Instalasi Promkes dan Departemen Neurologi Gelar Edukasi Kesehatan tentang Penyakit Parkinson

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil rutin mengadakan penyuluhan kesehatan. Hari ini (14/4), instalasi tersebut bersama Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil mengadakan Penyuluhan Kesehatan dan Diskusi Interaktif tentang Penyakit Parkinson di Poliklinik Neurologi. Kegiatan tersebut dalam rangka World Parkinsons Disease Day 2025 yang jatuh pada 11 April.

Guru Besar Neurologi Prof. Dr. Yuliarni Syafitra, Sp.N (K) menjelaskan penyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif pada sistem saraf, terutama bagian dari otak yang berfungsi mengatur gerakan dan koordinasi tubuh. Dalam penyakit ini, terjadi kehilangan fungsi atau struktur sel saraf secara progresif pada area otak yang disebut substansia nigra.

“Penyakit Parkinson terutama ditandai dengan turunnya produksi dopamin. Yakni neurotransmiter atau zat kimia yang berperan dalam pengiriman pesan pada saraf untuk mengatur gerakan halus dan koordinasi otot,” ucapnya.

Turut dihadiri pasien dan keluarga pasien. Tak hanya pemaparan materi, juga diisi dengan diskusi interaktif.

Ia mengatakan beberapa gejala yang mungkin dialami pasien penyakit Parkinson. Yaitu pertama, bradikinesia yakni menurunnya amplitudo dan melambatnya kecepatan gerakan motorik. “Pada pasien yang mengalami bradikinesia akan terjadi gerakan melambat, kecepatan tidak pas, kurang lincah, dan terlihat tidak kaku. Tampak kesulitan atau “berat” saat memulai gerakan, wajah tidak terlihat tidak ekspresif atau “muka topeng”, saat menulis maka lama-lama tulisan mengecil,” sebutnya.

Kemudian, suara lirih dan pelan, terdengar monoton irama bicaranya, kalau berjalan lengan kurang diayun, terlihat seperti robot. Langkah kaki kecil-kecil dan seperti diseret, dan bentuk gangguan lain yang menunjukkan perlambatan dan menurun amplitudo gerakan. “Seluruh pasien penyakit Parkinson akan mengalami gejala bradikinesia ini. Tetapi pasien Parkinson tidak lumpuh,” tegasnya.

Kedua, rigiditas yakni kekakuan lingkup sendi. Pada pasien yang mengalami rigiditas mengalami postur tubuh menjadi membungkuk dan semua persendian penegak badan menjadi relatif menekuk disebut stopped posture. Gerakan persendian terasa kaku. “Lingkup pergerakan sendi berkurang, dan kalau masih sangat ringan maka manifestasinya bisa dalam bentuk nyeri sendi (misal nyeri sendi bahu, nyeri tekuk dan lainnya),” sebutnya.

Ketiga, tremor yakni getar pada anggota gerak saat istirahat. Yang terjadi pasien mengalami tremor yakni pada tahap sangat ringan, maka pasien bisa merasa getar pada tangan, atau lengan bawah; meskipun manifestasi tremor atau getar ini belum terlihat. “Getar saat beristirahat atau tabgan disangga, bisa juga mengenai kaki, kepala dan rahang. Gejala ini paling mudah terlihat orang lain,” tuturnya seraya menekankan tetapi beberapa penyakit lainnya juga muncul dalam bentuk gejala getar anggota gerak dan jari-jari. Dokter neurologi dapat membedakan penyebab dari bentuk gejala getar tersebut.

Dan keempat, ketidakstabilan postural yakni postur yang tidak seimbang sehingga gampang jatuh. Yang terjadi yakni pasien mengalami keseimbangan berkurang, tidak mampu mempertahankan posisi tegak saat didorong atau ditarik bahunya oleh orang lain secara tiba-tiba dan mudah terjatuh atau hampir terjatuh. “Gejala ini biasanya dialami pada kondisi yang lebih lanjut dan jarang muncul pada tiga tahun pertama perjalanan penyakit,” ungkapnya.

Prof. Yuliarni Syafitra menekankan masyarakat penting untuk mengenali penyakit Parkinson ini. Supaya bisa segera dikonsultasikan ke dokter neurologi untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. “Gejala Parkinson bisa membaik dengan obat-obat anti-Parkinson sehingga pasien bisa melakukan aktivitas pergerakan dengan baik lagi dan masih tetap dapat bekerja dengan semangat,” paparnya.

Ia menggaris bawahi penyakit Parkinson bukan penyakit keturunan. Kecuali bila muncul sebelum berusia 40 tahun maka ada faktor genetik. “Tetapi saat ini di Indonesia belum ditemukan jenis gen yang berperan,” ucapnya.

Penyakit Parkinson, tutur Prof. Yuliarni Syafitra, tidak mengancam jiwa tetapi bila gejala penyakit ini tidak diobati dengan baik maka banyak gerakan yang mudah sekalipun, tidak dapar dilakukan dengan sempurna. Sehingga kualitas hidup dapat sangat menurun. “Dan penyakit Parkinson ini tidak menular,” tegasnya.

Ia menyebutkan pencegahan penyakit Parkinson perlu dilakukan sejak dini. Yakni olahraga secara teratur. Rutin berolahraga juga dapat mencegah degenerasi otak dan motorik. Terus bergerak aktif merupakan kunci pencegahan Parkinson sejak dini. “Dan kurangi dari paparan bahan kimia berbahaya serta lingkungan yang sehat dan bersih,” tukas Prof. Yuliarni Syafitra. (*)

Dirut dan Plt Direktur SPP RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Halalbihalal Departemen Obgyn

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dan Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Kino, Sp.JP (K) menghadiri Halalbihalal Departemen Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil di Hotel Pangeran Beach, Jumat (11/4). Halalbihalal tersebut diisi dengan tausiah agama oleh ustad Zul Asfi Lubis, S.Ag, M.Ag.

“Atas nama jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil berharap dengan semangat Idul Fitri ini kita bisa memajukan Departemen Obgyn. Kita bisa memberikan kontribusi yang baik di dalam layanan ke depan,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.

Turut hadir sesepuh Obgyn, KPS Obgyn Dr. dr. Defrin, Sp.OG,Subsp KFM, Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Noza Hilbertina, M.Biomed, Sp.PA, Subsp. D.H.B (K), staf pengajar serta PPDS Obgyn. Selain tausiah, seluruh hadirin juga saling memaafkan.

Ia mengungkapkan RSUP Dr. M. Djamil saat ini terus mendapatkan apresiasi dari masyarakat atas perbaikan-perbaikan yang dilakukan. “Dan itu memang kita rasakan. Ekspektasi masyarakat terhadap RSUP Dr. M. Djamil jauh lebih baik. Tentu itu kontribusi dari Bagian Kebidanan dan Kandungan. InshaAllah ini akan kita jaga terus. Dan kami mengajak agar memajukan departemen ini. Dan inilah hasilnya kita melakukan hal-hal terbaik untuk Bagian Kebidanan dan Kandungan,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi Dr. dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG (K), Subsp.Urogin.RE mengatakan halalbihalal ini diadakan agar dapat berkumpul,  bersilaturahmi, merawat ukhuwah serta bersinergi satu sama lain. Meski satu departemen tapi jarang berkumpul bersama. “Jadi kita semua mengharapkan acara ini dapat membuat departemen kita semakin maju, semakin memperkuat ukhuwah islamiah dan saling mendukung baik suka maupun duka untuk kemajuan Fakultas Kedokteran Unand dan RSUP Dr. M. Djamil,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Lepas Peserta Fellowship Intervensi Kardiologi

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya sebagai rumah sakit pendidikan utama di wilayah Sumatera Bagian Tengah. Teranyar, rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini melepas seorang peserta fellowship intervensi kardiologi dr. Dede Jumatri Tito, Sp.JP.

Pelepasan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Kino, Sp.JP (K) di Ruang Kerja Direktur Utama, Jumat (11/4). Turut menyaksikan dr. M. Syukri, Sp.JP (K) FABSIC, FSCAI, Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola dan Asisten Manajer Pendidikan Yulfendri, AMd.PK, SKM.

“Atas nama manajemen RSUP Dr. M. Djamil mengucapkan selamat kepada dr. Dede Jumatri Tito, Sp.JP atas telah selesainya mengikuti program pelatihan fellowship intervensi kardiologi,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia berharap melalui program pelatihan fellowship ini ke depannya dapat lebih meningkatkan kemampuan profesional dokter spesialis dan meningkatkan efisiensi pelayanan intervensi kardiologi. “Pada akhirnya memberikan kepuasan terhadap pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” harap Dovy.

Sementara itu, peserta fellowship intervensi kardiologi dr. Dede Jumatri Tito, Sp.JP mengatakan saat ini ia telah menyelesaikan fellowship intervensi kardiologi di RSUP Dr. M. Djamil selama satu tahun. Dan ia bertugas di RSUD Puri Husada Tembilahan Riau.

“Selama mengikuti pendidikan di sini sesuai dengan porsinya. Tiga bulan pertama, lalu tiga bulan berikutnya saya mendapatkan peningkatan kasus yang bervariatif. Sehingga dapat mendukung pendidikan dan kompetensi saya sebagai dokter intervensi kardiologi ke depannya. Dan juga dapat mengaplikasikan ilmu saya di RSUD Puri Husada Tembilahan Riau,” tukasnya. (*)

Dewi Anggraini Resmi Jabat Sekretaris Dewan Pengawas RSUP Dr. M. Djamil

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan serah terima jabatan Sekretaris Dewan Pengawas. Dewi Anggraini resmi ditunjuk sebagai Sekretaris Dewan Pengawas. Ia menggantikan Sekretaris Dewan Pengawas sebelumnya Mardi Kusuma yang telah menjabat dengan masa periode 2017-2025.

Serah terima jabatan itu ditandai dengan penyerahan SK Penunjukkan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua kepada Sekretaris Dewan Pengawas baru Dewi Anggraini. Sekaligus Dirut menyerahkan cinderamata kepada Sekretaris Dewan Pengawas sebelumnya Mardi Kusuma.

Turut disaksikan secara virtual oleh Ketua Dewan Pengawas drg. Arianti Anaya, MKM bersama Anggota Dewan Pengawas. Dan hadir secara offline yakni Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan Plt. Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Kino, Sp.JP (K), manajer dan asisten manajer.

Ketua Dewan Pengawas drg. Arianti Anaya, MKM mengucapkan terima kasih kepada Sekretaris Dewan Pengawas sebelumnya Mardi Kusuma atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini. Sehingga dewan pengawas bisa bekerja dengan baik di tengah kesibukan dengan tugas masing-masing.

“Apa yang sudah dilakukan Pak Mardi ini tentu sudah memberikan manfaat yang signifikan terhadap RSUP Dr. M. Djamil. Saya berharap Pak Mardi tetap diberikan kesehatan dan kekuatan. Tentunya kesehatan itu penting agar terus berkarya di tempat yang lain,” harapnya.

Ia juga mengucapkan selamat datang Sekretaris Dewan Pengawas yang baru Dewi Anggraini. Tentu dewan pengawas berharap dapat melakukan penyesuaian yang cepat dan membantu dewan pengawas untuk bisa menjalankan tugas-tugasnya yang cukup banyak.

“Kami juga mengingatkan saat ini kita dituntut melakukan pengawasan yang luar biasa demi meningkatkan tata kelola dan mutu layanan RSUP Dr. M. Djamil,” harap drg. Arianti. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Adakan Wirid Mingguan

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan wirid mingguan di Masjid Asy Syifa, Jumat (11/4). Pada wirid mingguan tersebut tausiah diisi oleh ustad Asrival yang mengingatkan civitas hospitalia untuk berhati-hati di bulan Syawal atas tipu daya setan.

“Setelah sebulan penuh menjalani ibadah di bulan Ramadhan, umat Islam memasuki bulan Syawal dengan hati yang kembali bersih. Namun, ada ancaman yang tidak boleh diabaikan, yaitu tipu daya setan yang kembali menggoda manusia setelah dibelenggu selama Ramadhan,” kata Ustad Asrival saat Wirid Mingguan.

Ia mengatakan bulan Syawal menjadi ujian bagi umat Islam untuk mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadhan. Jika di bulan Ramadhan seseorang rajin beribadah, beristighfar, dan mendekatkan diri kepada Allah, maka Syawal menjadi tantangan untuk menjaga konsistensi tersebut.

“Setan akan berusaha menghancurkan amalan yang telah dikumpulkan, agar manusia kembali terjerumus dalam kebiasaan buruk,” ucapnya.

Ia mengatakan setan memiliki strategi licik dalam menggoda manusia. Mereka merasa kecewa saat melihat hamba Allah bertobat dan diampuni, sehingga berusaha sekuat tenaga untuk menjerumuskan kembali orang-orang yang telah bertaubat.

“Setan menangis ketika melihat seorang hamba bersungguh-sungguh dalam istighfar, memohon ampunan kepada Allah, dan berusaha menjadi lebih baik,” tutur Asrival.

Ia menekankan menjaga keistiqamahan setelah Ramadhan bukan perkara mudah. Iman seseorang diuji saat ia kembali menjalani kehidupan sehari-hari tanpa suasana khusus seperti Ramadhan. “Oleh karena itu, perlu kesadaran dan usaha untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah di bulan Syawal dan bulan-bulan setelahnya,” ucap Asrival.

Sementara Direktur Utama RSUP Dr. M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas Sp.OG., KFM., MARS., FISQua mengatakan wirid mingguan ini menjadi tempat silaturahmi bersama civitas hospitalia. “Melalui wirid mingguan ini kita dapat memperoleh pengetahuan sehingga bisa mengisi atau me-recharge pikiran kita kembali sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan,” harapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Adakan Pertemuan dengan BRIN

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan pertemuan dengan Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, M.Sc di Ruang Rapat Direksi, Kamis (10/4). Pertemuan tersebut membahas tentang potensi kolaborasi BRIN dengan RSUP Dr. M. Djamil dalam mendorong penelitian kesehatan.

“Pertemuan ini sangat penting dan sebuah kesempatan bagi kami bagaimana RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama. Selain memberikan layanan terbaik, tentu rumah sakit perlu mengembangkan riset-riset. Makanya antara pendidikan dan penelitian ini berkolaborasi,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut dihadiri Dewan Direksi, Konsultan Penelitian Dr. dr. Andani Eka Putra, MSc, Tim Litbang, Tim Diklat dan Ketua KSM. Pada kesempatan itu juga tim Litbang memaparkan riset yang telah dikembangkan RSUP Dr. M. Djamil dan pemaparan riset Translasional oleh Dr. dr. Andani Eka Putra, MSc.

Ia mengatakan sebagai rumah sakit pendidikan utama pihaknya juga melakukan kolaborasi bersama dengan institusi pendidikan. Di antaranya Fakultas Kedokteran Unand. “Tentu ini menjadi visi kami ke depan, bagaimana salah satu tujuan rumah sakit pendidikan harus menghasilkan selain layanan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ucapnya.

Penelitian inilah, sebutnya, yang akan dikembangkan akan menjadi riset-riset tranlasional. “Alhamdulillah di rumah sakit ini memiliki Konsultan Penelitian Dr. dr. Andani Eka Putra, MSc. Dan dalam dua tahun terakhir ini kami sudah mengembangkan beberapa riset. Termasuk dalam riset yang dapat diimplementasikan dan bermanfaat pada layanan di rumah sakit. Terutama teknik biomolekuler yang berkembang saat pandemi Covid-19,” sebut Dovy.

Ia juga berharap pada Ketua KSM untuk melihat peluang-peluang apa saja yang perlu dukungan, salah satunya dari BRIN. “Termasuk apa-apa saja yang bisa kita kembangkan bersama. Sehingga akan menjadi kekuatan kita bersama ke depannya,” harapnya.

Sementara itu, Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, M.Sc mengatakan BRIN baru berdiri empat tahun lalu dan mempunyai tiga fungsi utama. Yakni pertama mensupport kebijakan pemerintah, kedua lembaga riset dan ketiga memberikan bantuan pendanaan riset.

“Nah kami berfungsi memberikan dukungan pendanaan untuk riset dan inovasi. Jangan khawatir meski efisiensi anggaran, target dari Presiden RI tidak boleh turun sehingga anggaran riset tidak mengalami efisiensi,” sebutnya.

Ia menekankan BRIN membuka peluang dan memperluas kolaborasi riset khususnya dengan institusi kesehatan. “Dengan harapannya nanti dapat dirasakan oleh masyarakat,” tukas Prof. Agus. (*)

Direksi RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Halalbihalal dan Festival Kuliner Unand

Universitas Andalas (Unand) menyelenggarakan Halalbihalal dan Festival Kuliner di Auditorium Unand, Rabu (9/4). Direksi RSUP Dr. M. Djamil pun turut menghadiri kegiatan yang bertajuk Merayakan Kemenangan, Mengukir Prestasi, Melestarikan Warisan Negeri ini.

Direksi yang hadir yakni Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), dan Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Kino, Sp.JP (K). Halalbihalal yang juga dihadiri Rektor Unand Efa Yonnedi, PhD serta para wakil rektor, pimpinan fakultas, pascasarjana dan program studi serta mitra Unand ini pun diisi dengan tausiah oleh Prof. Dr. Rusydi, AM, Lc, M.Ag.

Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan atas nama direksi dan civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Mohon maaf lahir bathin kepada civitas akademika Universitas Andalas. “Semoga dengan puasa satu bulan ini menjadikan kita semua orang yang bertaqwa dan menjadikan kita semua jadi lebih baik lagi, aamiinn,” ucap Dovy.

Ia berharap dengan silaturahmi ini dapat memperkuat kolaborasi RSUP Dr. M. Djamil dengan Unand. Khususnya pada bidang pendidikan dan penelitian. “Pasalnya RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit pendidikan utama dan berbasis pada penelitian,” tuturnya.

Sementara itu Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, PhD mengatakan tradisi Halalbihalal tidak sekadar seremonial tahunan. Ia adalah refleksi dari budaya luhur bangsa kita yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan perdamaian. “Melalui Halalbihalal, kita membangun kembali jembatan hati yang mungkin sempat terganggu oleh kesibukan dan dinamika kehidupan kampus,” ucapnya.

Halalbihalal juga, sebutnya, menjadi pengingat bahwa kita semua manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Maka, saling memaafkan adalah bentuk kekuatan, bukan kelemahan. “Ia adalah langkah menuju kehidupan akademik dan profesional yang lebih bersih, sehat, dan produktif,” tukas Efa. (*)

RSUP Dr. M. Djamil dan RS Awal Bros Group Jajaki Kerja Sama

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan RS Awal Bros Group di Ruang Kerja Direktur Utama, Selasa (8/4). Kunjungan tersebut dalam rangka penjajakan kerja sama pengembangan layanan transplantasi ginjal dan pemenuhan dokter spesialis dan subspesialis.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) menerima kedatangan Direktur RS Awal Bros Group dr. Widya Putri, MARS dan Group Head Marketing dr. Jimmy Kurniawan, MKK, Sp.OK tersebut.

“Hari ini (8/4), kami RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan manajemen RS Awal Bros Group.  Ini tentu sebuah kesempatan untuk bisa berkolaborasi ke depannya,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia berharap dengan kunjungan dari RS Awal Bros Group ini layanan kesehatan di wilayah Sumatera bisa lebih baik. “Kemudian juga bisa memuaskan seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, sebutnya, bagaimana nanti sumber daya manusia kesehatan yang dihasilkan dari RSUP Dr. M. Djamil juga bisa memiliki peluang untuk bekerja di RS Awal Bros Group. “Mudah-mudahan ini menjadi kekuatan kita dalam berkolaborasi yang lebih baik dengan RS Awal Bros Group,” harap Dovy.

Direktur RS Awal Bros Group dr. Widya Putri, MARS mengatakan kunjungan ini dalam rangka penjajakan kerja sama antara RS Awal Bros Group dengan RSUP Dr. M. Djamil untuk pengembangan layanan transplantasi ginjal dan pemenuhan dokter spesialis dan subspesialis. Dan RS Awal Bros Group sendiri saat ini memiliki 10 rumah sakit.

“Sangat strategislah penjajakan kerja sama tersebut. Apalagi antara RS Awal Bros Group dan RSUP Dr. M. Djamil berdekatan yakni Riau dan Sumatera Barat. Dan saat ini alumni  Universitas Andalas cukup banyak di RS Awal Bros Group,” tutur Direktur RS Awal Bros Batam ini.

Ia mengatakan penjajakan kerja sama tersebut didasari sebelumnya pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Universitas Andalas. “Nah tindaklanjutnya tentu dengan RSUP Dr. M. Djamil dan Fakultas Kedokteran Unand,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Selenggarakan Halalbihalal

RSUP Dr. M. Djamil menyelenggarakan silaturahmi Hari Raya Idul Fitri 1446 H atau Halalbihalal di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (8/4). Kegiatan ini mengusung tema “Melayani Pasien dengan Hati untuk RSUP Dr. M. Djamil Lebih Baik” dengan tausiah oleh Dr. Syaiful Hadi, S.S, M.Hum, M.A.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dalam sambutannya mengajak civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil untuk senantiasa bersyukur atas profesi yang dilakukan setiap hari. Memberikan pelayanan setulus hati, membantu orang lain serta terus melakukan kebaikan-kebaikan lainnya. “Tentunya dilakukan dengan keikhlasan dan mengharapkan ridha Allah SWT. Tanpa mengharapkan pujian atau balasan dari manusia,” ucapnya.

Turut dihadiri oleh para direksi, ketua komite dan sejumlah pejabat lainnya, Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk (K), FACS, FFSTEd dan mantan Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, pengurus DWP dan undangan lainnya. Dan disemarakkan oleh Tim Nasyid Al Fajr.

Sementara, tutur Dovy, orang yang hobi memelihara sifat dengki, dendam, dan tidak mau tegur sapa. Apalagi mengembangkan api permusuhan kiri dan kanan. Hal ini bertolak belakang dengan tujuan halalbihalal sendiri. “Halalbihalal ini sebagai tempat saling memaafkan. Ketika kita memberikan maaf kepada orang lain berarti kita sudah menghapus bekas-bekas luka di hati kita. Yaitu dengan menutup lembaran lama dan membuka lembaran yang baru,” ucapnya.

Ia mengatakan Idul Fitri dimananya fitri ini dapat dimaknai baik, benar dan indah. “Melalui momentum ini, ia akan memandang segala sesuatu dengan pandangan yang positif serta mencari sisi-sisi yang baik, benar dan indah. Dengan pandangan demikian, kita akan menutup kejelakan dan kesalahan orang lain,” tutur Dovy.

Ustad Dr. Syaiful Hadi, S.S, M.Hum, M.A dalam tausiahnya menyampaikan dalam surat Al-A’la ayat 14-15 mengisyaratkan Idul Fitri adalah proses ritual keagamaan sekaligus ritual sosial untuk mencapai derajat manusia yang beruntung. Idul Fitri penting untuk diperhatikan oleh setiap insan Muslim karena di dalamnya terdapat proses untuk mencapai derajat manusia yang beruntung. “Keberuntungan tersebut setelah melewati ibadah puasa Ramadhan dan diiringi dengan rangkaian Idul Fitri,” sebutnya.

Dalam surah Al-A’la ayat 14-15 tersebut, di awali dengan bentuk tahqiq “menyatakan tanpa keraguan” ayat di atas mengisyaratkan bahwa tiga rangkaian tersebut akan mengantarkan manusia ke puncak kebahagiaan. “Adapun tiga rangkaian tersebut terdapat dalam momen Idul Fitri, sehingga dapat kita sederhanakan Idul Fitri ialah momen meraih kebahagiaan dan keberuntungan,” ucap Dr. Syaiful Hadi.(*)

Hadiri Pelantikan Direksi RS Unand, Dirut M. Djamil Harapkan Kolaborasi Riset

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah dan serah terima jabatan direksi Rumah Sakit Universitas Andalas Periode 2025-2029. Direksi Rumah Sakit Universitas Andalas tersebut dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, PhD.

Berikut Direksi Rumah Sakit Universitas Andalas yang dilantik yakni Direktur Utama Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp.VE (K), FIATCVS, Direktur Medik dan Keperawatan dr. Yose Ramda Ilhami, Sp.JP (K), Direktur Umum dan SDM dr. Rozi Abdullah, MARS, Sp.FK, Direktur Keuangan dan Perencanaan Mohamad Fany Alfarisi, SE, MS Fin, PhD.

Direksi yang dilantik ini menggantikan Direksi sebelumnya yakni Direktur Utama Dr. dr. Yevri Zulfiqar,Sp.B-Sp.U (K).,M.Kes, Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Dr. dr. Arina Widya Murni, Sp.PD-KPsi. FINASIM, Direktur Umum dan SDM Dr. dr. Havriza Vitresia , Sp.M(K), Direktur Keuangan dan Perencanaan Sri Dewi Edmawati, SE., M.Si., Ak.CA.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengucapkan selamat atas dilantiknya direksi Rumah Sakit Universitas Andalas Periode 2025-2029. Dan mengucapkan terima kasih direksi periode sebelumnya telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi dan kerja keras luar biasa.

“Mudah-mudahan terus memperkuat kolaborasi antara RSUP Dr. M. Djamil dengan Rumah Sakit Universitas Andalas. Apalagi kita sama-sama sebagai rumah sakit pendidikan utama dan rumah sakit pendidikan jejaring untuk memajukan riset-riset yang bermanfaat untuk pendidikan di Sumatera Barat,” harap Dovy.

Sementara Rektor Unand Efa Yonnedi, P.hD mengatakan sebagai satu-satunya rumah sakit pendidikan tipe B di Kota Padang, Rumah Sakit Universitas Andalas memiliki tanggung jawab strategis dan peran vital dalam mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“RS Universitas Andalas (Unand) juga diharapkan menjadi rujukan layanan kesehatan berkualitas tinggi di Sumatera Barat. Terutama dengan hadirnya layanan unggulan seperti Onkologi Terpadu dan Intensive Care Unit yang modern dan terintegrasi,” tukas Efa. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45