Pencanangan Vaksinasi Anak usia 12-17 Tahun di RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — RSUP M Djamil Padang membuka layanan vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun. Pencanangan vaksinasi anak itu didukung Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Padang, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang dan lainnya. 

Walikota Padang Hendri Septa memberikan apresiasi dan menyambut baik atas digelarnya Gebyar Vaksinasi Anak usia 12-17 di Kota Padang itu. 

“Mudah-mudahan dengan dilaunchingnya vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun kali ini, dapat membantu kita dalam mencapai target vaksinasi di Kota Padang,” sebut walikota dalam kegiatan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 bagi Anak Usia 12-17 Tahun di RSUP M Djamil, Jumat (20/8/2021). 

Hendri mengucapkan terima kasih kepada RSUP M Djamil dan pihak terkait lainnya yang telah mendukung terselenggaranya vaksinasi Covid-19 bagi anak ini. 

“Semoga semuanya bernilai ibadah bagi kita semua. Kita Pemko Padang siap bersinergi sampai Kota Padang bisa benar-benar terlepas dari belenggu wabah Covid-19 ini,” ujarnya. 

Sementara itu Ketua IDAI Sumbar dr Didik Haryanto SpA (K) mengatakan berbicara mengenai pandemi Covid-19 memang tidak akan selesai-selesai. Hampir dua tahun wabah virus ini terus menjadi perhatian. 

“Maka itu, di samping pola 3 T (testing, tracing dan treatment) dan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, menguatkan imun tubuh), yang tak kalah penting kita lakukan yaitu vaksinasi sebagai salah satu cara meningkatkan imun kita. Karena kalau imun kita kuat maka virusnya akan mati di tubuh kita,” terangnya.

Diungkapkannya, hingga saat ini bagi kalangan anak-anak sudah terpapar lebih dari 11 ribu jiwa. Oleh karena itu, dalam rangka mengejar capaian vaksinasi di Sumbar yang masih 15 persen dengan tingkat anak-anak dan remaja masih 4,19 persen dari sasaran 580 ribu jiwa vaksin tahap satu dan tahap kedua baru 1,19 persen, maka itulah kita dari IDAI menggelar gebyar vaksin bagi anak-anak dan remaja usia 12-17 tahun.

“Kita tahu untuk mewujudkan herd immunity itu harus mencapai vaksinasi 80-90 persen. Semoga melalui gebyar vaksinasi anak ini menambah cakupan vaksinasi kita,” tuturnya. 

Lebih lanjut Didik juga mengusulkan kepada Pemko Padang seiring akan diberlakukannya kembali belajar mengajar tatap muka, bukti vaksinasi dapat dijadikan sebagai salah satu syarat bagi peserta didik. 

“Jadi kita menganjurkan kepada pemko agar bagi peserta didik yang sudah melakukan vaksin baru boleh mengikuti belajar tatap muka. Kita tentu menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para anak-anak dan remaja yang kali ini telah melakukan vaksinasi,” ucapnya. 

Selanjutnya Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG (K) menuturkan vaksinasi bagi anak-anak tersebut sejatinya sudah di mulai pemerintah pada awal Juli 2021 lalu sebagai upaya percepatan capaian vaksinasi di Indonesia. 

“Vaksinasi untuk anak-anak ini merupakan kebijakan yang diambil berdasarkan tingginya penyebaran Covid-19 pada anak. Maka itu kita di RSUP M Djamil siap mendukung penuh pelaksanaan vaksinasi di Sumbar khususnya Kota Padang. Termasuk bagi anak usia 12-17 tahun. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kelancaran pelaksanaan vaksinasi ini,” tutur Dovi. (RSMDJ/Khairian)

Gebyar Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil Dicanangkan di RSUP Dr M Djamil

Sumatera Barat Satu dari 6 Provinsi Mewakili Indonesia

RSMDJ — Sumatera Barat termasuk salah satu dari 6 provinsi lainnya di Indonesia didaulat untuk pencanangan gebyar vaksinasi covid-19 bagi ibu hamil. Kegiatan tersebut dilaksanakan di RSUP Dr M Djamil Padang, Kamis (19/8).

Dalam seremonial pembukaan gebyar yang juga disaksikan secara Live bersama Pemerintah Pusat, pembukaan gebyar vaksin di tinjau langsung Wakil Gubernur Sumbar Ir. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM, ASEAN.Eng. Turut di dampingi Direktur Utama RSUP Dr M Djamil yang diwakili Direktur Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang dr Rose Dinda Martini SpPD KGER FINASIM, Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sumbar Dr dr Dovy Djanas SpOG (K) yang juga menjabat sebagai Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP Dr M Djamil, unsur Forkopimda serta sejumlah tamu undangan lainnya.

“Saat ini angka kehamilan di Sumbar tercatat sekitar 30 ribu dan 45 persen diantaranya terpapar covid-19, tentu ini sangat mengkhawatirkan dan vaksinasi bagi ibu hamil ini sebagai bentuk ikhtiar kita bersama untuk melindungi ibu dan anak,” ujar Wakil Gubernur yang ditemui di sela-sela penjauan kegiatan.

Dikatakan gelaran vaksinasi ibu hamil yang di mulai dari RSUP Dr M Djamil akan diteruskan di tingkat kabupaten/Kota hingga menyasar nagari-nagari yang ada di Sumatera Barat. Di sisi lain selaku pemerintah provinsi ia merasa senang karena saat ini terjadi tren penurunan kasus positif covid-19.

“Kondisi kita (Sumbar) mulai membaik dengan terjadinya angka penurunan, tentu kita akan terus memperkuat tresing, treking dan pelaksanaan vaksinasi. Hari ini pencangan bagi ibu hamil, di mulainya di sini (RSUP) selanjutnya akan diarahkan ke RSUD serta puskesmas yang ada di nagari-nagar,” sebut Audy.

Terkait ketersedian vaksin saat ini dikatakan Audy, vaksin yang ada sudah mulai menipis dan pihaknya sudah meminta langsung ke pemerintah pusat penambahan vaksin covid-19.

“Kita sudah meminta penambahan dan vaksin untuk ibu hamil ini mencukupi, Insya Allah akan terus kita pantau termasuk ketersediaan oksigen liquid. Tentu kita akan terus berupaya menyelesaikan hulunya dengan selalu dan tetap disiplin protokol kesehatan,” pungkasnya.

dr Rose Dinda Martini SpPD KGER FINASIM mewakili Direktur Utama RSUP Dr M Djamil mengungkapkan bahwa vaksin bukanlah hal yang ditakuti karena sudah dilakukan melalui proses penelitian.

“Justru vaksin ini melindungi kita, tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi terus meningkat, sehingga saat ini ketersedian vaksin mulai menipis dan di sini (M Djamil) sebagai contohnya (pelaksanaan vaksinasi covid-19 ibu hamil),” katanya.

Pihaknya berharap, masyarakat khususnya ibu hamil sesegera mungkin melakukan vaksinasi ke pusat pelayanan kesehatan terdekat hal itu tidak lepas dari upaya agar terlindungi dari bahaya covid-19 serta selalu mengikuti protokol kesehatan.

Sementara itu, Ketua POGI Sumbar Dr dr Dovy Djanas SpOG (K) mengajak ibu hamil utnuk melakukan vaksinasi covid-19 dan dapat melakukannya di usia kehamilan 12 hingga 32 minggu.

“Sejauh ini 45 persen ibu yang melahirkan terkonfirmasi covid-19, untuk itu perlu dilakukan vaksinasi bagi ibu hamil dan ibu menyusui, karena dari hasil penelitian tidak efek samping pada ibu hamil baik divaksin dan yang tidak,” terangnya.

Untuk itu, selaku Ketua POGI ia mengajak semua pihak untuk mendukung program vaksinasi, karena hal itu bukan tanggung jawab dari tenaga kesehatan saja.

“Kami mengajak semua pihak untuk terus berkesinambungan melakukan vaksinasi ibu hamil, dan POGI selalu siap bekerja sama, agar ibu dan anak terlindungi dari bahaya covid-19 ini” pungkasnya. (RSMDJ/Khairian)

Semangat Kemerdekaan ala Perawat dan Pasien Covid-19

Dalam rangka Memeriahkan Peringatan HUT RI ke 76

RSMDJ — Banyak cara yang dapat dilakukan masyarakat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke 76. Tidak hanya bagi yang sehat, bagi yang sakit sekalipun semangat memeriahkan kemerdekaan tersebut tidak pernah pudar.

Hal itu sangat kentara pada pasien yang terkonfirmasi Covid-19, Rabu (18/7) pagi di halaman taman Bougenville Isolasi rawat inap Ambun Pagi RSUP Dr M Djamil Padang terlihat suka cita para pasien yang menjalani perawatan pemulihan covid-19 mengikuti kegiatan seperti senam semangat kemerdekaan dan sejumlah lomba ala-ala HUT RI.

“Kegiatan senam ini merupakan kegiatan rutin yang kita gelar di sini, namun karena bertepatan dengan momentum HUT RI maka kami memeriahkan dengan tema merah-putih dan semnagat kemerdekaan,” terang Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, Kepala Instalasi Rawat Inap Ambun Pagi RSUP Dr M Djamil Padang yang ditemui disela-sela kegiatan.

Di samping memerihkan HUT RI, dikatakan tujuan kegiatan itu untuk meningkatkan semangat dan kecerian para pasien, sehingga imunitas semakin baik dan mempercepat kesembuhan.

“Kecerian itu membuat imun semakin membaik dan tentunya bagi pasien dapat segera sembuh dan terbebas dari covid 19, tentu ini yang menjadi tujuan utama dan keinginan kita bersama,” terang ketua PPNI Komisariat RSUP Dr M Djamil itu.

Diungkapkan Ns Venny, pasien yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan pasien yang sudah memasuki masa pemulihan pasca menjalani perawatan sesuai dengan kategori penyakit yang dialami.

“Rata-rata pasien ini sudah mandiri dan memasuki masa pemulihan, kondisinya sebelumnya ada yang berat dan kritis,” pungkasnya sembari menyebut saat ini terdapat 50 pasien yang di rawat di isolasi Bougenville tersebut.

N, salah seorang pasien yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku sangat senang dan terhibur mengikuti acara yang diinisiasi perawat Instalasi Rawat Inap Ambun Pagi tersebut.

“Kami sangat senang dan terhibur, apalagi perawatnya sangat perhatian dan ramah melayani, semoga saja saya dan kami yang di rawat segera membaik sehingga segera sembuh dari covid ini,” harapnya.

Tidak hanya itu, sebelum kegiatan dilaksanakan Direktur Perencanaan, Keuangan dan BNM RSUP Dr M Djamil Padang, Dr Rahmadian menyempatkan diri menyapa dan memberi semangat kepada pasien yang mengikuti senam kemerdekaan.

“Semoga Bapak dan Ibu segera sembuh dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga di rumah, dan jangan lupa tetap jaga kesehatan,” serunya. (RSMDJ/Khairian)

Dewan Direksi RSUP Dr M Djamil Padang menyambut langsung kunjungan Tenaga Ahli dari Kantor Staf Presiden (KSP) RI dalam rangka peninjauan penanganan covid-19 di Sumatera Barat, Kamis (12/8).

Kunjungan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Serap Aspirasi di RSUP Dr M Djamil

RSMDJ – Dewan Direksi RSUP Dr M Djamil Padang menyambut langsung kunjungan Tenaga Ahli dari Kantor Staf Presiden (KSP) RI dalam rangka peninjauan penanganan covid-19 di Sumatera Barat, Kamis (12/8).

Kedatangan rombongan KSP tersebut merupakan upaya percepatan penanganan covid-19 di Sumatera Barat dengan langsung melihat kondisi terkini penanganan covid-19 khususnya di RSUP Dr. M Djamil Padang. Rombongan staff kepresidenan tersebut terdiri dari tim ahli yang ditugaskan langsung oleh Presiden.

“Selamat datang bapak dan ibu dari staff kepresidenan mudah-mudahan nanti kita bisa berkeliling untuk melihat pelayanan di rumah sakit M Djamil,” sambut Dr. dr. Dovy Djanas SpOG Direktur SDM, Pendidikan dan Umum di ruangan rapat Direksi RSUP Dr. M Djamil Padang mewakili Direktur Utama.

Lebih lanjut dikatakannya dan berharap kepada rombongan staff kepresidenan untuk mendoakan seluruh nakes yang bekerja agar selalu sehat dalam beraktivitas dalam melayani pasien-pasien covid-19.

Dikatakannya, dengan kunjungan KSP ini ia berharap aspirasi-aspirasi dari tenaga kesehatan yang bekerja di lingkungan RSUP Dr. M Djamil Padang dapat diserap dan diberikan solusi terbaik nantinya.

“Kami akan mengajak bapak ibu ke tempat pelayanan-pelayanan dan tempat pasien-pasien covid-19, kita bersama bisa melihat bagaimana gambaran rumah sakit M Djamil sampai saat ini,  Insya Allah kami tetap selalu untuk bisa memberikan layanan terbaik bagi masyarakat di Sumatera Barat”, kata dokter spesialis obgyn tersebut.

Kepala rombongan Tenaga Ahli KSP, Wisnu Aji Nugroho menjelaskan, kedatangannya bersama rombongan KSP sesuai instruksi Presiden RI untuk melakukan kunjungan kerja ke RSUP Dr. M Djamil Padang dalam rangka menindaklanjuti penanganan covid-19 secara langsung di lapangan.

Dikatakannya, Presiden RI ingin memastikan secara langsung melalui stafnya serta realisasi terkait penanganan covid-19 di berbagai daerah termasuk di Sumatera Barat tentunya.

Pada pertemuan tersebut Tri Santoso selaku staf ahli yang juga ikut dalam kunjungan tersebut menyampaikan beberapa hal yang akan ditinjau langsung terkait penanganan covid-19 di RSUP Dr. M Djamil Padang. Yakni terkait pelayanan covid, insentif nakes, ketersediaan obat-obat dan terkait pasokan oksigen

“Kami ingin memastikan kondisi yang terjadi dilapangan apakah ada kendala dan bagaimana terkait pasokan obat dan oksigen,” terangnya.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih atas sambutan hangat civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil Padang.

Usai melakukan pertemuan di ruang rapat, dilanjutkan dengan tinjauan langsung tempat isolasi covid-19 di Instalasi Pusat Jantung Terpadu (IPJT), ruang rawat inap, depo farmasi dan instalasi pemeliharaan sarana (IPS) medis. 

Selain mendengar aspirasi dari para nakes, rombongan KSP juga berkeliling menanyakan langsung dan mendengarkan aspirasi petugas lainnya seperti customer service dan sopir ambulance yang juga berperan penting dalam penanganan covid-19.

Dalam tinjauan ke ruang isolasi, dibalik kaca perawatan covid-19, Wisnu Aji Nugroho juga menyampaikan salam dan dukungan moral dari pemerintah pusat kepada tenaga kesehatan melalui pengeras suara.

“Kami dari kantor staf presiden mengirimkan salam mudah-mudahan semua rekan-rekan nakes semua yang bertugas yang dirawat diberikan keberkahan mendapatkan ridho Allah, juga  salam dari pemerintah pusat semoga semua nakes diberikan Kesehatan dan kesabaran, mudah-mudahan covid-19 ini ini cepat berlalu,” ujar Wisnu melalui  pengeras suara yang terdengar hingga ke kamar-kamar pasien isolasi Covid-19.

Dalam kunjungan KSP, turut didampingi Direktur Pelayanan Keperawatam Medik dan penunjang, dr. Rose Dinda Martini SpPD, FINACIM K-GER, Direktur Perencanaan Keuangan dan BMN, dr Rahmadian, serta pejabat sturuktural lainnya. (RSMDJ/Rizki R)

Bantuan Oksigen Liquid untuk Penanganan Covid-19

RSMDJ — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil mendapat bantuan liquid oksigen sebanyak 18 ton dari Tanoto Foundation yang disalurkan PT Padang Raya Cakrawala Apical Group.

Bantuan tersebut bertujuan untuk memenuhi ketersedian oksigen medis yang kian meningkat seiring peningkatan kasus covid-19 khususnya di Sumatera Barat.

General Manager PT Padang Raya Cakrawala, Julius Tarigan mengatakan bantuan liquid oksigen merupakan bagian program CSR. Bantuan akan diberikan secara bertahap. Bantuan itu sebagai bentuk tanggung jawab sosial serta kepedulian perusahan terhadap kemanusiaan.

“Semoga bantuan ini dapat dipergunakan secara optimal, kami ingin ikut membantu untuk mengurangi masalah kekurangan oksigen, apalagi saat lonjakan kasus yang terjadi,” ujarnya usai menyerahkan secara simbolis kepada Dewan Direksi RSUP Dr M Djamil Padang, Selasa (10/8) di halaman poliklinik Rawat Jalan.

Mewakili Direktur Utama, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, dr . Rose Dinda Martini , Sp.PD – KGER , FINASIM didampingi
Direktur Perencanaan, Keuangan, BMN
, dr. Rahmadian, pihaknya mengucapkan terimaksih banyak atas bantuan oksigen yang diberikan.

“Atas nama Dewan Direksi dan seluruh Civitas Hospitalia, Alhamdulillah atas bantuan ini. Kami sangat berterimakasih dan bersyukur atas bantuan oksigen yang diberikan. Semoga kebaikan ini menjadi berkah untuk kita semua,” ujar dokter Rose.

Diakuinya, kebutuhan oksigen saat ini terus meningkat, terlebih RSUP Dr M Djamil menjadi salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 dan saat ini  merawat pasien cukup banyak dan oksigen memang sangat dibutuhkan.

“Semoga kebaikan ini menjadi berkah untuk kita semua,” pungkasnya. (RSMDJ/Khairian)

Civitas Hospitalia RSUP Dr M Djamil, Vaksinasi Covid-19 Dosis Tiga

RSMDJ — Rumah Sakit Umum Pusat DR M Djamil Padang melakukan penyuntikan vaksinasi booster ke tiga bagi seluruh civitas hospitalia, Jumat (30/7) pagi. Sebagaimana diketahui pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menggunakan vaksin jenis Moderna yang ditujukan bagi seluruh tenaga kesehatan.

Pelaksanaan vaksin yang ditargetkan tuntas satu hari tersebut dilaksanakan di dua tempat yakni Poliklinik Rawat Jalan lantai III dan Auditorium lantai IV yang melibatkan sekitar 130 vaksinator.

Mewakili Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang, plh. Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL(K), FICS menjelaskan pihaknya menerima 3900 dosis vaksin pada Kamis (29/7) siang dan menargetkan seluruh karyawan dan relawan tuntas divaksin dalam satu hari.

“Karena mekanisme pelaksaan vaksin ini sedikit berbeda dengan vaksin sebelumnya, maka kita menargetkan seluruhnya divaksin hari ini, kalau total seluruhnya termasuk dengan relawan kita berjumlah sekitar 4328 orang,” katanya.

Pihaknya berkeyakinan pelaksanaan vaksin akan lebih cepat dibanding vaksin sebelumnya, karena bagi yang sudah divaksin tidak membutuhkan waktu lama untuk proses skrining kecuali jika memiliki komorbid (penyakit penyerta).

“Kita akan mencatat secara manual dahulu dan nanti baru secara online, agar target vaksinasi terlaksana dengan cepat dan kualitas vaksin terjaga dengan baik,” terangnya.

Ketua Komisariat Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Sumatra Barat dr. Raveinal, SpPD-KAI, FINASIM yang juga merupakan dokter Spesialis Penyakit Dalam sub Alergi-Imunologi RSUP Dr m Djamil menjelaskan pemberian vaksin booster bagi karyawan sebanyak 0,5 cc yang diberikan satu kali.

“Vaksin terdahulu dan sekarang ada perbedaannya, vaksin Moderna dikembangkan dengan teknik mRNA, memiliki daya imunogenitas yang lebih tinggi daripada vaksin inactivated sebelumnya yang bersumber dari virus yang dilemahkan,” terang dr Raveinal.

Terkait efek samping dikatakannya tidak jauh berbeda dengan vaksin sebelumnya, pada sebagian orang merasakan pegal dan gejala ringan lainnya.

“Hingga saat ini kita belum menerima kasus yang berat terkait efek dari vaksin, kalaupun ada itu hanya karena adanya penyakit penyerta, kalau gejala ringan itu hal yang dimaklumi,” ungkapnya.

Diungkapkan dr Raveinal untuk saat ini Sumatera Barat masih menempati urutan terendah pencapaian vaksinasi bagi masyarakat sementara untuk kasus terkonfirmasi terus meningkat dan bahkan mencapai lebih seribuan.

“Jika semuanya yang positif dibawa ke rumah sakit tentu tidak akan tertampung, untuk itu kepada masyarakat tolong untuk divaksin di samping tetap menerapkan protokol kesehatan, jauhkan berita-berita hoax tentang vaksin, kita berserah diri kepada Tuhan dan melakukan vaksinasi sebagai bentuk ikhtiar kita,” pungkasnya.

Untuk pelaksaan vaksin booster, dr Firman Arbi SpA mendapatkan dosis vaksin pertama yang menandakan pelaksaan vaksinasi booster bagi seluruh civitas RSUP Dr M Djamil Padang. Ia yang ditemui usai divaksin mengakui tidak merasakan efek apapun.

“Saya yakin vaksinasi ini dapat meningkatkan kekebalan imunitas tubuh,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh tenaga kesehatan untuk segera divaksinasi ketiga, apalagi untuk saat ini virus covid-19 telah bermutasi lebih kuat dan dibutuhkan imunitas kuat, terutama saat menghadapi pasien positif Covid-19 secara langsung dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Karena kita ini frontliner untuk Nakes jadi kita tentu harusnya lebih terlindungi karena langsung berhadapan dengan pasien. Tentu seluruh Nakes jangan ragu-ragu sesegera mungkin melakukan vaksinasi yang ketiga ini,” seru dr Firman Arbi.

Karterina Welong, SKM, MARS selaku koordinator K3 RSUP Dr M Djamil Padang menjelaskan untuk pelaksanaan vaksinasi bagi seluruh karyawan tidak akan mengganggu pelayanan di rumah sakit vertikal tersebut. Mengingat pihaknya sudah menyediakan sedemikian rupa jadwal bagi unit-unit terkait.

Di samping itu untuk percepatan pihaknya membagi di dua lokasi dengan jumlah vaksinator mencapai130 orang. (RSMDJ/Khairian)

Kunjungi RSUP Dr M Djamil, Gubernur Sumbar Beri Dukungan Moral ke Nakes dan Pasien Covid-19

Dirut : Pertambahan ruangan Covid-19 sebagai bentuk dedikasi kita sebagai RS rujukan terakhir

RSMDJ — Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang menyambut langsung kunjungan Gubernur Sumatera Barat dalam rangka melihat kondisi Rumah Sakit dan pasien Covid-19, Senin (26/7).

Tidak hanya mendengarkan kondisi terkini dari Direktur Utama Dr dr Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS, orang nomor satu di Sumatera Barat itu juga memberikan dukungan moral kepada para pasien dan tenaga kesehatan melalui pengeras suara dibalik ruang kaca perawatan covid-19 di gedung Instalasi Pusat Jantung Terpadu (IPJT).

Gubernur yang datang sekitar pukul 17.00 sore itu sebelum meninjau langsung ruang perawatan pasien covid-19 juga berbincang banyak dengan Direktur Utama yang turut didampingi pejabat RSUP Dr M Djamil.

Selama kunjungan Direktur Utama memaparkan kondisi RSUP DR M Djamil baik ketersediaan tempat tidur untuk pasien, fasilitas-fasilitas, ketenagaan SDM dan relawan yang ada di RSUP Dr M Djamil Padang.

Gubernur juga memantau langsung kondisi pasien di balik layar monitor dari CCTV yang di tempatkan di ruangan isolasi tersebut.

“Dekatkan diri terus kepada Yang Maha Menyembuhkan agar bisa cepat pulih kembali berkumpul dengan keluarga” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi melalui pengeras suara yang terdengar hingga ke kamar-kamar pasien isolasi Covid-19.

Diakui Mahyeldi, pihak RSUP M Djamil telah memberikan upaya hingga batas maksimal agar semua pasien yang masuk ruang isolasi bisa kembali pulih.

“Apresiasi tinggi diberikan kepada 1.400 relawan di RSUP M Djamil yang membantu tenaga kesehatan untuk menangani pasien Covid-19,” jelasnya.

Mantan Walikota Padang itu juga berharap kepada Rumah Sakit Daerah di Sumbar agar tidak langsung merujuk pasien Covid-19 ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.

“Kita harapkan memang rumah sakit di daerah jangan semuanya dibawa ke M Djamil. Maka, ada bagian-bagian mana yang perlu dibawa ke M Djamil dan mana yang bisa ditangani di daerah,” ujarnya usai meninjau penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit itu, Senin (26/7/2021).

Dia menuturkan hal tersebut untuk mengantisipasi agar penanganan pasien Covid-19 tidak bertumpuk di RSUP M Djamil.

“Kemudian, di samping itu, ada beberapa hal yang perlu dukungan dari kita semua. Kamar tersedia, cuman peralatan, tempat tidur, perlu diberikan dukungan, termasuk ketersediaan tempat tidur,” jelasnya.

Mahyeldi menyampaikan Pemerintah Provinsi Sumbar akan berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait kelengkapan peralatan rumah sakit di Sumbar dalam menangani pasien Covid-19 di Sumbar.

Tidak hanya itu ia juga meminta masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Hal tersebut untuk memutus mata rantai penyebaran kasus Covid-19 di Sumbar.

“Tingkatkan imun dan iman kita agar tidak mudah terpapar,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Dr dr Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS menjelaskan bahwa kunjungan Gubernur Sumbar tersebut dalam rangka melihat langsung kondisi pelayanan bagi masyarakat Sumbar yang terkena covid di RS rujukan Sumatera Tengah itu.

“Gubernur melihat masyarakat yang terkena covid-19 apakah diobati dan dilayani dengan baik,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini RSUP Dr M Djamil Padang sudah bertransformasi menerima pasien covid-19 yang jumlahnya cukup signifikan.

“Sebelumnya ada 46, 90, 155, 155 dan terakhir 350-an yang kita dedikasikan untuk pelayanan covid-19, begitu juga untuk perkembangan ICU dan ini sangat penting, mengingat kita merupakan rs rujukan akhir,” pungkas dokter spesialis bedah anak tersebut.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil selama kunjungan Gubernur Sumbar di RSUP Dr M Djamil juga memaparkan kondisi RSUP DR M Djamil baik ketersediaan tempat tidur untuk pasien, juga fasilitas fasilitas dan ketenagaan SDM dan relawan yang ada di RSUP Dr M Djamil Padang. (RSMDJ/Khairian)

Vaksinator RSUP Dr M Djamil Vaksinasi Masyarakat Bungo Tanjuang

Kadinkes Tanah Datar : Kehadiran Tim Vaksinasi RSUP M Djamil memberikan manfaat baik bagi kami di Tanah Datar

RSMDJ —  Ratusan warga Nagari Bungo Tanjuang Kabupaten Tanah Datar antusias mengikuti vaksinasi covid-19 yang diinisiasi tim vaksinasi RSUP Dr M Djamil Padang. Tidak hanya di Bungo Tanjuang, warga kenagarian lainnya di kecamatan Batipuh turut mendatangi stand vaksinasi yang digelar  di UPT SDN 11 Bungo Tanjuang, Kamis (8/7).

Masyarakat besyukur dengan adanya vaksinasi yang dilaksanakan apalagi didahului  sosialisasi dan edukasi tentang covid-19 serta pentingnya vaksinasi bagi masyarakat.

Dari pantau di lokasi vaksinasi, terlihat ratusan warga yang hadir melakukan registrasi dengan mentaati protokol kesehatan serta arahan dan pendampingan tim satgas covid-10 Bungo Tanjuang.

“Tentu kami sebagai warga sangat bersyukur dengan kegiatan ini, apalagi selama ini masyarakat pada umumnya ragu-ragu untuk divaksin dengan disosialisakan langsung oleh dokter M Djamil, masyarakat tercerahkan tidak ragu untuk divaksin,” kata Efri Nofrizal salah seorang pemuka masyarakat Bungo Tanjuang.

Ia mengungkapkan, masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan hal itu yang ditunjukkan dari banyaknya kunjungan ke lokasi vaksinasi.

“Padahal waktu sosialisasi beberapa hari lalu oleh dr Nazirman yang juga putra asli daerah kami, tidak sebanyak ini yang hadir, tentu kami sebagai masyarakat menyambut positif hal ini,”sebut Efri sembari mengatakan banyaknya informasi yang tidak benar di media sosial mempengaruhi masyarakat untuk takut divaksin.

Dengan telah dilakukan vaksinasi yang digelar semenjak pagi hingga sore hari itu, sebagai masyarakat Efri berharap untuk terus didampingi terutama jika terjadinya kondisi yang janggal pasca divaksin.

“Tentu kami mengajak masyarakat untuk tidak takut divaksin karena vaksin itu bukan untuk mematikan tapi untuk melindungi tubuh dan membentuk kekebalan terhadap virus covid-19, jangan takut, karena ini (vaksin) bukan racun,”tegasnya.

Pj. Wali Nagari Bungo Tanjuang Adiawarman S.Sos MP mengapresiasi langkah RSUP Dr M Djamil yang terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan vaksinasi di tempatnya.

“Kami sangat terbantu dan menyambut positif kunjungan tim M Djamil, apalagi dengan terjunlangsungya dokter-dokter M Djamil untuk vaksinasi di sini, kami sangat berterima kasih dan tentu itu sejalan dengan program pemerintah untuk percepatan vaksinasi bagi masyrakat, khususnya di daerah kami ini,”ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, masyarakat yang hadir melakukan vaksinasi tidak hanya datang dari Bungo Tanjung, tapi juga berasal dari nagari lainnya seperti Nagari Pitalah, Tanjung Barulak serta masyarakat lainnya di Kecamatan Batipuh.

Tidak hanya perangkat nagari dalam vaksinasi tersebut turut di dampingi oleh aparat kepolisian, TNI dan juga kunjungan langsung Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar.

Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar dr. Yesrita Zedrianis mengucapkan terimakasih atas kunjungan tim vaksinasi RSUP Dr M Djamil Padang dan mempercepat pelaksanakan serta cakupan vaksinasi bagi masyarakat Tanah Datar.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Tanah Datar, kami mengucapkan terimakasih atas kunjungan Tim Vaksinasi RSUP M Djamil, kami mengucapkan terimaksih dengan berbesar hati atas kunjungan ini, tentunya dengan kegiatan vaksinasi ini akan menambah cakupan vaksinasi di Tanah Datar,”sebutnya.

Menyaksikan langsung proses vaksinasi diakui dr. Yesrita Zedrianis masyarakat sangat antusias dan bahkan masyarakat yang hadir tidak hanya dari wilayah nagari Bungo Tanjuang.

“Kehadiran Tim Vaksinasi RSUP M Djamil memberikan manfaat baik bagi kami di Tanah Datar dan itu terlihat dari antusiasnya kunjungan, kami berharap dengan vaksinasi, antibodi masyarakat terbentuk dan membentuk kekebalan sehingga masyarakat terhindar dari covid-19,”pungkasnya sembari menyebut dari data sementara yang ia terima dari tim vaksinasi M Djamil lebih dari 700 masyarakat yang melakukan vaksinasi.

Pihaknya juga berharap, tim vaksinasi RSUP Dr M Djamil Padang tidak hanya hadir di Bungo Tanjuang tapi juga ke nagari-nagari lainnya di Tanah Datar.

Sementara itu, Koordinator Tim Vaksinasi RSUP Dr M Djamil Padang di Nagari Bungo Tanjung Dr. dr. Nazirman, SpPD-KHOM mengakui dalam rangka pelaksaan vaksinasi tersebut, satu minggu sebelum vaksinasi pihaknya sudah melakukan edukasi dan sosialisasi tentang covid-19 dan vaksinasi.

“Kalau kita perhatikan, masyarakat  perlu diedukasi langsung, selama ini masyarakat banyak menerima informasi simpang siur dan tidak jelas kebenarannya, Alhamdulillah hari ini banyak yang datang langsung untuk melakukan vaksinasi,” imbuhnya.

Kehadiran langsung tim M Djamil ke masyarakat sebagai bentuk upaya percepatan vaksinasi yang sudah dicanangkan pemerintah dan juga sebagai bentuk pengabdian langsung RSUP Dr M Djamil ke masyarakat khususnya di Sumatera Barat. (RSMDJ/ Khairian)

10 Nakes RSUP Dr M Djamil ditugaskan Ke Wisma Haji Jakarta

Peningkatan kasus positif Covid-19 di Jakarta

RSMDJ — 10 tenaga kesehatan RSUP Dr M Djamil Padang ditugaskan ke Jakarta sebagai tenaga relawan penanganan covid-19. Penugasan 10 nakes tersebut sebagai tindak lanjut permintaan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian kesehatan RI.

Nakes tersebut nantinya akan tugaskan di Wisma Haji Jakarta yang telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Lapangan Covid-19. Hal ini terjadi karena peningkatan kasus positif covid-19 di Ibukota dan keterbatasan Nakes.

Dalam pelepasan secara resmi oleh Direktur Utama Dr M Djamil Padang, Dr dr Yusirwan SpB SpBA (K) MARS, ia berpesan dan berharap agar para nakes yang terdiri dari dokter, perawat dan radiografer untuk selalu menjaga kesehatan.

“Kami titip pesan untuk terus menjaga kesehatan dan tidak tertular covid-19,” kata Direktur Utama di sela-sela kegiatan pelepasan secara resmi di Aula Poliklinik Rawat Jalan lantai IV, Rabu (7/7).

Dr Yusirwan mengingatkan bahwa saat ini kondisi covid-19 terus meningkat,  sehingga  Kementerian Kesehatan mengakomodir Wisma Haji sebagai RS Lapangan Covid-19.

“RSUP M Djamil merupakan satu dari 33 RS Vertikal, untuk itu jika ada yang mengalami sakit maka bersama untuk membantu, ini sebagai bentuk solidaritas kita mengirimkan tenaga kesehatan untuk ditugaskan di sana,” ungkapnya.

Dokter spesialis bedah anak itu berpesan kepada nakes yang ditugaskan untuk meningkatkan komunikasi. Karena merupakan utusan yang membawa nama RSUP Dr M Djamil Padang.

“Bangun komunikasi yang baik dan bekerjalah dengan ikhlas, karena bagaimapun penugasan ini adalah misi kemanusian, selamat bertugas dan semoga selalu dalam lindungan-Nya,” harapnya sembari berpesan untuk terus menetapkan protokol kesehatan.

Sementara itu Koordinator Sumber Daya Manusia RSUP Dr M Djamil Padang, Dedi Alfian SKM MM menjelaskan, para tenaga kesehatan yang ditugaskan ke Jakarta tersebut sudah melewati serangkian persyaratan adminstrasi, seperti surat pernyataan kesedian ditugaskan, izin orang tua/suami/istri, telah melakukan vaksinasi, pemeriksaan antibodi serta melakukan swab PCR negatif.

“Nakes kami yang ditugaskan merupakan nakes yang selama ini telah bertugas menangani pasien covid-19 di sini (RSUP M Djamil),” terangnya sembari menyebutkan nakes akan bertugas selama satu bulan ke depan.

Dikatakan Dedi, 9 Nakes  akan diberangkatkan pada Rabu (7/7) sore dan satu nakes Kamis (8/7).

Sementara itu, koordinator nakes Ns Wahyuda S Kep berharap dan memohon kepada semua agar mereka difasilitasi dan didoakan keselamatan serta kesehatan. (RSMDJ/Khairian).

RSUP DR M Djamil Gelar Gebyar Vaksinasi Covid-19

Dirut : Masyarakat bisa memilih, apakah mau disuntik dengan virus yang dilemahkan, atau bertarung dengan virus yang ganas dan dilakukan perawatan intensif

RSMJD — Dalam rangka percepatan vaksinasi covid-19, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang membuka secara resmi vaksinasi covid-19 bagi masyarakat umum di halaman Poliklinik Rawat Jalan RSUP Dr M Djamil Padang, Sabtu (3/7).Kegiatan bertajuk gebyar vaksin tersebut ditargetkan mampu memvaksin 2 ribu masyarakat setiap hari.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dewan direksi RSUP Dr M Djamil, turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Periode 2016-2020, Nasrul Abit yang juga di daulat sebagai duta vaksin lansia, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

“Insyaallah kegiatan ini (Vaksinasi untuk masyarakat) akan dilakukan setiap hari, kami menyediakan fasilitas layanan vaksin ini dalam rangka membantu percepatan pencapaian vaksinasi yang ditetapkan pemerintah” kata Dr dr Yusirwan SpB SpBA (K) MARS, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang dalam sambutannya membuka acara gebyar vaksin tersebut.

Dijelaskan Dirut, saat ini seluruh dunia menyepakati bahwa untuk menekan laju perkembangan dan pengendalian pandemi covid-19 di samping menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, maka vaksinasi bagi masyarakat adalah hal yang sangat penting. Karena hingga saat ini belum ada obat secara spesifik yang mampu memusnahkan covid-19.

“Kalau yang di sini (Pasien di rawat) adalah bagi yang bergejala dan bertarung dengan virus yang ganas. Masyarakat bisa tinggal memilih, apakah mau disuntik dengan virus yang dilemahkan, atau bertarung dengan virus yang ganas dan dilakukan perawatan intensif,” ungkapnya.

Untuk itu dikatakan Doktrer spesialis bedah anak tersebut, kegiatan gebyar vaksin untuk mayarakat umum ini adalah upaya percepatan untuk memusnahkan covid-19 yang saat ini semakin bervariasi.

Diungkapkannya, presiden sudah menenarketkan percepatan 1 juta vaksinasi setiap hari hal itu bukan tanpa alasan mengingat vaksin yang tersedia memiliki masa berlaku atau kadaluarsa.

“Jika tidak tercapai maka vaksinasi akan kembali di ulang di tahun berikutnya, dan tentu ini akan membuat keadaan kita semua tidak akan pernah lepas dari virus covid-19 ,”terang dr Yusirwan.

Atas dasar itulah pihaknya akan terus berupaya mendorong percepatan. Di samping gebyar vaksin, petugas kesehatan RSUP Dr M Djamil Padang nantinya juga akan disebar ke pelosok daerah di Sumbar ini untuk membantu percepatan vaksinasi.

“Berhubung adanya keterbatasan, kami (RSUP) mengajukan keikutsertaan dalam menyelenggarakan vaksinasi masal ini dan akan membawa dokter serta perawat kami ke daerah-daerah untuk membantu percepatan vaksinasi,” tuturnya.

Terkait proses vaksinasi, masyarakat datang dengan syarat membawa fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan melakukan rangkian proses vaksinasi yakni registrasi, skrining, penyuntikan vaksin, observasi dan menerima kartu vaksin.

Sementara itu, terkait proses vaksin bagi masyarakat yang telah diberikan beberapa waktu ini, dikatakan Dirut belum ada data pihaknya yang menemukan dampak fatal pasca vaksinasi.

“Alhamdulillah belum ada yang fatal, vaksin aman untuk komorbit, dan bahkan sekarang untuk anak usia 12 tahun sudah ditetapkan untuk divaksin,”pungkasnya dr Yusirwan sembari terus mengimbau dan mengajak masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi mengungkapkan saat ini di Sumbar sudah 52 ribu masyarakat yang terkomfirmasi positif covid-19 dari 5,4 juta penduduk Sumatera Barat.
Ïni artinya dari 100 orang penduduk Sumatera Barat 9 diantaranya terkonfirmasi positif covid-19,”ungkapnya.

Terkadap kondisi tersebut Kadinkes mengajak masyarakat untuk terus menerapkan prokes yang ketat dan melakukan vaksinasi, mengingat kondisi pandemi yang semakin meningkat.

“Catatan dan analisis kami (Dinkes) mayoritas yang terkonfimasi postif adalah yang belum divaksin, dan sangat sedikit yang sudah divaksin, ini artinya vaksin terbukti efektif mencegah penularan,”ujarnya.

Arry berkeyakinan, dengan upaya yang dilakukan RSUP M Djamil melakukan gebyar vaksin ini akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat di tengah perdebatan keamanan vaksin.

“Kegiatan yang diinisiasi oleh M Djamil, kami berkeyakinan akan meningkatkan animo masyarakat untuk mau divaksin.”tegasnya sembari menyambut baik kegiatan vaksin yang dilakukan M Djamil.

Tidak jauh berbeda, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr Feri Mulyani mengungkapkan gebyar vaksin di M Djamil sangat membantu pihaknya dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, Nasrul Abit , wakil Gubernur Sumbar periode 2016-2020 selaku duta vaksin lansia mengajak semua pihak untuk terus mematuhi prokes dan mengajak keluarga, kerabat serta lainnya untuk menyosialisaikan pelaksanaan pelayanan vaksinasi di RSUP Dr M Djamil Padang. (RSMDJ/Khairian)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45