RSUP M Djamil Padang melakukan pengajian wirid mingguan di Masjid Asy Syifa Kompleks RSUP M Djamil, Jumat (6/9). Wirid mingguan kali ini diisi ustad Asrival yang mengupas tentang Ciri-ciri Orang yang Dicintai Allah SWT.
“Wirid mingguan ini diadakan dalam rangka bagaimana bisa mengimplementasikan tugas kita dalam pelayanan kesehatan,” kata Direktur Utama RSUP M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.
Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Plt Direktur SDM, Pendidikan dr Budi Pratama Anofyan SpB SpBA (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo. Kemudian Ketua DWP RSUP M Djamil Ny dr Winanda MARS, manajemen serta karyawan rumah sakit.
Ia mengatakan selain itu, bagaimana hospitalia rumah sakit bisa merasakan apa yang dirasakan oleh pasien dan keluarga pasien. “Ini agar kita untuk selalu muhasabah diri atau memfeedback ke belakang bahwa inilah saatnya kita melakukan konsolidasi, melakukan hal-hal yang selama ini belum terjawab, belum tersosialisasi dan belum terpenuhi,” tutur Dovy.
Ia berharap mudah-mudahan dengan wirid mingguan ini akan menjadikan hospitalia RSUP M Djamil Padang lebih empati dan lebih memahami bahwa masyarakat datang ke rumah sakit untuk meminta pertolongan dan meminta kesembuhan baik untuk pasien sendiri dan keluarga mereka. “Inilah yang kita harapkan dari wirid mingguan tersebut,” ucap dokter spesialis fetomaternal ini.
Sementara ustad Asrival menjelaskan ciri-ciri orang dicintai oleh Allah SWT. Allah cinta orang dermawan tapi lebih suka lagi orang miskin yang memiliki sifat dermawan. “Orang kaya yang dermawan mungkin secara logika ketika menginfakkan hartanya akan terasa lebih ringan. Bila dibanding orang miskin akan terasa lebih berat apabila mengeluarkan hartanya untuk sedekah. Itulah kenapa Allah lebih cinta orang miskin tapi dermawan,” jelasnya.
Ia juga mengatakan Allah cinta kepada orang tawadhu’, tapi Allah lebih suka lagi kepada orang kaya akan memiliki sikap tawadhu’ yang lebih. “Kalau dicermati kebanyakan orang kaya memiliki sikap sombong. Sebab itulah orang yang kaya tapi tawadlu’ akan lebih mendapatkan kasih sayang dari Allah, karena tidak mudah seseorang kaya tanpa kesombongan,” tukasnya.(*)
Wajah Baru RSUP M Djamil, Pelayanan Humanis, Empati, dan Ramah
RSUP M Djamil Padang terus berbenah dalam memberikan layanan kesehatan yang terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat. Rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini ingin jadi rumah besar, rumah untuk masyarakat, rumah yang ramah, humanis dan empati.
“Semuanya kita manfaatkan. Semua lapisan masyarakat mulai dari pasien tidak mampu, tanpa membedakan diskriminasi, strata, lapisan sosial. Untuk itulah RSUP M Djamil Padang harus menangkap peluang yang ada. Inilah yang kita manfaatkan saat ini,” kata Direktur Utama RSUP M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.
Di rumah sakit, tuturnya, banyak hal-hal yang bisa dilakukan untuk masyarakat. “Terutama peluang-peluang bagaimana rumah sakit ini dengan perubahan-perubahan yang kita lihat kita punya sumber daya manusia yang cukup lengkap. Tetapi kita belum memanfaatkan peluang-peluang layanan yang memang bisa harus dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutur dokter spesialis Fetomaternal ini.
Salah satunya, tegas Dovy, memberikan keyakinan kepada masyarakat layanan yang diberikan RSUP M Djamil Padang tidak kalah dengan layanan negara tetangga.
“Artinya sekarang kita merubah image dan merubah branding bahwa RSUP M Djamil Padang bisa memberikan layanan-layanan seperti di luar. Nah itu tidak kalah dengan layanan di luar. Secara keilmuan tidak kalah, tinggal hospitality ditingkatkan,” tutur Dovy.
Sebagaimana diketahui, RSUP Djamil Padang telah menghadirkan ruang VIP lounge berlokasi di area Poliklinik Eksekutif Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.
Rumah sakit ini sendiri memiliki layanan unggulan yakni pelayanan jantung terpadu, pelayanan obstetri dan neonatal emergency komprehensif, transplantasi ginjal, dan bank jaringan serta biomaterial layanan pengembangan.(*)
RSUP Dr M Djamil Berikan Rawatan Optimal pada Pasien Serangan Beruang
Hampir satu bulan pasien Mas Abidah (40) menjalani perawatan intensif di Instalasi Bedah Wanita RSUP M Djamil Padang akibat serangan hewan buas beruang di Pasaman Barat. Secara umum kondisi pasien saat ini dalam keadaan stabil dan ada kemajuan.
“Sejak mulai kejadian pasien yang mengalami kerusakan pada bagian wajah, tangan hingga diamputasi serta kedua tungkai kaki, Alhamdulillah kondisi pasien saat ini ada kemajuan. Walaupun kita sebagai tim dokter RSUP M Djamil Padang akan tetap memantau dan akan tetap melakukan tindakan operasi selanjutnya sesuai kebutuhan pasien,” kata Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) yang menangani pasien, dr Deddy Saputra SpBP-RE Subsp LBL (K), Rabu (4/9).
Ia menjelaskan sebetulnya pasien ini bukan hanya mengenai atau melibatkan pada bagian tubuh dan wajah saja. Akan tetapi juga melibatkan tangan kanan, tungkai kanan dan kiri. “Memang bagian tubuh yang paling berat mengalami kerusakan akibat beruang itu adalah bagian wajah. Tapi di tangan kanan dan lengan atas sampai bawah cakaran beruang itu banyak sekali,” tutur dokter bedah plastik RSUP M Djamil Padang ini.
Sehingga ketika sampai di RSUP M Djamil Padang, kondisi pasien tidak bagus terhadap kehidupan tangan dan lengannya itu. “Makanya dari dokter bedah tulang dipimpin Dr dr Roni Sahputra SpOT (K) Spine diputuskan untuk di amputasi. Karena kehidupan tangan pasien tidak bisa dipertahankan,” tuturnya.
Pada tungkai bawah, sebutnya, banyak cakaran yang melibatkan kerusakan pada kulit, tulang dan otot-ototnya. “Tapi kerusakannya tidak sampai mengakibatkan diamputasi,” tuturnya.
Ia mengatakan kerusakan paling parah ada pada wajah. Dia pun tidak mengetahui secara persis kronologi kejadian menimpa pasien. Apakah hanya dicakar saja atau juga digigit. Yang jelas bagian wajah pasien ini tulang pada bagian muka patah semua. Mulai bagian sekitar matanya, bola matanya, pipinya, sampai ke bagian telinga sebelah kiri. “Dari daerah wajahnya itu tulangnya patah-patah, ada yang hilang, hidungnya hilang, mata kirinya hilang, bibir bagian atas hilang. Sedangkan pipi kanan, pipi kiri dan telinga kiri kulitnya hilang semua,” sebutnya.
Karena wajah pasien paling parah, tuturnya, makanya dilakukan rekonstruksi dari bidang bedah plastik. “Tindakan yang dilakukan bertahap. Karena satu tahap dengan tahap lainnya kita butuh menilai bagaimana perkembangan atau kehidupan dari jaringan di wajahnya itu. Saking beratnya di wajah, luka-luka dan kehilangan kulit membuat aliran darah ke wajah itu tidak seperti wajah orang normal. Jadi kehidupannya tergantung pada sisa jaringan yang ada dan pembuluh darah yang menghidupi dari jaringan tubuh di wajahnya. Itu yang kita nilai,” ucapnya.
Ia menyebutkan operasi pertama dilakukan pencucian luka. “Itu kita nilai bagian apa yang hilang dan bagian apa yang masih tersisa. Tindakan ini telah kita lakukan ketika pasien pertama kali masuk rumah sakit,” tuturnya.
Ia menyebutkan operasi kedua pemasangan pen pada patahan tulang wajah agar jaringannya lebih segar dan lebih hidup. “Operasi ketiga kita menanamkan bagian dari kulit dan daging di tangan kiri ke wajahnya. Untuk menambal bagian mata, hidung dan bibir atas yang hilang,” tutur dr Deddy.
Ia mengatakan operasi ketiga ini diikuti dokter bedah tulang untuk memperbaiki luka-luka di kedua tungkainya. “Sedangkan dokter mata melakukan pengangkatan bola mata pasien yang rusak,” ucapnya.
Dari bedah plastik, tutur dr Deddy, tidak sampai operasi ketiga saja. Akan ada tindakan operasi selanjutnya. Karena diketahui banyak tulang yang hilang. “Tulang hidung dan tulang rahang yang hilang akan kita tambal nanti. Baik dalam tambalan tulang maupun pemberian tambalan tulang rawan. Tulang dan tulang rawan itu akan kita ambil dari tubuh lain. Biasanya dari iga yang akan kita libatkan untuk membentuk struktur hidungnya,” ungkap dr Deddy.
Ia menekankan operasi ini akan terus berlanjut sampai wajah pasien mendekati kemampuan wajah normal. Kemampuan dimaksud kemampuan bernapas melalui hidung meski bukan hidung asli, kemampuan mengunyah walaupun bukan bibir asli.
“Setiap operasi yang dilakukan dalam setiap minggu dan setiap bulan dinilai. Apalagi yang dilakukan untuk memperbaiki wajah pasien,” tuturnya.
Sementara Direktur Utama RSUP Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan RSUP M Djamil Padang sudah melakukan perawatan optimal terhadap pasien ini dengan tim multidisiplin yang dibentuk. “Mulai dari dokter bedah tulang, dokter bedah plastik, dokter mata dan semua dokter telah dibentuk melakukan perawatan yang cukup baik dan optimal,” tuturnya.
Ia mengatakan mudah-mudahan RSUP M Djamil Padang bisa melakukan perawatan terbaik kepada pasien. “Dan mohon doanya untuk kesembuhan pasien dan optimalisasi dalam penyembuhan terhadap kondisi pasien yang kita rawat ini,” harap Dovy.
Suami pasien Abdul Gafur (42) mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang prima diberikan RSUP M Djamil Padang atas kesembuhan istrinya. “Alhamdullilah saya merasakan pelayanan yang baik di rumah sakit ini. Respons cepat yang diberikan perawat serta tim dokter memberikan penjelasan terhadap kondisi istri saya,” tukas Raja–panggilan akrab Abdul Gafur.
Sebagaimana diketahui, seorang petani karet di Pasaman Barat bernama Mas Abidah dilaporkan mengalami luka parah di bagian tubuhnya usai diserang beruang. Dia diserang saat sedang menyadap karet.
Dia pun saat ini harus mendapatkan sejumlah perawat intensif di RSUP M Djamil Padang akibat serangan hewan buas itu. Sementara kejadian itu dilaporkan terjadi pada Kamis (8/8) lalu.(*)
RSUP M Djamil Serahkan Hasil MCU Bacakada Sumbar
RSUP Dr M Djamil menyerahkan hasil medical check up (MCU) Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) kepada KPU Provinsi dan 10 KPU Kabupaten/Kota di Sumbar di Ruang Rapat Direksi RSUP M Djamil, Selasa (3/9).
Hasil medical check up tersebut diserahkan oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSUP M Djamil Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) didampingi Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan Dr dr Raveinal SpPD KAI FINASIM.
“Hari ini (3/9) kami serahkan semua hasil tes medical check up bakal pasangan calon kepala daerah ke KPU Provinsi dan K10 KPU Kabupaten Kota setelah melakukan rapat pleno dengan semua tim medis. Medical Check Up sendiri sudah dilakukan mulai 30 Agustus sampai 2 September,” ungkap Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K).
Ia berharap hasil MCU ini dapat diterima dengan baik dan sudah disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan KPU dan proses pilkada. “Mudah-mudahan sesuai dengan yang diharapkan dan tidak menjadi perdebatan,” tutur Bestari.
Ia mengatakan kepada seluruh bakal calon kepala daerah yang diperiksa bisa melihat secara personal MCU itu memang dibutuhkan dan dirahasiakan. “Tentu itu untuk kebutuhan Pilkada serentak 2024 sehingga dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.
Sekretaris KPU Sumbar Irzal Zamzami mengucapkan terima kasih kepada RSUP M Djamil yang sudah memfasilitasi KPU dalam proses pemeriksaan kesehatan baik bakal calon kepala daerah di Sumbar. “Alhamdulillah pemeriksaan kesehatan ini sudah berjalan dengan baik,” tuturnya.
Ia berharap mudah-mudahan hasil MCU ini dapat memenuhi kebutuhan KPU untuk menetapkan calon. Berdasar regulasi KPU terkait dengan hasil pemeriksaan kesehatan ini ada beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk dasar dalam menetapkan hasil verifikasi pasangan calon keseluruhan. Termasuk salah satunya hasil pemeriksaan kesehatan.
“Yang akan kita terima itu di samping hasil yang sudah disampaikan di dalam peraturan KPU kita, tentunya kepada KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten Kota yang disampaikan adalah resume medik beserta hasil kesimpulan tim penilai. Sedangkan hasil dari pemeriksaan masing-masing calon diserahkan kepada calon. Sementara rekam medik atau medical record disimpan oleh pihak rumah sakit,” tuturnya.
Di samping dokumen-dokumen hasil pemeriksaan ini baik berita acara pleno tim penilai maupun kesimpulan hasil dari pemeriksaan nanti dituangkan dari surat keterangan jasmani dan rohani maupun tes narkoba. “Yang ujungnya nanti menyatakan yang bersangkutan mampu atau tidak mampu menjalankan tugas,” tuturnya.
Dokumen di luar itu yang dibutuhkan adalah undangan pleno tim pemeriksa dan penilai, absensi dan notulen pleno.”Mudah-mudahan ini sudah terkoordinasi dengan baik. Sehingga nanti akan menjadi dasar bagi kita dalam pleno penetapan dari masing-masing KPU,” tukasnya.(*)
RSUP M Djamil Siap Rawat Pasien Cacara Monyet
RSUP M Djamil Padang menyediakan fasilitas khusus untuk menangani penyakit cacar monyet (Mpox). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya kasus Mpox di Sumbar.
“Untuk penanganan pasien Mpox, RSUP M Djamil telah memiliki tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE). Baik tim medis, keperawatan, penunjang dan laboratorium semuanya ada timnya. Dan juga sudah menyiapkan ruang isolasi,” kata Ketua Tim Pojka Penyakit Infeksi Emerging RSUP Dr M Djamil Padang dr Fadrian SpPD KPTI saat Sosialisasi Sistem Komando Bencana Terkait Menghadapi Megathrust dan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Rawat Jalan RSUP M Djamil, Selasa (3/9).
Dokter spesialis penyakit dalam ini menekankan RSUP M Djamil sudah siap menangani kasus cacar monyet. “Tinggal kita membuat alurnya. Jadi alurnya ketika pasien datang rujukan, pasien ke IGD dan dilakukan pemeriksaan. Dan tak lama-lama di IGD si pasien langsung dibawa ke ruang isolasi Bougainville,” ucapnya.
Untuk tata laksana pasien Mpox ini, tuturnya, kebanyakan suportif berdasarkan gejalanya. “Gejalanya apa maka dikasih obat. Terapi spesifik yang antivirus itu belum diberikan kalau seandainya bukan kasus infeksi yang berat. Bukan Mpox yang berat. Mpox jenis berat baru antivirus,” tuturnya.
Ia menekankan beberapa tanda dan gejala dari Mpox diawali dengan demam kemudian muncul lesi kulit yang kemerahan, menonjol, melenting, dan bisa pecah menjadi keropeng. Kondisi ini mirip dengan gejala cacar atau cacar air namun pada cacar monyet terdapat pembesaran kelenjar getah bening.
“Selain itu Mpox tidak seperti Covid-19, yang dapat menyebarkan virus ketika tidak bergejala. Penyebaran Mpox sebagian besar menyebarkan ketika lesi kulit muncul,” ucapnya.
Penularan Mpox ini, paparnya, melalui kontak langsung dari yang paling infeksius itu lesi kulitnya. “Gejala utamanya ruam terutama munculnya lokasi ruam itu pada tiga lokasi spesifik Yakni sekitar mulut, sekitar anus, dan sekitar genital. Itu baru suspect,” ungkapnya.
Kapan naik probable? Ia menyebutkan jika ada faktor risiko. Riwayat perjalanan, riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi. Atau dia lelaki suka lelaki (LSL) atau HIV positif. “Itu probable. Terkonfirmasi jika PCR-nya positif,” paparnya.
Ia mengatakan tentu harus tracing dengan siapa-siapa saja pasien berkontak. Dan akan di cek juga kesehatannya. Ada timbul gejala atau tidak dengan orang kontak erat ini.
“Tenaga kesehatan yang berkontak dengan pasien memakai alat pelindung diri (APD), sarung tangan, masker bedah dan face shield,” ungkapnya.
Ia menegaskan menghindari kontak kulit, kontak fisik dengan orang yang menunjukkan gejala Mpox penting dilakukan. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci terhindar dari penyakit ini.
“Untuk mencegah Mpox, masyarakat diimbau untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Ini termasuk menggunakan masker jika sakit, mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas, menjaga pola makan yang sehat, dan rutin berolahraga,” tukasnya. (*)
RSUP Dr M Djamil Lakukan Sosialisasi Mitigasi Gempa Megathrust dan PIE
RSUP M Djamil menyosialisasikan Sistem Komando Bencana Terkait Menghadapi Megathrust dan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Rawat Jalan RSUP M Djamil, Selasa (3/9). Sosialisasi ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen hospitalia RSUP M Djamil dalam menjaga keselamatan dan kesehatan bersama.
“Wilayah Sumatera Barat, khususnya Padang, berada di zona rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Isu tentang potensi gempa megathrust di Mentawai-Siberut yang dapat mengakibatkan gempa besar dan tsunami menjadi perhatian serius bagi kita semua. Terutama dalam menjaga keselamatan pasien dan seluruh hospitalia di rumah sakit ini,” kata Direktur Utama RSUP M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar Benny Yansyukral, SP, MP, Pakar Gempa dari Universitas Andalas Dr. Ir. Badrul Mustafa Kemal, M.S., DEA dan Ketua K3RS RSUP M Djamil Katherina Welong, SKM, MARS.
Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, SpTHT-KL (K), FICS, Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Budi Pratama Arnofyan, SpB. SpBA (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, SE dan hospitalia RSUP M Djamil.
Ia mengatakan sosialisasi mitigasi bencana bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan hospitalia semua tentang langkah-langkah yang harus diambil jika bencana terjadi. “Kita akan mempelajari prosedur evakuasi, jalur penyelamatan, dan persiapan fasilitas rumah sakit dalam menghadapi skenario terburuk,” tuturnya.
Selain itu, sebut Dovy, juga menghadapi tantangan baru berupa munculnya kasus Monkeypox di beberapa daerah. Sebagai tenaga kesehatan harus selalu siap dan waspada terhadap penyakit menular baru ini. “Sosialisasi ini akan memberikan pemahaman tentang gejala, penularan, dan langkah-langkah pencegahan infeksi Monkeypox, agar kita dapat melindungi diri kita sendiri, pasien, serta masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis,” ucap Dovy.
Dokter Spesialis Fetomaternal ini mengatakan kesiapsiagaan sebagai satu kesatuan akan menentukan seberapa cepat dan efektif dapat merespons situasi darurat. “Saya berharap seluruh hospitalia RSUP Dr M Djamil Padang dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kedua isu penting ini. Kita harus siap, baik dari segi fisik, mental, maupun sistem dan prosedur yang ada, untuk menghadapi segala kemungkinan,” harapnya.
Sementara Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, SpTHT-KL (K), FICS mengatakan RSUP M Djamil telah membentuk Komite Keselamatan dan Kesehatan Rumah Sakit (K3RS). “Hampir setiap hari tim Komite K3RS keliling menginformasikan jalur evakuasi harus terbuka. Arah dan titik kumpul harus jelas,” ucapnya.
Komandan Bencana RSUP M Djamil ini mengatakan tetapi saat bencana gempa, RSUP Dr M Djamil menjadi sentral yang begitu padat. Apalagi jika terjadi gempa dengan skala besar di atas 8 SR yang menjadi perhatian Internasional.
“Untuk itu kita harus mengambil keputusan. Siapa di lapangan yang berperan sebagai apanya maka hari ini menyegarkan kembali ingatan kita,” tuturnya.
Ia mengatakan sebagai rumah sakit ada sistem yang harus berjalan dengan baik. “Komando dan di lapangan siapa. Termasuk peranan rumah sakit pada saat gempa. Baik di rumah sakit maupun kondisi di rumah sakit sendiri dan hubungan seluruh tim yang bertanggung jawab terhadap penanganan pascagempa,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, tutur Bestari, sebulan lalu BMKG menginformasikan akan terjadi gempa megathrust. “Tetapi kita tidak tahu kapan terjadi. Makanya dibutuh kesiapsiagaan dan mitigasi di RSUP M Djamil untuk menyelamatkan diri sendiri maupun menyelamatkan pasien,” tukas Bestari.
Empat Hari Pelaksanaan MCU Pilkada Sumbar di M Djamil
Padang, 2 September 2024 – Hari ini merupakan hari terakhir pelaksanaan medical check-up bagi para peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan di RSUP Dr. M Djamil Padang. Pada hari keempat ini, tersisa satu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi yang menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan.
Direktur Utama RSUP Dr. M Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG(K) MARS mengucapkan terima kasih kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah ini. “Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada RSUP Dr. M Djamil sebagai tempat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi para calon kepala daerah. Proses ini berjalan lancar berkat kerjasama semua pihak,” ungkap dr. Dovy.
Selama empat hari pelaksanaan, sebanyak 56 orang atau 28 pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah telah menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit ini. Pemeriksaan kesehatan ini melibatkan serangkaian tes medis yang komprehensif untuk memastikan kesehatan fisik dan mental para calon. Hal ini penting sebagai salah satu syarat utama untuk maju dalam kontestasi Pilkada.
“Kami berharap ke depannya RSUP Dr. M Djamil dapat terus menyediakan layanan medical check-up terbaik, tidak hanya bagi para calon kepala daerah, tetapi juga untuk seluruh masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan berkualitas,” tambah dr. Dovy.
RSUP Dr. M Djamil Padang terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. Rumah sakit ini dikenal memiliki fasilitas yang lengkap dan tenaga medis yang profesional. Proses medical check-up yang berlangsung selama empat hari ini membuktikan kapasitas dan kemampuan RSUP Dr. M Djamil dalam menangani pemeriksaan kesehatan dengan standar tinggi.
Dengan berakhirnya rangkaian pemeriksaan kesehatan ini, para peserta Pilkada kini siap memasuki tahapan selanjutnya dalam proses pemilihan kepala daerah di Sumatera Barat. Semua pihak berharap, proses Pilkada dapat berjalan lancar dan demokratis, dengan pemimpin-pemimpin yang sehat dan siap melayani masyarakat.
Pengukuhan dan Rapat Kerja Pengurus Korpri RSUP Dr M Djamil Padang
Padang, 29 Agustus 2024 – RSUP Dr. M. Djamil Padang menggelar acara Pengukuhan dan Rapat Kerja Pengurus Korpri pada hari ini, yang diadakan di lingkungan rumah sakit. Acara ini menandai dimulainya masa tugas pengurus Korpri RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk periode 2024-2029.
Acara dimulai dengan sambutan dari Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr . dr . Dovy Djanas, Sp.OG(K), MARS. Dalam sambutannya, dr Dovy menyampaikan, “Hari ini adalah momen penting bagi kita semua. Pengukuhan pengurus Korpri yang baru merupakan langkah awal yang signifikan untuk mencapai visi kita bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan di rumah sakit ini. Saya berharap pengurus yang baru dilantik dapat bekerja dengan penuh dedikasi dan menjalin kerjasama yang solid untuk mewujudkan komitmen kita dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.”
Beliau juga menegaskan pentingnya peran Korpri dalam mendukung kinerja dan pelayanan di rumah sakit, serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih baik bagi seluruh pegawai. “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling mendukung dan bekerja secara harmonis demi tercapainya tujuan bersama. Pengurus Korpri yang baru diharapkan dapat menjadi motor penggerak perubahan positif dan inovatif,” tambah dr. Dovy.
Selain Direktur Utama, kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil Padang, yang turut memberikan dukungan dan apresiasi kepada pengurus yang baru dilantik. Mereka menyampaikan ucapan selamat dan memberikan dorongan agar pengurus baru dapat memikul amanah ini dengan baik dan membawa kemajuan bagi Korpri dan RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Rapat kerja hari ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab selama periode kepengurusan. Seluruh pengurus diharapkan dapat bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama, serta memperkuat sinergi antara berbagai elemen di rumah sakit.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan Korpri RSUP Dr. M. Djamil Padang akan semakin solid dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta kesejahteraan anggota, sejalan dengan visi dan misi rumah sakit.
Pilkada Serentak 2024, RS M Djamil Tempat Pemeriksaan Kesehatan Calon Kepala Daerah Sumbar
Padang, 22 Agustus 2024 – RS M Djamil secara resmi ditunjuk sebagai salah satu pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala daerah dalam Pilkada Serentak 2024 di wilayah Sumatera Barat. Bersama dengan RS Unand, pemeriksaan kesehatan ini dijadwalkan berlangsung dari 27 Agustus hingga 2 September 2024.
Sebanyak 11 Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan RSUP M Djamil. Dari 11 KPU tersebut, terdapat 1 KPU Provinsi Sumatera Barat dan 10 KPU Kabupaten/Kota, yaitu KPU Kabupaten Kepulauan Mentawai, KPU Kota Padang, KPU Kota Solok, KPU Kota Bukittinggi, KPU Padangpariaman, KPU Pesisir Selatan, KPU Padangpanjang, KPU Dharmasraya, KPU Tanahdatar, dan KPU Limapuluh Kota.
Penandatanganan perjanjian ini dilakukan oleh Direktur Utama RS M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG(K) FM, MARS, FISQua, dan Ketua KPU Sumbar, Surya Efitrimen, serta dihadiri oleh perwakilan dari KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota. Selain itu, turut hadir pula perwakilan dari Bawaslu, kepolisian, Dinas Kesehatan, serta BNN Sumbar.
Dalam sambutannya, dr. Dovy Djanas menekankan bahwa RS M Djamil, sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pelayanan kesehatan yang optimal. Pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa calon pemimpin daerah berada dalam kondisi kesehatan yang baik dan siap menjalankan tugasnya jika terpilih.
“Kami memiliki tim medis yang terdiri dari para spesialis dan subspesialis dari berbagai bidang, yang didukung oleh peralatan medis canggih. Pemeriksaan kesehatan terhadap pasangan calon kepala daerah akan dilakukan secara menyeluruh dan akurat,” ungkap dr. Dovy.
Pemeriksaan kesehatan ini akan mencakup pemeriksaan jasmani dan rohani, serta berbagai pemeriksaan penunjang menggunakan teknologi medis terbaru. Pemeriksaan jasmani akan menilai kondisi fisik secara keseluruhan, sementara pemeriksaan rohani akan memastikan kesehatan psikologis dan mental para calon.
Direktur utama RS M Djamil juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dari seluruh tim yang terlibat dalam proses pemeriksaan ini. “Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dan Surat Pernyataan Independensi ini adalah wujud komitmen kami untuk menjaga netralitas dan objektivitas dalam menjalankan tugas. Integritas ini sangat penting mengingat hasil pemeriksaan kesehatan akan menjadi salah satu dasar penilaian dalam proses pemilihan,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota hanya akan menerima kesimpulan dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di dua rumah sakit tersebut. Selain itu, RSUP M Djamil juga telah berkoordinasi dengan BNN Sumbar untuk memastikan bahwa pemeriksaan bebas narkoba dilakukan dengan tepat.
Upacara 17 Agustus di RS M Djamil “Nusantara Baru, Indonesia Maju”
Padang, 17 Agustus 2024 — RS M Djamil melaksanakan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 dengan penuh khidmat dan semangat. Upacara yang digelar di halaman depan rumah sakit dimulai pada pukul 07.00 WIB dan dihadiri oleh seluruh jajaran direksi, manaherial, perwakilan dokter, perawat, dan staf RS M Djamil.
Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI tahun 2024 ini mengusung tema besar dengan slogan “Nusantara Baru, Indonesia Maju”. Maksud tema ini adalah karena tahun 2024 menjadi sebuah momen pembuka bagi beberapa transisi besar di Indonesia.
Upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih yang dilakukan oleh pasukan pengibar bendera dari kalangan pegawai rumah sakit. Diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Direktur Utama RS M Djamil.
Dalam kesempatan ini, dilakukan pula penyerahan penghargaan secara simbolis tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada masing-masing perwakilan. Adapun penghargaan yang diberikan yaitu penghargaan Satya Lencana 10 tahun yang diwakilkan oleh Fera Novita Sari, Str T, penghargaan Satya Lencana 20 tahun diwakilkan Rumaisha, SKM, dan penghargaan Satya Lencana 30 tahun, Ns. Sumirah, S.Kep.
Seusai upacara, seluruh peserta merayakannya dengan acara foto bersama, makan bersama dan beberapa kegiatan peringatan hari kemerdekaan. Acara ini tidak hanya mempererat rasa kebersamaan di lingkungan rumah sakit tetapi juga meningkatkan semangat nasionalisme di tengah tuntutan pekerjaan yang sering kali menuntut tenaga dan dedikasi ekstra.
Dengan pelaksanaan upacara ini, RS M Djamil menunjukkan komitmennya untuk selalu mengingat dan menghargai nilai-nilai kemerdekaan, serta bertekad untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat Indonesia.