Tips Aman Puasa Bagi Ibu Hamil agar Tetap Bugar

Bolehkah ibu hamil melakukan puasa? Ya, ibu hamil diperbolehkan untuk menjalani puasa. Namun, menjalani puasa bagi ibu hamil butuh perhatian ekstra untuk memastikan kesehatan diri sendiri serta janin dalam kandungan.

Nutrisionis RSUP Dr. M. Djamil Rezki Sandra, A.Md.Gz mengatakan terdapat sejumlah tips aman berpuasa saat hamil yang penting untuk dilakukan oleh ibu hamil. Seperti mengonsumsi makanan sehat saat sahur dan berbuka, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, istirahat yang cukup, hingga membatasi aktivitas fisik.

Pertama, konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Sediakan makanan sehat sebagai hidangan sahur dan berbuka puasa. Pastikan bahwa hidangan sahur dan berbuka puasa mengandung gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral. 

“Selain itu, penting pula untuk menyajikan makanan tinggi serat selama berpuasa agar tubuh merasa kenyang lebih lama serta mencegah terjadinya sembelit saat hamil,” sebutnya.

Kedua, sebutnya, penuhi kebutuhan cairan tubuh. Dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh sebaik mungkin. Ibu hamil disarankan untuk minum air sebanyak 2,3 liter yang setara dengan 10 gelas per hari agar terhindar dari dehidrasi selama berpuasa. “Selain air putih, Anda juga dapat mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat berpuasa dengan mengonsumsi buah-buahan segar,” tutur Rezki Sandra.

Ketiga, istirahat yang cukup. Ibu hamil cenderung mudah merasa lelah karena adanya perubahan kondisi fisik tubuh. Untuk mengatasi rasa lelah selama berpuasa, ibu hamil disarankan agar mencukupi waktu istirahatnya dengan baik.

Adapun lama waktu tidur yang dianjurkan untuk ibu hamil adalah 7 sampai 9 jam setiap malam. Selain itu, Anda juga dapat menyisihkan waktu untuk tidur siang selama 15 hingga 20 menit agar tubuh terasa lebih segar.

“Keempat, batasi aktivitas fisik yang berat. Membatasi aktivitas fisik berat juga menjadi tips puasa saat hamil selanjutnya. Pasalnya, aktivitas fisik berat yang dilakukan selama berpuasa dapat menyebabkan ibu hamil mudah merasa lelah,” sebutnya.

Selain itu, aktivitas fisik berat juga menjadi pantangan ibu hamil lantaran dapat memicu cedera pada perut hingga kontraksi dini. Bila ingin berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa, pilihlah jenis olahraga yang ringan dan mudah. Seperti senam ibu hamil, yoga, atau jalan kaki.

Kelima, hindari konsumsi kafein berlebih. Selama berpuasa, ibu hamil disarankan untuk membatasi konsumsi kafein agar tidak melebihi 200 mg per hari. “Pasalnya, konsumsi kafein berlebihan berisiko menyebabkan gangguan pencernaan, dehidrasi, hingga hipertensi saat hamil,” ucapnya.

Keenam, hindari buka puasa dengan minuman dingin. Hindari konsumsi minuman yang terlalu dingin saat berbuka puasa. Konsumsi minuman terlampau dingin saat berbuka puasa dikhawatirkan akan memicu asam lambung naik yang membuat ibu hamil merasa tak nyaman. “Alih-alih mengonsumsi minuman dingin, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi teh hangat atau buah-buahan segar guna melepaskan dahaga,” tukasnya.(*)

Keluarga Pasien Korban Gigitan Beruang Apresiasi RSUP Dr. M. Djamil

Pasien korban gigitan beruang Kaprizal, 50, warga Merangin, Jambi, dirawat di RSUP Dr. M. Djamil pulih dan telah diperbolehkan pulang, Selasa (25/3). Keluarga pasien pun memberikan apresiasi atas layanan yang diberikan RSUP Dr. M. Djamil.

“Saya mewakili keluarga Kaprizal korban gigitan beruang, Alhamdulillah kakak saya diterima dengan baik di RSUP Dr. M. Djamil,” kata mewakili keluarga pasien, Arpan.

Ia mengatakan kakaknya telah menjalani perawatan selama satu minggu di rumah sakit ini. Selama perawatan itu, kakaknya terkendala masalah pembiayaan dan belum sebagai peserta BPJS Kesehatan. Kondisi demikian, kakaknya itu tercatat sebagai pasien umum.

“Alhamdulillah dari pihak rumah sakit tetap mengobati kakaknya. Dan sekarang Selasa sore pihak rumah sakit sudah memperbolehkan kakak saya untuk pulang,” ucapnya.

Untuk itu, Ia selaku pihak keluarga Kapriza mengucapkan terima kasih kepada RSUP Dr. M. Djamil terutama kepada perawat dan dokter yang telah bersusah payah membantu selama rawatan. “Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan rumah sakit mempunyai kewajiban semua pasien yang datang harus dilakukan perawatan. Dan tentu pasien ini sudah ditangani oleh tim baik dari dokter spesialis mata, ortopaedi, dan bedah plastik. “Alhamdulillah pasien ini sudah diperbolehkan pulang sejak Selasa (25/3),” ucap Dovy.(*)

Libur Lebaran dan Cuti Bersama, RSUP Dr. M. Djamil Buka Layanan Poliklinik

RSUP Dr. M. Djamil menyiagakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama libur dan cuti bersama Lebaran 2025 atau Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Rumah sakit rujukan wilayah Sumatera Bagian Tengah ini sudah menyiapkan tim medis, serta obat-obatan dan kebutuhan lain untuk menghadapi kemungkinan lonjakan pasien sepanjang libur dan cuti bersama Lebaran.

“RSUP Dr. M. Djamil tetap melayani pasien melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD), yang seperti biasa akan siaga 24 jam. Pelayanan IGD dilaksanakan oleh DPJP onsite (DPJP berada di IGD sesuai jadwal) agar pelayanan dapat diberikan secara optimal,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat Sosialisasi Pelayanan RSUP Dr. M. Djamil selama Cuti Bersama dan Libur Lebaran 2025 di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (26/3/2025).

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Kino, Sp.JP (K) serta Manajer Hukormas Nova Afriani.

Selain itu, sebutnya, RSUP Dr. M. Djamil membuka pelayanan Poliklinik pada 2, 3, 4, dan 7 April 2025 di ruang transit IGD. Bertujuan untuk melayani kasus pasien non-emergency baik pasien yang datang sendiri maupun rujukan. “Poliklinik yang dibuka selama cuti Lebaran yakni poliklinik bedah, anak, obgyn, penyakit dalam dan jantung,” tutur Dovy.

Sumber daya terlibat, tuturnya, dokter spesialis (dinas oncall), dokter umum, petugas registrasi, dua orang perawat dan petugas farmasi. “Pelayanan poliklinik dilakukan oleh satu dokter umum, dua perawat, petugas registrasi, dan petugas farmasi,” ucapnya.

Ditambahkan Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) menekankan pihaknya memastikan akan terus siaga memberikan pelayanan kesehatan terbaik selama masyarakat menjalani liburan panjang nanti. Namun, masyarakat diharapkan tetap bisa menjaga kesehatan dan selalu berhati-hati selama berlibur.

“Seluruh pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil baru akan kembali berjalan normal seperti biasa setelah libur Lebaran pada hari Selasa, tanggal 8 April 2025,” tukasnya.(*)

Menjaga Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi selama Ramadhan

Selama bulan Ramadhan, umat Muslim diwajibkan berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam. Namun, anak-anak belum memiliki kewajiban berpuasa hingga mereka memasuki masa akil baligh.

Meskipun begitu, banyak anak yang ingin mencoba berpuasa seperti orangtua atau saudara mereka. Ini tentu kesempatan baik untuk mengenalkan ibadah puasa pada anak-anak. Agar anak tetap sehat saat mulai berpuasa, penting bagi orangtua untuk memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang cukup.

Nutrisionis RSUP Dr. M. Djamil Fakhrunisa Deadinda Kusuma, A.Md.Gz mengatakan tips yang pertama adalah saat berbuka dan sahur, anak harus diberikan makanan dan minuman dengan gizi yang baik dan seimbang. Karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral harus selalu ada di menu anak.

“Nasi bisa diganti karbohidrat lain seperti kentang, roti, atau mi. Protein dan lemak dari daging, telur, ikan atau seafood harus diimbangi juga dengan sayur dan buah,” tuturnya.

Tips yang lainnya adalah, anak tidak disarankan untuk diberikan makanan lain saat mengonsumsi buah, agar tidak terjadi perut kembung. Selain itu, kebutuhan cairan pun perlu diperhatikan. Bagi anak berusia tujuh hingga sepuluh tahun, diperlukan minimal sebanyak lima hingga enam gelas.

Sedangkan untuk anak di atas sepuluh tahun, dianjurkan untuk minum minimal delapan gelas sehari. “Pada anak yang sulit makan saat sahur, disarankan mengonsumsi susu karena mengandung gizi yang cukup lengkap dan cairan yang dibutuhkan tubuh. Susu, sereal atau makanan berserat sangat cocok untuk sahur, agar anak tidak cenderung merasa cepat lapar di siang hari,” katanya.

Ia menambahkan, saat berbuka puasa, biasakan anak untuk memakan makanan yang manis dan hangat terlebih dahulu. “Camilan ringan dan minuman manis lainnya, tidak terlalu dianjurkan diberikan kepada anak, karena cenderung mengganggu absorbsi zat besi dalam tubuh,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Buka Puasa Bersama Gubernur dan Wagub Sumbar

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menghadiri buka puasa bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Selasa (25/3) sore. Bukan sekadar makan bersama, acara ini menjadi ajang silaturahmi dan penguatan kolaborasi antara Pemprov Sumbar dengan Forkopimda Sumbar, instansi vertikal serta BUMN/BUMD.

Lebih dari sekadar acara formal, suasana kekeluargaan begitu terasa. Para tamu undangan, yang terdiri dari berbagai unsur mulai instansi vertikal, BUMN/BUMD, Forkopimda serta Kepala OPD Pemprov Sumbar dalam suasana penuh keakraban. Sejak pukul 17.45, acara diawali dengan tausiah agama yang menyejukkan jiwa disampaikan oleh Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar.

“Buka puasa ini sebagai ajang silaturahmi yang hangat antara pemerintah provinsi dengan instansi vertikal serta BUMN/BUMD. Sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat sambutan.

Turut dihadiri Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy, Forkopimda, instansi vertikal, BUMN/BUMD dan Kepala OPD Pemprov Sumbar.

Ia mengatakan pihaknya turut bergembira karena instansi vertikal dan BUMN/BUMD berkomitmen memberikan dukungan untuk kemajuan Sumatera Barat. “Memang kita di Sumbar ini perlu dukungan, masukan atau ide-idenya dan kemudian perlu kritikan. Hal itu semuanya yang akan menjadi penyemangat bagi kita dalam rangka melaksanakan tugas-tugas pembangunan di Sumbar,” tuturnya.

Sementara Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan Alhamdulillah ia baru saja menghadiri buka puasa bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Forkopimda, instansi vertikal dan BUMN/BUMD. “Banyak hal yang kita dapatkan dalam buka puasa bersama ini. Salah satunya silaturahmi. Mudah-mudahan pertemuan yang penting ini RSUP Dr. M. Djamil bisa memberikan kontribusi dalam pelayanan kesehatan di Sumatera Barat,” tukasnya. (*)

Diet DASH, Pola Makan untuk Penderita Hipertensi

Garam (sodium/natrium) merupakan musuh utama penderita hipertensi karena dapat memberikan efek langsung terhadap kenaikan tekanan darah. Untuk itu, penderita hipertensi patut untuk mempertimbangkan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) agar tekanan darah dapat terkontrol dengan baik.

Nutrisionis RSUP Dr. M. Djamil Rezki Sandra, A.Md.Gz mengatakan Diet DASH juga memiliki aturan sederhana. Yaitu membatasi konsumsi natrium, baik itu dalam bentuk garam maupun makanan bersodium tinggi. Seperti makanan dalam kemasan (makanan kalengan), dan makanan cepat saji.

Membatasi konsumsi daging dan makanan mengandung gula tinggi. Mengurangi konsumsi makanan berkolesterol tinggi, dan mengandung lemak trans. “Memperbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan olahan susu rendah lemak. Mengonsumsi ikan, daging unggas, kacang-kacangan, dan makanan dengan gandum utuh,” paparnya.

Agar terhindar dari hipertensi, setiap orang disarankan mengonsumsi natrium kurang dari 2.300 mg (setara dengan 1 sendok teh garam) per hari. Untuk diet DASH umumnya membatasi konsumsi natrium kurang dari 2.300 mg. “Namun untuk Anda yang menderita hipertensi, pembatasan konsumsi natrium harus lebih ketat, yaitu hanya sekitar 1.500 mg natrium (setara dengan 2/3 sendok teh garam) per hari,” sebut Rezki Sandra.

Untuk membiasakan diri dalam membatasi asupan natrium, Anda bisa memulainya dengan hal berikut. Tidak menambahkan garam berlebihan pada masakan, hindari makanan dalam kemasan, terutama kemasan kaleng. Alasannya, makanan dalam kemasan mengandung natrium lebih tinggi daripada makanan segar.

“Batasi konsumsi daging menjadi hanya 6 ons per hari. Penyajiannya pun harus diimbangi dengan sayuran. Menambah porsi buah-buahan saat makan. Mengganti camilan kemasan dengan buah-buahan segar, yoghurt, atau kacang-kacangan tanpa garam. Serta pilih susu rendah lemak,” sarannya.

Sementara untuk daftar makanan yang perlu dikonsumsi dalam menjalani diet DASH. Yaitu: sayuran minimal 45 porsi per hari, beras dan gandum 6-8 porsi per hari, sayur 4-5 porsi per hari. Susu dan produk olahannya 2-3 porsi per hari, ikan, ayam dan daging tanpa lemak maksimal 2 porsi per hari. “Lemak dan minyak 2-3 porsi per hari,” sebutnya.

Bagaimana jika makan di luar rumah? Cara diet DASH ini tetap dapat diterapkan dengan memilih minuman jus buah tanpa gula dan makanan sehat seperti salad atau sayur lalapan.

Orang yang menjalani diet DASH tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan kaleng, instan, atau cepat saji saat di luar rumah. “Jenis makanan tersebut cenderung mengandung natrium (garam) yang tinggi sehingga tidak baik untuk kesehatan tubuh bila dikonsumsi terlalu sering,” tukasnya.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Besuk Pasien Korban Gigitan Beruang dari Jambi

RSUP Dr. M. Djamil merawat seorang pasien korban gigitan beruang bernama Kafrizal, 50, warga Desa Beringin Tinggi Kecamatan Jangkat Timur, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Pasien kini menjalani perawatan intensif di Ruang Lavender 3 Lantai II IPJT.

Senin (24/3), Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua membesuk pasien tersebut. Kondisi pasien Syafrizal saat ini dalam keadaan stabil dan masa pemulihan.

“Saya baru saja membesuk seorang pasien korban gigitan beruang berasal dari Meranti, Jambi. Alhamdulillah pasien dalam pemulihan,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil ini.

Ia mengatakan rumah sakit mempunyai kewajiban semua pasien yang datang harus dilakukan perawatan. Dan tentu pasien ini sudah ditangani oleh tim baik dari dokter spesialis mata, ortopaedi, dan bedah plastik. “InshaAllah nanti pasien tersebut akan pindah ke ruangan rawat biasa,” ucapnya.

Ia mendoakan pasien korban gigitan beruang yang dirawat cepat sembuh dan pulih kembali. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat bekerja di ladang agar tidak mengalami kejadian gigitan atau serangan binatang buas ini,” imbau Dovy.

Pasien korban gigitan beruang bernama Syafrizal, 50 menceritakan peristiwa itu terjadi ketika ia hendak berladang pada Rabu (19/3) pagi. Tiba-tiba ia diserang beruang dan menggigit tangan kirinya. Kemudian beruang juga menggigit mata dan batang hidung.

“Dengan kondisi berlumuran darah saya lari menyelamatkan diri. Hampir sepanjang 1 kilometer berlari. Dan akhirnya meminta bantuan ke peladang yang ditemui di jalan untuk di antar ke rumah,” tuturnya di dampingi sang istri Maswati (45).

Dari rumah, tuturnya, ia dilarikan ke RSUD di Bangko. Pada Rabu malam sekitar pukul 21.00, ia dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang. “Dan masuk ke IGD Kamis (20/3) pagi dan telah ditangani oleh tim dokter,” tutur Syafrizal seraya mengucapkan terima kasih kepada Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil yang telah membesuknya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Santuni 58 Anak Yatim Piatu Hospitalia

Manajemen RSUP Dr. M. Djamil memberikan santunan kepada 58 anak yatim piatu hospitalia, Jumat (21/3). Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebaikan di bulan penuh berkah ini.

Santunan tersebut diserahkan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Plt. Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Kino, Sp.JP (K) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Terlihat raut kebahagiaan dan keceriaan anak-anak didampingi orang tua menerima santunan yang dikomandoi Tim Rohani RSUP Dr. M. Djamil. Sebagaimana diketahui santunan yang diberikan merupakan wakaf dan sedekah dari karyawan/ti RSUP Dr. M. Djamil.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat sambutan mengatakan RSUP Dr. M. Djamil terus melakukan kegiatan-kegiatan sosial termasuk penyerahan santunan kepada anak yatim ini. “Kami mohon doanya agar kegiatan ini bisa dilakukan setiap tahun. Terutama di bulan suci Ramadhan ini,” pintanya.

Ia mengajak anak-anak penerima santunan untuk teruslah menggenggam semangat dan cita-cita. Apalagi anak-anak ini harapan dari orang tua. “Dan bisa melanjutkan perjuangan dari orangtuanya,” harap Dovy.(*)

Instalasi Promkes M. Djamil-Sub Divisi Neurologi Sosialisasi Nyeri Kepala Klaster

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil bersama Sub Divisi Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil mengadakan penyuluhan kesehatan, Jumat (21/3). Penyuluhan dalam rangka Hari Cluster Headache Awareness Day pada 21 Maret ini membahas tentang Nyeri Kepala Klaster yang disampaikan Dr. dr. Restu Susanti, Sp.N (K), M.Biomed Konsultan Nyeri Kepala.

“Sakit kepala klaster adalah kondisi nyeri kepala berat di daerah mata, pelipis, atau dahi pada satu sisi wajah. Durasi serangan 15 menit sampai 3 jam dan frekuensi serangan 2 hari sekali hingga 8 kali,” kata Dr. dr. Restu Susanti, Sp.N (K), M.Biomed Konsultan Nyeri Kepala.
Ia mengatakan jenis sakit kepala ini dapat terjadi pada semua kalangan usia. Namun paling sering terjadi pada pria berusia 30–40 tahun. “Rasio laki-laki lebih banyak dari pada perempuan (3:1),” sebutnya.

Penyebab nyeri kepala klaster ini, sebut Dr. dr. Restu Susanti, belum diketahui secara pasti. “Namun terdapat beberapa dugaan bahwa kondisi ini berkaitan dengan gangguan pada bagian hipotalamus atau bagian otak, saraf dan pembuluh darah di daerah wajah,” tuturnya.

Di samping itu, sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko terjadinya jenis sakit kepala ini. Yakni berjenis kelamin pria, usia lebih 30 tahun, konsumsi alkohol, riwayat keluarga, dan riwayat operasi atau cedera kepala.

“Sementara faktor pencetus nyeri kepala klaster adalah alkohol, perubahan ketinggian, cahaya terang, suhu ekstrem, makanan berbahan nitrat dan penyalahgunaan zat (kokain),” sebutnya.

Ia mengatakan adapun beberapa karakteristik nyeri kepala yang diakibatkan oleh kondisi ini adalah nyeri kepala berat di sekitar mata, pelipis, atau dahi pada salah satu sisi wajah, durasi serangan 15 menit-3 jam dengan frekuensi serangan dua hari sekali hingga 8 kali per hari serta perasaan gelisah.

“Dan dapat disertai dengan gejala pada sisi yang sama. Yakni mata berair, hidung berair, hidung tersumbat, kelopak mata bengkak, serta dahi dan wajah berkeringat,” tuturnya.
Penanganan nyeri kepala klaster ini, ucap Dr. dr. Restu Susanti, rutin cek kesehatan, hindari obat anti-nyeri berlebihan, kompres, pijat, istirahat cukup dan segera periksa ke dokter.

“Pencegahan nyeri kepala klaster yakni tidak merokok, tidak konsumsi alkohol, hindari senyawa berbahaya. Hati-hati ketinggian, hindari stres dan istirahat teratur, hindari cuaca ekstrem, konsumsi obat sesuai anjuran dokter serta hindari sinar terang dan suara gaduh,” tukasnya. (*)

Tips Olahraga saat Puasa agar Lebih Mudah dan Optimal

Berolahraga dan melakukan aktivitas fisik sambil tetap menjalani ibadah puasa memang tidak mudah. Anda mungkin bisa kelelahan bahkan dehidrasi. Namun, tubuh tetap perlu berolahraga agar tetap bugar.

Membangun rutinitas olahraga selama bulan puasa jadi sesuatu yang menantang. Agar tidak terasa berat, Nutrisionis RSUP Dr. M. Djamil Rifza. SST. M. Biomed. RD memberikan beberapa tips olahraga saat puasa.

Pertama, pilih waktu olahraga. Yakni waktu terbaik untuk melakukan olahraga di bulan Ramadhan adalah sore hari, sekitar 1-2 jam sebelum buka puasa. “Tujuannya agar kita bisa segera mengganti cairan dan energi yang hilang saat olahraga. Terutama untuk jenis olahraga intensitas sedang-tinggi. Seperti cardio maupun kombinasi cardio dengan strength training,” sebutnya.

Bagi yang sibuk dan tidak punya waktu olahraga di sore hari, sebut Rifza, sempatkan waktu olahraga di pagi hari selepas shalat Subuh. “Untuk pagi hari lakukan olahraga intensitas rendah-sedang. Seperti jalan cepat, bersepeda, yoga, maupun jogging. Hindari jenis olahraga yang menguras tenaga seperti HIIT Cardio,” ungkap Rifza.

Kedua, jaga asupan makan. Untuk dapat beraktivitas dengan baik sekaligus olahraga, perlu menjaga asupan makanan bergizi seimbang pada kedua waktu makan tersebut. “Usahakan untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang dengan porsi yang sesuai,” ungkap Rifza.

Ketiga, penuhi kecukupan air. Anda bisa mencukupi kebutuhan air minum saat puasa dengan metode 2 – 4 – 2, yaitu 2 gelas setelah berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur.

Terakhir, memperhatikan waktu tidur saat puasa. Orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7 – 9 jam per hari. Waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi metabolisme dan kinerja tubuh. Selain itu, tidur cukup juga dapat membantu memulihkan tubuh dan meningkatkan kebugaran tubuh untuk beraktivitas keesokan harinya.

“Oleh karena itu, tidur siang selama 30 menit sampai 1 jam saat berpuasa kadang diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45