Dirut RSUP Dr. M. Djamil Ingatkan Efisiensi tidak Mengurangi Mutu Layanan

Promosi jabatan bergulir di lingkungan Direktorat Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil. Rabu (5/3), Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyerahkan SK Penunjukan Kepala, Wakil Kepala dan Sekretaris Instalasi Rawat Jalan, Kepala Ruangan Poli Mata, THT, Mulut dan Gigi Instalasi Rawat Jalan, Penanggung Jawab Mutu Poli Kebidanan dan Anak, Khusus, dan Penyakit Dalam Instalasi Rawat Jalan serta Manajer Pelayanan Pasien.

Tak hanya penyerahan SK, juga dilangsungkan penandatanganan berita acara penyerahan SK Penunjukan. Turut ditanda tangani oleh perwakilan pejabat dan Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).

Disaksikan oleh Direktur Utama Dr.dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo. 

“Atas nama direksi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil mengucapkan selamat kepada pejabat yang menerima SK Penunjukan. Amanah yang diemban ini untuk kebaikan dan kemajuan RSUP Dr. M. Djamil,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr.dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Ia mengatakan penyerahan SK Penunjukan ini sebagai bentuk penyegaran organisasi dan perlu promosi. Sekaligus upaya penataan organisasi dan regenerasi. “Kami berharap para pejabat untuk menumbuhkan semangat bersama-sama dan meningkatkan layanan yang menjadi fokus kita di dalam melaksanakan kegiatan di RSUP Dr. M. Djamil,” harapnya.

Tahun ini, tegasnya, adalah tahun yang penuh tantangan. Dimana kondisi negara saat ini melakukan efisiensi anggaran yang juga berimbas kepada Badan Layanan Umum (BLU) RSUP Dr. M. Djamil. “Dengan efisiensi anggaran ini hendaknya tidak mengurangi mutu layanan. Sehingga layanan kepada pasien tetap menjadi prioritas kita,” tutur Dovy.

Ia mengatakan tahun ini target pendapatan rumah sakit mencapai Rp 1 triliun. Tentunya dengan semangat efisiensi tersebut diharapkan target itu dapat tercapai. “Makanya kita minta pejabat agar melakukan hal terbaik untuk rumah sakit ini. Kita bekerja untuk bisa memenuhi ekspektasi masyarakat yang begitu besar kepada RSUP Dr. M. Djamil. Apalagi kita sudah banyak mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak atas perubahan yang terjadi. Dan ini hendaknya terus ditingkatkan,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Tim Itjen I Kementerian Kesehatan

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari tim Inspektorat Jenderal (Itjen) I Kementerian Kesehatan di Ruang Rapat Direksi, Rabu (5/3). Kunjungan tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tentang Implementasi Penerapan Pembayaran Remunerasi Direksi dan Presensi Dokter Spesialis.

Kedatangan tim Itjen yang diketuai oleh Meta Libriani Indahsari, S.Kom, M.K.M ini diterima oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut mendampingi Dirut yakni Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp-THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Sementara tim Itjen yakni Eko Sanova, SKM, MM, CFrA, Rico Edra Saputra, S.IP., M.A, Putri Ni Matul Lillah, ST dan drg. Rima Aprili Ananda.

“Di bulan suci Ramadhan ini kami terus melakukan aktivitas pekerjaan. Tentunya kami sebagai satuan kerja (satker) di Kementerian Kesehatan selalu melakukan hal-hal berhubungan dengan kebijakan-kebijakan yang sudah diatur oleh Kementerian Kesehatan, salah satunya termasuk terkait penerapan remunerasi,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dalam sambutannya saat entey meeting.

Ia mengatakan tim Itjen ini akan memonitoring evaluasi pola pembayaran remunerasi direksi dan dokter spesialis yang sudah dilakukan dan telah dikawal oleh tim remunerasi yang dibentuk rumah sakit. “InshaAllah ini akan kami support terkait hal-hal yang dibutuhkan termasuk data dukung dari tim remunerasi. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan lancar,” harapnya.

Ketua Tim Itjen Kemenkes Meta Libriani Indahsari, S.Kom, M.K.M mengatakan melalui monitoring dan evaluasi, tim yang ditugaskan akan dapat memperoleh gambaran langsung Badan Layanan Umum di rumah sakit Tipe A ini terkait penerapan pembayaran remunerasi direksi dan presensi dokter spesialis. “Tidak hanya RSUP Dr. M. Djamil, monev ini juga dilakukan pada tiga rumah sakit vertikal lainnya,” tuturnya.

Diketahui, dalam kegiatan ini, direksi dan pejabat pengelola keuangan rumah sakit milik kementerian ini akan turut mendampingi seluruh rangkaian monitoring dan evaluasi yang dilakukan. Kegiatan ini berlangsung mulai hari ini (5/3) hingga Selasa (11/3). (*)

RSUP Dr. M. Djamil Adakan Pertemuan Persiapan Cuti Bersama Idul Fitri

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan pertemuan persiapan pelayanan selama cuti bersama Idul Fitri 1446 H. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan dalam memberikan layanan kepada pasien selama cuti bersama Idul Fitri mulai tanggal 2, 3, 4 dan 7 April 2025.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai rencana dan persiapan untuk menjaga kelancaran pelayanan serta meminimalkan potensi gangguan atau kendala yang mungkin terjadi selama periode tersebut.

“Pertemuan ini penting diadakan untuk memastikan kesiapan rumah sakit ini memberikan layanan kepada pasien selama cuti bersama Idul Fitri. Tentunya RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan siap memberikan layanan kepada pasien yang berobat,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan di Ruang Rapat Direksi, Rabu (5/3).

Pertemuan itu turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), manajer, asisten manajer, kepala instalasi, dan manajemen rumah sakit.

Ia mengatakan perlu diantisipasi selama cuti bersama ini adalah kasus kecelakaan. Atau kasus emergency. “Untuk itu kesiapan dari Instalasi Gawat Darurat dan Poliklinik Rawat Jalan dibutuhkan,” sebutnya.

Saat cuti bersama nanti, tutur Dovy, RSUP Dr. M. Djamil akan membuka Poliklinik Rawat Jalan untuk melayani kasus non-emergency dan Poliklinik Eksekutif di Ruang Transit IGD. Dan IGD tetap buka 24 jam selama cuti bersasma. “RSUP Dr. M. Djamil ini menjadi rumah sakit dengan layanan yang kompleks. Sehingga bisa mengakomodir semua pasien yang berobat di rumah sakit,” ucap Dovy.

Ia berharap mudah-mudahan rumah sakit ini terus memberikan layanan kepada pasien atau masyarakat yang berobat selama cuti bersama Idul Fitri. “Sehingga pasien dapat terlayani dengan baik tentunya,” tukasnya.(*)

Ini Manfaat Kurma untuk Berbuka Puasa

Bulan Ramadhan merupakan waktu yang penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selama sebulan penuh, umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan menahan diri dari makan dan minum sejak fajar hingga magrib. Salah satu kebiasaan yang telah menjadi tradisi di bulan Ramadhan adalah mengonsumsi kurma, terutama saat berbuka puasa. Kurma tidak hanya menjadi hidangan yang lezat, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Nutrisionis Instalasi Gizi RSUP Dr. M. Djamil Astika Citra Utami, S.Tr.Gz menjelaskan kandungan nutrisi kurma tergantung dari varietas kurma dan kandungan airnya. “Umumnya mengandung zat-zat gula (campuran glukosa, sukrosa, dan fruktosa), protein, lemak, serat, vitamin A, B1, B2, B3, potasium, kalsium, besi, klorin, tembaga, magnesium, sulfur, fosfor, dan beberapa enzim,” sebutnya.

Kandungan gulanya, tuturnya, sebagian besar merupakan gula monosakarida, sehingga mudah dicerna tubuh, antara lain glukosa dan fruktosa. Pada varietas kurma tertentu, juga terdapat gula sukrosa. Kandungan gula pada kurma sangat tinggi, sekitar 70 persen yaitu 70-73 gram per 100 gram. “Kurma memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral. Seperti vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, vitamin A, niasin, kalsium, besi, magnesium, potasium, zinc dan lainnya,” tuturnya.

Nah, berikut manfaat mengonsumsi kurma saat berbuka puasa. Pertama, sumber energi yang baik. Setelah berpuasa sehari penuh, tubuh akan terasa lelah dan capek, terlebih dengan aktivitas yang terbilang padat. “Berdasar studi yang diterbitkan dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition menyebutkan mengonsumsi kurma bisa membantu kamu mendapatkan kembali energi yang telah hilang selama beraktivitas,” tuturnya.

Kedua, meningkatkan kesehatan otak. Buah ini adalah sumber serat dan makanan yang baik serta kaya akan antioksidan alami yang membantu memperlambat perkembangan penyakit demensia dan Alzheimer.

Ketiga, meringankan gangguan pencernaan. Tidak hanya meningkatkan kesehatan otak, kandungan serat dan asam amino yang terdapat pada kurma membantu merangsang pencernaan makanan dan memastikan prosesnya berlangsung optimal. Serat ini juga membantu meringankan kondisi gangguan saluran cerna, termasuk GERD, wasir, dan divertikulitis.

Keempat, mencegah penyakit jantung. Ternyata, manfaat kurma bisa mencegah dari bahaya penyakit jantung. Pasalnya, buah ini membantu mengurangi kadar trigliserida dan stres oksidatif yang menjadi faktor utama risiko terjadinya penyakit jantung dan atherogenesis atau penumpukan plak lemak pada arteri. Kandungan antioksidan dan phytochemicalnya juga dapat mengurangi risiko terjadinya stroke dan gangguan jantung.

“Terakhir, meringankan anemia. Kurma menjadi makanan dengan sumber nutrisi yang baik, salah satunya adalah kandungan zat besinya yang tinggi. Kekurangan zat besi bisa mengakibatkan terjadinya anemia yang ditandai dengan kelelahan, pusing, hingga kulit yang memucat. Konsumsi kurma disinyalir mampu meringankan gejala anemia yang kamu alami,” tukasnya. (*)

Cegah Dehidrasi saat Puasa dengan Minum Air Putih 8 Gelas per Hari

Salah satu gangguan kesehatan yang dapat dialami seseorang selama berpuasa adalah dehidrasi. Kondisi ini sebenarnya dapat terjadi kapan saja, terlebih saat puasa karena perubahan pada pola makan. Maka dari itu, penting bagi setiap individu untuk mengetahui cara mencegah dehidrasi saat puasa agar tidak mengganggu kesehatan tubuh.

Perlu diketahui, dehidrasi adalah kondisi ketika seseorang kehilangan cairan tubuh berlebih yang dapat memicu berbagai macam masalah kesehatan. Pada dasarnya, cara agar tidak dehidrasi saat puasa dilakukan dengan tetap mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan membatasi aktivitas fisik berat di siang hari.

Kondisi yang rentan terjadi saat sedang menjalani puasa, terlebih jika Anda tidak mengelola pola makan dan minum dengan baik. Kondisi ini dapat memicu berbagai macam masalah kesehatan, di antaranya kejang karena gangguan keseimbangan elektrolit, hipertermia, infeksi saluran kemih, hingga gangguan ginjal.

Nutrisionis Instalasi Gizi RSUP Dr. M. Djamil Yesti Febriana, S.Tr.Gz mengatakan untuk mencegah agar tidak dehidrasi saat puasa yang mudah dilakukan adalah dengan meminum cukup banyak air. Ini agar kebutuhan cairan di dalam tubuh dapat terpenuhi. “Sebagai aturan umum, setiap orang disarankan untuk minum delapan gelas sehari. Nah selama bulan puasa, strategi memenuhi cairan tubuh dapat mencoba menerapkan pola 2-4-2,” kata Yesti.

Dua gelas air putih saat berbuka. Minum air putih saat berbuka puasa membangu mengganti cairan tubuh yang hilang setelah seharian beraktivitas. Biasakan untuk berbuka puasa dengan meminum air putih kemudian dilanjutkan dengan makanan lainnya. “Saat berbuka puasa, pastikan untuk meminum sedikitnya dua gelas air putih sesuai kebutuhan. Satu gelas saat azan Magrib dan satu gelas menjelang azan Isya,” tuturnya.

Empat gelas air putih saat makan malam. Disarankan untuk meminum air putih secara berkala saat malam hari hingga menjelang tidur. “Minum empat gelas air putih pada malam hari dengan pembagian dua gelas air putih saat makan dan dua gelas air putih menjelang tidur. Minum air putih sebelum dan sesudah makan bisa membantu melancarkan proses pencernaan,” sebutnya.

Dua gelas air putih saat sahur. Sahur sangat penting untuk memberi energi tubuh selama puasa. “Saat sahur setidaknya minum dua gelas air putih. Bisa dibagi dengan sati gelas saat bangun tidur dan satu gelas setelah makan sahur,” ungkap Yesti.

Dengan terpenuhinya kebutuhan cairan kita selama berpuasa, diharapkan tubuh dapat terhindar dari dehidrasi. Sehingga kita bisa menjalankan puasa dengan sehat dan semangat. Ibadah puasa bukan alasan untuk tidak menerapkan perilaku hidup sehat. Untuk itu tetap terapkan perilaku hidup sehat dengan memilih menu buka puasa yang bergizi dan seimbang. Termasuk melakukan aktivitas fisik ringan setiap harinya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Hadirkan Paket MCU Haji 2025

Menjalankan ibadah haji adalah impian setiap muslim. Agar dapat melaksanakan ibadah dengan optimal, persiapan kesehatan menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Medical Check Up (MCU) Haji 2025 hadir sebagai langkah awal untuk memastikan kesehatan calon jamaah.

“RSUP Dr. M. Djamil telah menghadirkan paket MCU Haji 2025. Paket MCU tersebut diperuntukkan untuk calon jamaah haji baik pria maupun wanita dan untuk petugas penyelenggara haji baik pria maupun wanita, kata Wakil Non-JKN Klinik Istano Pagaruyuang dr. Eko Apriandhi, Sp.OG.

Ia mengatakan paket MCU untuk calon jamah haji dengan harga Rp 975 ribu. Mencakup pemeriksaan yakni pemeriksaan fisik berupa berat badan, tinggi badan, tekanan darah, dan indeks masa tubuh (IMT). Pemeriksaan berikutnya, sebutnya, pemeriksaan penunjang berupa EKG dan rontgen thorax. Pemeriksaan jiwa berupa skrining jiwa SRQ-20.

“Selanjutnya, Laboratorium berupa darah lengkap, lemak darah (HDL, LDL, Total Kolesterol, Trigliserida), fungsi ginjal (ureum, kreatinin, asam urat), fungsi hati (SGOT, SGPT), gula darah puasa (GDP), darah 2 jam PP, urine lengkap, tes kehamilan (jamaah wanita), golongan darah dan rhesus, dan HbA1C,” sebutnya.

Paket MCU untuk petugas penyelenggara haji, sebutnya, dengan harga Rp 1.399.000. Meliputi pemeriksaan fisik berupa berat badan, tinggi badan, tekanan darah, dan indeks masa tubuh (IMT). Pemeriksaan mata, pemeriksaan THT, pemeriksaan penunjang berupa EKG, Rontgen Thorax, Spirometri).

“Laboratorium berula darah lengkap, lemak darah (HDL, LDL, Total Kolesterol, Trigliserida), fungsi ginjal (ureum, kreatinin, asam urat). Fungsi hati (SGOT, SGPT), gula darah puasa (GDP), darah 2 jam PP, urine lengkap, tes kehamilan (petugas wanita), golongan darah dan rhesus,” ucapnya.

Kemudian, sebutnya, pemeriksaan khusus berupa Napza 6 parameter, pemeriksaan kesehatan rohani sederhana. ” Sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan, para peserta harus menjalani puasa selama 8 jam,” tutur dr. Eko.

Ia mengatakan pemeriksaan kesehatan ini dilangsungkan di Klinik Istano Pagaruyuang dengan ruang tunggu yang nyaman, ruang makan yang nyaman dan snack. “Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi no 085186815740,” ucapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Dukung Progul Jaminan Kesehatan Bagi Warga Kota Padang

RSUP Dr. M. Djamil memberikan dukungan terhadap program unggulan (progul) Pemko Padang yakni jaminan kesehatan bagi warga Kota Padang. Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama jaminan kesehatan warga Kota Padang.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua turut menandatangani komitmen bersama tersebut di Ruangan Pertemuan Bagindo Aziz Chan Balai Kota Padang Aiapacah, Senin (3/3). Disaksikan oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua DPRD Padang Muharlion, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang dr. Lukman Fauzi Nurdiansyah serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Srikurnia Yati.

“RSUP Dr. M. Djamil komit memberikan layanan kesehatan khususnya untuk Kota Padang. Ini terus bisa kita sempurnakan agar bisa terwujudnya generasi emas 2045,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengatakan sesuai dengan instruksi Menteri Kesehatan RI, salah satunya rumah sakit vertikal harus mengayomi semua layanan kesehatan dimana rumah sakit vertikal berada. “Oleh karena itu kami dari RSUP Dr. M. Djamil turut memberikan dukungan atas program unggulan Pemko Padang yakni memberikan jaminan kesehatan bagi warga kota,” sebutnya.

Seiring dengan itu, Dovy berharap Kota Padang sebagai pilot project pengimplementasian sistem rujukan berbasis kompetensi. Yakni sistem rujukan pasien didasarkan pada kompetensi penanganan penyakit, bukan berdasar kelas rumah sakit. “Karena bagaimana pun juga dengan kebijakan ini bisa mengurangi angka morbiditas dan mortilitas,” tutur Dovy.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan  program ini adalah harga mati untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Kota Padang. “Ini adalah komitmen kami untuk memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh warga Kota Padang. Kami pastikan bahwa setiap warga yang memiliki KTP Padang dan berdomisili di Padang berhak mendapatkan layanan ini,” tegasnya.

Terkait teknis alurnya, ia menyebutkan sedang dituntaskan dalam beberapa hari ini oleh Dinas Kesehatan bersama BPJS Kesehatan Cabang Padang. “Yang jelas ber KTP Padang, domisili di Padang. Syarat lainnya mungkin ada tetapi tidak merumitkan masyarakat,” kata Fadly.

Sementara Kepala BPJS Cabang Padang dr. Fauzi Lukman Nurdiansyah mengatakan pihaknya siap menjalankan program BPJS gratis ini, dan mengikuti skema dari Pemko Padang. “Kita sesuaikan (teknisnya) dengan Pemko. Yang jelas, baik peserta baru maupun pengalihan sudah bisa mendapatkan pelayanan di rumah sakit,” katanya.

Ia menjelaskan saat ini sistem sudah berjalan, namun teknis pelaksanaan akan terus disempurnakan bersama Dinas Kesehatan. “Kami sudah menjalankan sistem yang ada. Untuk teknisnya agar lebih sempurna, nanti akan kita bahas lebih lanjut dengan Ibu Kepala Dinas,” ujarnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Adakan Pertemuan dengan Calon Investor CCESCC

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan pertemuan dengan calon investor China Chemical Engineering Second Construction Corporation (CCESCC) di Ruang Rapat Direksi, Jumat (28/2). Pertemuan tersebut dipimpin Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo didampingi Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS.

“Pertemuan ini diadakan terkait dengan RSUP Dr. M. Djamil merealisasikan masterplan rumah sakit dalam bentuk investasi dengan pihak ketiga,” kata Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Pertemuan itu turut dihadiri tim masterplan, direktorat perencanaan dan keuangan, Konsultan Hukum Yulakhyari Sastra serta manajer dan asisten manajer serta tim calon investor CCSECC .

Ia mengatakan awalnya RSUP Dr. M. Djamil mendapatkan alokasi anggaran Rp 2,6 triliun untuk pembangunan masterplan rumah sakit ini yang sudah disahkan dalam bentuk angka. “Kemudian dalam perjalanannya dari Rp 2,6 triliun tersebut kami hanya mendapatkan alokasi Rp 1,3 triliun yang harus direalisasikan oleh BLU atau fasilitator,” ucapnya.

Diketahui, dalam masterplan itu, gedung RSUP Dr M Djamil akan saling terintegrasi dan akan dibangun secara lima tahap. Tahap awal direncanakan akan dibangun gedung central medical unit (CMU) 8 lantai dengan 188 tempat tidur dan 1 lantai basement.

Tahap 2 dan tahap 5 gedung rawat jalan Non-JKN dan layanan unggulan dibangun 8 lantai plus basement dengan 4.200 tempat tidur. Masih tahap 2 akan dibangun area komersial, gedung diklat, riset, hostel, dan resto dengan lima lantai. Kemudian gedung IPSRS, wisma, dan gedung asrama.

Tahap 3, sebutnya, gedung rawat jalan BPJS Kesehatan dan layanan unggulan. Tahap 4 gedung ibu dan anak. Direncanakan pembangunan akan dimulai pada tahun 2026. (*)

Tips Berpuasa untuk Pasien Kemoterapi agar Tetap Aman

Saat Ramadhan tiba, tidak jarang pasien dalam rawatan kemoterapi atau pasien yang masih menjalani beberapa kali kemoterapi atau pasien yang masih dalam perawatan kanker merasakan dilema untuk menunaikan kewajiban puasa. Pasalnya, banyak pasien yang khawatir bila puasa berisiko mempengaruhi kondisinya.

“Kalau kita kepengennya tentu ibadah kita jalan dan tidak tertinggal. Pengobatan yang kita jalani tersebut juga tidak tertinggal. Jadi ibarat pepatah minang seandainya kita menarik benang atau rambut dari tepung. Artinya rambut tidak putus dan tepungnya tidak berserak. Begitulah kita menghadapi bulan puasa ini bagi pasien-pasien yang sedang menjalani kemoterapi,” kata Dokter Spesialis Bedah Onkologi RSUP Dr. M. Djamil dr. Rahmat Taufik, Sp.B (Onk) K saat Peringatan Hari Kanker Sedunia 2025 di Unit Kemoterapi.

Ia pun membagi tips agar pasien kemoterapi bisa berpuasa. Tips pertama, pasien harus melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter merawat. “Jadi sebelum memasuki bulan Ramadhan sudah berkonsultasi dengan dokter. Konsultasikan kondisi tubuh dan konsultasikan jenis-jenis pengobatan yang dilakukan kalau seandainya terjadi saat bulan Ramadhan,” ucapnya.

Tips kedua, sebutnya, kesiapan fisik. Mungkin semua orang melakukan persiapan fisik menyambut Ramadhan. Tapi sebagai pasien kanker tentu ada persiapan fisik khusus yang harus dilakukan. “Mulai dari pola makan, pola istirahat, pola fisik,” tuturnya.

Tips ketiga persiapan menghadapi kemungkinan terapi yang akan dijalani saat bulan Ramadhan. “Misal ada pasien secara periodik melakukan kemoterapi maka ada kemungkinan menjalani terapi tersebut di bulan Ramadhan. Artinya kita jangan memaksakan kondisi tubuh kita dengan kemungkinan terapi yang akan dijalani,” ucapnya.

Ia menekankan agar pasien kanker tidak memaksakan kondisi tubuh dengan terapi yang akan dijalani. “Misalnya jadwal kemoterapi minggu ketiga Ramadhan. Mungkin pada minggu pertama masih bisa menjalani puasa. Tetapi ketika memasuki ketiga harus ada persiapan terlebih dahulu, hari H di kemoterapi, beberapa hari pascaperawatan kemoterapi. Kalau seandainya tubuh kita berpuasa di saat itu, jangan dipaksakan,” tegasnya.

Jika dipaksakan, sebut dr. Rahmat Taufik, ada dua kemungkinan yang terjadi. Yakni kemungkinan prtama terhadap kondisi fisik pasien kanker secara umum. Mungkin usai kemoterapi mengalami mual atau muntah. Dalam kondisi demikian, tidak mungkin menjalani puasa di saat itu.

“Kemungkinan kedua berhubungan dengan penyakit itu sendiri. Kita tahu kemoterapi ini adalah pengobatan yang dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker yang berada di tubuh kita. Ketika kita membunuh sel-sel kanker itu, selain karena dari kemoterapi yang masuk ke tubuh kita. Tentu daya tahan tubuh kita juga berperan dalam membunuh sel-sel kanker tadi,” ungkapnya.

Ia menekankan jangan nanti obat kemoterapi membunuh sel-sel kanker tadi tapi kondisi tubuh kita tidak kuat melawan itu. Ini dikarenakan memaksakan puasa. “Tujuan kita untuk membunuh sel kanker itu tidak tercapai,” sebutnya.

Tips keempat persiapan secara psikis atau mental. “Bagaimana menyikapi puasa kita jika dulu bisa berpuasa dalam kondisi sehat bagaimana menyiapkan psikis tanpa ada gangguan,” tutur dr. Rahmat Taufik.

Tips kelima, meyakini penyakit yang diberikan Allah SWT merupakan salah satu media untuk meningkatkan iman kepada Allah SWT. “Jadi di dalam bulan puasa ini kesempatan kita untuk memohon kepada Allah SWT, bagaimana penyakit ini hilang dari tubuh kita,” tukasnya. (*)

Wirid Mingguan RSUP Dr. M. Djamil, Bahas Keistimewaan Lima Huruf Ramadhan

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan wirid mingguan menjelang Ramadhan di Masjid Asy Syifa, Jumat (28/2). Selain mendengarkan tausiah oleh ustad Asrival, SIQ, MA, direksi dan civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil saling memaafkan satu sama lain.

Ustad Asrival, SIQ, MA saat menyampaikan tausiah mengatakan Bulan Ramadhan menjadi momentum tepat untuk lebih memaksimalkan penguatan ketakwaan kepada Allah Swt. Pasalnya, pada bulan mulia ini, umat Islam selama sebulan penuh digembleng untuk dapat menahan diri dari segala yang membatalkan ibadah puasa dan juga segala hal yang dilarang oleh Allah Swt.

“Ramadhan juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah sebagai bentuk penghambaan kepada Allah Swt. Karena memang, bulan Ramadhan memiliki banyak keistimewaan dibanding dengan bulan-bulan lainnya,” tuturnya.

Turut dihadiri Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS FISQua, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Ketua DWP Ny Winanda Dovy serta pengurus dan civitas hospitalia.

Ia mengungkapkan jika direnungkan, huruf-huruf dalam kata Ramadhan pun mampu mewakili keistimewaan yang ada dalam bulan Ramadhan. Ramadhan terdiri dari lima huruf yakni Ra, Mim, Dhad, Alif, dan Nun. Adapun keistimewaan dari kelima huruf tersebut. Ra yang mewakili keistimewaan Ramadhan sebagai bulan rahmat. Segala sesuatu akan dilipatgandakan selama bulan ramadhan serta semua pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Jika ingin menghadirkan amal baik, maka bulan Ramadhan adalah yang terbaik.

“Mim yang mewakili keistimewaan Ramadhan sebagai bulan maghfirah atau ampunan. Segala dosa akan diampunkan pada bulan Ramadhan,” tuturnya.

Huruf ketiga adala Dhad yang memiliki arti jaminan. Betapa tidak, jaminan pahala puasa langsung diberikan secara langsung oleh-Nya tanpa melalui malaikat. “Sungguh sangat istimewa bagi mereka yang menjalani puasa Ramadhan secara sungguh-sungguh,” ucap ustad Asrival.

Huruf keempat adalah Alif yang mencerminkan pembebasan. Hal ini bermakna pembebasan akan siksa api neraka. Huruf terakhir dari Ramadhan ialah huruf Nun yang bermakna nikmat. Nikmat di bulan ramadhan sangatlah banyak. Salah satu nikmat tersebut ialah dapat bertemu kembali dengan bulan Ramadhan pada tahun ini sebab banyak orang yang tidak bisa bertemu dengan bulan Ramadhan. “Sungguh betapa mulianya bulan Ramadhan. Mudah-mudahan kita bisa memaksimalkan ibadah di bulan ini agar mendapat keistimewaan tersebut,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS FISQua mengatakan atas nama jajaran direksi dan manajemen serta seluruh civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Dan InshaAllah diberikan kelancaran menjalankan puasa di bulan Ramadhan. “Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan ini dapat diterima oleh Allah SWT. Amin Amin Ya Rabbal Alamin,” ucap Dovy. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45