Dirut RSUP Dr M Djamil: Beri Dukungan Penuh untuk Ibu Menyusui

Berbicara menyusui berarti berbicara tentang fondasi dasar yang akan membentuk Generasi Emas Indonesia pada tahun 2045. Tidak hanya melihat dari aspek kesehatan saja. Akan tetapi juga sebagai bentuk investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang.

“Namun, kita harus mengakui tidak semua ibu memiliki akses yang sama terhadap dukungan dalam proses menyusui,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat Webinar Kesehatan Ibu dan Anak “Memperkecil Kesenjangan: Dukungan Semua untuk Ibu”, Sabtu (19/10).

Webinar ini terselenggara atas kerja sama RSUP Dr M Djamil, Departemen IKA dan Obgyn Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, BP2ASI dan IDAI Sumbar. Dan diadakan dalam rangka HUT ke-71 RSUP Dr M Djamil.

Menghadirkan narasumber yakni Dr dr Roza Sriyanto SpOG Subsp KFM mengupas tentang Dukungan Nutrisi pada Ibu Hamil Kurang Energi Kronis, dr Utami Roesli SpA MBA FABM IBCLC mengupas tentang Peran Kunci Tenaga Kesehatan dalam Keberhasilan Menyusui Ibu. Kemudian dr Asrawati SpA (K) mengupas tentang Menyusui untuk Generasi Emas 245. Webinar ini dimoderatori dr Nice Rachmawati Masnadi SpA (K).

Ia mengatakan masih banyak tantangan yang harus diatasi terhadap hal tersebut. Mulai dari kekurangan informasi, keterbatasan akses terhadap tenaga kesehatan yang kompeten, hingga masalah gizi yang dialami oleh ibu-ibu hamil. Oleh karena itu, di sinilah peran kita semua menjadi sangat penting. “Kita perlu memastikan setiap ibu hamil mendapatkan dukungan nutrisi yang cukup, agar mereka bisa melahirkan anak yang sehat dan tumbuh optimal,” tutur dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ia menegaskan di sinilah, peran kunci tenaga kesehatan dalam keberhasilan menyusui. Tenaga kesehatan harus menjadi garda terdepan, memberikan pendampingan dan edukasi yang tepat, agar proses menyusui berjalan dengan baik. “Ini bukan hanya tanggung jawab profesi, tetapi juga tanggung jawab moral kita dalam memastikan kesehatan generasi mendatang,” ungkapnya.

Dovy berharap melalui webinar ini, mampu bersama-sama mengoptimalkan dukungan bagi para ibu dan anak di Indonesia. “Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata untuk mencapai cita-cita kesehatan yang lebih baik bagi bangsa,” ucapnya.

Sementara Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar Dr dr Finny Fitri Yani SpA (K) mengatakan menyusui bayi oleh ibu kandung merupakan suatu fitrah manusia yang sejak dulu kala secara otomatis sudah dilakukan.

“Ternyata itu hal yang sangat penting. Karena di dalam susu ibu itu terkandung berbagai macam zat yang bermanfaat untuk bayi. Yakni protein, asam amino, sel imunitas, zat-zat mikronutrien yang berperan di dalam tumbuh kembang bayi. Bukan hanya untuk bayi kecil dari 1 tahun dan kecil dari 2 tahun tetapi menjadi basic untuk tumbuh kembangnya sampai dewasa dan tua,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan ASI juga mencegah terjadi penyakit degeneratif yang muncul pada usia tua. Ini sangat penting. “Tetapi dalam kenyataannya, ASI dieliminasi. Ada yang tidak memberikan, ada yang menggantikannya dengan susu formula, ada yang menggantikannya dengan MPASI yang lebih cepat. Hal-hal tersebut harus dihindari,” sebutnya.

Ia mengatakan ibu-ibu harus diberi pengetahuan yang layak dan cukup tentang ASI. Sehingga mereka memiliki motivasi yang kuat untuk menyusui bayi. “Tetapi motovasi ibu tidak saja cukup. Ternyata ibu juga butuh didukung lingkungannya. Baik dukungan suami, orangtua dan lingkungan sekitar. Dan proses menyusui itu bukan hanya menjadi hubungan ibu dan bayi. Tapi juga hubungan dengan lingkungannya,” tuturnya.

Karena itulah, sebut Finny, kita harus mempromosikan dukungan menyusui kepada ibu yang dilakukan oleh lingkungan. “Jadi bukan hanya memotivasi ibu tapi juga orang-orang di sekeliling ibu harus paham kenapa ibu harus menyusui dan kenapa bayi harus diberi ASI eksklusif. Hal inilah yang harus dipahami orang tua, suami dan lainnya. Bahwa ASI itu tidak bisa tergantikan,” tukasnya.(*)

Bahas Layanan Neurointervensi, RSUP Dr M Djamil Terima Kunjungan RSUD dr Rasidin

RSUP Dr M Djamil menerima kunjungan tim RSUD dr Rasidin Kota Padang di Aula Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (18/10). Kunjungan itu membahas rencana pengembangan dan pengampuan layanan neurointervensi.

“Saat ini, program pengampuan stroke yang tengah berjalan bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan stroke di seluruh fasilitas kesehatan. Sehingga lebih banyak rumah sakit di Indonesia yang mampu menangani kasus stroke dengan baik dan sesuai standar,” kata Direktur Medik dan Keperawatan diwakili Manajer Pelayanan Medik dr Nirza Warto SpTHT KL (K) saat Rapat Koordinasi Neurointervensi bersama RSUD dr Rasidin Padang.

Ia mengatakan dengan semakin banyaknya rumah sakit yang terlibat dalam program ini, harapannya pelayanan stroke akan semakin merata dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

“Tentu, berharap pelayanan yang kita berikan tidak hanya mampu menyelamatkan pasien agar pulang dalam keadaan hidup. Tetapi ke depannya, pasien bisa pulang dalam keadaan sehat dan tanpa kecacatan berarti,” ucapnya.

Ia menekankan melalui dukungan pembinaan kepada RSUD, termasuk RSUD dr Rasidin ini, kita dapat terus meningkatkan kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang optimal bagi pasien stroke. “Pelayanan yang cepat, tepat, dan komprehensif dibutuhkan untuk menurunkan tingkat kecacatan dan kematian akibat stroke,” harap dr Nirza Warto.

Maka dari itu, tutur dr Nirza, RSUP Dr M Djamil menyambut baik kunjungan tim RSUD Rasidin. “Dengan harapan kita bisa membahas lebih lanjut terkait rencana pengembangan layanan neurointervensi di rsud rasidin. Dan melalui rapat koordinasi ini dapat menghasilkan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas layanan stroke di RSUD dr Rasidin. Ini demi kesehatan dan keselamatan pasien,” harapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Rasidin dr Desy Susanty mengatakan saat ini, RSUD dr Rasidin telah ditetapkan sebagai rumah sakit dengan stratifikasi madya. Rumah sakit dengan stratifikasi madya ini harus mampu melaksanakan tindakan-tindakan penting. Seperti trombolisis, trombektomi, dan coiling. “Tindakan-tindakan ini krusial dalam menangani kasus stroke akut dan meminimalisir dampak yang lebih parah pada pasien,” ucapnya.

Untuk mendukung kemampuan tersebut, salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah adanya spesialis neurointervensi. Adanya spesialis ini menjadi kunci dalam tindakan-tindakan yang disebutkan sebelumnya. Dan sudah menjadi keharusan bagi rumah sakit dengan stratifikasi madya untuk memilikinya.

“Dimana nanti pada akhir tahun ini kami akan kedatangan peralatan cathlab dari Kementerian Kesehatan yang mana utilisasinya bisa untuk jantung dan neuro. Namun permasalahannya, saat ini belum ada neurointervensi di Rasidin. Makanya kami melakukan koordinasi dan rencana pengampuan layanan neurointervensi dengan RSUP Dr M Djamil,” tukas dr Desy. (*)

RSUP Dr M Djamil Hadirkan Layanan Farmakogenomik

RSUP Dr M Djamil telah menyediakan layanan farmakogenomik untuk pasien-pasien yang menginginkan pengobatan presisi (precision medicine). Pemeriksaan farmakogenomik dapat memberikan pengobatan yang presisi karena memungkinkan dokter untuk menyesuaikan terapi obat secara individual berdasar respons genetika pasien terhadap obat tertentu.

“Farmakogenomik merupakan suatu ilmu tersendiri dari farmakologi atau pengetahuan tentang obat yang melihat aspek genetik seseorang sebagai satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan satu obat bekerja di tubuh pasien,” kata dokter spesialis farmakologi klinis Dr dr Gestina Aliska Sp FK di Klinik Istano Pagaruyuang RSUP Dr M Djamil, Kamis (17/10).

Ketika, tutur Gestina, misalnya saat kita sakit dan minum obat. Sebenarnya tubuh kita  memengaruhi obat itu sendiri. “Jadi farmakogenomik ini, kita akan melihat seberapa gen di tubuh kita berdampak kepada obat tersebut. Apakah bisa bekerja dengan baik atau tidak dengan beberapa pemeriksaan dari darah pasien. Atau pun dari DNA pasien,” tuturnya.

Ia mengatakan pasien-pasien yang mendapatkan pemeriksaan ini biasanya pasien-pasien yang obat digunakan itu cenderung metabolismenya terpengaruh oleh gen di dalam tubuh pasien. Terutama di dalam fungsi hati. “Misalnya obat itu masuk kemudian hatinya itu memetabolisme atau mengubah obat tersebut cepat atau lebih lambat. Nah hal itu yang membedakan masing-masing obat tersebut berefek atau tidak,” ungkap lulusan program spesialis Fakultas Kedokteran UI ini.

Sehingga, sebutnya, cenderungnya saat ini pasien dengan penyakit jantung, penyakit stroke, dan penyakit degeneratif (seperti diabetes, penyakit dislipidemia atau hipokolesterol) serta pasien psikiatri rata-rata mendapatkan obat jangka panjang. “Dengan konsumsi obat jangka panjang, maka kita harus lihat apakah berguna obat ini diberikan pada pasien tersebut. Maka memang saat ini ditargetkan adalah pasien-pasien kelompok penyakit sepert itu dan akan menggunakan obat jangka panjang,” paparnya.

Ia menyebutkan ada dua indikasi pemeriksaan itu. Pertama, ada pasien yang sudah menggunakan obat saat ini namun ternyata efek yang terjadi tidak seperti yang diharapkan. “Artinya seharusnya sudah memberikan respons tetapi tidak. Atau kedua pada dosis orang yang biasanya itu baik, pada pasien ini malah muncul efek samping. Pada kondisi ini pasien yang sudah minum obat maka kita sudah bisa lakukan pemeriksaan,” sebutnya.

Kedua, pada orang-orang mungkin belum terkena penyakit dan belum minum obat tertentu tapi ingin tahu dia misalnya nanti suatu waktu sakit, obat-obat apa saja yang boleh dan tidak boleh dia diminum atau berguna atau tidak ketika dia minum satu obat. “Nah ini kita namakan kelompok preemtif. Jadi sebelum ada penyakitnya, kita sudah tahu. Sekali kita periksa gambaran genetik itu akan selalu bisa kita pakai untuk melihat ke depan obat-obat apa yang bisa kita gunakan,” tuturnya.

Ia menyebutkan sejauhmana manfaat layanan ini. Pertama efisiensi dan efektivitas itu bisa menghindari orang yang seharusnya tidak memerlukan obat-obat tertentu menjadi lebih cepat tahu obat apa yang sesuai untuk dia. “Kemudian cost atau biaya seharusnya tidak mengeluarkan uang yang sekian tahun menunggu untuk obat uang yang tidak sesuai dapat dipotong dengan pemeriksaan ini,” ungkapnya.

Untuk dokter dan klinisi akan lebih mudah mengevaluasi dari segi follow up jangka panjang pasien. “Contoh pasien stroke akan menggunakan obat clopidogrel jangka panjang. Kita tahu clopidogrelnya sendiri misalnya seseorang tidak cocok secara genetik karena metabolisme obat tidak baik atau tidak berfungsi. Clopidogrelnya diminum tidak ada perubahan apa pun di dalam tubuhnya. Karena dia tidak termetabolisme di dalam tubuh pasien,” sebutnya.

Ia mengatakan hal-hal seperti ini membantu dokter untuk lebih cepat juga untuk mengganti terapi menjadi terapi yang lebih sesuai. “Dan juga menurunkan angka kesakitan karena suatu penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan obat yang lebih sesuai,” ungkapnya.

Ia memaparkan uji farmakogenomik menggunakan sampel usapan pipi sebagai sumber materi genetik . Setelah dikumpulkan, sampel diproses melalui serangkaian langkah yang menghasilkan ekstraksi DNA, pemurnian, dan pembuatan genotipe. “Untuk pengambilan sampel sudah tersedia di RSUP Dr M Djamil. Namun untuk pemeriksaan sampel akan kita kirim ke Jakarta,” sebutnya.

Ia mengatakan rata-rata tujuh hari hasil pemeriksaan itu baru bisa keluar dan data lengkap, kita akan mengedukasi pasien dengan data tersebut. “Jadi apakah obat yang saat ini diminum keudian kita lihat apakah obat-obat ini masih bisa dilanjutkan untuk pasien ini,” ujar Gestina.

Ia menekankan hasil yang diperoleh pasien berupa rekomendasi. “Jika pasien kiriman dokter maka rekomendasinya diberikan ke dokter yang mengirim. Keputusan untuk mengubah dosis obat itu kita kembalikan ke dokter yang merawat. Ini sebagai upaya menjaga hubungan dengan dokter yang merawatnya. Jika tidak kiriman dokter berarti berupa edukasi pada pasien tersebut,” tuturnya. 

Bagi tanpa kiriman dokter, sebut Gestina, pasien silakan daftar langsung ke Poliklinik Farmakologi di Klinik Istano Pagaruyuang. Jika kiriman dokter, berarti dengan kiriman dokter itu dia datang ke klinik ini . “Sehingga akan beda hasilnya rekomendasinya tentu dengan bahasa medis juga pada dokternya. Sedangkan untuk pasien tentu bahasa pasien juga,” ungkapnya.

Ia menggaris bawahi untuk layanan Farmakogenomik ini belum dikover BPJS Kesehatan. “Dengan tarif berkisar di antara Rp 4,5 juta sampai Rp 5 juta,” tukasnya.

Sementara Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan RSUP Dr M Djamil telah menghadirkan layanan pasien-pasien yang menginginkan pengobatan presisi yakni Farmakogenomik. Pasien akan mendapatka layanan dari dokter spesialis Farmakologi Klinis.

“Ini menunjukkan RSUP Dr M Djamil sebagai rumah sakit rujukan wilayah Sumatera Bagian Tengah telah mampu memberikan layanan Farmakogenomik. Ini sebagai bentuk menghadirkan layanan prima sesuai dengan kebutuhan pasien,” tukas dokter spesialis Fetomaternal ini.(*)

Wirid Mingguan RSUP Dr M Djamil, Civitas Hospitalia Diajak Perbanyak untuk Istighfar

Istighfar merupakan salah satu kalimat istimewa dalam Islam. Kalimat ini memiliki keutamaan serta manfaat bagi yang terus melafalkannya. Untuk mendapatkan keutamaannya, maka amalkanlah setiap hari.

“Beristighfar dalam filosofi Islam, bermakna sebagai seseorang yang selalu memohon ampunan atas kesalahan dan terus berusaha untuk menaati perintah Tuhan dan tidak melanggarnya,” kata Ustad Martono SPdI MA saat Wirid Mingguan di Masjid Asy Syifa Kompleks RSUP Dr M Djamil, Jumat (18/10).

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Ketua DWP RSUP Dr M Djamil Ny Winanda Dovy Djanas dan civitas hospitalia.

Ia mengatakan manusia memang tidak luput dari dosa karena sudah kodratnya sebagai tempat luput dari dosa dan lupa. “Manusia yang menyadari kesalahannya dianjurkan untuk cepat bertobat dengan memperbanyak istighfar agar mendapat ampunan Allah SWT,” ucapnya.

Ada pun keutamaan Istighfar untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Pertama, ketenangan hati. Ketika istighfar akan merasakan kedekatan dan keyakinan kepada Allah SWT.

“Hal ini dapat membawa ketenangan dan kedamaian dalam hati, mengurangi rasa khawatir dan kegelisahan. Hal ini membuat pikiran lebih jernih dalam menghadapi berbagai kondisi dalam hidup,” ucap Martono.

Kedua, terhindar dari azab atau bencana. “Dengan kita sering bertaubat, mengingat Allah dan melafalkan istigfar dalam setiap helaan nafas, maka Allah akan melindungi hambaNya dari segala marabahaya,” tuturnya.

Martono menyebutkan terakhir memperlancar rezeki. “Dengan istighfar tidak hanya menenangkan hati, namun dapat memenuhi kebutuhan lain seperti rezeki berupa materi, kesehatan, keselamatan, dan lainnya,” ungkap Martono.

Sementara Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) mengatakan Istighfar merupakan ucapan yang berisi permohonan ampun kepada Allah atas segala kehilafan dan dosa-dosa yang telah kita lakukan. “Untuk itu kami mengajak civitas hospitalia untuk terus dan perbanyak istighfar. Dengan sering mengucap istighfar makin banyak manfaat yang akan dirasakan,” ucap Bestari.(*)

World Spine Day; Kenali Fungsi, Risiko dan Cara Merawat Tulang Belakang

Setiap tahun pada tanggal 16 Oktober diperingati Hari Tulang Belakang Sedunia (World Spine Day). Peringatan ini didedikasikan untuk mempromosikan kesehatan tulang belakang dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang.

“Tulang belakang itu terdiri dari beberapa komponen. Yakni bagian leher, bagian punggung, bagian pinggang dan bagian tulang ekor. Semua itu menjadi satu kesatuan yang dinamakan tulang belakang. Ketika tulang belakang kokoh, maka kokohlah kita berdiri. Ketika tulang belakang bermasalah maka kita tidak bisa jalan dan aktivitas berdiri tegak,” kata dokter spesialis ortopedi ahli spine Dr dr Roni Eka Sahputra SpOT (K) Spine di Poliklinik Eksekutif RSUP Dr M Djamil.

Tulang belakang itu, sebutnya, harus kuat dan mempunyai stabilitas yang mumpuni untuk bisa berjalan, berlari maupun aktivitas fisik. “Ketika bermasalah satu komponen tulang belakang itu, kita tidak bisa jalan. Atau mengenai sarafnya bisa lumpuh,” ucapnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumbar ini mengatakan tulang belakang itu memiliki fungsi sebagai struktur penopang. Tulang belakang melindungi saraf tulang belakang medula spinalis (spinal cord) yang sangat vital. Saraf ini membawa sinyal antara otak dan seluruh tubuh, sehingga sangat penting untuk dijaga agar terlindungi dari cedera.

“Akan tetapi ketika tulang itu lunak karena infeksi, trauma, jatuh, kecelakaan atau penyebab karena tumor yang menggerogoti tulangnya sehingga tulang menjadi lemah maka menekan syarafnya. Kondisi ini menjadi lumpuh,” ujar Dr dr Roni.

Malah terjadi pada orangtua umur 70 tahunan mengalami osteoporosis atau tulang rapuh. “Ketika dia jatuh sedikit saja mengakibatkan tulangnya patah dan menekan syarafnya. Maka akan lumpuh,” sebutnya.

Ia menyebutkan penyebab cedera tulang belakang secara umum ada lima. Yaitu karena bawaan atau kongenital, trauma (jatuh yang mengakitbatkan trauma atau cedera pada tulang belakang yang melibatkan saraf). Kemudian infeksi dimana infeksi yang terbanyak di Indonesia yakni kuman TBC. Selanjutnya tumor dan degeneratif. “Lima penyebab inilah yang biasa kita kupas setiap pasien yang datang,” ucap Dr dr Roni.

Ia juga memaparkan berbagai kelainan tulang belakang. Paling sering terjadi adalah skoliosis dimana tulang belakang melengkung ke samping, membentuk huruf S atau C. Skoliosis kongenital adalah jenis kelainan tulang belakang bawaan yang paling umum. Dan paling banyak diderita oleh kaum perempuan.

“Terhadap kasus ini harus segera kita periksa. Kita ukur sudutnya. Kalau memang sudah ada indikasi untuk dilakukan tindakan harus segera dilakukan tindakan. Jika kita tunggu, itu progresif. Sudutnya semakin berat dan akan membahayakan dari fungsi organ lainnya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, sebut Dr dr Roni, tulang belakang harus dirawat. Pertama harus punya aktivitas fisik yang rutin. Di antaranya jalan pagi dan paparan sinar matahari. Caranya bisa berjemur di pagi hari selama 5–15 menit, sebanyak 3 kali dalam seminggu. “Sinar matahari pagi merupakan sumber vitamin D yang baik untuk tubuh, karena dapat membantu penyerapan kalsium. Vitamin D berperan penting dalam pembentukan tulang baru dan menjaga kesehatan tulang,” ucapnya.

Kemudian, cara lainnya dengan rutin berolahraga atau berenang, memperbanyak konsumsi kalsium, tidur cukup dan jaga berat badan sehat. “Kebiasaan itu terjaga berarti telah merawat tulang belakang,” tuturnya.

Terpisah, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan kesehatan tulang belakang merupakan elemen penting yang menjaga keseimbangan dan mobilitas tubuh. Tulang belakang yang sehat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan dan membantu mencegah berbagai masalah kesehatan. “Tulang belakang merupakan struktur pendukung utama tubuh dan kesehatannya dapat secara langsung memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan,” sebutnya.

Ia menekankan merawat kesehatan tulang belakang sangat penting untuk mencegah rasa sakit dan menjaga mobilitas. “Tulang belakang yang sehat memungkinkan kinerja aktivitas kehidupan sehari-hari yang nyaman dan juga membantu menjaga postur tubuh,” ungkap Dovy.

Ia menyebutkan RSUP Dr M Djamil sebagai rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan dan rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera bagian Tengah memiliki poliklinik ortopedi dan traumatologi. Poliklinik ini terletak di lantai 1 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. “Pasien bisa mendapat perawatan salah satunya kasus tulang belakang pada poliklinik ini. Dan ditangani oleh dokter spesialis ortopedi ahli spine berpengalaman dengan sarana prasarana memadai,” tukas dokter spesialis Fetomaternal ini.(*)

Kajian Islam DWP M Djamil, Dr Ulfatmi Kupas Tuntutan Islam dan Problematika Kehidupan

Dharma Wanita Persatuan RSUP Dr M Djamil mengadakan kajian Islam dan pertemuan bulanan di Auditorium Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (15/10). Dalam kajian Islam itu menghadirkan pakar konseling Islam Dr Hj Ulfatmi Amirsyah MAg yang membahas tentang Tuntutan Islam dan Problematika Kehidupan.

“Sikap seorang mukmin, ketika dia bermasalah, baginya sama saja. Ketika dia mendapatkan kebahagiaan dia bersyukur kepada Allah SWT.  Dan dia tetap menjaga kualitas ibadah dan amal saleh,” kata Pakar Konseling Islam Dr Hj Ulfatmi Amirsyah MAg saat memberikan tausiah.

Turut dihadiri Ketua DWP RSUP Dr M Djamil Ny Winanda Dovy Djanas, pengurus dan anggota DWP.

Ia mengatakan ketika mendapat ujian, dia tetap bersyukur. Kenapa? Karena dia sadar betul. “Ini adalah yang terbaik oleh Allah SWT untuk saya. Allah ingin membelai saya dengan ujian-ujian. Ketika saya dibelai, saya makin dekat dengan Allah SWT,” tutur dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang ini.

Untuk membantu menjalani hidup yang lebih baik, kata Ulfatmi, ada beberapa cara mengatasi masalah. Yakni ikhtiar. “Berserah diri bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Berserah diri adalah sebuah upaya untuk bisa menemukan solusi dari masalah yang dihadapi,” ungkapnya.

Kemudian, tutur Ulfatmi, temukan akar permasalahannya. Dengan mengetahui akar permasalan secara jelas, Anda bisa mengetahui dengan benar bahwa upaya yang dilakukan sudah berjalan di trek yang benar.

Ia mengatakan cara berikutnya tidak membesarkan masalah. Lihat sudut pandangan lain. “Berpikirlah positif, berdoa penuh keyakinan. Tak kalah pentingnya evaluasi diri,” tuturnya.

Sementara Ketua DWP RSUP Dr M Djamil Ny Winanda Dovy Djanas mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota Dharma Wanita Persatuan serta ajaran Islam dan pelaksanaannya. “Berharap agar para anggota Dharma Wanita Persatuan RSUP Dr M Djamil bisa memperoleh tambahan pengetahuan tentang ajaran Islam dan bisa mengamalkannya,” harapnya.

Diketahui tidak hanya kajian Islam, DWP RSUP Dr M Djamil mengadakan pertemuan bulanan. Sekaligus penyerahan doorprize.(*)

RSUP Dr M Djamil-PT KAI Tandatangani Kesepakatan Pembayaran Ganti Rugi Aset Tanah

Setelah penantian panjang, pembayaran ganti rugi atas pelepasan aset PT KAI  (Persero) untuk pengembangan layanan kelas rawat inap standar (KRIS) RSUP Dr M Djamil akhirnya disepakati. Selasa (15/10) telah dilangsungkan penandatanganan kesepakatan tersebut di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung dr Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Kesepakatan ini ditandatangani Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua bersama Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI Dadan Rudiansyah. Disaksikan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dr Azhar Jaya SH SKM MARS, Sekretaris Kementerian BUMN Rabin Indrajad Hattari dan Anggota DPR RI Andre Rosiade.

“Kami bersyukur Kementerian BUMN dalam hal ini PT KAI (Persero) setuju memberikan aset tanah kepada RSUP Dr M Djamil. Pada tanah itu akan kami bangun gedung rawatan kelas rawat inap standar di RSUP Dr M Djamil. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada anggota DPR RI Andre Rosiade yang telah memberikan dukungan selama ini,” kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dr Azhar Jaya SH SKM MARS saat memberikan sambutan.

Turut dihadiri Ketua Konsil Kesehatan Indonesia drg Arianti Anaya MKM, Dewan Pengawas RSUP Dr M Djamil, Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Dr M Djamil Luhur Joko Prasetyo, Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS dan undangan lainnya.

Ia mengatakan pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Perpres itu mengamanatkan pelayanan kesehatan peserta BPJS Kesehatan berlaku Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

“KRIS merupakan upaya untuk perbaikan layanan dan keselamatan pasien, termasuk pasien peserta BPJS Kesehatan. Dan  standar minimum pelayanan rawat inap yang wajib diterima oleh semua peserta BPJS Kesehatan,” tuturnya.

Ia memaparkan kebijakan KRIS ini, satu kamar maksimal empat tempat tidur dengan jarak tertentu yang menjamin pasien tetap sehat dan tidak terinfeksi dengan yang lain ketika dirawat. Serta sirkulasi udara yang diatur. “Sehingga pasien merasa nyaman untuk diberikan perawatan. Dan kita berharap bisa sampai sembuh,” harapnya.

Tentu saja, tutur Azhar Jaya, dengan adanya maksimal empat tempat tidur dalam satu ruangan, terjadi pengurangan kapasitas tempat tidur. “Kami sudah memapping di seluruh Indonesia, dengan kebijakan KRIS ini akan berkurang 10-15 persen tempat tidur. Termasuk di RSUP Dr M Djamil,” ucapnya.

Ia mengatakan adanya kekurangan tempat tidur atas kebijakan KRIS itu harus segera ditambah sehingga tidak membuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat terganggu. “Dengan keberadaan lahan ini, maka ruang rawat inap di RSUP Dr M Djamil akan bertambah. Sehingga ke depannya RSUP Dr M Djamil bisa memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat di Indonesia khususnya Sumatera Barat,” harap dr Azhar Jaya.

Sekretaris Kementerian BUMN Rabin Indrajad Hattari mengatakan penandatanganan kesepakatan ini sebagai salah satu bentuk wujud nyata hadirnya BUMN di tengah masyarakat. “Apa yang dilakukan hari ini adalah konstitusionalitas. Memang ada proses yang dilewati dalam pelepasan aset ini. Apalagi aset negara. Jadi kami memastikan tertata dan berjalan dengan baik. Dan pasti akan kami carikan solusinya,” sebutnya.

Setelah dicek pada Kementerian Kesehatan, tutur Rabin, ada tiga rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan di wilayah Sumatera. Salah satunya RSUP Dr M Djamil. “Ini bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Dan tugas BUMN salah satunya adalah hadir di tengah masyarakat. Kami juga memastikan pelayanan kesehatan hadir di tengah masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan pengalihan aset tanah PT KAI ke RSUP Dr M Djamil dibutuhkan untuk pengembangan kelas rawat inap standar dan juga pengembangan masterplan yang sudah disetujui oleh Menteri Kesehatan.

“Tentunya ini sangat bermanfaat. Dimana layanan rawat inap standar dan kebutuhan tempat tidur pasien yang selama ini masih kurang. Dan ini bisa kita manfaatkan lahannya untuk pengembangan rumah sakit ke depan,” tutur dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ia berharap dengan adanya penandatanganan kesepakatan ini akan menjadi momentum yang baik bagi RSUP Dr M Djamil. Sehingga pengembangan rumah sakit ini akan menjadi suatu hal yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat.

“Kita akan membuktikan bahwa kita bisa menjadi rumah sakit yang terbaik, rumah sakit yang unggul dan rumah sakit terpercaya. Ini akan menjadi kekuatan kita dalam melangkah lebih baik lagi di dalam memenuhi ekspektasi masyarakat ke depannya,” harap Dovy.

Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI (Persero) Dadan Rudiansyah mengatakan PT KAI sebagai bagian dari Kementerian BUMN mempunyai salah satu misinya menjadi agen pembangunan. “Tentunya kami mendorong dan mensupport di seluruh bidang. Bahwa PT KAI selalu berharap selalu terdepan dalam misi sosial. PT KAI tidak ada apa-apanya tanpa masyarakat,” tuturnya.

Ia mengatakan pihaknya menyambut baik adanya kesepakatan kerja sama dengan RSUP Dr M Djamil. “Selain pengembangan layanan KRIS, ada peluang aset yang bisa dikembangkan. Misalnya peluang tata kelola parkir dan penunjang rumah sakit lainnya. InshaAllah bisa dikolaborasikan,” tukasnya. (*)

RSUP Dr M Djamil-FK Unand Adakan Webinar Internasional Update For Child Lung Health

RSUP Dr M Djamil bersama Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand) mengadakan webinar internarnasional di Ruang Pertemuan Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr M Djamil, Senin (14/10). Webinar yang bertemakan Update For Child Lung Health ini dalam rangka Hari Kesehatan Nasional dan HUT ke-71 RSUP Dr M Djamil.

Dalam webinar itu menghadirkan narasumber Ketua Kelompok Staf Medis (KSM) Departemen Ilmu Kesehatan Anak Dr dr Finny Fitri Yani SpA (K) mengupas tentang Challenges of Management of Child Lung Health in dr M Djamil Hospital. Dan Melbourne Chlidrens Global Health The Burnet Institute The Union Prof Stephen M Graham MD PhD mengupas tentang Child Lung Health: Update on Pneumonia and Tuberculosis. Dimoderatori dr Riki Alkamdani SpA.

“Webinar ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara RSUP Dr M Djamil dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Ini sekaligus menjadi wujud komitmen kami dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik medis. Khususnya di bidang kesehatan anak yang memiliki peran penting dalam mewujudkan generasi penerus yang sehat dan kuat,” kata Plh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr M Djamil dr Kino SpJP (K) saat memberikan sambutan secara virtual.

Penyakit paru pada anak, tuturnya, adalah isu kesehatan global yang memerlukan perhatian khusus. “Melalui webinar ini, kita akan mendapatkan wawasan terbaru tentang diagnosis, terapi, dan pencegahan berbagai penyakit paru pada anak,” ucap dr Kino.

Ia berharap melalui webinar ini dapat memperkuat kapasitas para tenaga medis di Indonesia khususnya Sumatera Barat. Serta menjadi media pertukaran pengetahuan antara praktisi kesehatan di berbagai belahan dunia. “Semoga ilmu yang dibagikan ini dapat menjadi bekal bagi kita semua untuk meningkatkan layanan kesehatan, khususnya di bidang pulmonologi anak,” harap dr Kino.

Ia mengatakan para peserta webinar dapat memanfaatkan momen tersebut untuk belajar dan mengembangkan diri. “Ini demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan di bidang kesehatan anak,” ucapnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Unand Prof Dr dr Afriwardi SH MA SpKO Subsp APK (K) berharap para peserta untuk dapat mengikuti webinar internasional ini dengan baik. Apalagi webinar tersebut menghadirkan narasumber dari Melbourne Chlidrens Global Health The Burnet Institute The Union Prof Stephen M Graham MD PhD.

“Sehingga para peserta akan mendapatkan output yang memadai tentang ilmu kesehatan anak yang terbaru atau update. Oleh karena itu kami meminta para peserta agar bisa menimba ilmu sebaik-baiknya melalui webinar ini,” harapnya.

Pada webinar tersebut, narasumber Prof Stephen M Graham MD PhD memaparkan perkembangan penyakit paru pada anak dan remaja di low middle income countries (LMICS atau negara berkembang. “Infeksi pernapasan penyebab utama kesakitan pada bayi dan anak pada bidang kesehatan. Terutama pada tuberkulosis merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian ibu dan anak secara global. TBC dan HIV merupakan penyakit menular utama yang menyebabkan kesakitan dan kematian pada remaja secara global. Dan prevalensi asma meningkat dan kematian terbanyak di negara berkembang,” paparnya.

Sementara Ketua KSM Departemen Ilmu Kesehatan Anak Dr dr Finny Fitri Yani SpA (K) memaparkan tantangan manajemen penyakit paru pada anak di RSUP Dr M Djamil. Dan juga memaparkan lima penyakit pernapasan teratas pada bangsal anak RSUP Dr M Djamil.

“Yakni bronko pneumonia + penyakit jantung bawaan, laringomalasia + komorbid, tuberkulosis paru + TB meningitis, chronic respiratory symtomps due to CP and penyakit komorbid lainnya. Dan pneumonia aspirasi,” sebut Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumbar ini.(*)

2026, RSUP Dr M Djamil akan Lakukan Pengembangan Rumah Sakit

RSUP Dr M Djamil bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero akan melakukan penandatangan perjanjian tentang Pembayaran Ganti Rugi atas Pelepasan Aset PT KAI (Persero) untuk Pengembangan Layanan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Penandatanganan itu akan dilangsungkan di Ruang Rapat lantai 2 Gedung dr Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, besok (15/10).

“Penandatanganan perjanjian ini sebagai bentuk kemajuan bagi RSUP Dr M Djamil. Bahwa kita RSUP Dr M Djamil sedang berproses dalam mengembangkan layanan yang lebih baik,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat Apel Pagi di pelataran lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (14/10).

Turut hadir saat apel pagi yakni Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, manajer, asisten manajer, dan civitas hospitalia.

Ia mengatakan pada saat ini, bangunan dan sarana prasarana RSUP Dr M Djamil masih tertinggal dibanding rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan lainnya. Tapi sumber daya manusianya luar biasa dan cukup. “Saat ini kondisi bangunan rumah sakit yang menumpuk dengan analisa dampak lingkungan (Amdal) yang tidak memadai. Alhamdulillah mohon doanya nanti kita bisa mengembangkan masterplan ini,” ucap Dovy.

Pada tahun 2026, sebut Dovy, InshaAllah masterplan pengembangan rumah sakit masuk ke daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA). Ini nanti akan dibangun pada lahan PT KAI (Persero). Bahkan lahan TNI juga akan menjadi pengembangan masterplan ke depannya.

“Semua ini berkat kerja sama kita semua. Mohon doanya. Apapun yang kita lakukan untuk RSUP Dr M Djamil adalah untuk kebaikan. Baik untuk kita semua maupun bagi siapa yang melanjutkan keberlangsungan dari rumah sakit ini,” ungkap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ia menekankan pihaknya sudah koordinasikan dengan Kementerian Kesehatan terhadap masterplan ini. “Alhamdulillah masterplan ini sudah disetujui Menteri Kesehatan. Dan akan dikembangkan dalam lima tahun ke depan.,” tuturnya.

Dalam masterplan ini, sebut Dovy, kapasitas tempat tidur menjadi 1.353 tempat tidur. Di samping itu, bangunan ini akan terintegrasi, ada lahan hijau, sentral medik unit. Ada juga ruang IGD, ruang operasi, ruang intensif. Kemudian juga ada untuk layanan BPJS Kesehatan dan Non-BPJS Kesehatan. “Ini artinya kita punya peluang mari kita manfaatkan,” tuturnya.

Ia mengatakan apa yang dilakukan civitas hospitalia rumah sakit adalah sebuah kemajuan yang luar biasa baik akselerasi-akselerasi maupun layanan-layanan yang diberikan. “Itu sangat banyak diapresiasi oleh masyarakat. Karena kita memang bertransformasi ke arah yang lebih baik,” tukas Dovy.(*)

Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Stres Kerja

Bagi banyak orang, pekerjaan adalah bagian penting dari kehidupan mereka, tetapi tekanan dan stres yang berhubungan dengan pekerjaan dapat mengganggu kesejahteraan mental. Oleh karena itu, penting untuk mengenali pertanda stres serta bagaimana mengatasi stres kerja agar dapat menjaga kesehatan mental dengan baik.

“Stres kerja merupakan perasaan yang menekan atau tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Stres kerja juga terjadi ketika seseorang dihadapkan pada tuntutan pekerjaan yang melampaui kemampuan indivdunya,” kata Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dr Taufik Ashal SpKJ (K) saat Sosialisasi Kesehatan Mental pada Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Taman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr M Djamil, Kamis (10/10).

Ia mengatakan stres kerja ini dialami oleh tenaga kerja dan melibatkan organisasi atau perusahaan tempat kerja. Disebabkan oleh pekerjaan atau persoalan individu atau rumah tangga. “Sehingga berdampak pada merugikan perusahaan,” tuturnya.

Sumber stres, tuturnya, faktor eksternal atau working condition. Berupa lingkungan kerja yang buruk, overload, kondisi kerja yang tidak lagi menantang dan menarik bagi karyawan, kurang komunikasi sosial, muncul keluhan kebosanan dan tidak puas. Kemudian pekerjaan berisiko tinggi, konflik peran, pengembangan karir, dan struktur organisasi. “Faktor internal berupa karakteristik dan persepsi,” paparnya.

Ia menjelaskan gejala stres dibagi atas tiga. Yakni gejala psikologis di antaranya berupa kecemasan, bingung, marah, sensitif, mengurung diri, depresi, merasa terasing, bosan, lelah mental dan menurunnya percaya diri.

Gejala fisik di antaranya detak jantung dan tekanan darah meningkat, meningkatnya sekresi adrenalin dan nonadrenalin. Gangguan gastrointestinal, mudah luka, mudah lelah, gangguan kardiovaskular dan gangguan pernapasan.

“Gejala perilaku di antaranya menghindari pekerjaan, penurunan prestasi dan produktivitas, minuman miras, sabotase, meningkatnya absensi, perilaku makan yang tidak normal, kehilangan nafsu makan, dan perilaku berisiko,” ucap dr Taufik.

Ia menyebutkan dampak stres adalah terjadinya kekacauan dan hambatan baik dalam manajemen maupun operasional kerja, menganggu kenormalan aktivitas kerja, menurunkan tingkat poduktivitas. “Dan menurunkan pendapatan dan keuntungan perusahaan,” sebutnya.

Mengatasi stres ini, tutur dr Taufik, dibagi atas internal dan eksternal. Untuk internal berupa pertahankan kesehatan tubuh, terima apa adanya, memelihara persahabatan, lakukan tindakan konstruktif. Pelihara hubungan sosial, aktivitas kreatif di luar pekerjaan, dan kegiatan sosial keagamaan,” ujarnya.

Dari sisi eksternal, sebutnya, memperbaiki kondisi kerja, melibatkan tenaga kerja dalam pengambilan keputusan. “Komunikasi efektif dan penghargaan,” tutur dr Taufik.

Sementara Ketua Perkumpulan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) Sumbar Dr dr Rini Gusya Liza MKed (KJ) SpKJ mengatakan pekerja yang mengalami gangguan mental bisa berimbas pada hubungan pertemanan di tempat kerja. Karena kualitas mereka dalam bekerja menurun, apalagi yang harus bekerja dalam tim. “Jadi akhirnya akan mengganggu kerja teman-teman lainnya dan mempengaruhi relasi hubungan juga,” tuturnya.

Ia menekankan meningkatnya permasalahan kesehatan mental di kalangan pekerja, membuat masyarakat harus semakin aktif melakukan langkah-langkah pencegahan atau pertolongan pada sekitarnya.

“Karena deteksi dini diikuti langkah proaktif dan responsif dalam memberikan pertolongan psikologis, akan membantu pekerja atau siapapun, untuk meningkatkan kualitas hidup,” ucapnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45