Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Dr Ahmad Irsan A Moeis SE ME. Deputi Direksi Perencanaan dan Evaluasi Organisasi BPJS Kesehatan Deded Chandra SE MAk, Deputi Direksi Bidang Sumber Daya Sarana dan Umum BPJS Kesehatan Ifran SE.

Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan dr Eddy Sulistijanto Hadie MM AAK, Kepala Seksi HP Jaminan Sosial Kesehatan Kementerian Keuangan RI Dwi Dermawan Setia Aji dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang dr Fauzi Lukman Nurdiansyah MM.

Sementara dari RSUP Dr M Djamil dihadiri  Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS beserta jajaran manajemen.

Selain itu, sebut Dovy, transformasi layanan kesehatan melalui Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang saat ini sedang disiapkan akan semakin memperkuat prinsip keadilan dalam akses layanan. “Di RSUP Dr M Djamil, kami terus berkomitmen dalam menyiapkan layanan yang sesuai dengan standar ini. Dan berharap agar kebijakan KRIS ini dapat menjawab kebutuhan pasien dalam segala tingkatan sosial dengan pelayanan yang setara dan bermutu,” harap Dovy.

Ia mengatakan pihaknya menyambut baik kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ini sebagai langkah nyata dalam memajukan pelayanan JKN di wilayah Sumatera Barat, khususnya di RSUP Dr M Djamil. “Kegiatan ini sangat penting bagi kami untuk mengukur capaian dan tantangan yang dihadapi dalam memberikan layanan kesehatan berkualitas, termasuk di era JKN ini,” tutur dokter spesialis Fetomaternal ini.

Dovy berharap melalui monev ini, sinergi antara rumah sakit, BPJS Kesehatan, dan instansi terkait akan semakin kuat dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat. “Kami juga berharap adanya umpan balik dan rekomendasi yang dapat membantu kami dalam menyusun langkah-langkah perbaikan di masa mendatang, baik dalam aspek layanan maupun manajemen,” saran Dovy.

Selain itu, monev kali ini juga menjadi kesempatan bagi RSUP Dr M Djamil untuk mengidentifikasi area yang memerlukan peningkatan, memastikan bahwa standar pelayanan dapat dicapai dengan optimal. “Sekaligus mendukung implementasi Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang sejalan dengan transformasi pelayanan kesehatan,” ungkap Dovy.

Pada kesempatan itu, Dirut RSUP Dr M Djamil mempresentasikan rencana pengembangan masterplan rumah sakit. Dan Direktur Medik dan Keperawatan memaparkan layanan unggulan RSUP Dr M Djamil.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan Dr dr Mahlil Ruby MKes mengatakan rumah sakit, puskesmas dan klinik adalah mitra yang paling dekat sebenarnya. Itu tanpa ada rumah sakit, tanpa ada puskesmas, tanpa ada klinik maka tidak ada JKN. Karena end user akhirnya end benefit. End benefit akhir yang kita jual adalah pelayanan kesehatan.

“Beda dengan Jamsostek yang dijual ketika kita masuk hari tua. Jadi yang menjadi benefitnya hari tua dan tidak ada hubungannya dengan fasilitas kesehatan lain.  Bahwa ketika Anda sakit, kita tidak kasih uang. Tapi pergi ke fasilitas layanan kesehatan. Jadi itu karakteristik yang berbeda dengan jaminan-jaminan lainnya,” tuturnya.

Kalau jaminan lain, tegasnya, tidak memiliki  pihak ketiga yang menyelenggarakan itu. “Oleh karena itu BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan hal-hal tidak bisa dipisahkan. Karena gak ada faskes gak ada JKN,” tegasnya.

Jadi, sebutnya, rumah sakit atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) itu mitra utama BPJS Kesehatan. “Oleh karena itu perlu dikomunikasikan ke seluruh rumah sakit kondisi BPJS Kesehatan saat ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Dr Ahmad Irsan A Moeis SE ME mengatakan secara umum ada dua keluhan terkait JKN yakni pertama masalah standardisasi layanan dan kedua para pemangku atau pilar-pilar di ekosistem JKN ini baru punya semangat yang sama. Tetapi belum mempunyai langkah yang sama.

“Kita belum punya pemahaman atau understanding yang kuat bahwa masing-masing kita itu perannya beda terkait JKN ini. Tapi seharusnya saling menguatkan dan saling mengunci,” pintanya.(*)

RSUP Dr M Djamil-FK Unand Jalin Kerja Sama Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

RSUP Dr M Djamil terus menunjukkan komitmen sebagai rumah sakit pendidikan utama. Hal ini seiring telah ditandatangani perjanjian kerja sama antara RSUP Dr M Djamil dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand).

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua bersama Dekan Fakultas Kedokteran Unand Prof Dr dr Afriwardi SH MA SpKO Subsp APK (K). Perjanjian kerja sama mencakup penyelenggara pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Turut disaksikan Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Plh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K), Koordinator Komite Pendidikan Dr dr Daan Khambri SpB (Onk) K dan Manajer Hukum dan Humas Nova Afriani SH MH.

“Alhamdulillah telah disepakati kerja sama antara RSUP Dr M Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama dengan Fakultas Kedokteran Unand. Sebenarnya ini sudah merupakan suatu kegiatan yang kita laksanakan terkait dengan hal-hal pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Ia mengatakan kerja sama ini selaras dengan Undang-Undang No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Di dalam UU itu terkandung antara institusi pendidikan maupun rumah sakit pendidikan agar melakukan kerja sama sesuai dengan poin yang tercantum dalam kerja sama tersebut.

“Kami berharap apa yang telah disepakati ini terhadap beberapa pasal termasuk soal jumlah anak didik dan proses perekrutan tentu kita bersama-sama. Bagaimana pun juga ini akan menjadi suatu beberapa hal yang sangat penting. Kita melayani proses pendidikan yang betul-betul bisa memperbaiki terhadap apa yang selama ini  kurang serta tidak termonev dengan baik. Dan ini sudah termaktub di dalam perjanjian,” ungkap Dovy.

Ia menekankan unit fungsional yang berperan penting dalam kerja sama ini adalah Komite Koordinator Pendidikan (Komkordik) RSUP Dr M Djamil. “Komkordik ini muaranya semua proses yang akan nanti mengatur, merencanakan dan menjalankan apa yang ada pada perjanjian kerja sama ini,” ungkap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Dekan Fakultas Kedokteran Unand Prof Dr dr Afriwardi SH MA SpKO Subsp APK (K)  hasil kesepakatan kerja sama itu adalah hal yang terbaik saat ini. Mudah-mudahan nanti kalau ada perubahan-perubahan yang dilakukan untuk addendum itu adalah hal biasa.

“Pada hari ini kita pasang niat baik bersama-sama sehingga kerja sama ini bisa ditandatangani. Semoga silaturahmi antara RSUP Dr M Djamil dengan Fakultas  Kedokteran Unand tetap terjaga. Mudah-mudahan Allah SWT meridhoi kita semua,” ucap Prof Afriwardi.

Sementara Ketua Komkordik RSUP Dr M Djamil Dr dr Daan Khambri SpB (Onk) K mengatakan seluruh Komkordik dan jajaran berbahagia dengan telah ditandatangani kerja sama ini. “Semoga InshaAllah isi dari perjanjian tersebut akan kami tindaklanjuti dan laksanakan sesuai arahan dari Direktur Utama RSUP Dr M Djamil dan Dekan FK Unand. Tentunya dalam hal monitoring dan evaluasinya akan secara berkala kita laksanakan. Dan akan kita laporkan ke Direktur Utama RSUP Dr M Djamil dan Dekan FK Unand,” tukasnya.(*)

RSUP Dr M Djamil Terima Kunjungan Tim Surveilans Hospital Record Review Dinkes Kota Padang

RSUP Dr M Djamil menerima kunjungan tim Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Padang di Ruang Rapat Direksi Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (30/10). Kunjungan itu dalam rangka surveilans hospital record review.

Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) didampingi Manajer Pelayanan Medik dr Nirza Warto SpTHT KL (K) menerima rombongan tim P2P Dinas Kesehatan Kota Padang yang dipimpin Plt Kabid P2P dr Citra Septiyenri Syahnur tersebut.

“Surveilans Hospital Record Review ini merupakan salah satu langkah penting dalam mencapai tujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit,” kata Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) saat memberikan sambutan.

Ia mengatakan dengan mengevaluasi catatan medis pasien, kita dapat mengidentifikasi area yang perlu perbaikan dan memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan perawatan terbaik. “Kegiatan ini dilaksanakan dalam langkah pemantauan dan pengendalian penyakit menular. Serta untuk mendapatkan data yang akurat dan lengkap dalam pencatatan medis terutama terkait data penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan wabah,” ucap Dr dr Bestari.

Plt Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Padang dr Citra Septiyenri Syahnur mengatakan surveilans aktif rumah sakit merupakan salah satu prioritas kegiatan penemuan kasus di rumah sakit dengan asumsi setiap kasus lumpuh pada anak akan dibawa ke rumah sakit.

Ada pun lokasi pengamatan yakni semua rumah sakit yang merawat anak usia kurang dari 15 tahun baik rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, rumah sakit TNI dan rumah sakit Polri. Sedangkan lokasi penemuan yakni bangsal anak, poli anak, poli syaraf, unit fisioterapi/rehabilitasi medik, UGD,  dan bangsal atau poli penyakit dalam jika umur anak 15 tahun dirawat di sana.

“Pelaksananya petugas surveilans kabupaten/kota, petugas surveilans atau contact person rumah sakit. Dan frekuensinya setiap hari bagi petugas surveilans RS dan setiap minggu bagi petugas dinas kesehatan,” tutur dr Citra.

Ditambahkan Kasub Koordinator Seksi Surveilans dan Imunisasi Tutwuri Handayani SKM MKes, tujuan surveilans hospital record review adalah untuk mengevaluasi kegiatan surveilans accute flaccid paralysis (AFP) di rumah sakit atau mengukur sensivitas surveilans berbasis rumah sakit.

“Caranya mereview data rekam medik/register di seluruh unit di rumah sakit merawat anak usia kurang dari 15 tahun (bangsal anak, syaraf, poli anak, syaraf, penyakit dalam, UGD, poli rehab medik) untuk periode tertentu atau yang telah ditentukan (6 bulan sampai 1 tahun). Dan dilakukan pada rumah sakit yang selama waktu diharapkan tidak melaporkan,” ucap Tutwuri Handayani.

Ia mengatakan ada pun diagnosis dengan penyakit AFP sebagai berikut. Gullian barre syndrom, myelitis vetra, poliomyelitis, polyneurophaty, myelophaty, dermatomyositis, hipokalemia. Kemudian stroke pada anak, erbs paralysis, food drop pralysis, dan todds paraylisis.

Duchene muscular dystrophy, periodic paralysis hipokalemia, spinal muscular atrophy, efek samping sitostatika. Ensepalitis atau Ensefalopaty, meningitis, miastenia gravis umum, metabolic myopathies, dan herediter motor and sensory neorpathy (HMSN). “Ingat, gejala AFP dapat ditemukan juga pada penyakit selain yang disebutkan tadi. Bila diagnosis pasti belum bisa ditegakkan dapat dituliskan suspek dan DIDnya,” tukasnya.(*)

Kenali Gejala Stroke dengan SeGeRa ke RS

World Stroke Organization menetapkan tanggal 29 Oktober sebagai Hari Stroke Sedunia atau World Stroke Day. Peringatan ini untuk meningkatkan pemahaman tentang stroke, pencegahan, dan kebutuhan untuk meningkatkan perawatan serta dukungan terhadap penderita stroke.

Tahun ini, Hari Stroke Sedunia mengangkat tema ‘Be greater Than Stroke’ yang juga dimaknai sebagai ‘Kita Bisa Mengalahkan Stroke’.

“Hingga saat ini, stroke menjadi penyebab disabilitas nomor satu dan penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung baik di negara maju maupun berkembang. Untuk itu masyarakat diharapkan mampu mengenali tanda dan gejala stroke agar dapat hidup lebih berkualitas,” kata dokter spesialis neurologi bagian neurovascular dan neurointervensi RSUP Dr M Djamil dr Gunawan Septa Dinata SpN FINA di Poliklinik Syaraf Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (29/10).

Ia mengatakan dengan mengenali gejala stroke, seseorang dapat merasakan berbagai macam dampak mulai dari kecacatan fisik hingga kematian. Berikut ini beberapa gejala stroke yang sering disebut dengan “SeGeRa Ke RS”.

“Se diartikan senyum tidak simetris. Senyum tidak simetris berarti seseorang saat tersenyum hanya mengarah pada satu sisi. Ge diartikan gerak tubuh melemah secara mendadak menjadi pertanda datangnya penyakit stroke,” tuturnya.

Ra diartikan bicara pelo/tiba-tiba tidak dapat bicara/tidak mengerti kata-kata/bicara tidak nyambung. Ke diartikan kebas pada tubuh juga menjadi salah satu gejala stroke yang umum dialami oleh penderitanya.

“R diartikan rabun pada mata yang terjadi secara tiba-tiba bisa juga menjadi pertanda datangnya penyakit stroke. S diartikan sakit kepala hebat yang belum pernah dirasakan sebelumnya turut menjadi tanda timbulnya penyakit stroke,” paparnya.

Ia menekankan bila beberapa gejala stroke tersebut terjadi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat ataupun ke fasilitas memiliki layanan terapi trombolitik ataupun layanan neurointervensi. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan penanganan sehingga dampak yang ditimbulkan tidak fatal.

“Dikarenakan semua tindakan tersebut mempunyai window terapi yang sangat sempit. Dimana pada stroke sumbatan hanya 4,5 jam untuk pemberian trombolitik. Sedangkan tindakan trombektomi itu bisa mencapai 16 jam ataupun 24 jam. Karena windownya sempit maka segera ke rumah sakit dengan fasilitas lengkap,” paparnya.

Oleh sebab itu, jika seseorang sudah mengalami beberapa gejala yang diyakini sebagai pertanda penyakit stroke harus segera mendapat penanganan. “Penanganan yang cepat membuat proses penyembuhan lebih cepat dan potensi kesembuhan cukup tinggi,” tutur dr Gunawan.

Ia menyebutkan ada dua faktor risiko stroke. Yakni bisa dimodifikasi dan tidak bisa dimodifikasi. Contoh tidak bisa dimodifikasi adalah umur, jenis kelamin dan penyakit bawaan. “Sementara contoh yang bisa dimodifikasi itu berupa makanan dan minuman yang tidak sehat, kurang olahraga, merokok, minum alkohol dan lainnya,” sebut dr Gunawan.

Untuk faktor risiko pada bidang medis, tuturnya, seperti adanya penyakit gula darah tinggi atau diabetes melitus, hipertensi yang lama. Adanya hiperkolesterolemia, adanya gangguan jantung baik gangguan irama dan jantung bawaan. “Kemudian adanya penyakit autoimun dan penyakit Covid-19,” tutur dr Gunawan.

Ia menekankan penyakit stroke sendiri tidak hanya menyerang orangtua. Apalagi pasca-Covid-19 ditemukan banyak usia muda yang mengalami penyakit stroke. Dan malah ada ditemukan usia anak-anak dan remaja (rentang usia 9 hingga 17 tahun).

“Rata-rata sekarang yang paling banyak itu pada usia 35 sampai 50 tahun. Dimana ada faktor risiko tadi, pasca-Covid-19 ini banyak mengalami stroke. Terutama pada sumbatan pembuluh darah otak,” sebutnya.

Sementara, tuturnya, pada orang tua dikarenakan faktor risiko seperti penyakit hiperzensi atau gula darah tinggi yang sudah menahun. Kemudian kurang gerak dan jenis makanan yang tinggi asupan lemak atau garam dan kolsterol. “Tapi saat ini stroke pada usia muda disebabkan oleh autoimun, gangguan jantung baik gangguan irama atau jantung bawaan, Post-Covid-19, dan gaya hidup,” ungkap dr Gunawan.

Ia menjelaskan untuk mencegah penyakit stroke ini adalah mulailah hidup sehat seperti jalan pagi minimal 30 menit dan rutin, menjaga makanan dan pola makan. Kemudian menghindari narkoba, merokok, minuman alkohol dan kurang istirahat. “Selain menjaga pola makan dan olahraga secara rutin, hal buruk tersebut harus dihindari,” tegasnya.

dr Gunawan mengatakan pencegahan ini jauh lebih baik daripada mengobati. Dimana sel otak sekali rusak dia akan menetap. Jadi pencegahan itu sangat penting. “Datanglah ke rumah sakit atau pun yang memiliki fasilitas neurovaskuler atau neurointervensi. Bisa juga datangi dokter neurologi yang terdekat di tempat tinggal Anda untuk memastikan apakah dari semua faktor risiko atau gejala tadi ditemukan pada diri Anda. Apalagi dengan uraian orang tua yang mengalami hipertensi, diabetes melitus atau pun stroke,” tukasnya.(*)

RSUP M Djamil Bertekad Leading dalam Pemeriksaan Biomolekuler

RSUP Dr M Djamil bertekad menjadi rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan yang leading dalam pemeriksaan biomolekuler. Tekad tersebut didasari rumah sakit ini memiliki ahli atau expert di bidangnya dan rumah sakit pun telah menjalin kerja sama dengan Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan PT Crown Teknologi Indonesia (CTI).

“Makanya melalui litbang RSUP Dr M Djamil agar secara berkesinambungan mengajak bagian-bagian yang ada untuk bisa memanfaatkan pemeriksaan-pemeriksaan diagnostik. Apalagi kita sudah punya peluang untuk itu sehingga pemeriksaan diagnostik yang bersifat biomolekuler ini bisa kita hasilkan,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat Rapat Kolaborasi Riset Obstetri dan Ginekologi antara RSUP Dr M Djamil, PDRPI dan POGI di Ruang Rapat Direksi, Senin (28/10).

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) dan Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Manajer Litbang dr Zulda Musyarifah SpPA dan tim serta jajaran Obgin.

Makanya, kata Dovy, ia mulai menginisiasi pertemuan ini agar nanti riset yang dilakukan bekerja sama dengan PT Crown Teknologi Indonesia menghasilkan banyak produk. “Tentu perlu dukungan dari kita semua. Sehingga kita sebagai pilot project untuk bisa leading di dalam pemeriksaan-pemeriksaan biomolekuler,” tutur Dovy.

Ia melihat potensi besar dalam mendukung pemeriksaan-pemeriksaan biomolekuler ini adalah bagian Obstetri dan Ginekologi (Obgin) RSUP Dr M Djamil. Di bagian ini banyak pemeriksaan-pemeriksaan biomolekuler yang bisa dikembangkan.

“Apa keuntungannya? Dengan kerja sama ini jika produk yang dihasilkan banyak dipakai oleh center-center layanan semua rumah sakit vertikal itu akan menguntungkan bagi kita. Berbicara pada kerja sama tentu berbicara pada royalti. Baik royalti untuk mitra kita dan baik royalti untuk RSUP Dr M Djamil,” ungkap Dovy.

Ia mengatakan dengan mendorong kerja sama ini diharapkan juga jika royalti itu diterima oleh RSUP Dr M Djamil tentu juga didistribusikan ke bagian Obgin. “Ini memang keinginan kita. Banyak hal-hal yang hisa kita kerjakan pada bagian Fertilitas, Fetomaternal, Onkologi dan Uroginekologi. Makanya kita minta kolaborasi dengan tim PDRPI yang dipimpin Dr dr Andani Eka Putra MSc. Saya kira bagian obgin mendukung hal tersebut,” ucapnya.

Ia mengatakan dengan kolaborasi ini akan menguntungkan secara institusi yang bergerak pada rumah sakit pendidikan. “Dan juga bisa memasarkan produk-produk ini asal kita punya keinginan untuk maju. Makanya saya mendorong kita punya kesempatan untuk itu. Dan ini menjadi sebuah kekuatan kita,” harap Dovy.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand Dr dr Andani Eka Putra MSc mengapresiasi kolaborasi riset yang dilakukan RSUP Dr M Djamil. “Karena ini adalah contoh role model. Bagaimana kita mempercepat kerja sama ini. Jadi nanti riset-riset yang ada di RSUP Dr M Djamil betul-betul menghasilkan produk. Kita bisa mengembangkan vaksin, kita mengembangkan implan, dan rapid test,” tukas Konsultan Penelitian ini.(*)

RSUP Dr M Djamil-PT CTI Tandatangani Kerja Sama Pinjam Pakai Mesin PCR

RSUP Dr M Djamil terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan di wilayah Sumatera Barat khususnya Sumatera Bagian Tengah umumnya. Kali ini RSUP Dr M Djamil menjalin kerja sama dengan PT Crown Teknologi Indonesia (CTI) berkaitan tentang pinjam pakai alat laboratorium mesin real-time PCR Biorad CFX96 Rouch System, Refrigerated Contrifuge Thermo Scientific dan Service Bio Heating Block.

Perjanjian kerja sama itu ditandatangani Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua bersama Direktur Operasional PT Crown Teknologi Indonesia (CTI) Dr dr Syafruddin Alun MARS. Turut disaksikan Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS dan Manajer Hukum dan Humas Nova Afriani SH MH.

“Kami bersyukur PT Crown Teknologi Indonesia telah bersedia meminjamkan alat laboratorium berupa mesin real-time PCR Biorad CFX96 Rouch System, Refrigerated Contrifuge Thermo Scientific dan Service Bio Heating Block. Supaya para teman-teman sejawat di RSUP Dr M Djamil bisa memanfaatkannya ini,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua di Ruang Direktur Utama, Senin (28/10).

Ia mengatakan sebenarnya produk dalam negeri tidak kalah dengan produk-produk luar negeri. Tetapi tidak pernah memanfaatkannya. Makanya, pada era sekarang ketahanan nasional dan kemandirian bangsa harus disupport.

“Kita sudah punya ahlinya, kita sudah punya alat-alatnya yang bisa kita lakukan. Makanya kita dorong bagian obgin untuk bisa memanfaatkan produk-produk ini,” ucap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ia mengatakan kita mengetahui hampir semua pemeriksaan PCR itu adalah gold standard untuk pemeriksaan-pemeriksaan yang dulu susah didapatkan. “Sekarang dengan pengalaman pandemi Covid-19, kita telah bekerja sama dengan Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand dan mitra PT CTI. Nantinya produk-produk PT CTI ini bisa dimanfaatkan dan didukung oleh RSUP Dr M Djamil,” harap Dovy.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Crown Teknologi Indonesia (CTI) Dr dr Syafruddin Alun MARS mengatakan tujuan pinjam pakai alat kit PCR oleh PT CTI ini agar pemeriksaan-pemeriksaan laboratorium di RSUP Dr M Djamil lebih cepat dan akurat. “Kami berharap rumah sakit ini bisa memanfaatkan alat ini. Karena pemeriksaan yang dilakukan dengan alat tersebut lebih cepat. Biasanya pemeriksaan dilakukan dengan waktu empat hari. Jadi dengan alat PCR tersebut butuh waktu dua sampai empat jam selesai pemeriksaannya,” tukasnya. (*)

Cegah Osteoporosis dengan Aktivitas Fisik yang Teratur dan Asupan Kalsium

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr M Djamil mengadakan penyuluhan kelompok bersama dr Eka Kurniawan SpPD-KR yang menyampaikan tentang Waspada Osteoporosis. Penyuluhan kelompok dalam rangka Hari Osteoporosis yang jatuh pada 20 Oktober lalu itu berlangsung di Poliklinik Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr M Djamil, Jumat (25/10).

“Kata osteoporosis berasal dari bahasa Yunani yaitu ostoun berarti tulang dan poun berarti pori. Jadi osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan penurunan massa, perburukan mikroarsitektur dan tulang rapuh mudah patah,” kata dr Eka Kurniawan SpPD-KR saat memberikan pemaparan.

Tidak hanya pemaparan materi, pasien maupun keluarga pasien menunggu antusias melontarkan pertanyaan kepada dokter terhadap penyakit yang dialami sekarang.

Ia mengatakan studi epidemiologi menunjukkan osteoporosis lebih banyak dialami populasi usia lanjut, dengan kecenderungan pada jenis kelamin wanita. Data Kemenkes RI mencatat prevalensi osteoporosis di Indonesia sebesar 23 persen pada wanita berusia 50-80 tahun, dan 53 persen pada wanita berusia 80 tahun ke atas.

“Kondisi ini dapat menyebabkan dari gejala yang paling ringan seperti nyeri saat berjalan atau saat tulang digerakkan, hingga yang fatal seperti patah tulang dikarenakan tulang mengalami kerapuhan. Adapun lokasi tulang yang sering mengalami efek dari kerapuhan ini yaitu pada tulang belakang bagian bawah, tulang pinggul, dan pergelangan tangan,” paparnya.

Jenis-jenis osteoporosis, sebut dr Eka Kurniawan, yakni osteoporosis primer dan osteoporosis sekunder. “Osteoporosis primer atau yang biasa disebut dengan osteoporosis tipe 1, merupakan osteoporosis yang umumnya paling banyak terjadi karena terjadi pada wanita usia lanjut atau mulai memasukki fase menopause,” sebutnya.

Ia mengatakan osteoporosis sekunder atau yang biasa disebut osteoporosis tipe 2 adalah osteoporosis yang disebabkan oleh penyakit atau konsumsi obat-obatan tertentu. “Beberapa penyakit yang rentan terserang osteoporosis tipe ini antara lain diabetes, lupus, ginjal, liver, dan kelainin bawaan lahir,” paparnya.

Ia menekankan osteoporosis dapat terjadi oleh siapa saja dengan faktor yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor risiko serta gejala dini penderita osteoporosis. Pertama wanita, berhubungan fase menopause.

Kedua, bertambahnya usia, semakin rentan terkena osteoporosis karena tulang yang semakin menipis dikarenakan hormon seksual semakin menurun. Ketiga, pasien yang sedang dalam masa pengobatan yang cukup lama.

“Keempat, kurangnya paparan sinar matahari, asupan vitamin D, dan kalsium. Dan terakhir merokok, mengonsumsi alkohol, mengonsumsi kafein,” ucap dr Eka Kurniawan.

Gejala osteoporosis, tuturnya, sakit punggung dalam jangka waktu yang lama. Mudah dan sering mengalami cedera pada tulang. “Kemudian postur tubuh yang semakin membungkuk. Dan menurunnya tinggi badan,” paparnya.

Ia menyebutkan beberapa metode pemeriksaan untuk menentukan seseorang dapat dinyatakan mengidap osteoporosis. Yakni radiologi untuk mengetahui penurunan densitas tulang, penipisan korteks dan fraktur dan densitometri berupa pemeriksaan akurat dan tepat menilai prognosis, prediksi faktur dan diagnosis.

“Berikut adalah jenis pengobatan osteoporosis yang dapat lakukan yakni obat antiresorbtif, obat stimulator tulang dan kalsium dan vitamin D,” sebutnya.

dr Eka Kurniawan memaparkan cara pencegahan osteoporosis yakni aktivitas fisik yang teratur, misalnya berjalan 30-60 menit per hari. Asupan kalsium 1000-1500 mg/hari, hindari rokok atau alkohol, kenali penyakit dan obat yang menimbulkan osteoporosis.

“Kemudian hindari hal yang menyebabkan pasien terjatuh, hindari def, vitamin D, eksresi kalsium lewat ginjal, dan terapi steorid lama dengan dosis rendah dan singkat,” tukasnya.(*)

RSUP Dr M Djamil Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-96

RSUP Dr M Djamil menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 Tahun 2024 di Halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (28/10/2024). Upacara yang diikuti oleh segenap direksi, manajemen serta civitas hospitalia dipimpin oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema “Maju Bersama Indonesia Raya”. Tema ini mencerminkan semangat persatuan demi kemajuan bangsa dan menekankan pentingnya kolaborasi di kalangan pemuda Indonesia.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI mengatakan Bulan Pemuda dan Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2024 ini berbarengan dengan masa transisi pemerintahan baru yang akan mengorkestrasi langkah bangsa Indonesia mewujudkan target-target. Pembangunan jangka menengah sebagai landasan pencapaian target.

“Pembangunan jangka panjang 2045, yaitu terwujudnya Indonesia Emas yang bercirikan kemajuan dan kesejahteraan yang makin tinggi, serta kiprah bangsa Indonesia yang lebih kuat dalam kancah global,” ucap Dovy saat membacakan sambutan.

Ia mengatakan momentum ini merupakan kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada agenda-agenda pengembangan kepemudaan sebagai bagian penting dalam Pembangunan Indonesia. Baik dalam posisi pemuda sebagai subjek pembangunan maupun sebagai objek pembangunan.

“Sebagai subjek pembangunan sebagian pemuda Indonesia telah memiliki kemampuan untuk berpartisipasi aktif dalam beragam sektor Pembangunan Nasional bahkan pada agenda SGDs (Sustainable Development Goals) Perserikatan Bangsa Bangsa yang merupakan agenda global,” tutur dokter spesialis Fetomaternal ini.

Pada sebagian yang lain, pemuda Indonesia masih membutuhkan layanan pemberdayaan untuk membangun potensi yang masih terpendam hingga potensi tersebut menjadi kekuatan dalam kepemimpinan, kepeloporan dan kewirausahaan.

“Harapan kepada pemuda untuk lebih berperan dalam Pembangunan Nasional Indonesia adalah tepat adanya, karena pada hakikatnya pemuda adalah pemilik masa depan,” harapnya.

Pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, Dovy mengajak marilah  bersama-sama melakukan berbagai macam langkah untuk mengembangkan potensi pemuda. Tentunya melalui aktivitas yang mendorong perkembangan kreativitas dan inovasi pemuda Indonesia dengan berbagai cara yang dapat dilakukan.

“Marilah kita bersama membuka kesempatan  kepada pemuda Indonesia untuk berpartisipasi dalam seluruh dimensi pembangunan Indonesia sesuai dengan kompetensi dan passion masing-masing,” ucapnya.

Ia juga mengatakan RSUP Dr M Djamil harus meneruskan semangat Sumpah Pemuda ini untuk dapat memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat. Karena bagaimana pun juga majunya Indonesia karena sehatnya bangsa Indonesia.

“Kami bertekad untuk bisa memberikan yang terbaik Indonesia maupun masyarakat Sumatera Barat dan Sumatera Bagian Tengah,” tukasnya. (*)

Ramah Tamah dengan Anggota DPR RI Andre Rosiade, Dirut M Djamil Paparkan Master Plan RS

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua memaparkan rencana pengembangan masterplan RSUP Dr M Djamil. Pemaparan itu dilangsungkan saat Ramah Tamah dan Silaturahmi dengan Anggota DPR RI Andre Rosiade di Aula Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (25/10).

“Pengembangan masterplan ini upaya RSUP M Djamil nantinya memberikan kontribusi menahan devisa yang berobat ke luar negeri di Sumatera Barat. Sehingga menjadi keunggulan kita dalam memberikan layanan terbaik di Sumatera Barat khususnya Sumatera Bagian Tengah umumnya,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat Ramah Tamah dan Silaturahmi dengan Anggota DPR RI Andre Rosiade.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua menyematkan pin serta menyerahkan piagam penghargaan ke Anggota DPR RI Andre Rosiade.

Sebelum menghadiri ramah tamah dan silaturahmi, Anggota DPR RI Andre Rosiade  berkesempatan meninjau lahan pengalihan aset PT KAI dan pemanfaatan lahan TNI. Bersama istri Ny Nurul Anastasia juga menyerahkan santunan kepada pasien di RSUP Dr M Djamil.

Pengembangan rumah sakit ini, sebutnya, juga sebagai upaya RSUP M Djamil dalam memenuhi ekspektasi masyarakat. “Tentunya rumah sakit ini ingin menjadi kebanggaan masyarakat Sumbar khususnya Sumatera Bagian Tengah umumnya,” tuturnya.

Dovy mengatakan rencana pengembangan rumah sakit ini didasari bangunan RSUP Dr M Djamil sudah berumur 30 dan 40 tahun, gedung yang terpisah mengakibatkan pelayanan tidak optimal. Kemudian keterbatasan ruangan serta sistem komunikasi dan jaringan tidak terintegrasi.

“Belum lagi penolakan sisrute dengan alasan penolakan PICU penuh, NICU penuh, dan ICU/ROI penuh,” sebut dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ia mengatakan rencana pengembangan masterplan rumah sakit ini telah disetujui oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. “Kini kami secara bertahap mewujudkan masterplan tersebut. Tahap awal yang kami lakukan adalah pengalihan aset tanah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan pemanfaatan tanah TNI,” ungkap Dovy.

Ia mengucap Alhamdulillah setelah melalui perjalanan panjang, RSUP Dr M Djamil bersama PT KAI Persero telah menandatangani kesepakatan pembayaran ganti rugi aset tanah di Kementerian Kesehatan RI Jakarta pada 15 Oktober lalu. “Ini berkat dorongan dan dukungan Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade. Beliau pun turut menyaksikan penandatanganan kesepakatan tersebut,” ungkap Dovy.

Ia mengatakan satu tahap pun telah dilalui. Kini pihaknya pun tengah memperjuangkan pemanfataan tanah TNI yang berlokasi di samping rumah sakit. Tanah beserta bangunan asrama TNI AD Sawahan seluas 2.507 meter persegi dan dihuni oleh 50 kepala keluarga.

Untuk pemanfaatan tanah TNI AD ini, tutur Dovy, berbagai upaya telah dilakukan. “Kami telah mengajukan permohonan ke Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan tentang Pengalihan Tanah Ex PT PPA Kota Padang. Kemudian Tanggapan Kanwil DJKN Riau, Sumbar dan Kepri terkait kebutuhan rumah sakit akan lahan atau aset negara menggunakan aturan pengalihan status penggunaan (melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara),” sebutnya.

Ia menyebutkan pihaknya telah melakukan audiensi dengan Pangdam I/Bukit Barisan. Pihak Kodam I/Bukit Barisan mendukung pengalihan lahan untuk kepentingan rumah sakit. “Namun perlu mempertimbangkan penempatan 50 kepala keluarga yang ada di lahan tersebut,” ucap Dovy.

Bahkan, sebut Dovy, pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi di Kantor Staf Presiden. Turut dihadiri Deputi II KSP, DKJN, Biro Keuangan dan Kemenkes, Pangdam I/Bukit Barisan, Danrem 032/Wirabraja dan Mabes TNI AD.

“Dalam rakor itu, status lahan tidak dipermasalahkan lagi dan diserahkan sepenuhnya untuk kepentingan pengembangan rumah sakit. Apabila lahan pengganti yang dimiliki Kementerian Kesehatan RI tidak sesuai, diharapkan pihak TNI menyediakan lahan untuk dibangunkan aset pengganti oleh pihak Kementerian Kesehatan RI,” ungkapnya.

Hasil rakor lainnya, sebut Dovy, pihak TNI menawarkan lahan TNI yang ada di Nagari Ketaping Kecamatan Batang Anai Padangpariaman seluas 10.000 meter persegi. “Dan penetapan status penggunaan tanah dan alih status penggunaan aset/bangunan, sepenuhnya menjadi kewenangan pihak Direktorat Jenderal Kekayaan Negara,” ucap Dovy.

Dovy menyebutkan direksi RSUP M Djamil juga telah melakukan audiensi dengan Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo SIP pada 24 Oktober. “InsyaAllah sudah mendapatkan dukungan dari Danrem 032/Wirabraja. Bagaimana permasalahan ini bisa kita tindaklanjuti,” tuturnya.

Ia mengatakan InsyaAllah ini optimisme kita bahwa kita didukung oleh semua stakeholder di Sumatera Barat untuk RSUP M Djamil lebih baik ke depan. “Apapun akan kita kolaborasikan dan membutuhkan dukungan semua stakeholders termasuk Forkopimda untuk RSUP Dr M Djamil lebih baik ke depan,” harapnya.

Anggota DPR RI Andre Rosiade mengatakan Alhamdulillah pihaknya bisa membantu RSUP Dr M Djamil dalam mengembangkan masterplan rumah sakit ini. “Salah satunya Alhamdulillah kita sudah mendapatkan tanah PT KAI Persero untuk perluasan rumah sakit ini. Ditandai dengan telah ditandatangani kesepakatan pembayaran ganti rugi tanah,” tutur Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini.

Ia mengatakan setelah sukses pengalihan tanah PT KAI, pihaknya siap membantu untuk tanah TNI AD. “Tadi dari pemaparan direktur utama, Danrem dan Pangdam serta DJKN setuju pengalihan status penggunaan tanah TNI,” sebutnya.

Nah yang perlu dilakukan, sebut Andre Rosiade, pada bulan November mendatang pihaknya akan memfasilitasi pertemuan direksi RSUP Dr M Djamil dengan Kepala Staf Angkatan Darat. Juga diagendakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan RI. “Dengan pertemuan itu nantinya agar kita tahu untuk relokasi dan membangun perumahan  50 kepala keluarga itu apakah menggunakan anggaran TNI AD, atau Kementerian Pertahanan atau Kementerian Kesehatan. Atau bisa juga dimanfaatkan anggaran Kementerian Perumahan Rakyat,” tuturnya.

Ia juga mengatakan tidak hanya pengalihan aset tanah ini, PT KAI bisa melakukan kerja sama dengan RSUP Dr M Djamil dalam hal pembangunan gedung parkir. Apalagi diketahui, rumah sakit ini keterbatasan lahan parkir dan menyebabkan pengunjung susah untuk parkir kendaraan. “Di samping itu juga membangun rumah singgah pasien,” ucapnya seraya mencontohkan dirinya memiliki rumah singgah pasien tanpa dipungut biaya.

Sementara Pj Wali Kota Padang Andre Harmadi Algamar mengatakan Pemko Padang memberikan dukungan atas rencana pengembangan masterplan RSUP Dr M Djamil. “Pemko Padang akan segera melakukan konsolidasi. Apapun keinginan RSUP Dr M Djamil akan sama dengan keinginan Pemko Padang,” tutur Andre.

Turut dihadiri, Plh Sekprov Sumbar Erinaldi, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo SIP, Istri Anggota DPR RI Andre Rosiade Ny Nurul Anastasia, Direktur Kepatuhan Bank Nagari Sukardi, Direktur RS Bhayangkara Dr (c) dr Dedet Stevano MKed (OG) SpOG, Vice President KAI Divisi Regional II Sumbar Sofan Hidayah, undangan lainnya.

Kemudian Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Plh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K), manajer, asisten manajer, Ketua KSM dan civitas hospitalia.(*)

Wirid Mingguan, Dirut RSUP Dr M Djamil : Mari Perkuat Silaturahmi dan Ukhuwah

RSUP Dr M Djamil kembali mengadakan wirid mingguan di Masjid Asy Syifa kompleks rumah sakit, Jumat (25/10). Ustad Kamrizal Lc MA mengupas tentang Keutamaan Ukhuwah dan Silaturahmi saat wirid mingguan.

“Setiap Jumat kami rutin mengadakan wirid mingguan. Pada wirid mingguan kali ini membahas tentang silaturahmi dan ukhuwah,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS.

Turut dihadiri Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Ketua DWP RSUP Dr M Djamil Ny Winanda Dovy Djanas, dan civitas hospitalia.

Dovy mengatakan silaturahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. “Dengan terhubungnya silaturahmi, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Semoga kita bisa meraih surgaNya dengan membina silaturahmi dan ukhuwah antar sesama,” ucap Dovy.

Ia mengatakan dengan wirid mingguan ini dapat membangun silaturahmi dan ukhuwah antar civitas hospitalia. “Kita patut bersyukur dapat menjalin silaturahmi dalam lindungan, keimanan, kesehatan, serta waktu yang telah diberikan kepada kita semua,” ucap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ustad Kamrizal Lc MA mengatakan dalam perjalanan hidup kita sebagai umat Islam, menjaga silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah merupakan tugas yang sangat mulia. “Antara silaturahmi dan ukhuwah beda tipis. Silaturahmi adalah ikatan batin yang menghubungkan kita dengan sesama manusia. Sedangkan Ukhuwah Islamiyah adalah persaudaraan antarsesama muslim,” tuturnya.

Ukhuwah Islamiyah didasari oleh rasa cinta dan kasih sayang kepada sesama muslim. Dengan menjalin hubungan yang baik, kita dapat saling membantu dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam hal agama, sosial, maupun ekonomi.

“Ukhuwah Islamiyah juga menciptakan suasana damai dan harmonis dalam masyarakat,” ucap Kamrizal.

Dalam upaya mewujudkan ukhuwah ini, ada beberapa hal yang perlu kita bina bersama. Pertama, bersikap husnuzhon diantara kita. Kedua, laksanakan hak dan kewajiban kita sebagai muslim dalam kehidupan bermasyarakat. “Kemudian aga dan perbanyak ikatan tali silaturahmi dan tumbuhkan sikap saling percaya,” tuturnya.

Ia mengajak mari kita jaga silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah dengan baik. “Dengan begitu, kita akan merasakan keberkahan dan keharmonisan dalam hidup kita. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk dan rahmat-Nya kepada kita semua,” tukasnya (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45