Dirut RSUP Dr. M. Djamil Minta PPDS dan DPJP Isi Resume Medik Akurat dan Lengkap

Resume medik mencerminkan ringkasan segala informasi penting menyangkut pasien dan dapat dijadikan pedoman untuk melakukan tindakan yang lebih lanjut. Selain itu, suatu resume medik juga berfungsi untuk dasar pengajuan klaim ke BPJS Kesehatan.

“Mengingat pentingnya resume medik dalam bidang kesehatan, kelengkapan dan ketepatan penulisan resume medik merupakan suatu hal yang mutlak diperlukan,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua pada Workshop Penguatan Kompetensi DPJP dan PPDS dalam Pengisian Resume Medis dalam Rangka Optimalisasi Klaim JKN di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (13/2).

Turut dihadiri Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, dan peserta workshop terdiri dari DPJP dan PPDS.

Materi pembelajaran workshop yakni Resume Medik dan Panduan Pengisian Resume Medik yang Lengkap dan Benar, Peran Resume Medik dalam Kelancaran Klaim BPJS beserta Contoh yang Sesuai Peraturan Klaim serta Peran Resume Medik dalam Pengkodingan. Selain penyajian materi, juga diadakan praktik pengisian resume medik yang lengkap dan benar.

Ia mengatakan sebagai rumah sakit yang melayani banyak pasien, peran DPJP dan PPDS dalam pengisian resume medik yang akurat dan lengkap. Tentu akan berdampak langsung pada keberhasilan dalam klaim dan pengelolaan sumber daya yang ada.

“Makanya pada tahap awal dalam pengisian resume medik, DPJP dan PPDS harus memahami Panduan Praktik Klinis (PPK). Itulah dasar kita. Apapun kita bekerja baik aspek legal dan aspek mengobati pasien tentu harus mengacu pada PPK. Tidak bisa melakukan aktivitas pelayanan maupun pendidikan asal-asalan. Saya berharap PPK ini hendaknya menjadi tolok ukur dari PPDS dan DPJP dalam melakukan layanan di RSUP Dr. M. Djamil,” tegasnya.

Oleh karena itu, sebut Dovy, workshop ini memiliki urgensi yang besar dalam rangka optimalisasi klaim JKN. “Pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan akuntabilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit ini,” harap Dovy.

Ia berharap dengan workshop ini, dapat memperkuat kompetensi, meningkatkan pemahaman, dan memastikan bahwa setiap proses pengisian resume medik berjalan dengan tepat dan sesuai dengan regulasi yang ada. “Sekaligus dapat memberikan wawasan yang baru, serta memotivasi kita untuk lebih baik lagi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita di dunia kesehatan,” tukasnya.(*)

Peringatan Hari Kanker Sedunia, Skrining dan Deteksi Kanker Paru Sedini Mungkin

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil bersama Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil mengadakan penyuluhan kesehatan tentang Kanker Paru yang disampaikan oleh dr. Afriani, Sp.P (K). Onk. Penyuluhan tersebut dalam rangka Peringatan Hari Kanker Sedunia bertepatan pada 4 Februari lalu.

Dalam penyuluhan kesehatannya, dr. Afriani, Sp.P (K). Onk menyampaikan kanker paru adalah semua penyakit keganasan pada paru. Keganasan tersebut terdapat pada paru sendiri (primer) maupun keganasan dari luar paru (metastasis).

“Kanker paru merupakan kanker paling banyak terjadi di dunia, sekitar 12,4 persen dari semua kanker. Di Indonesia, kanker paru penyebab utama kematian akibat kanker sekitar 1,8 juta kematian. Dan menempati urutan ketiga terbanyak di Indonesia setelah kanker payudara dan kanker serviks,” kata dr. Afriani saat penyuluhan kesehatan di Poliklinik Paru Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (4/2) lalu. Penyuluhan kesehatan itu diikuti oleh pasien dan keluarga pasien.

Ia mengatakan kanker paru termasuk kanker terbanyak diderita oleh laki-laki. Dimana faktor risiko kanker paru ini adalah rokok, inflamasi kronik, paparan asap rokok lingkungan, genetik. Kemudian polusi udara dan paparan radon. “Perokok memiliki kemungkinan 15-30 kali lebih besar untuk menderita atau meninggal akibat kanker paru dibanding bukan perokok,” tegasnya.

Pada tahap awal, sebutnya, kanker paru tidak menyebabkan gejala apa pun. Gejala hanya akan muncul ketika perkembangan kanker telah mencapai tahap tertentu.

Gejala awal yang timbul berupa batuk berkelanjutan dan bertambah parah hingga akhirnya mengalami batuk darah. Sakit kepala, mengalami kelelahan tanpa alasan, suara serak, sakit pada tulang, bisa pada bahu, lengan atau tangan.

“Kesulitan menelan atau sakit menelan sesuatu, mengalami sesak napas atau nyeri dada, pembengkakan pada muka atau leher, kehilangan selera makan. Kemudian berat bertambah turun dan perubahan pada bentuk jari yakni ujung jari menjadi cembung,” paparnya.

Ia mengungkapkan kanker paru sering ditemukan saat stage lanjut. Sehingga penting dilakukan skrining dan deteksi dini kanker paru. “Dengan skrining dan deteks dini akan menurunkan risiko kematian 15 hingga 20 persen,” sebut dr. Afriani.

Skrining dilakukan, tuturnya, pada usia 50 sampai 80 tahun, tanpa gejala, saat ini perokok atau bekas perokok dalam 15 tahun terakhir dengan riwayat merokok satu bungkus per hari selama 20 tahun. “Jika memiliki tiga kriteria tersebut disarankan periksa diri ke dokter,” ucapnya.

Sementara deteksi dini harus dilakukan memiliki satu atau lebih gejala dan memiliki faktor risiko kanker paru. “Deteksi dini dapat dilakukan dengan pemeriksaan diri ke dokter. Nanti dideteksi melalui Low Dose CT Scan Thorax atau LDCT. LCDT ini merupakan metode pencitraan yang menggunakan dosis radiasi rendah untuk menghasilkan gambar paru-paru,” paparnya.

Ia menekankan jika didiagnosis mengidap kanker paru maka agar lakukan pengobatan sesuai anjuran dokter. Termasuk kontrol rutin dan lakukan pemeriksaan penunjang dibutuhkan.

“Selanjutnya jalani pola hidup sehat dan jalin dukungan dengan kelompok penyintas,” saran dr. Afriani seraya mengatakan tata laksana kanker paru berupa bedah, kemoterapi, radioterapi, terapi target. Kemudian imunoterapi dan paliatif care.

Ia menyebutkan cara mencegah kanker paru ini adalah berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok, kurangi polusi udara dan menggunakan alat pelindung diri. Pola makan sehat dan olahraga teratur. “Mari kenali, deteksi dan tangani kanker paru bersama,” ajaknya.(*)

Kajian Islam DWP RSUP Dr. M. Djamil, Kupas Membangun Keluarga Sakinah

Keluarga sakinah adalah tujuan bagi semua orang dalam proses membina kehidupan rumah tangganya. Keluarga ini adalah cerminan kehidupan keluarga ideal, yang diinginkan terjadi dalam sebuah rumah tangga.

“Keluarga sakinah diartikan sebagai keluarga yang dianugerahi kebahagiaan baik lahir maupun batin. Dalam kehidupan keluarga seperti ini, kehidupan rumah tangga berjalan dengan tentram dan damai,” kata Konsultan Keluarga dan Motivator Dr. Hj. Ulfatmi Amirsyah, M.Ag saat Kajian Islam dan Pertemuan Bulanan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (12/2).

Turut dihadiri Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil Ny Winanda Dovy beserta pengurus dan anggota DWP.

Ia mengatakan sebuah keluarga sakinah bukan berarti tidak pernah ada cekcok dan perbedaan pendapat. Hanya saja jika pun ada masalah dalam kehidupan rumah tangga tersebut, proses penyelesaian pun lebih mengedepankan pada pencarian solusi dan bukanlah pada proses saling menyalahkan dan mencari pihak yang salah.

“Setiap anggota keluarga tidak akan mengambil posisi sebagai pihak yang paling benar ketika sebuah masalah terjadi. Kesepahaman seluruh anggota keluarga sesuai dengan peran dan posisinya masing-masing untuk menciptakan keadaan keluarga dan rumah tangga yang harmonis, nyaman dan menyenangkan, merupakan indikator utama sebuah keluarga sakinah,” tuturnya.

Kemudian, sebut Ulfatmi, hilangkan perasaan superior atau merasa paling hebat dari satu pihak atas pihak lainnya. Seluruh anggota keluarga memiliki kesamaan satu sama lainnya. Kesamaan yakni keinginan untuk merasakan kebahagiaan dan ketentraman dalam rumah tangga.

“Carilah waktu dan pilihlah bahasa yang baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dari pihak lain. Dalam berkomunikasi akan menjadi efektif apabila masing-masing pihak mengerti tentang apa yang akan disampaikan. Kepada siapa pesan itu disampaikan, dengan cara bagaimana pesan itu disampaikan dan kapan pesan itu harus disampaikan,” ungkap Ulfatmi.

Ia menekankan tidak selamanya pesan yang baik akan berhasil dengan baik apabila disampaikan tidak dalam waktu yang tepat, dengan cara yang tepat dengan memperhatikan siapa yang akan menerima pesan. “Keterbukaan semua anggota keluarga merupakan faktor yang akan mempercepat tumbuhnya sebuah keluarga yang sakinah. Tapi keterbukaan itu akan menjadi petaka bila tidak tepat dan proporsional dalam menggunakannya,” ungkapnya.

Sementara Ketua DWP RSUP Dr M Djamil Ny Winanda Dovy Djanas mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota Dharma Wanita Persatuan serta ajaran Islam dan pelaksanaannya. “Berharap agar para anggota Dharma Wanita Persatuan RSUP Dr M Djamil bisa memperoleh tambahan pengetahuan tentang ajaran Islam dan bisa mengamalkannya,” harapnya.

Diketahui tidak hanya kajian Islam, DWP RSUP Dr M Djamil mengadakan pertemuan bulanan. Sekaligus penyerahan doorprize.(*)

Koperasi Dharma Wanita RSUP Dr. M. Djamil Adakan Rapat Anggota Tahunan 

Koperasi Dharma Wanita RSUP Dr. M. Djamil mengadakan rapat anggota tahunan (RAT) yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (11/2). Rapat anggota tahunan itu merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM MARS, FISQua mengharapkan Koperasi Dharma Wanita RSUP Dr. M. Djamil terus berkembang dan memberikan manfaat bagi anggotanya. Pasalnya, prinsip koperasi adalah gotong royong.

“Tentunya dalam hal pelaksanaan rapat anggota tahunan ini mempunyai tujuan yakni mengevaluasi kinerja dari koperasi dan juga bisa menentukan langkah-langkah strategis ke depan,” ucapnya.

Ia mengatakan dalam perkoperasian ini berdasar pada UU No 25 Tahun 1992 dan UU No 17 Tahun 2012 Tentang Perkoperasian. Dengan peraturan ini tentu harus dipatuhi oleh semua anggota. Pengurus tentu menjalankan bagaimana koperasi ini bisa membantu anggota,” tegasnya.

Di samping itu, tuturnya, RAT ini melibatkan anggota sangat penting. Karena bagaimana pun juga koperasi ini dibentuk untuk kepentingan anggota untuk anggota. “Dan pengurus akan menjalankan koperasi,” ucap Dovy.

Ketua Pembina Koperasi Dharma Wanita Ny Winanda Dovy mengatakan koperasi ini sudah berdiri sejak 23 tahun lalu dengan berbagai suka dan duka. Alhamdulillah koperasi ini berjalan baik dan lancar. “Mudah-mudahan anggota koperasi yang masih aktif dapat merasakan manfaat dari koperasi kita ini,” harap Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr. M. Djamil ini.

Sementara itu, Ketua Koperasi Dharma Wanita RSUP Dr. M. Djamil Ny Sofia Syaiful Saanin melaporkan jumlah anggota koperasi hingga tahun 2024 terdata sebanyak 408 anggota. Dimana awal tahun tercatat sebanyak 368 anggota, yang masuk 60 anggota dan keluar 20 anggota.

“Jumlah pendapatan operasional koperasi pada tahun 2024 mencapai Rp 595,536 juta. Meningkat dibanding tahun 2023 Rp 590,009 juta. Sementara beban atau biaya operasional pada tahun 2024 Rp 343,962 juta. Dibanding tahun 2023 Rp 348,201 juta. Maka Sisa Hasil Usaha (SHU) Tahun 2024 mencapai Rp 251,574 juta dibanding tahun 2023 Rp 241,808 juta,” paparnya.(*)

Hadiri Pelantikan dan Sertijab Dekan FK Unand, Dirut Berharap Sinergi dan Kolaborasi semakin Diperkuat

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL, (K) menghadiri pelantikan Dekan Fakultas Kedokteran dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) Periode 2025-2030. Masing-masing dekan dilantik yakni Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp Onk (K), FACS, FFSTED dan Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Indra Dwipa, M.S.  

Kedua dekan tersebut disumpah dan dilantik oleh Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, Ph.D. Prosesi pelantikan dilangsungkan di Convention Hall Unand, Selasa (11/2).

Diketahui, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp Onk (K), FACS, FFSTED menggantikan dekan sebelumnya Prof. Dr. dr. Afriwardi, S.H,. M.A., Sp.K.O. Subsp. APK (K). Sedangkan Dekan Fakultas Pertanian memimpin untuk periode kedua.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan atas nama dewan pengawas, direksi dan civitas hospitalia mengucapkan selamat atas dilantiknya Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp Onk (K), FACS, FFSTED. Dan terima kasih kepada Prof. Dr. dr. Afriwardi, S.H,. M.A., Sp.K.O. Subsp. APK (K) atas pengabdian dan kontribusinya selama lima tahun menjadi Dekan Fakultas Kedokteran.

“Dan tentu kami berharap dengan dilantiknya Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp Onk (K), FACS, FFSTED dapat membawa kemajuan dan kejayaan Fakultas Kedokteran Unand,” harap Dovy.

Ia juga berharap kolaborasi dan kerja sama antara RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama dengan Fakultas Kedokteran Unand semakin baik. Dan semakin meningkatkan kualitas pendidikan yang bermuara kepada peningkatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Indonesia. “Semoga semakin memperkuat sinergi dan kolaboratif antara RSUP Dr. M. Djamil dengan Fakultas Kedokteran Unand,” ucap Dovy.

Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, Ph.D saat sambutan mengucapkan terima kasih atas kolaborasi dan kerja sama yang telah dibangun antara Fakultas Kedokteran Unand dengan RSUP Dr. M. Djamil. “Dan di bawah kepemimpinan dekan Fakultas Kedokteran yang baru dilantik kolaborasi dan kerja sama itu untuk terus diperkuat. Termasuk dalam hal  memperkuat kerja sama dalam bidang pelayanan kesehatan dan inovasi medis,” harap Efa.

Efa juga meminta Dekan Fakultas Kedokteran untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam menghasilkan riset yang berdampak luas dan mempublikasikannya di jurnal internasional bereputasi. “Selain itu, sinergi antara penelitian dan industri juga harus diperkuat agar hasil riset dapat bermanfaat secara langsung bagi masyarakat,” ucap Efa.

Usai pelantikan, pada siang harinya dilanjutkan prosesi serah terima jabatan dan pisah sambut Dekan Fakultas Kedokteran Unand Periode 2025-2030 di Aula Student Center Prof dr. M. Syaaf Fakultas Kedokteran Jati Unand. Juga turut dihadiri Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Saat Sertijab dan Pisah Sambut, Dekan Fakultas Kedokteran Unand Periode 2025-2030 Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp Onk (K), FACS, FFSTED mengatakan capaian yang telah ditoreh Fakultas Kedokteran Unand selama ini merupakan hasil  kerja keras dekan-dekan dan civitas hospitalia sebelumnya yang telah berjuang hingga mendapatkan hasil saat ini. “Kami akan menjadikan fondasi untuk meluncur lebih capat lagi. Sehingga harapan kita menjadi untuk mencapai Kejayaan Bangsa dapat terwujud,” harapnya.

Ia juga mengharapkan seluruh civitas akademika dan civitas hospitalia baik rumah sakit utama maupun rumah sakit jejaring. “Pengorbanan dan perjuangan seluruh civitas hospitalia tentu kita tidak bisa mencapai kondisi saat ini. Kami juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi semuanya agar pembangunan dan pengembangan Fakultas Kedokteran sudah seharusnya esok lebih baik dari saat ini,” tukasnya. (*)

Penyerahan SK Manajer OSDM, Dirut M. Djamil Tekankan Benahi Aspek SDM

Rotasi jabatan bergulir di RSUP Dr. M. Djamil. dr. Keesa Nabila Afida, M.Kes ditunjuk sebagai Manajer Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Manajer Pelatihan Diklat. Ia menggantikan Manajer OSDM sebelumnya dr. Kino, Sp.JP (K), FIHA, yang kini menjabat sebagai Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua  menyaksikan penandatanganan Surat Keputusan (SK) oleh Manajer OSDM baru dan sebelumnya di Ruang Kerja Direktur Utama, Senin (10/2). Dirut juga sekaligus menyerahkan SK Manajer OSDM dan piagam penghargaan kepada Manajer OSDM sebelumnya.

“Selama ini jabatan Manajer OSDM dirangkap oleh dr. Kino, Sp.JP (K), FIHA yang kini menjabat sebagai Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian. Tentu sebagai organisasi, OSDM ini harus jalan. Jadi kita memerlukan Manajer OSDM,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengatakan tentunya dengan diisi jabatan Manajer OSDM oleh dr. Keesa Nabila Afida, M.Kes, ini adalah amanah yang harus dijalankan. Tugas berat di depan adalah membenahi aspek SDM. “Saya kira ini sudah berproses ke arah yang lebih,” tuturnya.

Dengan pengangkatan dr. Keesa, sebutnya,  makin memperkuat OSDM. Dan membenahi apa-apa saja yang selama ini masih menjadi terkendala. “SDM adalah aset yang harus dijaga dan dikembangkan. Terhadap permasalahan yang ada harus diselesaikan. Program-program yang belum sempurna agar disempurnakan. Jadi, organisasi ini merupakan organisasi kita bersama dan harus dijaga,” ucapnya.

Ia mengatakan atas nama RSUP Dr. M. Djamil mengucapkan terima kasih kepada dr. Kino, Sp.JP (K), FIHA yag sudah menjalankan rangkap jabatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian sebagai Manajer OSDM selama ini,” tukasnya. (*)

Raih 4 Penghargaan Kemenkes, Dirut: Terus Tingkatkan Performance Layanan

Civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil mengawali tugas dengan kegiatan apel pagi yang berlangsung di pelataran lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan di hari Senin (10/2). Apel pagi tersebut dipimpin oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Pada apel pagi itu, Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua berkesempatan menyerahkan empat penghargaan atas Capaian Kinerja 2024 dari Kementerian Kesehatan RI. Penghargaan tersebut diserahkan ke Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD), Ketua Tim Kerja Litbang, Kepala Instalasi Rawat Jalan dan Ketua Tim Transplantasi Ginjal.

Keempat penghargaan yang telah diraih RSUP Dr. M. Djamil saat Refleksi dan Konsolidasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan RI Tahun 2025 di Solo. Yakni Peringkat 1 Rumah Sakit Kementerian Kesehatan Kategori RS dengan Tempat Tidur >200 Waktu Pelayanan Rawat Jalan Terbaik.

Peringkat II Rumah Sakit Kementerian Kesehatan Kategori RS Umum Waktu Pelayanan IGD Terbaik. Kemudian Peringkat III Rumah Sakit Kementerian Kesehatan Penelitian Klinis Terbaik. Dan Pencapaian Pelayanan Transplantasi Ginjal Mandiri pada Program Rumah Sakit Jejaring Pengampuan Uronefrologi.

Turut disaksikan oleh Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Plh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Kino, Sp.JP (K), FIHA dan civitas hospitalia.

“Alhamdulillah RSUP Dr. M. Djamil menerima empat penghargaan atas capaian kinerja 2024 dari Kementerian Kesehatan RI saat Refleksi dan Konsolidasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan RI Tahun 2025 di Solo. Capaian kinerja dan performa terbaik tersebut merupakan hasil kinerja bersama seluruh civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil,” kata Direktur Utama.

Ia mengatakan ke empat penghargaan tersebut, dua penghargaan ditoreh oleh Direktorat Medik dan Keperawatan, satu penghargaan dari Tim Transplantasi Ginjal dan satu penghargaan dari Direktorat SDM, Penelitian dan Pengembangan. “Prestasi ini hendaknya terus dapat dipertahankan. Sekaligus menjadi pemicu dan motivasi untuk terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tuturnya.

Ia mengatakan RSUP Dr. M. Djamil akan terus meningkatkan performance layanan kesehatan yang lebih baik. “Salah satunya dengan melakukan perbaikan hospitality serta menelurkan berbagai inovasi-inovasi kesehatan,” ucap Dovy.

Ia berharap semoga tahun depan akan lebih banyak lagi RSUP Dr. M. Djamil menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI. Ini sekaitan dengan transformasi layanan kesehatan yang sedang berjalan saat ini di RSUP Dr. M. Djamil. Termasuk meningkatkan pendapatan layanan non-JKN. Tentunya juga tidak meninggalkan fungsi-fungsi sosial sebagai rumah sakit pemerintah.

“Saya berkeyakinan dengan sumber daya manusia yang mumpuni dimiliki rumah sakit ini, kita bisa menorehkan banyak prestasi membanggakan ke depannya,” tukas Dovy. (*)

Anak dengan Diabetes Melitus Tipe 1 Boleh Berpuasa, Asal Perhatikan Ini

Ibadah puasa pada bulan Ramadhan adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh umat islam karena bernilai pahala yang tinggi. Tidak terkecuali oleh anak-anak dan remaja yang tidak mau melewatkan kesempatan berpuasa di bulan yang suci ini. Apakah anak dengan Diabetes Melitus tipe 1 diperbolehkan untuk berpuasa?

“Anak dengan DM Tipe 1 diperbolehkan berpuasa asalkan dalam kondisi tidak sedang sakit lainnya. Seperti demam, tanda-tanda infeksi dan penyakit-penyakit apapun yang memberatkan,” kata dr. Eka Agustia Rini, Sp.A, Subsp. Endo (K) saat Pengabdian Masyarakat Divisi Endokrinologi Anak “Berpuasa dengan Aman pada Anak DM Tipe 1” di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (7/2).

Turut dihadiri anak dengan diabetes melitus tipe 1 beserta orang tua. Pada kesempatan iru juga dilakukan pemeriksaan gula darah dan pengukuran tensi.

Ia mengatakan selama berpuasa di bulan Ramadhan, glukosa darah anak < 70 mg/dL. Bagi anak DM tipe 1 agar melakukan cek ulang glukosa darah dalam satu jam. Jika glukosa darahnya 70-90 mg/dL setelah dicek maka si anak DM tipe 1 dapat melanjutkan puasanya.

“Apabila saat pengecekan dilakukan, glukosa darah >300 mg/dL maka puasa yang dijalani anak DM tipe 1 dihentikan. Begitu juga apabila terdapat gejala hipoglikemia atau penyakit akut maka puasa yang dijalani harus dihentikan,” sebutnya.

Diketahui, Hipoglikemia terjadi ketika akibat gula darah terlalu rendah sehingga otak tidak mendapatkan pasokan yang baik. Dengan gejala hipoglikemia ini adalah gemetar, lapar, bingung, keringat dingin, dan sakit kepala.

dr. Rini mengatakan saat berpuasa, aktivitas fisik anak dengan DM tipe 1 juga harus sangat diperhatikan. Anak dengan DM tipe 1 tetap bisa beraktivitas sehari-hari seperti bersekolah. Istirahat juga harus disempatkan sebentar setelah Zuhur. “Lalu melakukan latihan ringan atau sedang seperti senam ringan dan sepeda santai,” ucapnya.

dr. Rini pun berpesan kepada anak DM tipe 1 selama ramadhan untuk banyak di rumah, berbuka puasa di rumah saja. “Kemudian  patuhi protokol kesehatan di masjid atau mushala, dan bila demam atau sakit komunikasi dengan dokter,” ajaknya.

Ditambahkan dr. Niche Rachmawati Masnadi, Sp.A, Subsp N.P.M (K), yang perlu menjadi perhatian bagi anak dengan DM tipe 1 selama puasa adalah sahur sebaiknya dilakukan sedekat mungkin dengan imsak, pilih makanan terutama dengan indeks glikemik rendah, hindari makanan tinggi lemak dan gula. “Kemudian jaga hidrasi yang cukup saat berbuka dan hitung karbohidrat untuk penyesuaian insulin,” paparnya.

Pembicara lainnya, Wahyu Fitriani, S.KM membagikan  tips cara makan bagi anak dengan DM tipe 1 yang berpuasa. Yaitu menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur, asupan cairan 1.500-2.000 ml/hari. Komposisi makanan terdiri dari protein (15-20 persen), karbohidrat (60-65 persen) dan lemak (20 persen). “Asupan makanan ini terbagi kedalam tiga waktu yaitu 50 persen saat berbuka, 10 persen setelah tarawih dan 40 persen ketika sahur,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan pengabdian masyarakat ini merupakan upaya bersama dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kita semua terkait puasa pada anak dengan diabetes melitus tipe 1. Tentu saja merupakan ilmu paling berharga untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

“Saya berharap, melalui pengabdian masyarakat ini, kita semua dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang sehingga bisa sukses menjalani puasa di bulan suci. Mari kita manfaatkan kegiatan ini untuk berdiskusi secara aktif dan produktif demi puasa yang sehat dan bahagia,” tukasnya.(*)

Penutupan Mata Kuliah Terintegrasi, Dirut Ingatkan Karakter Andalasian pada Peserta PPDS Baru

Mata Kuliah Terintegrasi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) berlangsung di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf Fakultas Kedokteran Jati, resmi ditutup, Jumat (7/2). Ini seiring dengan penandatanganan dan pengucapan pakta integritas oleh peserta PPDS baru.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Dekan Fakultas Kedokteran Unand Prof. Dr. dr. Afriwardi, S.H,. M.A., Sp.K.O. Subsp. APK (K) turut menyaksikan penandatanganan dan pembacaan pakta integritas itu.

Saat pembacaan pakta integritas tersebut, para peserta PPDS baru menyatakan bersedia mematuhi Kode Etik Mahasiswa Universitas Andalas sesuai dengan Peraturan Rektor Unand No. 18 A tahun 2020, segala peraturan yang berlaku di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil, termasuk tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma etik dan hukum yang berlaku di masyarakat, namun tidak terbatas pada hal-hal yaitu mencuri, pemerasan, melakukan kekerasan, perselingkuhan, kejahatan kesusilaan ataupun tindakan yang menentang Pancasila maupun UUD 1945.

Selalu mengedepankan keselamatan pasien (patient safety) dan mutu pelayanan dalam setiap tindakan yang dilakukan. Berperan secara proaktif dalam upaya pencegahan perundungan dan tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela. Dan menciptakan suasana yang kondusif, aman, dan nyaman serta bebas dari perundungan bagi peserta didik.

Mereka bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di Lingkungan Universitas Andalas dan Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang berupa sanksi ringan berupa teguran lisan dan tertulis; sanksi sedang berupa skorsing paling sedikit 3 (tiga) bulan; sanksi berat berupa mengembalikan peserta didik kepada penyelenggara pendidikan dan/atau dikeluarkan sebagai peserta didik.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dalam sambutannya mengharapkan teman sejawat PPDS baru ini bisa menyelesaikan pendidikan ini dengan segala dinamika yang ada. Karena pendidikan dokter spesialis ini bagaimana kita bisa memenuhi aspek kompetensi tapi tidak melupakan materi-materi yang telah diberikan selama mengikuti mata kuliah terintegrasi.

“Salah satu materi yang diberikan yakni karakter Andalasian. Di antaranya Sabar, Empati, Jujur, Adil, Tanggung jawab, Ikhlas. Ini merupakan suatu spesifikasi yang diberikan Fakultas Kedokteran dan rumah sakit pendidikan yang harus dipunyai oleh teman sejawat,” tegasnya.

Jadi, sebutnya, berbicara kompetensi dan materi tentang spesialis tidak terlepas dari karakter Andalasian yang harus dibawa peserta didik nantinya. “Ini sangat penting tentunya,” tutur Dovy.

Di samping itu, sebut Dovy, selama menjalani masa pendidikan nantinya para peserta PPDS akan berinteraksi dengan masyarakat dan keluarga pasien yang menjadi materi yang didapatkan selama menjalani proses pendidikan spesialis. “Dengan interaksi ini kita melihat pasien sebagai materi pembelajaran juga harus dihormati. Sehingga nanti etika dan profesionalisme dan masalah-masalah hukum didalam pembelajaran selama menempuh pendidikan dokter spesialis harus dipahami,” sebutnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Prof. Dr. dr. Afriwardi, S.H,. M.A., Sp.K.O. Subsp. APK (K) mengatakan mata kuliah terintegrasi merupakan pelaksanaan perkuliahan yang dilaksanakan secara serentak bagi seluruh peserta PPDS baru sebelum memasuki siklus di masing-masing program studi. Mata kuliah terintegrasi ini berlangsung selama kurang lebih satu bulan dan wajib diikuti seluruh peserta PPDS Periode 2025.

Adapun mata kuliah yang diberikan pada kuliah terintegrasi adalah Pengantar Profesionalisme Dokter Spesialis. Terdiri dari Filsafat Ilmu, Karakter Andalasian, Interprofessional Education Etik, Profesionalisme, dan Hukum Kesehatan. “Materi berikutnya yakni Metodologi dan Biostatistik berupa Dasar desain penelitian, Telaah kritis jurnal, Penyusunan laporan kasus, Penyusunan tinjauan pustaka, Perencanaan topik penelitian,” sebutnya.

Selain itu juga ada diskusi kelompok, praktikum, role play dan games. Setiap minggunya diadakan evaluasi seperti presentasi jurnal, penugasan individu, presentasi kasus, refleksi diri, mini systematic review. “Dan juga pre test untuk mengukur seberapa banyak penyerapan ilmu peserta PPDS,” tutur Prof. Afriwardi.(*)

Direktorat Perencanaan dan Keuangan Adakan Sharing Session Bersama Kepala KPPN Padang

Direktorat Perencanaan dan Keuangan RSUP Dr. M. Djamil mengadakan sharing session bersama Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Padang Joko Supriyanto di Ruang Rapat Direksi, Jumat (7/2). Sharing session tersebut membahas tentang Konsep Manajemen Kas, Manajemen Investasi, dan Manajemen BLU.

Direktur Keuangan dan Perencanaan RSUP Dr. M. Djamil Luhur Joko Prasetyo dalam sambutannya mengatakan sharing session ini sebagai langkah untuk mendapatkan pencerahan dari Kepala KPPN Padang sebagai pembina keuangan RSUP Dr. M. Djamil, bagaimana pengelolaan BLU yang sebetulnya sudah diberikan fleksibilitas. Tetapi tentunya ada aturan-aturan yang nanti harus ditaati. “Sehingga nanti dalam pelaksanaannya kita bisa lebih optimal,” sebutnya.

Dalam sharing session itu, turut dihadiri Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Plt Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian dr. Kino, SpJP (K) dan manajemen rumah sakit.

Kemudian, tutur Joko Luhur Prasetyo, salah satunya ini terkait dengan integrasi aplikasi Sakti dengan aplikasi pengelolaan keuangan di rumah sakit yang memang sedang diupayakan. “Mungkin kita akan mendapatkan arahan. Karena ada beberapa aplikasi yang memang harus kita segerai digunakan,” tuturnya.

Ia berharap dengan sharing session ini, akan mendapatkan ilmu dan wawasan barudalam tata kelola keuangan BLU. “Sehingga tata kelola keuangan rumah sakit ini terus semakin baik tentunya,” harapnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45