Penyakit Reumatologi Berdampak pada Kualitas Hidup Masyarakat

RSUP Dr M Djamil mengadakan webinar rheumatology dalam rangka Hari Arthritis dan Osteoporosis Sedunia, Hari Kesehatan Nasional ke-60 dan HUT ke-71 RSUP Dr M Djamil. Webinar bertemakan meningkatkan kesehatan tulang dan sendi untuk hidup sehat dan produktif ini menjadi sarana untuk bertukar informasi dan wawasan terkini tentang reumatologi.

Pada webinar yang resmi dibuka oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua itu menghadirkan para ahli yang kompeten di bidangnya. Yakni Dr dr Najirman SpPD KR, Dr dr Rizki Rahmadian SpOT (K), Prof Dr dr Eva Decroli SpPD K-EMD. dr Eko Kurniawan SpPD KR, Dr dr Rikarni SpPK (K), dr Widiya Rahmi SpKFR MS (K) dan dr Sylvia SpRad SpPRP (K).

“Isu-isu penting di bidang reumatologi saat ini mencakupi yakni osteoporosis, osteoartritis, rheumatoid artritis, dan spondiloartropa. Penyakit-penyakit ini bukan hanya sekadar permasalahan medis. Namun juga berdampak besar pada kualitas hidup masyarakat dan produktivitas bangsa,” kata Direktur Utama Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua yang turut hadir secara virtual, Selasa (12/11).

Dengan menghadirkan para ahli yang kompeten di bidangnya, tutur Dovy, webinar ini diharapkan mampu memperkaya pemahaman akan pendekatan-pendekatan baru, pengobatan terkini. Termasuk upaya preventif yang lebih efektif bagi pasien.

“Melalui pemahaman yang lebih baik terhadap deteksi dini, pencegahan, serta tata laksana yang tepat, kita dapat membantu mengurangi beban dari penyakit-penyakit ini,” harap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Dovy juga menyampaikan RSUP Dr M Djamil Padang senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Hal ini sejalan dengan semangat Hari Kesehatan Nasional tahun ini, yang mengusung tema “Gerak Bersama, Sehat Bersama.”

“Kami berkomitmen untuk terus menjadi rumah sakit rujukan dengan pelayanan yang prima, khususnya dalam bidang reumatologi. Gunanya memberikan dampak positif bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya,” harap Dovy.

Salah satu narasumber dr Eko Kurniawan SpPD KR menjelaskan osteoarthritis atau pengapuran tulang adalah masalah kesehatan berupa pengapuran sendi akibat kerusakan tulang rawan. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang bertugas melindungi bagian ujung tulang keras mengalami kerusakan. 

“Di samping itu, osteoarthritis adalah penyakit yang kerap kali timbul sebagai komplikasi dari osteoporosis. Karena itulah, osteoarthritis perlu diwaspadai sedini mungkin,” tuturnya.

Ia mengatakan terapi latihan akan meminimalkan cedera dengan memperkuat otot pendukung sendi. Sekaligus memulihkan kekuatan dan jangkauan gerak agar dapat dilakukan aktivitas seperti semula.

Terapi latihan tersebut berupa latihan gerakan aktif dan latihan menggunakan tahanan/beban yang bertujuan untuk melatih otot sehingga otot menjadi rileks, mencegah terjadinya keterbatasan gerak, menjaga elastisitas otot serta meningkatkan kekuatan otot. “Terapi latihan harus bersifat individual dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti usia, penyakit penyerta, dan minat dari penderita,” tukasnya.(*)

Direktur Medik dan Keperawatan M Djamil Sampaikan Pesan Menkes RI di Upacara HKN

Tepat tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN). Upacara peringatan HKN ke-60 Tahun 2024 dipimpin Inspektur Upacara Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) di halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Dalam upacara tersebut Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) menyampaikan sambutan serta pesan dari Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

“Syarat utama kita bisa mencapai target di 2045, tepat 100 tahun usia bangsa kita, adalah manusia lndonesia yang sehat dan cerdas. Hal ini tidak akan bisa tercapai tanpa gandeng tangan dari semua pemangku kepentingan. Karenanya, tema Hari Kesehatan Nasional ke-60 tahun 2024 yaitu “Gerak Bersama, Sehat Bersama”, mutlak harus menjadi semangat kita semua,” kata Menkes dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr M Djamil.

Upacara ini diikuti Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Plh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K), manajemen dan civitas hospitalia.

Menkes mengatakan pascadisahkannya Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan, Pemerintah kini sedang memfinalkan Rencana lnduk Bidang Kesehatan (atau RIBK), yang akan berfungsi sebagai haluan bersama dalam membangun kesehatan di seluruh lndonesia.

“RIBK harus diacu oleh Pemerintah Pusat dan Daerah dalam merencanakan, menganggarkan, dan mengimplementasikan program kesehatan di wilayahnya,”harap Menkes.

Pemerintah Pusat tidak mampu melakukannya sendiri. Hanya dengan sinergi dan kolaborasi yang erat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat. “Pilar transformasi kesehatan dapat kita tegakkan menuju perubahan yang lebih baik,” tuturnya.

Transformasi kesehatan adalah tonggak penting dalam sejarah perjalanan bangsa lndonesia menuju bangsa yang maju. Sebagai program prioritas Kabinet Merah Putih, Bapak Presiden memberi penekanan di tiga area program kesehatan. Yaitu pemeriksaan kesehatan gratis, penurunan kasus TB dan pembangunan RS lengkap berkualitas di daerah terpencil dan tertinggal.

“Saya berpesan kepada seluruh jalaran kesehatan untuk berkontribusi maksimal terhadap kesuksesan pencapaian program pemerintah tersebut,” ucap Menkes.

Dr dr Bestari juga menekankan RSUP Dr M Djamil turut mendukung itu semua. “Kita sekarang tengah berupaya melakukan pengabdian masyarakat dan bersama-sama berupaya melakukan pengentasan tuberkulosis melalui program Kopi TB. Diharapkan sinergisitas semua serta peran kita pada kesehatan semakin dapat ditingkatkan,” tukasnya. (*)

Kerja Sama RSUP Dr M Djamil dengan FK Unand Disosialisasikan

RSUP Dr M Djamil menyosialisasikan perjanjian kerja sama antara rumah sakit ini dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand). Sosialisasi secara hybrid itu diikuti oleh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan pendidik klinis di Auditorium Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (11/11).

“Sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran Unand, RSUP Dr M Djamil memiliki tanggung jawab besar dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dengan perjanjian kerja sama ini, kita memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang unggul, mendukung penelitian berkelas dunia, dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat,” kata Plh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino SpJP (K) didampingi Ketua Komite Koordinator Pendidikan (Komkordik) Dr dr Daan Khambri SpB (K) Onk saat sosialisasi.

Ia menekankan penyelenggaraan kerja sama ini pun sejalan dengan arahan Menteri Kesehatan. Perjanjian tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara rumah sakit pendidikan dan institusi akademik dalam mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional di bidang kesehatan.

“Dalam pelaksanaan kerja sama ini, kami menerapkan kontrak kerja yang jelas bagi setiap peserta PPDS dan pendidik klinis. Dengan adanya kontrak kerja yang terstruktur, kita memastikan hak dan kewajiban kedua belah pihak dapat terpenuhi dengan baik, menciptakan iklim pendidikan yang kondusif serta profesional di RSUP Dr M Djamil,” sebut dr Kino.

Selain itu, sebut dr Kino, juga menyediakan kanal pelaporan khusus untuk menangani potensi perundungan di lingkungan pendidikan yang kerahasiaannya akan dijaga dengan ketat. Langkah ini penting untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para peserta didik serta tenaga pendidik, sehingga setiap individu merasa terlindungi dan dapat fokus pada pengembangan diri secara maksimal.

“Komitmen kami dalam menjaga lingkungan yang bebas dari perundungan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang positif dan konstruktif,” ucapnya.

Ia mengatakan untuk memastikan proses pendidikan berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan, juga akan menerapkan sistem monitoring dan evaluasi berbasis e-logbook. “Melalui e-logbook ini, kita dapat melakukan pemantauan yang lebih sistematis terhadap perkembangan kompetensi peserta didik. Hal ini tidak hanya membantu dalam penilaian capaian kompetensi secara real-time tetapi juga memungkinkan kami untuk melakukan evaluasi yang berkelanjutan demi perbaikan kualitas pendidikan,” tutur dr Kino.

Ia berharap dengan adanya langkah-langkah ini, ia berharap implementasi kerja sama ini dapat berjalan optimal. “Dan memberikan manfaat besar bagi RSUP Dr M Djamil dan Universitas Andalas, serta memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat,” harapnya. (*)

RSUP Dr M Djamil Raih Penghargaan Digital Maturity Index 2024

RSUP Dr M Djamil kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, RSUP M Djamil menerima penghargaan digital maturity index 2024 kategori rumah sakit dengan akselerasi transformasi kesehatan digital 2024 dari Kementerian Kesehatan RI. Dan RSUP Dr M Djamil satu-satunya rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan yang mendapatkan penghargaan tersebut.

Penghargaan ini diserahkan oleh Sekjen Kemenkes RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha dan diterima oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil yang diwakili Kepala Instalasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Ibnu Putra pada penutupan Festival Inovasi Kesehatan 2024 di Hall B Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (9/11).

“Keberhasilan ini merupakan buah kerja keras seluruh civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil terutama Tim SIMRS yang berhasil melakukan transformasi digital di bidang pelayanan,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Ia mengatakan penghargaan ini menjadi bukti nyata dari komitmen RSUP Dr M Djamil dalam mengembangkan teknologi digital untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumatera Bagian Tengah umumnya Sumatera Barat khususnya.

Apalagi di era sekarang, sebut Dovy, digitalisasi tidak bisa diungkiri. Seluruh pengelolaan manajemen klinis dan corporate harus mengikuti perkembangan IT. Dengan sistem digital yang diterapkan di RSUP Dr M Djamil dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pelayanan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan kami melalui teknologi digital, demi kenyamanan dan kepuasan pasien,” tutur dokter spesialis Fetomaternal ini

Diketahui, Digital Maturity Index (DMI) Kementerian Kesehatan adalah alat ukur untuk mengevaluasi tingkat kematangan digital di sektor kesehatan Indonesia. DMI mengukur kemampuan organisasi kesehatan dalam mengadopsi dan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.

Penilaian DMI dilakukan pada dua tingkatan, yaitu makro (nasional hingga dinas kabupaten/kota) dan mikro (fasyankes). Penilaian tingkat makro yakni penilaian DMI pada tingkat makro berfokus pada dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota. Aktor utama dalam penilaian ini adalah pimpinan dan staf dinas kesehatan yang bertanggung jawab atas perencanaan, implementasi, dan pengelolaan teknologi digital di tingkat wilayah.

Penilaian DMI pada tingkat mikro berfokus pada fasyankes, seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik. Aktor utama dalam penilaian ini adalah pimpinan dan staf fasyankes yang bertanggung jawab atas penggunaan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan.

Dengan memahami indikator penilaian DMI, dinas kesehatan dan fasyankes dapat mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan dan mengembangkan strategi yang tepat untuk mencapai tingkat kematangan digital yang lebih tinggi.(*)

Direktur Utama Kunjungi Booth RSUP Dr M Djamil di HaiFest 2024

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua bersama Ketua DWP Ny Dovy Djanas berkesempatan mengunjungi booth RSUP Dr M Djamil pada Festival Inovasi Kesehatan 2024 (Hai Fest 2024) di JCC Hall A Jakarta, Jumat (8/11). Kehadirannya bersama istri sekaligus mengikuti prosesi pembukaan Festival Inovasi Kesehatan 2024.

Festival tersebut dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno didampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Wamenkes Prof dr Dante Saksono Harbuwono SpPD-KEMD PhD.

Dalam pameran inovasi farmasi dan alat kesehatan sebagai rangkaian festival ini diikuti 150 booth yang memamerkan inovasi dan teknologi kesehatan. Antara lain produk farmasi, alat kesehatan, makanan dan minuman, obat herbal, serta alat kesehatan produksi rumah tangga.

“Kehadiran dalam festival ini memperlihatkan bahwa RSUP Dr M Djamil sebagai salah satu rumah sakit vertikal yang banyak  inovasi-inovasi ke depan,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Ia mengatakan RSUP Dr M Djamil telah berkolaborasi dengan Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand dan PT Crown Teknologi Indonesia (CTI). Kolaborasi itu akan menghasilkan produk-produk yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar negeri. Bahkan dengan harga yang lebih kompetitif dan bisa murah.

“Tentu akan menjadi semangat bagi kita bahwa kita semua bisa menghasilkan produk-produk yang bisa bermanfaat bagi masyarakat,” harap Dovy.

Dalam festival tersebut, booth rumah sakit itu berlokasi di area A booth no 17 di Hall A JCC. Para pengunjung stan RSUP Dr M Djamil mendapatkan informasi tentang pahlawan kesehatan Mohammad Djamil MPH DPH Datuk Rangkayo, layanan unggulan dan klinik Istano Pagaruyuang rumah sakit. Termasuk juga memperkenalkan makanan khas Sumatera Barat serta games menarik.

Sementara itu, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalusia menyebutkan Hai Fest 2024 tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan pencapaian dalam sektor kesehatan selama enam dekade. Akan tetapi juga sebagai platform untuk memperkenalkan inovasi-inovasi terbaru dalam dunia kesehatan kepada masyarakat luas.

Ada berbagai macam kegiatan seru dan edukatif yang dapat pengunjung nikmati. Seperti exhibition kesehatan, pemeriksaan Kesehatan gratis, aktivitas games, pertunjukan musik, talkshow kesehatan, jamu tradisional gratis, hingga souvenir menarik lainnya.

“Kemenkes juga memberikan penghargaan bagi pihak-pihak, kepada individu atau institusi yang telah berkontribusi dalam inovasi teknologi kesehatan untuk mendukung resiliensi,” ucap Ketua Pelaksana ini.(*)


Konsultan Peneliti M Djamil Dr dr Andani Eka Putra MSc Raih Penghargaan dari Kemenkes

RSUP Dr M Djamil menorehkan prestasi membanggakan melalui Konsultan Peneliti RSUP Dr M Djamil yang juga Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr dr Andani Eka Putra MSc. Ia menerima penghargaan karya anak bangsa dari Kementerian Kesehatan RI.

Penghargaan itu diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno didampingi Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pada Festival Inovasi Kesehatan di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (8/11).

“Alhamdulillah saya turut berbangga atas raihan prestasi ini. Penghargaan ini bukan usaha sendiri akan tetapi ada tim baik Fakultas Kedokteran Unand dan RSUP Dr M Djamil. Akhir dari proses ini adalah kolaborasi banyak pihak,” kata Dr dr Andani Eka Putra MSc usai menerima penghargaan.

Tapi terlepas dari itu semua, Ia melihat yang paling tinggi nilainya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Dalam artian ada yang membeli dan memakai,” sebut Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand ini.

Ia menekankan masih banyak yang akan ia kembangkan. Targetnya tahun ini bisa mencapai 50 sampai 60 produk. “Terpenting kita memberikan produk yang murah, berkualitas, dan harganya terjangkau oleh masyarakat. Jadi pemeriksaan kesehatan menjadi lebih bagus. Sehingga ke depannya bangsa ini lebih mandiri. Dan ini adalah salah satu jalan menuju kemandirian di bidang kesehatan,” harap Dr dr Andani.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua yang turut hadir mengatakan ini pencapaian dan penghargaan yang diberikan Kementerian Kesehatan pada institusi Fakultas Kedokteran Unand dan RSUP Dr M Djamil. “Tentu penghargaan ini memberikan semangat bahwa Indonesia mempunyai tenaga-tenaga ahli yang bisa menghasilkan produk-produk kesehatan. Salah satunya karya anak bangsa. Ini dibuktikan pada hari ini,” sebutnya.

Ia mengatakan salah satu karya yang dihasilkan Dr dr Andani Eka Putra MSc dan tim. Bahkan beliau bertekad akan banyak menghasilkan produk-produk untuk ketahanan kesehatan bangsa.

“Mudah-mudahan ini disupport dan bisa dimanfaatkan oleh negara kita. Ini tentunya sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam pelayanan kesehatan yang lebih baik,” harap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno saat pembukaan Festival Inovasi Kesehatan mengatakan segala disiplin ilmu, seperti teknologi, metalurgi, biologi, perlu dikembangkan dan dikolaborasikan guna mendukung upaya peningkatan kesehatan. “Tapi, lebih dari itu adalah lintas antara akademisi dengan industri dan pemerintah,” ujarnya.

Ia juga meminta Kemenkes untuk memfokuskan anggarannya untuk membeli produk-produk dalam negeri. Oleh karena itu, saya akan terus memerankan perannya sebagai Menteri Koordinator untuk menjadi jembatan dari berbagai pihak.

“Bukan hanya jembatan di internal Kemenkoan, tetapi juga jembatan dengan Menteri Koordinator di bidang yang lain, terutama di bidang industri,” ucap Pratikno.

Sementara itu Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan Festival Inovasi Kesehatan ini merupakan bagian dari pilar ketiga reformasi kesehatan Indonesia, yaitu pilar Ketahanan Kesehatan atau healthcare resiliency.

“Belajar dari pandemi Covid-19, Indonesia perlu meningkatkan sektor kesehatannya agar dapat menghadapi pandemi lainnya,” sebutnya.

Budi menuturkan Indonesia mengeluarkan sekitar Rp560-580 triliun di sektor kesehatan tiap tahunnya, dengan rata-rata pengeluaran kesehatan per kapita 140 dolar AS. Dengan pengeluaran kesehatan seperti itu, usia harapan hidup orang Indonesia mencapai 72 tahun.

“Jika dalam 5-10 tahun lagi angka harapan hidup publik mirip dengan angka harapan hidup Malaysia, yakni 76 tahun dan Singapura 84 tahun, maka pengeluaran kesehatan akan semakin besar,” ungkap Budi.

Ia menjelaskan Malaysia menghabiskan sekitar 450-460 dolar AS per kapita untuk kesehatan, sementara Singapura sekitar 3300 dolar. Hal tersebut menjadikan sektor kesehatan nasional sesuatu yang potensial bagi investor untuk berinvestasi di dalamnya.

“Dengan peluang keuntungan yang besar, pemerintah pun menerima pihak-pihak yang mau berpartisipasi mengembangkan sektor tersebut, termasuk pihak asing, dengan syarat menggunakan bahan-bahan dari Indonesia,” ungkap Budi.

Salah satu upayanya, katanya, dengan memastikan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) dalam e-katalog. “Ini agar produk-produk yang dipromosikan adalah produk yang menggunakan bahan dari dalam negeri,” tukasnya.(*)

RSUP M Djamil Tuan Rumah Pemanfaatan Hasil Asesmen Kompetensi P2KSN Kemenkes

RSUP Dr M Djamil menjadi tuan rumah Pemanfaatan Hasil Asesmen Kompetensi P2KSN Kementerian Kesehatan untuk wilayah Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Bengkulu dilangsungkan di Auditorium Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (7/11). Kegiatan yang diselenggarakan tim P2KSN Kemenkes ini  sebagai feedback terhadap proses asesmen kompetensi yang sudah terlaksana selama ini. 

“Kegiatan ini penting karena kompetensi yang terukur melalui asesmen ini akan membantu kita untuk lebih memahami kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh tenaga kesehatan di wilayah kita. Serta menentukan langkah-langkah strategis dalam pengembangan kapasitas mereka,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat memberikan sambutan.

Turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Plh Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian dr Kino SpJP (K), dan PIC Asesmen UPT Kemenkes Wilayah Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Bengkulu.

Dengan adanya pemanfaatan hasil asesmen kompetensi ini, tuturnya, kita dapat merancang program-program pengembangan yang lebih tepat sasaran. “Sehingga akan tercipta tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga siap menghadapi tantangan dalam dunia kesehatan yang terus berkembang,” tuturnya.

Ia mengatakan sebagai rumah sakit yang berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, di RS M Djamil Padang juga merasa bangga dapat menjadi tuan rumah dalam kegiatan yang sangat penting ini. “Kami berharap ini menjadi wadah yang efektif untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM kesehatan di wilayah Sumbar, Riau, Jambi, dan Bengkulu,” ucap Dovy.

Ia berharap hasil asesmen ini merupakan suatu langkah besar dalam meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di wilayah Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Bengkulu. “Pada akhirnya akan berdampak positif bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat,” tukasnya.(*)

HKN ke-60, RSUP Dr M Djamil Berpartisipasi dalam Festival Inovasi Kesehatan Kemenkes

RSUP Dr M Djamil ikut berpartisipasi dalam Festival Inovasi Kesehatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI. Festival dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-60 itu berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Hall A dan B, Jakarta, sejak Kamis (7/11) sampai Sabtu (9/11).

Diketahui festival tersebut bertemakan Leveraging Local Resources “From Nature Nurture The Future”. Selain pameran inovasi farmasi dan alat kesehatan, juga diadakan talkshow kesehatan, international conference, pemeriksaan kesehatan, pemberian penghargaan insan kesehatan. Kemudian music performance, business matching dan immersive serta interactive area.

Dalam festival tersebut, rumah sakit rujukan di Sumatera Bagian Tengah ini berpartisipasi dalam pameran inovasi farmasi dan alat kesehatan. Stan rumah sakit itu berlokasi di area A booth no 17 di Hall A JCC.

Para pengunjung stan RSUP Dr M Djamil mendapatkan informasi tentang pahlawan kesehatan Mohammad Djamil MPH DPH Datuk Rangkayo Toeo, layanan unggulan dan klinik Istano Pagaruyuang. Termasuk juga memperkenalkan makanan khas Sumatera Barat serta games menarik.

Berdasar pantauan, pada hari pertama booth RSUP Dr M Djamil ramai dikunjungi pengunjung. Tidak hanya kalangan umum, mahasiswa, instansi, komunitas kesehatan, juga turut dikunjungi perusahaan alat  kesehatan.

“RSUP Dr M Djamil turut serta mengikuti pameran kesehatan ini dengan mempromosikan layanan unggulan yang ada di rumah sakit ini,” kata Kepala Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr M Djamil Saswita Kemala Dewi.

Ia mengatakan RSUP Dr M Djamil sebagai mitra dalam upaya kesehatan terhadap masyarakat, akan selalu berkomitmen serta berkontribusi penuh dalam mendukung pengembangan layanan kesehatan.

“Ini adalah salah satu kegiatan yang membantu promosi RSUP Dr M Djamil untuk meningkatkan pasien-pasien yang datang dan memperkenalkan layanan-layanan apa saja yang ada di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini,” tuturnya.(*)

Difasilitasi Andre Rosiade, Dirut M Djamil Bertemu KASAD Bahas Peralihan Lahan TNI

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQUA melakukan pertemuan dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang difasilitasi oleh anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade di Mabes TNI AD, Jakarta, Rabu (6/11). Pertemuan itu membahas kebutuhan lahan TNI yang berlokasi di Sawahan terkait dengan tindaklanjut pengembangan masterplan RSUP Dr M Djamil.

“Pada hari ini kita ditemani anggota DPR RI Bapak Andre Rosiade untuk bertemu dengan KASAD Bapak Jenderal TNI Maruli terkait dengan kebutuhan lahan TNI yang berlokasi di Sawahan. Karena memang ini terkait dengan tindaklanjut pengembangan masterplan RSUP Dr M Djamil,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQUA.

Turut dihadiri Anggota DPR RI Andre Rosiade, Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP M Djamil Luhur Joko Prasetyo, Manajer Keuangan Isdal Feri dan Konsultan Hukum Yulakhyari Sastra SH.

Ia mengatakan sebenarnya dulu telah pernah dilakukan rapat koordinasi di Kantor Staf Presiden Jakarta. Turut dihadiri Deputi II KSP, DKJN, Biro Keuangan dan Kemenkes, Pangdam I/Bukit Barisan, Danrem 032/Wirabraja dan Mabes TNI AD. Tapi hingga kini belum ada tindaklanjut dari rapat koordinasi tersebut terkait pengalihan aset tanah TNI ini.

“Makanya kita bertemu dengan Bapak KASAD untuk membicarakan hal ini lagi. Karena memang masterplan kita sudah disetujui oleh Pak Menteri Kesehatan,” sebutnya.

Terkait dengan itu, sebut Dovy, tadi pihaknya sudah membicarakan tanah yang ditempati TNI tersebut sebenarnya tanah negara. Tapi di lahan itu berdiri rumah yang ditempati 50 kepala keluarga TNI. “Dalam pertemuan itu kita sepakat dengan Bapak KASAD, rencana membangunkan rumah yang ada di lahan TNI saat ini ke lahan TNI yang di Ketaping kurang lebih 1 hektare. Itulah yang kita bicarakan tadi untuk ditindaklanjuti. Dan Bapak KASAD setuju,” ungkap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Tetapi, sebut Dovy, secara administrasi nanti akan dilaporkan ke Kementerian Kesehatan baik Menteri Kesehatan dan Dirjen terkait hasil pertemuan ini. “Jika administrasinya ditindaklanjuti dengan kebutuhan rencana kebutuhan barang milik negara (RKBMN). Nanti ada usulan sehingga kita bisa membangunkan perumahan di lahan TNI yang di Ketaping,” tuturnya.

Ia menyebutkan pertemuan tadi suatu hal yang baik. Karena bagaimana pun juga RSUP Dr M Djamil butuh pengembangan layanan, salah satu wujudnya kebutuhan lahan. “Dan Alhamdulillah tadi kita diterima dengan sangat baik oleh Pak KASAD beserta Aslog dan Waaslog. Kita tinggal menindaklanjuti terkait dengan pertemuan pada hari ini. Kita mengucapkan terima kasih kepada Bapak Andre Rosiade yang sudah mmfasilitasi pertemuan ini,” tegasnya.

Sementara itu Anggota DPR RI Andre Rosiade mengucapkan Alhamdulillah ia sebagai anggota DPR RI telah memfasilitasi RSUP Dr M Djamil untuk bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli, Aslog dan Waaslog untuk bisa mendapatkan tanah untuk menjadi lokasi perluasan rumah sakit.

“Di mana tanah ini saat ini ditempati oleh 50 KK prajurit TNI. Dan Alhamdulillah dalam pertemuan tadi kita sepakati, bahwa 50 KK prajurit TNI itu akan dipindahkan ke daerah Ketaping. Di daerah Ketaping di mana tanah itu milik TNI, pihak M Djamil akan membangunkan rumah untuk 50 KK prajurit tadi. Itulah hasil kesepakatannya,” terang  Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini.

Andre berharap lahan negara itu nanti dapat digunakan dengan sebaik-baiknya oleh RSUP M Djamil untuk mendukung pengembangan dan peningkatan layanan rumah sakit ke depan.

“Sehingga tanah yang sekarang dihuni prajurit TNI bisa dipergunakan oleh M Djamil sebagai pintu gerbang masuk rumah sakit dan juga penunjang fasilitas lainnya. Harapan kita RSUP Dr M Djamil lebih maksimal untuk melayani masyarakat di Sumbar maupun rujukan di Sumatra Tengah,” papar Andre.(*)

Sosok Dr M Djamil, Lulusan Utrecht dan Johns Hopkins serta Gubernur Muda Sumatera Tengah

Dr Moh Djamil Arts DPH Dt Rangkajo Toeo lahir di Kayu Tanam, 29 November 1898. Beliau wafat pada 20 Juni 1962 dalam usia 64 tahun di RSCM Jakarta.

Ibunya bernama Aminah dan ayahnya seorang petani dikenal dengan gelar Angku Kali, karena bertugas sebagai qadhi nikah. M Djamil menghabiskan masa kecilnya di Kayu Tanam Padangpariaman. Antara lain dengan belajar mengaji pada mamaknya Tuanku Hitam.

Pendidikan beliau yakni ELS 1914 6 tahun dari 7 tahun yang dianggarkan, STOVIA Indische Arts, 1924, 9 tahun dari 10 tahun seharusnya. Universitas Utrecht, Belanda pada tahun 1932 yakni Doktor Medicinae Interne Zeiken atau Doktor Penyakit Dalam. The John Hopkins University Maryland, USA pada tahun 1934, Doktor Public Health atau Doktor Kesehatan Masyarakat.

Riwayat pekerjaannya di antaranya dokter pemerintahan di Agam Tua, Riset TBC dan Malaria di Kotogadang Sianok (1925-1927). Dokter Pemerintah di Natal, Mandailing (1927-1929). Dokter Pemerintah dan Pemimpin Rumah Sakit di Cirebon, Kediri, Madiun, Sampang, Bengkalis dan Bengkulu (1932-1942).

Dipaksa Jepang memimpin rumah sakit umum di Padang (1942-1945), Kepala Jawatan Kesehatan Sumatera Tengah (Oktober-November 1945). Ketua KNI Daerah Sumbar (November 1945-Maret 1946), Residen Sumbar (Maret-Juli 1946). Gubernur Muda Sumatera Tengah (Juli 1946-April 1947), Ketua Panitia Sekolah Tinggi Sumatera, Panitia Sekolah Tinggi Pancasila, Panitia Sekolah Tinggi Sumatera Tengah (1947- 1950an) dan Mendirikan Rumah Sakit Sitawa Sidingin di Bukittinggi (1953).

Sementara riwayat pemerintahan yakni Dr M Djamil aktif dalam pertemuan para tokoh dan pemuda di Padang pada masa peralihan itu Bersama tokoh pendidikan Mohammmad Sjafei, Mr Sutan Mohammad Rasjid dan Arif Datuak Madjo Urang, Dr M Djamil mendapat tugas membentuk Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID).

Ketika menjadi ketua KNID, Dr M Djamil menjadi lebih sering berpidato di tengah masyarakat. Pidatonya dalam rapat akbar pada Oktober 1945 sangat terkenal. “Musuh-musuh kita lipat! Pengkhianat-pengkhianat kita sikat!”

Pada akhir Juni 1946, KNID meminta Dr M Djamil sebagai Gubernur muda Sumatra Tengah pada 2 Juli 1946. Berpusat di Bukittinggi, Dr M Djamil mengkoordinasikan Keresidenan Sumbar, Riau dan Jambi.

Keinginan Dr M Djamil untuk kembali fokus pada kesehatan, sempat ia sampaikan pada Bung Hatta. Akhirnya, ia mengundurkan diri secara resmi karena alasan itu melalui surat pada Presiden Soekarno.

Sejak saat itu, Dr M Djamil kembali pada dunia kesehatan dan pendidikan. Ia sempat mendapat tugas jadi ketua panitia persiapan sekolah tinggi provinsi Sumatera. Kembali buka praktik dokter di Bukittinggi dan kemudian mendirikan Rumah Sakit Sitawa Sidingin di sana.

Dr M Djamil wafat pada 20 Juni 1962 dalam usia 64 tahun di RSCM Jakarta. Ia meninggalkan 10 anak dari dua istri, yakni Siti Aksar dan Siti Maryam. Namanya harum dan terus dikenang sebagai salah satu dokter pejuang dari Ranah Minang.

Untuk mengabadikan jasa beliau, pada tahun 1978, RS Jati Padang berganti nama menjadi RSUP Dr M Djamil berdasar SK Menkes RI No 134 Tahun 1978.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45