RSUP Dr. M. Djamil Hadirkan Ruang Rawat Inap Atrium IPJT

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan terbaik dengan menghadirkan ruang rawat inap kardiovaskular terbaru yang diberi nama Ruangan Atrium. Ruang rawat inap tersebut berada di Gedung Instalasi Penyakit Jantung Terpadu (IPJT) Lantai 3.

Peresmian ruang rawat inap ini dibuka dengan acara tasyakuran. Melibatkan seluruh jajaran direksi, manajemen dan civitas hospitalia rumah sakit.

“Kami bersyukur dengan hadirnya ruang rawat inap kardiovaskular. Ini menandakan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik, nyaman dan berkualitas bagi masyarakat,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia berharap mudah-mudahan dengan fasilitas yang disediakan, pasien-pasien yang menjalani perawatan di ruang rawat inap ini dapat terlayani dengan baik dan sesuai standar. “Ini menandakan kita bisa memberikan rawatan yang terbaik kepada pasien-pasien kardiovaskular. Sukses untuk RSUP Dr. M. Djamil,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu dr. Citra Kiki Krevani, Sp.JP (K) mengatakan hari ini pihaknya membuka ruang rawat inap ini dengan semangat yang tinggi. “Selain karena kebutuhan pelayanan, juga karena besar dan harapan dari seluruh stakeholders yang ada,” tuturnya.

Ia mengatakan ruangan atrium ini merupakan ruang rawat inap kardiovaskular low care atau ruang rawatan biasa. “Kapasitasnya kita siapkan 32 tempat tidur. Untuk tahap pertama, kita menyediakan 13 tempat tidur dulu. Kemudian nanti bertahap sampai kita bisa maksimalkan dengan 32 tempat tidur. Nanti akan ada wacana menambah dua tempat tidur layanan Non-JKN,” harapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Sumbar

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan  Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat di Ruang Rapat Direksi, Selasa (18/2). Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di rumah sakit.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua yang menerima kunjungan tersebut mengatakan RSUP Dr. M. Djamil merupakan salah satu layanan publik tentu banyak hal yang dilakukan agar layanan publik tersebut dapat berjalan dengan baik. “Tentunya kepuasan masyarakat atau pasien menjadi tolok ukur apakah sudah berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah dilakukan,” sebutnya.

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen. Sementara dari Ombudsman dihadiri Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar Adel Wahidi beserta jajaran.

Ia mengatakan di tahun 2024 lalu telah dilakukan berbagai hal terkait dengan layanan kepada pasien yang dilakukan sesuai standar. Tapi tentunya RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera Bagian Tengah dengan kompleksitas yang tinggi tentu juga menjadi tantangan tersendiri.

“Bagaimana harapan masyarakat tentu harus dipenuhi. Tentunya kami harus terus berbenah. Bagaimana nanti harapan dari masyarakat itu bisa kami wujudkan terkait dengan layanan kesehatan yang terus menerus secara berkesinambungan dan tidak terlepas dari SOP yang telah dibuat,” tuturnya.

Ia mengungkapkan atas kerja keras seluruh civitas hospitalia, RSUP Dr. M. Djamil meraih empat penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI atas capaian kinerja di tahun 2024. Di samping keberadaan rumah sakit ini juga terus mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholders terkait.

“Ini tentunya menjadi semangat bagi kami untuk bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang tentunya ini menjadi harapan untuk bisa kita wujudkan bersama,” harap Dovy.

Sementara Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar Adel Wahidi mengatakan Ombudsman turut menjadi saksi yang merasakan dinamika RSUP Dr. M. Djamil yang terus berkembang. Dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang telah ditoreh rumah sakit ini. “Alhamdulillah kami secara pribadi atau kelembagaan dapat melihat bagaimana RSUP Dr. M. Djamil terus berdinamika dan berkembang,” ucapnya.

Ia mengatakan pelayanan publik ini tidak terlepas dari aduan. Kita mesti melihat komplain tersebut sebuah nutrisi. Karena dengan pengolahan pengaduan ini kita mendapat masukan dan terus berkembang. “Makanya dua tugas kami di Ombudsman. Pertama aduan penyelenggaraan pelayanan publik dan kedua berkaitan dengan pencegahan atau maladministrasi,” ungkap Adel.

Ia menyarankan agar RSUP Dr. M. Djamil terus membuka diri untuk mendapatkan komplain atau pengaduan dari masyarakat. Sehingga dari situ kita tahu kebaikan-kebaikan yang bisa dilakukan.

“Kami juga mempunyai kompetensi pada tata kelola layanan. Ke depan nantinya bisa membuka ruang bersama-sama bagaimana kami bisa ikut berkontribusi di dalam tata kelola layanan. Misalnya dalam pengaduan di rumah sakit apa yang masih kurang diperbaiki. Agar kapasitas penanganan pengaduan kita semakin baik,” harap Adel. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Pengukuhan Guru Besar di Unand

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua menghadiri acara Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr.dr. Satya Wydya Yenny, Sp.D.E.V, Subsp. D.K.E, M.Ag (Guru Besar Bidang Dermatologi Kosmetik dan Estetik Fakultas Kedokteran), Prof Dr. Ns. Meri Neherta, S.Kep, M. Biomed (Guru Besar Bidang Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan) dan Prof. Nelwati, S.Kp, M.N, Ph.D (Guru Besar Bidang Ilmu Keperawatan Dasar Fakultas Keperawatan). Pengukuhan itu dilangsungkan di Convention Hall Universitas Andalas, Selasa (18/2).

Selain tiga Guru Besar itu, ada tujuh Guru Besar Unand lainnya yang dikukuhkan. Prosesi pengukuhan 10 guru besar tersebut ditandai pemasangan kalung kehormatan, oleh Ketua Dewan Profesor, Prof. Apt. Marlina, Ph.D didampingi Rektor Unand, Efa Yonnedi, Ph.D. serta Ketua Senat Akademik Universitas (SAU), Prof. Dr. Syafrizal Sy.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengucapkan selamat atas pengukuhan Prof. Dr.dr. Satya Wydya Yenny, Sp.D.E.V, Subsp. D.K.E, M.Ag (Guru Besar Bidang Dermatologi Kosmetik dan Estetik Fakultas Kedokteran), Prof Dr. Ns. Meri Neherta, S.Kep, M. Biomed (Guru Besar Bidang Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan) dan Prof. Nelwati, S.Kp, M.N, Ph.D (Guru Besar Bidang Ilmu Keperawatan Dasar Fakultas Keperawatan).

Ia berharap, pengukuhan ini dapat memberikan semangat dan inspirasi pada seluruh civitas akademika di lingkungan Unand. “Pengangkatan guru besar ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada akademisi yang telah menunjukkan kompetensi dan kontribusi yang dianggap memadai dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” harap Dovy.

Sementara itu, Rektor Unand Efa Yonnedi, Ph.D mengatakan salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan pendanaan riset dari sumber internal universitas. Oleh karena itu, pihaknya ingin mengingatkan kembali bahwa Guru Besar Universitas Andalas harus proaktif dalam mendapatkan pendanaan penelitian.  “Kita tidak bisa hanya bergantung pada anggaran internal. Kita harus mampu menarik pendanaan dari luar, baik itu dari pemerintah, sektor swasta, maupun lembaga internasional,” ucapnya. (*)

Dirut dan Dirmed M. Djamil Dampingi Menkes Resmikan RSUD Serambi Madinah Kota Solok

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) mendampingi Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam kunjungan kerja sehari di Kota Solok, Senin (17/2). Salah satu agenda penting yang diikuti adalah peresmian RSUD Serambi Madinah, Labkesmas, Integrasi Layanan Primer Kota Solok dan Peluncuran Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan Kementerian Kesehatan mulai tahun lalu meningkatkan kualitas layanan RSUD di 514 kabupaten/kota dan RSUD di 34 provinsi. Layanan terutama untuk penyakit-penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di masyarakat.

“Di akhir masa Presiden yang lalu, saya diminta Presiden Jokowi melakukan transformasi sebesar-besarnya di sektor kesehatan. Salah satu yang kita ambil adalah penyakit stroke yang menempati urutan pertama penyebab meninggal. Kalau secara nasional, jantung menempati urutan kedua,” sebutnya.

Kementerian Kesehatan yang dilakukannya apa? Ia mengatakan semua rumah sakit di 514 kabupaten kota untuk stroke itu harus ada CT Scan. Sesudah CT Scan, semua rumah sakit diberikan Cath Lab. “CT Scan untuk memeriksa sedangkan Cath Lab untuk membantu. Karena tugas dokter itu dua yakni memeriksa dan membantu,” tuturnya.

Ia menyebutkan stroke itu terbagi atas dua yakni stroke iskemik dan hemoragik. Kedua jenis stroke ini sama-sama berbahaya dan memerlukan penanganan cepat. “Prosedurnya dinamakan trombektomi. Itu harus bisa dilakukan di seluruh kabupaten kota,” ucapnya.

Ia mengatakan untuk jantung menggunakan alat elektrokardiogram (EKG). Nah kalau serangan jantung, alatnya sama dengan stroke yakni Cath Lab. “Semua kabupaten kota nanti akan punya Cath Lab untuk pasang ring jantung. Kalau ada kasus serangan jantung di rumah sakit daerah tidak perlu lagi rumah sakit di ibukota provinsi,” ungkapnya.

Menkes menjelaskan penguatan layanan kardiovaskular saat ini difokuskan di 514 kabupaten/kota. Penanganan penyakit jantung idealnya harus dilakukan dalam waktu kurang dari dua jam. Dengan waktu yang sangat singkat tersebut, pasien tidak memungkinkan untuk dirujuk ke tingkat provinsi. Oleh karena itu, rumah sakit di kabupaten/kota harus dilengkapi dengan alat dan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang memadai.

Namun, data Kemenkes menunjukkan dari 514 kabupaten/kota, sebanyak 372 di antaranya belum memiliki alat atau tenaga medis untuk layanan seperti kateterisasi jantung atau trombektomi. Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan dokter spesialis untuk meningkatkan akses kesehatan yang merata.

“Ini adalah tantangan serius bagi sektor kesehatan kita. Program fellowship ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis jantung yang sangat dibutuhkan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jantung di Indonesia,” ujar Menkes.

Dengan upaya ini, pemerintah optimistis dapat mempercepat transformasi sistem kesehatan di Indonesia. “Dan memastikan bahwa pelayanan kesehatan berkualitas tidak lagi menjadi hak istimewa bagi sebagian kecil wilayah,” harapnya.

Sebelumnya, Direktur Utama bersama Direktur Medik dan Keperawatan mendampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyambut kedatangan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Ruang VVIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM). (*)

RSUP Dr. M. Djamil Mengikuti Entry Meeting Bersama BPK RI

RSUP Dr. M. Djamil bersama tiga Satuan Kerja Kementerian Kesehatan RI di Sumbar lainnya mengikuti entry meeting BPK RI Laporan Keuangan Kementerian Kesehatan Tahun 2024, Senin (17/2). Entry meeting merupakan bentuk komunikasi pemeriksaan yang bertujuan untuk menjalin komunikasi awal tim pemeriksa dengan entitas yang diperiksa serta mewujudkan persamaan persepsi terhadap pelaksanaan pemeriksaan.

Ketiga Satuan Kerja Kementerian Kesehatan RI di Sumbar lainnya yakni RSO Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi, Poltekkes Kemenkes Padang dan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Padang mengikuti entry meeting secara virtual. Kegiatan itu dipusatkan di Ruang Rapat Direksi RSUP Dr. M. Djamil.

Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Dr. M. Djamil Luhur Joko Prasetyo menyambut baik kedatangan tim pemeriksa dari BPK RI dan berharap proses pemeriksaan ini dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja satuan kerja Kementerian Kesehatan di Sumbar. Tim pemeriksa BPK RI akan bekerja di Satuan Kerja Kemenkes di Sumbar hingga 8 Maret mendatang.

“Saya berharap Satuan Kerja Kemenkes dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil dapat memberikan pelayanan yang baik, maksimal dan cepat dalam menyediakan dokumen yang dibutuhkan oleh tim pemeriksa,” harap Koko–panggilan akrab Joko Luhur Prasetyo.

Ketua Tim Pemeriksa BPK RI Jan Hendra WT mengatakan pemeriksaan laporan keuangan ini didasari UU No 15 Tahun 2024 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan UU No 15 Tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Standar pemeriksaan keuangan negara yang ditetapkan berdasar Peraturan BPK RI No 1 Tahun 2017.

“Tujuan pemeriksaan yakni kesesuaian laporan keuangan yang diperiksa dengan standar akuntansi pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan informasi keuangan dalam laporan keuangan sesuai dengan yang diatur SAP, kepatuhan terhadal peraturan perundang-undangan dan efetivitas sistem pengendalian intern (SPI),” tukasnya. (*)

Peringatan HKAI 2025, Dirut M. Djamil: Mari Perkuat Dukungan untuk Penderita Kanker Anak

Peringatan Hari Kanker Anak International (HKAI) 2025 bukan hanya sekadar seremonial. Melainkan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker anak, menguatkan dukungan bagi para penderita. Termasuk juga mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kanker anak.

“Kanker pada anak adalah tantangan besar. Tidak hanya bagi anak-anak itu sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan seluruh pihak yang peduli terhadap kesehatan dan masa depan mereka,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua pada Peringatan HKAI 2025 “Be Brave to Inspire” yang diadakan oleh Yayasan Komunitas Cahaya di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Sabtu (15/2).

Turut dihadiri Dewan Pengawas, Dewan Pembina, dan Pengurus Yayasan Komunitas Cahaya, Asisten I Setprov Sumbar Ahmad Zaki, Asisten II Setko Padang Didi Aryadi, mewakili IDAI Sumbar, dr. Amirah Zatil Izzah, M.Biomed, Sp.A (K), mewakili Kadis Perlindungan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB Ruri Juswira MC serta anak dan orang tua penderita kanker anak.

Pada kesempatan itu dilangsungkan penyerahan ambulans dari donatur keluarga alm. Nukman Bur untuk Komunitas Cahaya.

Dewan Pengawas Yayasan Komunitas Cahaya  ini mengatakan RSUP Dr. M. Djamil senantiasa berkomitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik, khususnya bagi anak-anak penderita kanker. Pasalnya, perjuangan melawan kanker membutuhkan kekuatan dan semangat yang luar biasa. Baik dari pasien maupun keluarga.

“Oleh karena itu, kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan medis, fasilitas, dan dukungan psikososial untuk membantu anak-anak dan keluarga mereka melewati masa-masa sulit. Termasuk meningkatkan kapasitas tim medis kami untuk menghadapi tantangan dalam penanganan kanker anak yang semakin kompleks,” ungkap Dovy.

Ia berharap melalui sinergi dan kerja sama yang kuat antara RSUP Dr. M. Djamil, Yayasan Komunitas Cahaya, dan seluruh pihak terkait, dapat mewujudkan harapan untuk lebih banyak anak-anak penderita kanker yang dapat menjadi survivor dan hidup sehat serta produktif. Karena bagaimanapun anak-anak adalah aset dan sebagai generasi penerus bangsa di masa yang akan datang.

“Semoga kegiatan ini dapat terus memberikan semangat dan motivasi bagi orang tua dan anak-anak penderita kanker, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu kanker anak,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan mewakili Gubernur Sumbar, Asisten I Setprov Sumbar Ahmad Zaki. “Peringatan HKAI 2025 ini momentum penting untuk memperkuat semangat dan memberikan dukungan kepada anak-anak yang sedang berjuang melawan kanker. Ini memang bukan perjuangan yang mudah, karena butuh dukungan semua pihak,” sebutnya.

Oleh karena itu, tuturnya kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Komunitas Cahaya merupakan sebuah terobosan yang sudah menghimpun berbagai potensi untuk bersama-sama memberikan perhatian kepada anak-anak penderita kanker.

“Kita menyadari anak adalah aset bangsa dan tanggung jawab kita bersama untuk menyelamatkannya. Pasalnya, kanker anak merupakan tantangan besar. Tidak hanya pada anak, tetapi juga keluarga dan masyarakat,” ungkap Ahmad Zaki.

Menurut data WHO, tiap tahunnya secara global terdapat 400 ribu anak dan remaja yang didagnosis mengidap kanker. Dengan jenis kanker adalah leukimia atau kanker darah, lipoma, atau tumor solid.

Di Indonesia terdapat 8.677 anak Indonesia menderita kanker dengan rentang usia 0-14 tahun. Jumlah ini meningkat dan terbesar dibanding negara lain. Sumatera Barat termasuk salah satu provinsi dengan prevelensi kanker tinggi di Indonesia. Yaitu 2,44 per 1.000 penduduk. Pada tahun 2021 terdapat 91 kasus baru kanker anak dan 100 kasus baru di tahun 2022.

Sementara itu Ketua Yayasan Komunitas Cahaya Dedi Kurnia Putra memperkenalkan logo komunitas baru diberi nama Hiya. Filosofi Hiya yakni cahaya kuning merupakan kebahagiaan dan kepositifan, syal pita emas merupakan kehangatan dan sinar harapan. “Kemudian bunga matahari merupakan simbol kehidupan, energi, kesetiaan, pengabdian, harapan dan optimisme. Dan Hiya dalam bahasa arab dia,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil: Tingkatkan Pemahaman dan Penanganan Tumor Muskuloskeletal

Pertemuan Ilmiah 24th Ground Round Musculoskeletal Tumor resmi digelar di Hotel Santika Premiere Padang, Jumat (14/2). Pertemuan ilmiah yang berlangsung hingga besok (15/2) ini menjadi wadah komunikasi yang hollistik dari bidang Onkologi Muskuloskeletal yang melibatkan antusiasme dari bidang Ortopedi, Patologi Anatomi dan Radiologi.

Dalam pertemuan itu, Direktur Utama RSUP Dr. M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua turut menghadiri, memberikan sambutan dan melakukan pengguntingan  pita pembukaan booth stan. Selain Dirut, juga hadir Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp Onk (K), FACS, FFSTED, Ketua PERTUMSI Prof. Dr. dr. Achmad Fauzi Kamal, Sp.OT (K).

Kemudian Perwakilan PA Prof. dr. Salmiah Agus, Sp.PA, Subsp. S.M (K), dan Radiologi Prof. Dr. Rosy Setiawati, Sp.Rad (K). Ketua PABOI Cabang Sumbar dr. Hermansyah, Sp.OT (K) dan Ketua Panitia dr. Almu Muhammad, Sp.OT (K), Subps. Onk. Ort.R (K).

“Selama 24 tahun, Grand Round ini telah menjadi wadah yang berharga bagi para profesional medis di bidang ortopedi, onkologi, dan bidang terkait lainnya untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi terbaru dalam penanganan tumor muskuloskeletal. Hal ini penting mengingat kompleksitas penyakit ini yang membutuhkan pendekatan multidisiplin yang komprehensif,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.

Ia mengatakan tema Grand Round tahun ini yang berfokus pada peningkatan pemahaman dan kerja sama dalam penanganan tumor muskuloskeletal serta memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pengabdian masyarakat, sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi saat ini. “Tingginya angka kejadian tumor muskuloskeletal menuntut kita untuk terus berupaya meningkatkan kualitas diagnosis, terapi, dan rehabilitasi pasien. Kerja sama yang erat antar tenaga kesehatan, peneliti, dan berbagai pihak terkait krusial untuk mencapai hasil yang optimal,” tegasnya.

Ia mengatakan pertemuan ini tidak hanya menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman dalam penanganan tumor muskuloskeletal. Akan tetapi juga memperkuat kolaborasi antara tenaga medis, akademisi, dan berbagai pihak yang berkepentingan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan kita dapat terus meningkatkan kompetensi serta menemukan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan di bidang musculoskeletal oncology,” harap Dovy.

RSUP Dr. M. Djamil, sebutnya, sebagai rumah sakit rujukan regional berkomitmen  untuk mendukung kegiatan ini. “Kami berharap Grand Round ini dapat menghasilkan rekomendasi dan strategi yang konkret untuk meningkatkan kualitas penanganan tumor muskuloskeletal di Sumatera Barat dan sekitarnya. Semoga kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan,” harapnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp Onk (K), FACS, FFSTED mengatakan ini merupakan rasa tanggung jawab PERTUMSI untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Bagaimana mendeteksi awal tumor di daerah muskuloskeletal. Khusus untuk acara ini sekalipun tumor sudah mencapai anastasis. “Tetap saja berharap pasien mendapatkan pelayanan terbaik,” harapnya.

Sementara Ketua PERTUMSI Prof. Dr. dr. Achmad Fauzi Kamal, Sp.OT (K) mengatakan berbagai rangkaian kegiatan diadakan selama 24th Grand Round 24th Ground Round Musculoskeletal Tumor dilangsungkan. Yakni general symposium, national clinicopathologic conference. “Kemudian scientific poster visualizatio, symposium and workshop for general practitioner dan community services,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Minta PPDS dan DPJP Isi Resume Medik Akurat dan Lengkap

Resume medik mencerminkan ringkasan segala informasi penting menyangkut pasien dan dapat dijadikan pedoman untuk melakukan tindakan yang lebih lanjut. Selain itu, suatu resume medik juga berfungsi untuk dasar pengajuan klaim ke BPJS Kesehatan.

“Mengingat pentingnya resume medik dalam bidang kesehatan, kelengkapan dan ketepatan penulisan resume medik merupakan suatu hal yang mutlak diperlukan,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua pada Workshop Penguatan Kompetensi DPJP dan PPDS dalam Pengisian Resume Medis dalam Rangka Optimalisasi Klaim JKN di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (13/2).

Turut dihadiri Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, dan peserta workshop terdiri dari DPJP dan PPDS.

Materi pembelajaran workshop yakni Resume Medik dan Panduan Pengisian Resume Medik yang Lengkap dan Benar, Peran Resume Medik dalam Kelancaran Klaim BPJS beserta Contoh yang Sesuai Peraturan Klaim serta Peran Resume Medik dalam Pengkodingan. Selain penyajian materi, juga diadakan praktik pengisian resume medik yang lengkap dan benar.

Ia mengatakan sebagai rumah sakit yang melayani banyak pasien, peran DPJP dan PPDS dalam pengisian resume medik yang akurat dan lengkap. Tentu akan berdampak langsung pada keberhasilan dalam klaim dan pengelolaan sumber daya yang ada.

“Makanya pada tahap awal dalam pengisian resume medik, DPJP dan PPDS harus memahami Panduan Praktik Klinis (PPK). Itulah dasar kita. Apapun kita bekerja baik aspek legal dan aspek mengobati pasien tentu harus mengacu pada PPK. Tidak bisa melakukan aktivitas pelayanan maupun pendidikan asal-asalan. Saya berharap PPK ini hendaknya menjadi tolok ukur dari PPDS dan DPJP dalam melakukan layanan di RSUP Dr. M. Djamil,” tegasnya.

Oleh karena itu, sebut Dovy, workshop ini memiliki urgensi yang besar dalam rangka optimalisasi klaim JKN. “Pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan akuntabilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit ini,” harap Dovy.

Ia berharap dengan workshop ini, dapat memperkuat kompetensi, meningkatkan pemahaman, dan memastikan bahwa setiap proses pengisian resume medik berjalan dengan tepat dan sesuai dengan regulasi yang ada. “Sekaligus dapat memberikan wawasan yang baru, serta memotivasi kita untuk lebih baik lagi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita di dunia kesehatan,” tukasnya.(*)

Peringatan Hari Kanker Sedunia, Skrining dan Deteksi Kanker Paru Sedini Mungkin

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil bersama Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil mengadakan penyuluhan kesehatan tentang Kanker Paru yang disampaikan oleh dr. Afriani, Sp.P (K). Onk. Penyuluhan tersebut dalam rangka Peringatan Hari Kanker Sedunia bertepatan pada 4 Februari lalu.

Dalam penyuluhan kesehatannya, dr. Afriani, Sp.P (K). Onk menyampaikan kanker paru adalah semua penyakit keganasan pada paru. Keganasan tersebut terdapat pada paru sendiri (primer) maupun keganasan dari luar paru (metastasis).

“Kanker paru merupakan kanker paling banyak terjadi di dunia, sekitar 12,4 persen dari semua kanker. Di Indonesia, kanker paru penyebab utama kematian akibat kanker sekitar 1,8 juta kematian. Dan menempati urutan ketiga terbanyak di Indonesia setelah kanker payudara dan kanker serviks,” kata dr. Afriani saat penyuluhan kesehatan di Poliklinik Paru Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (4/2) lalu. Penyuluhan kesehatan itu diikuti oleh pasien dan keluarga pasien.

Ia mengatakan kanker paru termasuk kanker terbanyak diderita oleh laki-laki. Dimana faktor risiko kanker paru ini adalah rokok, inflamasi kronik, paparan asap rokok lingkungan, genetik. Kemudian polusi udara dan paparan radon. “Perokok memiliki kemungkinan 15-30 kali lebih besar untuk menderita atau meninggal akibat kanker paru dibanding bukan perokok,” tegasnya.

Pada tahap awal, sebutnya, kanker paru tidak menyebabkan gejala apa pun. Gejala hanya akan muncul ketika perkembangan kanker telah mencapai tahap tertentu.

Gejala awal yang timbul berupa batuk berkelanjutan dan bertambah parah hingga akhirnya mengalami batuk darah. Sakit kepala, mengalami kelelahan tanpa alasan, suara serak, sakit pada tulang, bisa pada bahu, lengan atau tangan.

“Kesulitan menelan atau sakit menelan sesuatu, mengalami sesak napas atau nyeri dada, pembengkakan pada muka atau leher, kehilangan selera makan. Kemudian berat bertambah turun dan perubahan pada bentuk jari yakni ujung jari menjadi cembung,” paparnya.

Ia mengungkapkan kanker paru sering ditemukan saat stage lanjut. Sehingga penting dilakukan skrining dan deteksi dini kanker paru. “Dengan skrining dan deteks dini akan menurunkan risiko kematian 15 hingga 20 persen,” sebut dr. Afriani.

Skrining dilakukan, tuturnya, pada usia 50 sampai 80 tahun, tanpa gejala, saat ini perokok atau bekas perokok dalam 15 tahun terakhir dengan riwayat merokok satu bungkus per hari selama 20 tahun. “Jika memiliki tiga kriteria tersebut disarankan periksa diri ke dokter,” ucapnya.

Sementara deteksi dini harus dilakukan memiliki satu atau lebih gejala dan memiliki faktor risiko kanker paru. “Deteksi dini dapat dilakukan dengan pemeriksaan diri ke dokter. Nanti dideteksi melalui Low Dose CT Scan Thorax atau LDCT. LCDT ini merupakan metode pencitraan yang menggunakan dosis radiasi rendah untuk menghasilkan gambar paru-paru,” paparnya.

Ia menekankan jika didiagnosis mengidap kanker paru maka agar lakukan pengobatan sesuai anjuran dokter. Termasuk kontrol rutin dan lakukan pemeriksaan penunjang dibutuhkan.

“Selanjutnya jalani pola hidup sehat dan jalin dukungan dengan kelompok penyintas,” saran dr. Afriani seraya mengatakan tata laksana kanker paru berupa bedah, kemoterapi, radioterapi, terapi target. Kemudian imunoterapi dan paliatif care.

Ia menyebutkan cara mencegah kanker paru ini adalah berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok, kurangi polusi udara dan menggunakan alat pelindung diri. Pola makan sehat dan olahraga teratur. “Mari kenali, deteksi dan tangani kanker paru bersama,” ajaknya.(*)

Kajian Islam DWP RSUP Dr. M. Djamil, Kupas Membangun Keluarga Sakinah

Keluarga sakinah adalah tujuan bagi semua orang dalam proses membina kehidupan rumah tangganya. Keluarga ini adalah cerminan kehidupan keluarga ideal, yang diinginkan terjadi dalam sebuah rumah tangga.

“Keluarga sakinah diartikan sebagai keluarga yang dianugerahi kebahagiaan baik lahir maupun batin. Dalam kehidupan keluarga seperti ini, kehidupan rumah tangga berjalan dengan tentram dan damai,” kata Konsultan Keluarga dan Motivator Dr. Hj. Ulfatmi Amirsyah, M.Ag saat Kajian Islam dan Pertemuan Bulanan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (12/2).

Turut dihadiri Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil Ny Winanda Dovy beserta pengurus dan anggota DWP.

Ia mengatakan sebuah keluarga sakinah bukan berarti tidak pernah ada cekcok dan perbedaan pendapat. Hanya saja jika pun ada masalah dalam kehidupan rumah tangga tersebut, proses penyelesaian pun lebih mengedepankan pada pencarian solusi dan bukanlah pada proses saling menyalahkan dan mencari pihak yang salah.

“Setiap anggota keluarga tidak akan mengambil posisi sebagai pihak yang paling benar ketika sebuah masalah terjadi. Kesepahaman seluruh anggota keluarga sesuai dengan peran dan posisinya masing-masing untuk menciptakan keadaan keluarga dan rumah tangga yang harmonis, nyaman dan menyenangkan, merupakan indikator utama sebuah keluarga sakinah,” tuturnya.

Kemudian, sebut Ulfatmi, hilangkan perasaan superior atau merasa paling hebat dari satu pihak atas pihak lainnya. Seluruh anggota keluarga memiliki kesamaan satu sama lainnya. Kesamaan yakni keinginan untuk merasakan kebahagiaan dan ketentraman dalam rumah tangga.

“Carilah waktu dan pilihlah bahasa yang baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dari pihak lain. Dalam berkomunikasi akan menjadi efektif apabila masing-masing pihak mengerti tentang apa yang akan disampaikan. Kepada siapa pesan itu disampaikan, dengan cara bagaimana pesan itu disampaikan dan kapan pesan itu harus disampaikan,” ungkap Ulfatmi.

Ia menekankan tidak selamanya pesan yang baik akan berhasil dengan baik apabila disampaikan tidak dalam waktu yang tepat, dengan cara yang tepat dengan memperhatikan siapa yang akan menerima pesan. “Keterbukaan semua anggota keluarga merupakan faktor yang akan mempercepat tumbuhnya sebuah keluarga yang sakinah. Tapi keterbukaan itu akan menjadi petaka bila tidak tepat dan proporsional dalam menggunakannya,” ungkapnya.

Sementara Ketua DWP RSUP Dr M Djamil Ny Winanda Dovy Djanas mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota Dharma Wanita Persatuan serta ajaran Islam dan pelaksanaannya. “Berharap agar para anggota Dharma Wanita Persatuan RSUP Dr M Djamil bisa memperoleh tambahan pengetahuan tentang ajaran Islam dan bisa mengamalkannya,” harapnya.

Diketahui tidak hanya kajian Islam, DWP RSUP Dr M Djamil mengadakan pertemuan bulanan. Sekaligus penyerahan doorprize.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45