RSUP Dr. M. Djamil Berikan Dukungan untuk Subspesialis Onkologi Ginekologi dan Uroginekologi Rekonstruksi

RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama senantiasa berkomitmen untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan. Dengan dukungan sumber daya manusia kompeten, fasilitas kesehatan yang memadai dan kolaborasi yang harmonis dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencetak tenaga medis subspesialis berkualitas dan berkompeten.

“Program subspesialisasi Onkologi Ginekologi dan Uroginekologi Rekonstruksi merupakan salah satu upaya strategis dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat, terutama dalam penanganan kasus-kasus kompleks yang membutuhkan keahlian khusus,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat Tim Visitasi Kolegium dan Himpunan dalam rangka Asesmen Lapangan Kolegium Program Studi Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Peminatan Onkologi Ginekologi dan Uroginekologi Rekonstruksi Fakultas Kedokteran Unand, di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf, Kamis (27/2).

Tim Visitasi Kolegium dan Himpunan terdiri dari Prof. Dr. dr. H. Muhammad Rusda, MKed., Sp.OG, Subsp. FER, Prof Dr. dr. Budi Iman Santoso, Sp.OG, Subsp. Urogin RE, MPH, Dr. dr. Tyas Priyantini, Sp.OG, Subsp. Urogin RE. Dr. dr. Fitriyadi Kusuma, Sp.OG, Subsp.Onk, dan Dr. dr. Dodi Suardi, Sp.OG, Subsp.Onk.

Kemudian Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp Onk (K), FACS, FFSTED, Wakil Dekan I FK Unand Dr. dr. Efrida, Sp.PK(K), M.Kes, Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi Dr.dr Bobby Indra Utama, Sp.OG (K) Urogin, KPS Obstetri dan Ginekologi Prof. Dr. dr. Yusrawati, Sp.OG-KFM, MM, Sekretaris TKP-PPDS FK Unand Dr. dr. Noza Hilbertina, M.Biomed, SpPA (K), Ketua Komkordik RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B (K)Onk, M.Kes dan dosen Obstetri dan Ginekologi.

Asesmen lapangan ini, sebut Dovy, merupakan langkah penting dalam memastikan program yang diselenggarakan memenuhi standar nasional dan internasional. Bahkan mampu menghasilkan dokter-dokter subspesialis yang kompeten dan berintegritas tinggi. “Kami menyadari keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi yang erat antara Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Kolegium Obstetri dan Ginekologi, serta seluruh pihak terkait,” ucapnya.

Oleh karena itu, Ia berharap melalui kunjungan ini, Tim Visitasi dapat memberikan masukan dan rekomendasi yang konstruktif untuk terus menyempurnakan program ini. “Dan tentunya semakin meningkatkan kesiapan institusi kami dalam menyelenggarakan program subspesialis ini,” tutur Dovy.

Sementara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp Onk (K), FACS, FFSTED mengatakan pendirian program studi Onkologi Ginekologi dan Uroginekologi Rekonstruksi bukanlah suatu hal yang mudah. “Dan ini merupakan pengorbanan dan kami hargai dedikasi yang luar biasa dan rencana mendirikan program studi ini,” ucapnya.

Ia mengatakan pihaknya juga menghargai waktu tim visitasi yang telah hadir untuk bagaimana kita meningkatkan pelayanan kesehatan ke depan. “Dengan menciptakan tenaga-tenaga kesehatan yang profesional,” harap Dr. dr. Sukri Rahman.

Dalam pengembangan program studi ini ke depan, sebutnya, butuh kolaborasi bersama dari perhimpunan, kolegium, dan dari  program studi sendiri. “Dari visitasi ini kami berharap masukan-masukan dari civitas akademika termasuk hal-hal yang perlu kita kembangkan demi kemajuan Fakultas Kedokteran Unand ke depannya,” tukasnya. (*)

Divisi Bedah Onkologi dan Unit Kemoterapi RSUP Dr. M. Djamil Peringati Hari Kanker Sedunia

Divisi Bedah Onkologi dan Unit Kemoterapi bersama Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr M Djamil memperingati Hari Kanker Sedunia 2025 di Unit Kemoterapi, Kamis (27/2). Pada tahun ini peringatan tersebut mengusung tema “United by Unique” yang artinya “Bersatu dalam Keunikan”.

“Peringatan ini memberikan semangat kepada seluruh pasien menjalani kemoterapi di Unit Kemoterapi yang selalu tanpa menyerah dalam menjalani pengobatan atau terapi ini. Tentunya dengan harapan untuk sembuh,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.

Pasalnya, sebutnya, semakin bertambah ilmu pengetahuan maka terapi atau pengobatan pada pasien-pasien kanker itu semakin baik. “Usaha, ikhtiar dan doa selalu menyemangati di dalam menghadapi terapi yang pasien jalankan,” ucapnya.

Ia mengatakan atas nama seluruh manajemen maupun Divisi Bedah Onkologi Fakultas Kedokteran Unand/RSUP Dr. M. Djamil selalu ingin memberikan yang terbaik kepada pasien. “Kami juga mendoakan kepada pasien yang sedang menjalani kemoterapi ini untuk bisa selalu mematuhi jadwal terapi. Karena kalau jadwal terapi tersebut bisa dipatuhi maka angka kesembuhan semakin baik,” ungkap Dovy.

Kemudian, tuturnya, dijaga hal-hal yang berhubungan dengan apa yang disampaikan oleh dokter tentu dengan pengobatan atau terapi yang sedang dilakukan. Termasuk ada hal-hal yang harus dihindari. “Jadi, bimbingan, edukasi, obat-obat yang diberikan dan semangat serta dokter-dokter yang sudah menerapkan protokol sesuai standar tentu ini akan memperkuat bagaimana efek kemoterapi ini bisa meningkatkan pencapaian di dalam membunuh atau menghalangi sel-sel kanker agar tidak berkembang,” harap Dovy.

Pada kesempatan itu, Dirut RSUP Dr. M. Djamil didampingi Ketua Pengampuan Kanker RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B (K)Onk, M.Kes dan DPJP Bedah Onkologi Prof. Dr. dr. Wirsma Arif Harahap, Sp.B., Subsp. Onk (K) memberikan bingkisan kepada pasien yang menjalani kemoterapi. Kegiatan ini juga diisi dengan edukasi tips pasien kemoterapi menjalani ibadah puasa oleh dr. Rahmat Taufik, Sp.B(K) Onk. (*)

Penuh Keakraban Silaturahmi Sambut Ramadhan Direktorat Medik dan Keperawatan

Suasana kebersamaan dan kehangatan menyelimuti Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil dalam acara bertajuk Silaturahmi Direktorat Medik dan Keperawatan Menyambut Bulan Ramadhan, Rabu (26/2). Acara ini diinisiasi sebagai bentuk kebersamaan dalam mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan.

Kehangatan acara semakin terasa dengan adanya sesi makan bersama dan saling memaafkan. Seluruh jajaran Direktorat Medik dan Keperawatan dari berbagai bagian turut merasakan kebersamaan dalam momen ini. Kemudian juga kegiatan tersebut diisi dengan pemaparan tips menjaga kesehatan gigi dan mulut selama Ramadhan oleh Kepala Puskesmas Alai drg. Yenni.

Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) mengatakan salah satu syarat puasa itu adalah suci lahir dan bathin. Bathinnya yaitu saling memaafkan. “Hari ini kita bersilaturahmi   membangun ikatan yang kuat di antara seluruh anggota keluarga besar Direktorat Medik dan Keperawatan,” tuturnya.

Ia mengatakan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang terpancar dari kegiatan ini diharapkan dapat membawa berkah dan keberkahan bagi semua dalam menghadapi bulan Ramadhan yang akan datang. “Momen ini menjadikannya sebagai waktu yang berharga untuk meningkatkan rasa kebersamaan,” harap Dr. dr. Bestari.

Di sisi lain, ia mengatakan selama bulan puasa akan terjadi perubahan jam kerja. Kondisi demikian harus dioptimalkan. “Dan kami meminta semangat dari jajaran tidak kendor selama bulan puasa,” imbaunya.

Sebelumnya, Direktorat Perencanaan dan Keuangan serta Direktorat Layanan Operasional telah mengadakan silaturahmi menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H.(*)

Optimalkan Proses Pemulihan Pasien Stroke dengan TMS

Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), sebuah teknologi inovatif, kini menjadi pilihan terapi yang menjanjikan untuk mempercepat dan mengoptimalkan proses pemulihan pasien stroke. Terapi ini berfungsi untuk memperbaiki konektivitas antar neuron dan mengembalikan fungsi motorik serta kognitif yang terganggu akibat stroke.

“TMS merupakan salah satu modalitas dari neurorestorasi yang dapat menstimulasi sel-sel saraf tanpa tindakan invasif, tidak menyebabkan nyeri pada pasien, dan tanpa efek samping berbahaya,” kata dokter spesialis neurologi sub divisi neurorestorasi RSUP Dr. M. Djamil dr. Reno Bestari, Sp.N.

Ia mengatakan cara kerja TMS adalah dengan mengantarkan gelombang elektromagnetik dari main unit. Lalu koil yang ditempelkan ke kepala pasien melalui tulang tengkorak yang akan menstimulasi sel-sel saraf di otak pasien.

“TMS dapat diindikasikan untuk pasien-pasien neurologi. Misalnya pasien stroke, gangguan gerak, tinnitus, dan parkinson. Selain itu TMS dapat digunakan sebagai terapi tambahan untuk beberapa kelainan psikiatri, seperti depresi, obsessive compulsive disorder dan gangguan cemas,” ucapnya.

Salah satu kelebihan TMS, sebutnya, adalah kemampuannya untuk menargetkan area otak yang spesifik dengan presisi tinggi. Hal ini memungkinkan terapi lebih efektif dan efisien dalam memulihkan fungsi yang terganggu akibat stroke. “Selain itu, TMS memiliki risiko efek samping yang rendah, seperti sakit kepala ringan dan rasa tidak nyaman di kulit kepala, yang menjadikannya pilihan terapi yang aman,” ucap dr. Reno.

Ia menegaskan meskipun menawarkan harapan baru dalam pemulihan pasien stroke, TMS sebagai pelengkap dalam program rehabilitasi yang komprehensif. Pasien stroke masih memerlukan terapi fisik, okupasi, dan bicara untuk memaksimalkan pemulihan mereka. “TMS dapat membantu meningkatkan efektivitas terapi tersebut dengan meningkatkan konektivitas dan fungsi otak yang terganggu,” tuturnya .

Sementara salah seorang pasien terapi TMS Rusdiyono melalui sang istri menceritakan suaminya menderita stroke sejak empat bulan terakhir dengan kondisi lemah kaki sebelah kanan dan tidak bisa bicara sama sekali. “dr. Reno pun menyarankan agar suami saya mengikuti terapi TMS selama 10 hari berturut-turut. Alhamdulillah setelah menjalani terapi ketiga, suami saya sudah bisa mengeluarkan suara, tangan dan kaki sudah bisa digerakkan perlahan,” ucap sang istri.

Ia mengatakan suaminya rutin mengikuti terapi TMS. Hingga saat ini kondisi suara sang suami sudah semakin jelas, tangan dan kaki sudah dapat bergerak. “Kami mengucapkan terima kasih kepada dokter Klinik Istano Pagaruyuang RSUP Dr. M. Djamil yang telah merawat suami saya,” ucapnya.(*)

76 Petugas Cleaning Service RSUP Dr. M. Djamil Ikuti Layanan Orientasi Informasi

Diklat RSUP Dr. M. Djamil mengadakan kegiatan layanan orientasi informasi (LOI) bagi 76 petugas cleaning service di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (25/2). LOI tersebut bertujuan agar pelayanan yang diberikan sesuai standar dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.

“Orientasi ini diberikan ke semua staf klinis dan non-klinis yang akan bekerja dan tanggung jawab spesifik pada saat diterima bekerja di rumah sakit dan unit kerja staf,” kata Manajer OSDM RSUP Dr. M. Djamil dr. Keesa Nabila Afida, M.Kes saat menjadi narasumber.

Orientasi ini, sebut dr. Keesa, mengetahui dengan benar segala sesuatu tentang rumah sakit dan memahami tanggung jawabnya. “Dan agar semua staf berperan dan berfungsi  dengan baik,” sebutnya.

Ia mengatakan orientasi yang diberikan bersifat umum. Berkaitan dengan rumah sakit, mutu, sasaran keselamatan pasien, serta pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI). “Sementara orientasi khusus dapat dilakukan di masing-masing unit kerja berupa uraian tugas dan tanggung jawab dalam pekerjaan,” ucapnya.

Ia menegaskan petugas cleaning service wajib mematuhi peraturan rumah sakit. Ini untuk menjamin terpeliharanya tata tertib dalam pelaksanaan kelancaran tugas. “Rumah sakit wajib melaksanakan penegakan disiplin serta melakukan berbagai upaya peningkatan disiplin. Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi dan hukuman sanksi dijatuhkan oleh pejabat berwenang,” tutur dr. Keesa.

Petugas cleaning service, sebutnya, perlu mengetahui ketentuan umum rumah sakit. Yakni jam kunjungan pasien, hak dan kewajiban pasien serta rumah sakit, informasi yang benar tentang pelayanan rumah sakit dan sumber daya atau profesi serta istilah umum kesehatan.

“Termasuk mempromosikan layanan kesehatan yang ada di rumah sakit. Dan unit kerja yang berisiko berkaitan dengan keselamatan pasien, pengunjung dan petugas rumah sakit,” tutur dr. Keesa.

Ia pun juga memaparkan larangan dan kewajiban cleaning service. Untuk larangan yakni merokok di lingkungan rumah sakit dan melakukan tindakan kriminal atau narkoba. “Sedangkan kewajiban berupa menandatangani pakta integritas, menjaga lingkungan dan fasilitas internal rumah sakit. Mematuhi ketentuan dan aturan yang berlaku dan penanggulangan bencana di rumah sakit,” ungkapnya.

Selain materi manajemen dan kebijakan rumah sakit terhadap tenaga outsourcing. Para petugas cleaning service ini  mendapatkan materi berupa komunikasi efektif, sanitasi rumah sakit, keselamatan pasien. Kemudian materi pemakaian APD, kebersihan tangan dan etika batuk serta manajemen fasilitas dan keselamatan. Mereka juga mengikuti praktik yakni bantuan hidup dasar, hand hygiene, spill kit dan APAR. (*)

Silaturahmi Sambut Bulan Ramadhan, Ini yang Disampaikan Direktur Layanan Operasional

Bulan Ramadhan adalah momen yang dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Sebagai bulan yang penuh berkah dan ampunan, bulan Ramadhan menawarkan kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. M. Djamil drg. Ade Palupi Muchtar, MARS saat Silaturrahmi Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1446 H/2025 M Direktorat Layanan Operasional di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (25/2).

Ia mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjalin silaturrahmi diantara jajaran Direktorat Layanan Operasional sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. “Saling maaf memaafkan, kita tidak tahu dan tidak ada yang murni dalam dosa, baik dalam bekerja maupun suasana apapun. Ini momen supaya kita menghadapi bulan Ramadhan  bulan suci kita juga berikhtiar menyucikan diri,” ujarnya.

Turut dihadiri Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Konsultan Hukum Yulakhyari Sastra, Manajer, Asisten Manajer, Kepala Instalasi, dan staf di lingkungan Direktorat Layanan Operasional.

Selain tausiah yang disampaikan ustad Nevi Warman, pada silaturahmi itu diserahkan santunan kepada anak yatim di lingkungan Direktorat Layanan Operasional.

Ia mengatakan InshaAllah pada 1 Maret mendatang merupakan hari pertama Ramadhan. Tentunya kondisi ini tidak membuat semangat kita menjadi kendor. “Walau pun kita tahu, pasti nanti kita harus bangun dini hari untuk sahur kemudian berpuasa. Tapi tentunya tetap menjalani aktivitas bekerja di rumah sakit ini pada bulan puasa, niatnya adalah untuk ibadah. Jadi semuanya bisa dilewati dengan mudah dan InshaAllah berkah,” ucap drg. Ade.

Sehari sebelumnya, Direktorat Perencanaan dan Keuangan telah mengadakan silaturahmi menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H. Turut dihadiri Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr Bestari Jaka Budiman, SpTHT-KL (K), dan seluruh jajaran Direktorat Perencanaan dan Keuangan. (*)

Annual Scientific Meeting Fetomaternal, Dirut M Djamil Paparkan Pentingnya RT-PCR untuk Deteksi TORCH

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menjadi salah satu narasumber dalam The 25th Annual Scientific Meeting Fetomaternal di Lombok, Senin (24/2). Ia memaparkan tentang The Importance Of RT-PCR for CMV and Toxoplasma Detection in Amniotic Fluid.

“TORCH (toksoplasma, rubella, cytomegalovirus, herpes simplex virus) adalah sekelompok infeksi bawaan yang bisa menular dari ibu ke anak selama masa kehamilan, saat melahirkan atau setelah melahirkan. Itulah mengapa penting bagi ibu untuk pemeriksaan TORCH untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil ini.

Ia mengatakan selama ini untuk deteksi adanya TORCH ini menggunakan serologi. Dan serologi ini memiliki prinsip pemeriksaan darah untuk deteksi antibodi. Jadi orang terinfeksi kemudian akan terjadi reaksi antibodi. “Nah kalau untuk deteksi pada ibu hamil apakah bayinya terinfeksi atau tidak, itu kan kurang sensitif dan spesifik. Karena bisa saja pengaruhnya tergantung daya tahan tubuh orang,” sebut dokter spesialis fetomaternal ini.

Dengan pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction), sebut Dovy, kita memeriksa virus atau bakterinya. “Kalau PCR itu kan artinya metode pemeriksaan amplifikasi atau perbesaran material genetik pada virus. Jadi kita memang mendapatkan jumlah virusnya. Atau replikasi virusnya langsung,” tuturnya.

Kenapa dulu tidak bisa dilakukan? Dovy menjelaskan dulu itu pemeriksaan PCR tersebut sulit dan memang di Indonesia belum umum, susah dan butuh keahlian khusus. Sejak Covid-19, sudah ada semua mesin PCR di seluruh Indonesia.

“Gold standar itu kan adalah pemeriksaan PCR. Jadi kita tinggal memanfaatkan mesin PCR ini. Dan sampelnya bisa sampel darah atau cairan ketuban. Jadi kalau untuk menginfeksi pada ibu misalnya, kita ambil darahnya. Kemudian memeriksa virus dalam darah melalui mesin PCR. Jadi lebih cepat mendeteksi. Misalnya ibu tersebut infeksi apa tidak. Karena infeksinya, infeksinya itu benar tidak virusnya ada. Berapa memang jumlah virusnya. Nah itulah yang lebih tepat. Lebih gold standarlah untuk pemeriksaan virus,” ungkapnya.

Ia menegaskan makanya sekarang itu yang mau akan dikembangkan. Apalagi sudah ada fasilitasnya. Dan Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi (PDRPI) sudah mempunyai semua mesin PCR. “Tinggal kita memanfaatkan. Karena selama ini di Indonesia kita hanya melakukan riset tanpa menghasilkan produk. Makanya contoh Kepala Laboratorium PDRPI Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc yang telah mempunyai riset dan langsung ada hilirisasi produk. Nah itu yang akan saya kembangkan bersama,” ucapnya.

Ia mengatakan keuntungan pemeriksaan PCR ini berbiaya murah dibanding serologi dengan biaya jutaan rupiah. Dan diagnosa yang tepat. “Nah itu modalitas kita ke depan. Makanya kami kolaborasi bersama antara RSUP Dr. M. Djamil dengan PDRPI untuk mengembangkan produk Kit PCR untuk infeksi Torch ini. Jadi kita akan melakukan penelitian. Mudah-mudahan kalau selesai tentu nanti   validasinya bagus, kita bisa memproduksi Kit PCR Torch ini untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat atau center-center pendidikan lain yang mempunyai fasilitas pemeriksaan PCR,” ungkap Dovy.

Ia menekankan di dunia memang terbukti pemeriksaan TORCH dengan mesin PCR. “Tapi di Indonesia tentu kalau mau mengimplementasikan atau membuat produknya tentu validasinya harus bagus, dan sampel harus banyak. Dan itu yang akan kita lakukan pengumpulan sampel serta validasinya bagus dan nanti akan keluar Kit PCR untuk infeksi Torch ini,” tukasnya.(*)

Satu-satunya di Sumbar, RSUP Dr. M. Djamil Hadirkan Poliklinik Rehabilitasi Kardiovaskular

RSUP Dr. M. Djamil menghadirkan poliklinik rehabilitasi kardiovaskular untuk menunjang kesehatan pasien penyakit jantung dan pembuluh darah. Poliklinik satu-satunya di Sumatera Barat ini berlokasi di lantai 2 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

“Rehabilitasi kardiovaskular adalah program perawatan yang dirancang khusus guna membantu mengoptimalkan kesehatan pasien penyakit jantung pascaperawatan,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Citra Kiki Krevani, Sp.JP (K).

Ia mengatakan pada dasarnya, program rehabilitasi kardiovaskular dibentuk untuk memudahkan pasien penyakit jantung dalam mendapatkan perawatan jangka panjang pascaprosedur. “Bertujuan meningkatkan fungsi jantung, mengurangi faktor risiko jantung, meningkatkan kualitas hidup. Dan mencegah terjadinya masalah kesehatan di masa depan,” ucapnya.

Program di poliklinik ini, sebut dr. Citra, diawali  pelaksanaan pengkajian pasien. “Pasien yang akan menjalani rehabilitasi kardiovaskular  dilakukan pengkajian terkait riwayat penyakit, faktor risiko, tindakan atau pun prosedur diagnostik yang dilakukan dan pemeriksaan fisik,” sebutnya.

Kemudian, pengendalian faktor risiko. Meliputi pengendalian hipertensi, obesitas, dislipidemia, diabetes melitus dan kebiasaan merokok. “Program berikutnya konseling nutrisi bertujuan untuk menentukan pola diet, modifikasi diet dan asupan kalori total,” tuturnya.

Ia mengatakan stratifikasi risiko meliputi pengendalian hipertensi, obesitas, dislipidemia, diabetes melitus dan kebiasaan merokok. “Selanjutnya, program latihan fisik dirancang khusus untuk meningkatkan kesehatan jantung, pembuluh darah, dan faktor respirasi. Selain itu, latihan ini juga dapat membantu menurunkan risiko masalah pernapasan serta masalah otot, tulang, dan sendi yang dapat mengganggu keseimbangan gerak,” sebut dr. Citra. 

Ia mengatakan latihan fisik biasanya dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan disesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhan masing-masing pasien. Oleh karena itu, di Poliklinik Rehabilitasi Kardiovaskular ini menyediakan sejumlah peralatan yang mirip dengan gymnastium.

“Latihan fisik itu meliputi treadmill test, ergocycle test, dan 6 MWT serta senam. Untuk sementara ini kami menyiapkan program 12 kali pertemuan. Satu kali pertemuan dengan durasi 45 menit. Mencakup pemanasan, latihan inti dan pendinginan,” paparnya.

dr. Citra mengatakan program berikutnya berupa manajemen psikososial. “Pengendalian terhadap gaya hidup yang buruk serta manajemen depresi dan hostilitas,” ucapnya.

Usai mengikuti 12 kali pertemuan, tahapan selanjutnya pasien rutin melakukan latihan di rumah. Dan satu bulan sekali baru dilakukan evaluasi. “Biasanya dilanjutkan dengan senam jantung sehat,” tutur dr. Citra.

Ia menekankan poliklinik ini melayani pasien BPJS Kesehatan dan Non-JKN. “Poliklinik tersebut buka dari Senin sampai Jumat mulai pukul 07.30-16.00 ,” ujarnya.

Seorang pasien rehabilitasi kardiovaskular, Suryadi (64) menceritakan hari ini (21/2), dia menjalani pertemuan ke empat di Poliklinik Rehabilitasi Kardiovaskular. Di awali dengan pemanasan melalui senam, latihan sepeda statis dan treadmill.

“Saya merasa senang melakukan latihan fisik di poliklinik ini. Selain nyaman, peralatan untuk latihan fisik memadai. Dan peogram latihan fisik pun dirancang sesuai kemampuan pasien,” tutur Suryadi didampingi sang istri.

Ia mengatakan setelah mengikuti tiga kali pertemuan, dia sudah merasakan perubahan pada tubuhnya. “Saya akan rutin melakukan latihan fisik sesuai anjuran dokter. Hal sama juga saya lakukan di rumah,” tukasnya.(*)

Wirid Mingguan RSUP Dr. M. Djamil, Perbuatan yang Harus Dihindari selama Berpuasa

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan Wirid Mingguan di Masjid Asy Syifa, Jumat (21/2). Kegiatan wirid mingguan ini menghadirkan ustad Kamrizal, Lc. MA yang membahas tentang perbuatan yang harus dihindari selama berpuasa.

“Menjaga diri dari larangan saat puasa Ramadhan adalah suatu kewajiban bagi umat Muslim. Menjauhi larangan tersebut bisa membuat ibadah puasa jadi bisa terkontrol dan terhindar dari perbuatan buruk,” kata Ustad Kamrizal, Lc. MA.

Dengan begitu, sebutnya, ibadah puasa Ramadhan bisa berjalan dengan lebih khusyu. “Tentunya mendapatkan keberkahan, dan pahala sesuai yang diinginkan,” ucapnya.

Berikut hal-hal yang perlu dihindari selama menjalani ibadah puasa. Pertama, sebut Kamrizal, berdusta atau berbohong yang merupakan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai kejujuran dan integritas dalam Islam. Selama bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kejujuran dan memperkuat hubungan baik dengan Allah SWT dan sesama manusia.

“Kedua, gosip. Perbuatan menyebarkan informasi yang belum tentu benar dan seringkali menimbulkan fitnah bahkan perpecahan di antara saudara seiman. Selama bulan Ramadhan, umat Islam diminta untuk meningkatkan kesadaran terhadap dampak negatif perilaku tersebut,” ucapnya.

Ketiga, larangan saat bulan puasa berupa penggunaan bahasa kotor, kasar, atau menyakiti perasaan orang lain harus dihindari selama bulan Ramadhan. “Menjaga lidah dari ucapan yang tidak pantas merupakan bagian penting dari menjaga kesucian ibadah puasa dan memperoleh pahala,” ungkapnya.

Terakhir, sebutnya, berhubungan intim suami istri di siang hari saat bulan Ramadhan. “Suami istri sebaiknya menghindari berhubungan intim pada siang hari saat bulan Ramadan. Hal ini karena perbuatan tersebut membatalkan puasa dan termasuk dosa. “Berhubungan intim di malam hari boleh dilakukan antara waktu Maghrib hingga menjelang Subuh,” ungkap Kamrizal.

Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) mrngatakan wirid mingguan ini menjadi tempat silaturahmi bersama civitas hospitalia. “Melalui wirid mingguan ini kita dapat memperoleh pengetahuan sehingga bisa mengisi atau me-recharge pikiran kita kembali sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan,” harapnya.(*)

KKPRI RSUP Dr. M. Djamil Adakan RAT, Dirut Ingatkan Ke depankan Kegiatan Sosial

Koperasi Konsumen Pegawai Republik Indonesia (KKPRI) RSUP Dr. M. Djamil mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2024 di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (20/2). Selain penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus Tahun Buku 2024, juga dilangsungkan Pemilihan Kepengurusan KKPRI Periode 2025-2030.

Dalam sambutannya, Pembina KKPRI yang juga Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ini penting dilaksanakan untuk mengevaluasi kinerja dari pengurus koperasi yang telah bekerja secara optimal dan maksimal dalam pengelolaan koperasi ini. Tentunya dengan asas kegotongroyongan untuk menyejahterakan anggota yang bergabung di dalam koperasi. 

“Selain mengevaluasi, RAT ini juga menyusun strategi apa yang akan dilakukan ke depan terkait dengan masalah-masalah yang ada, apa-apa saja yang sudah dan belum dicapai. Kemudian apa yang akan ditindaklanjuti untuk kemajuan koperasi. Karena bagaimana pun juga tentu koperasi ini maju selain dari pengurus mengelola dana yang ada ini, juga pelibatan anggota,” ungkap Dovy.

Turut dihadiri Ketua Pusat Koperasi Pegawai RI (PKPRI) Provinsi Sumatera Barat Hadi Suryadi, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Ketua KKPPRI RSUP Dr. M. Djamil Ns. Ema Julita, S.Kep, MARS, FISQua dan pengurus serta anggota koperasi.

Ia berharap dengan aset yang dikelola oleh koperasi lebih kurang Rp 20 miliar itu, bukanlah dana yang kecil. Akan tetapi bisa melakukan pengembangan-pengembangan usaha yang lain. Terpenting, anggota ini bisa merasakan pengembangan yang dilakukan oleh koperasi. “Selain itu dengan jumlah anggota koperasi mencapai 3.000, saya kira banyak yang bisa dilakukan untuk kegiatan koperasi,” ucapnya.

Selaku pembina, Dovy menitip agar anggota untuk mendukung kinerja koperasi ke depan. Dan bagaimana program tersebut diwujudkan tentunya untuk kepentingan anggota koperasi. “Dengan kondisi RSUP Dr. M. Djamil saat ini banyak peluang-peluang usaha yang dapat dilakukan. Tentu kami akan memberikan dukungan tersebut. Terpenting bagaimana pengelolaan dan kerja samanya dilakukan yang baik,” harapnya.

Dovy juga mengingatkan koperasi ini agar mengedepankan tujuan sosial. “Jadi kalau kita bergerak di rumah sakit, pendanaan yang dikumpulkan dari hasil layanan dan iuran simpanan anggota tentunya bisa dimanfaatkan untuk sosial. Apa pun usaha yang dilakukan sisihkan untuk sosial, salah satunya memfasilitasi kebutuhan pasien. InshaAllah ini akan membawa keberkahan untuk koperasi,” ucapnya.

Ia berharap RAT ini menjadi forum yang produktif, menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi seluruh anggota serta memperkuat peran koperasi di dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai di RSUP Dr. M. Djamil. “Mari kita terus berkomitmen untuk menjadikan KKPRI sebagai koperasi yang unggul, sehat dan berdaya saing tinggi untuk kesejahteraan anggota,” tukas Dovy. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45